Sebuah pertanyaan besar mengenai Allah adalah, bagaimana tahu bahwa Allah itu ada? Allah itu exist on not?
Ada orang yang menjawab dengan mengatakan Allah adalah Roh, jadi sulit untuk dibuktikan secara ilmiah, namun bisa dirasakan kehadirannya. Banyak juga dengan argumentasi lainnya untuk membuktikan bahwa Allah itu ada.
Terlepas dari itu semua, yang paling penting adalah bahwa alam secara gamblang dan jelas sudah menyatakan keberadaan Allah itu sendiri. Sebagian orang berusaha membuktikan “eksistensi” Allah, seakan-akan bukti itu demikian sulit untuk “didapatkan.” Lebih tepat dikatakan bahwa bukti itu tidak mungkin didapatkan ketika orang sudah mati dalam pelanggaran dan dosanya. Tapi bukti itu tidak bisa dihindari, ketika orang sudah dilahirbarukan oleh Roh Kudus Allah, mereka akan melihat bukti-bukti itu. Dipembahasan lebih lanjut ke depan, kita akan belajar mengapa orang berdosa begitu sukar melihat bukti dari eksistensi Allah. Lebih lanjut kita juga akan belajar bahwa orang Kristen tidak menemui kesulitan itu. Karena alasan-alasan inilah, kita tidak akan mencoba untuk “membuktikan” bahwa Allah ada. Seperti yang dinyatakan dalam Ibrani 11:6, kita tidak akan bisa datang kepada Allah jikalau kita belum percaya bahwa Allah ada.
Ini berarti, prosesnya dibalik. Kebanyakan orang “meminta bukti” baru percaya “Allah Ada” dan kemudian “beriman” pada-Nya. Sebenarnya adalah: Kita “beriman” bahwa “Allah ada” baru kemudian bukti-bukti itu akan kita dapatkan. Dalam pembelajaran mengenai ordo salutis barulah kita mengerti prinsip ini semuanya.
Kembali ke topik Allah adalah Roh, ketika kita berbicara tentang Allah adalah Roh yang murni, maka yang kita maksudkan adalah bahwa Dia tidak memiliki tubuh seperti manusia. “Allah adalah Roh” kata Yesus (Yoh.4:24).
A. A. Hodge menuliskan:
” Ketika Alkitab, yang telah disesuaikan dengan kelemahan kita, menyatakan fakta tentang Allah yang mendengar dengan mengatakan bahwa Dia memiliki telinga, atau bahwa Dia menjalankan kuasa-Nya dengan menyatakan Dia memiliki tangan, jelas bahwa nas-nas ini menyatakan secara metaforis, karena ketika berbicara dengan manusia mengenai hal-hal rohani tentu dilakukan dengan organ tubuh. Ketika Alkitab berbicara tentang penyesalan-Nya, gaya bahasa metaforis juga digunakan, untuk mengajarkan kepada kita bahwa Dia bertindak terhadap kita sebagaimana manusia bertindak ketika mengalami perasaan-perasaan itu.”
Karena Allah adalah Roh yang murni, maka Dia tidak dibatasi oleh apapun juga. Tidak ada tempat dimana Allah tidak hadir. “Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, kemana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau disana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau” (Mzm.139:7-8).
R.C. Sproul menuliskan:
“Roh manusia tetap merupakan roh yang terbatas yang tidak akan dapat berada di lebih dari satu tempat pada waktu yang sama. Hanya Roh yang tidak terbatas yang mampu untuk mahahadir. Kita perlu mengerti tentang kemahahadiran dari dimensi yang lain, yaitu batasan antara Allah dan kita bukan merupakan batasan waktu dan ruang.”
Jadi, harus ditekankan disini, dimanapun seseorang berada, maka disana bukan hanya sebagian dari Allah yang hadir, melainkan keseluruhan diri-Nya, dengan kemuliaan dan keagungan-Nya, ada disana. Ketika kita berkata Allah mahahadir (omnipresent), itu artinya Allah secara keseluruhan, lengkap, dan tak terbatas ditemukan di mana pun dan kapanpun.
http://wstefanus.wordpress.com/2008/04/10/does-god-exist/
God’s existence must be accepted by faith (Hebrews 11:6)
=) thx ur post full the truth..
Mas, apa tidak lebih tepat disebut “Doktrin Tuhan”
Tuhan=Allah=Yahweh?
Tiada Tuhan selain Allah?
Tiada Tuhan selain Yahweh?
Tiada Tuhan selain Tuhan?
Siapa Tuhan yang Anda sembah? ->> http://gkmin.net
tks,
@gkmin.net, thanks untuk kunjungannya.
1. Allah banyak menggunakan istilah-istilah yang terlebih dahulu diijinkan muncul sebelum kekristenan (pengikut Kristus) itu ada. Maka kemudian orang Kristen bisa mempergunakan istilah tersebut yang disempurnakan dan kemudian dimasukkan kedalam Alkitab.
2. 2Kor.3:6.
Salam.
Yoh 14:7-14
Thanks.
Sebenarnya ya..saya pikir, selama seseorang mempercayai Hukum Sebab-Akibat, dia haruslah mempercayai keberadaan Tuhan.
Bila tidak, maka seharusnya dia juga tidak percaya kepada hukum sebab-akibat itu. =)
salam. =)
Yes…, itu betul. Tetapi kekristenan punya konsep seperti dibawah ini:
http://wstefanus.wordpress.com/2008/04/10/does-god-exist/
http://imankristen.wordpress.com/2008/04/07/penyataan-allah/
Sebab-akibat salah satu contoh untuk membuktikan Allah itu ada. Tapi ini hanya bisa sampai titik “suatu Allah mungkin exist”. Cobalah diskusi dengan seorang Atheis. Anda akan lebih mengerti.
Tak ada pengertian sempurna tentang Allah. Kita tidak pernah melihatnya. Kita hanya memahami kehadiran Tuhan melalui segala sesuatu yang tidak bisa dikerjakan manusia.
Manusia hanya coba menjelaskan dengan kata-kata tentang suatu kekuatan luar biasa itu. Kita hanya mengatakan dan percaya bahwa Allah sungguh ada. Tetapi persisnya Allah bagaimana, kita tidak tahu. Dan tidak usah sok tahu. Kita hanya bisa mengatakan Allah itu MAHA KUASA, MAHA BAIK, MAHA MURAH, MAHA KASIH. Diluar pengetahuan kita yang kurang. Abaikan dalam benak kita pernyataan atau sikap kita tahu Allah dahulu baru percaya. Karena tak akan pernah cukup pengetahuan kita tentangNya. Lihat dan tahu karyanya kemudian percaya. Inilah IMAN. Tak kuat pikir lagi dan menyerah saja dan mengatakan,” makanya saya percaya”. Iman adalah penyerahan.
@atakeo
Saya pikir Iman (Keyakinan) dan Islam (Keberserahan) adalah berbeda.
Iman / Keyakinan yang baik Timbul dari Sebab-sebab (alasan-alasan) yang ada.
Contoh :
Kenapa anda Yakin bahwa Anda besok akan dapat mengerjakan Soal-soal Ujian dengan Baik?
Karena anda telah belajar dengan Tekun selama 1 Semester terakhir.
Kenapa anda Yakin bahwa bila anda meletakkan tangan anda di api akan Panas?
Karena anda telah mengetahui sebelumnya bahwa Api itu panas dan dapat menyalurkan panasnya.
Kenapa anda Yakin akan keberadaan Tuhan?
Karena segala sesuatunya disebabkan oleh sesuatu yang lain.
Jadi inilah mengapa saya pikir Iman yang baik Timbul dari Sebab-sebab yang ada.
Ada komentar? =)
Salam. =)
Terima kasih atas tanggapan. Tetapi anda membawa saya pada suatu yang lebih kabur.
Saya merefer kembali apa yang dicatat diatas:” Kebanyakan orang “meminta bukti” baru percaya “Allah Ada” dan kemudian “beriman” pada-Nya. Sebenarnya adalah: Kita “beriman” bahwa “Allah ada” baru kemudian bukti-bukti itu akan kita dapatkan.
Dari situ saya pahami bahwa iman pada awalnya buta. Belum ada bukti. Jadi iman menjadi satu penyerahan, seorang percaya bahwa harus begitu. Disana ada misteri. Masih banyak rahasia yang belum terjelaskan. Disinilah ada mysterium fidei, rahasia iman. Dan akan tetap tidak bisa terjelaskan.
Demikian pula pemahaman yang sejati tentang Allah tidak seluruhnya. Pada saat Allah dapat dipahami seluruhnya maka Allah menjadi wujud sangat biasa. Anda orang Kristen bilang Allah luarbiasa. Kita memberikan atribut MAHA…. tidak bisa disamakan. Akbar.
Allah bukan daging, Allah bukan manusia, Allah tidak seperti manusia. Saya setuju itu.
Yesus adalah daging, Yesus adalah manusia, dan berlaku seperti manusia. Bagaimana mungkin Yesus itu adalah Allah?
Allah mahakuasa.
Firman menjadi daging.
Anda beriman: Allah tidak mampu dan tidak mahakuasa dalam hal mengambil rupa menjadi manusia.
Kami beriman: Allah mampu mengambil rupa manusia. Maka konsekuensinya supaya logis hanya 1:
Allah 100% dan manusia 100%. Selain itu maka tidak mungkin.
Lihat selengkapnya di:
http://imankristen.wordpress.com/diskusi-tertutup/
Mana yang benar, iman anda atau kami? Kedua hal ini (iman) tidak bisa dibuktikan. Kecuali anda dan saya sama-sama ke Sorga ketemu Allah dan tanya pada-Nya.
Maka dalam diskusi tertutup, untuk mengetahui benar tidaknya wilayah “infinite” maka “khusus” untuk informasi di wilayah “infinite” itu harus ada konfirmasi dari sana juga.
Yesus ketika dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, ada konfirmasi dari Surga mengenai Dia.
Siapa yang memberikan konfirmasi bahwa perkataan Allah itu tidak mampu menjadi manusia adalah benar? Selain dari yang Allah katakan pada kitab suci anda, apakah ada dari Sorga yang memberikan konfirmasi? tidak ada bukan?? Tidak ada yang lain dari sorga yang mengkonfirmasi kebenaran pernyataan Allah pada kitab anda tersebut. Ini merupakan kesulitan anda membuktikan seluruh iman anda.
Kami tidak punya kesulitan tersebut.
Salam.
@imankristen
Mohon jangan salahartikan saya dalam posting saya di Diskusi Tertutup.
Saya Tetap menganggap Tuhan Ada adalah Logika.
Bukan Iman.
Dan Kelemahan Argumen saya yang Saya Katakan..
Adalah masalah Urutan Pemikiran.. =)
Bukan Pemikiran itu sendiri..
Sudah ketemu belum Kelemahan itu ? =)
Salam. =)
PS: Anda memang belum jawab kok..
Yang anda jelaskan adalah Pemikiran Anda mengenai Maksud Postingan Anda itu..
Tapi tentang Pertanyaan Saya..
Anda belum jawab.
Yang Fair laah.. =)
Salam nitt…
Anda cari dulu saja yang benarnya bagaimana menurut anda. Tentu dengan argumentasi yang tepat.
Kalau saya sih sudah jelas argumentasinya.
Btw, saya sudah jawab nitt pertanyaan anda itu, yaitu saya tidak pedulikan hal itu. Itu tidak penting dalam diskusi kita. Kalau anda lebih tahu kesalahan anda itu dimana…, ya di share saja.
Kita sudah ada titik temu…, argumentasi anda kurang kuat jadi tidak bisa dilanjutkan dalam diskusi kita. Kita sepakat dalam hal ini.
Btw, jawaban saya diatas bukan tentang Allah ada atau tidak, tetapi Allah itu mahakuasa atau tidak??
Yang ini kan anda sudah acc: iman.
Atau bisa anda buatkan bagian mana lagi dari Allah yang logis?? Yang ini anda belum jawab pertanyaan saya.
Mengenai konfirmasi dari atas, itu adalah bagian lanjutan dari diskusi tertutup kita. Bagaimana membuktikan informasi mengenai “infinite” yang kita terima dengan iman itu adalah benar??
Itu merupakan lanjutan diskusi kita nantinya.
Salam.
@nitt # 9
dari contoh kamu di posting no 9,
sepertinya kamu memang ngga bisa bedain antara iman dan logika…
ya elah nitt, nitt.. nitt.
Jelasenggak…,
Kalau menurut saya, nitt#9 itu bukan dia yang nulis.
Ada beberapa kemungkinan:
1. Mungkin itu titipan dan teman kantornya untuk menuliskan demikian.
2. Atau lagi menguji nalarnya si Atakeo.
3. Atau Nitt lagi sibuk urusan kantor, jadi kurang konsentrasi.
Jadi, sampai sekarang saya tidak yakin itu jawabannya Nitt. Karena itu saya tidak berikan respon untuk nitt#9.
Salam.
@jelasenggak
Kalo begini gimana jel..? =)
Iman = Segala sesuatu yang tidak dapat diterima dengan Pemikiran Akal tapi TETAP SAJA kita yakini.
(Note: Pemikiran Akal lho ya..BUKAN Urutan Pemikiran Akal. Agar Dibedakan. Biar ngga Bingung.)
Logika = Segala sesuatu yang dapat diterima dengan Pemikiran Akal.
Gimana jel?
Ada pertanyaan? =)
@jelasenggak
Eh, sory, peletakan NOTE harusnya di bawah Definisi Logika.
Hehe..maapp.. =)
@imankristen
Ngga kok, itu memang saya yang Tulis. =)
Ngomong-ngomong sdr. Ws mana ya? kok ngga pernah Nimbrung? =)
Nimbrung aja..ngeramein..asal sopan yaa.. =)
Salam. =)
@nitt #17
Ya udah,…
coba lihat posting kamu no. 9
terus jelaskan yang di 17 berkaitan dengan yang di no. 9
Apa bedanya roh yang ada di manusia dengan roh yang dimaksud di tulisan ini? Apakah hanya dijelaskan dengan kata terbatas atau tidak, apa buktinya?
Lalu siapa yang menciptakan roh? Apakah roh menciptakan roh? Ini sama saja dengan pertanyaan: apakah manusia menciptakan manusia?
Maaf, ini cuma sekedar pertanyaan kok. Ga dijawab juga gpp. Dijawab juga gpp.
Coba perhatikan di:
http://imankristen.wordpress.com/2008/04/09/allah/
Atau anda bisa membaca dulu keseluruhan mengenai doktrin Allah di:
http://imankristen.wordpress.com/category/doktrin-allah/
To other christian…, ada yang mencoba membantu saudara mathematicse?
Salam.
Misalkan saya sudah menulis artikel yang membahas 2 + 3, lalu ada seorang pembaca yang tidak mengerti 2 + 3 dan menanyakannya.
Maka bagaimana jawaban saya?
Tentu saya tidak akan menyuruh membaca ulang artikel 2 + 3 kan?
Tetapi, dengan sekuat tenaga menjelaskan dengan cara atau metode lain…
Ini hanya sekedar saran, diterima gpp, ga diterima juga gpp.
Ok…, anda tidak mengerti dikarenakan sebagai berikut:
Coba anda bayangkan sebuah rumah, ada lampu. Kenapa ada lampu bisa berdiri? Karena ada kabel yang menghubungkan. Kenapa kabel dan lampu bisa berada diatas ruangan? Karena mereka menempel di plafon rumah. Kenapa bisa ada plafon rumah disana? Karena ditahan/ditopang oleh balok. Kenapa ada balok disana? Karena ditopang oleh kolom. Kenapa bisa ada kolom disana? Karena ditopang oleh pondasi. Kenapa bisa ada pondasi disana? Karena ditopang oleh kekuatan ijin tanah.
Sekarang anda mau tanya lampu…, itu hubungannya banyak sekali, he he he….
Semakin anda tidak mau tahu hubungannya dengan yang lain…, anda semakin terheran-heran.
Misalkan saja kabel, plafon, balok, kolom, pondasi dan tanah dihilangkan. Anda sekarang hanya melihat lampu yang tergantung dengan sendirinya…
Anda bertanya, kenapa lampu bisa bergantung dengan sendirinya disana?
Saya minta anda pelajari hubungannya dengan yang lainnya. Anda bilang…, saya mau tanya lampu saja…,
saya jawab…, anda tidak akan mengerti kalau saya jelaskan. Semakin saya jelaskan…, anda semakin tidak mengerti.
Semuanya itu merupakan satu kesatuan. Karena itulah…, saya selalu meminta setiap orang yang mau bertanya, baca saja seluruh isi tulisan saya.
Saya pernah lihat diskusi sampai 1250 kali sesi tanya jawab. Kenapa demikian? Karena kasus seperti anda itu.
Untuk mencegah 1250 kali sesi tanya jawab, saya tuliskan apa yang menjadi jawaban dari pertanyaan anda. Apa yang menjadi resume dari 1250 kali sesi tanya jawab, itu saya tuliskan, untuk mempercepat proses diskusi. Bayangkan kalau setiap orang seperti anda 1250x sessi tanya jawab, kalau ada 1000 orang yang bertanya, saya mengulangi lagi dari awal… wah… bisa habis waktu hanya untuk itu saja.
Karena itulah tulisan ini saya buat, sehingga setiap kali berdiskusi tinggal memberikan link saja.
Gus dur bilang: “gitu saja kok repot”
Nah…, silahkan pelajari.
……
……
Tetapi…, khusus untuk anda…, kalau memang anda mau “sungguh-sungguh” belajar kekristenan dan bukan hanya bermotivasi untuk “mencari-cari kesalahan” Kristen, saya akan bimbing anda.
Dalam proses diskusi…, saya akan dengan mudah mengetahui mana yang bermotivasikan ingin belajar dan mana yang hanya “ngeyel” dan “mencari-cari kesalahan” saja, tanpa mau melihat “maksud” dari apa yang dipelajarinya. Kalau anda tetap “ngeyel”…, saya tidak akan membimbing anda lagi…, silahkan mempelajari seluruh tulisan saya untuk mendapatkan “pola pikiran” saya.
Kalau memang anda tetap bersedia untuk belajar, saya akan bimbing anda “step by step”.
Dimulai dari doktrin Allah. Kita mulai dari langkah awal.
Silahkan pelajari materi:
http://imankristen.wordpress.com/2008/04/09/allah/
Berikan pertanyaan anda pada post tersebut, hanya untuk materi pada tulisan tersebut saja.
Saya tunggu.
Salam.
Ps. Untuk Lovepassword dan muslim lainnya, kalau anda semuanya memang ingin sungguh-sungguh belajar, bisa ikut nimbrung pada sessi tersebut.
Berbahagialah orang yang tidak melihat namun Percaya(tentunya kepada Yesus Kristus).
masa tuhan ada 3 bisa berabe dong nanti kalo tiga bisa beda pendapat bagaimana hihihihi lucu ada tuhan bapa berarti punya istri dong roh kudus berarti bisa masuk ketubuh orang lain dong tuhan anak punya bapak sama ibu….. aya aya wae
tuhan tidak dapat di definisikan dengan benda ataupun makhluk secara logika tuhan tiga adalah satu dan satu adalah tiga sudah menjadi suatu kesesatan sama halnya dengan kaum pagan yang menyembah matahari yang mempunyai tuhan sama dengan tuhan orang2 kristen baca sejarah semua simbol dari palang salib hingga tongkat paus paulus merupakan hasil karya kaum pagan yang menyembah dewa matahari ibadahnyapun sama hari minggu sebab sun adalah matahari day adalah hari. orang orang pagan menyembah dewa matahari pada hari minggu begitu juga dengan kaum kristiani sekarang tahukah kalian bahwa tanggal 25 desember yang kalian klaim sebagai hari kelahiran yesus adalah hari kelahiran anak matahari jadi agama yang kalian anut sekarang adalah sesat dan menyesatkan
menurut agama kalian kristen, Allah adalah roh yang masuk kedalam tubuh yesus dan secara tidak langsung yesus menjadi tuhan adalah pernyataan yang tidak logis sebab dalam alkitab sendiri yesus berdoa kepada tuhan, kenapa tuhan berdoa kepada tuhan ini adalah tidak masuk kedalam logika… dan seharusnya ketika yesus mati yang disembah bukan yesus lagi tapi tuhan yang sebenarnya karena yesus sudah mati tapi kenapa umat kristiani masih menyembah yesus yang sudah mati. dan jikalau Allah itu adalah roh berarti dapat masuk kedalam tubuh orang yang ia inginkan dan orang yang dimasuki rohnya Allah menjadi tuhan juga sama seperti yesus hingga sekarang dan berarti tuhan umat kristiani itu tidak hanya tiga tapi banyak sungguh pernyataan Allah adalah roh adalah salah satu kesesatan yang nyata coba kaji kembali alkitab anda sangat banyak kekeliruan yang terjadi lalu bandingkan dengan kitabnya umat islam karena kitabnya umat islam dijelaskan bahwa yesus (isa) adalah nabi bukan tuhan terima kasih
@ putra,
Semua pertanyaan loe udah dijawab di sini secara tuntas.
Sebaiknya loe baca aja semua postingan dan diskusi di sini dengan saksama.
Kalo kurang paham, loe ngirim aja pertanyaan, ini tidak…langsung ke sini lalu buang angin busuk. Sesudah itu kabur.
If you are here again, I am gonna have fun upsetting gue.
Xixixi…
Ada ada saja anak pesantren ini.