Sebagaimana dikatakan oleh Alkitab,
- “Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,”
- “pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya” (Ibr.1:1-2).
Kulminasi ini tiba ketika:
- penyataan yang final oleh Allah mulai “diberitakan oleh Tuhan” dan kemudian
- diteguhkan “oleh mereka yang telah mendengarnya” (yaitu, para rasul dan saksi mata lainnya; Ibr.2:3).
Allah telah memberikan peneguhan ini dengan mengaruniakan kepada para rasul kuasa:
- untuk melakukan tanda-tanda dan perbuatan ajaib, dan
- membagikan karunia-karunia rohani sesuai kehendak-Nya.
Perlu diperhatikan bahwa ini berarti dengan tegas menolak pandangan yang dipopulerkan oleh gerakan yang mengambil alih peran seakan-akan mereka masih seperti nabi dan rasul. Ini merupakan kesalahan serius. Pada hakikatnya ini adalah akibat kegagalan dalam memahami ajaran Alkitab mengenai sejarah keselamatan. Alkitab sendiri telah menyatakan dengan jelas bahwa banyak hal yang pernah ada di dalam sejarah keselamatan tidak bisa dan tidak akan diulang. Tidak akan ada lagi air bah yang melanda seluruh dunia, atau penyeberangan Laut Merah, atau kelahiran dari anak dara. Tidak ada lagi pencurahan Roh Kudus seperti yang terjadi pada hari Pentakosta. Pengutusan Roh Kudus tidak bisa diulang sebagaimana juga kelahiran Kristus.
Inilah alasan mengapa mujizat-mujizat “tanda-tanda dan pebuatan-perbuatan” ajaib di dalam Alkitab tidak terjadi setiap saat, melainkan hanya berpusat pada peristiwa-peristiwa utama di dalam proses penyataan. Sebagai contoh, perhatikanlah betapa sedikit mujizat yang tercatat dalam Alkitab sampai kita tiba di masa Musa (penulis bagian pertama dari Alkitab). Perhatikan juga bagaimana tanda-tanda dan perbuatan-perbuatan ajaib yang kita baca di dalam Kitab Para Rasul selalu dikaitkan dengan kehadiran para rasul.
Ada alasan untuk fakta-fakta seperti ini. Alasannya adalah bahwa tanda-tanda dan perbuatan-perbuatan ajaib diberikan oleh Allah untuk memberikan kesaksian dan meneguhkan bahwa orang-orang yang melakukannya adalah utusan-Nya. Dan karena proses ini telah selesai di dalam karya Kristus yang telah genap, dan kesaksian mereka sekarang telah tersimpan di dalam Kitab-Kitab Suci, maka hanya Alkitab yang merupakan penyataan Allah pada saat ini.
Apakah masih ada mujizat saat ini? Masih ada, tetapi tidak terlalu dipentingkan lagi. Kenapa masih ada? Meskipun nabi dan rasul telah tiada dan mujizat yang meneguhkan dan menyaksikan bahwa mereka adalah utusan-Nya telah selesai, juga Alkitab telah lengkap tetapi fungsi nabi dan rasul masih ada.
Ketika seseorang menyatakan kebenaran Alkitab kepada banyak orang, saat itulah Allah bisa menyatakan penyertaannya kepada orang tersebut. Ini artinya mujizat diberikan dalam kondisi kita “Aktif menyatakan kebenaran Alkitab dan pasif dalam menyatakan mujizat”.
We are not tell the miracle but only Jesus in the bible. Miracle is only bonus for us. Mujizat bukanlah lagi menjadi keharusan. Memberitakan isi Alkitab, itu baru keharusan.
Asik pertamax nih.
Cuman ingin menambahkan.
Aliktab itu kitab Yang JUJUR
Semua kebaikan dan juga keburukan bangsa Israel, dituliskan di situ. Agar kita semua mengerti mengapa suatu hal itu (keburukan ) dituliskan.
Alkitab juga kitab yang Nyata dari TUh@n. Karena jika semua buku di dunia ini dihancurkan, alkitab masih akan bisa menjawab pertanyaan, keraguan dari para pembacanya.
Alkitab tidak membutuhkan bantuan kitab lain (seperti Quran membutuhkan kitab asbabun nuzul)
Tanpa bantuan kitab lain, alkitab mampu menjawab semua tuduhan.
Itulah hebatnya alkitab.
..
.
salam
Astaga kamu tumben bisa mengalahkan aku. Hi hi hi. Kamu tumben bisa ngalahken aku jelasnggak.
@jellas enggak : Eh kalo itu mah bukan menambahkan, tetapi mencari masalah. Hi hi hi.
Omongan ImanKristen yang ini kayaknya lumayan kalem. Mungkin karena sekarang dia sudah besar.