Manusia yang telah lahir baru memiliki kebebasan mutlak yang sama dengan yang dimiliki Adam sebelum kejatuhannya dan orang-orang berdosa setelah kejatuhan itu. Perbedaan antara manusia yang belum lahir baru dan yang telah lahir baru menyangkut kemampuan, bukan kebebasan. Keduanya bebas untuk melakukan yang baik, tapi hanya satu yang mampu melakukan yang baik.
Dan dia mampu karena Allah Roh Kudus telah memberikan kepadanya hati yang baru (Ef.2:10; 1Yoh.5:18; Yeh.36:26). Dia telah dijadikan ciptaan baru (Gal.6:15). Karena itu, dia memiliki kemampuan untuk menghendaki dan melakukan yang baik.
Tapi kemampuan orang yang lahir baru tidak identik dengan kemampuan yang dimiliki Adam pada awalnya. Adam pernah berkemampuan untuk melakukan kehendak Allah secara sempurna. Manusia yang telah lahir baru belum mampu untuk melakukan kehendak Allah secara sempurna. Tapi ini bukan berarti dia belum menjadi ciptaan baru. Dia adalah ciptaan baru. Dia benar-benar ingin melakukan kehendak Allah. Dia sungguh-sungguh bertahan di jalan yang benar (1Yoh.3:9). Dosa tidak akan berkuasa di dalam dirinya (Rm.7:21). Alasan bagi keadaan ini adalah bahwa ciptaan-ciptaan baru di dalam Kristus berada dalam proses pengudusan.
Ciptaan baru bukanlah “produk jadi” walaupun mereka telah diubah dalam keseluruhan esensinya. Mereka menjadi apa yang seharusnya, namun masih hanya secara “prinsip.” Suatu hari kelak mereka akan menjadi apa yang seharusnya dalam segenap bagiannya. Tapi sekarang karya Allah sedang bekerja di dalam mereka. Sekarang Allah berkarya di dalam mereka sehingga mereka menghendaki dan melakukan semakin banyak hal yang menyenangkan Allah.
Pada waktunya, karya Allah dalam diri orang yang telah lahir baru akan disempurnakan (dengan pemulihan). Namun pada saat itu pun manusia tetap akan memiliki kebebasan seperti yang dimilikinya sekarang ini. Dan sekali lagi, pebedaan yang ada hanyalah pada kemampuan, bukan kebebasannya, untuk melakukan yang baik. Saat itu manusia hanya mampu untuk melakukan hal yang benar. Ini akan terjadi dikarenakan naturnya akan diteguhkan dalam kekudusan dan seluruhnya berlawanan dengan kejahatan.
Dia tidak akan tergoda oleh dosa lagi. Bahkan dia tidak akan lagi memiliki keinginan apa pun untuk melakukan yang jahat. Semoga Allah memberkati kita semua untuk melihat hari pemuliaan itu dan meneguhkan Iman Kristen kita.