Bayi-bayi yang merupakan kaum pilihan, yang mati pada usia balita, dilahirbarukan dan diselamatkan oleh Kristus, melalui Roh yang berkarya kapan pun, di mana pun, dan dengan cara yang dikehendaki-Nya; demikian juga bagi semua kaum pilihan lainnya yang tidak bisa dipanggil secara lahiriah melalui pelayanan Firman.
Bagian ini mengajarkan kepada kita:
- bahwa terdapat sejumlah manusia yang “tidak bisa dipanggil secara lahiriah melalui pelayanan Firman,
- bahwa dari mereka mungkin ada kaum pilihan, dan
- dalam kasus-kasus seperti ini, Roh Kudus bekerja kapan pun, dimana pun dan dengan cara apa pun sesuai kehendak-Nya.
Dengan pengecualian pada kasus-kasus ini, kelahiran baru terjadi secara terkait dengan penggunaan sarana-sarana anugerah yang telah Allah tetapkan. Tapi terdapat sejumlah orang yang tidak memiliki kemampuan untuk memahami Firman dari Roh Kudus, bukan saja karena ketidakmampuan rohani, tapi juga karena ketidakmampuan alamiah. Yaitu, dikarenakan kematian dalam usia dini (masa balita) atau cacat mental, mereka tidak mampu untuk memahami Firman Allah walaupun telah dilahirbarukan.
Tentu saja harus diakui bahwa data Alkitab mengenai keselamatan bagi kasus-kasus ini sangatlah sedikit jika dibandingkan data untuk kasus-kasus lainnya. Kristus berkata, bahwa anak-anak kecil seperti inilah yang menjadi bagian dari Kerajaan Allah (Luk.18:15-16 dan ayat-ayat pararel lainnya). Dan Daud tampaknya menyatakan pandangan bahwa bayi yang meninggal mungkin diselamatkan (2Sam.12:23).
Tapi melampaui beberapa pernyataan ini, dan kesimpulan-kesimpulan yang baik dan niscaya yang bisa diambil dari Alkitab, terdapat batasan yang tegas terhadap apa yang boleh kita katakan bagi kasus ini. Perlu diingat bahwa: “Bayi-bayi yang merupakan kaum pilihan, yang mati pada usia balita,” tanpa bermaksud untuk memberikan spekulasi tentang berapa banyak atau sedikit bayi-bayi ini. Dan hal yang sama juga berlaku “bagi semua kaum pilihan lainnya yang tidak bisa dipanggil secara lahiriah melalui pelayanan Firman.”
Bisa saja jumlahnya sangat banyak atau sangat sedikit. Hal yang terpenting adalah, karena Alkitab tidak mengatakan demikian, maka kita pun tidak boleh dan tidak berani untuk menyatakannya.