Disini kita seringkali mengalami hal yang tak lazim. Iman Kristen seringkali dianggap kaku dan harus dijauhi. Banyak yang takut dengan ajaran predistinasi dan ketidakmampuan total manusia. Orang lebih tertarik kepada ajaran keselamatan bagi semuanya karena setiap orang mampu melakukan sesuatu untuk mendapatkan keselamatan itu, daripada ajaran bahwa keselamatan hanya bagi sebagian orang karena tidak seorangpun yang bisa melakukan sesuatu hal apa pun untuk mendapatkannya.
Tapi hal yang benar adalah bahwa Iman Kristen penuh dengan belas kasih sedangkan pandangan yang melawannya sebenarnya kasar, karena pandangan-pandangan yang berlawanan itu menolak keselamatan bagi kaum lemah yang tidak mampu menolong diri sendiri, dan hanya mengakui keselamatan bagi kaum yang kuat dan memiliki kemampuan (paling tidak menurut anggapan mereka sendiri). Bagaimana mungkin bayi yang meninggal dalam masa balitanya bisa “memutuskan untuk memilih” Kristus? Bagaimana mungkin orang yang cacat mental memiliki kemampuan sendiri untuk memilih-Nya, sedangkan untuk mengerti ucapan yang paling sederhana saja mereka tidak mampu? Armenianisme sangat menghibur bagi orang yang merasa memiliki kemampuan untuk melakukan perbuatan berdasarkan kekuatan mereka sendiri, hal-hal yang diperlukan untuk mendapatkan keselamatan. Tapi jelas ajaran ini tidak menghibur mereka yang tidak memiliki kekuatan dalam diri mereka sendiri, baik yang menyadarinya maupun tidak. Hanya bila Iman Kristen benar, maka terdapat alasan bagi pengharapan akan keselamatan bagi orang-orang yang lemah ini.
Kami bersukacita dengan ajaran ini, dan dengan sukacita pula menyatakan bahwa hanya berdasarkan Iman Kristen yang murni inilah terdapat dasar pengharapan bagi bayi yang meninggal dalam masa bayi dan orang yang tidak memiliki kemampuan. Tapi kami menganggap bahwa pernyataan yang berupaya mencakup keseluruhan orang yang tidak memiliki kemampuan sebagai suatu penyimpangan. Kami mencurigai bahwa dasar bagi pernyataan itu bukanlah konsep Iman Kristen yang murni karena terdapat suatu pemikiran bahwa Allah tidak adil jika menghakimi orang-orang lemah ini. Pengakuan Iman Kristen dan Alkitab tidak menyokong pemikiran ini.
Semua manusia telah berdosa dalam Adam dan jatuh bersamanya melalui dosa pertama (Rm.5:12). Karena penghukuman kekal Allah atas semua manusia secara mutlak berada dalam pemerintahan Allah yang adil. Jika bayi yang meninggal di usia balita itu adalah manusia, mereka juga sama berdosanya dengan Adam, maka mereka juga bersalah dan layak dihukum. Jika mereka diselamatkan, maka bukan karena “Allah tidak adil jika menghukum mereka,” tetapi hanya dikarenakan Allah telah memilih mereka untuk kehidupan kekal yang sebenarnya tidak layak mereka terima.
Kami bisa menyatakan bahwa terdapat bayi-bayi yang termasuk kaum pilihan yang mati di usia balita. Kami juga bisa menyatakan bahwa orang-orang percaya memiliki dasar pengharapan bahwa bayi-bayi mereka yang telah meninggal di usia balita juga demikian (Luk.18:15-16; 2Sam.12:23; Kis.2:38,39; Yeh.16:20,21). Kami tidak melangkah lebih jauh dari batasan ini. Kami mungkin boleh berharap ada yang lebih, tetapi tidak boleh menuntutnya.
Akhirnya dapat No. 1
Hwa… ha…ha….
Wah pandangan seperti itu dah mengakar jadi sulit merubahnya, soalnya akar yang tertanam dah dalam.
GBU.
Mo ngirim artikel rohani buat anak muda JKI Pati?
kirim ja di gen_anakpanah@yahoo.co.id
TUHAN Yesus memberkati.
Saya akan sharingkan satu buah renungan.
Tapi saya muat juga di blog ini supaya jadi berkat bagi banyak orang. Judulnya dari 2Tim.1:12.
Salam.
Dalam pandangan kami, semua manusia itu lahir dalam keadaan fitrah. Mereka tidak perlu diselamatkan, karena mereka belum lagi berdosa dan tidak mewarisi dosa yg belum mereka lakukan.
Bayi yg mati itu mati dalam fitrah, bukan dalam dosa. Allah yg adil hanya menghukum pelaku dosa, dan tidaklah anak menanggung dosa bapak. Jika bapak yg makan mangga mentah, maka anak yg tidak melihat bapaknya itu menjadi ngilu gigi2nya?
Karakter/sifat/tendensi dan sebagainya diturunkan.
Seorang bapak pemarah, anaknya cenderung pemarah.
Kami mengenal sisten “perwakilan”.
Ketika Jepang kalah dari USA, kaisar Jepang menandatangani perjanjian menyatakan kekalahan.
Seluruh rakyat jepang terikat dengan perjanjian tersebut, walaupun mereka tidak ikut menandatangani.
Salam.
Masalah dosa itu kan mirip sama pertandingan badminton. Ada pertandingan perorangan seperti All England, ada juga pertandingan beregu seperti piala Thomas dan Uber.
Dalam pertandingan perorangan, kekalahan atau kemenanganmu murni ditentukan oleh kamu sendiri.
Dalam pertandingan beregu, kekalahan atau kemenanganmu selain ditentukan oleh diri sendiri juga sangat dipengaruhi oleh pihak lain.
Dalam bahasa yang lebih jelas berarti ada dosa yang sifatnya individu, ada juga dosa kelompok.
Kalau masih belum jelas lagi dosa kelompok itu mirip dengan ada orang yang melihat oranglain yang melubangi perahu yang dia pake berlayar tetapi diam saja.
Meskipun bukan X yang melubangi perahu, tetapi kalo dia membiarkan saja X juga nantinya ikut tenggelam. Begitu juga kalo misalnya ada angin kencang dan dia diam saja. Akhirnya kemungkinan perahu bisa tenggelam.
@ Jika bayi yang meninggal di usia balita itu adalah manusia, mereka juga sama berdosanya dengan Adam, maka mereka juga bersalah dan layak dihukum. Jika mereka diselamatkan, maka bukan karena “Allah tidak adil jika menghukum mereka,” tetapi hanya dikarenakan Allah telah memilih mereka untuk kehidupan kekal yang sebenarnya tidak layak mereka terima.
Lha menurut anda berdasarkan tafsir anda mengenai agama anda, para bayi itu diselamatkan apa nggak ???
@yang sebenarnya tidak layak mereka terima.
Yang menentukan layak atau tidak itu siapa ???
Allah atau anda ???
Keselamatan bagi kami adalah anugerah.
Anugerah artinya sesuatu yang tidak layak diterima tapi diberikan.
Saya kerja 1 bulan dan dapat gaji, itu namanya wajar.
Salam.
Jadi anda sendiri nggak tahu ya, bayi diselamatkan apa nggak ???
Anda nggak yakin bayi bakal diselamatkan ? Apakah anda juga nggak yakin kalo anda bakal diselamatkan ?
Kalo anda yakin anda diselamatkan berdasarkan anugrah Allah, maka Anugrah Allah yang sama bukankan juga akan menyelamatkan bayi yang baru lahir. Anda mau bilang suka-suka Allah dong. Ya suka-suka Allah juga dong dia mau memasukkan anda ke surga atau neraka. nggak perduli apapun tindakan anda. Mau anda nyembah batu, atau atheis kalo Allah berkenan ya masuk surga. Apakah begitu ???
Kalo anda merasa keselamatan terkait dengan iman anda. Sedangkan bayi belum memiliki iman. Bukankah Allah juga yang menciptakan bayi tersebut dan Allah juga yang mengijinkan bayi tersebut meninggal sebelum cukup kadar imannya.
Coba anda jelaskan dengan pola pikir anda :
Apakah bayi yang baru lahir akan diselamatkan atau tidak – berdasarkan ajaran Kristen. Kalo anda nggak tahu jawab saja nggak tahu. Masalah selesai.
He he he….
Anda ini kok tidak bisa membaca tulisan dengan baik ya?
Silahkan lihat jawaban saya di:
http://imankristen.wordpress.com/category/doktrin-keselamatan/
Itu berbicara mengenai Doktrin Keselamatan.
He he he…, mbok ya keliling-keliling dulu dong, baru kasih komentar. Harap anda tangkap dulu konsep keselamatan dalam Kristen dari 7 tulisan saya itu (belum lengkap benar sih…, tapi sudah lumayanlah).
Salam.
Wah kalo sedikit-sedikit alasannya belum lengkap, ya bisa mabok saya nunggu anda melengkapi baru boleh nanggapi.
Ya sudah sana lengkapi dulu. Kalo kamu anggap sudah lengkap tulis saja : SUDAH Lengkap. Sudah boleh ditanggapi.
Konsep keselamatan mengenai bayi yang baru lahir seperti anda analogikan dengan perjanjian perang tersebut cukup menarik. Logis memang dan manusia tidak ada yang bersih, bahkan seorang bayi sekalipun.
@imankristen
Kamu katakan :
Rakyat Jepang adalah merupakan 1 Kesatuan dengan Kekaisaran Jepang yang dipimpin oleh Kaisar mereka.
Seorang Ayah TIDAK MEMPUNYAI Kuasa Apapun terhadap Jiwa anaknya.
..
Kelak.. di hadapan Tuhan..
Seorang Ayah TIDAK DAPAT mewakili Perbuatan / Jiwa Anaknya.
Seorang Ayah TIDAK DAPAT mengambil Tanggungjawab atas apa yang dilakukan Anaknya.
..
Begitupun Sebaliknya.
..
Ayah dan Anak adalah 2 Entitas yang BERBEDA.
..
Jelas ya.
..
Ayo cari analogi yang lain. =)
..
Salam.
@nitt.
Udah pernah nih.
Bantahannya Begini lagi-begini lagi …
Apa kamu ngga pernah baca-baca di tempat lain mengenai topik ini nitt?
salam
@jelasenggak
Ya udah.
Jawab aja kalo bisa. =)
..
Ngga juga yah..
Memangnya kamu Hobi ya browsing cuman buat nyari hal-hal beginian??
Oh iya yah..
Kamu masih di smu yah.. =)
Punya banyak waktu luang..
..
Salam.
@nitt.
bukannya ngga bisa jawab…
Di youtube, kamu sudah pernah nanya.. sudah saya jawab.
Di BLOG agamaku juga sudah..
Di sini nanya lagi..
Jadi agak males nih jawabnya…
..
Nanti saya carikan respon saya yang pernah saya tulis di blog agamaku atau dimana gitu..
(kalau mau, kamu juga bisa google kok)
salam
Kej. 42:21 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Betul-betullah kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita.”
Im. 5:1 Apabila seseorang berbuat dosa, yakni jika ia mendengar seorang mengutuki, dan ia dapat naik saksi karena ia melihat atau mengetahuinya, tetapi ia tidak mau memberi keterangan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri.
Im. 5:17 Jikalau seseorang berbuat dosa dengan melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN tanpa mengetahuinya, maka ia bersalah dan harus menanggung kesalahannya sendiri.
Yeh. 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
———————————————————-
@Iman Kristen
Ayat2 diatas itu dari Alkitab bukan to? terjemahan ke dalam bahasa Indonesianya kira2 udah bener belum ya mas…..???
Yes, semuanya itu benar.
Anda lagi bicara dosa asal atau apa ya?
Dosa asal itu berasal dari Adam, ini dimulai ketika manusia belum jatuh dalam dosa. Adam menjadi “representasi” umat manusia.
Setelah jatuh dalam dosa, maka setiap manusia akan menerima penghukuman masing-masing. Dan Adam tidak bisa menjadi “representasi” dari seluruh umat manusia lagi, karena dia sudah gagal.
Sehingga kemudian masing-masing akan menanggung dosa masing-masing, tetapi representasi Adam masih melekat.
Contoh:
Kaisar Jepang menandatangani kekalahan dari USA “merepresentasikan” kekalahan seluruh penduduk Jepang. Tidak seorangpun yang dapat menolaknya.
Kalau kemudian seorang Jepang mengadakan perjanjian dengan seorang USA, maka Ia tidak lagi bisa menjadi “representasi” dari seluruh umat manusia lainnya. Perjanjian itu ia tanggung sendiri akibatnya. TETAPI, ia tetap terikat dengan perjanjian Kaisar Jepang itu yang berlaku sepanjang hidup keturunan mereka.
Bisa diubah? Tentu bisa, tapi harganya harus dibayar.
Disinilah Kristus hadir sebagai “representasi” umat manusia yang berdosa untuk dipulihkan kembali.
Syarat menjadi representasi: Tidak berdosa dan bercacat cela. Ini kualifikasi mutlak yang harus dimiliki.
Alkitab mencatat hanya pernah ada 1 orang yang tidak pernah berdosa: Yesus.
Adan dan Hawa pernah “menikmati” situasi tanpa dosa (sehingga bisa menjadi represntasi), ini sebelum mereka tercemar.
Salam.
….
saya datang karena diundang
….
satu lagi perbedaan kristen dan islam
di Islam Anak itu fitrah (tampa dosa)
di Kristen anak telah berdosa.
saya tak berkomentar
untuk yang jelas berbeda.
@abu muadZ…
Memang betul…, terlalu banyak perbedaan antara islam dan kristen.
TETAPI…, kalau kasih pada masing-masing agama di terapkan, ada harapan untuk dunia ini bisa lebih baik lagi.
Salam.
@abu muadZ…
Memang betul…, terlalu banyak perbedaan antara islam dan kristen.
TETAPI…, kalau kasih pada masing-masing agama di terapkan, ada harapan untuk dunia ini bisa lebih baik lagi.
Salam.
@imankristen
Islam menganut Ar rahman dan Ar Rohiim
atau Pengasih dan Penyayang.
namun di Islam dijelaskan secara rinci bagaimana cara pelaksanaannya.
karena ajran tersebutlah maka
membuang duri di jalan merupakan keimanan
mengatakan yang haq walau terdengar pahit juga merupakan keimanan.
bagaimana dengan kristen?
sebab setahu saya penyampaian kasih itu berbeda ditiap daerah.
(kebetulan saya sering mengunjungi orang-orang pedalaman)
kadang apa yang kita anggap sebuah kekasaran mereka anggap sebuah kebiasaan.
Satu hal yang pasti hal itu bertentangan dengan Al kitab sendiri.
Yehezkiel 18:20
“ Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.”
Menurut Alkitab :
SETIAP ORANG BERTANGGUNGJAWAB ATAS PERBUATANNYA MASING-MASING.
Jika bapak adam salah kita sebagai anak-anaknya / keturunannya tidak bertanggung jawab demikian pula sebaliknya jika kita salah Adam as tidak akan masuk neraka karena kesalahan kita
——— ——— —— ——- —-
YANG PERLU DIGARIS BAWAHI :
Jika bayi-bayi itu harus di neraka karena perbuatan adam dan hawa maka itu akan bertentangan dengan :
1. KEADILAN TUHAN
2. KASIH TUHAN
3. FIRMAN-NYA SENDIRI dalam Yehezkiel 18:20
@DP-
Kamu lagi ngomong dosa waris ya..?
Dosa waris itu beda dengan dosa yang disebutkan di yehezkiel.
Dosa waris adalah dosa karena manusia kehilangan sifat kekudusan sehingga tak layak untuk tinggal bersama Tuh@n. Karena Tuh@n adalah kudus.
Jadi Yehezkiel dan dosa warisan adalah sama sekali berbeda.
Makanya jangan sok tau.
alkitab dan injil itu cuman buat manusia dengan tingkat intelegensia yang memadai.
Kalau islam itu memang buat manusia dengan tingkat intelegensia yang pas-pas-an.
Udah tau di kibulin sama arab, eh masih aja ngga bisa ngeliat.
Haa ha ha ha ha
..
..
Salam damai jangan nangis kalo di ledek. ha ha ha
@jelasnggak : Kamu itu ngomong apa? Kalo kamu memang tahu ya kamu jelaskan kan bisa. Bedanya dimana dijelaskan menurut argumentasi kamu. kalo kamu nggak tahu ya sudah nggak usah sok tahu. Ah elo…malu..maluin saja.
@lovepassword.
Waduh..!
Subhahahanah..!..
Kan udah saya bilang.
Pengertian dosa yang ditulis di ayat yehezkiel 18:20 itu adalah BERBEDA dengan pengertian dosa waris/ dosa asal.
Dosa asal adalah dosa karena manusia kehilangan kekudusannya di mata Tuh@n. Sehingga manusia tidak akan dapat lagi untuk BERSATU dengan Tuh@n.
sedangkan dosa yang di Yehezkiel itu adalah dosa karena perbuatan masing-masing manusia.
Adam sudah merusak hubungan manusia dengan Tuh@n.
Dengan berbuat dosa pertama. Dosa itulah yang disebut dosa waris.
Karena satu manusia merusak, seluruh manusia terkena, termasuk kamu. (kecuali kalau kamu bukan turunan adam… h eh ehe he)
Tapi juga karena satu manusia taat sampai mati, maka semua manusia di damaikan kembali dengan TUh@n.
I Korintus 15:22 :
Wuidih… tuh ayat… kok bikin saya merinding membacanya lho…
Parengggg
@all kristen
mau tahu nih,
kalo dosa waris itu, apakah hanya dosa manusia pertama aja apa ada juga dosa waris selain itu?
Kalau di taiwan bayi itu dibuat soup…
..
Bagi sebagian umat menghalalkan apa yg masuk kemulut karena yg haram cuma keluar dari bawah, patut mencobanya…
..
Katanya sih bisa meningkatkan stamina dan keperkasaan pria….harganya 3000-4000 RMB
..
liat disini nih..
http://teukufarhan.wordpress.com/2008/02/24/makanan-terkutuksop-janin-true-story/
Selamat mencoba
Test
Mo nanya ini, apa ada ayat di PL dan PB (injil yang empat) yang mengatakan secara jelas bahwa dosa Adam itu adalah dosa warisan?
Dari ayat mana koment yang mengatakan * Dosa asal adalah dosa karena manusia kehilangan kekudusannya dimata Tuhan?
Bayi itu adalah juga keturunan Adam, apakah bayi itu juga memawrisi dosa Adam?. bila jawabannya adalah *Iya* Maka bila bayi itu meninggal sebelum dibaptis, dimana dia ditempatkan.
Dikatakan bahwa dosa waris berbeda dengan dosa yang ada pada Yeheskiel 18:20. Kalau begitu dosa mana yang ditebus Yesus?
Kalau kristiani boleh mengucapkan *subhahahana*, apakah muslim juga dibolehkan mengucapkan *hale kuya*?
Tanya apa artinya *kuya*?
@Iman Kristen
anda sepertinya bangga dengan iman anda!
apa itu iman kristen?
iman sama tuhan yesuskah maksud anda atau beriman sama paulus?
anda membahas tentang dosa waris.
saya mau tanya sejak kapan adam mewarisi dosa? apakah hawa (eva) mewarisi dosa juga?
lalu dengan apa dosa itu harus terhapus?
dengan penebusan yesuskah? lucu..hihihi
brapa besar dosa adam dengan dosa manusia lain?
maksud saya begini!
saya adalah manusia banyak melakukan dosa toh nah tentu dosa adam juga ada pada diri saya tentu dosa saya lebih besar dari dosa adam betulkan? nah tentu anak saya lebih banyak lagi dosanya dari pada dosa saya sebab saya juga ikut-ikutan mewarisi dosa saya dan dosa adam, anak saya yang nggak tau apa2 banyak dosanya. anak saya taroklah umur 2 bulan dan mati tentu masuk neraka.
lalu saya mau tanya dimana letak keadilan Tuhan Yang Maha Pengampun kalau begitu?
kalau menurut anda Tuhan berkehendak sesuka hatinya tentang manusia mau dimasukin surga atau neraka itu hakNya dimana pula hak manusia sebagai ciptaanNya?
kita ini diberi hak untuk memilih jalan hidup bro!
binatang aja punyak hak untuk hidup apa lagi manusia!
saya tidak memprotes iman yang anda miliki namun saya protes kalau anak2 bayi mati lalu masuk neraka. ngomong aja belum pandai masuk neraka kan nggak adil.
lalu untuk apa Tuhan ciptakan bayi kalau memang pada akhirnya masuk neraka.
Hati saya saja akan miris dan sedih luar biasa kalau melihat dengan mata kepala saya melihat bayi yang disiksa dengan api dunia apa lagi dengan api neraka.
apa kamu sanggup melihat bayi baru lahir lalu tiba2 disulut dengan api yang berkobar yang panasnya luar bisa yang mampu menghancurkan isi dunia ini?
apa tindakan kamu ketika anakmu yang baru lahir dibakar oleh orang lain? paling tidak ada tindakkan pencegahan yang kamu lakukan agar kengerian didepan mata tidak terjadi bukan? itu tandanya ada rasa kasih sayang dalam hatimu yang tanpa kau sadari telah kau perlihatkan kepada orang lain. Apa lagi Tuhan bro! yang Dia sendiri memperkenalkan diriNya adalah Zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.
Untuk itu fikirkanlah masalah ini kembali!
Sesungguhnya Tuhanmu itu adalah Tuhan Maha Esa kepadaNyalah segala sesuatu bergantung dan memohon. Dia tidak beranak dan diperanakan dan tidak ada yang setara dengan Dia. MilikNyalah apa yang dilangit dan dibumi.
kita ini diberi otak bro oleh Tuhan untuk berfikir bukan untuk mengikuti kemauan orang lain ya kalau kemauannya benar kalau salah gimana?
Apa kamu tidak bisa membedakan mana yang hitam dan mana yang putih kalau mampu berarti otakmu jalan.
Apa kamu mampu membedakan antara Tuhan yang sebernarnya dgn manusia?
Tuhan tetaplah Tuhan manusia tetaplah manusia tidak ada percampuran zat manusia dengan zatnyaTuhan. kalau ada tuhan menyerupai manusia berati itu bukan tuhan sebab tuhan tidak mungkin melakukan tindakan itu.
Tuhan yang saya kenal tidak menyerupai apapun didunia ini maupun dilangit. ZatNya Maha Tunggal alias Maha Esa
tidak ada dalam diriNya mengalir darah, nanah, kotoran, air ludah, air manih, jantung, hati daging. Entah berapa jenis zat yang ada pada diri manusia ini yang melambangkan bahwa manusia itu terdiri dari ribuan zat bandingkanlah dengan Zat Tuhan Mu yang Maha Tunggal yang diTanganNya tergenggam seluruh kekuasaan Dia tidak butuh seorang manusiapun untuk menembus dosa adam.
Kalau Dia mau jangankan dosa adam dosa iblis saja mau Dia mengapuni apalagi dosa adam yang hanya secuil kuku dibandingkan dosa iblis. Untuk mengampuni dosa adam apakah dia harus menjelma menjadi seorang yesus dan siap disalip lantas yang meyalib manusia. Dimana letak harga diri seorang tuhan kalau begitu?
Ingat !! untuk mengampuni dosa manusia seluruhnya Dia tidak butuh tebusan segala macam yang melambangkan kelemahanNya. Dia tidak butuh apapun didunia ini.
Ingat seluruh mahkluk berhenti beribadah dan berhenti menyembahNYa DIA TIDAK AKAN BERHENTI MENJADI TUHAN.
Kristiani,
Rupanya thread ini sudah dilupakan dan dihindari oleh kalian.
kristiani,
Kalian tentu akan memberikan jawaban Mengenai bayi dan dosa, ” uda tuh di google, cari saja”
Ke ke ke ke ke ……… bilangan 2000 udah lewat 9 hampir 10.
Kacian kacian kacian……….
@Jelasbukan..
Sudahlaaa..
Pertanyaan kamu itu sudah basi…..(cerita lama/ old story)
Nanti pada akhirnya kamu akan tanya kenapa Yesus mengatakan bahwa anak-anaklah yang punya kerajaan surga..
Iya kan…?
Udah basi itu..
Kamu baru baca cerita pendeta berdebat dengan pastor itu khan… (yang pada akhirnya sang pastor memeluk islam)..?
Sudah basi..
Sudah dijawab berkola-kali…
di google… di sarapanpagi.org, …. di agamaku.wordpress.com…..
Basi itu mas…
Cari pertanyaan lain saja lah..
(yang masih orisinil..)
Jadi saya menjawabnya juga enak gitu lho…
.
.
Ampun deh muslim-muslim ini…
.
.
.
salam
jelasnggak,
Makanya gua bilang, elu elu hanya akan respons *cari aja di google* Payah……….. payah………
Uda lewat tu yang 2000, mo namba lagi…….
ke ke ke, jurus dewa mabuk.
kacian, kacian, kacian, kacian, kacian tenaaaaaaan
jelasnggak,
Gue bukan mo nanya *mengapa Yesus mengatakan anak anak empunya kerajaan sorga* tapi mo jawab.
Jawabnya *Karena anak anak tidak punya dosa warisan*
Itu lho kata Yesus dan bukan kata Paulus.
Hayooooo, respons kamu keluarin.
Jangan lagi jurus dewa mabuk atau mungkin ini, mungkin itu, mungkin ini, mungkin itu………….
Kacian, 2000 udah lewat 9 dan hampir 10.
ke ke ke ke ke ke
@nggakjelas,
Thread ini udah ditinggalin lebih dari 2 bulan, belum juga kamu berikan respons mengenai ucapan Yesus *bahwa anak anak empunya kerajan sorga*
Ato kamu minta kami mencari di google. Kalo begitu *kagak lucu”. Ato kamu kembali ucapin *udah basi tu*. Ato *udah lupa tuh*
he he he he he
@kristiani,
eni badi hom….
.
.
.
.
.
.
.
.
.