“…..Aku Tahu Siapa Yang Aku Percaya….”
(2 Tim.1:12)
Perikop ini diambil dari surat Paulus untuk Timotius. Bagian awal dari perikop ini, Paulus menekankan pentingnya iman yang dimiliki oleh Timotius yang dimulai oleh neneknya Lois dan ibunya Eunice dan yang sekarang ada pada Timotius.
Apakah artinya judul diatas? Apakah rasio (Aku tahu) bisa berdampingan dengan iman? Siapakah yang lebih superior?
1. Iman lebih mendahului daripada rasio.
Manakah yang lebih superior? Iman atau rasio? Paulus sebelum menuliskan kalimat diatas, mendahului dengan tulisan mengenai iman. Itu berarti iman harus lebih dahulu daripada rasio. Di bagian lain dari Alkitab, Paulus menuliskan “Orang benar akan hidup melalui iman.” Iman menempati urutan yang teratas, bagian yang primer, lebih penting daripada segala sesuatu. Jadi mengerti ayat diatas adalah dalam konteks iman yang lebih mendahului dari pada rasio.
2. Iman harus dapat dipertanggungjawabkan di hadapan manusia.
Iman memang mendahului rasio dan menjadi pondasi bagi rasio, namun iman itu harus dapat dipertanggungjawabkan dengan rasio yang dapat dimengerti dengan sungguh-sungguh. Untuk inilah orang Kristen berapologetika, yaitu memberikan pertanggungjawaban atas Iman Kristen yang mereka miliki. Iman itu tidak terlihat oleh manusia dan dengan imanlah manusia berdiri dihadapan Tuhan. Tetapi ketika manusia berdiri dihadapan Tuhan, disaat yang sama manusia juga berdiri di hadapan manusia lainnya. Imannya kepada Allah yang tidak terlihat oleh manusia, harus dinyatakan kepada manusia sekitarnya dengan rasio. Manusia harus memberikan alasan kepada manusia lainnya mengapa ia berdiri di hadapan Tuhan. Jadi, dengan pengetahuan, kita mengerti mengapa kita berdiri dihadapan Tuhan dan dengan pengetahuan sejati itu juga kita dapat membagi-bagikan iman yang murni kepada setiap orang lainnya.
3. Rasio tidak boleh dibunuh oleh iman.
Rasio dicipta oleh Tuhan sebagai suatu yang penting. Manusia disebut sebagai manusia karena memiliki unsur rasio, emosi dan kemauan. Ketiga hal itulah yang menjadi pembentuk dasar manusia. Karena rasio diciptakan oleh Allah, maka rasio tidak boleh dibunuh. Menghancurkan dan membunuh ciptaan Allah artinya melawan Allah juga. Jadi proses pembunuhan rasio oleh iman merupakan proses perlawanan kepada Allah juga yang menciptakan rasio.
4. Rasio tidak boleh membunuh iman.
Ada kalanya rasio bertemu dengan kesulitan untuk mengerti kebenaran Allah, maka disinilah rasio harus tahu bagaimana menempatkan dirinya. Rasio tidak boleh membunuh iman dengan mengatakan bahwa ini tidak sesuai dengan apa yang rasio miliki. Atau ini tidak sesuai dengan rasio saya. Pembunuhan iman dengan rasio juga merupakan pembunuhan akan masa depan kita juga. Karena iman adalah bagaimana kita berdiri dihadapan Allah. Pembunuhan iman berarti merupakan peruntuhan kaki kita untuk berdiri tegak dihadapan Allah.
5. Penggunaan Rasio adalah bukti mengasihi Allah.
Orang beriman berarti orang yang mempersembahkan rasionya kepada Allah. Itu adalah salah satu syarat kasih yang sempurna. “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Anda sudah mengasihi Allah? Gunakan segenap rasiomu untuk memuliakan Allah.
6. Rasio adalah objek dari kebenaran.
Ketika rasio meneliti kebenaran, siapakah yang menjadi subject? Apakah rasio? Disinilah pengertian rasio itu harus dilandaskan pada pondasi iman yang terarah pada kebenaran Allah. Jadi rasio disini yang berproses. Kebenaran itu adalah kebenaran dari dulu sebagaimana adanya. Kebenaran tidak pernah berproses, tapi rasio berproses. Jadi ketika rasio menyelidiki kebenaran, maka yang berubah adalah rasio itu. Dari kosong menjadi berisi nilai-nilai kebenaran. Mungkin juga sebelumnya rasio berisi nilai-nilai yang salah, sekarang dikoreksi oleh Kebenaran yang sejati. Ini artinya rasio tidak menjadi penentu kebenaran itu harus seperti ini atau itu sesuai dengan apa yang rasio miliki, tetapi rasiolah yang harus berubah menjadi semakin mengerti akan kebenaran.
7. Iman adalah mengembalikan rasio kepada kebenaran.
Ini merupakan kunci penjelasan mengenai apa yang Paulus katakan: “….Aku tahu siapa yang aku percaya….” Kenapa Paulus bisa berkata demikian? Karena Paulus sudah demikian berlimpah mengembalikan rasio-nya untuk diisi oleh kebenaran sejati. Rasio adalah terbatas (limited) dan dicipta (created). Tetapi rasio juga sudah tercemar (poluted), untuk itulah rasio harus dikembalikan kepada kebenaran. Paulus sudah sedemikian banyak mengisi rasionya dengan kebenaran, sehingga rasionya sungguh-sungguh terarah pada tujuan yang tepat. Dan dibagian lain dari Alkitab, Paulus berkata: “Aku berlari-lari….”, ini yang menyebabkan Paulus bebeda jauh dengan kita dan berani dengan tegas mengatakan “….Aku tahu siapa yang aku percaya….”
Bagaimanakah dengan anda dan saya? Apakah kita sudah menyerahkan rasio kita semaksimal mungkin untuk kemuliaan Allah? Adakah rasio kita sudah berproses untuk diubahkan untuk semakin mengerti kebenaran?
Oh Tuhan…., tolonglah saya.
Setuju banget.
Terutama yang point no 4.
Jika Allah berfirman bahwa Allah itu Tunggal, lalu Anda beriman bahwa Allah itu Tritunggal, bukankah itu berarti bahwa iman Anda tidak sesuai dengan firman Allah? Rasio memang tidak boleh membunuh iman, tetapi iman juga tidak boleh bertentangan dg firman Allah.
Yes, makanya tidak boleh bertentangan dengan Alkitab.
Alkitab menuliskan dengan jelas, mengenai Satu dengan tiga pribadi.
Perhatikan mengenai konsep pribadi ini dalam:
http://imankristen.wordpress.com/2008/05/11/pribadi-allah-dan-tritunggal/
Mengenal Tritunggal di Alkitab melalui “tindakan” bukan “kata” tritunggal itu sendiri.
Rasio itu: Created, Limited, Poluted.
Perhatikan kalimat berikut ini:
- Diterima Rasio.
- Bertentangan dengan Rasio.
- Melampaui Rasio.
Alkitab hanya mengenal dua hal:
- Diterima Rasio.
- Melampaui Rasio.
Salam.
Saya setuju ini, karena itulah saya juga setuju dengan kamu dan Nitt.
Tetapi harap kita jernihkan lagi bahwa posisi debat kalian itu bukan memperdebatkan apa mendahului apa ?
tetapi cara masing2 dalam menjelaskan keberadaan Allah.
kedua cara itu sama-sama legal dan OK-oke saja.
Saling menyeimbangkan malahan
SALAM
To Lovepassword…
No…, kalau anda tanya saya untuk menjelaskan tentang Allah, kan sudah saya beritahukan, diskusi mengenai Allah harus dimulai dari pengertian bahwa “Allah Ada”.
Kalau tidak ada pengertian “Allah Ada”, tidak ada gunanya diskusi.
Nih…, saya akan detailkan perbedaan antara saya dan nitt dalam menjelaskan mengenai keberadaan Allah.
Nitt masuk dari logika, saya masuk dari Iman.
Sekarang, coba berikan dulu definisi Iman dan Logika anda. Kita akan masuk ke topik ini dengan lebih dalam, sehingga anda akan mengerti apa maksud tulisan saya diatas, bahwa saya berbeda dengan nitt.
Salam.
Ps. Anda kan sudah belajar banyak dari daeng fatah atau wong2atheis, coba anda sekarang posisikan diri anda sebagai atheis (dari ilmu yang sudah banyak anda pelajari itu). Kita akan berdiskusi dengan posisi berlawanan, saya Theis dan anda Atheis.
@imankrsiten
Kamu katakan :
Baru dijawab Sekarang.
Setelah Sekian Lama.
Ingat dulu saya BERULANGKALI Tanya apa di Diskusi Tertutup??
Izinkan saya untuk Menyegarkan pikiran kamu :
DAN
DAN
DAN
Dan yang Lain-lainnya.
..
Sedari dulu saya Tanya.
Baru sekarang Menjawab.
Dan (akhirnya) dari jawaban kamu itu..
Sadar ngga kamu Berapa Banyak waktu yang telah saya Buang?
..
Jujur aja dari dulu Kenapa sih?
Susah banget.
..
Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang munafik.
..
Salam Kasih, Tuhan Memberkati.
@lovepassword
Si imankristen ini (meskipun dia ngga mau ngakuin) menggunakan pemikiran “Logika Yang Berasal Dari Iman”.
Dan seperti saya telah coba Tegaskan BERULANGKALI pada saat Diskusi Tertutup dulu (sebelum sekarang dirubah jadi Diskusi Terbuka oleh dia) :
Sebenernya Diskusi ini Ngga Ada Masalah.
..
Dianya aja yang gengsi (dan ketakutan) harus ngakuin kalo dia menggunakan Pendekatan Iman.
..
Semoga kita tidak termasuk orang-orang munafik.
..
Salam Kasih, Tuhan Memberkati
@lovepassword.
Baca diskusi terbuka no 66.
(lebih jelas disitu..)
@nitt.
kamu itu… ngga ngerti-ngerti dari dulu..
Tuh@n ada itu adalah IMAN…(kata ImanKristen dan saya)
KAMU YANG BERKATA bahwa Tuh@n ada adalah logis.
Dari situ….. dari titik itu….. ya …. perhatiiin baik-baik apa yang akan saya katakan ini… (he he he.. udah pelaaan sekali ini..),
Kita lalu mulai menggunakan logika kita, dalam menchallange (mencari kebenaran) KLAIM KAMU ITU.
Apakah KLAIM kamu itu masuk akal…
Atau tidak.
(dan ternyata klaim kamu itu TIDAK MASUK AKAL.. he he he)
Itu intinya.
Mau tau tidak masuk akalnya dimana?
Ya harap jawab pertanyaan terakhir saya di diskusi terbuka itu.. he he he..
..
..
..
Jadi jawaban atas pertanyaan kamu itu JELASSSS SEKALI..
Kita menggunaka akal budi kita(logika) dalam mencari kebenaran KLAIM KAMU ITU.
Jelaskan..?(apa belum?)
Kemudian..
Yang ImanKristen berusaha jelaskan di Diskusi terbuka adalah….
****Jangan menyerang iman agama orang lain dengan menggunakan logika..*****
itu intinya..
Makanya, diskusinya itu dibagi-bagi menjadi model A,B,c,d
biar jelas…
Biar kita semua bisa melihat dengan jelas.
Ini kamu kok Ngga jelas-jelas ya. he he he..
Kalian, muslim kan yang selalu menyerang kami begini :
” Kristen itu agama yang ngga masuk akal…, mosok Tuh@n bisa jadi 3…”
itu namanya membandingkan iman dengan logika..
Gitu. ya. (maaf nitt… inilah sebabnya saya suka kasihan sama kamu …bener lho.. )
Jadi tidak ada yang menggunakan “logika yang berangkat dari iman”
adoh eh… ngga nyambung banget sih kamu ini nitt
@ImanKristen..
kira-kira mas Iman ini punya temen di ICMI..?
(yang bisa diskusi secara benar di forum ini..)
salam Kasih.
Pengumuman bagi pengunjung yang baru hadir :
Diskusi di sini adalah sambungan dari : Diskusi Terbuka
http://imankristen.wordpress.com/diskusi-tertutup
SALAM
Saya rasa saya tahu penyebab semua keajaiban kalian ini :
Masalahnya gini : Iman Kristen n jelasnggak berusaha mengatakan bahwa iman itu harus lebih dulu dari logika. Kalo dibaca postingan di aku tahu ini juga kelihatan bahwa iman kristen juga tidak menentang logika kan. Artinya dia jelas juga bukan penganut fideisme. Atau semata-mata oleh iman yang malah bertentangan dengan pendapat resmi gereja.
Sedangkan Nitten justru tidak sedang membahas apa mendahului apa. Nitten sebenarnya juga tahu kalo dalam agama ada unsur iman dan juga logika. Jadi Nitten juga sebenarnya tidak menentang kalo memang ada unsur iman dalam agama. Cuma dia pengin jalur pembahasannya dipertegas apakah mau membahas dari sisi iman atau sisi logika.
Lha terus masalahnya dimana ??? Masalahnya ya sebenarnya sangat sederhana saja : Yang satu membicarakan apel yang satu membicarakan jeruk. Yang satu membicarakan mana yang lebih dulu. Yang lain tidak membicarakan itu tetapi membicarakan sisi pendekatan yang lain yaitu logika.
Kemungkinan besar sampe setahun lagi juga nggak bakal selesai diskusi kalian itu. Karena yang dibahas dua masalah yang berbeda.
OK sekarang para teman begini saja, saya yang tanya sama kalian :
@ Nitten : Sebagai umat beragama apakah kamu setuju dengan pendapatnya imankristen bahwa iman memang harus didahulukan ketimbang logika terkait dengan konsep adanya Tuhan. Jadi pertanyaan kali ini saya rasa jelas ya : Iman dan logika memang ada jalurnya masing2, memang boleh sama-sama dibahas kan. Tapi Apakah iman yang didahulukan atau justru logika ketika kita membicarakan mengenai Tuhan itu ada ? Gampangnya kamu setuju atau tidak sama pendapatnya ImanKristen kalo iman itu lebih didahulukan ketimbang logika.
@imankristen : Sekarang saya gantian tanya ke kamu : Kamu tahu bukan, dan saya juga sudah sangat jelas menunjukkan buktinya kalo konsep logika/rasio atau filsafat Ketuhanan memang ada juga dalam agama termasuk agama Kristen. Terlepas dari apa mendahului apa ( saya tidak bicara urutan di sini ), apakah kamu setuju bahwa logika/nalar/rasio itu juga masih boleh dipake untuk mengenal Tuhan ?
Atau kalo kalian belum jelas juga – gini saja kalian semua setuju dengan pendapat saya yang ini atau tidak :
1. Saya setuju bahwa dalam agama termasuk saat membahas keberadaan Tuhan, iman didahulukan ketimbang logika. Sebab jika tidak – selalu ada kemungkinan logika saja akan menyesatkan manusia dari “jalan Ketuhanan”. Kebanyakan atheis selain sebagian karena latar belakang yang sifatnya pribadi, sebagian juga disebabkan karena mereka semata-mata melihat dari sisi logika tanpa iman sama sekali. Mengabaikan iman atau menempatkan iman di belakang akan membuka peluang seseorang menjadi atheis atau tidak percaya Tuhan sama sekali.
2. Saya setuju juga bahwa selain unsur iman, logika juga harus mendapat tempat dalam agama termasuk saat membahas keberadaan Tuhan sekalipun. Alasannya nalar pun sama-sama karunia Tuhan sehingga tidak perlu dipertentangkan dengan iman. Iman semata dengan mengabaikan rasio/nalar cenderung membuat orang menjadi penganut fideisme, tertutup, fundamentalis, dan tidak bisa memberikan kontribusi untuk kemajuan umat manusia.
Silakan kalian semua diskusikan dua point saya ini. Jika kalian sama-sama setuju maka Case Close. Berarti kalian sebenarnya sependapat kan ? Cuma waktu kemarin2 kan cara memandang kalian sudut pandangnya lain.
Jika kalian masih sama-sama nggak setuju – silakan lanjutkan perdebatan kalian lagi – sampai lebaran tahun depan. Saya mendingan nonton film kartun saja.
SALAM YA
SALAM Semuanya
Semoga Tuhan memberkati kita semua.
@imankristen #6 : Kamu ngomong gini ya :
Hi hi Hi, oke deh. Sekarang kita buat simulasi saja ya : Saya mencoba berdiskusi pake sudut pandang atheis di sini , dan kamu yang jadi theisnya. Kamu boleh membantah dan menyerang saya habis-habisan dan kamu juga tak serang habis-habisan. Artinya kita pake serangan yang tidak tanggung-tanggung – tapi Nggak usah sama-sama emosi. Kan ini cuma simulasi. Hi hi hi. Daeng Fatah bisa kesenengen ini.
OK saya mulai ya Anggap saja saat ini saya sedang jadi atheis :
Kalo Tuhan itu ada mengapa ada banyak kejahatan di dunia ini ?
@lovepassword.
Udah….
Judul utamanya…
Ada Sarjana S2 Muslim(bener atau ngga ?) yang ngga tau cara berargument, sedang berusaha ngomong di forum itu/ini…
Argumentnya kebanyakaan falacius.
Tapi dianya berusaha setengah mati untuk didengerin…
Belakangan… saya baru sadar akan hal itu
(Tapi imanKristen udah sadar duluan ha ha ha)
Makanya saya mengajak ICMI untuk bergabung…he he he
Salam Kasih
To lovepassword…..
Quote tulisan anda:
Lho…, kita ini lagi mau bahas iman dan rasio. Anda masih belum mengerti cara masuk dari iman, bedakan dengan nitt, cara masuk dengan rasio.
Gunakan rasio anda untuk menelaah iman dan gunakan definisi dan pengertian yang mendalam dari iman dengan mempergunakan rasio anda semaksimal mungkin.
Kalau anda belum mengerti iman dengan mendalam, itu artinya rasio/logika anda belum diisi oleh “pengertian” atau “ilmu” tentang iman.
Kan saya sudah bilang diawal…, saya akan membimbing anda mengenai iman dan rasio.
Btw, pertanyaan anda itu (kutipan) diatas, merupakan salah satu pertanyaan besar dari filsuf kepada orang yang beragama. Masa sih anda belum dapatkan prinsip untuk menjawabnya?
Kisi-kisi jawaban:
1. Kekekalan (Allah).
2. Kesementaraan (Dosa/Kejahatan).
3. Dosa/kejahatan tidak diciptakan.
4. Dosa adalah “muncul” (saya beri istilah: “teori munculisme”).
Salam.
Pesan: Saya tidak akan membahas pertanyaan anda itu, mohon berikan definisi anda mengenai Iman dan Rasio. Jadilah orang Atheis mengenai topik ini.
To nitt…
Semua logika yang tidak ada buktinya, disebut iman.
Saya berulangkali mengatakan, bagaimana mempergunakan iman dan rasio/logika dengan benar.
Ketika saya menuliskan iman, itu dengan sepenuh logika/rasio saya. Anda tidak mengerti ya?
To Lovepassword…
He he he…, mohon anda lanjutkan diskusi kita mengenai iman dan rasio, supaya nitt belajar dari “sudut pandang yang lain”.
Seringkali kita lupa, bahwa logika itupun berada di bawah “bayang-bayang” iman. Ketika orang atheis lagi membanggakan teori/logika-nya, sebenarnya mereka sedang diskusi dengan iman juga.
Wah…, saya jadi “kebocoran” dikit nih.
Ditunggu kemampuan “terbaik” anda lovepassword…
Tuh…, pengunjung “pasif” dari blog ini sedang menunggu komentar anda.
Salam.
Cat. Blog ini di “klik” ratusan kali setiap harinya (ini diluar saya meng-kliknya). Semoga tahun depan sudah bisa mencapai seribu klik per-hari-nya.
@imankristen
Kamu katakan :
Saya dulu tanya (Berulangkali) semacam ini :
PERHATIKAN kalimat dalam Tanda Kurung.
..
Mau Ngemeng apa lagi neh??
..
Whatever lah.
..
Salam Kasih, Tuhan Memberkati.
To lovepassword…
Cepetan toh jawabnya…., mumpung masih musim liburan nih…
Tuh…, supaya nitt, tidak terlalu lama “blundernya”…. mengenai konsep iman dan rasio. Kasihan kan nitt…, merasa benar tapi kurang mengerti dengan lebih mendalam….
Anda sepetinya sudah cukup mengerti maksud saya akan kalimat “penggunaan Iman dan Rasio yang benar”.
Ah.., anda lagi siapin definisinya ya?
Di tunggu lho lovepassword…
Salam.
Ps. Atau anda “takut” nih berposisi sebagai atheis…, nanti ketahuan deh…, jawaban saya sama di nitt ternyata akurat semuanya… he he he…
@lovepassword
Kamu katakan :
Saya lebih setuju untuk Mengedepankan Logika dalam memahami “Tuhan Ada”.
..
Mohon dipahami benar-benar bahwa bila saya katakan “Tuhan” dalam konteks ini yang saya Maksud adalah dalam pengertian “Causa Prima”.
Bukan “Tuhan” dalam konteks “Keagamaan”.
“Jalan Ketuhanan” yang anda singgung dalam tulisan anda itu adalah “Tuhan” dalam konteks “Keagamaan”.
Saya Samasekali TIDAK berbicara ini.
..
Karena bila sudah Menyinggung “Agama”, maka kita berbicara Iman (seperti Kalimat Pertama dalam posting anda yang saya kutip diatas..)
Sedangkan saya Samasekali TIDAK berbicara Iman (karena saya Samasekali TIDAK membicarakan Agama).
..
Tapi kalo kita Bicara dalam konteks Keagamaan..
Maka IMAN Pasti lah HARUS didahulukan. =)
..
Semoga Jelas.
..
Assalamualaikum. =)
@imankristen
Apa man?
Ngga kedengeran.. =)
..
Salam Kasih-Mengasihi.
To 13#jelasenggak,
Quote anda:
He he he… tapi anda lumayan juga lho…
Tuh… muslim pada tidak bisa mengerti juga blundernya si nitt, pada belain argumennya yang sudah tidak pada tempatnya…
Perhatikan quote 18#nitten:
Lucuuu ngakkk… he he he…
Kita pertama sekali diskusi islam-kristen dari blog agamaku. Kemudian masuk ke blog saya yang jelas-jelas tulisannya: Blog Iman Kristen.
Kemudian diskusi mengenai Allah, apakah Allah itu maha kuasa atau tidak, kemudian diskusi mengenai Allah Yesus itu, apakah 100% Allah dan 100% manusia, kemudian mau masuk ke Allah Tritunggal… dst…
Eh…, sekarang dia bilang itu hanya bicara “causa prima”…
Lho…, kita diskusi apel, tiba-tiba dia diskusinya jeruk?? (seperti ungkapan lovepassword…, eh makanya anda saya minta baca diskusi kami dari awal di “diskusi terbuka“).
Pantesan tidak nyambung…
He he he… jelasenggak…, (maaf)…, saya ketawa terus bacanya…
Jaka sembung pake golok… kagak nyambung…
hi hi hi….
Salam.
@imankristen #20
Baca-baca lagi Diskusi Tertutup / Terbuka / Atau Apa Lah Besok kamu itu deh ya mbah iman.. =)
..
Baru Ngemeng lagi disini..
..
Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang munafik.
..
Salam Kasih-Mengasihi.
Hello nit…
He he he… yang sabar ya…
Biar forum yang menilai…, mereka sudah cukup pintar kok…
Salam.
@ImanKristen.
Dia memang orangnya agak-agak aneh..
Yang sabar aja dalam menghadapinya..
Saya tetap memandang dia sebagai domba yang hilang…
he he he …
salam
ps. Saya cuman bisa kasihan sama pembaca muslim saja…
Berbahagialah mereka yang terus bertanya,mencari celah, mencari kelemahan mengenai Kekristenan.Sebab merekalah yang nantinya akan menemukan kebenaran.
@Nitten 18 and ImanKristen 20 : Saya rasa sudah sangat jelas bahwa akar masalahnya itu karena kalian membahas dari sudut pandang yang berbeda, dari sisi yang berbeda.
Lha kalo mau diluruskan terus diluruskan apanya. Yang satu sedang bicara soal jambu, sedangkan yang satunya lagi ngomong soal apel. Ya memang tidak nyambung.
Tetapi pikiran kalian ini kan sebenarnya sama :
Pendapat Nitt 18 :
Pendapat ImanKristen pada aku tahu bagian3.
jadi yang kalian perdebatkan itu esensinya apa ? Kalo masalahnya adalah karena kalian nggak nyambung, setidaknya sekarang kan sudah nyambung.
Secara prinsip kan semua pihak sebenarnya berpikir yang sama, kalo dilihat secara keseluruhan.
Cuma pada saat itu ImanKristen membahas jeruk sedangkan Nitt membahas apel.
Kalo sekarang kalian sama-sama membahas jeruk dan apel kan masih bisa ketemu kan??? Pendapat kalian soal jeruk dan pendapat kalian tentang apel secara umum sebenarnya masih sama kan.
Intinya iman itu penting, rasio juga penting.
Masalah ada sisi yang debatable dalam iman dan rasio itu biasa saja tapi gambar besarnya kan seperti itu.
SALAM
He he he… anda lihat bedanya saya dengan nitt…
Saya mempergunakan Iman dan Rasio…, dengan pengertian bahwa dalam setiap hal hidup kita, kedua prinsip itu selalu ada.
Nitt mengatas-namakan logika yang berada diluar agama. Kalau iman baru pada domain agama…
Jadi wilayah agama/iman dan logika berbeda gitu…
Tentunya pandangan kami jadi berbeda…
Bagaimana menurut anda?
Salam.
@jelasenggak
Kamu katakan :
Bukannya “Domba yang Tersesat” yah??
Yang Bener yang Mana sih??
..
um, btw, Boleh milih ngga??
Saya jangan jadi Domba deh..
Jadi Kudanil gitu boleh ngga?
“Kudanil yang tersesat”?? =)
Boleh ngga??
Jelasenggak : Boleh aja Nit.
Nitten : Thanks yah. =)
..
Salam Kasih-Mengasihi.
@nitt.
Domba yang hilang denga domba yang tersesat sama saja.
Itu bukan artinya saya menyamakan kamu dengan domba.
Nitt: “semoga kita bukan munapik”
Jel : ” terserah he he he”
Salam kasih dalam Kristus.
Semoga kamu diberi kesempatan mengenal Yesus.
ps. Di bible ngga ada kudanil , adanya domba.
@jelasenggak
Kamu katakan :
Oh gitu ya?
Mungkin karena Kudanil ngga sepatuh Domba sih ya.. =)
..
Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang munafik.
..
Salam Kasih-Mengasihi.
To lovepassword…
Gimana nih…, mumpung lagi liburan…
Ntar kalau sudah selesai liburannya…, baru deh nongol terus…, bilang si imankristen ngumpetlah, ngak mau jawablah, egoislah…
Eh…, sekarang sudah disediakan waktu…, malah pada kabur.
Tuh sande juga…, maunya teriak doang, malas baca isi blog saya. Apa yag saya jawab sama dia, semuanya sudah pernah saya tulis. Sekarang…, tau tuh si sande…, moga-moga jangan hilang…
Jadi pengen nyanyiin lagu kesenangan jelassenggak nih, biasa…, Diana Nasution…
“Kauuu datang… dan pergiii…., sesuka… hatimu….”
Salam.
Ps. Nyanyikan dengan nada dasar do=c.
@imankristen 26 : Ya karena itulah saya sudah ngomong kalo apel nggak bisa dibandingkan sama jambu. Kalo kalian berdiskusi dengan cara seperti itu jelas nggak mungkin selesai. Bukan masalah perbedaan pendapat, tapi sisi yang kalian bahas berbeda, sudut pandang berbeda, biarpun kalo kalian sama-sama melihat secara menyeluruh ada persamaannya.
Tapi saat ini posisi kalian saat ini kan sebenarnya tahu kalo ada apel lagi dibandingkan sama jambu. Tapi kalian ini sama-sama berpikir yang mengalihkan diskusi itu pihak lain. kalian ini kan saat ini malah dalam posisi : dia yang ngomong jambu duluan lah wong debatnya soal apel, sementara yang satu lagi berpikir lha sejak awal topik debatnya tentang jambu, kok malah membahas apel. Ya pusing deh semuanya. Sesuatu yang saya rasa nggak terlalu relevanlah, karena intinya kan sama, yaitu sama2 bicara kalo iman itu penting dan rasio juga penting.
#imankristen 30 : Waduh sorri ya gua ini ditunggu to ternyata, soalnya aku malah lagi lebih sibuk je akhir2 ini. Asli sorri ya. Dan ada kemungkinan kesibukan aku ini mungkin bakal bertambah. Ini artinya selalu ada kemungkinan kalo aku lebih jarang main di sini. Hi Hi Hi. Kalo aku kamu anggap kabur….Ah masak kabur sih. Tapi ya terserah kamu saja deh. Hi Hi Hi. Dianggap kabur juga nggak papa. Dianggap cemen juga nggak papa.
Hi Hi hi. Gua ini orangnya kalem, baik hati, ganteng dan tidak sombong.
(astaga gua pasrah bener ya. Betapa jujurnya seorang lovepassword bukan ? ).
@nitt 30
Nitt.
Level ngomong kamu sudah ketahuan.
Jadi males.
Semoga kamu dibebaskan dari golongan domba tersesat.
Salam kasih.
31#lovepassword…
Lho anda belum menjawab nih…
Mana yang benar:
1. Iman dan logika berlaku dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bidang agama.
2. Iman berlaku hanya pada bidang agama, sedangkan untuk diluar agama (kehidupan sehari-hari) logika yang berlaku.
Tinggal pilih 1 or 2, dengan alasannya.
Ditunggu lho… tak.., tik…, tak…, tik…, waktu terus berjalan…
Salam.
@imankristen
Sory kelewat.
Kamu katakan :
Ngga tuh.
Saya katakan (BACA posting-posting saya lagi, masa saya harus copy-paste terus..) :
1. Agama menggunakan Iman dan Logika. Ada bagian-bagian dari Agama yang Hanya bisa didekati dengan Iman, dan ada juga yang Dapat didekati dengan Logika. Dan Keberadaan Tuhan (salah satu ajaran dari Agama) adalah salah satu dari ajaran Agama yang DAPAT didekati juga oleh Logika.
“Adanya Tuhan” dapat dipahami oleh baik seorang Beragama maupun seorang Atheis.
Sama seperti “Berbuat Baik” dapat dipahami oleh seorang Beragama maupun seorang Atheis.
(Seperti yang pernah saya tanyakan : “Mau Diskusi Pakai Pendekatan Yang Mana?” )
..
Ngerti ga nieeh?? =)
..
Semoga kita tidak menjadi orang yang munafik.
..
Salam Kasih-Mengasihi.
@imankristen33 : Sudah dijawab Nitt di 34.
Yak…
Selamat mbulet…
Kalo kita bicara dalam diskusi : Menganalisa secara keseluruhan itu boleh, tetapi mengkhususkan diri atau melihat masalah dari satu sudut pandang saja juga boleh.
Jadi kalian mau bicara soal buah-buahan saja ya bisa, bicara soal apel saja atau jambu saja ya bisa. Bahkan kalian mau mengkhususkan diri bicara soal apel Malang saja, atau jambu bangkok saja ya boleh-boleh saja. Intinya agar diskusinya nyambung tentu memang sebaiknya yang dibicarakan sama.
SALAM
Yak.
Selamat mbulet.
salam
Penjelasan saya berikut ini memang hanya bisa di mengerti oleh orang-orang tertentu.
(ICMI? mungkin. FPI ? ha ha ha)
Perhatikan kalimat dibawah ini dan renungkan.
Kita tidak bisa menggunakan logika manusia untuk menjelaskan apakah Tuh@n itu ada atau Tidak ada.
Kenapa?
Karena kita tidak tahu apa-apa mengenai Tuh@n.
Kalau ada yang berkata Tuh@n ada adalah masuk akal, maka dia sama juga berkata bahwa Tuh@n tidak ada adalah masuk akal. (Lho gimana tuh…. mikirrrr sana.. he he he)
Kalau ada yang berkata keberadaan Tuh@n dapat didekati dengan logika,
Berarti sama saja dia berkata
Kalau Ketidakberadaan TUh@n (Tuh@n TIDAK ADA) juga dapat didekati dengan logika.
Kedua-duanya sama-sama merasa benar.
Dan keduanya sama-sama menyalahkan satu sama lain.
Jadi yang bener yang mana?
Dua-duanya
Dan yang salah yang mana?
Dua-duanya.
Apakah itu logika manusia?
**becanda mode on**
… Bukan ahhhhh
**bencanda mode off**
**Balik lagi ke serius mode**
Logika manusia : ” HANYA ADA SATU YANG BENAR DARI ANTARA 2 PILIHAN ..”
Logika manusia : ” Hanya ada SATU kebenaran YANG BENAR dari antara 2 pilihan..”
Kalau saya berkata :
” Kita TIDAK BISA menggunakan logika manusia untuk menjelaskan apakah Tuh@n itu ada atau Tidak ada.”
Itu berarti saya sedang berpikir logis.
Alasannya apa? ya di atas itu tadi. Karena Kita tak tau apa-apa mengenai Tuh@n.
Kalau Kalian berkata :
” Kita BISA menggunakan logika manusia untuk menjelaskan keberadaan Tuh@n..”
Itu berarti kalian tidak berpikir logis.
Alasannya ?
Ya itu tadi di atas. Kalian tidak tau apa-apa, tapi belagak udah tau, berasumsi udah tau semua tentang Tuh@n.
Kalau tetep ngotot, bahwa menggunakan logika manusia untuk menjelaskan keberadaan TUh@n adalah masuk akal,
Ya harap jelaskan alasannya.. (mBulet dimulai lagi nih)
Jangan seperti tukang kecap… yang melempem itu (bhua ha ha ha)
Tambahan.
Yang mengatakan Tuh@n ada bisa didekati lewat logika, berarti dia mengingkari imannya sendiri.
Alasannya ?
Ya melempem itu tadi. he he he
Beda antara atheis dan theis…
Atheis tidak punya iman.
ahhh….
Cuman internet doang…
Ngga perlu kuliah LN.
He he he he..
Kok gitu.
Ya sudah..
Semoga kalian tidak termasuk golongan yang………………lebih rendah dari icmi… he he he
Amin,amin… ya Yesus alamin….(jhe he he he… masih inget nih.. TERIAKAN di mesjid-mesjid)
Salam.
Semoga kalian mengenal Yesus Kristus lebih dalam lagi.
To lovepassword…
Anda setuju dengan jawaban nitt, berarti setelah nitt menjawab, anda baru melihat jawaban anda. Hmmm, cara jawab yang aneh… (maaf).
Ini jawaban anda:
Pertanyaan saya:
1. Anda tulis: “Adanya Tuhan” dapat dipahami oleh baik seorang Beragama maupun seorang Atheis.
Dalam diskusi anda dengan kaum atheis (saya sudah pelajari diskusi anda dengan wong2theis dan daengfatah), apakah kaum atheis dapat memahami “adanya Tuhan”?
Kalau iya, berikan link tulisan mereka, kalau tidak, kenapa anda katakan mereka dapat memahami “adanya Tuhan”? Bukankah bagi mereka Tuhan itu adalah “ilusi”? Apakah Ilusi = memahami adanya Tuhan?
2. Perhatikan quote saya:
Dalam bidang agama, nitt dan saya sudah ada kesamaan, kalau istilah saya sejak awal: “Bagaimana mempergunakan iman dan rasio dengan benar”. Dalam wilayah agama, kami sudah ada kesepakatan, kecuali untuk “memahami keberadaan Allah”, ini kami masih berbeda. Saya katakan itu iman sedangkan ia bilang ini adalah logis.
Pertanyaan kedua saya: dalam kehidupan sehari-hari diluar agama, saya katakan tetap mempergunakan “iman dan rasio” sedangkan nitt mengatakan hanya mempergunakan rasio.
Anda pilih yang mana untuk pertanyaan kedua ini, untuk kehidupan sehari-hari (diluar agama).
Salam.
Tak.., tik…, tuk…., tak…, tik…., tuk…., waktu terus berjalan.
To 39#jelasenggak…
Wah…, anda semakin cerdas saja nih….
Saya sangat senang dan bangga…, kita sama-sama bisa bertumbuh…
Salam.
@jelasnggak 39 : Kalau ada yang berkata Tuh@n ada adalah masuk akal, maka dia sama juga berkata bahwa Tuh@n tidak ada adalah masuk akal. (Lho gimana tuh…. mikirrrr sana.. he he he)
Ya pendapat kamu ini benar. Tapi kasusnya tentu bukan satu orang. Ada orang yang menganggap Tuhan ada itu masuk akal tapi ada juga yang menganggap Tuhan tidak ada itu masuk akal, makanya saya bilang posisi filsafat Ketuhanan Thomas Aquinas bila diadu dengan filsafat non ketuhanan itu fifty-fifty. Dalam arti masing2 pihak tidak bisa “membuktikan”secara cukup baik mana yang lebih benar.
JAdi bukan sama-sama benar atau sama-sama salah dalam kasus ini tetapi sama2 tidak bisa memonopoli kebenaran secara absolut.
SALAM BOS
Yang namanya logika itu memang asumsi bukan pembuktian. Salah satu nama lainnya adalah hipotesis rasional, karena keberadaan Tuhan tidak bisa dibuktikan apalagi ketiadaan Tuhan tentu lebih2 tidak mungkin bisa dibuktikan.
Tapi namanya memang bukan iman, dalam kasus ini namanya masih logika. Karena iman itu sifatnya lebih dalam lagi, unsur kepercayaannya jauh lebih besar.
To lovepassword…
Saya ulangi lagi tulisan saya di 40#imankristen. Coba baca lagi. Cuma ada 2 pertanyaan. Tinggal dikasih komentar yang jelas dan akurat. Jangan cuma “astul” (asal tulis – maaf).
Mohon dijawab.
Tak…, tik…, tuk…, tak…, tik…, tuk…
Salam.
@imankristen :
Dan Keberadaan Tuhan (salah satu ajaran dari Agama) adalah salah satu dari ajaran Agama yang DAPAT didekati juga oleh Logika.
“Adanya Tuhan” dapat dipahami oleh baik seorang Beragama maupun seorang Atheis.
Sama seperti “Berbuat Baik” dapat dipahami oleh seorang Beragama maupun seorang Atheis.
==
Dalam arti begini : Konsep keberadaan Tuhan itu masih bisa didiskusikan secara logis antara para umat beragama dengan atheis. Antara pakar2 filsafat Ketuhanan dan pakar2 non Ketuhanan. Jika kita bicara iman kepada orang yang nggak punya iman tentu saja tidak akan ada diskusi. Karena itu ada pakar agama yang masuk dari sisi ini.
Kamu juga tanya gini :
Saya tidak melihat diskusi kalian ini terkait dengan diskusi tentang kehidupan sehari-hari. Diskusi kalian adalah diskusi yang membahas satu topik tertentu yang bisa dibatasi dengan batas apapun tergantung kesepakatan kalian sendiri.
Saya sudah memberi contoh :
Kalian berdiskusi soal buah-buahan itu oke, kalian secara spesifiik membahas apel saja juga masih oke, kalian membahas jambu saja juga oke, kalian membahas apel dan jambu juga oke. Tetapi agar diskusi nyambung tentu sebaiknya yang dibahas harus sama. Kalo kalian membahas jambu sedangkan yang lain malah membahas apel itu yang saya katakan kalian saling tidak nyambung.
SALAM
NB : Kalo saya terlambat menjawab mohon dimaafken ye, soalnya ada sedikit peningkatan kesibukan.
GBU.
To Lovepassword…
1. Kalau setuju Atheis memahami keberadaan Allah, tolong berikan link-nya. Jangan asal tulis saja.
2. Lho… tinggal dijawab…., ada tidak penggunakan iman dalam kehidupan sehari-hari diluar konteks agama? Tinggal ya dan tidak. Lalu berikan alasannya.
Ditunggu…, tak…, tik…, tuk…
Salam.
@imankristen
Kamu katakan :
Adduh..
Bisa tunjukkan alasan kenapa kamu berpikir seperti itu?
(dan saya YAKIN setelah membaca alasan itu, ngga butuh 2 detik buat tau letak kesalahan kamu..).
..
Salam kasih-mengasihi.
To nitt…
Nitt yang terkasih…
Mohon maaf…, untuk konteks ini saya tidak akan menjawab anda. Kalau anda mau membantu lovepassword…, berikan saja jawaban anda…, misalnya:
Anda kan S2 luar negeri, kerja di perusahaan luar negeri, jadi Dosen…, gaji besar (bisa jadi calon konglomerat) apalah saya ini. Tidak imbang dengan anda diskusinya.
To jelasenggak…, nitt saya serahkan pada anda. Tolong layani dia, saya tidak sanggup diskusi dengan dia, tapi saya lihat anda punya kemampuan yang melebih dia. Syaratnya, gunakan metoda dibawah ini.
Seperti yang pernah saya sarankan, gunakan “metoda ngawur” menghadapi nitt. Semakin ngawur semakin ketemu nanti jawaban yang benar. Karena teorinya: “ngawur harus ketemu ngawur..”, baru klop dan ketemu jawabannya.
Peace….
Salam.
@imanKristen.
==>Masalahnya..
Level berpikirnya udah ketahuan…
Itu yang membuat saya kadang males juga..
Tapi ngga apa-apa… anggap aja ngajarin temen sebangsa..
( walaupun yang diajar kadang-kadang ya ngga sadar kalau dia salah)
Kasih itu indah..
salam
@lovepassword #42 43
Terserah kamu aja deh.. yang penting saya udah kasih tau..
Yang namanya Logika manusia itu, cuman ada DUA keadaan : BENAR dan SALAH.
Pilih SALAH SATU dari DUA.
Itu namanya berpikir LOGIS.
Theis bilang TUh@n Tak ada = masuk akal.
Atheis bilagn Tuh@n ada = masuk akal.
Dalam menjawab pertanyaan :
Mana yang benar dari 2 pertanyaan berikut:
Apakah,
1. TUH@N ADA adalah MASUK AKAL ?
atau
2. Tuh@n TIDAK ADA adalah MASUK AKAL,
ADA 2 JAWABAN YANG BENAR (menurut masing2)
dan
ADA 2 JAWABAN YANG SALAH.(menurut masing2)
Dan itu namanya bukan Logika manusia. Itu namanya LOKIRA. (lokira-kira aja sendiri he he he)
Karena logika manusia itu harus lah :
HANYA 1 JAWABAN BENAR saja.
dan
1 jawaban salah saja.
NGga bisa dua-duanya benar.
atau dua-duanya salah.
Logika manusia : kalau yang satu benar, yang lain pasti salah.
(kayak switch lampu kamar mandi kamu itu lho…ON atau off… on atau off… on atau off)
Kalau tidak memenuhi syarat itu…. ya bukan logika manusia…
===> ya itu namanya bukan logika…
===> Apa cuba…?
Siapa yang ngomong bukti…?
==> namanya LOKIRA ..(Lo kira-kira sendiri…he he he)
salam.
@Imankrsiten dan Jelasenggak
Ha ha.
..
Yah saya cuman bisa berharap kalian memberi link ini ke Teman-teman kalian. =)
..
Dan suruh mereka Baca-baca Posting saya.
..
Semoga kita tidak termasuk mereka yang munafik dan tersesat.
..
Salam kasih-mengasihi.
To lovepassword….
Tak…, tik…., tuk….,
Wah…, pertama kali ketemu anda di blog ini, saya sempat kagum…, pengakuan anda sudah sering dan banyak berdiskusi di banyak tempat apalagi berdiskusi dengan kaum atheis… menggumkan!
Saya berkeyakinan penuh…, anda punya kemampuan yang handal…, karena itu cocok untuk diajak berdiskusi ke topik yang “agak berat” yaitu iman dan rasio.
Eh…, ternyata…. (maaf…., isi sendiri menurut anda…)
Jadi ingat lagu:
“…kau datang… dan pergiiii…, sesuka.. hatimuuuu….”
(do=c)
Tak…, tik…., tuk…, tak…, tik…., tuk…,
Salam.
To nitt…
Wah teman muslim anda, si Lovepassword kemana nih…?
Apakah memang sebegitu kemampuan kaum muslim yang pintar? Menurut saya tidak. Atau menurut anda lovepassword sudah termasuk pintar ngak ya?
Apakah memang islam itu beraninya teriak dan bunuh tapi tidak berani berdialog dengan pikiran yang jernih dan cerdas? Menurut saya tidak…, Alquran menghargai rasio manusia juga kok….
Gimana nih nitt…, teman anda ini…., tolong dihimbau dong dia…, supaya nongol. Mumpung lagi weekend nih…
tak…, tik…., tuk…, waktu terus berjalan…
Salam.
@nitt.
==> Iya deh…
Nanti saya telepon temen saya buat baca posting-posting kamu…
Yang kalau nggak:
1. mBulet. atau.
2. mengalihkan ke topik lain.
ICMI mana ya.?
(bisa ngga kamu cari temen icmi buat bantuin kamu ngomong di sini…?)
..
Semoga kita berjalan di jalan yang benar.
..
..
Amin Ya Yesus Al amin.
salam.
ps. Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
@imankristen 52/53: daku lagi keluar kota. Ada urusan. Kangen ya sama aku ? Hi Hi Hi. Sekarang kamu mau ngomong apa sama aku ? Silakan berbicara….
Kangen ya kangen – tapi nggak perlulah segitu ngefans-nya sama daku ini sampe2 kayak cewek merindukan pacarnya.
Oh, mas love kehilanganmu sehari rasanya bagai
berabad-abad.
Hatiku hampa sehampa jagat raya. Hik Hik.
@jelasnggak 50 : Bagusnya kamu belajar logika dari buku-buku logika, jangan dari Kitab Primbon deh.
Kan sudah tak kasih tahu daftar pustakanya. Kalo kamu ngomong lokira ya itu kan omongan kamu saja.
Kalo kalian masih maksa juga ya silahkan saja kamu berikan hasil diskusi kita ini kepada semua orang di gereja kamu. Omongan saya betul atau tidak ? Pendapatnya Romo Frans itu bisa diterima atau tidak oleh gereja Kristen Katholik dan Protestan ???
Saya kan sudah ninggalin data cukup banyak di sini , semua data saya itu dari sumber Kristen yang terpercaya kan ???
Saya berikan daftar pustaka dari bukunya Romo Frans Magnis Suseno, saya berikan link dari sumber Katholik terpercaya yang ditulis oleh mahasiswa S2 sekolah teologia. Apakah saya menyimpangkan data saya ? Atau memakai data tidak pada tempatnya ? Ya silakan dicek sendiri saja ke semua sumber saya. Anda bisa kirim email atau ngisi kotak komentar di blog mereka. Tanya saja pendapat pakar2 Kristen tentang logika itu seperti apa ??? Dari sini kita bisa menilai siapa yang tidak tahu logika? Anda atau saya ?
Saya nggak minta anda ngecek ke Sumber Islam kok, saya justru minta anda cek and recek ke sumber2 Kristen terpercaya – Tujuan saya tentu agar anda semua lebih mantap gicu lho.
Bahwa anda tetap tidak setuju dengan pendapat itu ya silahkan saja. Tetapi setidaknya anda bisa melihatkan – kalo saya dan Nitten anda anggap bodoh, anda akan menemukan siapa saja orang2 bodoh di belakang kami ? Referensi saya cukup lengkap kan?
Ada S2 dari sekolah teologia Amerika Serikat, ada Dosen Filsafat Universitas Katholik ternama, Doktor lagi, S3 bahkan sering diundang ngajar di luar negeri. Ada Santo pemikir besar dari Gereja Katholik yang sangat terkenal ? Dan anda masih saja ngomong kalo pendapat kami ini pendapat orang-orang bodoh ? Hi Hi Hi… Salut…salut.
Saya selalu salut kalo ada pemikiran kritis yang berani berbeda pendapat dengan sumber2 resmi yang terpercaya – tetapi jika ada orang Kristen kepepet saking nggak tahu mau ngomong apa – terus mengatakan pendapatnya Frans Magnis Suseno dan Thomas Aquinas itu bodoh ? Wah..wah…Kalo itu sih bukan pendapat kristis lagi. Tapi pendapatnya orang2 putus asa.
Setahu saya ilmu logika justru mendapat perhatian sangat besar dari kalangan Katholik ? Nggak percaya? Ya lihat saja di gramedia atau toko buku lain? Yang nerbitkan buku2 logika kebanyakan Kanisius.
Lha kalian ini membuat definisi sendiri soal logika lalu seperti anak kecil yang merengek-rengek maksa minta penganut agama seluruh bumi mendukung kalian ???
Lha kalo pakar2 gereja saja berseberangan dengan pendapat kalian dan kalian tetap maksa biarpun saya sudah berusaha memberi kalian muka . Ya sudahlah divoting saja. Kan saya sudah bilang kalo ada gap pemikiran di antara kita soal logika ini.
Saya memakai Filsafat Ketuhanan dan anda lebih memilih memakai Filsafatnya para atheis kan ???? Hi Hi Hi. Tapi siapa takut. Sejak awal saya sudah bilang kalo posisi filsafat versus filsafat itu sama kuat.
Anda berani melakukan voting ?
Silakan dicek : Siapa yang setuju dengan pendapat ini ? dan siapa yang tidak ?
Saya percaya sepenuhnya dengan kejujuran anda berdua. Silakan anda tanyakan masalah ini di gereja saudara.
@imankristen 53 : Sekali lagi saya ngomong bahwa kita disini mewakili diri sendiri. Jadi kalo saya kamu anggap bodoh ya anggap saja kamu betul. Kalo ada yang ngomong kalo kamu bodoh ya anggap saja mereka juga betul. Tetapi kebodohan demi kebodohan kita bersama tentu tidak bisa dianggap mewakili kebodohan agama manapun.
Karena ada orang Islam yang pinter, ada juga pasti yang bodoh. Ada orang Kristen yang bodoh dan pasti juga ada yang pinter. Jadi nggak perlulah membuat polarisasi yang terlalu berlebihan seolah-olah kita ini berhak ngomong mewakili agama tertentu. Hik Hik.
Pendapat kamu juga belum tentu diterima oleh semua orang Kristen, Kasus yang sama tentu juga terjadi pada saya, jelasnggak atau Nitten. Intinya kita semua di sini tidak punya kapasitas untuk mewakili agama.
Nyantai saja bos. Nggak usah mancing-mancing deh. Hi Hi Hi…Kalo aku lagi ada waktu tentu senang juga bisa ngobrol sama kamu.
Kalian itu nggemesin deh, kayak anak tetanggaku yang imut-imut. Tapi mengingat kesibukan masing2 harap maklumlah kalo kadang ada yang absen. Entah saya atau justru kamu sendiri. Hari Sabtu kemarin saya justru lagi berangkat ke Jakarta. Jadi biar weekend juga kalo lagi ada urusan ya namanya juga urusan kan???
OK, SALAM BOS IMAN, Salam jelasnggak, dan Salam untuk semuanya saja.
Semoga Tuhan Memberkati kita semua
To lovepassword…
Pertanyaannya di: 46#imankristen. Cuma ada 2, harap dijawab dengan baik.
Ditunggu jawabannya.
Salam.
@imankristen 56 : Lha yang itu kan sama dengan pertanyaan kamu sebelumnya. Sudah tak jawab di nomor 45 kan?
Pertanyaan kamu nomor 1 sudah tak jawab : Konsep keberadaan Tuhan itu masih bisa didiskusikan secara logis antara para umat beragama dengan atheis. Antara pakar2 filsafat Ketuhanan dan pakar2 non Ketuhanan. Jika kita bicara iman kepada orang yang nggak punya iman tentu saja tidak akan ada diskusi. Karena itu ada pakar agama yang masuk dari sisi ini.
Kalo kamu kurang puas dengan jawaban itu ya kamu perjelas lagi dong bagian mana yang kamu anggap kurang memuaskan. Apa baksonya nggak enak atau bakminya yang kurang gurih. Silakan dijelaskan lebih lanjut = jadi jangan cuma kamu ulang2 lagi soalnya saya kan nggak mudeng bagian yang belum memuaskan kamu yang mana.
Pertanyaan kamu yang nomor 2 juga sudah tak jawab : Intinya pertanyaan kamu yang ini tidak relevan menurut aku. Mengapa ? Karena yang kalian diskusikan itu bukan masalah kehidupan sehari2 tapi masalah Keberadaan Tuhan. Lha yang namanya diskusi itu kalo menurutku batasnya bisa apa saja. Nggak harus seluruh topik dibahas, tetapi bisa saja dibatasi hanya pada topik atau masalah khusus saja.
Nggak selalu kita harus bicara kalo jeruk itu juga bisa digunakan melempar kucing. Kalo topiknya lagi membahas vitamin C pada jeruk maka bisa saja peranan jeruk yang lain tidak perlu kita bahas. Pokoknya intinya saya mau ngomong : Batasan diskusi itu tergantung kita masing2. Lha sebaiknya batas itu kita samakan dulu agar tidak rancu dengan masalah2 diluar topik kita.
SALAM
To lovepassword…
Coba perhatikan 14#imankristen, kita sekarang beralih topik ke khusus Iman dan Logika. Topik Nitt jadi bagian dari diskusi.
Saya ulangi tulissan anda:
Tanggapan imankristen:
Atheis mengatakan Tuhan adalah Ilusi. Apakah ilusi itu = memahami adanya Allah? (ini sudah saya tulis di 40#imankristen).
Ilusi: tidak mempercayai/memahami.
Memahami: Mengerti.
Ilusi = mengerti?
Bedakan mendiskusikan Allah dan memahami Allah.
Mendiskusikan adalah proses, sedangkan memahami adalah tindakan lebih lanjut berupa persetujuan dari hasil diskusi.
1. Berikan link atheis yang memahami adanya Allah….
Perhatikan 18#nitten:
Tanggapan saya:
Iman itu menurut anda berada didalam konteks agama, sedangkan diluar agama (kehidupan sehari-hari) mempergunakan Logika.
Sekarang lovepassword…, saya tanya:
2. Dalam kehidupan sehari-hari (diluar konteks agama) apakah hanya mempergunakan logika, ataukah iman juga ikut dipergunakan?
Jadi cuma ada 2 pertanyaan saja. Sudah hampir 4-5 kali saya bertanya hal yang sama terus. Silahkan dipelajari dulu pertanyaan saya kalau anda sulit untuk mengerti.
Salam.
Ps. Mohon dilihat pertanyaan saya. Saya tanya jeruk, anda jawab apel. Sampai kapanpun saya akan tanya pertanyaan mengenai jeruk terus, selama anda masih menjawab mengenai apel.
@lovepassword #59
Tepat.
..
Tapi,
yah..
Percuma.
..
Salam. =)
Wuidihhhh…
ImanKristen TOB banget tulisannya….
Begitu Jelas, terstruktur, dan ngga takut-takut.
Orang itu…..
Semakin banyak ngomong, semakin ketahuan jelas level pikirannya…
Kita bisa tau kepandaian dan semua pemikiran seseorang, lewat semua omongannya…
Nah ImanKristen ini sudah menjabarkan semua pemikirannya ke dalam tulisan.
Dan sudah terihat jelas. Jelas sekali, semua pemikirannya.
TOB banget.. he he he
Salam dalam damai Kristus…
To lovepassword…
Kasus Pertanyaan 1:
Anda tuliskan:
Paham tidak selalu sama artinya dengan setuju. Semoga anda cukup jelas.
Komentar Iman Kristen:
1. Anda tahu bahwa Atheis tidak setuju dengan Allah. Bagi mereka Allah itu tidak ada.
Saya melihat Atheis menganggap Tuhan Sebagai ILUSI.
Menurut anda: Atheis itu memandang Tuhan seperti apa?
Apakah memahami=tidak setuju?
Kalau melihat tulisan anda itu, maka sebaiknya anda menuliskan ulang kometar anda dalam bentuk sebagai berikut:
Apakah anda setuju penulisan ulang ini? (sumber dari quote pertanyaan 1 di 58#imankristen)
Kasus pertanyaan 2:
Anda setuju Iman dan Rasio dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari….(yang tidak berhubungan dengan agama).
Bisa kasih contoh penggunaan iman dalam kehidupan sehari-hari? (diluar konteks agama).
Salam.
@imankristen 62 : Apakah memahami = tidak setuju ?
Memahami tidak harus dikaitkan dengan setuju atau tidak setuju. Memahami adalah sebuah proses sebelum kita memutuskan untuk setuju atau tidak setuju secara cukup rasional.
Saya memahami apa maksud kamu artinya saya mengerti apa kemauan kamu, apa pendapat kamu, dsb. Lha setelah saya mengerti apa maksud kamu – baru saya akan memutuskan apakah saya mau setuju atau mau tidak setuju. Jadi bagi saya memahami adalah step awal sebelum kita memutuskan setuju atau tidak setuju secara rasional.
Sekali lagi menurut saya “memahami” adalah kata netral yang tidak/belum bisa dikaitkan dengan setuju atau tidak setuju.
“Memahami” terkait dengan seberapa jauh pengertian seseorang terhadap pendapat pihak lain atau suatu topik. Setelah fase itu dilewati barulah secara rasional manusia bisa mengambil keputusan. Apakah dia mau setuju atau mau tidak setuju.
Harap saya perjelas juga. Memang ada juga masalah setuju/tidak setuju yang tidak lewat fase berusaha memahami lebih dulu.
Alasannya bisa macam2 misalnya saja
: Bisa Karena iman, bisa karena berburuk sangka, atau faktor lain. Intinya belum mengerti apa yang dimaksudkan oleh lawan bicara/atau topik tertentu – langsung ngomong setuju/tidak setuju tanpa melalui proses pendalaman lebih dulu. Ini bisa saja terjadi.
Jawaban untuk pertanyaan nomor 2 :
Contoh penggunaaan iman dan rasio untuk kehidupan sehari-hari, saya rasa contohnya banyak banget ya :
Misalnya saja contoh kasusnya seperti ini :
Anggap saja saya ini tukang bangunan. Secara rasional dan kejujuran saya menghitung struktur bangunan saya sesuai standard yang telah ditetapkan. Saya juga berusaha beriman dengan menganggap kehendak Tuhan itu yang terbaik bagi saya. Artinya saya berusaha menyeimbangkan antara usaha saya ( saya secara rasional memang harus tetap berusaha) dan juga kehendak Tuhan.
Anggap saja kemudian terjadi kejadian seperti ini : mendadak sekonyong koder jembatan buatan saya hancur berantakan karena ada banjir besar yang sangat tidak terprediksi.
Secara rasional – yang ada dalam pikiran saya adalah bagaimana meningkatkan kemampuan teknis saya, kemampuan merencanakan saya atau bagaimana meningkatkan kualitas keimuan saya – agar peristiwa semacam itu lebih terprediksi, saya bisa membuat jembatan lebih baik lagi, dsb. Artinya : Saya harus berusaha lebih baik dan lebih baik.
Tetapi di sisi lain saya juga harus menyadari atau iman saya mengatakan bahwa memang ada faktor ekternal yang mempengaruhi hasil dari suatu usaha.
Gampangannya : kalo Tuhan tidak menghendaki atau kalo Tuhan ingin memberikan jalan yang lain, apa sih yang bisa dikerjakan oleh manusia. Saya beriman Tuhan merencanakan sesuatu yang baik untuk saya. Bahkan dengan kegagalan saya.
Jadi bagi saya ada unsur kepasrahan di situ atau menyadari keterbatasan manusia yang membuat manusia bisa menerima, dsb. tetapi di sisi lain sikap menerima itu bukan berarti membuat manusia diam begitu saja tetapi juga tetap berusaha secara rasional.
Dua unsur ini antara iman dan rasio bagi saya mestinya bisa berjalan bersama.
SALAM
Thanks lovepassword…
Pertanyaan 1:
Apakah kaum atheis memahami (setuju) dengan argumentasi nitt?
Saya gunakan kata (memahami proses akhir).
Anda mempergunakan memahami “proses diskusi”.
Dalam kata “memahami sebagai proses akhir” menurut anda mereka setuju atau tidak?
Pertanyaan 2:
He he he…, contohnya ndak benar tuh… Allah kan dalam kontek agama. Jangan dikaitkan dengan Allah.
Mohon kasih contoh lainnya.
Saya bantu deh…, misalnya anda mau buat skripsi…, anda punya ide dan pemikiran… ide dan pemikiran anda itu merupakan iman atau bukan?
Salam.
Yang dimaksud memahami oleh Nitt itu bukan berarti setuju.
Kalo kamu nggak percaya ya silakan saja kamu tanyakan apa maksud Nitt. Yang ngomong kan Nitt dan Nitt juga sudah membenarkan pendapat saya ini ( lihat nomor 60). Jadi kalo kamu mengartikan memahami sebagai setuju tentu tidak tepat karena yang dimaksud oleh Nitt memang bukan setuju.
Memahami secara umum (bukan cuma jawabanku/Nitt saja) artinya adalah mengetahui pemikiran orang lain. Belum bisa dikaitkan dengan setuju atau tidak setuju. Setelah paham baru deh keputusan diambil. Anda boleh mengecek pendapat saya ini kepada ahli bahasa kalo mau.
Daeng Fatah yang atheis pun setuju dengan pernyataan saya ini. Buktinya : ada satu artikel Mister Daeng yang menulis tentang SALAM (kalo saya nggak salah ingat ya) . Intinya dia ngomong demikian :
Ada artikel Islam yang cukup panjang. Karena artikel itu panjang maka dia membutuhkan waktu yang lama untuk memahami artikel itu. Kata “memahami” di sini artinya jelas tidak sama dengan setuju karena seluruh isi postingan Daeng Fatah adalah menolak artikel tersebut. Jadi bahwa “memahami” berbeda dengan “setuju/tidak setuju” saya rasa bisa diterima oleh sebagian besar orang.
Pertanyaan 2 : Kalo kamu anggap nggak bener juga boleh. Kan yang namanya iman cukup pribadi sifatnya. Silakan kalo kamu mau memberikan masukan. Menurut kamu iman yang tidak terkait dengan agama itu seperti apa ??? Kalo percaya sama orang atau buku atau apa saja selain Tuhan sebenarnya istilah yang nggak hiperbola adalah percaya bukan iman. Tapi saya pengin tahu apa argumentasi kamu. SIlakan kalo kamu mau memberikan contoh…Iman yang tidak terkait dengan agama sama sekali.
SALAM
Thanks atas responnya yang cepat.
Pertanyaan 1:
Kan saya sudah bilang, kalimat anda tersebut, berarti bisa saya tulis ulang pernyataan nitt yang anda setujui.
Quote 58#imankristen:
Bisa ndak saya rubah menjadi sebagai berikut:
Kenapa saya tulis dapat dipahami akhirnya? Karena ini pemahaman pada tahap terakhir, yaitu berupa kesimpulan akhir…, mereka mengerti dengan jelas untuk tidak setuju.
Pada titik ini apakah kita sudah ada kesamaan?
Pertanyaan 2:
Lho…, kan anda yang memisahkan antara agama dan bukan agama, bukan saya lho. Coba lihat tulisan saya yang demikian panjang pada AKU TAHU diatas. Itu kesimpulan dari pemikiran saya.
Anda katakan iman itu bersifat pribadi…, itu agama atau dalam kehidupan sehari-hari? Apa dalam kehidupan sehari-hari ada iman yang bersifat pribadi dan yang bukan? Coba diberikan contohnya.
=======================================
To Lovepassword…
Saya hanya bertanya untuk konsep anda saja. Bukan konsep saya.
Kalau mau diskusi dengan jernih, berikan dulu definisi iman.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ini definisi saya)
Nitt ndak pernah bikin definisinya mengenai iman. Anda juga. Sebagai seorang berpendidikan, pasti definisi ini perlu sebagai pondasi untuk menyatakan sesuatu argumen.
Diawal sebelum diskusi, saya sudah minta anda memberikan definisi mengenai iman dan logika.
Saya akan kaitkan sekarang logika dengan Allah (Dalam agama, menurut istilah anda).
Sekarang berikan definisi iman dan logika anda.
Salam.
Ps. Saya tidak pernah memisahkan iman/agama dengan rasio dalam bidang agama dan non agama. Tidak pernah satupun. Sejak awal diskusi dengan nitt, saya selalu sebutkan “penggunaan iman dan rasio” yang benar (nitt selalu mendesak, bilang mau gunain rasio atau iman). Dalam aspek apa? Dalam setiap aspek (seluruh) kehidupan manusia. Karena setiap aspek / seluruh hidup kita harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah yang memiliki hidup kita (termasuk rasio, karena dicipta oleh Allah). Lihat kembali tulisan AKU TAHU diatas.
@Imankristen : Pertanyaan 1 : Ya. Bila yang kamu maksud dipahami adalah setuju maka jawabannya adalah ya. Tapi sekali lagi saya katakan yang saya/Nitt maksudkan sejak awal bukan masalah setuju/tidak setuju.
Tapi kalo kamu memakai istilah “memahami” dalam konteks seperti ide kamu itu. Jawabannya saya setuju iya.
Pertanyaan 2 : Saya juga sudah berkali-kali ngomong kalo iman dan logika itu berjalan bersama-sama. Semua komentar saya di blog ini setahu saya berusaha menekankan bahwa iman dan logika itu sama-sama baik, sehingga nggak perlu didikotomikan.
Tapi sekali lagi saya katakan juga bahwa dalam sebuah diskusi masih sangat wajar jika kita memutuskan untuk berdiskusi dengan satu cakupan saja. kita membahas satu point saja dengan satu sudut pandang saja itu legal dan oke2 saja.
Tujuannya tentu agar pembicaraan lebih fokus. Gicu ya.
Gampangannya : Kamu mau diskusi soal jeruk itu oke. kamu mau membahas vitamin C pada jeruk juga oke, kamu pengin membahas salah satu bagian dari jeruk misalnya bijinya saja juga oke. Bukan berarti kalo kamu sedang membahas biji jeruk berarti kamu mengabaikan/menganggap bagian jeruk yang lain tidak penting. Tetapi tujuannya agar lebih fokus dalam berbicara/diskusi. Saya rasa pointnya itu. Pakar=pakar agamapun juga berbicara dengan cara seperti itu. Misalnya kemarin2 saya beri contohnya bukunya Pak Frans Magnis yang bicara soal logika Ketuhanan.
Lha pada pengantar buku tersebut Romo Magnis jelas2 mengatakan bahwa yang dia bahas adalah logika, bukan iman yang terkait dengan agama tertentu saja.
Jadi membatasi suatu topik dalam suatu diskusi/pembicaraan adalah wajar. Sehingga tidak relevan bila pembatasan topik ini kamu kaitkan dengan peristiwa lain.
Ok. Saya setuju dengan pendapat anda yang saya rasa pasti anda ambil dari salah satu ayat Alkitab.
Tapi harap anda pahami juga bahwa dalam konsep logika :
Kucing adalah binatang – ini benar
Tapi bukan berarti logikanya bisa anda balik bahwa semua binatang itu kucing.
Iman adalah bukti segala sesuatu yang tidak kita lihat – ini benar. Tapi apakah segala sesuatu yang tidak kita lihat ini bisa kita anggap pasti selalu terkait dengan iman ??? Lha itu yang jadi pertanyaan kan ?
Justru karena adanya logika yang seperti ini maka ada filsafat Ketuhanan yang membahas Ketuhanan tidak dari iman semata-mata. Dan seperti yang sudah saya tunjukkan dalam data2 saya. Itu legal dan dibenarkan dalam agama termasuk agama Kristen Protestan dan Katholik. Jika anda cuma fokus pada iman saja, tanpa pendekatan logika sama sekali – malah itu dikritik keras oleh gereja.
SALAM
SALAM
To Lovepassword…
Anda menuliskan persetujuan anda mengenai tulisan Romo Magnis:
Logika Ketuhanan, atau logika mengenai Allah.
Logika mengenai Allah (iman), atau logika tentang Iman.
Saya seringkali katakan sama nitt…, saya bicara iman (Ketuhanan/Allah) mempergunakan logika.
Sedangkan nitt mengatakan jelas sekali:
1. Logika itu untuk causa prima
2. Iman itu untuk Allah.
Nitt jelas sekali memisahkan iman dan logika. Nah…, akhirnya dia terjebak pada batasan yang harus diberikan untuk memisahkannya.
Sedangkan saya berkata:
Penggunaan Iman dan Logika yang benar.
Jadi baik causa prima maupun Allah, semuanya itu mempergunakan logika dan iman.
Apa anda sekarang semakin jernih dengan perbedaan nitt dan saya?
Salam.
Pesan:
Pertanyaan 1 dan 2 akan saya lanjutkan lagi, tergantung jawaban anda dari komentar saya ini.
@imankristen
Kamu katakan :
Yakin nih??
Nih saya Ingatkan saya ngomong apa Berulangkali :
PERHATIKAN kalimat dalam Tanda Kurung.
..
Dan kamu Tidak Pernah Menjawab pertanyaan2 itu.
..
Kalo Ngga Mau jawab ya ngga apa-apa.
Tapi Jangan Bohong lah.
Malu.
..
Semoga kita tidak termasuk orang-orang munafik.
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang jujur.
Nitt yang terkasih…
Pertama sekali kita itu diskusinya dengan penuh keseriusan dan kehangatan.
Kita punya titik yang sama, coba perhatikan diskusi kita dibawah ini.
Tulisan nitt di 4#diskusi-terbuka:
Balasan imankristen di 6#diskusi-terbuka:
Nitt suka juga mengalami kesulitan, tapi imankristen bantu, perhatikan di 30#diskusi-terbuka:
Setelah lama diskusi, anda mulai melihat “Terang” bersinar, tapi (maaf) anda tidak memilih diskusi dengan “terang” tersebut. Anda merubah diskusi anda. Ini dimulai dari titik berikut ini (34#diskusi-terbuka):
Semenjak itu, kita tidak bisa lagi diskusi mengenai Allah dengan iman dan logika.
Anda mulai menjauh.
Saya akan menjelaskan posisi iman dan logika pada lovepassword…, supaya anda mengerti apa maksud perkataan saya mengenai: “penggunaan iman dan logika yang benar”…
Salam
Ps. Harap tunggu saja diskusi saya dengan lovepassword…, semoga IQ-nya bisa sampai kesana (maaf ya lovepassword).
@imankristen 70 : Masalah IQ saya, saya sendiri nggak pernah ngitung. Ngitungnya pake apa sih, apa pake timbangan beras ? Hi Hi Hi. Terima kasih atas pujian kamu.
Masalah iman dan logika, saya rasa kita di sini sudah jelas ya dan semuanya juga sepakat bahwa iman dan logika sama-sama penting. Bahwa ada pembicaraan yang tidak nyambung antar kalian itu kan nggak terlalu penting. Nyatanya kan semuanya sebenarnya sepakat kalo iman dan logika itu penting termasuk saat membahas Ketuhanan.
Masalah pendapatnya Nitten kan saya sudah berkali-kali bilang bahwa maksudnya itu agar fokus gicu lho. Kalo saya bicara matematika ke kamu ya jangan terus kamu artikan kalo menurut saya hanya matematika yang penting, bahasa tidak penting, agama tidak penting. Ya penjelasannya tentu tidak seperti itu. Kalo saya bicara terbatas pada satu topik saja, itu maksudnya agar lebih fokus. Ini tidak bisa diartikan pada hal-hal lain, masalah kehidupan sehari-hari dan sebagainya.
Kalo anda kurang jelas atau salah paham dengan maksud Nitt, toh Nitt sudah menjelaskan maksudnya. Lha masak anda merasa lebih tahu pikiran Nitt ketimbang Nitt sendiri. Hi Hi Hi…Jangan-jangan kamu itu calon dukun ya ? Hik Hik.
Oke BOS Iman, saya masuk ke pembahasan yang lebih serius sekarang.
Masalah kalian ini selain karena perbedaan pendekatan pada kemarin-kemarin ( yang satu membahas pake iman yang satu lagi pake logika). Alasan yang lainnya menurut saya adalah karena ada “perbedaan tafsir” di antara kalian dalam memahami apa yang dimaksud dengan logika.
Masalah iman – saya rasa cukup clear ya karena saya setuju dengan definisi kamu :
Iman adalah bukti atas segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Karena iman itu bukti – maka iman itu sendiri tidak bisa dituntut buktinya. Mengapa ? Ya karena buktinya ya pada iman itu. Intinya kalo seseorang ngomong bahwa seseorang beriman bla..bla..bla. Maka tidak ada pembuktian apapun yang bisa dituntut.
Apakah anda sependapat dengan saya pada point ini ? Jika ya masalah pertama selesai. Jika tidak – silakan anda jelaskan alasannya.
Saya pada nomor 67 juga sudah ngomong ke kamu :
Iman adalah bukti sesuatu yang tidak kita lihat. Oke deh, tapi jangan logikanya lalu anda balik bahwa semua yang tidak bisa dibuktikan pasti terkait dengan iman. Itu salah temanku.
Kucing adalah binatang – itu benar
Tetapi jika ada yang ngomong semua binatang adalah kucing. Itu salah.
Mengapa saya katakan salah ? Karena dalam logikapun ada hal-hal yang tidak bisa dibuktikan. Dan namanya tetap logika bukan iman. Sekali lagi namanya masih berhak pake logika bukan iman.
Anda atau tepatnya kalian, mungkin tidak setuju dengan saya disini. Bahkan menuduh kami mbulet berputar-putar dsb.
Oke, saya jelaskan lebih gamblang di sini :
Apakah logika itu ? Apakah logika selalu terkait dengan pembuktian ?
Agar anda bisa sedikit lebih puas dengan jawaban saya, maka pada kesempatan yang berbahagia ini (kayak kondangan ya hi hi hi ) , akan saya kutipkan definisi dan penjelasan mengenai “logika”.
Penjelasan ini saya kutip dari buku Dasar-dasar Logika karangan Sumaryono : Seorang rohaniawan Katholik, pakar logika, S2 lulusan De La Salle University Filipina dengan spesialiasi filsafat hukum, dia juga mengajar di Universitas Atmajaya dan SanataDharma Yogyakarta.
Sekali lagi mari kita belajar bersama melihat apa itu logika dari pendapat para pakar Kristen yang memang punya spesialisasi di bidang itu. Anda boleh saja tetap tidak setuju. Tetapi minimal anda akan tahu latar belakang dan alasan-alasan dari pendapat saya.
Sumaryono ngomong seperti ini :
Dari sini bisa saya simpulkan bahwa logika memang tidak selalu terkait dengan pembuktian.
Ide dasarnya kurang lebih hampir samalah dengan dialog kita kemarin mengenai apa bedanya “memahami” dengan “setuju”. Saya katakan bahwa “memahami” adalah step dalam suatu pengambilan keputusan sebelum kita memutuskan setuju atau tidak setuju.
Begitu juga dalam kasus kita ini. Logika adalah langkah pendahuluan sebelum seseorang secara rasional bisa membuktikan suatu kebenaran atau kesalahan. Logika itu sendiri tidak terkait dengan pembuktian benar dan salah. Tetapi tanpa logika memang tidak akan ada pembuktian benar dan salah. Jadi logika adalah langkah/bagian dari cara pembuktian benar dan salah.
Tanpa logika tidak mungkin ada pembuktian
tetapi tanpa pembuktian – logika itu sendiri masih ada.
Jadi anda berhak menyalahkan pembuktian bila didahului oleh hubungan sebab akibat yang tidak logis. Tetapi anda tidak bisa menyalahkan suatu logika hanya karena logika itu tidak bisa dibuktikan.
Dan sekali lagi saya katakan, namanya tetap logika bukan iman. Karena buku2 yang membahas logika termasuk bukunya Sumaryono tidak membahas mengenai iman sama sekali. Tetapi murni buku mengenai logika.
Saya rasa saya sudah berusaha menjelaskan secara cukup detail. Tetapi masalah anda setuju atau tidak setuju tentu hak anda sepenuhnya.
Tapi intinya saya rasa semua pihak bisa menerima bahwa iman dan logika sama-sama penting. Itu sudah cukup buat saya.
SALAM
@imankristen
Saya Tidak melihat korelasi antara Posting saya #69 dengan Respon kamu #70 (yang mengutip posting-posting Awal kita dalam Diskusi Tertutup).
..
Jawab saja Posting #69 itu.
..
Semoga kita tidak termasuk orang-orang munafik.
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang jujur.
@lovepassword
Percuma bro *Pesimis Mode ON* (T_T) ..
..
Dari dulu Penjelasan kamu ke mereka sudah Suangat Juelas las las las.
..
Tapi memang merekanya aja yang cuman mau Debat.
Bukan Belajar. =)
..
Assalamualaikum
@imanKristen..
Percumah mas Iman.
..
..
Itu dari dulu udah jelas sekali…
..
..
Tapi mereka memang begitu..
Jadi ya..
salam
@nitt.
Buset deh nitt.. nitt…
mBok ya sekali-sekali tengok ke bawah..
Jangan ke atas terus.. nanti kesandung lho..
Penjelasan ImanKristen itu udah sangat jelas.. bahkan sayapun bisa nangkep ..
(saya ngga lulus S2 lho he he he)
..
..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
salam.
@jelasenggak
Gimana kamu mau lulus S2..lulus S1 aja belum..kamu masih smu kan??
Gimana sih ini???? =)
@nitt.
Ha ha ha
Apakah kalau saya ngga lulus S2 maka berarti saya ngga lulus S1..?
Pertanyaan kamu itu lho….
..
..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih lagi
salam
To lovepassword…
He he he…, saya mengerti maksud anda…
Kita akan masuk ke hal yang lebih serius. Saya pernah katakan, point penting untuk diskusi dengan kaum Atheis adalah masuk dari iman (dengan mempergunakan logika kita).
Sekarang saya akan jelaskan apa maksud: “mempergunakan iman dan logika dengan benar”.
Ketika saya katakan, segala sesuatu yang tidak bisa dibuktikan itu adalah iman…, itu seharusnya disetujui saja sama nitt…, clear sudah. Diskusi ada titik temunya.
Tapi nitt katakan iman pada wilayah agama saja. Disini “Kunci” blundernya nitt.
Karena sesungguhnya logikapun “terletak” pada dasarnya, yaitu iman. Anda menyetujui saya, iman dan logika tidak bisa dibedakan pada wilayah agama ataupun bukan. Ini blundernya nitt. Anda mengerti dan setuju/seide dengan argumentasi saya, tapi sayangnya anda tidak tahu dimana blundernya nitt.
Tulisan saya jelas sekali di AKU TAHU, Iman mendahului logika (rasio).
Disini ada titik perbedaan kita. Perhatikan tulisan anda ini:
Anda katakan logika sebagai langkah pendahuluan, tetapi sesungguhnya adalah Iman.
Saya akan masuk ke konsep agama Kristen: Ibrani 11:3 dimulai dengan kalimat “Karena iman kita mengerti…”
Iman adalah dasar dari pengertian, Iman adalah dasar dari logika.
Contoh kecil:
Anda disuguhi minum oleh teman anda (ketika anda bertamu ke rumahnya).
a. Ketika anda meminumnya, langkah anda itu untuk meminumnya dimulai dengan iman atau logika?
b. Kalau anda tidak meminumnya (karena curiga), langkah anda itu untuk tidak meminumnya dimulai dengan iman atau logika?
Salam.
Catatan:
Kalau iman (ingat definisi iman kita) menjadi dasar Logika…, apakah logika perlu pembuktian? Coba anda renungkan dulu…
Bagaimana tahu iman dan logika yang benar atau salah? Ini masuk ke dalam istilah baru: “Kebenaran”. Iman, Logika (Rasio Kecil) dan Kebenaran. Hubungan ketiga hal ini, baru membuat kita jernih.
Wuidih..
tambah jelas ini ..
@lovepassword.
Kamu ini maunya kok disuapin terus sih..
salam
@imankristen 78 : Ya terang saja Nitt nggak setuju sama pendapat kamu yang ini :
Masalahnya pemikiran kamu yang ini malah terbalik.
Iman tidak butuh pembuktian – ini benar.
Tapi kalo kemudian malah logikanya kamu balik. Semua yang nggak bisa dibuktikan adalah iman. Ya terang saja kalo kita nggak setuju dong.
Kan sudah saya jelaskan
Kucing itu binatang – ini benar
Sedangkan kalo dibalik semua binatang adalah kucing – ya malah jadi salah logikanya.
Karena ada juga masalah yang nggak bisa dibuktikan yang tidak selalu terkait dengan iman. Seperti yang bisa kamu lihat pada referensi saya, bahwa logikapun tidak menuntut pembuktian. Jadi pernyataan yang kamu kutip dari Alkitab itu nggak bisa seenaknya kamu bolak-balik. Sebab artinya jadi lain.
Jadi intinya : Saya setuju dengan definisi kamu mengenai iman yang kamu kutip dari Alkitab itu. Tapi ketika definisi tersebut kemudian malah kamu putar-putar, kalimatnya kamu balik-balik, maka artinya menjadi sangat lain dari arti sebenarnya – temanku. Dari sisi itulah saya justru nggak setuju. Nitt juga pasti nggak setuju.
Jadi kamu tulis saja apa adanya : Iman adalah bukti atas segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Kalimatnya jangan kamu balik menjadi : Semua yang tidak bisa dibuktikan pasti terkait dengan iman.
Dua kalimat di atas sangat berbeda artinya Mas Iman.
Jadi intinya : bila anda mengatakan iman itu nggak bisa dibuktikan, saya setuju. Anda ngomong kalo iman adalah bukti segala sesuatu yang tidak kita lihat. Saya juga setuju.
Tapi ketika kemudian kalimat itu anda bolak-balik sehingga malah berbeda dengan kalimat aslinya, maka itu justru yang saya nggak setuju.
Kuncinya yang harus anda lihat : Mana pernyataan yang sifatnya lebih luas dan mana yang sifatnya lebih khusus. pernyataan yang lebih umum bisa menjelaskan/menggantikan pernyataan yang lebih khusus tetapi tidak sebaliknya. Bila kalimatnya dibalik maka logikanya menjadi tidak jelas lagi kebenarannya. Bisa benar/bisa juga tidak. Jadi timbul kerancuan.
SALAM
@jelasnggak 79 : jangan jadi cewek kolokan dong. Beraninya cuma ngumpet dibelakang Hik Hik . Kalo kamu memang jagoan neon silakan saja ngomong, berikan argumentasi kamu, dasar-dasar kitab primbon tempat kamu belajar logika. Belajar logika kok dari komik donald bebek. Jadinya ya mbebek. Ngekor saja.
Potong bebek angsa
masak di kuali
nona minta dansa
Ya sudah dansa sono di kali.
Hik Hik. Muridku yang mengharukan. Gua jewer kuping kamu baru meringis terharu kamu. Hik Hik Anakku anakku mengapa engkau menganiaya daku. hi Hi hi
Menganiaya apaan? Paling bisanya juga blukutuk-kutuk seperti gelembung kentut seperti biasanya.
Ngapain elo ? Mau protes ya ? hik Hik. Belum saatnya kamu protes anak kecilku. Mendingan kamu nonton teletubies saja. hik hik. Weeeeeeeeeeeek……….
Whaduh ngomong2 – para cewek bisa ngamuk nih. Para cewek maafin aye ya ? kalian tersinggung ya kalo dibandingin sama mister jelasnggak. Hik hik Iya deh. Kalian kan nggak kolokan ya ? Sorry ada sedikit kesalahan teknis.
Brum brum brum……
@imankristen : Murid kamu si gelembung kentut ini mbok ya diajari cara ngomong yang nggak kebanyakan gelembung. Blukutuk blukutuk. Hik Hik. Kebanyakan busa tuh.
SALAM Iya mas Iman.
Keep kalem.
@Lovepassword.
He he he..
Semua sudah dijelaskan ImanKristen.
Mau apa lagi kamu..?
Nanti kalau saya ngomong kamu malahan ngga ngerti dan nyambung kemana-mana..
Salam kasih dalam damai Kristus.
(wuidih.. baik banget saya ini … salam aja pakai damai segala)
@lovepassword.
Saya kasih tau aja ya.
Coba belajar berfikir esensi..
…
..
Salam dalam dari DIA.
@imanKristen
==> Wuidih….
Pas saya baca ibrani 11:3 itu… saya langsung merinding lho..
Mak Greennnggg gitu lho…
Salam.
To lovepassword…
Sebelum melangkah lebih jauh…,
Maaf ya…., anda saya diamkan bukan berarti saya setuju, tapi saya mau masuk ke point lain yang lebih penting. Tetapi anda mau bermain di titik ini…., he he he… anda akan saya layani…
Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Perhatikan: Segala sesuatu. (apa anda tidak baca definisi saya?)
Jadi prosesnya dibalikpun bisa saja.
Kalau anda ragu…, he he he… berikan contoh menurut anda proses dibalik itu. Jangan cuma (maaf) omdo, omong doang… he he he… Kasih contoh satu kasus yang menunjukkan “dasar dari segala sesuatu yang kita harapakan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” dan itu bukan disebut iman. Contohnya….. dipersilahkan…dibuat….
Btw…, anda itu lagi ngomong apa sih? (bingung mode on#)
Apa hubungannya antara tidak bisa dibalik dengan argumennya nit? Tidak berhubungan jelas.
Kalau dipaksa-paksa…, apa juga bisa dihubung-hubungi…, itu lho seperti contoh “hasta dan hasta = ayat”. Hi hi hi… lucu saya kalau ingat argumen muslim yang satu ini.
Salam.
Catatan:
1. Setelah kita bahas ini baru kembali ke argumen saya di 78#imankristen.
2. Saya melihat anda tidak terlalu mengerti perbatasan Imam dan Rasio. Kalau mereka berbenturan…, siapa yang superior? Bagaimana mengujinya?
3. Perhatikan juga posisi iman dan rasio dihadapan kebenaran (baca lagi AKU TAHU diatas). Nantinya kita akan masuk ke pembahasan ini juga.
@ all
ada yg lebih lucu lagi tuh, ini juga dasar dari logika pendekar mabok mmmmmm siapa tuh ya………
katanya……..
semua yg menyebarkan ajaran Yesus disebut RASUL….
hehehe…….
@imankristen 85 : Lho kan sudah saya kasih contohnya bahwa dalam logikapun juga ada sesuatu yang tidak bisa dibuktikan. Anda mau protes terhadap data-data saya : Pendapatnya Thomas Aquinas, Romo Magnis, dan Sumaryono serta temankita yang S2 AMerika itu ? Hik Hik.
Kita ini sedang bicara mengenai logika dan anda tidak bisa menerima pendapat pakar2 logika bahkan pendapat tokoh-tokoh besar gereja. Lha terus harus gimana saya ngomongnya coba ???
Intinya adalah menurut saya berdasarkan data2 yang saya miliki dan pendapat dari pakar logika Kristen – logika itu juga tidak terkait dengan pembuktian. Intinya itu saja.
Logika adalah berpikir lurus. Itu saja.
Lha iman tidak terkait pembuktian ini juga benar. Tetapi iman bukan satu-satunya yang tidak terkait dengan pembuktian kan. Karena ada contoh yang lain, misalnya saja logika. Dan pendapat saya ini bukan pendapat asal njeplak karena saya mengambil data ini dari para pakar logika, yang justru sangat2 dihargai oleh mayoritas gereja.
Lha kalo anda mengatakan logika itu harus dibuktikan – saya tanya sama kalian- dasar kalian apa ? Anda belajar ilmu logika dari mana sampe keluar kesimpulan seperti itu.
Kamu tanya gini :
Apa hubungannya antara tidak bisa dibalik dengan argumennya nit? Tidak berhubungan jelas.
Ya berhubungan dong sayang. kalo kamu ngomongnya lurus sesuai isi Alkitab kamu itu, malah masih logis.
Lha isi Kitab Suci kamu bolak-balik seenak udel kamu. Artinya ya malah jadi lain kan. Bisa diomelin Om Pastur sama Om pendeta kamu nanti.
Intinya : Iman itu tidak bisa dituntut buktinya. Semua orang setuju.
Tapi yang tidak bisa dituntut buktinya bukan cuma iman saja. Lha wong terhadap logika saja kita juga nggak bisa nuntut bukti kok. Nggak percaya ? Ya silakan saja anda baca buku2 yang membahas mengenai logika. Apakah logika harus dituntut buktinya ? Silakan anda baca buku-buku logika.
Ya yang saya maksud jangan dibolak-balik itu ya karena alasannya itu.
SALAM IYA.
GBU.
@ImanKristen : Kalo anda mau menutup topik ini ya saya setuju saja. Lha wong saya sejak kemarin-kemarin sudah menganjurkan kasus ini ditutup kok. Intinya iman itu penting, logika juga penting. Semua pihak setuju. Case close ??? Apa mau lanjut ?
SALAM
@jelasnggak 83 : Salam blukutuk saja deh.
Hik Hik…
Harus diakui anakku, Tuhan lagi sayang sama kamu. Elo mau gua skak matt di blognya Daeng Fatah. Eh malah yang menjawab orang lain. Hik Hik. Bagus sekali rejeki kamu. Biarpun jawaban temanku si Mister kosongan itu jawaban standard tetapi bagaimanapun kalo perdebatan mengenai dosa manusia di sana aku terus-teruskan, yang terjadi adalah perdebatan antara aku sama Mister Kosongan. Bukan antara kau dan aku. Hik Hik
Sementara dikau anak manis ??? Dikau malah enak-enakan cuma jadi suporter. Astaganaga besar rejeki kau, malah nonton gua perang perangan sama orang lain. Hik Hik Malah senyam-senyum.
Hik Hik….jelasnggak – setidaknya kau harus traktir bakso malaikat penyelamat kau itu. Hi Hi Hi
SALAM
Semoga Tuhan memberkati kamu – anak manis.
@lovepassword.
Kok tau sih saya lagi senyam senyum..
salam dari eyang kakung
To lovepassword…
He he he… anda takut nih??
Bilang aja…
Semua yang anda bilang semuanya tidak jelas, tidak tentu arahnya…
Anda mengaku kutip dari pakar-pakar…. anda kutip apa? Anda mengerti apa?
Pakar-pakar itu punya pemikiran sendiri dalam “sistem” masing-masing.
Sistem pemikiran anda apa? Anda boleh baca banyak pakar mengenai logika, TAPI saya kasih tahu ya…, tidak ada 2 pakar logika yang sama persis pemikiran mereka.
He he he…, memangnya cuma anda saja yang pernah baca? Anda kira saya demikian bodoh dan tidak pernah baca??
He he he…, anda terlalu naif.
Sekarang, anda sudah baca demikian banyak, coba tulisan pendapat anda dengan JERNIH…, jangan sepotong-sepotong yang tidak karuan dan tidak dimengerti…., asal tulis saja.
Saya tuliskan AKU TAHU…, saya bisa MENJERNIHKAN tulisan saya. Anda tanya apa saja dan perlu kejernihan seberapa dalam…, saya akan layani.
Sekarang anda punya pendapat, saya tanya…, he he he… langsung minta tutup.
Anda TAKUT diskusi sama saya?
Nih ya…, contoh anda TIDAK BERANI menjernihkan argumentasi anda. Anda maunya seperti di air keruh dan anda anggap itu sudah jernih banget…… ini kebodohan luar biasa…
Semakin S2 seperti nitt, belajarnya semakin DETAIL. Apalagi sudah S3 dan Prof…, semakin detail.
Saya tulis sekali lagi… D E T A I L
Kalau anda merasa tahu dan pintar…, detailkan pendapat anda.
Perhatikan nih logika anda:
Ayam adalah binatang, tapi binatang bukanlah ayam.
Ini berarti selain ayam ada bebek, kucing, anjing dll.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Kalau iman = Ayam.
Dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat = Binatang.
Tolong berikan bebek, kucing, anjing dll. (karena ayam=iman).
Kalau tidak bisa…, maka Iman dan Bukti tidak bisa dianalogikan dengan contoh anda.
Anda mengerti?
Wah…, anda ini payah sekali. Datang ke blog ini…, sepertinya kepintaran banget. Ngomong ke blog-nya daeng-fatah…, seperti sudah hebat bener…., eh…, ilmunya cuma segitu saja… udah gitu sombong lagi…
Rendah hati itu pangkal pintar.
Salam.
Kalau anda takut diskusi karena ngak ngerti…, bilang saja. Tapi kalau ngerti…, jernihkan saja dan jawab pertanyaan saya dengan benar.
To #86…
Wah…, dongeng ginian kan anda lebih banyak tahu…
Ajarin saya dongeng dong…, pengen tahu juga cara dapatin atau cara buat dongeng…, kayanya seru tuh…
Salam.
ke agamaku (dewo) aja gih , wong emang ada yg bilang begitu, yg ngrasa pura2 gak tau cuh…………
man….baca dulu baru ente nyimpulin dongeng apa komik….
asal samber aja……hehehe
kalo mau dongeng googling aja, rebreees……….
**welaaah malah ngajarin tukang googling
To #93
Wah… anda tanya sendiri saja maksudnya apa…
Ada 2 kemungkinan:
1. Dia memang kurang mengerti…
2. Anda yang kurang mengerti…, jadi menafsirkannya error…
Solusi…
Konfirmasi saja…, kalau tidak… anda tidak tahu kebenarannya seperti apa…, jadi jangan dibuat kesimpulan dan cerita kesana kemari…
Wah…, jangan-jangan ini salah satu metoda membuat dan menyebarkan dongeng ya…
He he he… anda pintar nih…, cara mengajari saya buat dongeng….dengan cara “tersembunyi” begini…
Thanks ya…, kalau untuk yang beginian…, saya memang kurang mahir… perlu banyak latihan kali ya…
Salam.
@imankristen
Kamu katakan kepada lovepassword :
Ya ampyunn man..
Saya pikir si Lovepassword itu Copy-Paste Mentah-mentah (sampe nulis halamannya segala tuh dia) Pemikiran para Pakar ituu.
..
Sampe segininya ngelesnya. =)
..
Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang munafik.
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang jujur.
@jelasenggak
Kamu katakan :
Perhatikan posting saya yang kamu Respon itu (apa yang saya sengaja tambahkan disitu dalam rangka mengantisipasi pemikiran seperti ini) :
@imankristen
Kamu katakan :
Saya (berulangkali) katakan :
Jadi si Paulus musti mikir lagi tuh seharusnya sebelum nulis ayat di Ibrani itu. =)
..
Semoga kita tidak termasuk mereka yang takut mempertanyakan iman kita.
..
Salam kasih dalam kejujuran yang membebaskan.
@iman kristen #95
Wah… anda tanya sendiri saja maksudnya apa…
————————————————————————
yaaah dibahas lagi, yg berlalu biarlah berlalulah…..minta ceritain lagi sama aja mendongeng dong……..
di Kidung Agung aja banyak dongeng asmara kok, masak anda minta diajarin saya padahal itu katanya bacaan wajib (kitab)………
BTW
dia itu kamu……???
@nitt #97..
Wuidih..
Antisipasi.. antisipasi..ha ha ha
Begitu terus gaya ngelesnya.
Yang lain dong..
Bosen nih.
(2 detik saya baca langsung geleng kepala)
..
..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi .
Salam.
@ImanKristen #91.
Saya juga berpikirnya begitu sih…
Ini anak tau ngga sih konsep yang coba dijabarkan oleh orang2 tersebut (frans magnis + santo itu)..
Kok kayaknya ngomongnya ya PD tapi salah total..
(Seperti ada orang yang bilang-bilang tau tentang aristoteles ini itu… tapi ya ngomongnya juga jauh sekali dengan ide-ide aristoteles itu gitu lho..)
Yah ngga heran deh…
Salam.
@jelasenggak
Apa hubungannya antisipasi sama ngeles ya?
Memangnya Antisipasi itu Argumen yang harus kamu Respon??
Apaan sih ini??
..
Salam kasih dalam kesejatian cinta kasih yang tidak munafik
@nitt.
Perhatikan ya..
Antisipasi kamu tuh udah jauh jauh hari saya antispasi…
Sebelum kamu mikir saya udah tau tuh.. he he he..
(bakat strategis ada juga nih he he he)
Semoga kamu dapat lebih mengenal Yesus lebih dalam lagi.
salam
@nitt #98
Waduh….
Masih belum ngerti juga … ha ha ha ha..
Udah sejelas itu..
..
..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi
Salam.
@jelasenggak
Kamu katakan :
Terus?
..
Salam kasih dalam kesejatian cinta kasih yang tidak munafik
@nitt.
Saya sengaja menulis itu..
dengan mengetahui kamu akan merespon seperti itu….
Tapi saya sudah punya jawaban untuk respon kamu itu..
yaitu yang ini..
Jadi secara tak langsung… kamu tuh saya “tuntun” untuk memberikan respon yang sesuai dengan yang saya kehendaki…
Dan kemudian saya menutup dengan yang ini.
(bakat strategis nih .. he he he)
..
ngerti ngga ya..
(kejauhan ngga nih kira-kira he he he)
..
..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus Lebih dalam lagi.
salam
@jelasenggak
Kamu katakan :
Hehe..
Copy Paste mentah-mentah dari Halaman buku kok bisa dibilang Sok Tau. =)
..
Mikirnya itu lho.. =)
..
Kamu katakan :
Memang dia ngomong apa tentang pemikirannya aristoteles?
Bisa copy paste kata-kata dia disini?
..
Yah itu tentu saja kalo kamu Berani ya..
Saya Sangat Yakin kamu ngga akan berani copy paste kata-kata dia, kemudian mulai ngemeng ini itu deh..
Seperti biasa lah.
..
Salam kasih dalam kesejatian cinta kasih yang tidak munafik
@nitt.
Kalau saya ngga mau copy paste disini, BUKAN berarti saya itu ngga berani .
(Kesalahan pemikiran tuh.. he he he.. udah di antisipasi tuh..)
Bisa juga..
saya males ngebahas ulang…
atau bosen menghadapi orang yang hobinya mBulet terus ..
Belajar lagi cara berargumen ya.. he he he
Semoga kamu diberikan kesempatan untuk mengenal Yesus lebih dalam lagi…
salam.
@nitt
Kamu :
==> iya udah copy paste tapi masih tetap ngga ngerti..he he he..
..
..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus Lebih dalam lagi
salam
@iman kristen
ah penyakit modernisasi eh moderasi……
To jelasenggak…
He he he… si nitt masih belum mengerti…, belum masuk sih ke maksud dari iman adalah dasar dari logika.
Di juga lupa, arti SISTEM.
Yah.., sudahlah…. memang levelnya baru segitu…, mungkin ini proses dia belajar.
Kutipan itu hanyalah bagian kecil dari “sistem” berpikir seseorang.
Tidak ada 2 professor di dunia ini yang punya pemikiran 100% sama…, hingga ke detail-detailnya. Selalu ada perbedaan. Kenapa? Karena semakin dalam…, semakin beriman akan sesuatu.
Kalau Iman menjadi dasar…, lalu logika bagaimana bisa kuat?
Judul blog saya adalah:
Iman Kristen: Dari iman menuju kepada iman.
Kalau begitu…, logika/rasio dimana posisinya?
Rasio itu berada di tengah-tengah, antara iman yang satu ke iman yang lain.
Contoh:
1. Saya beriman akan skripsi saya, bahwa ada satu pembuktian yang seharusnya seperti ini atau itu.
2. Logika bekerja mengejar apa yang iman sudah lihat… dan dibuktikan dengan membuat skripsi.
3. Dari pengertian rasio/logika yang bertambah…, (sekarang melanjut kuliah S2), kemudian beriman lagi akan suatu ide/konsep atau teori tertentu untuk kondisi tertentu.
4. Rasio mengejar untuk melihat apa yang sudah dilihat oleh iman. Jadilah tesisnya.
5. Setelah tesis jadi…, ada ide baru lagi. Ini iman baru yang muncul karena logika yang sudah berkembang.
6. Logika bekerja lagi untuk mencari tahu apa yang dilihat oleh iman. Jadi deh… doktor.
Ini mirip sekali dengan kasus kita bertamu ke rumah teman dan disuguhi minuman. Tindakan kita untuk meminum itu dimulai dengan iman. Bukan logika.
Proses hidup manusia selalu dimulai dari iman. Ketika masih kecil…, kita beriman penuh akan setiap perkataan orang-tua…, semakin besar…, logika bekerja untuk membuktikan setiap perkataan orang-tua yang kita terima sebagai iman ketika masih kecil.
Salam.
Pesan: Saya setuju dengan pendapat anda yang meragukan S2-nya nitt. Saya pikir juga demikian. Mungkin dia DO dari S1 dan sesumbar di internet sebagai S2. Malu mungkin. Kalau di Internet-kan tidak ada yang tahu kalau dia membual atas gelarnya.
Bukti: Masa sih seorang S2…, diskusi mengenai iman dan logika, tapi tidak pernah kasih definisi mengenai Iman dan Logika?
Iman adalah….
Logika adalah…..
So simple.
To nitt…
Saya kan sudah katakan…, bantu saja lovepassword…, kasih kunci-kunci pemikiran anda…
Tulis langsung ke Lovepassword…, katakan begini (menurut pendapat saya… dst).
To lovepassword…
Tuh…., ada bantuan dari nitt. Coba pelajari dan jawab pertanyaan saya.
Jangan lari ya….
Wah…, kalau daeng-fatah lihat diskusi anda dengan saya… hmmmm…, dia bisa kecewa berat…
Ternyata anda cuma segitu saja keberanian diskusinya…
Salam.
To 99#Animemymouse
Quote anda:
Saya sungguh tidak mengerti anda lagi bicara apa?
Maksud anda saya pernah tulis demikian?
Itu maksud anda?
Wah… anda ini keterlaluan sekali…
Berarti maksud anda…, jelasenggak, imankristen dan semua orang kristen jaman sekarang itu rasul??? Ini karena kami memberikan ajaran Yesus?
Dan saya penah tulis demikian (menurut anda). Dari tulisan anda diatas itu, berarti bisa saya tambahkan bahwa saya mengklaim saya adalah Rasul dan semua orang kristen yang mengajarkan ajaran Kristus, bisa disebut rasul??
Jadi ingat sinetron “mengaku Rasul/Nabi”…., he he he… anda ini kebanyakan nonton sinetron. Jadi kebawa-bawa ide sinetron itu ke diskusi di blog ini…
Hi hi hi hi….. lucu..1000X…
Wah…, maaf ya…, ini sih anda sudah “loon” beneran.
Salam.
@jelasnggak dan imankrsiten
Jelasenggak katakan :
Bener kan “ramalan” saya ini :
Bener kan kamu mulai ngemeng ini itu.. =)
Bakat Strategis tuh (memperkirakan apa yang akan terjadi)
Jago juga tuh Marcus Buckingham dan Donald O. Clifton itu, bisa tau aja saya Bakat Dominan saya apa.. =)
..
Imankristen katakan :
Memang apaa hayo arti Sistem? =)
Yakin nih mau Bikin Arti lagi??
Seperti bikin Arti Logika dulu??
Saya sudah katakan, cari arti Logika..
Eh kamu malah seenak alis kamu Ngartiin sendiri.. =)
Akhirnya dibuat malu deh sama Lovepassword yang mengutip arti Logika dari Pakar.
Ini juga kamu katakan Salah. =)
Copy Paste pikirannya Pakar kamu bilang Salah.
Terus ditambah lagi, yang kamu Salahkan adalah yang Mengutip.
Kalo mau Salahin, ya Pakarnya dong yang Disalahin kalee.. =)
Lovepassword cuman Copy Pastee..
Salah dimananyaa? =)
Ngemeng tuh sama Pakarnyaa, Salahin deh tuh dia.. =)
..
Hehe..kalian ini =)
Ngga salah juga ya kalo ada Mualaf yang bilang dia awalnya (saat masih jadi Kristen) memperhatikan pada SETIAP Debat Islam dengan Kristen di Internet, Islam selalu yang Masuk Akal penjelasannya. =)
..
Kalian ini.
Dari Doktrin sampe Pemikiran Beginian kalian Bela Abiisshhh.. =)
..
Yah kalian bisa pilih tetap Memegang Teguh Iman kalian sih..
Tapi apa ngga takut yang Dipegang Teguh itu Salah (jadi kaya Binatang Ternak gitu, cuman Insting aja, ngga Pakai Akal..).
..
Semoga kita termasuk orang-orang yang Berpikir Jujur.
..
Salam kasih dalam kesejatian cinta kasih yang tidak munafik.
To nitt…
Mana definisi Iman dan Logika anda…
He he he… anda tahu tong kan?
Kalau di ketok tuh…, nyaring benar…
Teriak sana dan sini tapi isinya kosong…
Kalau tong itu berisi…, pasti dia akan kasih definisi Iman dan Logika.
Salam.
Ps. Saya ragu tuh, tong-nya berisi…, menurut anda?
Lihat saja dulu…, dari tong itu keluar definisi Iman dan Logika ngak?
@imankristen 86 : Saya takut ? Hi Hi Hi , kayaknya kamu tipe manusia yang bangga ya kalo ada orang lain takut sama kamu. Hi Hi Hi. Sama genderuwo saja saya nggak takut apalagi sama manusia imut-imut seperti kamu. Sudah imut-imut, baik hati, ramah dan tidak sombong lagi. Coba jelaskan mengapa saya harus takut sama manusia sebaik kamu ???
Saya setuju case close itu dalam rangka menanggapi komentar kamu nomor 85 : Kamu kan bilang kamu mau masuk ke point lain yang lebih penting. Ya saya berikan kesempatan ke kamu. Point ini kita tutup saja, terus kita masuk topik lain. Maksudku gicu lho. Lho kok kamu malah ngomel-ngomel sama aku. Hik Hik. Bukannya kamu sendiri yang pengin masuk ke point yang lebih penting. ???
@imankristen dan jelasnggak : Jadi anda menganggap bahwa “pemahaman saya” terhadap pendapatnya Thomas Aquinas itu salah, terhadap pendapatnya Romo Magnis itu juga salah ya ? Intinya kamu mau maksa bilang kalo logika tidak boleh dipake dalam pembicaraan kita ini. Hi hi hi. Anakku..anakku. Kalian ini benar-benar keras kepala. Hi Hi hi. Apa kamu nggak malu tulisan kamu itu dibaca seluruh pembaca kristen dan Katholik. Apa kamu anggap mereka itu bodoh semua sehingga tidak tahu pendapatnya Thomas Aquinas. Hi hI hI
Ya karena kamu menyerang saya dari sisi itu. Sekarang coba kamu tunjukkan kesalahpahaman saya terhadap pendapatnya Thomas Aquinas dimana. Sekarang saya ingin tahu apa pemahaman kamu terhadap pendapatnya Thomas Aquinas, terhadap bukunya Romo Magnis.
Saya tahu ada kemungkinan saya ini salah sehingga saya copi paste berikut nomor halamannya. Tujuannya tentu kalo saya salah, ada yang bisa memberitahu saya, pada bagian mana saya salah menafsirkan.
Karena kalian ini pinter, silakan kalian tunjukkan pada saya, pada seluruh pembaca blog anda ini – pemahaman anda terhadap pendapatnya Thomas Aquinas dan Romo Magnis. Saya malah sangat tidak yakin kalo kalian sudah membaca. Hik Hik hik. Paling-paling kalopun pernah ya baru kemarin-kemarin setelah shock, saya beri hadiah.
Yang saya tanyakan saya rasa jelas : Silakan kamu uraikan pemahaman kamu terhadap pendapatnya Thomas Aquinas dan Romo Magnis Suseno. Kamu bilang pendapat saya salah kan ?
Tunjukkan pada saya, pada bagian mana saya salah paham pendapatnya Thomas Aquinas dan Romo Magnis.
Saya minta tutup itu sebenarnya bukannya karena saya sombong, lalu merasa menang. Gicu lho. Tapi karena saya sadar bahwa perdebatan kita ini kurang berguna. Karena toh masing-masing sebenarnya juga berpegang pada iman dan juga menghargai logika. Karena saya lihat ada persamaaan yang cukup besar walaupun memang ada sejumlah perbedaan maka saya setuju kasus ini ditutup. Apalagi kamu katakan kamu ingin masuk ke point yang lebih penting. Alasan saya sebenarnya itu. Makanya saya sekarang ini malah jadi agak heran. Mengapa kamu malah kelihatannya begitu emosional, seperti ayam kecepit pager.
Kamu kalo ngomong lebih kalem nggak bisa ya ? Tarik napas dalam-dalam terus mikir , kalem. Gampang kan? Jangan ngomong blukutuk-kutuk yang nggak ada hubungannya. Weleh-weleh. Lha wong saya setuju dengan keinginan kamu kok kamu malah ngomel-ngomel. Saya memberikan kesempatan ke kamu untuk menjelaskan topik yang menurut kamu penting, kok bisa-bisanya kamu malah ngomel-ngomel.
Aku yang gendeng, apa kamu yang barusan salah makan obat ya ?
Sekali lagi ya kalo aku bilang case close tidak sama artinya aku merasa menang, sehingga kamu berhak dongkol. Tapi karena saya merasa sudah ada titik temu yang cukup baik. Gicu lho. Jangan mudah ngambek dong, sayang. Perasaan dibandingkan dulu, aku sekarang lebih ramah deh sama kamu. Hi Hi Hi.
SALAM
Tuhan Memberkati.
Eh ngomong2 Di blognya BOS Daeng juga lagi membahas Thomas Aquinas lho. Just Info. Silakan ngintip bagi yang minat. Bagi yang enggak ya silakan.
http://kemanusiaan.wordpress.com/2008/10/17/argumen-kosmologi/
To lovepassword…
He he he….
Setelah saya lihat-lihat…, sepertinya saya “mungkin” terlalu banyak “memberi” konsep saya dengan detail…, sedangkan anda hanya “buram” dan tidak jernih.
Saya akan tuliskan “pemahaman” saya terhadap Santo Thomas Aquinas…, setelah itu…, he he he… harap anda berikan kemampuan terbaik anda….
Untuk pakar-pakar Kristen yang membaca tulisan saya berikut ini, hormat saya untuk anda semua.
Aristoteles (384-322 SM): Manusia berbeda dari binatang karena manusia mempunyai rasio. Manusia adalah makhluk rasional. Manusia satu-satunya makhluk yang dapat berpikir, melakukan analisis dan dapat berlogika.
Santo Agustinus (354-430 M): Nissi creditelitas non-Intelegetis (source: LXX-Septuaginta).
“Jikalau engkau tidak percaya, maka pasti engkau tidak akan mengerti” (source: Yesaya 7:9).
Iman kepercayaan menjadi dasar pengertian. Ada integrasi antara Iman dan Pengertian, bahwa Iman tidak membunuh Rasio. Kuncinya: Karena percaya, maka aku mengerti, dan karena aku mengerti, maka aku dapat semakin percaya lagi, begitu seterusnya…, semakin “melimpah”.
Catatan: Santo Agustinus disebut dengan julukan “Bapak Gereja”.
Santo Thomas Aquinas (1225-1274 M): Menggabungkan Aristoteles dan Agustinus…, tetapi lebih mendewakan filsafat (Aristoteles). Mengakibatkan perbedaan antara Thomas Aquinas dan Agustinus.
Perbedaannya:
1a. Agunias mengagungkan pemikiran Aristoteles (filsafat) menjadi suatu kebenaran.
1b. Agustinus mengatakan filsafat adalah hamba dari teologi (kebenaran). Catatan: Agustinus hampir 10 tahun tersesat dengan filsafat Manicheisme sebelum ia bertobat.
2a. Aquinas menyatakan pencemaran dosa, hanya sampai wilayah kemauan saja, tidak sampai menyentuh wilayah rasio. Sehingga ada unsur rasio yang masih netral dan bisa mencapai/mengerti Allah.
2b. Agustinus: Manusia total sudah tercemar. Ini berarti tidak ada bagian yang tidak tercemar termasuk juga rasio didalamnya (Roma 3:11). Jadi Iman adalah dasar dari pengertian. Jadi Iman menjadi dasar untuk mengenal Allah, bukan rasio.
Jadi…, dalam penjelajahan mengenal Allah dengan mempergunakan Rasio, ada perbedaan antara saya dan Santo Thomas Aquinas. Saya lebih mengikuti Santo Agustinus.
Semoga anda mengerti.
Sekarang…, coba jawab 91#imankristen, mengenai definisi Iman yang anda katakan tidak boleh “dibalik”.
Saya tunggu.
Salam.
@nitt. #114
Kamu :
===> ha ha ha..
Wues jan jaaannn kamu ini nitt…
Itu mah bukan bakat strategis..
Itu mah kamu melakukan kesalahan pemikiran (seperti yang saya tulis di posting saya itu)..
(salah satu dari primbons aristoteles, …makanya berulang kali saya katakan… kamu ini ngomong mengerti aristoteles ini itu…. tapi ya cara ngomong kamu udah melanggar primbon aristoteles itu… Lha ya ini salah satu contoh kamu sedang ngaco itu …he he he)
Mau tau apa kesalahan pemikiran kamu itu?
Boleh aja sih.. tapi dagunya itu lho bwa ha ha ha ha ha…
..
..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
salam.
@ImanKristen #114.
Wuidih….
Penjelasan kamu Jelas banget tuh…
Mata saya jadi terbuka nih he he he
Saya jadi menimba ilmu banyak sekali ini.. Thanks .
JELAS dan TEPAT..
salam.
@Lovepassword #117.
Kamu itu kedengarannya ngefans banget sih sama si daeng itu…
Dia mah ngga ada apa-apanya… semua tulisannya menyadur…
menurut saya sih… dia itu atheis cuman ikut-ikutan biar dibilang keren.. he he he he…
Di tanya ini itu ngga mau respon…. malah ngajak chatting.. he he he.
(inget seseorang di sini yang ngajak 1 on 1 he he he)
Salam.
ps. Menurut saya, daeng sama nitt ya mendingan nitt..
(karena kalau ngomong sama nitt ya saya suka ketawa ketiwi sendiri… kikikik)
@nitt.
Contoh kesalahan pemikiran dari aristoteles..(yang jelas-jelas kamu lakukan … meskipun pernah bilang tau aristoteles ini itu..he he he) :
ini kamu lagi saya ajarin nitt.. biar lain kali kalau ngomong ngga diketawain..(kurang baik apa cuba?)
..
Semoga kamu menemukan Yesus sebagai juruselamat.
Salam
@lovepassword #116.
==> love… love…
Kamu belum memahami KESELURUHAN ide dari kedua tokoh itu..
Itu maksudnya…
..
..
Semoga kamu diberi kesempatan mengenal Yesus Juruselamat, lebih dalam lagi.
salam.
@jelasenggak
Kamu katakan :
(sekali lagi) Bisa tuliskan disini saya ngomong apa tentang Aristoteles?
“Ini itu”?
“Ini itu” apa?
..
Sejauh ini Jawaban kamu adalah :
@jelasenggak
Ups.. =)
Biasa kecepetan Ngetik =)
Saya benerin =)
..
Kamu katakan :
(sekali lagi) Bisa tuliskan disini saya ngomong apa tentang Aristoteles?
“Ini itu”?
“Ini itu” apa?
..
Sejauh ini Jawaban kamu adalah :
Dan saya percaya Semua orang yang punya akal akan mengerti bahwa Pertanyaan-Jawaban ini Ngga Nyambung.
..
Jawab aja yang bener.
Copy Paste tulisan saya yang kamu katakan itu disini.
..
Yah itu tentu saja kalo kamu Berani ya..
Saya Sangat Yakin kamu ngga akan berani copy paste kata-kata dia, kemudian mulai ngemeng ini itu deh..
Seperti biasa lah.
..
Salam kasih dalam kesejatian cinta kasih yang tidak munafik.
@jelasenggak
Maaf, sehubungan posting saya :
Saya teringat..kata2 tepatnya bukanlah “Masuk Akal Penjelasaanya”, kata-kata tepatnya adalah “Menang”.
..
Maaf lupa. =)
..
Salam kasih dalam kesejatian cinta kasih yang tidak munafik.
@imankristen
Kamu katakan :
Berarti Benar kan yang saya katakan kalo kamu bilang Pemikirannya Thomas Aquinas salah.. =)
..
Gini aja susah amat. =)
..
Salam kasih dalam ketidakmunafikan.
@imankristen
Kamu katakan :
Coba kamu tanya Jelasenggak deh.
Kok saya pikir dia tau ya siapa kristiani yang pernah ngomong begitu dulu di Agamaku? =)
..
Salam kasih dalam ketidakmunafikan.
@ imankristen #113
Yiahahahhaaaa……maaf tambah dikit jadi 1500x
akhirnya kata2 loon buat “si jelasnggak” keluar juga dari temen sehatinya mas iman ini……..
skak mat lu jel……
Maaf mas dlm postingan diatas, saya tdk pernah menuduh mas yg menulis tapi mempastekan tulisan si jel di agamaku itu loh……..
hmmmmm…..
tanda2 perpecahan dua sahabat kental ini lambat laun mulai tampak……….
***wait crash mode = on***
Salam
Kalo diskusi dari hati dan berpikir yg “jernih” hasilnya memang laen yah……….
Salam
ups #129
……………..dari mas iman buat temen sehatinya (kanca kental).
@nitt.
Udah S2, maunya masih disuap terus…
mikir dikit napa..?
..
..
Mau saya kasih tau?
Ya udah ..
dagunya diturunin dulu…
Kan udah saya bilangin.. dari dulu-dulu..
Mau ngga nih.. he he he
..
.
semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
salam
ps. Emang di diskusi terbuka kamu ngga pernah ngomong tentang aristoteles ya..? je he he he
@animemouse..
hi hi hi..
kamu ngomong apa sih.. he he he he
kok keliatannya serius banget ya ha ha ha..
@imanKristen.
Layanin aja terus adik kita ini..ha ha ha.. biar seneng,…
salam..
@animemymouse.
Kamu ngomong dulu deh yang banyak di sini..
Biar saya tau level pikiran kamu sampe mana…
Setelah itu baru saya akan putuskan apakah akan merespon kamu atau nggak.. he he he..
btw. punya temen di ICMI.? he he he
(yang ada disini paling banter S2… itu juga udah “ketahuan”)
salam.
@Kristiani
Sudah lah.
Saya yakin,
Bahwa jauh di lubuk hati kalian,
Kalian sadar,
Bahwa kalian Tidak Punya Apa-Apa selain Iman kalian.
..
Dan kalian Bangga dengan Hal itu.
..
Hidup kalian sih. =)
..
Salam dalam kesejatian cinta kasih yang tidak munafik.
@jelasenggak
(sory kelewat)
Kalo Komunitas Surganya Lia Eden menjanjikan keselamatan,
Kamu mau ikut?
..
Gimana?
Cinta Kasih udah.
Menjanjikan Keselamatan udah.
Apa lagi?
Nunggu yang Mukjizat-mukjizat yang seperti Jesus??
Kalo itu juga Lia Eden bisa..
Mau ikut??
Atau mau Mikir apa lagi hayo..? =)
..
Salam kasih dalam ketiadaan sifat Munafik.
@All
Tentang Paquita.
Paquita Wijaya, itulah namaku. Sejak lahir aku memeluk agama Kristen Protestan. Kesempatan pernah mengenyam pendidikan Barat di Parsons School of Design New York, membuat cara berpikirku sangat rasional. Apalagi aku dibesarkan dalam kultur keluarga yang demokratis. Termasuk dalam menyikapi agama. Namun setelah rasioku ditundukkan oleh kenyataan bahwa kekuasaan Allah itu benar ada, aku pun bersyahadat dan masuk Islam.
Sudah lama aku tertarik dengan Islam. Kupikir, ini agama yang paling rasional. Perlahan, aku tertarik dengan ritual Islam yang dijalankan Tanteku, seorang muslimah yang sempat tinggal bersama keluargaku. Tapi hingga suatu saat aku suting di pulau Nias, Sumatera Utara, aku belum juga memeluk Islam.
Inilah awalnya….
Pulau Nias tiap hari diguyur hujan lebat, disertai angin dan badai. Dua bulan tim kami terperangkap di pulau itu. Tak ada pesawat yang berani terbang di tengah cuaca buruk. Padahal, aku harus segera ke Jakarta.
Kepada teman-teman aku bilang, “Kalau hujannya berhenti, aku akan sholat.” Pernyataan itu muncul spontan. Eh, tiba-tiba saja hujan berhenti. Sungguh menakjubkan. Hujan sederas itu benar-benar berhenti sama sekali, dan cuaca langsung cerah.
Akupun bisa tiba di Jakarta tanpa kesulitan. Walaupun aku berulang-ulang ditunjukkan ’sesuatu’ yang sebelumnya tidak kupercayai, toh aku tidak langsung masuk Islam. Rasioku berkata, “Bukankah semua itu terjadi karena kebetulan saja.”
(nitten’s note : paragraf di atas lah yang saya maksudkan dengan “Hidayah datang hanya bila kita izinkan ia datang”)
Hari-hari pun berjalan lagi. Membuat musik, mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) serta rutinitas lainnya. Namun sejak itu aku kerap memimpikan hal yang menurutku aneh. Misalnya aku mimpi bertemu, bersapa-sapa dengan ayah temanku yang sudah meninggal.
Meski aku mengenalnya dengan baik, menurutku ini agak aneh. Yang paling seram, aku mimpi dicekik berkali-kali, sampai sesak nafas tanpa bisa berbuat apa-apa. Gara-gara itu, tiga hari aku tak berani memicingkan mata.
Kutemui teman-temanku yang muslim. Kutanya mereka tentang cara ampuh mengusir mimpi buruk. “Surat apa yang kamu hafal?” tanya mereka, sambil menyebut beberapa nama surat dari Al-Quran. Kujawab, “Kecuali Al-Fatihah, tak ada yang lain.” Lantas mereka menyuruhku membaca Al-Fatihah tujuh kali menjelang tidur. Sungguh, sejak saat itu aku tak mimpi aneh-aneh lagi.
Lain waktu aku bermimpi didatangi banyak orang. Mereka minta bantuanku. Ingin sekali aku menolong mereka tapi tidak berdaya. Tahu-tahu, dalam mimpi itu seperti ada yang menggerakkanku untuk sholat, hal yang sebelumnya tidak pernah kulakukan. Entah bagaimana, setelah sholat, aku jadi mempunyai kekuatan menolong orang-orang malang tadi. Dan ada kelegaan sesudahnya.
Akhirnya aku sampai pada suatu perasaan kekeringan hati. Dalam agamaku saat itu, aku tak merasakan suatu spirit. Katakanlah keimanan. Aku teringat saat-saat aku mengikuti tanteku berpuasa di bulan Ramadhan, saat itu aku masih seorang Kristen. Tapi pengalaman batin yang kurasakan sungguh istimewa.
Demikian pula pengalaman batin yang kurasakan saat pelan-pelan aku mulai lancar melafalkan Al Fatihah, karena kerap menyaksikan Tanteku menunaikan Sholat. Aku pun sampai pada kesimpulan yang bulat. Iman Islam inilah yang mengantarkanku pada sebuah kedamaian batin. Kesejukan iman Islam ini menyirami jiwaku.
Dua tahun kujalani proses perenungan itu, akhirnya aku mengikrarkan keIslamanku di sebuah masjid kecil di Jalan Kenari. Di hadapan seorang ustadz, kenalan seorang teman. Saat kuucapkan dua kalimat syahadat, aku tak mengalami kesulitan.
Selesai bersyahadat, hatiku lega. Hari-hari selanjutnya, semakin intens aku memperdalam Islam lewat buku karena aku tak sempat ke pengajian. Selain itu, aku juga belajar dari ibu pacarku yang memang seorang mubalighah di Solo.
Semula orang tuaku mengira aku masuk Islam lantaran pacarku, yang kebetulan seorang muslim. Demi menjaga niat keIslamanku, aku putus dengan pacarku ini. Hingga akhirnya aku menikah dengan seorang muslim lainnya. Ia pun rajin beribadah. Melihat dia sholat, rasanya hati ini senang tak terperi. Aku bangga memilih dan dipilih menjadi muslimah.
..
Mau Baca sudut pandang Muallaf tentang Islam?
http://swaramuslim.net/islam/weblog.php?id=C0_44_4
..
Semoga kita semua mengizinkan Hidayah masuk kedalam hati kita. Amin.
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang ihklas.
@imankristen 118 : Saya senang dengan pendapat kamu yang ini. Intinya kamu secara terbuka berkata bahwa ada sisi pendapatnya Thomas Aquinas yang tidak bisa kamu terima. Karena anda lebih menyukai pendapatnya Santo Agustinus. Saya sudah mengatakan bahwa saya menghargai anda ketika anda kemarin2 secara tidak langsung (tidak seterbuka pada nomor 118 ini ) juga mengatakan itu. Saya lebih menghargai anda hari ini karena anda mengatakan itu secara jelas sehingga posisi diskusi kita juga menjadi lebih tegas.
Tetapi saya rasa anda tentu bisa menerima juga bahwa pendapat Thomas Aquinas juga merupakan salah satu pendapat yang masih bisa diterima oleh banyak orang Kristen yang lain.
Intinya kalopun anda tidak setuju dengan pendapatnya Thomas Aquinas karena anda mengikuti tokoh lain. Anda tentu masih cukup berbesar hati dengan menerima bahwa orang Kristen yang lain yang mengikuti logikanya Thomas Aquinas juga ada cukup banyak. Dan itu sah-sah saja bukan ??? Itu bagian dari keanekaragaman pendapat dalam suatu agama. Dan saya rasa sama-sama masih bisa dibenarkan.
Dari sisi ini, maka kamu tentu tidak bisa mengatakan saya tidak paham dengan Thomas Aquinas karena kenyataannya pendapat saya memang mengutip dari Thomas Aguinas.
Hanya saja anda memang tidak setuju dengan pendapat Thomas Aquinas (karena anda lebih suka dengan pendapatnya tokoh gereja yang lain) sehingga akibatnya maka wajar bila anda juga tidak setuju dengan pendapat Nitten dan saya. Anda setuju dengan saya sampe di sini ?
Yang namanya keanekaragaman pendapat memang selalu saja ada – tidak saja antar agama tetapi juga dalam suatu agama. Ini bisa terjadi dalam agama apa saja, baik dalam Kristen maupun Islam. Dalam Islam pun “pertempuran ide” antara pihak yang mencoba melihat Tuhan dengan rasio/filsafat serta pihak yang melihat dengan iman – tentu juga ada sejak lama.
Tidak semua orang (terlepas dari agamanya apa) suka bila pembahasan tentang Tuhan dikaitkan dengan logika/filsafat. Karena itu saya katakan saya bisa menerima jika anda lebih menekankan iman, ketimbang logika. Meskipun menurut anda logika juga penting.
Tetapi sejak awal yang ingin saya tunjukkan di sini kan bukan pendapat siapa yang lebih benar. Saya cuma ingin menunjukkan bahwa ada sisi lain dari suatu agama yang mungkin saja berbeda dengan sisi yang kita pegang. Dan sisi itu masih sangat mungkin juga diakomodir atau diterima (tidak dianggap bidah) oleh mayoritas umat dalam masing-masing agama. Saya berkali-kali menunjukkan ini bukan?
Saya sangat yakin anda tidak akan mengatakan bahwa pengikut Thomas Aquinas itu sesat bukan ? Itu bagian dari keanekaragaman pendapat yang saya yakin masih sama-sama bisa kita terima .
Karena itulah saya tawarkan berkali-kali ke anda : case close. Ini bukan berarti saya mengecilkan anda atau menganggap saya menang dari anda.
Tetapi karena saya pikir : Ini bukan masalah besar bagi kita semua.
Kalopun ada perbedaan pendapat menyangkut iman versus logika, apakah logika bisa dipake menuju Tuhan atau tidak ? maka dalam agama baik Islam maupun Kristen, itu masih termasuk dalam keanekaragaman yang tidak akan meruntuhkan iman masing-masing.
Keanekaragaman yang masih bisa diterima oleh mayoritas aliran dalam Islam dan Kristen. Keanekaragaman yang bila ini terjadi dalam agama masing-masing – biasanya dianggap cukup kecil sehingga tidak akan menimbulkan perdebatan berkepanjangan seperti saat ini.
Bahkan dalam beberapa kasus, dari beberapa buku, maupun artikel yang ditulis oleh pakar Islam dan Kristen mengenai keberadaan Tuhan, saya melihat bahwa mereka mengakomodasi semua ide ini.
Artinya mereka menganggap bahwa konsep Tuhan itu memang terkait dengan iman tetapi di sisi lain mereka juga menganggap bahwa konsep adanya Tuhan itu juga konsep logis. Tidak bertentangan dengan logika.
Karena saya tahu ini makanya saya berani berkali-kali menawarkan voting di gereja anda. Karena saya sadar bahwa orang Kristen yang setuju dengan pendapatnya Thomas Aquinas ada cukup banyak.
Masalah yang lain yang kamu tanyakan mengenai tidak bisa dibalik:
Intinya saya katakan bahwa saya setuju dengan anda bahwa iman tidak terkait dengan pembuktian. Tapi jangan lupa bahwa logika pun juga sebenarnya tidak terkait dengan pembuktian. Dan pendapat saya ini dibenarkan oleh pakar2 logika termasuk pakar2 logika Kristen. Intinya saya mau ngomong itu. Jadi kalo ada pendapat bahwa hanya iman yang tidak terkait dengan pembuktian saya tidak setuju karena logikapun sebenarnya juga tidak menuntut adanya bukti. Anda bisa mengecek referensi saya.
Kalopun anda tidak setuju dengan referensi saya karena anda memilih berpegang pada pendapat tokoh lain. Saya rasa anda juga tidak bisa menaifkan begitu saja bahwa pendapat saya dan pendapatnya Nitt soal logika ini juga termasuk pendapat yang masih “sangat bisa diterima” oleh orang2 Kristen, bahkan oleh pakar2 Kristen. Karena itu anda juga tidak bisa menyepelekan pendapat ini begitu saja.
Karena itu kalo menurut saya kita katakan saja seperti ini :
Perbedaan pendapat dalam kasus pemakaian iman dan logika ini – memang ada dalam masing2 agama. Saya tidak setuju dengan pendapat kamu meskipun saya tahu bahwa pendapat kamu pun masih termasuk pendapat yang “legal” dalam agama saya. Termasuk dalam keanekaragaman pendapat yang masih bisa dianggap “sama-sama dianggap benar” dalam intern satu agama.
Meskipun demikian saya tetap memilih berpegang pada pendapat saya.
OK, Bos…
Kalo saya tawarkan case close sekali lagi , anda setuju atau pengin terus
SALAM
Tuhan memberkati.
@ ALL
liat tuh komen iman kristen #113
terus…….
liat komen si jelasnggak di Salib Lambang Keselamatan #51 (agamaku),
jgn ikutan ketawa nggak jelas loh ya……..
@jelasnggak 133, 134
level…………?????
tingkatan level tertinggi ngeles…..??????
emang ngerasa udah expert ya……..
ya ya yaaaaa……..
Salam
@ nitt
Kalo cerita itu emang elu, salam buat mami kusnah yaaa……
Salam
To All Muslim…
Kasus Rasul…
Mangkanya…., saya sudah bilang…, tanya dulu maksudnya apa.
Apakah saya Rasul? Ya dan Tidak.
Ya: Dalam rangka menyebarkan ajaran Kristus.
Tidak: Dalam rangka jabatan.
Setelah Alkitab lengkap…, tidak ada lagi nabi, rasul dan sebagainya.
Apa tugas/fungsi rasul? Menyebarkan ajaran Kristus. Ini betul 100%.
Kalau saya menyebarkan Injil, jadi bagaimana?
1. Menyebarkan Injil disebut rasul.
2. Jabatan rasul tiada lagi setelah Alkitab lengkap.
Mana yang benar? 1 atau 2?
Keduanya benar. Titik temunya di Fungsi dan Jabatan.
Jaman Yesus hidup, maka jabatan rasul = fungsi rasul.
Jaman sekarang adalah fungsi rasul.
Apa beda jabatan dan fungsi?
Fungsi lebih ke tugas.
Jabatan lebih ke otoritas tinggi, sehingga boleh menambahkan isi Alkitab yang sudah sempurna.
Kalau jaman sekarang:
1. Fungsi rasul masih ada, karena tugas rasul masih diteruskan hingga saat ini.
2. Jabatan rasul sudah tidak ada, karena Alkitab sudah lengkap.
Anda kutip tulisan mengenai Rasul jaman sekarang dikaitkan dengan pengabaran injil?
Secara fungsi masih ada.
Secara jabatan? tidak ada lagi.
Tinggal lihat konteksnya.
Banyak sekarang orang yang mengabarkan injil tapi menambahkan dengan mimpi ke sorga dan sebagainya. Ini yang sudah tidak boleh lagi.
Semoga anda jelas mengenai ini semuanya.
Salam.
@jelasnggak 121 : Saya cuma berharap semua pemeluk agama tidak terlalu overPD. Bukannya nggak PD lho ya, tapi biarpun PD jangan sampe over gicu lho.
Saya salut kamu masuk dengan cara yang santun sehingga memperoleh tanggapan yang lumayan baik pula. Masalahnya saya sering geli-geli sekaligus prihatin dan kasihan kalo melihat ada seorang yang merasa pakar agama sekaligus pakar evolusi ( merasa lho – kenyataannya ya entahlah) tiba-tiba masuk forum dengan semangat 45 langsung melakukan serangan brutal dengan bahasa yang brutal pula, lalu endingnya malah mempermalukan diri sendiri. Bagaimanapun saya ini pemeluk agama, tentu ada rasa prihatin dan kasihan juga kalo melihat kondisi seperti itu diforum-forum.
Saya tidak mengatakan bahwa atheis lebih pinter dari kita pemeluk agama, tetapi harap kita perhatikan juga :
menurut saya pengalaman atheis sangat mungkin “lebih banyak ” ketimbang pemeluk agama terutama di Indonesia. Mengapa ? Ya karena kebanyakan atheis pernah mengalami menjadi theis dulu, sedangkan lebih sedikit theis yang pernah punya pengalaman jadi atheis. Artinya sangat mungkin para atheis memahami ajaran agama secara cukup baik, dan sisi lain kita tidak punya pengalaman yang cukup untuk berdebat mengenai teori evolusi, filsafat non Ketuhanan, dsb.
Saya tidak mengatakan kamu tidak tahu teori evolusi, filsafat dsb, tetapi yang saya katakan adalah secara umum itu memang bukan makanan sehari-hari pemeluk agama. Itu justru makanan mereka. Karena itu dalam kasus apapun, saran saya sebaiknya kita tetap kalem. Tetap percaya diri tetapi jangan sampe menjadi overPD.
Apalagi kalo alasannya satu pertanyaan belum dijawab.
Lalu merasa diri hebat, karena dia nggak bisa menjawab pertanyaan saya. Weleh-weleh. Yang bener saja bro…Hik hik. Jangan kebesaran gaya ah.
Sekedar info untuk kamu : Si Daeng itu posting kalo nggak salah seminggu sekali dan berikut membalas komentar. Itu pun kalo dia nggak sibuk atau keluar kota. Jadi sekali posting dan sekali komentar langsung numpuk, banyak banget. Hi hi hi.
Ngomong2 pertanyaan kamu sekarang sudah dijawab lho.
SALAM Mister jelasnggak
Tuhan memberkati
137#nitt
He he he…., mau adu banyak-banyakan kesaksian? Tuh…, kebenaran sejati dari FFI…, banyak sekali muslim murtad disana.
Sebagai seorang S2, anda pasti tahu cara berargumentasi dengan lawan bicara anda.
Kalau anda mau “menyerang” kristen…, gunakanlah referensi Kristen. Jangan referensi islam mengenai kristen.
Kenapa? Karena anda berbicara bukan dari sudut pandang “lawan bicara” anda.
Ketika saya mau menyatakan “kelemahan islam” saya gunakan tulisan resmi dari kaum muslim, bukan tulisan orang kristen mengenai muslim.
Disini kita berbeda dalam cara berdiskusi…, makanya saya seringkali mengerti maksud anda dengan mudah…, tapi anda sulit mengerti maksud saya…
Ini hanya cara belajar…., apa S2 luar negeri belum diajarin cara belajar seperti ini?
Salam.
To lovepassword…
He he he… anda takut ya?
Saya akan terus jernihkan argumentasi anda mengenai iman dan rasio.
Jangan lari…, anda sendiri sudah sesumbar tidak akan lari…
Ok…, jadi hadapi saja untuk berdiskusi dengan D E T A I L.
Quote 91#imankristen:
Ditunggu komentar anda.
Tidak ada lagi abu-abu…, hitam adalah hitam dan putih adalah putih…
Anda benar atau saya benar. Pilih salah satu, karena kedua argumen itu sudah berlawanan.
Salam.
@imankrsiten
Kamu katakan :
Yuk.
Berikan link kamu.
Berani? =)
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang jujur (tidak munafik).
To nitt…
Anda quote tulisan saya:
Lanjutan tulisan saya:
Salam.
Pesan: Untuk perbandingan Islam-Kristen, akan saya buatkan khusus blog untuk itu. Sepertinya blog ini akan dikhususkan untuk materi ajaran Kristen.
Atau anda bisa berikan link anda di http://belajarmuslim.wordpress.com
To 135#nitt
He he he… anda kan tong yang berisi?
Keluarkan dong dari tong itu isi definisi mengenai Iman dan Logika?
Iman adalah….
Logika adalah…
Salam.
@imankristen 144 : Ya ampun, astaganaga lidah buaya. Lagi-lagi kamu ngomong saya takut. Hik hik. Bisa tak kasih award elo hik hik. Mungkin kamu itu tipe anak genderuwo yang seneng ditakuti orang ya ? Sampe segitunya berkali-kali ( coba berapa kali ??) ngomong saya takut sama kamu.
Sudah saya bilang kalo kamu ini anak imut-imut bukan anak genderuwo sehingga nggak bakal ada manusia normal yang takut sama kamu. Lha wong aku sama anak genderuwo saja nggak takut kok apalagi sama kamu. Iya kan? Coba kamu jelaskan lagi apa sih bagian dalam diri kamu yang membuat orang lain harus takut sama kamu. Kamu nggak PD ya sama diri kamu sendiri. Andai kamu itu sedemikian menyeramkan juga – saya cukup yakin kok kalo saya nggak bakal takut sama orang sebaik kamu.
Yang ngomong iman = ayam siapa sih ? Kapan juga aku pernah ngomong iman = ayam? Ha ha ha
Kalo saya ngomong iman = ayam, saya bisa dimarahi umat beragama seluruh bumi, bukan cuma kamu saja temanku. Weleh-weleh.
Yang saya katakan itu seperti ini :
Iman tidak harus dibuktikan – ini benar
tetapi jangan lalu diartikan kalo semua yang tidak bisa dibuktikan selalu adalah iman.
Lha yang bukan iman yang juga nggak terkait dengan pembuktian, misalnya apa ? Ya logika pun juga tidak terkait dengan pembuktian kan?
Saya sudah tunjukkan referensinya kan? Pakar2 logika Kristen juga mengatakan kalo logika tidak terkait dengan pembuktian.
Lha masalahnya kan intinya di sini. Kamu tidak bisa menerima bahwa logika juga tidak terkait dengan pembuktian.
Lha kalo kamu nggak bisa menerima ya itu urusan kamu sendiri, lha wong saya sudah tunjukkan baik-baik referensi saya kok. Kalo kamu nggak terima dengan referensi saya atau kamu punya referensi lain yang ngomong kalo logika itu harus dibuktikan ya silakan saja kamu tunjukkan. Intinya kan di situ.
Lha agar memudahkan kita lebih memahami saya beri analogi :
Ayam adalah binatang – ini benar
tetapi jangan lalu diartikan kalo semua binatang adalah ayam.
Lha binatang yang bukan ayam, misalnya apa ? Ya kuda, kan bukan ayam, iya kan?
Saya rasa analogi saya cukup jelas. Setiap analogi memang punya keterbatasan – ini benar . tetapi saya rasa analogi saya cukup baik dalam menggambarkan kondisi pembahasan kita saat ini.
Saya perjelas lagi ya : Mudah-mudahan anda lebih jelas sekarang.
Iman tidak terkait dengan pembuktian
logika tidak terkait dengan pembuktian
Jadi yang tidak terkait dengan pembuktian bukan cuma iman saja
Analogi saya :
Ayam itu binatang
Kuda itu binatang
Jadi yang binatang bukan cuma ayam saja.
Mudah-mudahan anda lebih jelas memahami maksud saya.
Intinya : anda masih belum bisa menerima kalo logika itu juga tidak terkait dengan pembuktian.
Itu tentu hak anda. Anda boleh berbeda pendapat kok termasuk berbeda dengan para pakar sekalipun. Tapi dasar argumentasi saya tentu juga tidak bisa anda anggap lemah. Karena saya punya referensi yang cukup baik bahkan termasuk pendapat pakar2 logika kristen mengenai masalah ini. Masalah anda masih kurang setuju ? Ya sekali lagi silaken-silaken saja.
Kamu ngomong : Tidak ada wilayah abu-abu ? Hi hi hi. Anda itu ternyata lumayan fundamentalis ya ? Tuhan saja menciptakan warna abu-abu juga lho. Saya sudah berusaha maju mundur ngomong yang kalem-kalem lho bos. Hik Hik.
Karena menurut anda tidak ada wilayah abu-abu – jadi anda mau ngomong terus terang bahwa Santo Thomas Aquinas itu sesat di mata anda, karena anda memilih berpegang pada pendapatnya Santo Agustinus. Anda mau ngomong gicu ya ?
Lha kalo memang dianggap sesat kok malah diberi gelar Santo ya ?
Tadinya saya pikir ini keanekaragaman pendapat biasa yang masih bisa diterima dalam satu agama. Tetapi tidak saya sangka kalo endingnya malah lebih parah.
Anda sampe segicunya mempertahankan harga diri anda bahkan sampai menganggap sesat pendapat Santo besar gereja. Astaganaga. Abrakadabra. Terlanjur basah ya sudah nyemplung sekalian. Hi Hi hi. Padahal saya sudah menawarkan jalan win-win solution bagi kita semua lho. Hik Hik.
Tapi hak anda sepenuhnya untuk berkeyakinan apapun. Ya silakan saja kalo gicu. Itu hak anda.
SALAM.
Tuhan memberkati
To Lovepassword…
Lho…, anda ambilnya dari tulisan saya sendiri…
Iman adalah dasar dari pengertian/logika…
Jadi diluar iman adalah logika…
He he he….
Logika berada di dalam kerangka Iman.
Dari Iman menuju kepada Iman…, berarti ditengah-tengahnya ada pengertian.
Saya katakan:
Bukti yang tidak perlu kita lihat itu adalah iman.
Anda katakan tidak…, ada logika.
Lho…, saya sudah tuliskan…, dasar dari logika adalah iman.
Berarti masih masuk ke iman lagi.
Gimana seh anda ini…?
Apa sudah mengerti?
Saya katakan Ayam adalah bintang…, selain ayam apa?
Anda jawab…, anak ayam…
He he he… lucu…
Nit sudah katakan di 98#nitten:
Ditunggu argumentasi bermutu anda…
Salam.
Tambahan to Lovepassword…
Jadi maksud tulisan saya itu seperti ini:
Logika apakah bisa tidak dibuktikan?
Kalau ya…, itu disebut iman.
Kalau logika sudah bisa dibuktikan…, maka bisa tidak disebut iman.
Jadi…, semua yang berhubungan dengan tidak membuktikan sesuatu…, itu disebut iman.
Coba sebutkan yang lain lagi…, karena logika yang tidak bisa dibuktikan adalah Iman juga.
Silahkan buktikan argumentasi “dibalik” anda itu.
Ditunggu.
Salam.
@imankristen 149 : Jadi maksud kamu gicu ya ? Karena logika itu menurut kamu asalnya dari iman berarti nggak bisa dibicarakan terpisah. Gicu ya ?
Ya pendapat kamu saya rasa lumayan ada benarnya. Tapi kamu harus ingat juga bahwa definisi kamu mengenai logika dasarnya dari iman, adalah definisi yang tidak jelas. Dalam arti , karena kamu berimanlah maka kamu bisa membuat definisi seperti ini.
Artinya itu bukan definisi objektif tetapi definisi yang dipengaruhi oleh iman kamu. Karena itulah Nitt bilang bahwa logika yang berasal dari iman ya iman juga akarnya.
Tetapi bagi saya – saya rasa juga tidak tepat bila kamu katakan bahwa logika tidak boleh dibahas terlepas dari iman. Karena logika sifatnya netral – tidak selalu endingnya buruk juga kan.
Dalam arti ada kemungkinan begini :
Memang ada kemungkinan kalo orang hanya memakai logika saja dengan mengabaikan iman, sangat mungkin dia jadi atheis.
Tetapi selalu ada kemungkinan juga bagi orang yang lain ada yang justru bisa melihat kebesaran Tuhan dengan logikanya. Mungkin orang itu tadinya mengabaikan Tuhan kemudian dia meneliti sesuatu kemudian menemukan sesuatu dalam penelitiannya itu. Jadi dari logikanya orang itu malah menemukan Tuhan.
Jadi karena itulah saya lebih menyukai pendapat kalo logika juga bisa dipake saat membahas KeTuhanan.
Sampe di sini kita jelas berbeda pendapat. Karena kamu secara terbuka bahwa kamu mengikuti pendapat Santo Agustinus, saya sudah katakan saya menghargai kamu. Saya menghargai keanekaragaman pendapat. Tapi saya harap kamu juga bisa menerima bahwa keanekaragaman pendapat mengenai topik ini masih bisa diterima secara positif.
Dan kalopun kamu merasa kamu ada pada sisi Agustinus kamu tidak akan begitu heroik mengatakan kalo Thomas Aquinas itu sesat. Karena saya rasa perbedaan pendapat yang terkait dengan topik ini masih termasuk perbedaan pendapat yang memperkaya warna dan masih bisa diterima dalam masing-masing agama.
SALAM
Tuhan Memberkati.
@ iman kristen #141
bhuahahahahaha…………tambahin lagi yah jadi 2000x
Singkat cerita abis pusing-pusing, terus kesimpulannya lalu……..
siapa yang LOON ya…….?????
…
good……good………gooooood…..
very..very….very…. high level for NGELES to you mr. man kris……..
You are the real jel brother…………………….
@Iman Kristen
Sumpah man aku cuma khawatir sama kamu kalo tiba-tiba ulu hatimu jadi bengkak………….
Rajin minum vitamin yah……….
Salam
@nitt #135.
==> Iman, pengharapan dan kasih.
..
..
..
@nitt 136.
Kamu menulis:
Adoh eh… maaf ini ya.. kamu ini kok he he he… saya ini beneran deh RRRagu kalau kamu tuh s2 gitu lho,
“Kalo-kalo” terus mainannya sih he he he
Sebenarnya ada ngga sih semua yang kamu sebutkan itu di lia eden ..?
==> ini mah lagi-lagi salah satu bentuk kesalahan pemikiran yang disebutkan Aristoteles ..
(dan lagi-lagi kamu melakukannya…dan bilang-bilang bahwa kenal ajaran aristoteles ini itu he he he).
Begini ya jawaban saya (Biar jelas dan kamu ngga tanya-tanya lagi..)
KALAU SEMUA ITU ADA DI LIA EDEN….
Dan KALAU mereka melakukan semua itu DALAM NAMA YESUS..
MAKA SAYA AKAN IKUT LIA EDEN…
he he he… kurang jelas apa cuba..
nah sekarang jawab deh. pertanyaan saya..
apakah LIA EDEN bisa mukzizat yang sama dengan yang diperbuat YEsus?
Dan apakah mereka melakukan mukzizat itu dalam nama YESUS?
jawab coba..? he he he
Kamu itu lho nitt nitt….ha ha ha
ngasih pertanyaan kok blunder gitu sih ha ha ha..
(kasus yang sama untuk anak durhaka dan agama biadab kau ulangi lagi disini he he he)
..
..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus Lebih dalam lagi,
salam
Saya jadi bingung ngadepin muslim..
Kalau di baik-baikin (dikasih indomie) eh malahan nuduh ini itu..
kalau di galakin… malahan nuntut kasih nuduh munapik dll..
he he he..
ancur minah deh
salam.
@imankristen
==> ha ha ha..
Nha lha ya ityu.
saya malah kebingungan sendiri..
Bener ngga sih dia itu….. S2 …
salam.
@Anime #139
Kamu menulis:
itu keselahan pemikiran(untung kamu ngga ngaku S2 atau tau aristoteles ini itu)
Bukan maksud saya expert atau apa..
Sekarang gini.
Kamu ngomong sama anak tk.
Levelnya ngga sama kan..
biarpun kamu nyerocos apa … tetep aja anak tk itu ngga nyambung..
gitu lho maksudnya..
kikikik
semoga kamu diberikan kedamaian hati.
salam
@imankristen #141
mas Iman…
Aduh…
Kecepetan itu ngasih tau nya…
Seharusnya.. “main-main” aja dulu sama animemymouse..
biarin seneng aja dulu ,,,.. biar cape…he he he…
Baru dijelasin.
salam.
@animemymouse.
Tulisan di #152 itulah yang saya maksudkan dengan “LEVEL”
artinya, percumah kalo ngomong sama seseorang yang levelnya ngga sama….
..
..
Semoga kamu diberikan kedamain hati dan terang.
salam
@jelasenggak
Kamu katakan :
Saya Jawab : Ada.
..
Gimana?
Ikut mau ya.. =)
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang tidak munafik.
@jelasenggak
Kamu katakan :
Apa hubungannya kok Jesus pake dibawa-bawa?
..
Kan yang Penting Esensi Cinta Kasih kan??
Ya udah.
Ngapain ikut Jesus?
Ikut Lia Eden aja.
Esensi kan?
..
Belajarlah berpikir Esensi kan kata kamu?
Haha.. =)
..
Silahkan ngeles seperti apa juga, tapi saya yakin kamu Setuju dengan saya.
Bahwa kamu Ngga Punya apa-apa di Kristen selain Iman.
..
Hidup kalian ini lah. =)
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang jujur.
@nitt #160..
Harap jangan asal ngomong dengan tujuan mempengaruhi opini pembaca.
Coba tuliskan ajaran Lia Eden itu disini.
Terutama yang kamu sebutkan diatas itu.
Beritahu di forum ini bahwa Lia Eden PERNAH melakukan mukzizat SEPERTI YANG DILAKUKAN YESUS.
kapan dan dimana, ada saksi, masuk koran, kejadiannya gimana..
Jangan cuman sekedar bilang ADA, terus ngga ada penjelasan/bukti selanjutnya..
Harap jangan permalukan diri sendiri lah..
(dan berbohong itu dosa, apalagi di hadapan publik seperti ini)
..
..
sekali lagi jangan asal ngomong
.
..
Semoga kamu tidak menjadi manusia pembohong di masa depan.
Salam
semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih HEBOH lagi. he he he
@nitt
Kamu katakan :
Karena saya saat ini sedang percaya dengan Yesus itu.
Kalau lia eden menawarkan keselamatan juga, kalau bisa mukzizat juga, dan kalau2 yang lain lagi,
Maka saya harus tanya lagi, apakah Lia eden melakukan itu dalam nama YESUS.
Karena di injil tertulis ( saya sedang percaya YEsus dan injil), Yesus nabi terakhir, dan akan datang penyesat-penyesat..
mereka yang datang setelah Yesus dan tidak menggunakan nama Yesus, adalah penyesat.
Jadi letak hubungannya di situ.
Kira-kira ketinggian ngga ya bahasa saya ini.. he he he
..
..
Semoga kamu tidak menjadi seorang pembohong..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi (DEEPER in LOVE With HIM… gitu lho..he he he)
salam
@nitt
Pertama, saya ngga jelas.
Kedua, kalau saya jelas,
Apa salahnya ya dengan yang itu..he he he..
saya tambahkan, selain IMAN, juga ada PENGHARAPAN, dan KASIH.
..
..
semoga kamu diberikan kesempatan mengenal YEsus lebih dalam lagi.
salam
@jelasnggak 163 :
Bisa tolong kamu sebutkan ayatnya yang menyebutkan Yesus adalah Nabi terakhir.
Ah kamu itu bagaimana sih. Pada jaman para rasul saja, masih ada Nabi kok. Kamu kok bisa-bisanya bilang Yesus Nabi terakhir. Astaganaga.
@Lovepassword.
kamu menulis:
Ah kamu itu bagaimana sih. Pada jaman para rasul saja, masih ada Nabi kok. Kamu kok bisa-bisanya bilang Yesus Nabi terakhir. Astaganaga.
———-
Ah masa… ggak salah nih..
Kayanya udah pernah dibahas deh. di agamaku..
salam.
@jelasnggak 166 : Hi Hi Hi, seperti biasa kamu emang pinter ngeles. Kamu ngomongnya di sini kok aku kamu suruh ke agamaku. Hi Hi Hi. Lha kalo aku kesana kamu malah bisa senyam-senyum lagi dong. Lha kamu enak-enakan nonton aku doang. Hi Hi hi.
Nggak papa deh. Lain kali ojo kesusu ya sayang.
@lovepassword.
Cari di salib lambang keselamatan…
nanti pasti ketemu.
salam.
To Lovepassword…
Quote anda:
Lho…, siapa bilang tidak bisa dipisahkan? Nulisnya saja sudah terpisah. Imanlogika, itu baru tidak terpisahkan.
Baca lagi tulisan saya. Iman…, Logika.., tuh… nulisnya saja sudah pisah…, definisinya saja berbeda… ndak sama… (kecuali nitt…, karena dia tidak punya definisi Iman dan Logika, baginya sama saja…, he he he…, kecuali dari tong yang “berisi” itu mengeluarkan definisinya).
Apasih arti definisi objektif? Kita bahas contoh sederhana. Kasus anda nonton TV…(misalnya). Apa anda tahu secara objektif tentang bagaimana proses awal hingga anda bisa nonton acara TV tersebut? Bagaimana gelombang itu bisa membawa gambar dan suara? Anda nonton tv, itu lagi gunain iman atau secara objektif?
Logika itu seperti pelacur. Tergantung mau kemana kita arahkan. Kalau anda terlambat masuk ke ruang kuliah…, logika anda akan bekerja untuk membenarkan diri anda sendiri. Jangan lupa…, logika itu berproses dan bertumbuh…, namun juga logika itu sudah tersesat (karena dosa). Ini yang membedakan saya dengan Santo Aquinas.
Saya tidak pernah memisahkan antara logika dan iman (dalam arti mereka tidak ada hubungan sama sekali). Dengan iman…, logika malah bisa bekerja dengan maksimal. Lihat konsep Santo Agustinus diatas. Iman tidak membunuh Logika. Iman adalah mengembalikan Logika ke jalur yang benar. Baca kembali tulisan AKU TAHU diatas.
Lho…, siapa yang bilang tidak? Kan cuman nit yang bilang bahas Tuhan itu dengan Iman. Kalau logika hanya sampai causa prima. Contoh kecil…, coba jelaskan secara logika mengenai Mujuzat. Apa anda bisa? Setelah anda jelaskan dengan logika mengenai Mujizat…, nanti saya akan berikan argumentasi saya. Biar forum menilai mana yang paling mempergunakan logika dalam membahas Mujizat.
Saya selalu jelaskan: Bagaimana mempergunakan iman dan rasio dengan benar, dalam semua hal. Baca lagi seluruh diskusi kita.
Saya tunggu argumentasi “logika” anda dalam membahas Mujizat.
Lho…, diawal kan saya sudah katakan…, anda cuma kutip “sedikit” saja tulisan Santo Aquinas. Tapi anda belum mengerti keseluruhannya mengenai pendapat dia. Karena Santo Aquinas juga pengikut ajaran Santo Agustinus. Lihat penjelasan saya mengenai Santo Aquinas…, dia menggabungkan antara Aristoteles dan Santo Agustinus.
Mana tulisan saya yang bilang Santo Aquinas sesat? Saya tulisnya saja gunakan kata “Santo”. Anda tahu arti kata “Santo”? Kalau yang ini…, anda sudah “keblinger”…, asal ucap saja.
Salam.
@jelasenggak
Kamu katakan :
Jadi kamu kalo saya kasih tau, mau ya jadi jamaahnya Lia Eden?
..
Udah semua kan berarti..?
Cinta kasih udah..
Mukjizat udah..
Yang penting Agama itu “Cinta-Kasih” dan “Mukjizat” kan?
..
Esensi kan? =)
..
Hehe..
..
Agama kok dienak-enakin. =)
..
Gimana?
Mau ga? =)
..
Kamu katakan :
Udah?
3 Ini aja?
Yakin nih?
Ngga mau Nambah lagi? =)
Dikira-kira lagi deh.. =)
..
Ya udah sementara 3 ini aja dulu ya (sementara kamu ngira-ngira lagi..)
..
Sekarang,
Jelaskan PENGHARAPAN kamu itu..
(IMAN sudah cukup jelas buat saya, dan saya ignore KASIH karena saya telah sebutkan sebelumnya bahwa di Sekolah Dasar *not to mention Lia Eden..hehe* juga diajarin Cinta Kasih..)
..
Jelaskan. =)
..
Salam kasih dalam ketidakmunafikan.
@nitt 170.
Adoh eh.. nanya lagi-nanya lagi =)
nitt.
Nyuapin orang itu cape lho…(ngerti ngga ya.. he he he)
Baca postingan saya di 154.
..
..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi. dan Tidak menjadi orang yang pembohong di masa depan. Apalagi berbohong di depan publik seperti ini.
salam
@imankristen 169 : Memang benar saya hanya mengutip pendapat Thomas Aquinas sebagian saja ( karena saya sesuaikan dengan batasan topiknya ) tetapi bagaimanapun anda setuju bahwa kutipan saya tentang pendapatnya Thomas Aquinas adalah kutipan yang benar-benar dari Thomas Aquinas.
Jadi masalahnya adalah karena anda memang berbeda pendapat dengan sebagian pendapat Thomas Aquinas karena anda berpegang pada pendapat tokoh lain, maka anda tidak sependapat. Jadi intinya bukan saya mengerti sedikit atau keseluruhan tetapi karena anda sendiri memang berbeda pendapat dengan pendapatnya Aquinas. Jadi masalahnya tidak perlu anda lemparkan ke saya. Kalo anda tidak bisa membuktikan dimana kesalahpahaman saya dalam memahami Thomas Aquinas.
Anda pada kesempatan yang lalu mengatakan secara cukup keras: Tidak ada area abu-abu. Dan anda mengaku berada di pihak Agustinus dan tidak setuju dengan Thomas Aquinas. Lha menurut kamu sendiri pendapatnya Thomas Aquinas itu termasuk pendapat yang dihargai atau tidak oleh gereja anda – dus meskipun anda tidak sependapat dengan dia ? Yang anda maksud tidak ada area abu-abu , yang ada cuma hitam atau putih – itu apa ???
Kalo anda bisa menghargai pendapat Thomas Aquinas meskipun tidak sepakat dengan pendapat itu, ya oke, diskusi selesai.
Kita ngomong saja pendapat kita memang beda tapi kedua pendapat masih masuk dalam koridor yang sama-sama bisa dibenarkan oleh mainstream agama.
Intinya aku berbeda dengan kamu. Kamu berbeda dengan aku. Tapi masing2 sadar bahwa pendapat kita adalah pendapat “legal” yang juga dihargai dalam agama termasuk agama Kristen sekalipun.
Kalo anda menganggap saya menyimpangkan pendapat Thomas Aquinas ya anda harus tunjukkan pada bagian mana saya menyimpangkan.
Saya rasa anda bisa sepakat bahwa saya tidak menyimpangkan pendapat Thomas Aquinas sama sekali. Intinya ya karena anda memang tidak sepakat dengan pendapat itu – karena anda punya pendapat lain yang diilhami oleh pendapat tokoh lain.
Jadi gini saja :
1. Kita sepakat bahwa pendapat kita memang beda.
2. Kita sepakat juga bahwa meskipun pendapat kita beda, tapi kita tahu bahwa pendapat pihak lain – juga masih termasuk pendapat yang dihargai dalam agama manapun.
Clear ???
SALAM
To lovepassword…
He he he…, saya adalah Iman Kristen bukan Santo Agustinus.
Anda adalah lovepassword dan bukan Santo Aquinas.
Cara bepikir anda mengenai Iman dan Rasio/Logika itu tidak sama 100% dengan Santo Aquinas…, tidak ada satu manusiapun di muka bumi ini yang sama persis pemikirannya dengan Santo Aquinas.
Kenapa? Karena setiap manusia itu unik dan berbeda.
Sekarang berikan dengan jernih pendapat anda mengenai Iman dan Rasio. Terserah anda mau kutip siapa.., yang penting…, DETILKAN dan JERNIHKAN.
Seperti kasus kita diatas, anda kan mempergunakan Logika Aquinas. Bagi Aquinas, Rasio itu masih murni.
Sekarang: Coba jelaskan mengenai Mujizat.
Setelah anda menjelaskan mengenai Mujizat…, saya akan menjelaskan Mujizat…, biar forum yang menilai mengenai penggunaan Logika dalam menjelaskan Mujizat.
Saya tunggu!
Salam.
@imankristen 173 : Hi hi hi, anda itu memang sangat bersemangat. Hi Hi hi. Nggak terlalu malu-maluin saya ngobrol sama kamu.
Saya sudah jelaskan mengenai logika kan.
Kamu katakan bahwa logika murni itu bisa berbahaya. Saya katakan iya, dalam kasus2 tertentu pendapat kamu benar. Misalnya orang yang belajar agama secara logis sak logis-logisnya bisa jadi endingnya malah jadi atheis. Saya setuju memang ada kemungkinan itu.
Tetapi sekali lagi saya katakan, kita juga melihat pada kasus yang lain. Sangat mungkin juga orang yang tadinya tidak percaya Tuhan tetapi tiba-tiba dia menemukan Tuhan dari penelitiannya entah apa. Yang jelas Tuhan memakai logika orang itu. Jadi karena logika dan iman adalah sama-sama berasal dari Tuhan maka posisi saya adalah menganggap keduanya sama-sama baik. Memiliki potensi yang sama untuk dipake Tuhan serta kalo kita melihat dari sisi negatifnya saja juga sama-sama punya kemungkinan
negatif juga. Karena itu saya setuju kalo logika itu netral.
Saya tidak tahu apa yang kamu inginkan atau arah omongan kamu mau kemana sehingga kita malah membahas mujizat. Coba kamu jelaskan apa hubungannya mujizat dengan topik pembicaraan kita mengenai logika dan iman. Apa mujizat yang kamu maksudkan. Mujizat seperti apa yang kamu inginkan ?
Saya tidak ingin pembicaraan kita melebar kemana-mana, sehingga bagusnya kamu jelaskan dulu korelasi keinginan kamu dengan topik diskusi kita saat ini.
SALAm
Tuhan Memberkati
Tidak ada manusia yang pikirannya sama persis dengan orang lain itu benar. Tapi dalam topik tertentu, dalam lingkup terbatas pikiran manusia tentu bisa sama juga dengan orang lain.
Hi Hi Hi
To lovepassword…
Pemikiran anda itu cuma di awan-awan…, harap diterjemahkan…, sehingga orang bisa mengerti.
Contoh kasus:
Kasus-1.
Coba jelaskan mengenai mujizat?
Atau dalam bahasa yang lain, apakah mujizat sesuatu yang rasional, artinya apakah Mujizat bisa dianilisis oelh rasio?
1. Bisa. Berikan alasannya….
2. Tidak Bisa. Berikan juga alasannya…
3. Saya tidak mampu menjawabnya…
Tinggal pilih, 1,2 or 3.
Kasus-2.
Ketika seseorang sakit, yang menurut dokter sudah tidak dapat sembuh, ternyata setelah didoakan menjadi sembuh. Bukankah di sini rasio bertentangan dengan iman? Berikan penjelasan anda.
Ditunggu penjelasannya.
Salam.
@imankristen 176 : Sejak kamu membicarakan santet serta cerita2 ajaib dengan aku waktu awal-awal perkenalan kita, bukankah aku sudah mengatakan kalo mencari batasan antara mujizat dan bukan mujizat itu nggak mudah.
Kalo kamu memang bisa membuktikan suatu mujizat secara cukup meyakinkan, tentu kamu bisa membuat atheis bertobat semua.
Saya bukannya tidak percaya mujizat, tetapi yang saya maksud adalah kalo kamu mau bilang logika itu terbatas begitu juga iman.
Apakah mujizat bisa dianalis rasio ? Jawaban saya ya tergantung mujizat apa yang kamu maksud. Karena itu silahkan kamu beri contoh mujizat yang bisa kita lihat bersama sekarang, agar bisa saya tanggapi.
Dengan berlalunya waktu saya rasa ada kemungkinan apa yang dianggap aneh pada jaman dulu dianggap wajar jaman sekarang. Tetapi Ada juga sesuatu yang memang tidak bisa kita mengerti dengan tingkat pengetahuan kita sekarang. Kita bisa menyebutnya iman, tetapi di sisi lain bisa saja kita ngomong bahwa iman itu sekedar ketidaktahuan.
Rekan2 atheis menantang kita secara terbuka. Kalo kamu bisa menunjukkan mujizat. Mereka akan bertobat dan akan masuk ke agama kamu. Intinya mereka jelas2 mengatakan kalo mujizat itu omong kosong. Lha kalo kamu memang memiliki data yang menurut kamu meyakinkan, ya silakan kamu coba peruntungan kamu di sana.
Saya tidak mengatakan semua mujizat itu omong kosong, tapi saya sangat berharap kita semua berhati-hati ketika membicarakan mengenai mujizat. Hoax itu ada dimana-mana lho bos.
Kita tidak sedang mempertaruhkan iman dengan mujizat. Artinya mujizat itu nggak penting-penting banget selama kita punya iman. Saya sarankan ke anda : Kalo anda terlalu berharap pada mujizat, anda sangat mungkin akan kecewa bila mujizat itu tidak/belum terjadi. Karena itulah kita boleh berharap tetapi jangan memaksa Tuhan dengan harapan kita itu.
Anda memberi contoh yang lumayan bagus :
Jawaban saya :
Lha kalo saya ini atheis malah saya bisa balik ngomong gini ke kamu. Kalo seseorang sakit terus didoakan seribu orang, bahkan satu juta orang termasuk didoakan tokoh2 besar agama, Paus bahkan – lalu orang itu malah mati setelah didoakan . Apa penjelasan kamu ?
Apakah dengan demikian kita layak ngomong kalo Tuhan itu tidak ada ?
Karena itulah saya ngomong : jangan gantungkan iman anda pada mujizat.
SALAM
Tuhan Memberkati.
He he he…, saya tidak pernah menggantungkan iman pada mujizat.
Ini bukan antara iman dan mujizat, tapi Iman dan Rasio.
Contoh mujizat:
Yesus mengubah air jadi anggur (kasus Alkitab).
Apakah rasio bisa menjelaskan mujizat ini?
Saya ulangi kasus ke-2:
Ketika seseorang sakit, yang menurut dokter sudah tidak dapat sembuh, ternyata setelah didoakan menjadi sembuh. Bukankah di sini rasio bertentangan dengan iman? Berikan penjelasan anda.
Tinggal berikan argumentasi (dengan alasannya):
1. Bisa.
2. Tidak Bisa.
3. Saya tidak mampu menjawabnya…
Tinggal pilih, 1,2 or 3. Berikan logika anda mengenai kasus ini. Apakah bisa dijelaskan dengan logika?
So simple…
Sekali lagi saya tuliskan: Iman dan Rasio. Kita lagi membahas Iman dan Rasio. Tujuan kasus ini adalah supaya saya bisa mengerti konsep anda yang sesungguhnya mengenai Iman dan Rasio.
Sekali lagi… (maaf)… Iman dan Rasio.
Salam.
Pesan:
Konsep iman saya tidak seperti iman dibawah ini:
1. Iman berdasarkan penglihatan: Jika saya melihat, saya akan percaya.
2. Iman berdasarkan pengalaman: Jika saya mengalami, saya akan percaya.
3. Iman berdasarkan bukti: Jika ada buktinya, saya akan percaya.
4. Iman berdasarkan logika: Jika masuk akal, saya akan percaya.
@imankristen 178 :
Yesus mengubah air jadi anggur (kasus Alkitab).
Apakah rasio bisa menjelaskan mujizat ini?
Ya gimana ya. Kalo kamu membahas masalah yang sudah lewat sangat lama, tentu saja proses analisanya jauh lebih sulit.
Kalo kamu mengaitkan itu dengan iman tentu boleh saja. Tetapi kalo kamu bertanya apakah rasio bisa menjelaskan mujizat ini ? Jawaban saya : Saya tidak tahu. Mengapa ? Karena kalo kita bicara rasio tentu saya harus punya data yang cukup – biarpun untuk sekedar ngomong peristiwa itu masuk akal/tidak masuk akal. Lha data pada jaman Yesus itu pada saat ini tidak saya miliki.
Masalah kasus anda yang nomor dua :
Karena saya juga beriman, tentu saya juga sependapat bahwa Tuhan selalu punya caraNya sendiri.
Tetapi seperti yang juga sudah saya katakan sebelumnya :
Kita juga tidak bisa melihat satu sisi saja seperti itu.
Intinya gini : Ada orang yang didoakan lalu sembuh, besoknya – atau mungkin ada juga orang lain yang didoakan juga tetapi tidak sembuh.
Kita harus melihat secara keseluruhan. Nggak bisa melihat kasus yang “cocok” saja.
Lha kalo kita mau bicara dari sudut logika murni : Maka bisa juga dipertanyakan apakah ada korelasi antara doa dengan kesembuhan seseorang.
Lha kalo kita bicara iman, wujud objektif dari iman itu apa, yang bisa kita lihat ? Bantahan klasiknya saya rasa seperti itu.
Intinya kan orang bisa ngomong gini :
Ada orang yang didoakan lalu sembuh
Ada orang yang didoakan tetap tidak sembuh
Ada orang yang didoakan malah mati/lebih parah
Ada orang yang tidak didoakan tapi sembuh
Ada orang yang tidak didoakan lalu tidak sembuh
Ada orang yang tidak didoakan lalu mati
Lha kamu mengambil satu peristiwa diantara sekian banyak kemungkinan : Ada orang didoakan lalu sembuh.
Kalo kita bicara dalam konteks iman, ya saya rasa kamu layak mengaitkan dengan iman. Tetapi tentu kamu harus perhatikan juga bagaimana penjelasan kamu terhadap orang2 yang didoakan malah jadi lebih parah lagi.
Sekarang kalo saya bicara murni dengan logika tanpa saya kaitkan dengan iman. Kondisi itu juga masih bisa dijelaskan dengan teori kemungkinan/probabilitas.
Artinya : Nyatanya semua kemungkinan bisa kok. Ada orang yang didoakan lalu sembuh, ada juga yang tidak sembuh. Sehingga kesembuhan tidak bisa selalu dikaitkan dengan doa kan.
Kemungkinan logika yang lain : doa itu dianggap semacam rekayasa psikologis tertentu yang memperkuat kondisi psikologis manusia. Artinya karena manusia merasa kuat maka daya tahan tubuh juga lebih baik, dsb. Gambaran kasarnya ya semacam plasebo, gicu.
SALAM BOS
Tuhan Memberkati
Pengertian Iman dan Rasio
Kasus-1. Mujizat Yesus mengubah air jadi anggur:
Kasus-2. Ketika seseorang sakit, yang menurut dokter sudah tidak dapat sembuh, ternyata setelah didoakan menjadi sembuh. Bukankah di sini rasio bertentangan dengan iman? Berikan penjelasan anda.
Untuk semua pembaca…, diharapkan komentar anda.
Salam.
Catatan:
Lingkup rasio:
1. Dimengerti Rasio / masuk akal.
2. Melawan akal.
3. Melampaui akal.
Kristen (Alkitab) hanya mengenal 2 hal saja: 1 dan 3.
@All
Begini aja deh.
Bagaimana bila kita semua disini Bersumpah atas Nama Tuhan dengan Kepercayaan masing-masing..
bahwa :
1. Kita dengan hati Jujur menganggap Pemikiran Pihak Lain salah (jadi kita bukannya cuman mau Ngeles aja..)
2. Kita dengan hati jujur menganggap Ajaran agama kita Benar (jadi bukan hanya Dibenar-benarkan saja sesuai enaknya hati kita).
..
Berani?
..
Biar Tuhan menjadi Hakim kita semua.
..
Bagaimana?
..
Salam kasih dalam keberanian yang Membebaskan.
@All
Mohon jangan ada yang menanggapi dengan ba bi bu.. =)
..
Mau / Tidak Mau.
Kalo ada yang mau posting yang selain itu mendingan Ngga Usah posting lah –> ngga usah dibahas ya jel kalimat ini.
..
Salam kasih dalam keberanian yang Membebaskan.
@Iman Kristen 180 : Hi Hi hi. Ya semuanya memang rasional dalam iman. Hik Hik Tapi rasio yang seperti itu tidak bisa dianggap objektif bila kita bicara dengan manusia-manusia yang tidak beriman.
Tapi goodmarsogood kamu konsisten. Kamu konsisten selalu mengaitkan logika dengan iman.
Saya juga masih konsisten kalo logika dan iman punya sisi baik dan sisi buruk masing-masing. Intinya : Iman bisa baik bisa buruk, begitu juga logika. Jadi posisi saya saat ini mengatakan iman itu netral, logika itu netral.
Dari mana kamu tahu bahwa Allah yang menciptakan Alam Semesta ?
Dari mana kamu tahu bahwa pencipta selalu lebih tinggi dari ciptaannya ?
Dari rasio menurut kamu yah ? Bagus. Itu hal yang rasional menurut kamu kan ?
Bagus. Bagus seribu bagus.
Kamu tampaknya sudah setuju dengan pendapat saya dan Nitt bahwa Allah menciptakan alam semesta itu masih bisa kita anggap rasional ? THANX.
Inti pembicaraan kita kan sebenarnya di sini. Kalo kita semua sudah sepakat, ya good marsogood kalo gicu.
Berarti kita sepakat bahwa topik diskusi kita bisa dipahami dengan iman dan rasio. TOS. Clear….- Very-very clear kan ?
Gimana pemirsa ? Setuju TOS dengan saya.
SALAM
GBU
@nitten 181, 182.
Jawab : SAYA sih pastinya TIDAK MAU ya he he he
..
..
Kalau kamu mau, silahkan saja sumpah sendirian.. he he he..
(bagaimana kalau kamu nitt mulai sumpah bahwa LIA eden bisa membuat mukzizat seperti Yesus, ajarannya mengandung keselamatan, dll seperti yang pernah kamu katakan itu)
ngeri ahh sumpah-sumpah he he he…
Semoga kamu menjadi orang yang jujur dan semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi
salam.
To lovepassword…
Dari mana kamu tahu bahwa Allah yang menciptakan Alam Semesta ?
Dari mana kamu tahu bahwa pencipta selalu lebih tinggi dari ciptaannya ?
Dari rasio menurut kamu yah ? Bagus. Itu hal yang rasional menurut kamu kan ?
Bagus. Bagus seribu bagus.
Kamu tampaknya sudah setuju dengan pendapat saya dan Nitt bahwa Allah menciptakan alam semesta itu masih bisa kita anggap rasional ? THANX.
Salam.
To Lovepassword…
Saya ulangi lagi:
Siapakah causa prima? Bisakah kita asumsikan sebagai Allah? Kalau ya, apakah ini iman atau rasio?
Apakah anda bisa mengerti mujizat, kuasa doa yang menyembuhkan oleh Allah?
Kesimpulan:
Nitt: Rasio ==> Iman (Melawan Rasio).
Iman Kristen: Iman (Supra Rasionil) ==> Rasio ==> Iman (Supra Rasionil) dst…
Contoh:
S1. Buat Skripsi: Iman.
Lalu logika bekerja ==> Skripsi jadi.
S2. Buat Tesis: Iman.
Lalu logika bekerja ==> Tesis jadi.
S2. Buat Tesis Doktorat: Iman.
Lalu logika bekerja ==> Tesis Doktorat jadi.
Iman Kristen:
Iman ==> Logika ==> Iman ==> Logika ==> Iman… dst…
Nit:
Logika dan Melawan Logika (Iman).
Santo Thomas Aquinas:
Rasio murni yang bisa mengenal Allah.
Lovepassword:
Ngak jelas yang mana ( he he he….)
Salam.
Pesan:
Argumentasi saya berasal dari Roma 1:17:
Sebab didalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Lihat thema blog saya:
Iman Kristen: Dari Iman menuju kepada Iman.
@imankristen 185 dan 186 : Hi Hi Hi. Saya bilang bagus-bagus itu karena saya senang kamu setuju kalo keberadaan Allah itu logis. Hik Hik Hik. Artinya masih bisa diterima logika gicu lho. Atau kamu mau mengarang indah lagi membuat definisi sendiri tentang apa itu definisi “rasional”.
Sejak awal kan perdebatan kita memang di sini. Kami bilang Allah ada itu rasional dan kamu bilang logika tidak bisa menjelaskan. Kalo kamu sekarang sepakat bahwa keberadaan Allah itu rasional, kita perlu TOS dulu dong. Jos gandos, makan bakso dulu. Tapi kamu yang traktir ya ??? Hi Hi Hi.
Masalah definisi Allah itu apakah 1000 atau 3000 atau 1 atau 14, kan aku sudah ngomong sejak kucingku belum beranak kalo itu memang wilayah iman.
Thomas Aquinas menganggap itu masih masuk logika(maksudku dia masih bisa menjelaskan ini dari sudut logika), tapi dalam hal ini aku setuju dengan kamu kalo sisi ini lebih berat ke arah iman. Masalahnya biarpun memang masih bisa dijelaskan oleh logika oleh Mister Aquinas, aku sendiri kurang sreg dengan logika dia ketika kita sampe pada tahap ini.
So setelah batas pembahasan kita lewat ya memang masuknya wilayah iman. Tetapi masalah Alam semesta diciptakan itu masih cukup bisa dijelaskan secara logis.
Masalah causa prima itu iman. Itu aku sudah setuju Mister Iman, jadi nggak perlu kamu bicarakan lagi sesuatu yang sudah kusepakati. Bagus-bagus sekali kan- ternyata kamu sehati dengan aku hik hik hik. Bagai pinang dibelah buldozer. Hi Hi Hi.
Masalah iman dan logika sekali lagi secara umum pendapatku keduanya sama2 baik karena sama2 anugrah Tuhan. Jadi ya bisa dipake dua-duanya.
Kalo kita berandai-andai logika bisa menyimpang, ya iman pun juga bisa menyimpang. Itu juga bisa membuat masalah juga.
Jadi sekali lagi keduanya sama2 anugrah sehingga saya anggap netral.
Menurut kamu iman itu selalu baik ??? Dalam arti tidak ada kemungkinan bahwa iman menghasilkan sesuatu yang buruk di kemudian hari ??? Siapa yang bisa menjamin bahwa manusia tidak beriman secara ngawur ?
yang saya bicarakan ini sesuatu yang praktis yang bisa kita lihat.
Kalo kamu ngomong saya beriman bahwa iman itu pasti baik, kalo yang nggak baik berarti nggak boleh dinamakan iman, ya memang jadi agak rumit masalahnya kalo gicu. Karena kita tidak berangkat pada definisi yang sama.
Coba kamu jelaskan apakah menurut kamu – iman itu selalu baik ??? Atau ada juga kemungkinan buruk ?
SALAM BOS
To lovepassword…
He he he… lihat nih quote anda…, saya ndak ngerti.
Plus anda ngak ngerti argumentasi saya:
Keberadaan Allah itu, baik argumentasi Atheis, Agnotisisme maupun Theis…, mereka sama-sama berada dalam wilayah iman. Karena tidak bisa dibuktikan (ingat definisi iman).
Saya katakan: Allah ada itu adalah iman.
Nitt yang bilang causa prima itu adalah logis.
Disini pernyataan iman yang penting. Selanjutnya adalah argumentasi logika berdasarkan argumentasi pertama ini.
Seperti 2 kasus yang saya berikan itu. Semua argumentasi dari 2 kasus itu adalah logis semuanya (perhatikan semua kata-kata saya). Saya tidak ada menuliskan Allah ada itu logis. Tidak ada sama sekali. Coba baca sekali lagi.
Wah…, anda ini payah sekali, masa sih masih belum bisa mencerna tulisan saya.
Penjelasan mengenai Allah dari Theis (Aquinas) lebih logis dibandingkan Atheis. Tetapi kedua argumentasi itu (Theis dan Atheis) masih dalam wilayah Iman.
Tentang KEBENARAN.
Saya tuliskan di AKU TAHU, mengenai hubungan Iman, Rasio dan Kebenaran.
Iman itu berhubungan dengan kebenaran.
Nah…, kalau Iman yang tidak berhubungan dengan Kebenaran, itu disebut Dongeng, atau ilusi (istilah Atheis).
Salam.
Ps. Disini anda sudah berjalan kearah saya, bukan ditengah-tengah lagi antara nitt dan saya.
@All
Harap Diperhatikan.
..
Saya Tidak Pernah mengatakan bila sesuatu didekati oleh Iman, maka sesuatu itu Tidak Boleh didekati dengan Logika.
..
Saya Tidak Pernah mengatakan dan Berpikir seperti itu.
..
Saya mengatakan : Ada sesuatu yang Dapat didekati oleh Iman DAN Logika.
..
Dan saya pikir ini SUDAH sangat jelas.
..
Kecuali ada pihak yang hoby Mengintrepretasikan sendiri segala sesuatunya, bahkan Sesuatu yang sudah Sangat Jelas (seperti posting : “Ada sesuatu yang Dapat didekati oleh Iman DAN Logika).
..
Mau Intrepretasi seperti apa lagi sebenarnya sih ya terhadap kalimat yang Lugas seperti itu?
Sampe seakan-akan berpikir bahwa dia lebih Tau dari yang Nulis.
..
Tapi ya sudah lah.
..
Saya ngga tau si Imankristen pake quotation siapa di posting2 dia dimana ada nama saya disitu jadi seakah-akan saya pernah mengatakan seperti itu.
..
Harap Menggunakan cara-cara yang bersih dalam berdiskusi.
..
Terimakasih.
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang jujur.
@nitt.
biasa lah ..
Ngeles kamu itu lhoo..
he he he
semoga kita tidak menjadi orang penipu dan pembohong.
(terutama di depan publik seperti ini)
..
..
Salam.
semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
@imanKristen.
Kayanya si nitt sudah mulai “mereduksi” lagi nih he he he…
Kamu bener lagi tuh … he he he
salam
@jelasenggak
Saya katakan :
Kamu Respon posting saya ini dengan :
Ngga heran sih.
..
Semoga kita tidak termasuk mereka yang berhati munafik.
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang jujur.
@nitt.
Jangan mengalihkan pembicaraan seperti yang sudah2.
Kamu yang ngajak bersumpah.
Kenapa ngga kamu aja duluan bersumpah di sini…he he he..
Silahkan bersumpah di sini… hayo saya tungguin..
Udah saya jawab kan bahwa Saya ngga berani sumpah.
Sekarang coba kamu yang berani bersumpah, silahkan mulai bersumpah di sini..
Bagaimana kalau kamu nitt, mulai sumpah bahwa LIA eden bisa membuat mukzizat seperti Yesus, ajarannya mengandung keselamatan, dll (seperti yang pernah kamu katakan itu)
hayo.. sumpah deh … mulai 1,2 3.. he he he.. di tunggu lho…he he he
Berani ngga? (kayanya sih ngga ya…wong cuman ngomong doang he he he)
.
.
semoga kita tidak menjadi orang yang penipu dan pembohong. Apalagi di depan publik seperti ini.
..
Salam
ps. semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi
@jelasenggak
Tunjukin aja jel saya ngeles dan mereduksinya dimananya..
Seinget saya terakhir kali saya bertanya hal yang sama kamu ngga jawab-jawab juga ya jel..
..
Kamu mau saya bersumpah atas nama Tuhan?
Saya sih berani aja, karena apa?
Karena saya J U J U R dengan Hati dan Pikiran saya.
..
Kamu ngga berani ya?
Kenapa?
Ngeri?
Ngeri kenapa?
Sama siapa?
Sama Jesus?
Jesus si “tuhan” kamu yang penuh cinta kasih itu?
Kenapa ngeri?
Kan kamu ngga salah.
..
Semoga kita semua dicintai Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyanyang.
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang jujur.
@All
Saya Bersumpah demi Tuhan yang Menggenggam jiwa saya, bahwa Saya :
1. Berpikir bahwa Pemikiran-Pemikiran pihak Kristen di sini memang Salah dan Saya tidak hanya berniat Ngeles saja.
2. Yakin bahwa memang Agama saya adalah Agama yang Benar dan Saya tidak sedang Mengenak-enakin ajarannya saja serta saya juga menganggap Semua ajaran Agama saya Tidak bertentangan dengan Hati Nurani saya.
3. Memang Bersungguh-sungguh mengatakan bahwa “Saya Tidak Pernah Mengatakan dan Berpikir bahwa Iman meniadakan Logika”, jadi tidak sekedar Ngeles dari apa yang dikatakan oleh Imankrsiten.
..
Kenapa jel?
Kaget Muslim dapat melakukan ini?
..
Tuhan Maha Pengasih, Penyayang dan Adil jel.
..
Ada lagi?
..
Semoga kita tidak termasuk mereka yang berhati munafik.
..
Salam kasih dalam ketenangan hati yang jujur.
@nitt.
sumpah tentang LIA EDEN mana tuh.. he he he
Kok ngga disebut secara spesifik sih.. he he he..
Kamu bilang Kamu Tau kalau Lia Eden ada menjanjikan keselamatan, bisa buat muzizat seperti Yesus, cinta kasih dll.
Coba sumpah di sini …
saya mau liat.
..
..
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus Lebih dalam lagi.
salam
@jelasenggak
Saya Bersumpah bahwa :
1. Saya sudah Memprediksikan bahwa kamu akan Mengatakan semacam ini (menyuruh saya Sumpah mengenai Lia Eden) pada Respon kamu atas Posting terakhir saya.
2. Ngga cuman sok-sok punya Bakat Strategis karena Memang saya telah mengambil Tesnya dan Hasilnya seperti itu.
..
Bisa T U L I S disini saya ngomong apa tentang Lia Eden?
..
Salam kasih dalam keberanian hati yang Tenang dan Tidak Munafik.
@jelasenggak
Semoga kamu ngga Ngeri sama Jesus.
Cinta Kasih?
Ok deh.
..
Semoga kita tidak termasuk mereka yang berhati Munafik.
..
Salam kasih dalam keberanian jiwa Laki-laki yang jujur.
@nitt.
Kamu kan menulis di #136 begini nih:
Kemudian saya bertanya di #154 begini :
Kamu menjawab pertanyaan saya itu di #160 dengan :
Karena kamu telah berkata ADA,
Silahkan sumpah di sini kalau kamu mengatakan kebenaran di posting kamu nomor 160.
(jangan main-main ya… kamu udah sumpah untuk tidak ngeles he he he)
Terus, Tuliskan ajaran LIA EDEN disini, mukzizat yang pernah dilakukan, janji keselamatan.
——
Sumpah seorang muslim?
terus terang saya ngga kaget nitt.. he he he…
Orang muslim sering gampang bersumpah.
Sumpah muslim sering ngga bisa dipercaya, makanya ada lagi sumpah baru : SUMPAH POCONG.. he he he
ntar sumpah pocong ngga berlaku… ganti lagi sumpah ..botol ha ha ha…
Kalau sumpah seorang kristen, saya baru percaya.
orang kristen ngga gampang bersumpah. Sumpah di kristen adalah sesuatu yang dianggap bukan hal main-main.
biasakan untuk ,
“jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak” itu ajaran kristen.
..
..
Semoga kita tidak menjadi manusia yang pembohong di depan publik.
salam
Semoga kamu mengenal Yesus lebih dalam lagi.
@nitt.
Karena kamu sudah bersumpah yang ini :
.
mau tanya boleh ngga ya.
Di agama kamu ada ajaran yang memperbolehkan poligami.
Kalau ibu kamu dimadu (ayah kamu kawin lagi),
Apakah hati nurani kamu menentang kelakuan ayah kamu itu.?
(jawabannya : Menentang atau TIDAK menentang)
jangan jawab ba bi bu be bo… jawab saja menentang atau tidak.
..
..
semoga kamu diberikan hati yang jujur dalam menjawab ini.
salam.
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi
@imankristen 188 : Masalahnya itu sebenarnya gini bos, aku berusaha membuat definisi yang objektif yang diterima oleh semua kelompok. Sementara kamu membuat definisi yang saling kamu kait-kaitkan. Definisi seperti kamu tentu saja juga boleh. Tetapi konteksnya tentu lebih sempit. Karena kamu beriman maka kamu membuat definisi logika adalah …bla..bla..bla seperti omongan kamu itu. Lha aku membuat definisi logika yang umum. Logika adalah berpikir lurus bla…bla..bla. Konsep logika yang aku pake adalah konsep yang bisa diterima secara lebih netral oleh semua kelompok, sehingga bisa didiskusikan antara theis dan atheis.
Lha kalo kamu ngomong gini :
Bagi saya konsep kamu ini jadi kurang jelas batasannya mana yang kamu anggap logika dan mana yang kamu anggap iman. Secara definisi umum, maka yang kamu lakukan adalah pencampuradukan konsep.
Kamu bilang logis. Bagi saya yang namanya logis berarti erat kaitannya dengan logika.
Tetapi kamu ngomong logis, tetapi masih dalam wilayah iman. Bagi saya apa yang kamu lakukan ini bisa kita katakan sebagai lompatan logika. Anda berkata logis tetapi menolak ketika saya kaitkan dengan logika.
Bagi saya yang berpegang pada konsep diskusi yang lebih umum : Ketika seseorang mengatakan itu logis, maka berarti logika dia mengatakan itu logis : Penalaran dia mengatakan bahwa ada hubungan sebab akibat yang lurus dan masuk akal.
Konsep seperti ini tentu tidak bisa kita anggap berlawanan dengan iman. Karena ini adalah konsep objektif yang disetujui oleh mayoritas banyak orang, terlepas dari apapun imannya. Karenanya konsep ini pula juga banyak dipake dalam buku2 yang bahkan ditulis oleh tokoh2 agama.
Kita tidak bisa bilang manusia yang membuat definisi objektif, atau membuat definisi netral bahwa logika itu berpikir lurus, tanpa membahas iman, berarti dia tidak beriman. Masalahnya sekali lagi pada ketegasan, kita mau bicara topik apa ? Iman atau logika.
Kalo topiknya logika, ya kita pake konsep logika yang bisa diterima objektif oleh banyak orang. Kalau definisi logika : sesuatu yang harus berangkat dari iman. Lha nggak ada definisi logika seperti itu dalam buku2 logika, bahkan termasuk buku2 logika yang ditulis oleh rohaniawan Kristen sekalipun. Lha kalo topiknya anda persempit menjadi logika Kristen atau logika theis, memang definisi anda bisa diterima. Diterima oleh siapa ? Ya dterima oleh orang yang sekaum dengan anda. Tetapi tentu saja berarti unsur objektifnya lebih berkurang karena hanya diterima oleh sekelompok orang – dan ditolak oleh sekelompok lainnya.
Tetapi kalo kita bicara objektif atau definisi standard yang diterima oleh lebih banyak orang : Yang namanya definisi logika itu ya apa yang saya katakan pada pembahasan sebelumnya. Logika itu kaitannya dengan berpikir lurus. Lha definisi logika yang ini lebih bisa diterima banyak orang. Gicu lho maksudku.
SALAM BOS.
GBU
Wah… anda ini benar-benar kacau…
Pengertian logika dengan sesungguh-sunguhnyapun anda kurang mengerti.
Demikian juga dengan iman.
Kita akan membahas satu persatu.
LOGIKA.
Bagian 1:
1. Apakah logika terbatas atau tidak?
2. Logika itu dicipta atau ada dengan sendirinya?
3. Apakah logika itu murni bersih atau sudah tercemar akibat dosa? Dan apa akibatnya?
Bagian 2:
1. Hubungan Logika dengan Alam (Logika menyelidiki alam).
2. Logika dan manusia (Logika menyelidiki manusia).
3. Logika dan Allah (Logika menyelidiki Allah).
Kita mulai dari bagian 1.
Ditunggu permbahasan anda.
Salam.
@imankristen 202 : Oke deh tak jawab pertanyaan kamu. Tapi kalo tanya yang seimbang ya . Jangan cuma logika saja yang kamu tanyakan mestinya iman juga dong, kan bahasannya iman dan logika.
1. Logika dan iman punya keterbatasan masing-masing
2. Saya tidak jelas maksud anda – yang anda maksud dicipta itu dicipta oleh siapa ? Apakah diciptakan Tuhan atau manusia ??? Tolong anda uraikan lebih detail
3. Baik logika maupun iman memiliki masalahnya masing-masing. Jadi kalo anda bicara murni atau tidak murni. Kedua-duanya bisa murni bisa tidak murni. Dalam tataran praktis seperti yang saya katakan sebelumnya kedua-duanya sama-sama bisa dipake oleh Tuhan. Tetapi pada sisi sebaliknya kedua-duanya juga bisa sama-sama menyimpang.
Atau malah membawa manusia ke jalan yang “salah”
Sekarang silakan anda uraikan jawaban anda sendiri terhadap pertanyaan anda.
Kalo anda ngomong logika itu tidak murni sedangkan iman itu murni, tolong anda jelaskan alasannya.
SALAM
GBU.
@jelasenggak
Sudah lah.
Sampai saya bersumpah atas nama Tuhan juga kamu ngga percaya.
..
Sedangkan kamu dengan jelas-jelas MENOLAK untuk bersumpah (yang mengindikasikan kamu memang Tidak jujur dengan Hati dan Pikiran kamu disini) saja saya masih mau meladeni.
..
Tentang Lia Eden itu.
Kamu buka Situsnya saja.
Google sana, andalan kamu google kan??
Setelah nemu situsnya, hubungi pengikutnya, Tanya pertanyaan kamu.
(tapi janji, setelah kamu menemukan apa yang saya omongin, kamu mau ya ikut dia..)
..
Semoga kita terbebaskan dari kekerdilan jiwa dan kemunafikan hati.
..
Salam kasih dalam keberanian hati yang jujur.
@All
Saya ULANGI :
Saya bersumpah bahwa semua Ajaran Islam TIDAK bertentangan dengan hati Nurani saya.
..
Dari Poligaminya sampai ke Izin Membunuhnya.
..
Semoga ngga ada yang mengulang-ulang pertanyaan.
..
Semoga kita terbebaskan dari kekerdilan jiwa dan kemunafikan hati.
..
Salam kasih dalam keberanian hati yang jujur.
@nitt.
he he he jangan suka ngeles… (udah sumpah lho)
==> kan kamu yang bilang bahwa di lie eden itu ADA janji keselamatan, ADA Muzizat seperti yesus, ADA cinta kasih..
Saya ngga perlu google..
Saya mau tanya sama kamu. Apakah semua yang kamu katakan itu bener.
Saya mau tau apakah kamu cuman sekedar ngomong ADA…
atau
kamu memang tau bahwa benar-benar Semua yang kamu sebutkan itu ada…
silahkan sumpah di sini mengenai hal itu..
ngga berani kan.. he he he..
kalau ngga berani bilang ngga berani… jangan ngeles…
karena kamu udah sumpah untuk ngga ngeles..
semoga kita tidak menjadi seorang pembohong dan penipu yang suka sekali bersumpah. Apalagi di depan publik seperti ini.
..
salam.
ps. Semoga kamu dibeikan kesempatan mengenal yesus lebih dalam lagi.
@nitt
kamu :
==> hanya karena saya menolak bersumpah, bukan berarti saya tidak jujur. (aristoteles lagi nih he he he)
Jujur atau tidak jujur relevansinya dengan bukti…
sedangkan sumpah?… he he he…irrelevan di sini..
..
..
semoga kita tidak menjadi manusia penipu dan pembohong yang senang sekali bersumpah palsu..
salam
semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
@nitt.
Kan saya tanya begini :
Kalau ibu kamu dimadu (ayah kamu kawin lagi),
Apakah hati nurani kamu menentang kelakuan ayah kamu itu.?
(jawabannya : Menentang atau TIDAK menentang)
jangan jawab ba bi bu be bo… jawab saja menentang atau tidak
kok jawab lain sih…
Kenapa sih ngga mau jawab…
Takut ya?
Udah sumpah….
..
..
semoga kita tidak menjadi penipu dan pembohong yang senang bersumpah. Apalagi di depan publik seperti ini.
..
..
Salam
semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
@jelasenggak
Saya yakin kamu tau bahwa kamu sering ngeles jadi kamu menolak untuk bersumpah bahwa kamu jujur (terserah kamu mau ngeles lagi dengan jawab apa).
..
Saya sudah bersumpah bahwa saya TIDAK PERNAH ngeles.
Kamu MENOLAK untuk bersumpah yang sama.
..
Dan sebagai orang yang mempunyai hal yang lebih baik untuk dilakukan daripada ngobrol dengan sesorang yang berkarakter seperti itu..
Mendingan saya mikirin gimana cara ngebantu pemerintah dalam menghadapi keadaan sekarang ini.
..
Semoga kita terbebaskan dari kekerdilan jiwa dan kemunafikan hati.
..
Salam kasih dalam kedamaian jiwa yang Tenang.
@nitt.
he eh.. iya…
jadi..?
Yang #206 gimana tuh…
Mau sumpah yang itu ngga…
postingan kamu nomor 209 itu bukan ngeles dalam menjawab pertanyaan saya yang di #206 itu ya.. he he he..
kamu udah sumpah lho… hayo… ?
..
..
semoga kita tidak menjadi penipu dan pembohong yang gampang bersumpah. Apalagi di depan publik seperti ini.
..
..
salam.
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
@nitt.
# 208 gimana…
mau di ngelesin lagi?
udah sumpah lho… he he he..
..
..
semoga kita tidak menjadi penipu dan pembohong yang gampang bersumpah. Apalagi di depan publik seperti ini.
..
..
salam.
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
@nitt.
Katanya pemberani…
Suruh sumpah…
malahan ngeles dengan mengatakan lebih baik bantu pemerintah…
kalau berani sumpah… ya silahkan saja sumpah… tuh..
masalah lia eden.. #206.. belum disumpah…
Kamu ini..
senengnya ngeles, tapi ngga mau dibilang ngeles… eh sekarang malahan pake sumpah segala…
gimana nih..
apa ngga dosa tuh.. he he he
harga diri ada batasnya.. he he he
..
..
semoga kita tidak menjadi penipu dan pembohong yang gampang bersumpah. Apalagi di depan publik seperti ini.
..
..
salam.
Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
Kok malah jadi kayak sinetron ya ?
@lovepassword.
Bilang-bilang ngga mau ngeles..
pake sumpah segala lagi..
begitu disuruh sumpah lia eden itu (#206)..
Eh… malahan ngomong lebih baik bantu pemerintah…
ha ha ha ha….
apa itu ngga ngeles…
…
..
kasihan deh..
…
..
Memang kalau orang kebiasaan menggunakan sumpah..
Ya begitu itu…
gampang sekali bersumpah…
Karena mereka tidak sadar akan akibat dari sumpah..
Disangkanya… cuman main-main…
Jadi inget pejabat yang koruptor itu..
Dulunya juga disumpah jabatan kan ya… he he he..
Gampang banget sumpah-menyumpah.. he he he..
@ImanKristen.
Kayanya bagus kalau dibikin artikel nih he he he
salam semua..
ps. Saya sarankan jangan gampang bersumpah.
@nitt.
Eh nitt…
Ada Kiai dari semarang..
Mengawini anak 7 TAHUN…
HAH??….
ada di kompas online… ngga percaya cari aja sendiri..
Sang Kiai mengakui mengikuti jejak Muhamad (nabinya dia).
Gimana tuh…
salam
Semoga kamu sadar .
to 203#lovepassword…
1. Logika itu terbatas.
Artinya…, banyak hal yang tidak bisa dicapai oleh logika. Logika bukan tidak berarti, logika juga bukan segalanya, logika adalah sesuatu yang dicipta oleh Allah.
2. Logika itu dicipta oleh Allah.
Logika itu dicipta, karena itu logika tidak bisa menjadi subjek dalam mempelajari Allah (kebenaran). Posisi logika sebagai objek dalam kasus ini.
3. Logika itu sudah tercemar (tidak murni lagi). Logika itu seperti pelacur…, bekerja sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh hati manusia itu sendiri. Karena itulah logika manusia itu dalam menentukan sesuatu itu berbeda-beda. Coba perhatikan logika para pengacara, logika para hakim dan sebagainya.
Ketiga jawaban ini behubungan dengan 3 pertanyaan berikutnya tersebut.
Untuk masalah iman, tentu saja kita akan membahasnya.
Btw, kita diskusi logika dengan prinsip Kristen, baik saya maupun anda (mengutip santo Aquinas).
Harap berikan prinsip Logika dari Alquran.
Salam.
@jelasenggak
Baca #209
..
Semoga kita tidak termasuk mereka yang Sempit hatinya.
..
Salam kasih dalam keberanian hati laki-laki yang jujur.
@nitt.
Tuh kan.. ngeles lagi.. padahal udah sumpah ngga ngeles..
itu #206 belum dijawab tuh…he he he..
ngeles nih…
udah sumpah lho .. he he he…
..
..
Semoga kita tidak menjadi penipu dan pembohong yang gampang sekali bersumpah. Apalagi di publik seperti ini.
salam.
ps. semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi.
@All
Oh iya..
Saya baru inget..
Kalo menurut kenalan saya, orang yang mempunyai karakter Pengecut, Munafik dan Mudah Terusik itu pastilah :
1. Pendidikannya ngga tinggi.
2. Penghasilannya pas-pasan.
3. Pasangannya tidak menarik, mudah marah, cerewat etc.
4. Tidak bergaul dengan orang-orang yang berhasil (winner).
Singkat kata..
Orang yang Kalah dalam kehidupan..
Jadi mau apa lagi? selain Marah-marah sama siapa aja. =)
..
Tapi yah itu kata kenalan saya ya.. =)
..
Tapi menurut saya sih seharusnya ia marah-marah kepada dirinya sendiri..
Sifat Pecundang kok dipelihara.
Kalo ada orang yang lebih Berhasil seharusnya Belajar..
Bukannya dongkol-dongkol ngga jelas.. =)
..
Semoga kita tidak termasuk mereka yang Sempit hatinya dan Kecil keberaniannya.
..
Salam kasih dalam kesejatian cinta kasih yang tidak munafik.
@nitt.
Tuh kan.. ngeles lagi.. padahal udah sumpah ngga ngeles..
itu #206 belum dijawab tuh…he he he..
ngeles nih…
udah sumpah lho .. he he he…
..
..
Semoga kita tidak menjadi penipu dan pembohong yang gampang sekali bersumpah. Apalagi di publik seperti ini.
salam.
ps. semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus lebih dalam lagi. Dan juga hati yang damai… ngga gampang terusik dengan omongan orang.. he he he
@ Jelasnggak #159
Dengan komen 113 kira-kira ada bedanya gak ya “LEVEL” nya
terus
yang hafalannya cuma S2, crok….crok, dan banyak ketawa ketiwinya itu sapa toh….???
Aneh
maling teriak maling lu ah…….
@animemouse.
telat ah kamu…
113 udah di bahas di 141..
makanya mikir…. nanti diketawain …
semoga kamu diberikan kedamaian hati.
salam
iya sorry telat, kerjaan saya masalahnya bukan cuma diskusa-diskusi kayak gini aja sih jel……..
cuma lucu aja sih si iman kristen itu menelan ludahnya sendiri walau pun nelannya pelan2 dan hati2……hehehe
semoga setiap kata2mu dlm diskusi ini selalu memberikan kesan damai di hati juga……
amin ya rabbal alamin
@imankristen 216 : Masalah logika anda anggap bisa berpotensi membuat masalah – sekali saya sependapat dengan anda. Hanya saja kalo menurut saya kalo anda melihat dari sisi potensi : iman pun juga bisa membuat masalah. Begitu juga sebaliknya, jika terpake dengan baik maka logika juga bisa menghasilkan sesuatu yang baik, iman juga demikian. Karena itu jika anda mengatakan rasio itu tidak murni. Oke lah. Tapi kalo sudut pandangnya seperti itu iman pun juga belum tentu selalu murni. Karena itu saya ingin tahu pendapat anda mengapa anda mengatakan iman itu murni dan logika itu tidak murni
Masalah kedua, masalah logika dari sisi Islam. Saya rasa yang namanya logika itu sifat dasarnya universal. Karena itulah para pakar logika tidak pernah mengatakan logika Islam, logika Kristen dsb. Kalau yang dibahas murni logika. Buku2 logika terbitan Kanisius juga tidak ngomong kalo buku itu buku logika Kristen.
Tetapi tidak bisa dipungkiri memang ada buku2 yang mencoba mengaitkan iman dan logika bersama-sama.
Kalau kita mengaitkan logika dari sisi sejarah Islam, maka salah satu pakar logika/filsafat Islam yang terkenal adalah Ibnu Rusyd.
Secara prinsip boleh dibilang pendapat Ibnu Rusyd ini mirip dengan pendapat Thomas Aquinas karena keduanya dipengaruhi oleh tokoh yang sama yaitu Aristoteles. Karena itu jika Nitt setuju dengan Thomas Aquinas anda tidak perlu bingung, karena memang ada kesamaan dari sisi ini.
Dan seperti anda yang heboh membuat perbandingan antara Thomas Aquinas dan Agustinus, dalam Islam pun juga ada perdebatan yang cukup seru menyangkut posisi logika ini. Salah satu perbedaan pemikiran antara dua tokoh Islam yang cukup seru adalah antara Ibnu Rusyd dan Al Ghazali. Saya rasa anda bisa mengecek masalah ini di wikipedia atau tempat lain.
Intinya seperti yang saya katakan perbedaan pendapat itu biasa. Karena dalam intern agama sendiri juga selalu ada. Karena itu sebaiknya kita juga berhati-hati dalam mengelola perbedaan pendapat
SALAM
To lovepassword…
Iman itu selalu berhubungan dengan Kebenaran.
Kalau tidak berhubungan dengan kebenaran…, disebut dongeng atau ilusi. Kan saya sudah pernah bilang.
Contoh:
Theis: Sebut Allah itu adalah iman.
Atheis: Sebut Allah itu adalah ilusi.
Iman yang tidak benar adalah ilusi.
Semua jawaban saya disini berdasarkan prinsip Alkitab yang sungguh luar biasa dan bisa dipertanggung-jawabkan.
Anda?
Salam.
@Iman Kristen 225 : Saya paham maksud anda. Tapi kalo anda boleh bilang iman itu selalu berhubungan dengan kebenaran. Dalam arti “iman yang nggak bener” tidak boleh kita sebut iman. Dengan logika yang sama dengan logika anda, saya juga bisa bilang bahwa logika yang tidak sesuai dengan kebenaran tidak bisa kita namakan logika. Kita bisa namakan ini kesalahan logika atau apapun namanya.
Intinya kalo anda mau mengatakan bahwa iman itu kata lain dari kepercayaan yang sifatnya netral, maka logika itu juga netral.
Tapi kalo menurut anda yang salah-salah nggak boleh kita namakan iman, harus pake istilah lain. Ya apa susahnya sekedar mencari istilah lain. Saya juga bisa bilang yang nggak bener itu tidak boleh disebut logis. Itu irasional.
Lha masalah ini tinggal mau kita lihat dari sisi mana? Bagi orang lain, iman dan logika itu sifatnya netral-netral saja. Artinya biarpun kita merasa beriman dan logis, orang lain bisa saja menganggap kita tidak beriman atau beriman yang salah dan tidak logis.
Tetapi kalo kita melihat pada diri sendiri, yang namanya iman kita sendiri pasti kita anggap bener dong, begitu juga logika kita sendiri. Jadi masalahnya kan pada sudut pandang.
Hi Hi Hi, ayat Alkitab itu ada banyak Mas Iman. Saya tidak mengatakan anda bertentangan dengan Alkitab. Tetapi saya harap anda sadar juga bahwa pihak yang berbeda pendapat dengan anda juga belum tentu bertentangan dengan ayat-ayat agama.
Kita sempat membahas Thomas Aquinas dan Agustinus.
Setahu saya Thomas Aquinas itu juga tokoh besar gereja. Sehingga tentu tidak bisa kita bilang pendapat Thomas Aquinas “tidak berdasarkan Alkitab”. Hi Hi Hi.
Saya tidak mengidentikkan pendapat saya persis sama dengan Aquinas meskipun memang ada kemiripan besar.
Yang ingin saya omongkan adalah : Dalam satu agama itu sendiri sangat mungkin terjadi beda tafsir antar tokoh agama.
Kita tidak bisa sedemikian mudah membuat judgement bahwa tokoh A bertentangan dengan agama hanya karena kita sendapat dengan tokoh B. Ide dasarnya sebenarnya seperti itu.
Jadi jangan hanya karena kita merasa berpegang dengan satu atau dua ayat agama lalu kita kemudian merasa orang lain yang pendapatnya bertentangan dengan kita berarti bertentangan dengan agama. Hi Hi Hi. Wah bahaya itu. Kita merasa lebih tuhan daripada Tuhan kalo gicu. Hik hik.
Anda mungkin masih penasaran masalah iman dan logika ini. Ayat yang membahas iman mungkin relatif sering dibahas sedangkan logika kesannya jarang dibahas. Padahal ayat yang membahas logika tentu saja ada, biarpun mungkin pake istilah lain. Entar saya carikan ayatnya deh.
Sejarah pergumulan iman dan logika dalam agama baik Islam maupun Kristen sangat panjang dan dipenuhi pasang surut. Ada masa dimana iman begitu dipuja sehingga logika harus ditendang. Ada masa dimana logika begitu dipuja dan ada masa tarik menarik diantara keduanya. Ini memang masalah yang cukup debatable bahkan dalam internal masing-masing agama itu sendiri. Lha saya juga ingin kita juga menganalisa agama dari sisi itu. Artinya ketika kita berpendapat – kita selalu nyadar bahwa pendapat kita itu hanya satu diantara sekian banyak pendapat dalam agama kita itu sendiri.
Dalam perkembangan pemikiran dalam agama ada tarik menarik yang begitu heboh antara logika dan agama. Antara ilmu pengetahuan dengan apa yang tertulis dalam Kitab Suci. Dan topik itu masih hangat terus. Hik Hik. Pakar agama sekarang ini ( dan sebenarnya juga sejak dulu juga ada sih), berupaya mengharmoniskan itu. Mengharmoniskan apa yang bisa kita namakan dengan Kitab Suci serta Kitab Alam, atau apa yang bisa kita pelajari dari hukum-hukum alam.
Lha kalo dua Kitab Itu bertentangan bagaimana ???
Kalo kita anggap tidak boleh bertentangan, maka tentu ada pilihan bagi kita :
Kitab Suci anggap saja tidak bisa salah, tapi tafsir Kitab Suci toh masih bisa salah. Kalo sebagian isi Kitab Suci kita anggap berlaku seterusnya, penafsir Kitab Suci tidak hidup abadi bukan, sehingga masih sangat mungkin dia salah tafsir.
Kitab Suci tidak bisa salah, sehingga pengetahuan itu yang pasti salah. Dalam arti masih tersimpan rahasia yang belum terungkap seluruhnya dalam Kitab Alam itu.
Secara praktis, kita harus memilih : Kalo ternyata terlihat ada perbedaan di antara keduanya.
SALAM
GBU
to 226 Lovepassword…
Iman itu adalah suatu kepastian yang berhubungan dengan kebenaran.
Logika itu adalah lebih kepada cara berpikir. Logika juga sudah tersesat, karena manusia itu juga sudah tersesat.
Jadi…, iman adalah mengembalikan logika kepada Kebenaran.
Bagaimana memandang ilusi? Disinilah logika bekerja. Karena Iman berhubungan dengan Kebenaran…, maka logika akan bekerja untuk mengerti Kebenaran.
Jadi Iman melihat jauh kedepan…, logika berlari mengejar apa yang sudah dilihat oleh Iman.
Iman adalah anugrah dari Allah kepada siapa Allah berkenan memberikannya.
Kami percaya, Iman sejati hanya melalui Alkitab.
Tetapi Allah menyatakan dirinya melalui dua penyataan:
1. Penyataan Khusus melalui Kristus.
2. Penyataan Umum melalui Alam.
Melalui alam…, manusia hanya bisa melihat “bayang-bayang” kebenaran itu sendiri. Kenapa? Karena manusia sudah jatuh dalam dosa.
Bagaimana dengan orang Kristen yang sudah menerima Kristus (keselamatan)? Mereka diberikan “hati yang baru” untuk “mampu” melakukan apa yang baik.
Disinilah…, Iman yang sungguh itu membawa logika yang tersesat kembali kepada Kebenaran.
Salam.
@imankristen 227 : Pendapat anda lumayan menarik. Tetapi saya melihat ini dari sisi realitasnya saja atau dari sisi praktis.
Kalo kita bicara mengenai tafsir Kitab Suci dari mana bisa kita pastikan bahwa tafsir itu menggunakan iman atau logika.
Para tokoh agama itu juga merasa beriman ketika mereka menafsirkan sejumlah ayat dalam Kitab Suci. Tapi kita bisa melihat bahwa yang namanya tafsir juga tidak selalu benar kalo ditinjau dari sisi realitas sekarang.
Misalnya saja : Konsep holeosentris yang ditentang oleh para tokoh gereja. Mereka menentang konsep ini – menurut mereka ya dasarnya karena mereka percaya Kitab Suci.
Artinya mereka merasa diri mereka beriman. Mereka mengartikan iman yang bener itu adalah iman mereka. Endingnya saya rasa kita semua sepakat kalo mereka salah tafsir.
Jadi kalo kita bicara iman – yang kita bahas itu sisi iman menurut siapa. Kalo menurut diri sendiri iman itu selalu benar. Tetapi kalo kita bicara objektif, iman itu sendiri bisa salah bisa bener.
Anda mungkin bisa beralasan kalo mereka memakai logika dalam memahami Kitab Suci. Lha saya tanya anda : Membedakannya bagaimana? Saya rasa ketika para tokoh membuat suatu tafsir, mereka juga merasa diri mereka beriman.
Ketika ada benturan antar iman bagaimana ? Apakah kita menganggap yang satu salah yang lain bener. Atau bagaimana ?
Kalo kasusnya antar agama, mungkin kita bisa sama-sama ngotot membenarkan diri sendiri. Tetapi kalo kasusnya misalnya saja beda aliran dalam satu agama.
Masing-masing merasa diri beriman. Tetapi sejauh mana kebenaran objektif iman itu bisa dipertahankan.
Dalam Islam misalnya ada beda mazhab, Islam Sunni saja ada 4 mazhab yang terkenal belum yang lain. Mereka masing-masing ya mengaku beriman. Mereka mengaku menafsirkan Kitab Suci tidak secara sembarangan.
Begitu juga dalam Kristen, ada banyak aliaran juga. Kasus kecil saja : misalnya ibadah pada hari Sabtu atau Minggu, perayaaan Natal, tata cara baptisan, dsb.
Jika anda bertanya pada satu aliran ya mereka selalu berkata kalo mereka beriman. Mereka merasa “tidak ngarang” ketika melaksanakan ibadah itu. Semua merasa berdasarkan Kitab Suci. Tetapi kalo ditinjau dari sisi umat yang lain maka iman itu sendiri kan tetap bisa dianggap salah bisa juga dianggap benar. Artinya kalo kita melihat ini dari sisi objektif, iman itu ya sama juga dengan logika – masih bisa dianggap salah dan masih bisa dianggap bener.
Masalah pernyataan umum dan pernyataan khusus, secara doktrinal ya oke-oke saja. Indah-indah saja. Tetapi kalo sampe timbul benturan antara tafsir agama dengan tafsir ilmu alam, lha itu kadang yang bikin pusing.
Mengapa ? Karena sejarah membuktikan bahwa tafsir juga bisa salah, ilmu pengetahuan juga masih bisa salah karena terus berkembang. So rasanya tidak segampang itu anda mengatakan Iman yang sungguh membawa logika kepada kebenaran. Itu kan konsepnya, nyatanya kan segalanya bisa terjadi.
Masalahnya Iman yang sungguh itu seperti apa ? Lha nyatanya para pakar agama juga sering salah kok. Dus meskipun pakar sains juga sering salah.
Kalo yang anda bicarakan itu kasus sederhana seperti orang nyolong ayam. Lha itu masih gampang. Nyolong ayam itu dosa, gampang kan.
Bagiamana kalo kasusnya lebih kompleks misalnya Cloning, teory evolusi, operasi ganti kelamin, rekayasa genetika, pembajakan software dan sebagainya. Bagaimana anda menjelaskan fenomena ini berdasarkan iman ??? Kalo anda mau menafsirkan, ayat mana yang akan anda pake ?
Anda pake analogi kan. Analogi itu ya sedikit banyak nyangkutnya ke logika.
Jadi kalo logika itu terbatas, ya memang benar. Tapi iman juga punya keterbatasan. Logika bisa salah, iman tentu juga bisa salah. Sekali lagi kalo kita meninjau ini dari sisi objektif.
SALAM
Iman itu menembus keterbatasan menuju ketidakterbatasan.
Iman harus dikaitkan dengan kebenaran. Kebenaran itu adalah: Allah Bapa, Putra, Roh Kudus dan Alkitab. Ini adalah kebenaran Pencipta. Ini berada diluar “kebenaran dasar” yang dipahami oleh manusia.
Penafsiran yang kurang tepat terhadap kebenaran ini dikarenakan 3 hal utama:
1. Kebenaran itu melampaui logika.
2. Kebenaran itu tidak terbatas dan sulit dijangkau oleh logika yang terbatas.
3. Kebenaran itu tidak bisa dimengerti dengan rasio yang sudah tercemar (efek dosa pada rasio).
Jadi bagaimana?
Seperti lingkaran tahun pada pohon. Iman itu bertumbuh.
Iman ==> Logika ==> Iman ==> Logika ==> Iman ==> dst..
Itu adalah pertumbuhan iman, seperti lingkaran tahun pohon.
Salam.
Ps. Semakin lama kita diskusi…, anda akan semakin mengerti tulisan AKU TAHU diatas.
Tambahan:
Kebenaran tidaklah relatif.
Protagoras (bapak Sofisme) dan Georgias (Bapak dari Antroposentris Humanisme Yunani), kedua filsuf ini mengatakan kebenaran itu bersifat relatif.
Jaman setelah mereka, lahirlah Socrates yang melawan pendapat mereka. Socrates percaya bahwa kebenaran harus mutlak dan tidak boleh relatif.
Salam.
kebenaran itu melampaui logika. ya tapi kebenaran juga melampui iman. iman dan logika adalah alat untuk mendekati kebenaran. Kebenaran tak terbatas tapi iman dan logika manusia selalu terbatas.
kebenaran mutlak hanya dimiliki oleh sesuatu yang mutlak itu sendiri.
kepastian hukum Newton telah disempurnakan oleh relativitas Einstein.
kebenaran itu mutlak bagi diri sendiri. tetapi tidak pernah mutlak bila dilihat dari sisi pihak lain.
kebenaran itu melampaui logika. ya tapi kebenaran juga melampui iman. iman dan logika adalah alat untuk mendekati kebenaran. Kebenaran tak terbatas tapi iman dan logika manusia selalu terbatas.
kebenaran mutlak hanya dimiliki oleh sesuatu yang mutlak itu sendiri.
kepastian hukum Newton telah disempurnakan oleh relativitas Einstein.
kebenaran itu mutlak bagi diri sendiri. tetapi tidak pernah mutlak bila dilihat dari sisi pihak lain.
Salam.
@lovepassword dan imankristen
Ya ampun.
Belum beres juga?
..
Pada ngga kerja apa ya? =)
..
Tapi mungkin kerjanya ngga ada hubungannya sama kondisi sekarang sih ya..enak tuh.. =)
..
Salam semuanya.
@Nitten 233 : Hi Hi Hi. Gua lagi main catur di sini.
@imankristen 232 : Iman itu asalnya dari Allah. Ya logika pun asalnya juga dari Allah. Kalo logika bisa salah karena kehendak bebas manusia ya iman juga bisa salah. Posisinya masih selalu seimbang kan. Anda bicara konsep, saya bicara kenyataan yang bisa kita lihat.
Tapi kalo kita lihat dari sisi konsep pun juga ada. Anda bicara soal benih. Anda tentu tahu persis analogi ini. Ada benih yang ditabur di tanah keras ada juga yang ditabur di tanah yang subur. Hasilnya bisa beda kan?
Secara praktis itu artinya begini : Kalo pun anda anggap bahwa benih iman itu baik, ya hasil akhirnya tetap saja belum tentu baik. Karena benih toh bisa mati bila ditaburkan di tanah yang keras.
Masalahnya adalah kita tidak selalu bisa tahu apakah iman yng kita ambil itu termasuk yang bener atau tidak. Kita kadang tidak bisa membedakan apakah iman kita termasuk iman yang bener atau hasil dari kekerasan kepala kita semata-mata. Bahkan para ahli tafsir pun juga berkali-kali melakukan kesalahan ini.
Seseorang bisa beriman beribadah pada hari Minggu, yang lain beriman hari Sabtu lebih afdol. Dari sisi diri sendiri, masing-masing merasa menjalankan iman, tapi dari sisi kebenaran. Yang paling tahu siapa yang benar cuma Allah, seperti omongan kamu itu.
Manusia harus diisi kebenaran Allah, oke. Tapi masalahnya dari mana kita tahu kalo kita diisi kebenaran Allah. Selalu sangat mungkin apa yang kita sangka kebenaran Allah malah menjerusmuskan manusia.
Anda bisa melihat tafsir2 ajaib bertebaran di mana-mana. Dan masing-masing dari mereka juga merasa mereka diisi kebenaran Allah.
To Lovepassword..
@imankristen 232 : Iman itu asalnya dari Allah. Ya logika pun asalnya juga dari Allah. Kalo logika bisa salah karena kehendak bebas manusia ya iman juga bisa salah. Posisinya masih selalu seimbang kan. Anda bicara konsep, saya bicara kenyataan yang bisa kita lihat.
Tapi kalo kita lihat dari sisi konsep pun juga ada. Anda bicara soal benih. Anda tentu tahu persis analogi ini. Ada benih yang ditabur di tanah keras ada juga yang ditabur di tanah yang subur. Hasilnya bisa beda kan?
Secara praktis itu artinya begini : Kalo pun anda anggap bahwa benih iman itu baik, ya hasil akhirnya tetap saja belum tentu baik. Karena benih toh bisa mati bila ditaburkan di tanah yang keras.
Masalahnya adalah kita tidak selalu bisa tahu apakah iman yng kita ambil itu termasuk yang bener atau tidak. Kita kadang tidak bisa membedakan apakah iman kita termasuk iman yang bener atau hasil dari kekerasan kepala kita semata-mata. Bahkan para ahli tafsir pun juga berkali-kali melakukan kesalahan ini.
Seseorang bisa beriman beribadah pada hari Minggu, yang lain beriman hari Sabtu lebih afdol. Dari sisi diri sendiri, masing-masing merasa menjalankan iman, tapi dari sisi kebenaran. Yang paling tahu siapa yang benar cuma Allah, seperti omongan kamu itu.
Manusia harus diisi kebenaran Allah, oke. Tapi masalahnya dari mana kita tahu kalo kita diisi kebenaran Allah. Selalu sangat mungkin apa yang kita sangka kebenaran Allah malah menjerusmuskan manusia.
Anda bisa melihat tafsir2 ajaib bertebaran di mana-mana. Dan masing-masing dari mereka juga merasa mereka diisi kebenaran Allah.
Salam.
@Imankristen #236
Jadi lah Obyektif man.
Jangan Berdiskusi dari Kacamata orang Beragama.
Kamu bicara “Iman Tidak Pernah Salah” sebagai Respon atas “Belum Tentu Kita Mengimani Sesuatu Yang Benar”nya Lovepassword.
..
Kamu Tau darimana sih yang kamu Imani itu Benar?
Kamu tau darimana sih kalo ajaran Kristen (dengan Menyembah Jesus) yang kamu ikuti ini benar?
Jangan katakan “Iman Tidak Pernah Salah”, lha wong pertanyaannya “Tau Darimana Tidak Pernah Salah”?
Juga jangan katakan “karena saya diajari Kasih”, karena di Sekolah Dasar juga diajari Kasih.
Ngga perlu Iman untuk belajar Kasih.
..
Seperti saya pernah katakan :
“Kalian kristiani tidak punya apa-apa selain iman”.
..
Dan semua Posting si Lovepassword kamu tanggapi dengan cara berpikir orang Kristen (contoh : kata kamu bahwa Alkitab adalah kebenaran).
Karena saya pikir kamu udah ngga tau lagi harus jawab dengan apa.
..
Dan percayalah,
Semua orang di forum ini Tau hal itu.
..
O iya, tolong belajar Islam lagi dari Muslim Scholar, kamu bisa pergi ke Universitas Islam Negeri, Jakarta atau ke Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta.
Soalnya kamu tampaknya Ngga Tau apa-apa mengenai Islam, tapi kok sepertinya pede ngomong Banyak tentang Islam.
..
Berusahalah untuk Maju temanku.
Karena salah satu definisi dari kegilaan adalah “Mengulangi Hal yang Sama dengan Berharap Hasil yang Berbeda”.
(yang ngomong begitu bukan saya, tapi Albert Einstein, sebelum kamu mulai sensitif lagi..).
..
Salam.
Yak..silahkan Ngeles dengan semua cara kamu. =)
..
Salam.
@Imankristen #236
Jadi lah Obyektif man.
Jangan Berdiskusi dari Kacamata orang Beragama.
Kamu bicara “Iman Tidak Pernah Salah” sebagai Respon atas “Belum Tentu Kita Mengimani Sesuatu Yang Benar”nya Lovepassword.
..
Kamu Tau darimana sih yang kamu Imani itu Benar?
Kamu tau darimana sih kalo ajaran Kristen (dengan Menyembah Jesus) yang kamu ikuti ini benar?
Jangan katakan “Iman Tidak Pernah Salah”, lha wong pertanyaannya “Tau Darimana Tidak Pernah Salah”?
Juga jangan katakan “karena saya diajari Kasih”, karena di Sekolah Dasar juga diajari Kasih.
Ngga perlu Iman untuk belajar Kasih.
..
Seperti saya pernah katakan :
“Kalian kristiani tidak punya apa-apa selain iman”.
..
Dan semua Posting si Lovepassword kamu tanggapi dengan cara berpikir orang Kristen (contoh : kata kamu bahwa Alkitab adalah kebenaran).
Karena saya pikir kamu udah ngga tau lagi harus jawab dengan apa.
..
Dan percayalah,
Semua orang di forum ini Tau hal itu.
..
O iya, tolong belajar Islam lagi dari Muslim Scholar, kamu bisa pergi ke Universitas Islam Negeri, Jakarta atau ke Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta.
Soalnya kamu tampaknya Ngga Tau apa-apa mengenai Islam, tapi kok sepertinya pede ngomong Banyak tentang Islam.
..
Berusahalah untuk Maju temanku.
Karena salah satu definisi dari kegilaan adalah “Mengulangi Hal yang Sama dengan Berharap Hasil yang Berbeda”.
(yang ngomong begitu bukan saya, tapi Albert Einstein, sebelum kamu mulai sensitif lagi..).
..
Salam.
Yak..silahkan Ngeles dengan semua cara kamu. =)
..
lho..?
Kok error sih?? kok ada tulisan yang ilang..wuelehh..ya sudah laahh… =)
cape nulis lagi..hehe
To 237 nitt…
He he he…
Anda kan punya presuposisi sendiri, tiap orang juga punya. Mau bahas logika dari versi Atheis, Budha, Islam dan Kristen…, monggo…, dipersilahkan saja.
Saya sudah minta lovepassword untuk menyatakan logika dari versi islam.
Sepertinya anda kurang baca/mengikuti diskusi saya dengan dia.
Blog saya, “Dari Iman menuju kepada Iman” itu dari ayat Alkitab.
Pertama kali saya diskusi dengan lovepassword, saya kutip dari Ibrani 11:3 “Karena iman kita mengerti…”
Jadi iman mendasari Logika.
Dari mana kosep ini saya ambil? Dari Alkitab.
Dari awal sudah jelas diskusinya…, sekarang anda lagi bingung bacanya.
Saran saya…, coba pelajari lagi pelan-pelan diskusinya dari atas. Harap jangan terburu-buru membacanya.
Mengenai islam…, setiap tulisan saya itu adalah pemikiran dari “otak muslim” yang dari lahirnya dan hidup di pesantren dan rata-rata sudah S3, mendalami bidang islam.
Kalau anda mau mengcounter pemikiran islam yang demikian kuat itu, tinggal berikan saja argumentasi anda.
Jadi, untuk semua muslim yang punya pikiran dan IQ yang baik, silahkan berikan pemikiran islam anda di http://belajarmuslim.wordpress.com/
1. Mohon gunakan otak anda, jangan gunakan “dengkul dan otot”.
2. Kalau tidak setuju…, berikan argumentasi anda. Jangan cuma bilang ini salah, itu salah. Kalo diskusi model begitu sih…, anak kecil juga bisa.
Salam.
@imankristen
Oh jadi kamu mau ngobrol berangkat dari Iman toh?
Oh ok ya udah.
Sah Semua deh man kalo gitu. =)
..
Btw, saya kalo baca kadang melihat ruang diantara kata..bukan kata per kata..jadi suka cepet banget memang.
Yah soalnya gimana ya..
Saya pikir karena kamu Sedari Dulu ngga mau jawab pertanyaan saya apakah kamu mau diskusi dari iman atau logika..
Jadi saya pikir kamu mau diskusi dengan logika.
(karena seperti saya pernah katakan “Logika yang berangkat dari Iman dalah Iman”).
..
Ya sudah kalo begitu.
Kalo kamu sudah pake Iman, saya ngga bisa ngomong lagi deh. =)
..
Salam.
Udah.. udah..
ntar ada yang nangis.. terus minta sumpah2 lagi deh .. he hehe
He he he….
Nitt… nitt…., anda makin menurun saja nih…, cara diskusinya…
Saya sudah katakan: Iman dan Logika. Lihat seluruh prinsip jawaban saya.
Ok, sekarang saya mau tanya deh sama anda, pertanyaan kecil:
“Ada tidak anda mempergunakan iman dalam kehidupan sehari-hari diluar konteks agama?”
Kalau ada, dalam hal apa saja.
Kalau tidak, ketika anda nonton TV, apakah anda mengerti dengan logika proses nonton TV, atau itu juga mempergunakan iman?
Salam.
@imankristen
Oh iya..kamu katakan :
Oh.. jadi kamu sudah Ngobrol (Diskusi) dengan Mereka?
Bisa sebutkan disini siapa saja mereka teman Diskusi kamu itu?
Biar saya bisa tanya-tanya juga.
Atau kamu cuman “Baca-baca” aja?
Ngga pake “Tanya-tanya”?
..
Ya udah..
Kalo Baca-baca aja..
Baca-baca dari Sumber apa?
Contoh tulisan kamu yang ini deh :
Coba tolong tulis disini kamu tau dari S3 Muslim Scholar yang mana yang mengatakan Kebenaran Islam bersifat Upacara?
Tolong jangan Ngeles dengan ngomong “Nitt, yang saya maksud itu adalah..bla bla bla” dan Tidak mencantumkan Sumber kamu (yang mengindikasikan kamu Ngarang aja..).
..
Ayo lah..
Mau sampai kapan kamu seperti ini? ngga malu sama umur?
atau kamu juga masih abg seperti jelasenggak? =)
..
Salam.
To nitt..
Hi hi hi…. cool man… jangan emosional gitu dong…
Duduk yang manis dan tarik nafas.
Silahkan jawab pertanyaan saya di 243#imankristen
Btw…, mengenai upacara…
Upacara=ritual-ritual=kewajiban-kewajiban.
Dalam hal ini, Muslim mirip dengan Perjanjian Lama.
Coba ambil Alkitab, baca PL…, banyak upacara (ritual) disana.
Salam.
Iman Kristen tulis di #240:
Mengenai islam…, setiap tulisan saya itu adalah pemikiran dari “otak muslim” yang dari lahirnya dan hidup di pesantren dan rata-rata sudah S3, mendalami bidang islam
Jadi, untuk semua muslim yang punya pikiran dan IQ yang baik, silahkan berikan pemikiran islam anda di http://belajarmuslim.wordpress.com/
Nitt menjawab dan mengcounter tulisan saya diatas dengan argumen di #244:
Oh.. jadi kamu sudah Ngobrol (Diskusi) dengan Mereka?
Bisa sebutkan disini siapa saja mereka teman Diskusi kamu itu?
Biar saya bisa tanya-tanya juga.
Atau kamu cuman “Baca-baca” aja?
Ngga pake “Tanya-tanya”?
Komentar Iman Kristen:
Saya katakan konsep islam dari para Doktor yang saya pelajari…, nitt tanya apakah sudah pernah ngobrol-ngobrol…
He he he…
Ini bukti anda tidak membaca apa maksud saya. Jelasenggak dan saya seringkali menuliskan istilah lihat Essensinya.
Semoga anda bisa lebih pintar lagi dalam diskusi, ini untuk kemajuan anda dan masa depan anda juga.
Salam.
@imankristen dan jelasenggak
Kalian ini sering katakan kalo saya ini itu..
Mendingan jawab aja Posting saya gimana? =)
..
Iman kamu katakan :
Yah salah..ini yang bener tampilannya :
@imankristen dan jelasenggak
Kalian ini sering katakan kalo saya ini itu..
Mendingan jawab aja Posting saya gimana? =)
..
Iman kamu katakan :
Baca posting saya (yang poinnya sudah berulangkali..) ini :
Ya ada lah, contohnya :
“bila saya tidur nanti malam, besok pagi saya terbangun tetap sebagai laki-laki”.
..
Baca Posting saya yang saya kutip diatas..
Ngerti ngga sih?
..
Atau kamu coba jelasin deh disini, bagaimana kamu Memahami posting saya tersebut?
..
Masa sih seperti itu aja susah?
..
Salam.
To nitt…
He he he…, yang ini rilex saja…
Btw…, di blog agamaku ada foto anda itu?
Wah…, anda sudah tua sekali di foto itu.
Itu foto ayah anda atau anda ya?
Salam.
To 248#nitt…
Saya ulangi lagi pertanyaan saya di #243:
He he he….
Nitt… nitt…., anda makin menurun saja nih…, cara diskusinya…
Saya sudah katakan: Iman dan Logika. Lihat seluruh prinsip jawaban saya.
Ok, sekarang saya mau tanya deh sama anda, pertanyaan kecil:
“Ada tidak anda mempergunakan iman dalam kehidupan sehari-hari diluar konteks agama?”
Kalau ada, dalam hal apa saja.
Kalau tidak, ketika anda nonton TV, apakah anda mengerti dengan logika proses nonton TV, atau itu juga mempergunakan iman?
Salam.
@imankristen
Kamu katakan :
Saya pikir kamu ngga akan berani bicara ini..
Tapi yah karena kamu tetap bicara seperti ini juga..
..
Baca posting saya yang terakhir ini (salahsatu posting saya yang meminta kamu agar Bertanya kepada Muslim Scholar..) :
Memangnya kamu pikir saya minta kamu pergi ke kedua Universitas itu untuk Baca Buku apa?
Baca buku bisa dimana aja.
Pergi ke kedua Universitas itu ya untuk Tanya-tanya.
..
Saya Sedari Dulu sering sekali meminta kalian agar Bertanya kepada Muslim Scholar kan?
Tau arti “Bertanya” ngga sih?
Sama ngga tuh kira-kira dengan “Membaca” atau “Mendengar”?
..
“Membaca” pun kamu Belum (Tidak Mau) Jawab saya kamu Baca darimana?
..
Kamu (kalian) ini bener-bener tertutup ya hatinya..?
..
Heran.
..
Tapi yah hidup kamu ini lah.. =)
..
Saya emosi? di forum internet begini?
Ok deh. =)
..
Saran saya,
Bela lah ajaran Agama kalian dengan Iman, karena Iman lah satu-satunya yang kalian punya.
Jangan coba-coba menggunakan Logika.
Karena jadinya Lucu. =)
Saran aja.
..
Salam.
@imankristen #250
Saya sudah jawab di #248.
Tolong bacanya sambil Tenang. =)
Salam.
@imankristen
“… Di antara manusia ada yang membantah tentang keesaan Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.” (QS. 31: 20).
@imankristen
Saya bertanya :
Kamu jawab :
Masih aja berani..
Padahal saya sudah katakan ini di bawah pertanyaan saya diatas itu :
Ck..
Itu mental.
..
Salam.
@ nitt 251
Pengimanan terhadap Yesus adalah Tuhan itu juga berangkat dari logika loh……
Coba kalo Yesus tidak bangkit kembali sesudah dia dibunuh, tidak bisa merubah air bisa jadi anggur (malah tukang sulap ilusi jaman sekarang bisa merubah air jadi duit), menyembuhkan penyakit kusta dll…….
Dari diskusi2 panjang “logika” mereka menganalisa dan mendukung, bahwa keajaiban Yesus bila dibandingkan dengan Nabi Musa dan Nabi2 lainnya akhirnya menyimpulkan bahwa yg mendekati keajaiban2 Tuhan itu adalah Yesus…….iya kan bung….???
Kalau tidak berangkat dari logika bahwa Yesus aneh dan ajaib, apakah mereka mau beriman terhadap Yesus…..???
Sama halnya ketika ada sekelompok masyarakat menemui keanehan pada pohon beringin di kampungnya sehingga logika mereka menyimpulkan bahwa pohon itu layak diimani dan disembah karena aneh dan angker……
Bagi yg percaya mereka akan melakukan ritual bakar2 kemenyan bahkan bila perlu tidur semaleman biar dapet wangsit, atapi ada sebagian masyarakat juga yg tentunya tidak percaya karena keajaiban itu cuma tipu daya.
CMIIW
Salam
Abrakadabra baru tak tinggal masak nasi sebentar sudah serame ini. Hi Hi hi. Saluuut…Saluuuut. Kalian memang teman-temanku yang penuh semangat. He he he.
@imankristen 236 : Iman tidak pernah salah ? Iman siapa yang tidak pernah salah? Hi Hi Hi.
Seseorang bisa mengklaim dongeng sebagai iman. kalo masalah klaim mengklaim sih emang luas sekali. Saya juga bisa mengklaim kalau saya ini superman. Adik saya juga bisa mengklaim kalo kolor ijo itu logis. Ya namanya juga klaim.
Bedanya apa, toh sama-sama bisa diklaim.
Iman tidak pernah salah itu dilihatnya dari sisi benih iman. Lha karena benih itu sudah ditabur maka apa yang akan terjadi dengan benih itu ya bisa jelek juga. Benih bisa dimakan ayam, bisa digiles truk, bisa kecampur sama benih enceng gondok. Itulah makanya iman manusia masih bisa salah. Karena ketika suatu benih sudah ditabur, maka selalu ada faktor lain yang juga berperan selain dari sisi genetik benih itu sendiri.
Benih bisa ilang kebawa air, bisa mati kena pestisida, dsb. sehingga benih itu bisa rusak bahkan mati total.
Hi Hi Hi. Kalo ada dua orang yang berpegang pada Alkitab lalu berbeda pendapat terus solusinya apa ?
Ketika kita bicara tafsir Kitab Suci, selalu ada sisi iman tetapi ada juga sisi logika. Mestinya ini tidak perlu ditabrak-tabrakkan.
Sekarang gini saja : coba anda jelaskan dari sudut pandang iman berdasarkan Alkitab : Mengenai cloning terhadap manusia, operasi ganti kelamin, teori evolusi mmmmh apa lagi ya? Sudah itu dulu.
Silakan anda jelaskan menurut iman berdasarkan Alkitab ?
Anda setuju atau tidak.
SALAM
@ImanKristen.
Kayanya sih ayahnya ya….
Ngga mungkin ah 25an tahun begitu..
he he he
Salam.
@nitt #251.
Harap baca postingan imanKristen no 246 sekali lagi.
JELAS SEKALI DISITU. JELAS… JELAS…
Kalau pertanyaan kita udah bisa di jawab dengan membaca tulisan seseorang.., ngapain harus dateng lagi ke universitas untuk ngobrol, gitu lho….?
Lagipula,..imanKristen udah bilang , tulisan itu ditulis oleh seorang S3, mendalami islam, hidup di pesantren.
Contoh.
Kamu punya pertanyaan tentang gimana cara membuat nasi goreng.
Apakah kamu akan membaca buku resep yang ditulis oleh ahli masak.
Atau kamu dateng ke ahli masak lulusan tertentu.
esensi nitt.. esensi…
..
heran saya sama pola pikir kamu itu… S2 lho kamu ini …he he he… (jangan nangis lho…)
..
..
Semoga kita menjadi manusia yang tidak gampang mengumbar sumpah.
(apalagi hanya untuk membentuk opini publik).
.
Salam.
ps. Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus.
@nitt
imanKristen udah nulis nit… he he he… suapin lagi nih..
Semua sumbernya, dicantumkan di.. harap baca : belajarmuslim.wordpress.com
BACA SEKALI LAGI #246… wadoh.. eh…gimana ini ya..?
..
..
Semoga kita menjadi manusia yang tidak gampang mengumbar sumpah.
(apalagi hanya untuk membentuk opini publik).
.
Salam.
ps. Semoga kamu diberikan kesempatan mengenal Yesus.
@ nitt
Kalo memang anda pintar, mudah saja. Berikan counter dan argumentasi anda di http://belajarmuslim.wordpress.com/
Ini udah saya tulis lagi link-nya. Kalau memang anda “jago”, silahkan berdiskusi di sana. Kalau tidak…, sebaiknya anda berpikir ulang dulu.
Jawab juga pertanyaan saya di 250#.
@ 255#Animemymouse
Thanks atas informasinya…
Bisa berikan pendapat Alquran mengenai iman dan rasio?
Soalnya ndak ada muslim di forum ini yang bisa jelasin dari Alquran.
Apa anda bisa?
==========================================
@ lovepassword…
Abrakadabra baru tak tinggal masak nasi sebentar sudah serame ini. Hi Hi hi. Saluuut…Saluuuut. Kalian memang teman-temanku yang penuh semangat. He he he.
@imankristen 236 : Iman tidak pernah salah ? Iman siapa yang tidak pernah salah? Hi Hi Hi.
Seseorang bisa mengklaim dongeng sebagai iman. kalo masalah klaim mengklaim sih emang luas sekali. Saya juga bisa mengklaim kalau saya ini superman. Adik saya juga bisa mengklaim kalo kolor ijo itu logis. Ya namanya juga klaim.
Bedanya apa, toh sama-sama bisa diklaim.
Iman tidak pernah salah itu dilihatnya dari sisi benih iman. Lha karena benih itu sudah ditabur maka apa yang akan terjadi dengan benih itu ya bisa jelek juga. Benih bisa dimakan ayam, bisa digiles truk, bisa kecampur sama benih enceng gondok. Itulah makanya iman manusia masih bisa salah. Karena ketika suatu benih sudah ditabur, maka selalu ada faktor lain yang juga berperan selain dari sisi genetik benih itu sendiri.
Benih bisa ilang kebawa air, bisa mati kena pestisida, dsb. sehingga benih itu bisa rusak bahkan mati total.
Manusia harus diisi kebenaran Allah, oke. Tapi masalahnya dari mana kita tahu kalo kita diisi kebenaran Allah. Selalu sangat mungkin apa yang kita sangka kebenaran Allah malah menjerusmuskan manusia.
Alkitab adalah kebenaran, karena Alkitab adalah kitab yang Allah berikan pada manusia. Yesus adalah kebenaran karena Alkitab menyatakan perkataan Yesus.
Hi Hi Hi. Kalo ada dua orang yang berpegang pada Alkitab lalu berbeda pendapat terus solusinya apa ?
Ketika kita bicara tafsir Kitab Suci, selalu ada sisi iman tetapi ada juga sisi logika. Mestinya ini tidak perlu ditabrak-tabrakkan.
Sekarang gini saja : coba anda jelaskan dari sudut pandang iman berdasarkan Alkitab : Mengenai cloning terhadap manusia, operasi ganti kelamin, teori evolusi mmmmh apa lagi ya? Sudah itu dulu.
Silakan anda jelaskan menurut iman berdasarkan Alkitab ?
Anda setuju atau tidak.
Pesan:
1. Ketika saya katakan iman, dalam hidup kita sehari-hari kita juga mempegunakan iman. Nitt pernah bilang, ketika malam hari tidur sebagai laki-laki…, maka besok juga bangun sebagai laki-laki. Ini iman. Kenapa? Bagaimana nitt bisa tahu masa depan? Logika itu berpijak pada sesuatu yang menjadi kegiatan “yang pernah dilakukan”. Untuk kasus “future”, itu sudah masuk wilayah iman.
2. Anda lihat…, saya tidak ada kesulitan mengkaitkan iman dan logika. Semua pertanyaan anda bisa saya jawab dan jernihkan. Maaf ya…, anda sendiri sebagai orang yang mau bepijak pada logika…, kesulitan untuk menjernihkan pertempuran antara iman dan logika dalam agama anda.
Salam.
@imankristen 260 :
Kalo menurutku sih analogi iman sama gajah terlalu jauh. Mengapa ? Karena menganalisa gajah itu mudah karena ada wujudnya. Nggak usah jadi pakar – anak Tk juga bisa dengan mudah membedakan mana yang gajah dan mana yang kucing. Kalo nggak percaya anda tanya saja sama anak TK. Kalo membedakan iman yang bener dan yang salah. Tentu tidak semudah itu. 5 orang pakar agama dikumpulkan dari agama yang sama bisa jadi kesimpulan mereka lain-lain.
Jauh apaan. Lha wong saya ini ngutip dari pendapat Yesus mengenai benih-benih itu kok malah anda bilang terlalu jauh. Kalo anda nggak seneng dengan enceng gondok ya ganti saja dengan ilalang.
Masalah benih bisa kegiles truk, bisa dipatok ayam itu juga asalnya dari omongan Yesus, ada benih yang jatuh di tanah berbatu, serta ada yang jatuh di tanah yang subur.
Jadi Yesus sendiri sudah ngomong bahwa tidak setiap benih iman itu bakal berbuah, tidak setiap benih meskipun benih itu baik juga pasti bakal tumbuh dengan baik. Mengapa ? Ya alasannya sederhana saja karena ketika benih sudah ditabur maka benih itu dipengaruhi juga oleh faktor lain. Jadi iman pun juga bisa tercemar.
Ya nggak selalu gicu lah. Ilmu pengetahuan itu kan asal muasalnya juga dari pengamatan yang berulang. Karena dari pengamatan itu diperoleh kesimpulan, maka dari kesimpulan itu orang juga bisa menganalisa future. jadi tidak selalu future itu masuk iman.
@jelasenggak
Kamu katakan :
Ya udah..
Saya tanya..
“Siapa Yang Mengatakan?”
..
Siapa Muslim Scholar S3 yang mengatakan : “Kebenaran Islam adalah merupakan Upacara”?
..
Saya Tanya Itu.
..
Mana Jawaban dia?
..
“Udah Jelas” kata kamu..
“Udah Jelas” dimananya?
Pertanyaannya Belum Dijawab.
Gimana udah jelas?
Tau dari Muslim Scholar S3?
Ya udah.
Sebutin Namanya.
..
Ya ampun itu Mental.
..
Ngga kasian apa sama keluarganya melihara karakter seperti itu.
..
Salam.
@imankristen
Kamu katakan :
Jawab juga pertanyaan saya di 250#.
Buset deh nih orang.. =)
Seperti sudah saya katakan..saya Sudah Jawab di #248, setelah kutipan ke-2, dengan Lugas dan Jelas.
..
Baca dulu napa..
..
Salam.
@imankristen
Kamu ini (kalo si jelasenggak sih udah clear bahwa dia ngga jujur, jadi ya udah lah terserah dia mau ngomong apa..) benar-benar jujur di hati kamu bahwa kamu ini Ngga Ngeles ya?
..
Lucu banget.. =)
..
Ada 4 tipe orang :
1. Orang yang Tau dia Tau.
2. Orang yang Tidak Tau dia Tau.
3. Orang yang Tau dia Tidak Tau.
4. Orang yang Tidak Tau dia Tidak Tau
..
Tipe ke-4 yang paling ngerepotin. =)
..
Tapi yah ngerepotin bagi yang peduli dengan kemajuan dia sih.. =)
..
Salam.
To nitten…
Ini adalah pertanyaan saya di #250:
Jawaban Nitt:
Setelah saya cukup lama diskusi dengan lovepassword…, sekarang anda mulai mengerti prinsip saya: penggunaan iman dan logika dalam setiap aspek kehidupan. Jadi bukan hanya agama…, tapi juga kehidupan setiap hari.
He he he…, begitu dong…, kalau dari dulu begini kan enak.
Sekarang jawab pertanyaan saya mengenai:
Perhatikan tulisan saya di 15#imankristen”
Dari definisi anda…, coba kita akan cari penyelesaian perbedaan anda dengan saya.
Ditunggu. Jangan lari lagi lho…., definisi anda itu.
Catatan: Lihat pandangan orang atheis (IQ-155 > IQ-142) mengenai “keberadaan Tuhan”, ini berhubungan dengan bukti. Kaitkan dengan definisi Iman dari saya. Terus kaitkan dengan definisi Iman dari anda.
==========================================
Tulisan nitt#264:
Cara Nitt memberikan jawab di nitt#205:
Ini menurut anda (nitt), anda termasuk tipe 1,2,3 or 4?
Menurut anda (jelasenggak dan lovepassword)…, nitt termasuk tipe berapa ya?
Salam.
Rileks…,
Nitt…, foto di blog agamaku yang saya tanyakan itu, foto anda atau ayah anda? Pengen tahu nih. Atau foto orang lain ya?
Kirain mau menjawab komentarku. Rupanya kalian malah asyik pacaran sendiri. Hik Hik
Eh kalian kan hopingnya Dewo – itu lho Dewo 19 eh bukan ding Dewonya agamaku. Dewo lagi minta didoain tuh. Butuh dukungan moral juga.
Kalian dolan ke sana saja dulu, biar aku yang jaga di sini. Hik Hik. Entar sehabis kalian ngobrol sama Dewo, main catur kita bisa disambung lagi.
emanuel.wordpress.com/2008/10/11/membutuhkan-mujizat-tuhan/
Peace !
Sorry…,break dulu dikit.
Tadi habis jawab si daeng…, jadi cukup kuras energi.
Jadi jawab yang ringan-ringan dulu.
Saya jawab anda besok ya…
Suer…, capek abis nih…., kalau nanti malam sempat…, saya akan jawab…
Salam.
Break – Ocree deh ! Saatnya beli bakso nih.
@imankristen
Kamu katakan :
Wuahh..
“Dari dulu begini kan enak” ??
Nih Baca posting saya (yang kesekian kali untuk Poin yang Sama), yang telah saya Kutip juga di post #248 itu :
Baca Ngga?
..
“Dari dulu begini”??
Udah Dari Dulu kaleeee saya ngomong Begini.
..
Haha tuh Mental semakin lama semakin Lucu aja.. =)
..
Yah sudah lah.
..
Salam.
@imankristen
Wah wah..
Kamu ngga tau foto siapa itu??
..
Ketik “Norman Finkelstein” (tanpa tanda kutip) di Google deh.
..
Makanya sekali-kali diskusi juga deh tentang Isu-isu Riil yang terjadi di Dunia (Luar Negeri).
..
Kalo diskusi cuman 1 jenis Topik sih boring kaleeeee….
..
Salam.
@nitten.
Oh.. Frankenstein…
Perasaan bukan begitu deh fotonya..
..
..
Semoga kita tidak menjadi orang yang gampang bersumpah. Apalagi bersumpah hanya untuk membentuk opini publik.
..
..
Salam dalam Yesus.
ps. Semoga nanti malam kamu baca injil itu..(dan terkena “sihir” nya … hua ha ha ha ha… ha ha ha)
@nitt.
#199
#206
Belum dijawab tuh…
Ayo dong….
Sumpah dong…
wong jagoan sumpah kok…
(ngga apa-apa lagi nitt… masih sumpah kok… belum sumpah pocong… he he he…)
..
..
Semoga kita tidak menjadi orang yang gampang bersumpah. Apalagi bersumpah hanya untuk membentuk opini publik.
salam.
ps. Semoga nanti malam kamu ketemu yang namanya Yesus itu. (dan menjadi Murtadin)
Kalian bener-bener cocok ternyata. Pasangan yang romantis. Hiks. Hi Hi Hi
To nitt…
Berikan definisi anda sebelum kita lanjut diskusi.
==========================================
To 261#Lovepassword…
Kalo menurutku sih analogi iman sama gajah terlalu jauh. Mengapa ? Karena menganalisa gajah itu mudah karena ada wujudnya. Nggak usah jadi pakar – anak Tk juga bisa dengan mudah membedakan mana yang gajah dan mana yang kucing. Kalo nggak percaya anda tanya saja sama anak TK. Kalo membedakan iman yang bener dan yang salah. Tentu tidak semudah itu. 5 orang pakar agama dikumpulkan dari agama yang sama bisa jadi kesimpulan mereka lain-lain.
Jauh apaan. Lha wong saya ini ngutip dari pendapat Yesus mengenai benih-benih itu kok malah anda bilang terlalu jauh. Kalo anda nggak seneng dengan enceng gondok ya ganti saja dengan ilalang.
Masalah benih bisa kegiles truk, bisa dipatok ayam itu juga asalnya dari omongan Yesus, ada benih yang jatuh di tanah berbatu, serta ada yang jatuh di tanah yang subur.
Jadi Yesus sendiri sudah ngomong bahwa tidak setiap benih iman itu bakal berbuah, tidak setiap benih meskipun benih itu baik juga pasti bakal tumbuh dengan baik. Mengapa ? Ya alasannya sederhana saja karena ketika benih sudah ditabur maka benih itu dipengaruhi juga oleh faktor lain. Jadi iman pun juga bisa tercemar.
Ya nggak selalu gicu lah. Ilmu pengetahuan itu kan asal muasalnya juga dari pengamatan yang berulang. Karena dari pengamatan itu diperoleh kesimpulan, maka dari kesimpulan itu orang juga bisa menganalisa future. jadi tidak selalu future itu masuk iman.
Salam.
@imankristen 275 : Jadi point intinya kan sebenarnya justru itu. Tidak setiap benih yang ditabur itu hidup, ada juga yang tercemar. Bahkan mati. Lha yang bilang iman itu tidak bisa tercemar itu kan justru kamu. Lha saya sejak awal sudah mengatakan kalo iman bisa tercemar dan iman juga bisa mati.
Lha karena itulah tidak tepat jika dikatakan iman selalu murni. Iman itu murni jika kita lihat dari sisi benihnya. Ketika iman itu sudah ditabur maka iman itu juga akan terkontaminasi dengan faktor2 lain misalnya saja kehendak bebas manusia, keinginan manusia, dsb. Jadi bukan cuma logika saja yang bisa terkontaminasi tapi iman juga.
Saya rasa Yesus sudah menggambarkan masalah hasil dari benih iman ini dengan amat sangat jelas. Bahwa iman yang sudah ditabur biarpun asalnya baik – akan mengalami kontaminasi atau sejumlah masalah lain ketika benih itu keluar dari asalnya. Jadi genetik baik saja tidak cukup, karena lingkungan atau faktor lain juga selalu berpengaruh. Kalo dilihat dari sisi ini saja sangat kelihatan kalo iman juga bisa tercemar.
Future yang belum bisa dibuktikan disebut iman ? Ya kalo kamu mau membuat definisi sendiri ya terserah kamu deh. Tetapi pakar-pakar ilmu pengetahuan setahu saya tidak menyebut itu sebagai iman, tetapi istilahnya adalah : dugaan atau hipotesa.
Iman dengan hipotesa jelas domainnya lain yah. Yang namanya hipotesa itu kan ada percobaan dulu dan sebagainya. Ada percobaan awal atau pengamatan awal, lalu menyimpulkan sementara atau membuat dugaan lalu menguji dugaan tersebut. Lha kalo iman kan tidak perlu melalui proses itu.
salam
To Lovepassword…
@imankristen 275 : Jadi point intinya kan sebenarnya justru itu. Tidak setiap benih yang ditabur itu hidup, ada juga yang tercemar. Bahkan mati. Lha yang bilang iman itu tidak bisa tercemar itu kan justru kamu. Lha saya sejak awal sudah mengatakan kalo iman bisa tercemar dan iman juga bisa mati.
Lha karena itulah tidak tepat jika dikatakan iman selalu murni. Iman itu murni jika kita lihat dari sisi benihnya. Ketika iman itu sudah ditabur maka iman itu juga akan terkontaminasi dengan faktor2 lain misalnya saja kehendak bebas manusia, keinginan manusia, dsb. Jadi bukan cuma logika saja yang bisa terkontaminasi tapi iman juga.
Saya rasa Yesus sudah menggambarkan masalah hasil dari benih iman ini dengan amat sangat jelas. Bahwa iman yang sudah ditabur biarpun asalnya baik – akan mengalami kontaminasi atau sejumlah masalah lain ketika benih itu keluar dari asalnya. Jadi genetik baik saja tidak cukup, karena lingkungan atau faktor lain juga selalu berpengaruh. Kalo dilihat dari sisi ini saja sangat kelihatan kalo iman juga bisa tercemar.
Future yang belum bisa dibuktikan disebut iman ? Ya kalo kamu mau membuat definisi sendiri ya terserah kamu deh. Tetapi pakar-pakar ilmu pengetahuan setahu saya tidak menyebut itu sebagai iman, tetapi istilahnya adalah : dugaan atau hipotesa.
Iman dengan hipotesa jelas domainnya lain yah. Yang namanya hipotesa itu kan ada percobaan dulu dan sebagainya. Ada percobaan awal atau pengamatan awal, lalu menyimpulkan sementara atau membuat dugaan lalu menguji dugaan tersebut. Lha kalo iman kan tidak perlu melalui proses itu.
salam
@imankristen 277 :
Benih tercemar atau tidak itu tidak selalu berhubungan dengan atheis atau nggak. Yang menerima benih kan bukan cuma atheis saja.
Seperti yang telah saya katakan sebelumnya secara genetik kita bisa menganggap benih itu baik. Tetapi walaupun benih itu baik kalo benih anda tumbuhkan di tanah yang mengandung pestisida ya tetap tidak tumbuh karena racun itu mencemari benih. Racun bukan media yang cocok untuk benih. Tapi apakah pencemaran itu mempengaruhi sisi genetik benih. Jawabannya itu terlalu jauh. Tetapi kalopun sisi genetik atau esensi dari benih itu tidak tercemar. Itu tidak mengubah fakta bahwa benih memang bisa tercemar dan bisa mati karena pencemaran.
Dalam kasus agama, yang bisa kita anggap mencemari benih salah satunya ya kekeraskepalaan manusia, kehendak bebas dan sebagainya. Jadi intinya iman tetap bisa tercemar. Secara praktis adanya pencemaran itu bisa kita lihat buktinya di mana-mana. Lha masalah bahwa inti iman semestinya baik, itu tidak menutupi fakta bahwa keberhasilan suatu benih tidak semata-mata berdasarkan sisi genetiknya saja. Tapi juga sisi lain yang bisa mencemari benih.
Keberhasilan iman atau iman yang benar tidak semata-mata
tergantung pada inti dari iman yaitu firman Allah, tetapi juga tergantung dari kesediaan manusianya. Kehendak bebas manusianya, dsb.
Harap anda bedakan bahwa kalo iman mau anda anggap nggak bisa tercemar itu dari asal muasalnya saja. Tapi dalam proses penerimaaan iman itu iman manusia selalu punya potensi untuk tercemar.
Karena itulah ada banyak perumpamaan soal benih yang esensinya bisa kita lihat bahwa kalopun benih itu baik. Tidak semua benih yang baik selalu bakal jadi buah.
SALAM
To lovepassword…
Silahkan anda pelajari dulu maksud perrikop tersebut. Apa arti dari perikop tersebutpun sudah langsung diartikan oleh Yesus.
Anda belum membaca perikop tersebut, bisa anda baca dari 3 perikop langsung di Alkitab.
Saya tuliskan:
1. Matius 13:1-23
2. Lukas 8:4-15
3. Markus 4:1-20
Jadi jangan pikir yang macam-macam dulu, semua artinya dan maksudnya sudah jelas dan langsung tahu.
Ada 2 hal yang berbeda antara maksud perikop tersebut dengan maksud anda:
1. Perikop berbicara, benih itu hanya ada 2 kemungkinan, mati dan tumbuh. Coba baca dulu perikopnya. Kalau anda sudah baca, lihat akhir/nasib dari keempat benih tersebut. Kalau sudah mati, apakah artinya masih ada benih?
2. Kalau maksud anda perikop itu akan ditarik kepada kemungkinan benih yang salah? Atau iman yang salah? Maksudnya adalah: Iman yang salah itu disebut “bukan iman” atau ilusi. Kalau anda mendefinisikan itu dengan “iman yang terkorupsi”, itu terserah anda. Kemudian dari kalimat itu anda membuat penegasan, bahwa iman adalah sesuatu yang bisa salah…, itu juga hak anda.
TETAPI, jelas sekali…, kalimat pada perikop tersebut, jelas sekali apa arahnya…, saya akan tuliskan:
Matius 13:1-9 ==> Perikop diberikan.
Matius 13:10-17 ==> Penjelasan kenapa kuliah Yesus diberikan dalam bentuk perumpamaan.
Matius 13:18-23 ==> Arti dari perumpamaan.
Matius 13:14
“Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat namun tidak menaggap”
Bagi saya, firman itu tidak pernah salah, tetapi yang menerima firman itu tidak benar. Firman itu tidak menjadi iman yang benar juga. Karena iman selalu berhubungan dengan kebenaran.
Salam.
Pesan: Harap baca perikop injil tersebut.
@ImanKristen 279 : Saya setuju dengan kamu bahwa masalahnya ada pada penerima firman. Masalahnya bukan ada pada benihnya tetapi pada tanahnya. Tetapi kalopun yang bermasalah adalah tanahnya tidak bisa dipungkiri bahwa tanah itu mempengaruhi keberhasilan benih bakal jadi buah atau tidak.
Masalahnya ada pada penerima firman. Siapa penerima firman? Manusia kan. Lha kalo kita bicara iman itu iman milik siapa? Ya iman milik manusia kan. Yang beriman itu kan manusia. Manusia beriman kepada Allah.
Kalopun iman itu asalnya dari Allah, tapi iman itu jelas juga akan dipengaruhi kehendak bebas manusianya. KArENA YANG BERIMAN itu manusia, bukan Allah. Manusia lah yang beriman bukan Allah yang beriman.
@ImanKristen 279 : Perikop itu hanya berbicara mati dan hidup ? Jadi nggak ada iman yang terkorupsi ?
Hi Hi Hi , mari kita lihat ayat 5 dan 6 :
(5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
(6) Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
Apakah artinya ayat ini ? Bahwa yang namanya mati pun juga perlu proses. Artinya kita tidak bisa melihat iman itu semata-mata iman itu hidup atau iman itu mati. Jika iman itu mati maka iman itu nggak ada jadi tidak bisa disebut beriman. Nggak bisa disederhanakan seperti itu.
Untuk hidup iman perlu proses, begitu juga untuk mati iman juga perlu proses. Lha selama dalam proses sebelum mati itu kan masih ada iman juga. Iman yang tercemar atau iman yang terkorupsi. Itu masih dinamakan iman karena asal benihnya masih dari firman Allah. Hanya saja iman itu dalam posisi rusak, tercemar, terkorupsi atau apapun namanya. Jadi ayat tersebut jelas menjelaskan bahwa ada juga benih yang posisinya sekarat sebelum mati.
Benih itu sempat tumbuh lalu karena tanahnya nggak mendukung, kemudian mati pelan-pelan. Karena kebutuhan nutrisinya nggak terpenuhi.
firman tidak pernah salah, yang menerima firman yang salah. Padahal yang namanya iman itu dimiliki oleh penerima firman. Manusia beriman bukan Allah yang beriman. Iman itu memang anugrah Allah tapi iman itu kan adanya pada manusia. Allah nggak perlu beriman kan. Beriman kepada siapa ? Justru manusialah yang beriman.
Lha karena manusia lah yang beriman, sedangkan yang namanya penerima firman bisa salah, maka otomatis iman yang dimiliki oleh manusia itu juga tentu bisa salah. Meskipun asal muasalnya firman itu tidak salah.
SALAM
Lovepassword
Silahkan baca mengenai PERUMPAMAAN dibawah ini dan kemudian artikan keseluruhan perikop tersebut.
Ini tidak berbicara mengenai iman. Tetapi berbicara mengenai FIRMAN Allah.
Nah…, iman timbul dari pendengaran akan firman Allah.
Firman Allah yang mati dan tidak tumbuh didalam hati manusia, TIDAK MENJADI IMAN.
Apa anda mengerti sekarang???
Konsep iman, pelajari di Ibrani 11.
Matius 13:1-23
13:1. Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.
13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”
13:11 Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.
13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
13:17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?
13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”
13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”
13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”
13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
13:35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”
13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”
13:37 Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
Salam.
Benih itu adalah firman Allah (ayat 15)
Lukas 8:1-21
8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.
8:4. Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
8:5 “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
8:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
8:9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
8:10 Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
8:11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”
8:16 “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
8:17 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”
8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
8:20 Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.”
8:21 Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”
Salam.
Penabur itu menaburkan firman. (14)
Markus 4
4:1. Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.
4:2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
4:3 “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”
4:9 Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
4:11 Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
4:14 Penabur itu menaburkan firman.
4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”
4:21. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
4:23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
4:24 Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
4:25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”
4:26 Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”
4:30 Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
4:32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”
4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
4:35. Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”
4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”
4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”
Saya rasa menurut saya begini Firman Allah yang ada di dalam hati manusia itu justru namanya iman. Iman itu bisa mati bisa tumbuh bisa tercemar dsb. Jadi yang bisa tumbuh bisa mati itu iman manusia bukan firman Allah. Saya rasa istilah yang lebih masuk akal adalah pertumbuhan iman bukan pertumbuhan firman Allah, ketika iman mati atau tercemar namanya juga iman yang tercemar bukan firman Allah yang tercemar – karena ketika firman itu sudut pandangnya sudah masuknya ke hati manusia , kita mengistilahkan itu sebagai iman.
Dengan alasan itulah maka saya rasa jelas bahwa iman pun juga bisa tercemar bahkan meskipun iman itu tadinya baik.
Tadinya saya agar kurang jelas dengan maksud anda mempost Matius 13 di atas. Tetapi saya bisa menerka apa mau anda.
Tanggapan saya seperti ini : Ayat-ayat yang anda posting tidak mengatakan bahwa iman tidak bisa tercemar, sebagian ayat itu memang boleh dikatakan mendukung logika anda bahwa ada iman yang berasal dari sumber yang salah dalam kasus ini diumpamakan sebagai ilalang atau mungkin yang anda istilahkan dengan ilusi atau dongeng. Tetapi anda harus melihat juga bahwa yang namanya iman yang tercemar itu memang ada. Bibit yang asal muasalnya dari Allah tetap bisa rusak bahkan mati.
Ketika ditabur ditanah beracun. jatuh ke tanah berbatu dan sebagainya.
Jadi ayat ini saya rasa tidak mengubah posisi bahwa iman pun juga masih bisa tercemar sama halnya dengan logika.
Saya rasa anda harus mengakui bahwa iman pun masih bisa tercemar. Mengapa bisa tercemar ? ya jawabannya mudah, karena iman itu menempel pada manusia yang sangat mungkin terkontaminasi.
Artinya : Bedakanlah antara sisi asali atau sisi hakekat dari bibit itu atau boleh kita anggap sisi genetik benih
dengan sisi aktual dari bibit yang sudah ditabur yang juga bisa mati, bisa tumbuh, bisa setengah mati.
Dalam kasus Allah Maha Kuasa , logika ini juga bisa dipakai.
kalau anda melihat dunia lewat jendela kamar anda, maka dunia yang anda lihat sebatas sudut pandang jendela kamar anda. Barru kalo anda keluar kamar – anda sangat mungkin menjumpai dunia yang lebih luas.
Begitu juga dalam menanggapi pertanyaan klasik yang mudah : Apakah Tuhan bisa membuat lingkaran yang memiliki tiga sudut.
Secara hakekat : Allah itu Maha Kuasa. Maha Kuasa itu sebatas apa ? Kita tidak tahu
Secara aktual : Ketika manusia membicarakan Allah, maka sudut pandangnya sangat terbatas, dibatasi oleh konsep pemahaman dalam logika manusia.
Dalam logika manusia : lingkaran tidak mungkin memiliki tiga sudut. Sehingga secara pemahaman manusia tidak logis jika Allah membuat lingkaran memiliki tiga sudut. Karena itu adalah logika yang salah. Jadi jawaban yang paling benar menurutku ya memang tidak dijawab. Alasannya karena pertanyaan itu salah secara logika.
Tetapi kenyataan sebenarnya bagaimana? Hakekat aslinya bagaimana ? Ya kita tidak tahu, karena Allah itu melampaui logika. Saya rasa penjelasannya seperti itu.
Jadi ketika saya bicara iman. Maka jelas bahwa yang saya maksud adalah apa yang ada dalam hati manusia. Kita sedang membicarakan sisi aktual yang bisa kita jangkau. Sedangkan sisi yang tidak bisa kita jangkau tentu saja tidak terjelaskan.
SALAM
Saya rasa menurut saya begini Firman Allah yang ada di dalam hati manusia itu justru namanya iman. Iman itu bisa mati bisa tumbuh bisa tercemar dsb. Jadi yang bisa tumbuh bisa mati itu iman manusia bukan firman Allah. Saya rasa istilah yang lebih masuk akal adalah pertumbuhan iman bukan pertumbuhan firman Allah, ketika iman mati atau tercemar namanya juga iman yang tercemar bukan firman Allah yang tercemar – karena ketika firman itu sudut pandangnya sudah masuknya ke hati manusia , kita mengistilahkan itu sebagai iman.
Dengan alasan itulah maka saya rasa jelas bahwa iman pun juga bisa tercemar bahkan meskipun iman itu tadinya baik.
Tadinya saya agar kurang jelas dengan maksud anda mempost Matius 13 di atas. Tetapi saya bisa menerka apa mau anda.
Tanggapan saya seperti ini : Ayat-ayat yang anda posting tidak mengatakan bahwa iman tidak bisa tercemar, sebagian ayat itu memang boleh dikatakan mendukung logika anda bahwa ada iman yang berasal dari sumber yang salah dalam kasus ini diumpamakan sebagai ilalang atau mungkin yang anda istilahkan dengan ilusi atau dongeng. Tetapi anda harus melihat juga bahwa yang namanya iman yang tercemar itu memang ada. Bibit yang asal muasalnya dari Allah tetap bisa rusak bahkan mati.
Ketika ditabur ditanah beracun. jatuh ke tanah berbatu dan sebagainya.
Jadi ayat ini saya rasa tidak mengubah posisi bahwa iman pun juga masih bisa tercemar sama halnya dengan logika.
Saya rasa anda harus mengakui bahwa iman pun masih bisa tercemar. Mengapa bisa tercemar ? ya jawabannya mudah, karena iman itu menempel pada manusia yang sangat mungkin terkontaminasi.
Artinya : Bedakanlah antara sisi asali atau sisi hakekat dari bibit itu atau boleh kita anggap sisi genetik benih
dengan sisi aktual dari bibit yang sudah ditabur yang juga bisa mati, bisa tumbuh, bisa setengah mati.
Dalam kasus Allah Maha Kuasa , logika ini juga bisa dipakai.
kalau anda melihat dunia lewat jendela kamar anda, maka dunia yang anda lihat sebatas sudut pandang jendela kamar anda. Barru kalo anda keluar kamar – anda sangat mungkin menjumpai dunia yang lebih luas.
Begitu juga dalam menanggapi pertanyaan klasik yang mudah : Apakah Tuhan bisa membuat lingkaran yang memiliki tiga sudut.
Secara hakekat : Allah itu Maha Kuasa. Maha Kuasa itu sebatas apa ? Kita tidak tahu
Secara aktual : Ketika manusia membicarakan Allah, maka sudut pandangnya sangat terbatas, dibatasi oleh konsep pemahaman dalam logika manusia.
Dalam logika manusia : lingkaran tidak mungkin memiliki tiga sudut. Sehingga secara pemahaman manusia tidak logis jika Allah membuat lingkaran memiliki tiga sudut. Karena itu adalah logika yang salah. Jadi jawaban yang paling benar menurutku ya memang tidak dijawab. Alasannya karena pertanyaan itu salah secara logika.
Tetapi kenyataan sebenarnya bagaimana? Hakekat aslinya bagaimana ? Ya kita tidak tahu, karena Allah itu melampaui logika. Saya rasa penjelasannya seperti itu.
Jadi ketika saya bicara iman. Maka jelas bahwa yang saya maksud adalah apa yang ada dalam hati manusia. Kita sedang membicarakan sisi aktual yang bisa kita jangkau. Sedangkan sisi yang tidak bisa kita jangkau tentu saja tidak terjelaskan.
SALAM…
To lovepassword…
Lho anda masih belum mengerti juga???
Perikop itu berbicara mengenai Firman, bukan IMAN.
Saya akan ulangi lagi:
Sekarang tulisan IMAN anda diatas ganti dengan FIRMAN.
Maka kita tidak ada kebingungan lagi…
Anda membahas Firman Allah, bukan Iman. Tulisan dan penjelasan anda sudah salah kaprah.
Apa dengan tulisan ini anda masih belum mengerti juga? Apakah anda belum tahu juga kesalahan anda?
Anda membahas Firman Allah TETAPI anda katakan itu Iman.
Sekali lagi ya…, Iman itu bukanlah Firman Allah…
Cape deh…
Salam.
@imankristen : Anda belum menjelaskan mengenai konsep bertumbuh dan sebagainya. Menurut saya ketika firman Allah ada dalam hati itu namanya iman. karena itulah ada istilah iman tumbuh, dsb. Istilah yang lebih masuk akal adalah pertumbuhan iman, bukan pertumbuhan firman Allah. Karena itu ketika Yesus bicara bibit yang bisa tumbuh. Asal muasal bibit itu memang Firman ALlah, tetapi ketika benih itu sudah ditabur, ada dalam hati maka kita menyebut benih itu sebagai iman. Karena itulah ada istilah pertumbuhan iman.
Sekali lagi saran saya : anda sebaiknya membedakan asal muasal benih itu yang dari firman Allah yang tidak tercemar, dengan benih yang sudah ditabur, yang bisa dipatok ayam atau bisa tercemar.
Ketika namanya Firman Allah, benih itu secara genetis baik atau tidak tercemar. ketika benih itu sudah ditabur dan tumbuh, benih itu namanya iman. Lha iman ini bisa mati, bisa hidup, bisa tercemar, bisa dipatok ayam dan sebagainya.
Jadi ketika anda mengatakan bahwa benih itu firman Allah ya benar. Ketika benih itu ditabur namanya Firman Allah, masih benar. Tetapi setelah benih itu ditabur benih itu kita sebut sebagai iman. Atau bolehlah jika kita sebut adanya interaksi antara sisi genetik benih dengan lingkungan. Karena adanya faktor inilah iman bisa tumbuh bisa juga mati.
Tetapi kalo kita meruntut ke belakang ya firman Allah itu nggak tumbuh. Yang tumbuh itu iman, atau firman ALlah yang ada di hati manusia.
Anda paham maksud saya sekarang???
Lovepassword…
Apakah ada tulisan IMAN dari 3 perikop yang saya tuliskan itu?
Salam.
@ImanKristen : Saya rasa yang bertumbuh itu iman, karena Firman ALlah secara hakekat tidak perlu tumbuh karena sudah sempurna.
Kalo anda mau menafsirkan ayat2 di atas sedemikian tekstual tentu oke-oke saja. Tetapi saya rasa anda justru akan kesulitan menjelaskan kaitan antara posisi firman Allah dan iman. Saya sudah menjelaskan ini dengan cukup jelas mengenai ini.
Sekarang karena anda tidak sependapat dengan saya, coba anda jelaskan hubungan antara Firman Allah dan Iman.
1. Tolong anda jelaskan hubungan antara firman Allah dan iman?
2. Apakah Firman Allah yang ditabur dalam hati manusia tidak bisa kita sebut iman ?
3. Apakah iman tidak bisa mati ?
4. Apakah iman tidak bisa bertumbuh ?
5. Mengapa firman ALlah perlu bertumbuh, bukankah firman Allah itu sendiri sempurna?
SALAM
@Lovepassword…
1. Tolong anda jelaskan hubungan antara firman Allah dan iman?
Iman timbul dari pendengaran akan firman Allah.
2 orang duduk bersebelahan mendengar khotbah mengenai kematian dan kebangkitan Yesus. Keduanya mendengar kalimat yang sama. Satu menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi, yang lainnya menolaknya.
2. Apakah Firman Allah yang ditabur dalam hati manusia tidak bisa kita sebut iman ?
Belum bisa. Kalau tumbuh dan berbuah, baru disebut dengan Iman.
3. Apakah iman tidak bisa mati ?
Iman tidak bisa mati, karena Iman itu berasal dari Anugrah Allah.
Manusia yang berdosa dan terbatas tidak mungkin beriman pada Allah.
4. Apakah iman tidak bisa bertumbuh ?
Iman bisa bertumbuh, secara keseluruhan grafiknya adalah naik terus. Pertumbuhan adalah anugrah Allah.
5. Mengapa firman ALlah perlu bertumbuh, bukankah firman Allah itu sendiri sempurna?
Yang bertumbuh adalah Firman Allah didalam hati manusia.
Dosa yang menghalangi manusia untuk tidak bisa mengerti dan mengenal Allah.
Karena itu KUASA DOSA harus dikalahkan terlebih dahulu, baru boleh firman Allah bertumbuh dalam hati manusia.
Disinilah Kristus disediakan bagi setiap orang yang percaya pada-Nya.
Salam.
Tambahan:
Saya pernah tuliskan, dari keempat benih itu, ketiga benih mati. Yang satu tumbuh terus.
Ini artinya yang 3 tidak beriman, yang satu beriman.
Lovepassword:
Benih firman yang berbuah dan berlipat ganda disebut dengan pertumbuhan iman atau iman yang bertumbuh.
Salam.
1. Jawaban anda tidak ada kaitannya dengan perumpamaan sama sekali
2. Ayat yang anda sebutkan di atas memang terkait dengan iman. Anda boleh saja memaksa mengatakan itu firman Allah, dan nggak boleh disebut iman sama sekali. Itu hak anda. tetapi secara cukup nalar bagi saya pribadi firman Allah dalam hati manusia memang dikenal dengan nama iman. Ketika firman Allah ditabur dan diterima manusia maka namanya adalah iman.
Saya sudah ngecek di berbagai blog Kristen termasuk situs milik KWI. Yang dimaksud benih yang tumbuh di situ adalah iman.
Sumber : mirifica.net/artDetail.php?aid=1911
Kalo anda masih belum puas dengan ini, saya rasa sangat mungkin ada banyak forum2 Kristen yang justru sependapat dengan saya. Perumpamaan mengenai penabur jelas terkait dengan pertumbuhan iman seseorang bukan pertumbuhan firman ALLAH.
Itulah yang dikenal oleh manusia sebagai iman.
SALAM
He he he….
Tidak ada tuh kata IMAN dari tulisan kutipan link tersebut…
Dari 3 perikop juga tidak ada tulisan IMAN.
Hi hi hi…, anda berhak membuat dongeng apapun juga…, tapi masa sih kita diskusi-in dongeng?
Salam.
Tambahan:
Pertumbuhan iman itu berbeda-beda.
Firman yang hidup dalam hati itu (yang tidak mati) disebut dengan iman.
Nah…, firman yang bertumbuh berkali lipat itu disebut dengan pertumbuhan iman.
Pertumbuhan iman itu berbeda-beda, tergantung kondisinya:
1. Ada tanaman yang tidak pernah bisa berbuah, tanaman tersebut tidak pernah mati, tapi hanya menghasilkan daun saja.
2. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 20 kali lipat.
3. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 100 kali lipat.
Dan sebagainya…
Pertumbuhan setiap orang itu berbeda-beda.
Ini berbicara mengenai pertumbuhan (yang terus bertumbuh), bukan tentang benih yang mati.
Salam.
Pesan natal: Harap baca ulang ketiga perikop yang saya tuliskan tersebut, kemudian coba renungkan mengenai Mati (3 benih) dan Hidup/bertumbuh (1 benih).
@imankristen :
Siapa bilang tidak ada ? Lha itu yang terkahir :
“Dalam ayat 18-23 perumpamaan tadi diterapkan pada kehidupan iman para pengikut Yesus: ”
Jadi bener kan kalo ayat 18 – 23 itu membicarakan soal iman ? Hi Hi Hi.
Ya kalo ada yang tumbuh juga pasti ada yang mati dong bos. Kalo ada yang tumbuh dan ada yang mati – juga pasti ada juga yang setengah mati. Karena itulah perumpamaan tadi tidak cuma satu tetapi ditabur di lahan yang berbeda-beda, karena ada yang tumbuh dan ada yang mati dan ada yang setengah mati. Ocree bos?
Coba kalo yang ini, apa komentar anda ? Entar tak cariin deh yang banyak. He he he
sabdaspace.com/iman_yang_benar
SALAM.
Tuh kan apa gw bilang : Firman Allah di dalam hati itu ya namanya iman, nggak perduli hidup atau mati atau setengah mati, namanya tetep iman.
@Kristiani
Mau tanya..
Kok semakin saya baca-baca Injil..
Kok saya pikir semakin lama semakin lebih mirip Novel yah ketimbang suatu Kitab Agama??
..
Kenapa ya?
Apa karena saya belum Nyanyi-nyanyi Angkat-angkat Tangan ya?? =)
..
Salam kasih dalam KECERDASAN manusia (bukan Domba)
Lovepasswod:
13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”
4:21. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
4:23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Mana tulisan IMAN?
Ini yang serupa dengan tulisan saya diatas, saya ulangi tulis:
Pertumbuhan iman itu berbeda-beda.
Firman yang hidup dalam hati itu (yang tidak mati) disebut dengan iman.
Nah…, firman yang bertumbuh berkali lipat itu disebut dengan pertumbuhan iman.
Pertumbuhan iman itu berbeda-beda, tergantung kondisinya:
1. Ada tanaman yang tidak pernah bisa berbuah, tanaman tersebut tidak pernah mati, tapi hanya menghasilkan daun saja.
2. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 20 kali lipat.
3. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 100 kali lipat.
Dan sebagainya…
Pertumbuhan setiap orang itu berbeda-beda.
Ini berbicara mengenai pertumbuhan (yang terus bertumbuh), bukan tentang benih yang mati.
Salam.
Pesan natal: Harap baca ulang ketiga perikop yang saya tuliskan tersebut, kemudian coba renungkan mengenai Mati (3 benih) dan Hidup/bertumbuh (1 benih).
=================
@nitt
Beneran nih udah baca?
Ini lagi dongeng atau beneran uda baca?
Kalau memang sudah baca, kitab apa saja yang sudah dibaca?
Apa sudah sampai habis satu kitab atau cuma lihat-lihat saja?
Salam.
Kalo iman bisa tumbuh tentu saja juga bisa mati. Jelas-jelas ayat2 tentang penabur itu menjelaskan beberapa hal. Benih yang tumbuh memang ditulis . Lha yang mati juga ditulis. Bahkan yang setengah mati pun juga ditulis.
Ada tanaman yang tidak pernah bisa berbuah
Ada yang berbuah lebat
ada yang agak lebat
ada juga tanaman yang sekarat
ada juga tanaman yang mati
Kalo benih dipatok ayam, dimakan burung apa tidak mati ??
Intinya jelas bahwa yang dibicarakan dalam ayat2 di atas adalah firman yang ditaburkan dalam hati manusia atau yang lazim kita namakan dengan iman.
Situsnya KWI tegas menulis demikian :
Sabda Web malah lebih jelas dan lebih panjang lagi nulisnya: