<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Aku Tahu</title>
	<atom:link href="http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/</link>
	<description>Dari Iman menuju kepada Iman</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 21:12:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2910</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 23:47:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2910</guid>
		<description>Kalo iman bisa tumbuh tentu saja juga bisa mati. Jelas-jelas ayat2 tentang penabur itu menjelaskan beberapa hal. Benih yang tumbuh memang ditulis . Lha yang mati juga ditulis. Bahkan yang setengah mati pun juga ditulis. 

Ada tanaman yang tidak pernah bisa berbuah
Ada yang berbuah lebat
ada yang agak lebat
ada juga tanaman yang sekarat
ada juga tanaman yang mati

Kalo benih dipatok ayam, dimakan burung apa tidak mati ??
Intinya jelas bahwa yang dibicarakan dalam ayat2 di atas adalah firman yang ditaburkan dalam hati manusia atau yang lazim kita namakan dengan iman. 

Situsnya KWI tegas menulis demikian :
&lt;blockquote&gt;
“Dalam ayat 18-23 perumpamaan tadi diterapkan pada kehidupan iman para pengikut Yesus: ”
&lt;/blockquote&gt;

Sabda Web malah lebih jelas dan lebih panjang lagi nulisnya: 
&lt;blockquote&gt;
Iman yang diberikan Allah kepada manusia akan diuji, bila lulus ujian maka iman akan semakin kuat, sebaliknya bila tidak tahan uji maka iman akan kandas (murtad). 
&lt;blockquote&gt;

Jadi saya rasa banyak orang sepakat bahwa firman Allah yang diterima dalam hati manusia adalah iman. 
Iman itu sendiri bisa bertumbuh, bisa statis, bisa juga sekarat bahkan mati. Tetapi namanya tetap iman. 
Iman itu firman Allah yang ditabur. Jadi  konteksnya adalah tinjauan dari sisi manusia karena sudah diterima oleh manusia. Karena itulah iman bisa mati. Dari sisi ALlah, asal muasalnya yang namanya Firman Allah itu tidak perlu tumbuh karena sudah sempurna. 

Karena iman bisa tumbuh, bisa berbuah- tentu saja iman juga bisa mati bisa sekarat, bisa juga dipatok ayam. 

Apakah saya salah jika mengatakan firman Allah dalam hati manusia itu namanya iman ???? 

SALAM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo iman bisa tumbuh tentu saja juga bisa mati. Jelas-jelas ayat2 tentang penabur itu menjelaskan beberapa hal. Benih yang tumbuh memang ditulis . Lha yang mati juga ditulis. Bahkan yang setengah mati pun juga ditulis. </p>
<p>Ada tanaman yang tidak pernah bisa berbuah<br />
Ada yang berbuah lebat<br />
ada yang agak lebat<br />
ada juga tanaman yang sekarat<br />
ada juga tanaman yang mati</p>
<p>Kalo benih dipatok ayam, dimakan burung apa tidak mati ??<br />
Intinya jelas bahwa yang dibicarakan dalam ayat2 di atas adalah firman yang ditaburkan dalam hati manusia atau yang lazim kita namakan dengan iman. </p>
<p>Situsnya KWI tegas menulis demikian :</p>
<blockquote><p>
“Dalam ayat 18-23 perumpamaan tadi diterapkan pada kehidupan iman para pengikut Yesus: ”
</p></blockquote>
<p>Sabda Web malah lebih jelas dan lebih panjang lagi nulisnya: </p>
<blockquote><p>
Iman yang diberikan Allah kepada manusia akan diuji, bila lulus ujian maka iman akan semakin kuat, sebaliknya bila tidak tahan uji maka iman akan kandas (murtad). </p>
<blockquote>
<p>Jadi saya rasa banyak orang sepakat bahwa firman Allah yang diterima dalam hati manusia adalah iman.<br />
Iman itu sendiri bisa bertumbuh, bisa statis, bisa juga sekarat bahkan mati. Tetapi namanya tetap iman.<br />
Iman itu firman Allah yang ditabur. Jadi  konteksnya adalah tinjauan dari sisi manusia karena sudah diterima oleh manusia. Karena itulah iman bisa mati. Dari sisi ALlah, asal muasalnya yang namanya Firman Allah itu tidak perlu tumbuh karena sudah sempurna. </p>
<p>Karena iman bisa tumbuh, bisa berbuah- tentu saja iman juga bisa mati bisa sekarat, bisa juga dipatok ayam. </p>
<p>Apakah saya salah jika mengatakan firman Allah dalam hati manusia itu namanya iman ???? </p>
<p>SALAM</p></blockquote>
</blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imankristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2908</link>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 23:01:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2908</guid>
		<description>Lovepasswod:

&lt;blockquote&gt;Siapa bilang tidak ada ? Lha itu yang terkahir :
“Dalam ayat 18-23 perumpamaan tadi diterapkan pada kehidupan iman para pengikut Yesus: ”
Jadi bener kan kalo ayat 18 - 23 itu membicarakan soal iman ? Hi Hi Hi.&lt;/blockquote&gt;

13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

4:21. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
4:23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Mana tulisan IMAN?

&lt;blockquote&gt;Iman yang benar
Iman yang benar adalah iman yang timbul karena hubungan dua arah: mengenal dan dikenal Allah. (Matius 7:23, Galatia 4:9)&lt;/blockquote&gt;

Ini yang serupa dengan tulisan saya diatas, saya ulangi tulis:

Pertumbuhan iman itu berbeda-beda.
Firman yang hidup dalam hati itu (yang tidak mati) disebut dengan iman.

Nah…, firman yang bertumbuh berkali lipat itu disebut dengan pertumbuhan iman.

Pertumbuhan iman itu berbeda-beda, tergantung kondisinya:
1. Ada tanaman yang tidak pernah bisa berbuah, tanaman tersebut tidak pernah mati, tapi hanya menghasilkan daun saja.
2. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 20 kali lipat.
3. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 100 kali lipat.

Dan sebagainya…

Pertumbuhan setiap orang itu berbeda-beda.

Ini berbicara mengenai pertumbuhan (yang terus bertumbuh), bukan tentang benih yang mati.

Salam.

Pesan natal: Harap baca ulang ketiga perikop yang saya tuliskan tersebut, kemudian coba renungkan mengenai Mati (3 benih) dan Hidup/bertumbuh (1 benih).

=================

@nitt

Beneran nih udah baca? 
Ini lagi dongeng atau beneran uda baca?

Kalau memang sudah baca, kitab apa saja yang sudah dibaca? 
Apa sudah sampai habis satu kitab atau cuma lihat-lihat saja?

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lovepasswod:</p>
<blockquote><p>Siapa bilang tidak ada ? Lha itu yang terkahir :<br />
“Dalam ayat 18-23 perumpamaan tadi diterapkan pada kehidupan iman para pengikut Yesus: ”<br />
Jadi bener kan kalo ayat 18 &#8211; 23 itu membicarakan soal iman ? Hi Hi Hi.</p></blockquote>
<p>13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.<br />
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.<br />
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.<br />
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.<br />
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.<br />
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”</p>
<p>4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,<br />
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.<br />
4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”</p>
<p>4:21. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.<br />
4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.<br />
4:23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”</p>
<p>Mana tulisan IMAN?</p>
<blockquote><p>Iman yang benar<br />
Iman yang benar adalah iman yang timbul karena hubungan dua arah: mengenal dan dikenal Allah. (Matius 7:23, Galatia 4:9)</p></blockquote>
<p>Ini yang serupa dengan tulisan saya diatas, saya ulangi tulis:</p>
<p>Pertumbuhan iman itu berbeda-beda.<br />
Firman yang hidup dalam hati itu (yang tidak mati) disebut dengan iman.</p>
<p>Nah…, firman yang bertumbuh berkali lipat itu disebut dengan pertumbuhan iman.</p>
<p>Pertumbuhan iman itu berbeda-beda, tergantung kondisinya:<br />
1. Ada tanaman yang tidak pernah bisa berbuah, tanaman tersebut tidak pernah mati, tapi hanya menghasilkan daun saja.<br />
2. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 20 kali lipat.<br />
3. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 100 kali lipat.</p>
<p>Dan sebagainya…</p>
<p>Pertumbuhan setiap orang itu berbeda-beda.</p>
<p>Ini berbicara mengenai pertumbuhan (yang terus bertumbuh), bukan tentang benih yang mati.</p>
<p>Salam.</p>
<p>Pesan natal: Harap baca ulang ketiga perikop yang saya tuliskan tersebut, kemudian coba renungkan mengenai Mati (3 benih) dan Hidup/bertumbuh (1 benih).</p>
<p>=================</p>
<p>@nitt</p>
<p>Beneran nih udah baca?<br />
Ini lagi dongeng atau beneran uda baca?</p>
<p>Kalau memang sudah baca, kitab apa saja yang sudah dibaca?<br />
Apa sudah sampai habis satu kitab atau cuma lihat-lihat saja?</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nitten</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2900</link>
		<dc:creator>nitten</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 17:25:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2900</guid>
		<description>@Kristiani

Mau tanya..

Kok semakin saya baca-baca Injil..

Kok saya pikir semakin lama semakin lebih mirip Novel yah ketimbang suatu Kitab Agama??

..

Kenapa ya?

Apa karena saya belum Nyanyi-nyanyi Angkat-angkat Tangan ya?? =)

..

Salam kasih dalam KECERDASAN manusia (bukan Domba)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Kristiani</p>
<p>Mau tanya..</p>
<p>Kok semakin saya baca-baca Injil..</p>
<p>Kok saya pikir semakin lama semakin lebih mirip Novel yah ketimbang suatu Kitab Agama??</p>
<p>..</p>
<p>Kenapa ya?</p>
<p>Apa karena saya belum Nyanyi-nyanyi Angkat-angkat Tangan ya?? =)</p>
<p>..</p>
<p>Salam kasih dalam KECERDASAN manusia (bukan Domba)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2885</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 16:01:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2885</guid>
		<description>@imankristen : 

Siapa bilang tidak ada ? Lha itu yang terkahir : 

&quot;Dalam ayat 18-23 perumpamaan tadi diterapkan pada kehidupan iman para pengikut Yesus: &quot;

Jadi bener kan kalo ayat 18 - 23 itu membicarakan soal iman ? Hi Hi Hi. 

Ya kalo ada yang tumbuh juga pasti ada yang mati dong bos. Kalo ada yang tumbuh dan ada yang mati - juga pasti ada juga yang setengah mati. Karena itulah perumpamaan tadi tidak cuma satu tetapi ditabur di lahan yang berbeda-beda, karena ada yang tumbuh dan ada yang mati dan ada yang setengah mati. Ocree  bos? 

Coba kalo yang ini, apa komentar anda ? Entar tak cariin deh yang banyak. He he he

sabdaspace.com/iman_yang_benar

&lt;blockquote&gt;

Dalam Matius 13:3-8, 18-23, Yesus mengajarkan prinsip karunia iman Allah kepada manusia.

Matius
13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat


13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

Iman yang diberikan Allah kepada manusia akan diuji, bila lulus ujian maka iman akan semakin kuat, sebaliknya bila tidak tahan uji maka iman akan kandas (murtad). Dari ayat diatas ada beberapa respon (tanggapan) manusia setelah mendengar firman, adalah sbb:

1. Menolak karena hatinya yang jahat (jatuh dipinggir jalan, dimakan burung)
2. Tidak berakar karena tidak melakukan (tanah berbatu-batu)
3. Tidak tahan uji (semak duri)
4. Mengerti, melakukan dan tahan uji.

Orang yang hatinya jahat (tidak mau bertobat) akan menolak kebenaran sehingga tidak timbul iman dalam hatinya. Orang yang menerima kebenaran tetapi tidak melakukan kebenaran dan tidak tahan uji, timbul iman dalam hatinya namun tidak bertahan lama dan akhirnya murtad. Orang yang menerima kebenaran, kemudian melakukannya dan tahan uji, imannya akan menjadi semakin besar dan kuat.


Iman yang benar


Iman yang benar adalah iman yang timbul karena hubungan dua arah: mengenal dan dikenal Allah. (Matius 7:23, Galatia 4:9)


Iman yang benar adalah iman dalam Yesus Kristus. (Galatia 2:20, Galatia 3:22). Apa artinya? Iman yang benar percaya kepada Yesus Kristus. Bila ada orang yang mengaku memiliki iman dan melakukan kehendak Allah, tetapi tidak mengakui Yesus Kristus sebagai juru selamat dan Tuhan, maka orang itu bukan termasuk orang beriman.


Iman yang benar adalah iman yang berlandaskan pada FAKTA bukan keyakinan (perasaan) dan pengetahuan, sebuah buku mengatakan sebuah formula sebagai berikut:

FAKTA =&gt; IMAN =&gt; PERASAAN / KEYAKINAN

Dengan kata lain iman adalah menerima “penyingkapan” kenyataan atau fakta oleh Allah kepada manusia. Kita orang beriman harus menerima fakta bahwa darah Yesus Kristus telah menghapus dosa-dosa manusia. Dengan menerima fakta ini, iman akan dikaruniakan oleh Allah di dalam hati. Keyakinan (perasaan) dan pengetahuan sama sekali tidak bisa menjadi dasar dari eksis atau tidak eksis-nya iman dalam hati. Tetapi memang orang yang kuat imannya akan bertidak dengan yakin (tidak ragu-ragu).


Iman yang benar akan tampak dalam perbuatan sehari-hari. Kita tidak dapat dikatakan beriman bila tidak berbuat kebenaran atau malah tekun berbuat jahat. (Yakobus 2:14).


&lt;/blockquote&gt; 

SALAM. 

Tuh kan apa gw bilang : Firman Allah di dalam hati itu ya namanya iman, nggak perduli hidup atau mati atau setengah mati, namanya tetep iman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@imankristen : </p>
<p>Siapa bilang tidak ada ? Lha itu yang terkahir : </p>
<p>&#8220;Dalam ayat 18-23 perumpamaan tadi diterapkan pada kehidupan iman para pengikut Yesus: &#8221;</p>
<p>Jadi bener kan kalo ayat 18 &#8211; 23 itu membicarakan soal iman ? Hi Hi Hi. </p>
<p>Ya kalo ada yang tumbuh juga pasti ada yang mati dong bos. Kalo ada yang tumbuh dan ada yang mati &#8211; juga pasti ada juga yang setengah mati. Karena itulah perumpamaan tadi tidak cuma satu tetapi ditabur di lahan yang berbeda-beda, karena ada yang tumbuh dan ada yang mati dan ada yang setengah mati. Ocree  bos? </p>
<p>Coba kalo yang ini, apa komentar anda ? Entar tak cariin deh yang banyak. He he he</p>
<p>sabdaspace.com/iman_yang_benar</p>
<blockquote>
<p>Dalam Matius 13:3-8, 18-23, Yesus mengajarkan prinsip karunia iman Allah kepada manusia.</p>
<p>Matius<br />
13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.<br />
13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.<br />
13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.<br />
13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.<br />
13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat</p>
<p>13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.<br />
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.<br />
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.<br />
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.<br />
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.<br />
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.</p>
<p>Iman yang diberikan Allah kepada manusia akan diuji, bila lulus ujian maka iman akan semakin kuat, sebaliknya bila tidak tahan uji maka iman akan kandas (murtad). Dari ayat diatas ada beberapa respon (tanggapan) manusia setelah mendengar firman, adalah sbb:</p>
<p>1. Menolak karena hatinya yang jahat (jatuh dipinggir jalan, dimakan burung)<br />
2. Tidak berakar karena tidak melakukan (tanah berbatu-batu)<br />
3. Tidak tahan uji (semak duri)<br />
4. Mengerti, melakukan dan tahan uji.</p>
<p>Orang yang hatinya jahat (tidak mau bertobat) akan menolak kebenaran sehingga tidak timbul iman dalam hatinya. Orang yang menerima kebenaran tetapi tidak melakukan kebenaran dan tidak tahan uji, timbul iman dalam hatinya namun tidak bertahan lama dan akhirnya murtad. Orang yang menerima kebenaran, kemudian melakukannya dan tahan uji, imannya akan menjadi semakin besar dan kuat.</p>
<p>Iman yang benar</p>
<p>Iman yang benar adalah iman yang timbul karena hubungan dua arah: mengenal dan dikenal Allah. (Matius 7:23, Galatia 4:9)</p>
<p>Iman yang benar adalah iman dalam Yesus Kristus. (Galatia 2:20, Galatia 3:22). Apa artinya? Iman yang benar percaya kepada Yesus Kristus. Bila ada orang yang mengaku memiliki iman dan melakukan kehendak Allah, tetapi tidak mengakui Yesus Kristus sebagai juru selamat dan Tuhan, maka orang itu bukan termasuk orang beriman.</p>
<p>Iman yang benar adalah iman yang berlandaskan pada FAKTA bukan keyakinan (perasaan) dan pengetahuan, sebuah buku mengatakan sebuah formula sebagai berikut:</p>
<p>FAKTA =&gt; IMAN =&gt; PERASAAN / KEYAKINAN</p>
<p>Dengan kata lain iman adalah menerima “penyingkapan” kenyataan atau fakta oleh Allah kepada manusia. Kita orang beriman harus menerima fakta bahwa darah Yesus Kristus telah menghapus dosa-dosa manusia. Dengan menerima fakta ini, iman akan dikaruniakan oleh Allah di dalam hati. Keyakinan (perasaan) dan pengetahuan sama sekali tidak bisa menjadi dasar dari eksis atau tidak eksis-nya iman dalam hati. Tetapi memang orang yang kuat imannya akan bertidak dengan yakin (tidak ragu-ragu).</p>
<p>Iman yang benar akan tampak dalam perbuatan sehari-hari. Kita tidak dapat dikatakan beriman bila tidak berbuat kebenaran atau malah tekun berbuat jahat. (Yakobus 2:14).</p>
</blockquote>
<p>SALAM. </p>
<p>Tuh kan apa gw bilang : Firman Allah di dalam hati itu ya namanya iman, nggak perduli hidup atau mati atau setengah mati, namanya tetep iman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imankristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2881</link>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 15:39:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2881</guid>
		<description>Tambahan:

Pertumbuhan iman itu berbeda-beda.
Firman yang hidup dalam hati itu (yang tidak mati) disebut dengan iman.

Nah..., firman yang bertumbuh berkali lipat itu disebut dengan pertumbuhan iman.

Pertumbuhan iman itu berbeda-beda, tergantung kondisinya:
1. Ada tanaman yang tidak pernah bisa berbuah, tanaman tersebut tidak pernah mati, tapi hanya menghasilkan daun saja.
2. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 20 kali lipat.
3. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 100 kali lipat.

Dan sebagainya...

Pertumbuhan setiap orang itu berbeda-beda.

Ini berbicara mengenai pertumbuhan (yang terus bertumbuh), bukan tentang benih yang mati.

Salam.

Pesan natal: Harap baca ulang ketiga perikop yang saya tuliskan tersebut, kemudian coba renungkan mengenai Mati (3 benih) dan Hidup/bertumbuh (1 benih).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tambahan:</p>
<p>Pertumbuhan iman itu berbeda-beda.<br />
Firman yang hidup dalam hati itu (yang tidak mati) disebut dengan iman.</p>
<p>Nah&#8230;, firman yang bertumbuh berkali lipat itu disebut dengan pertumbuhan iman.</p>
<p>Pertumbuhan iman itu berbeda-beda, tergantung kondisinya:<br />
1. Ada tanaman yang tidak pernah bisa berbuah, tanaman tersebut tidak pernah mati, tapi hanya menghasilkan daun saja.<br />
2. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 20 kali lipat.<br />
3. Ada tanaman yang berbuah banyak hingga 100 kali lipat.</p>
<p>Dan sebagainya&#8230;</p>
<p>Pertumbuhan setiap orang itu berbeda-beda.</p>
<p>Ini berbicara mengenai pertumbuhan (yang terus bertumbuh), bukan tentang benih yang mati.</p>
<p>Salam.</p>
<p>Pesan natal: Harap baca ulang ketiga perikop yang saya tuliskan tersebut, kemudian coba renungkan mengenai Mati (3 benih) dan Hidup/bertumbuh (1 benih).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imankristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2880</link>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 15:30:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2880</guid>
		<description>He he he....

Tidak ada tuh kata IMAN dari tulisan kutipan link tersebut...

Dari 3 perikop juga tidak ada tulisan IMAN.

Hi hi hi..., anda berhak membuat dongeng apapun juga..., tapi masa sih kita diskusi-in dongeng?

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>He he he&#8230;.</p>
<p>Tidak ada tuh kata IMAN dari tulisan kutipan link tersebut&#8230;</p>
<p>Dari 3 perikop juga tidak ada tulisan IMAN.</p>
<p>Hi hi hi&#8230;, anda berhak membuat dongeng apapun juga&#8230;, tapi masa sih kita diskusi-in dongeng?</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2878</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 15:25:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2878</guid>
		<description>1. Jawaban anda tidak ada kaitannya dengan perumpamaan sama sekali

2. Ayat yang anda sebutkan di atas memang terkait dengan iman. Anda boleh saja memaksa mengatakan itu firman Allah, dan nggak boleh disebut iman sama sekali. Itu hak anda. tetapi secara cukup nalar bagi saya pribadi firman Allah dalam hati manusia memang dikenal dengan nama iman. Ketika firman Allah ditabur dan diterima manusia maka namanya adalah iman. 

Saya sudah ngecek di berbagai blog Kristen termasuk situs milik KWI. Yang dimaksud benih yang tumbuh di situ adalah iman. 

&lt;blockquote&gt; 

PERUMPAMAAN DAN PENERAPANNYA

Perumpamaan itu berakhir dengan seruan &quot;Siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar!&quot; (ayat 9). Dalam alam pikiran Semit, telinga itu jalan untuk memperoleh pengertian dan kebijaksanaan. Karena itu mendengar pertama-tama berarti mengerti dan bertindak sesuai dengan kesadaran ini. Ayat itu mengajak orang menyadari bahwa memang ada tanah yang subur dan ada tanah yang tak menghasilkan apapun. Lahan buruk tidak bisa diperbaiki? Tentu saja kesimpulan ini mengusik batin. Usaha perbaikan sia-sia? Lalu apa yang bisa diperbuat? Kalau begitu, tentunya tindakan yang paling cocok bila melihat ada benih jatuh ke tanah yang tak bakal menguntungkan ya memindah benih itu ke tanah yang subur supaya bisa tumbuh dan berbuah. Kita juga dihimbau agar mengenali tanah yang baik supaya bisa menolong dengan sungguh. Itulah warta perumpamaan tadi.

Dalam ayat 18-23 perumpamaan tadi diterapkan pada kehidupan iman para pengikut Yesus: 

&lt;/blockquote&gt; 

Sumber : mirifica.net/artDetail.php?aid=1911

Kalo anda masih belum puas dengan ini, saya rasa sangat mungkin ada banyak forum2 Kristen yang justru sependapat dengan saya. Perumpamaan mengenai penabur jelas terkait dengan pertumbuhan iman seseorang bukan pertumbuhan firman ALLAH. 

&lt;blockquote&gt;
Yang bertumbuh adalah Firman Allah didalam hati manusia.
&lt;/blockquote&gt;

Itulah yang dikenal oleh manusia sebagai iman. 

SALAM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. Jawaban anda tidak ada kaitannya dengan perumpamaan sama sekali</p>
<p>2. Ayat yang anda sebutkan di atas memang terkait dengan iman. Anda boleh saja memaksa mengatakan itu firman Allah, dan nggak boleh disebut iman sama sekali. Itu hak anda. tetapi secara cukup nalar bagi saya pribadi firman Allah dalam hati manusia memang dikenal dengan nama iman. Ketika firman Allah ditabur dan diterima manusia maka namanya adalah iman. </p>
<p>Saya sudah ngecek di berbagai blog Kristen termasuk situs milik KWI. Yang dimaksud benih yang tumbuh di situ adalah iman. </p>
<blockquote>
<p>PERUMPAMAAN DAN PENERAPANNYA</p>
<p>Perumpamaan itu berakhir dengan seruan &#8220;Siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar!&#8221; (ayat 9). Dalam alam pikiran Semit, telinga itu jalan untuk memperoleh pengertian dan kebijaksanaan. Karena itu mendengar pertama-tama berarti mengerti dan bertindak sesuai dengan kesadaran ini. Ayat itu mengajak orang menyadari bahwa memang ada tanah yang subur dan ada tanah yang tak menghasilkan apapun. Lahan buruk tidak bisa diperbaiki? Tentu saja kesimpulan ini mengusik batin. Usaha perbaikan sia-sia? Lalu apa yang bisa diperbuat? Kalau begitu, tentunya tindakan yang paling cocok bila melihat ada benih jatuh ke tanah yang tak bakal menguntungkan ya memindah benih itu ke tanah yang subur supaya bisa tumbuh dan berbuah. Kita juga dihimbau agar mengenali tanah yang baik supaya bisa menolong dengan sungguh. Itulah warta perumpamaan tadi.</p>
<p>Dalam ayat 18-23 perumpamaan tadi diterapkan pada kehidupan iman para pengikut Yesus: </p>
</blockquote>
<p>Sumber : mirifica.net/artDetail.php?aid=1911</p>
<p>Kalo anda masih belum puas dengan ini, saya rasa sangat mungkin ada banyak forum2 Kristen yang justru sependapat dengan saya. Perumpamaan mengenai penabur jelas terkait dengan pertumbuhan iman seseorang bukan pertumbuhan firman ALLAH. </p>
<blockquote><p>
Yang bertumbuh adalah Firman Allah didalam hati manusia.
</p></blockquote>
<p>Itulah yang dikenal oleh manusia sebagai iman. </p>
<p>SALAM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imankristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2877</link>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 15:18:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2877</guid>
		<description>Tambahan:
Saya pernah tuliskan, dari keempat benih itu, ketiga benih mati. Yang satu tumbuh terus.

Ini artinya yang 3 tidak beriman, yang satu beriman.

Lovepassword:


&lt;blockquote&gt;Saya rasa yang bertumbuh itu iman, karena Firman ALlah secara hakekat tidak perlu tumbuh karena sudah sempurna.&lt;/blockquote&gt;



Benih firman yang berbuah dan berlipat ganda disebut dengan pertumbuhan iman atau iman yang bertumbuh.

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tambahan:<br />
Saya pernah tuliskan, dari keempat benih itu, ketiga benih mati. Yang satu tumbuh terus.</p>
<p>Ini artinya yang 3 tidak beriman, yang satu beriman.</p>
<p>Lovepassword:</p>
<blockquote><p>Saya rasa yang bertumbuh itu iman, karena Firman ALlah secara hakekat tidak perlu tumbuh karena sudah sempurna.</p></blockquote>
<p>Benih firman yang berbuah dan berlipat ganda disebut dengan pertumbuhan iman atau iman yang bertumbuh.</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imankristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2876</link>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 15:13:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2876</guid>
		<description>@Lovepassword...

1. Tolong anda jelaskan hubungan antara firman Allah dan iman?
Iman timbul dari pendengaran akan firman Allah.
2 orang duduk bersebelahan mendengar khotbah mengenai kematian dan kebangkitan Yesus. Keduanya mendengar kalimat yang sama. Satu menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi, yang lainnya menolaknya.

2. Apakah Firman Allah yang ditabur dalam hati manusia tidak bisa kita sebut iman ?
Belum bisa. Kalau tumbuh dan berbuah, baru disebut dengan Iman.

3. Apakah iman tidak bisa mati ?
Iman tidak bisa mati, karena Iman itu berasal dari Anugrah Allah. 
Manusia yang berdosa dan terbatas tidak mungkin beriman pada Allah.

4. Apakah iman tidak bisa bertumbuh ?
Iman bisa bertumbuh, secara keseluruhan grafiknya adalah naik terus. Pertumbuhan adalah anugrah Allah.

5. Mengapa firman ALlah perlu bertumbuh, bukankah firman Allah itu sendiri sempurna?
Yang bertumbuh adalah Firman Allah didalam hati manusia. 
Dosa yang menghalangi manusia untuk tidak bisa mengerti dan mengenal Allah.
Karena itu KUASA DOSA harus dikalahkan terlebih dahulu, baru boleh firman Allah bertumbuh dalam hati manusia.
Disinilah Kristus disediakan bagi setiap orang yang percaya pada-Nya.

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Lovepassword&#8230;</p>
<p>1. Tolong anda jelaskan hubungan antara firman Allah dan iman?<br />
Iman timbul dari pendengaran akan firman Allah.<br />
2 orang duduk bersebelahan mendengar khotbah mengenai kematian dan kebangkitan Yesus. Keduanya mendengar kalimat yang sama. Satu menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi, yang lainnya menolaknya.</p>
<p>2. Apakah Firman Allah yang ditabur dalam hati manusia tidak bisa kita sebut iman ?<br />
Belum bisa. Kalau tumbuh dan berbuah, baru disebut dengan Iman.</p>
<p>3. Apakah iman tidak bisa mati ?<br />
Iman tidak bisa mati, karena Iman itu berasal dari Anugrah Allah.<br />
Manusia yang berdosa dan terbatas tidak mungkin beriman pada Allah.</p>
<p>4. Apakah iman tidak bisa bertumbuh ?<br />
Iman bisa bertumbuh, secara keseluruhan grafiknya adalah naik terus. Pertumbuhan adalah anugrah Allah.</p>
<p>5. Mengapa firman ALlah perlu bertumbuh, bukankah firman Allah itu sendiri sempurna?<br />
Yang bertumbuh adalah Firman Allah didalam hati manusia.<br />
Dosa yang menghalangi manusia untuk tidak bisa mengerti dan mengenal Allah.<br />
Karena itu KUASA DOSA harus dikalahkan terlebih dahulu, baru boleh firman Allah bertumbuh dalam hati manusia.<br />
Disinilah Kristus disediakan bagi setiap orang yang percaya pada-Nya.</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2873</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 14:53:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2873</guid>
		<description>@ImanKristen : Saya rasa yang bertumbuh itu iman, karena Firman ALlah secara hakekat tidak perlu tumbuh karena sudah sempurna.

Kalo anda mau menafsirkan ayat2 di atas sedemikian tekstual tentu oke-oke saja. Tetapi saya rasa anda justru akan kesulitan menjelaskan kaitan antara posisi firman Allah dan iman. Saya sudah menjelaskan ini dengan cukup jelas mengenai ini. 

Sekarang karena anda tidak sependapat dengan saya, coba anda jelaskan hubungan antara Firman Allah dan Iman. 

1. Tolong anda jelaskan hubungan antara firman Allah dan iman? 

2. Apakah Firman Allah yang ditabur dalam hati manusia tidak bisa kita sebut iman ? 

3. Apakah iman tidak bisa mati ? 
4. Apakah iman tidak bisa bertumbuh ? 
5. Mengapa firman ALlah perlu bertumbuh, bukankah firman Allah itu sendiri sempurna? 

SALAM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ImanKristen : Saya rasa yang bertumbuh itu iman, karena Firman ALlah secara hakekat tidak perlu tumbuh karena sudah sempurna.</p>
<p>Kalo anda mau menafsirkan ayat2 di atas sedemikian tekstual tentu oke-oke saja. Tetapi saya rasa anda justru akan kesulitan menjelaskan kaitan antara posisi firman Allah dan iman. Saya sudah menjelaskan ini dengan cukup jelas mengenai ini. </p>
<p>Sekarang karena anda tidak sependapat dengan saya, coba anda jelaskan hubungan antara Firman Allah dan Iman. </p>
<p>1. Tolong anda jelaskan hubungan antara firman Allah dan iman? </p>
<p>2. Apakah Firman Allah yang ditabur dalam hati manusia tidak bisa kita sebut iman ? </p>
<p>3. Apakah iman tidak bisa mati ?<br />
4. Apakah iman tidak bisa bertumbuh ?<br />
5. Mengapa firman ALlah perlu bertumbuh, bukankah firman Allah itu sendiri sempurna? </p>
<p>SALAM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imankristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2870</link>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 14:29:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2870</guid>
		<description>Lovepassword...



&lt;blockquote&gt;Tetapi setelah benih itu ditabur benih itu kita sebut sebagai iman.&lt;/blockquote&gt;



Apakah ada tulisan IMAN dari 3 perikop yang saya tuliskan itu?

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lovepassword&#8230;</p>
<blockquote><p>Tetapi setelah benih itu ditabur benih itu kita sebut sebagai iman.</p></blockquote>
<p>Apakah ada tulisan IMAN dari 3 perikop yang saya tuliskan itu?</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2868</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 14:21:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2868</guid>
		<description>@imankristen : Anda belum menjelaskan mengenai konsep bertumbuh dan sebagainya. Menurut saya ketika firman Allah ada dalam hati itu namanya iman. karena itulah ada istilah iman tumbuh, dsb. Istilah yang lebih masuk akal adalah pertumbuhan iman, bukan pertumbuhan firman Allah. Karena itu ketika Yesus bicara bibit yang bisa tumbuh. Asal muasal bibit itu memang Firman ALlah, tetapi ketika benih itu sudah ditabur, ada dalam hati maka kita menyebut benih itu sebagai iman. Karena itulah ada istilah pertumbuhan iman. 

Sekali lagi saran saya : anda sebaiknya membedakan asal muasal benih itu yang dari firman Allah yang tidak tercemar, dengan benih yang sudah ditabur, yang bisa dipatok ayam atau bisa tercemar.

Ketika namanya Firman Allah, benih itu secara genetis baik atau tidak tercemar. ketika benih itu sudah ditabur dan tumbuh, benih itu namanya iman. Lha iman ini bisa mati, bisa hidup, bisa tercemar, bisa dipatok ayam dan sebagainya. 

Jadi ketika anda mengatakan bahwa benih itu firman Allah ya benar. Ketika benih itu ditabur namanya Firman Allah, masih benar. Tetapi setelah benih itu ditabur benih itu kita sebut sebagai iman. Atau bolehlah jika kita sebut adanya interaksi antara sisi genetik benih dengan lingkungan. Karena adanya faktor inilah iman bisa tumbuh bisa juga mati. 

Tetapi kalo kita meruntut ke belakang ya firman Allah itu nggak tumbuh. Yang tumbuh itu iman, atau firman ALlah yang ada di hati manusia. 

Anda paham maksud saya sekarang???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@imankristen : Anda belum menjelaskan mengenai konsep bertumbuh dan sebagainya. Menurut saya ketika firman Allah ada dalam hati itu namanya iman. karena itulah ada istilah iman tumbuh, dsb. Istilah yang lebih masuk akal adalah pertumbuhan iman, bukan pertumbuhan firman Allah. Karena itu ketika Yesus bicara bibit yang bisa tumbuh. Asal muasal bibit itu memang Firman ALlah, tetapi ketika benih itu sudah ditabur, ada dalam hati maka kita menyebut benih itu sebagai iman. Karena itulah ada istilah pertumbuhan iman. </p>
<p>Sekali lagi saran saya : anda sebaiknya membedakan asal muasal benih itu yang dari firman Allah yang tidak tercemar, dengan benih yang sudah ditabur, yang bisa dipatok ayam atau bisa tercemar.</p>
<p>Ketika namanya Firman Allah, benih itu secara genetis baik atau tidak tercemar. ketika benih itu sudah ditabur dan tumbuh, benih itu namanya iman. Lha iman ini bisa mati, bisa hidup, bisa tercemar, bisa dipatok ayam dan sebagainya. </p>
<p>Jadi ketika anda mengatakan bahwa benih itu firman Allah ya benar. Ketika benih itu ditabur namanya Firman Allah, masih benar. Tetapi setelah benih itu ditabur benih itu kita sebut sebagai iman. Atau bolehlah jika kita sebut adanya interaksi antara sisi genetik benih dengan lingkungan. Karena adanya faktor inilah iman bisa tumbuh bisa juga mati. </p>
<p>Tetapi kalo kita meruntut ke belakang ya firman Allah itu nggak tumbuh. Yang tumbuh itu iman, atau firman ALlah yang ada di hati manusia. </p>
<p>Anda paham maksud saya sekarang???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imankristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2865</link>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 13:57:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2865</guid>
		<description>To lovepassword...

Lho anda masih belum mengerti juga???
Perikop itu berbicara mengenai Firman, bukan IMAN.

Saya akan ulangi lagi:



&lt;blockquote&gt;Ini tidak berbicara mengenai iman. Tetapi berbicara mengenai FIRMAN Allah. ==&gt; Matius 13:1-23

Benih itu adalah firman Allah (ayat 15) ==&gt; Lukas 8:1-21

Penabur itu menaburkan firman. (14) ==&gt; Markus 4&lt;/blockquote&gt;



Sekarang tulisan IMAN anda diatas ganti dengan FIRMAN.
Maka kita tidak ada kebingungan lagi...

Anda membahas Firman Allah, bukan Iman. Tulisan dan penjelasan anda sudah salah kaprah.
Apa dengan tulisan ini anda masih belum mengerti juga? Apakah anda belum tahu juga kesalahan anda?
Anda membahas Firman Allah TETAPI anda katakan itu Iman.

Sekali lagi ya..., Iman itu bukanlah Firman Allah...

Cape deh...

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To lovepassword&#8230;</p>
<p>Lho anda masih belum mengerti juga???<br />
Perikop itu berbicara mengenai Firman, bukan IMAN.</p>
<p>Saya akan ulangi lagi:</p>
<blockquote><p>Ini tidak berbicara mengenai iman. Tetapi berbicara mengenai FIRMAN Allah. ==&gt; Matius 13:1-23</p>
<p>Benih itu adalah firman Allah (ayat 15) ==&gt; Lukas 8:1-21</p>
<p>Penabur itu menaburkan firman. (14) ==&gt; Markus 4</p></blockquote>
<p>Sekarang tulisan IMAN anda diatas ganti dengan FIRMAN.<br />
Maka kita tidak ada kebingungan lagi&#8230;</p>
<p>Anda membahas Firman Allah, bukan Iman. Tulisan dan penjelasan anda sudah salah kaprah.<br />
Apa dengan tulisan ini anda masih belum mengerti juga? Apakah anda belum tahu juga kesalahan anda?<br />
Anda membahas Firman Allah TETAPI anda katakan itu Iman.</p>
<p>Sekali lagi ya&#8230;, Iman itu bukanlah Firman Allah&#8230;</p>
<p>Cape deh&#8230;</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2862</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 13:34:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2862</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;
Ini tidak berbicara mengenai iman. Tetapi berbicara mengenai FIRMAN Allah.
Nah…, iman timbul dari pendengaran akan firman Allah.
Firman Allah yang mati dan tidak tumbuh didalam hati manusia, TIDAK MENJADI IMAN.

&lt;/blockquote&gt;

Saya rasa menurut saya begini Firman Allah yang ada di dalam hati manusia itu justru namanya iman. Iman itu bisa mati bisa tumbuh bisa tercemar dsb. Jadi yang bisa tumbuh bisa mati itu iman manusia bukan firman Allah. Saya rasa istilah yang lebih masuk akal adalah pertumbuhan iman bukan pertumbuhan firman Allah, ketika iman mati atau tercemar namanya juga iman yang tercemar bukan firman Allah yang tercemar - karena ketika firman itu sudut pandangnya sudah masuknya ke hati manusia , kita mengistilahkan itu sebagai iman. 

Dengan alasan itulah maka saya rasa jelas bahwa iman pun juga bisa tercemar bahkan meskipun iman itu tadinya baik. 

Tadinya saya agar kurang jelas dengan maksud anda mempost Matius 13 di atas. Tetapi saya bisa menerka apa mau anda. 

Tanggapan saya seperti ini : Ayat-ayat yang anda posting tidak mengatakan bahwa iman tidak bisa tercemar, sebagian ayat itu memang boleh dikatakan mendukung logika anda bahwa ada iman yang berasal dari sumber yang salah dalam kasus ini diumpamakan sebagai ilalang atau mungkin yang anda istilahkan dengan ilusi atau dongeng. Tetapi anda harus melihat juga bahwa yang namanya iman yang tercemar itu memang ada. Bibit yang asal muasalnya dari Allah tetap bisa rusak bahkan mati. 
Ketika ditabur ditanah beracun. jatuh ke tanah berbatu dan sebagainya. 

Jadi ayat ini saya rasa tidak mengubah posisi bahwa iman pun juga masih bisa tercemar sama halnya dengan logika. 
Saya rasa anda harus mengakui bahwa iman pun masih bisa tercemar. Mengapa bisa tercemar ? ya jawabannya mudah, karena iman itu menempel pada manusia yang sangat mungkin terkontaminasi. 

Artinya : Bedakanlah antara sisi asali atau sisi hakekat dari bibit itu atau boleh kita anggap sisi genetik benih

dengan sisi aktual dari bibit yang sudah ditabur yang juga bisa mati, bisa tumbuh, bisa setengah mati. 

Dalam kasus Allah Maha Kuasa , logika ini juga bisa dipakai. 
kalau anda melihat dunia lewat jendela kamar anda, maka dunia yang anda lihat sebatas sudut pandang jendela kamar anda. Barru kalo anda keluar kamar - anda sangat mungkin menjumpai dunia yang lebih luas. 

Begitu juga dalam menanggapi pertanyaan klasik yang mudah : Apakah Tuhan bisa membuat lingkaran yang memiliki tiga sudut. 

Secara hakekat : Allah itu Maha Kuasa. Maha Kuasa itu sebatas apa ? Kita tidak tahu 

Secara aktual : Ketika manusia membicarakan Allah, maka sudut pandangnya sangat terbatas, dibatasi oleh konsep pemahaman dalam logika manusia. 

Dalam logika manusia : lingkaran tidak mungkin memiliki tiga sudut. Sehingga secara pemahaman manusia tidak logis jika Allah membuat lingkaran memiliki tiga sudut. Karena itu adalah logika yang salah. Jadi jawaban yang paling benar menurutku ya memang tidak dijawab. Alasannya karena pertanyaan itu salah secara logika. 

Tetapi kenyataan sebenarnya bagaimana? Hakekat aslinya bagaimana ? Ya kita tidak tahu, karena Allah itu melampaui logika. Saya rasa penjelasannya seperti itu. 

Jadi ketika saya bicara iman. Maka jelas bahwa yang saya maksud adalah apa yang ada dalam hati manusia. Kita sedang membicarakan sisi aktual yang bisa kita jangkau. Sedangkan sisi yang tidak bisa kita jangkau tentu saja tidak terjelaskan. 

SALAM...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>
Ini tidak berbicara mengenai iman. Tetapi berbicara mengenai FIRMAN Allah.<br />
Nah…, iman timbul dari pendengaran akan firman Allah.<br />
Firman Allah yang mati dan tidak tumbuh didalam hati manusia, TIDAK MENJADI IMAN.</p>
</blockquote>
<p>Saya rasa menurut saya begini Firman Allah yang ada di dalam hati manusia itu justru namanya iman. Iman itu bisa mati bisa tumbuh bisa tercemar dsb. Jadi yang bisa tumbuh bisa mati itu iman manusia bukan firman Allah. Saya rasa istilah yang lebih masuk akal adalah pertumbuhan iman bukan pertumbuhan firman Allah, ketika iman mati atau tercemar namanya juga iman yang tercemar bukan firman Allah yang tercemar &#8211; karena ketika firman itu sudut pandangnya sudah masuknya ke hati manusia , kita mengistilahkan itu sebagai iman. </p>
<p>Dengan alasan itulah maka saya rasa jelas bahwa iman pun juga bisa tercemar bahkan meskipun iman itu tadinya baik. </p>
<p>Tadinya saya agar kurang jelas dengan maksud anda mempost Matius 13 di atas. Tetapi saya bisa menerka apa mau anda. </p>
<p>Tanggapan saya seperti ini : Ayat-ayat yang anda posting tidak mengatakan bahwa iman tidak bisa tercemar, sebagian ayat itu memang boleh dikatakan mendukung logika anda bahwa ada iman yang berasal dari sumber yang salah dalam kasus ini diumpamakan sebagai ilalang atau mungkin yang anda istilahkan dengan ilusi atau dongeng. Tetapi anda harus melihat juga bahwa yang namanya iman yang tercemar itu memang ada. Bibit yang asal muasalnya dari Allah tetap bisa rusak bahkan mati.<br />
Ketika ditabur ditanah beracun. jatuh ke tanah berbatu dan sebagainya. </p>
<p>Jadi ayat ini saya rasa tidak mengubah posisi bahwa iman pun juga masih bisa tercemar sama halnya dengan logika.<br />
Saya rasa anda harus mengakui bahwa iman pun masih bisa tercemar. Mengapa bisa tercemar ? ya jawabannya mudah, karena iman itu menempel pada manusia yang sangat mungkin terkontaminasi. </p>
<p>Artinya : Bedakanlah antara sisi asali atau sisi hakekat dari bibit itu atau boleh kita anggap sisi genetik benih</p>
<p>dengan sisi aktual dari bibit yang sudah ditabur yang juga bisa mati, bisa tumbuh, bisa setengah mati. </p>
<p>Dalam kasus Allah Maha Kuasa , logika ini juga bisa dipakai.<br />
kalau anda melihat dunia lewat jendela kamar anda, maka dunia yang anda lihat sebatas sudut pandang jendela kamar anda. Barru kalo anda keluar kamar &#8211; anda sangat mungkin menjumpai dunia yang lebih luas. </p>
<p>Begitu juga dalam menanggapi pertanyaan klasik yang mudah : Apakah Tuhan bisa membuat lingkaran yang memiliki tiga sudut. </p>
<p>Secara hakekat : Allah itu Maha Kuasa. Maha Kuasa itu sebatas apa ? Kita tidak tahu </p>
<p>Secara aktual : Ketika manusia membicarakan Allah, maka sudut pandangnya sangat terbatas, dibatasi oleh konsep pemahaman dalam logika manusia. </p>
<p>Dalam logika manusia : lingkaran tidak mungkin memiliki tiga sudut. Sehingga secara pemahaman manusia tidak logis jika Allah membuat lingkaran memiliki tiga sudut. Karena itu adalah logika yang salah. Jadi jawaban yang paling benar menurutku ya memang tidak dijawab. Alasannya karena pertanyaan itu salah secara logika. </p>
<p>Tetapi kenyataan sebenarnya bagaimana? Hakekat aslinya bagaimana ? Ya kita tidak tahu, karena Allah itu melampaui logika. Saya rasa penjelasannya seperti itu. </p>
<p>Jadi ketika saya bicara iman. Maka jelas bahwa yang saya maksud adalah apa yang ada dalam hati manusia. Kita sedang membicarakan sisi aktual yang bisa kita jangkau. Sedangkan sisi yang tidak bisa kita jangkau tentu saja tidak terjelaskan. </p>
<p>SALAM&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2861</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 13:33:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2861</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;
Ini tidak berbicara mengenai iman. Tetapi berbicara mengenai FIRMAN Allah.
Nah…, iman timbul dari pendengaran akan firman Allah.
Firman Allah yang mati dan tidak tumbuh didalam hati manusia, TIDAK MENJADI IMAN.

&lt;/blockquote&gt;

Saya rasa menurut saya begini Firman Allah yang ada di dalam hati manusia itu justru namanya iman. Iman itu bisa mati bisa tumbuh bisa tercemar dsb. Jadi yang bisa tumbuh bisa mati itu iman manusia bukan firman Allah. Saya rasa istilah yang lebih masuk akal adalah pertumbuhan iman bukan pertumbuhan firman Allah, ketika iman mati atau tercemar namanya juga iman yang tercemar bukan firman Allah yang tercemar - karena ketika firman itu sudut pandangnya sudah masuknya ke hati manusia , kita mengistilahkan itu sebagai iman. 

Dengan alasan itulah maka saya rasa jelas bahwa iman pun juga bisa tercemar bahkan meskipun iman itu tadinya baik. 

Tadinya saya agar kurang jelas dengan maksud anda mempost Matius 13 di atas. Tetapi saya bisa menerka apa mau anda. 

Tanggapan saya seperti ini : Ayat-ayat yang anda posting tidak mengatakan bahwa iman tidak bisa tercemar, sebagian ayat itu memang boleh dikatakan mendukung logika anda bahwa ada iman yang berasal dari sumber yang salah dalam kasus ini diumpamakan sebagai ilalang atau mungkin yang anda istilahkan dengan ilusi atau dongeng. Tetapi anda harus melihat juga bahwa yang namanya iman yang tercemar itu memang ada. Bibit yang asal muasalnya dari Allah tetap bisa rusak bahkan mati. 
Ketika ditabur ditanah beracun. jatuh ke tanah berbatu dan sebagainya. 

Jadi ayat ini saya rasa tidak mengubah posisi bahwa iman pun juga masih bisa tercemar sama halnya dengan logika. 
Saya rasa anda harus mengakui bahwa iman pun masih bisa tercemar. Mengapa bisa tercemar ? ya jawabannya mudah, karena iman itu menempel pada manusia yang sangat mungkin terkontaminasi. 

Artinya : Bedakanlah antara sisi asali atau sisi hakekat dari bibit itu atau boleh kita anggap sisi genetik benih

dengan sisi aktual dari bibit yang sudah ditabur yang juga bisa mati, bisa tumbuh, bisa setengah mati. 

Dalam kasus Allah Maha Kuasa , logika ini juga bisa dipakai. 
kalau anda melihat dunia lewat jendela kamar anda, maka dunia yang anda lihat sebatas sudut pandang jendela kamar anda. Barru kalo anda keluar kamar - anda sangat mungkin menjumpai dunia yang lebih luas. 

Begitu juga dalam menanggapi pertanyaan klasik yang mudah : Apakah Tuhan bisa membuat lingkaran yang memiliki tiga sudut. 

Secara hakekat : Allah itu Maha Kuasa. Maha Kuasa itu sebatas apa ? Kita tidak tahu 

Secara aktual : Ketika manusia membicarakan Allah, maka sudut pandangnya sangat terbatas, dibatasi oleh konsep pemahaman dalam logika manusia. 

Dalam logika manusia : lingkaran tidak mungkin memiliki tiga sudut. Sehingga secara pemahaman manusia tidak logis jika Allah membuat lingkaran memiliki tiga sudut. Karena itu adalah logika yang salah. Jadi jawaban yang paling benar menurutku ya memang tidak dijawab. Alasannya karena pertanyaan itu salah secara logika. 

Tetapi kenyataan sebenarnya bagaimana? Hakekat aslinya bagaimana ? Ya kita tidak tahu, karena Allah itu melampaui logika. Saya rasa penjelasannya seperti itu. 

Jadi ketika saya bicara iman. Maka jelas bahwa yang saya maksud adalah apa yang ada dalam hati manusia. Kita sedang membicarakan sisi aktual yang bisa kita jangkau. Sedangkan sisi yang tidak bisa kita jangkau tentu saja tidak terjelaskan. 

SALAM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>
Ini tidak berbicara mengenai iman. Tetapi berbicara mengenai FIRMAN Allah.<br />
Nah…, iman timbul dari pendengaran akan firman Allah.<br />
Firman Allah yang mati dan tidak tumbuh didalam hati manusia, TIDAK MENJADI IMAN.</p>
</blockquote>
<p>Saya rasa menurut saya begini Firman Allah yang ada di dalam hati manusia itu justru namanya iman. Iman itu bisa mati bisa tumbuh bisa tercemar dsb. Jadi yang bisa tumbuh bisa mati itu iman manusia bukan firman Allah. Saya rasa istilah yang lebih masuk akal adalah pertumbuhan iman bukan pertumbuhan firman Allah, ketika iman mati atau tercemar namanya juga iman yang tercemar bukan firman Allah yang tercemar &#8211; karena ketika firman itu sudut pandangnya sudah masuknya ke hati manusia , kita mengistilahkan itu sebagai iman. </p>
<p>Dengan alasan itulah maka saya rasa jelas bahwa iman pun juga bisa tercemar bahkan meskipun iman itu tadinya baik. </p>
<p>Tadinya saya agar kurang jelas dengan maksud anda mempost Matius 13 di atas. Tetapi saya bisa menerka apa mau anda. </p>
<p>Tanggapan saya seperti ini : Ayat-ayat yang anda posting tidak mengatakan bahwa iman tidak bisa tercemar, sebagian ayat itu memang boleh dikatakan mendukung logika anda bahwa ada iman yang berasal dari sumber yang salah dalam kasus ini diumpamakan sebagai ilalang atau mungkin yang anda istilahkan dengan ilusi atau dongeng. Tetapi anda harus melihat juga bahwa yang namanya iman yang tercemar itu memang ada. Bibit yang asal muasalnya dari Allah tetap bisa rusak bahkan mati.<br />
Ketika ditabur ditanah beracun. jatuh ke tanah berbatu dan sebagainya. </p>
<p>Jadi ayat ini saya rasa tidak mengubah posisi bahwa iman pun juga masih bisa tercemar sama halnya dengan logika.<br />
Saya rasa anda harus mengakui bahwa iman pun masih bisa tercemar. Mengapa bisa tercemar ? ya jawabannya mudah, karena iman itu menempel pada manusia yang sangat mungkin terkontaminasi. </p>
<p>Artinya : Bedakanlah antara sisi asali atau sisi hakekat dari bibit itu atau boleh kita anggap sisi genetik benih</p>
<p>dengan sisi aktual dari bibit yang sudah ditabur yang juga bisa mati, bisa tumbuh, bisa setengah mati. </p>
<p>Dalam kasus Allah Maha Kuasa , logika ini juga bisa dipakai.<br />
kalau anda melihat dunia lewat jendela kamar anda, maka dunia yang anda lihat sebatas sudut pandang jendela kamar anda. Barru kalo anda keluar kamar &#8211; anda sangat mungkin menjumpai dunia yang lebih luas. </p>
<p>Begitu juga dalam menanggapi pertanyaan klasik yang mudah : Apakah Tuhan bisa membuat lingkaran yang memiliki tiga sudut. </p>
<p>Secara hakekat : Allah itu Maha Kuasa. Maha Kuasa itu sebatas apa ? Kita tidak tahu </p>
<p>Secara aktual : Ketika manusia membicarakan Allah, maka sudut pandangnya sangat terbatas, dibatasi oleh konsep pemahaman dalam logika manusia. </p>
<p>Dalam logika manusia : lingkaran tidak mungkin memiliki tiga sudut. Sehingga secara pemahaman manusia tidak logis jika Allah membuat lingkaran memiliki tiga sudut. Karena itu adalah logika yang salah. Jadi jawaban yang paling benar menurutku ya memang tidak dijawab. Alasannya karena pertanyaan itu salah secara logika. </p>
<p>Tetapi kenyataan sebenarnya bagaimana? Hakekat aslinya bagaimana ? Ya kita tidak tahu, karena Allah itu melampaui logika. Saya rasa penjelasannya seperti itu. </p>
<p>Jadi ketika saya bicara iman. Maka jelas bahwa yang saya maksud adalah apa yang ada dalam hati manusia. Kita sedang membicarakan sisi aktual yang bisa kita jangkau. Sedangkan sisi yang tidak bisa kita jangkau tentu saja tidak terjelaskan. </p>
<p>SALAM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imankristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2860</link>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 13:29:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2860</guid>
		<description>Penabur itu menaburkan firman. (14)

Markus 4

4:1. Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 
4:2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: 
4:3 &quot;Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 
4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 
4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 
4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 
4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. 
4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.&quot; 
4:9 Dan kata-Nya: &quot;Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!&quot; 
4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. 
4:11 Jawab-Nya: &quot;Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, 
4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.&quot; 
4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: &quot;Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? 
4:14 Penabur itu menaburkan firman. 
4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. 
4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, 
4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. 
4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, 
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. 
4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.&quot;

4:21. Lalu Yesus berkata kepada mereka: &quot;Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. 
4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. 
4:23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!&quot; 
4:24 Lalu Ia berkata lagi: &quot;Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. 
4:25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.&quot; 
4:26 Lalu kata Yesus: &quot;Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 
4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 
4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 
4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.&quot; 
4:30 Kata-Nya lagi: &quot;Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? 
4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 
4:32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.&quot; 
4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 
4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

4:35. Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: &quot;Marilah kita bertolak ke seberang.&quot; 
4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 
4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 
4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: &quot;Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?&quot; 
4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: &quot;Diam! Tenanglah!&quot; Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 
4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: &quot;Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?&quot; 
4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: &quot;Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penabur itu menaburkan firman. (14)</p>
<p>Markus 4</p>
<p>4:1. Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.<br />
4:2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:<br />
4:3 &#8220;Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.<br />
4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.<br />
4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.<br />
4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.<br />
4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.<br />
4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.&#8221;<br />
4:9 Dan kata-Nya: &#8220;Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!&#8221;<br />
4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.<br />
4:11 Jawab-Nya: &#8220;Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,<br />
4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.&#8221;<br />
4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: &#8220;Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?<br />
4:14 Penabur itu menaburkan firman.<br />
4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.<br />
4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,<br />
4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.<br />
4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,<br />
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.<br />
4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.&#8221;</p>
<p>4:21. Lalu Yesus berkata kepada mereka: &#8220;Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.<br />
4:22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.<br />
4:23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!&#8221;<br />
4:24 Lalu Ia berkata lagi: &#8220;Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.<br />
4:25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.&#8221;<br />
4:26 Lalu kata Yesus: &#8220;Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,<br />
4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.<br />
4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.<br />
4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.&#8221;<br />
4:30 Kata-Nya lagi: &#8220;Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?<br />
4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.<br />
4:32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.&#8221;<br />
4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,<br />
4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.</p>
<p>4:35. Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: &#8220;Marilah kita bertolak ke seberang.&#8221;<br />
4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.<br />
4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.<br />
4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: &#8220;Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?&#8221;<br />
4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: &#8220;Diam! Tenanglah!&#8221; Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.<br />
4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: &#8220;Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?&#8221;<br />
4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: &#8220;Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imankristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2859</link>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 13:22:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2859</guid>
		<description>Benih itu adalah firman Allah (ayat 15)

Lukas 8:1-21

8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, 
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, 
8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

8:4. Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan: 
8:5 &quot;Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. 
8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. 
8:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. 
8:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.&quot; Setelah berkata demikian Yesus berseru: &quot;Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!&quot; 
8:9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu. 
8:10 Lalu Ia menjawab: &quot;Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. 
8:11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. 
8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. 
8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. 
8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. 
8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.&quot; 
8:16 &quot;Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. 
8:17 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. 
8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.&quot; 
8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. 
8:20 Orang memberitahukan kepada-Nya: &quot;Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.&quot; 
8:21 Tetapi Ia menjawab mereka: &quot;Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.&quot;

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benih itu adalah firman Allah (ayat 15)</p>
<p>Lukas 8:1-21</p>
<p>8:1. Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,<br />
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,<br />
8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.</p>
<p>8:4. Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:<br />
8:5 &#8220;Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.<br />
8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.<br />
8:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.<br />
8:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.&#8221; Setelah berkata demikian Yesus berseru: &#8220;Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!&#8221;<br />
8:9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.<br />
8:10 Lalu Ia menjawab: &#8220;Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.<br />
8:11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.<br />
8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.<br />
8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.<br />
8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.<br />
8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.&#8221;<br />
8:16 &#8220;Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.<br />
8:17 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.<br />
8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.&#8221;<br />
8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.<br />
8:20 Orang memberitahukan kepada-Nya: &#8220;Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.&#8221;<br />
8:21 Tetapi Ia menjawab mereka: &#8220;Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.&#8221;</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imankristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2855</link>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 12:53:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2855</guid>
		<description>Lovepassword

Silahkan baca mengenai PERUMPAMAAN dibawah ini dan kemudian artikan keseluruhan perikop tersebut.

Ini tidak berbicara mengenai iman. Tetapi berbicara mengenai FIRMAN Allah.
Nah..., iman timbul dari pendengaran akan firman Allah.
Firman Allah yang mati dan tidak tumbuh didalam hati manusia, TIDAK MENJADI IMAN.

Apa anda mengerti sekarang???

Konsep iman, pelajari di Ibrani 11.

Matius 13:1-23
13:1. Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. 
13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. 
13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: &quot;Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 
13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 
13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 
13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 
13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. 
13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. 
13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!&quot; 
13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: &quot;Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?&quot; 
13:11 Jawab Yesus: &quot;Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 
13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 
13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 
13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 
13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. 
13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. 
13:17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. 
13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. 
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. 
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. 
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. 
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. 
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.&quot;

13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: &quot;Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. 
13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. 
13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. 
13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? 
13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? 
13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. 
13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.&quot; 
13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: &quot;Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 
13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.&quot; 
13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: &quot;Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.&quot; 
13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, 
13:35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: &quot;Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.&quot; 
13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: &quot;Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.&quot; 
13:37 Ia menjawab, kata-Nya: &quot;Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; 
13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. 
13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. 
13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. 
13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 
13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 
13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!&quot;

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lovepassword</p>
<p>Silahkan baca mengenai PERUMPAMAAN dibawah ini dan kemudian artikan keseluruhan perikop tersebut.</p>
<p>Ini tidak berbicara mengenai iman. Tetapi berbicara mengenai FIRMAN Allah.<br />
Nah&#8230;, iman timbul dari pendengaran akan firman Allah.<br />
Firman Allah yang mati dan tidak tumbuh didalam hati manusia, TIDAK MENJADI IMAN.</p>
<p>Apa anda mengerti sekarang???</p>
<p>Konsep iman, pelajari di Ibrani 11.</p>
<p>Matius 13:1-23<br />
13:1. Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.<br />
13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.<br />
13:3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: &#8220;Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.<br />
13:4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.<br />
13:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.<br />
13:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.<br />
13:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.<br />
13:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.<br />
13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!&#8221;<br />
13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: &#8220;Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?&#8221;<br />
13:11 Jawab Yesus: &#8220;Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.<br />
13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.<br />
13:13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.<br />
13:14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.<br />
13:15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.<br />
13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.<br />
13:17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.<br />
13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.<br />
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.<br />
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.<br />
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.<br />
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.<br />
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.&#8221;</p>
<p>13:24. Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: &#8220;Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.<br />
13:25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.<br />
13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.<br />
13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?<br />
13:28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?<br />
13:29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.<br />
13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.&#8221;<br />
13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: &#8220;Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.<br />
13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.&#8221;<br />
13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: &#8220;Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.&#8221;<br />
13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,<br />
13:35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: &#8220;Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.&#8221;<br />
13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: &#8220;Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.&#8221;<br />
13:37 Ia menjawab, kata-Nya: &#8220;Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;<br />
13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.<br />
13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.<br />
13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.<br />
13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.<br />
13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.<br />
13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!&#8221;</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2149</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 10:13:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2149</guid>
		<description>@ImanKristen 279 : Perikop itu hanya berbicara mati dan hidup ? Jadi nggak ada iman yang terkorupsi ? 

Hi Hi Hi , mari kita lihat ayat 5 dan 6 : 

(5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.	
(6) Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

Apakah artinya ayat ini ? Bahwa yang namanya mati pun juga perlu proses. Artinya kita tidak bisa melihat iman itu semata-mata iman itu hidup atau iman itu mati. Jika iman itu mati maka iman itu nggak ada jadi tidak bisa disebut beriman. Nggak bisa disederhanakan seperti itu. 

Untuk hidup iman perlu proses, begitu juga untuk mati iman juga perlu proses. Lha selama dalam proses sebelum mati itu kan masih ada iman juga. Iman yang tercemar atau iman yang terkorupsi. Itu masih dinamakan iman karena asal benihnya masih dari firman Allah. Hanya saja iman itu dalam posisi rusak, tercemar, terkorupsi atau apapun namanya. Jadi ayat tersebut jelas menjelaskan bahwa ada juga benih yang posisinya sekarat sebelum mati. 

Benih itu sempat tumbuh lalu karena tanahnya nggak mendukung, kemudian mati pelan-pelan. Karena kebutuhan nutrisinya nggak terpenuhi. 

&lt;blockquote&gt;
Bagi saya, firman itu tidak pernah salah, tetapi yang menerima firman itu tidak benar. Firman itu tidak menjadi iman yang benar juga. Karena iman selalu berhubungan dengan kebenaran.
&lt;/blockquote&gt;

firman tidak pernah salah, yang menerima firman yang salah. Padahal yang namanya iman itu dimiliki oleh penerima firman. Manusia beriman bukan Allah yang beriman. Iman itu memang anugrah Allah tapi iman itu kan adanya pada manusia. Allah nggak perlu beriman kan. Beriman kepada siapa ? Justru manusialah yang beriman. 

Lha karena manusia lah yang beriman, sedangkan yang namanya penerima firman bisa salah, maka otomatis iman yang dimiliki oleh manusia itu juga tentu bisa salah. Meskipun asal muasalnya firman itu tidak salah. 

SALAM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ImanKristen 279 : Perikop itu hanya berbicara mati dan hidup ? Jadi nggak ada iman yang terkorupsi ? </p>
<p>Hi Hi Hi , mari kita lihat ayat 5 dan 6 : </p>
<p>(5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.<br />
(6) Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.</p>
<p>Apakah artinya ayat ini ? Bahwa yang namanya mati pun juga perlu proses. Artinya kita tidak bisa melihat iman itu semata-mata iman itu hidup atau iman itu mati. Jika iman itu mati maka iman itu nggak ada jadi tidak bisa disebut beriman. Nggak bisa disederhanakan seperti itu. </p>
<p>Untuk hidup iman perlu proses, begitu juga untuk mati iman juga perlu proses. Lha selama dalam proses sebelum mati itu kan masih ada iman juga. Iman yang tercemar atau iman yang terkorupsi. Itu masih dinamakan iman karena asal benihnya masih dari firman Allah. Hanya saja iman itu dalam posisi rusak, tercemar, terkorupsi atau apapun namanya. Jadi ayat tersebut jelas menjelaskan bahwa ada juga benih yang posisinya sekarat sebelum mati. </p>
<p>Benih itu sempat tumbuh lalu karena tanahnya nggak mendukung, kemudian mati pelan-pelan. Karena kebutuhan nutrisinya nggak terpenuhi. </p>
<blockquote><p>
Bagi saya, firman itu tidak pernah salah, tetapi yang menerima firman itu tidak benar. Firman itu tidak menjadi iman yang benar juga. Karena iman selalu berhubungan dengan kebenaran.
</p></blockquote>
<p>firman tidak pernah salah, yang menerima firman yang salah. Padahal yang namanya iman itu dimiliki oleh penerima firman. Manusia beriman bukan Allah yang beriman. Iman itu memang anugrah Allah tapi iman itu kan adanya pada manusia. Allah nggak perlu beriman kan. Beriman kepada siapa ? Justru manusialah yang beriman. </p>
<p>Lha karena manusia lah yang beriman, sedangkan yang namanya penerima firman bisa salah, maka otomatis iman yang dimiliki oleh manusia itu juga tentu bisa salah. Meskipun asal muasalnya firman itu tidak salah. </p>
<p>SALAM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lovepassword</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comment-2148</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 09:47:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48#comment-2148</guid>
		<description>@ImanKristen 279 : Saya setuju dengan kamu bahwa masalahnya ada pada penerima firman. Masalahnya bukan ada pada benihnya tetapi pada tanahnya. Tetapi kalopun yang bermasalah adalah tanahnya tidak bisa dipungkiri bahwa tanah itu mempengaruhi keberhasilan benih bakal jadi buah atau tidak. 

Masalahnya ada pada penerima firman. Siapa penerima firman? Manusia kan. Lha kalo kita bicara iman itu iman milik siapa? Ya iman milik manusia kan. Yang beriman itu kan manusia. Manusia beriman kepada Allah. 

Kalopun iman itu asalnya dari Allah, tapi iman itu jelas juga akan dipengaruhi kehendak bebas manusianya. KArENA YANG BERIMAN itu manusia, bukan Allah. Manusia lah yang beriman bukan Allah yang beriman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ImanKristen 279 : Saya setuju dengan kamu bahwa masalahnya ada pada penerima firman. Masalahnya bukan ada pada benihnya tetapi pada tanahnya. Tetapi kalopun yang bermasalah adalah tanahnya tidak bisa dipungkiri bahwa tanah itu mempengaruhi keberhasilan benih bakal jadi buah atau tidak. </p>
<p>Masalahnya ada pada penerima firman. Siapa penerima firman? Manusia kan. Lha kalo kita bicara iman itu iman milik siapa? Ya iman milik manusia kan. Yang beriman itu kan manusia. Manusia beriman kepada Allah. </p>
<p>Kalopun iman itu asalnya dari Allah, tapi iman itu jelas juga akan dipengaruhi kehendak bebas manusianya. KArENA YANG BERIMAN itu manusia, bukan Allah. Manusia lah yang beriman bukan Allah yang beriman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
