Dalam perenungan terus menerus mengenai isi blog Iman Kristen ini dan pertanyaan yang muncul dari kaum muslim serta diskusi yang cukup panjang, akhirnya penulis menyimpulkan beberapa pemikiran yang perlu dituangkan dalam post ini. Maksudnya adalah untuk mempersingkat waktu dan memberikan gambaran umum mengenai perbedaan Kristen dan Non Kristen (secara umum diambil Islam). Ini dimaksudkan supaya dalam diskusi-diskusi kedepan, tidak perlu lagi mengulang konsep-konsep yang ada, tapi tinggal memberikan link saja. Tentu saja perenungan di post ini akan terus di-update supaya semakin dipertajam. Bagi kaum muslim yang memegang teguh Agamamu-Agamamu; Agamaku-Agamaku, atau yang terlalu emosional, atau yang “close system” anggap saja postingan ini sebagai sampah dan jangan memberikan komentar apapun. Tapi bagi anda yang gemar mempertanyakan segala “kebenaran” yang ada didunia ini, silahkan merenungkan kebenaran sejati dari Sudut Pandang yang lain ini, silahkan berkomentar dengan pandangan terbuka (open system) anda. Kiranya Tuhan membukakan hati dan pikiran saudara, Amen.
1. “Penjagaan Kitab Suci”
Bagaimana dengan kitab suci yang ada saat itu hingga sampai kini? Sejarah membuktikan, ketatnya penulisan ulang Kitab Suci menjadi perhatian paling penting bagi orang Kristen. Tidak demikian dengan muslim, karena itu Alquran banyak tercecer dimana-mana. Perbedaannya sebagai berikut:
a. Alkitab disusun sejak 1500 BC dalam bentuk tulisan yang terus dipelihara. Alquran dalam bentuk hapalan. Mana yang lebih akurat untuk ke-otentikannya? Anda pikirkan sendiri secara ilmiah. Alkitab tidak pernah tercecer, sedangkan Alquran tercecer dimana-mana, ada di kulit pohon, diatas batu dan disebarang tempat. Mana yang terjamin keasliannya? Anda pikirkan sendiri.
b. Alkitab sudah selesai. Kanonisasi sudah selesai juga, artinya “penjagaan” mengenai kitab yang utuh dari Alkitab sudah selesai. Tetapi disayangkan, tidak ada komputer saat itu. Alkitab PL sudah sempurna dan mendapatkan peneguhan dari Yesus sendiri, dan PB mendapat peneguhan dari Roh Kudus melalui seleksi yang ketat oleh Gereja. Tetapi, ketika terjadi penyerbuan atau jaman penyiksaan terhadap Kekristenan, tentu penyalinan ulang itu belum tentu terlaksana tepat 100%, atau juga kitab yang lama sudah mulai luntur, sehingga ada 1-2 huruf yang keliru di tulis ulang. Kalau begitu, apakah kitab yang asli sudah tidak ada lagi? Tidak saudaraku, dalam Anugrah Allah, kitab yang asli masih ada. Perbedaan-perbedaan yang ada itu tetap dipelihara dari jutaan manuskrip yang sekarang tersimpan dan tambahan pada tahun mendatang pasti penemuan dari arkeologi akan menambah manuskrip yang ada. Dari jumlah yang banyak itulah, nantinya akan terus dilihat kesamaannya, sehingga perbedaan huruf, perbedaan jumlah angka dan sebagainya akan ditemukan. Intinya cuma satu, jangan dibakar. Selama manuskrip Alkitab itu tidak dibakar, maka Kitab Suci yang asli masih terpelihara. Apakah dengan demikian Alkitab yang sekarang tidak berlaku lagi? Tidak saudaraku, tetap belaku. Karena perbedaan yang ada tidaklah bersifat essensial sama sekali bahkan tidak ada pengaruhnya sama sekali dengan doktrin-doktrin kekristenan yang telah ada selama ini. Bagaimana dengan Alquran? Tidak ada sejarah yang jelas mengenai hal tersebut, yang ada hanyalah serba kamufalse.. Manuskrip Alquran sudah dibakar habis, sehingga kemungkinan untuk menemukan yang asli sudah tidak ada lagi. Berikutnya, karena konsep hapalan dan bukan tulisan, maka keotentikan tulisan dari Alquran ketika sudah “dikumpulkan” dari tercecer itu, tidak bisa dipastikan orisinalitasnya. Coba perhatikan tulisan gundul Alquran (http://www.themodernreligion.com/basic/history/OLD_PICS_quran.htm) saat itu dengan tulisan gondrong Alquran saat ini. Perhatikan juga, tindakan kerajaan Mesir yang mengubur kitab-kitab lain, dengan cara membanjiri dengan satu salinan kitab versi tahun 1924. Sehingga yang ada sekarang adalah Alquran versi Mesir (Merenungkan Sejarah Alquran), bukan lagi versi Ustman. Apalagi versi asli??? Maaf, ini lelucon bagi saya kalau dikatakan Alquran itu masih asli seperti saat pertama kali dulu. Diskusi lebih jauh mengenai masalah ini, harap baca di bagian komentar http://imankristen.wordpress.com/2008/04/28/tritunggal-dalam-perjanjian-baru/. Silahkan membaca terlebih dahulu link yang diatas, baru memberikan komentar mengenai poin “penjagaan kitab suci” ini.
Dilanjutkan lagi…, harap sabar menunggu…
Mas Dewo,
wakakakakakakakakakaka…
arab gundul dan arab gondrong…
setuju bgt!!!
ternyata mengubah makna essensial di dlm kitab tsb!
waduh, kmn aja sih mereka selama iniiiiii??
kok bego bgt ya masih percaya dan mengimani ‘nabi-nabi palsu yg akan datang setelah AKU’…?
sekali lagi,
wakakakaakakakakkakakakakkaa…
(maaf, saya memang selalu menertawakan org2 bodoh)
Sekali lagi aku hanya bisa bilang….wow…untuk tulisan anda….tambah ngerti aku nih…
Moga aku bisa berpikiran selalu positif untuk hal-hal yang seperti ini
Jesus You Are The Saviour Of My Life….
@All
“Harakat” / “Tanda Baca” pada huruf Arab TIDAK Merubah Arti Kata.
..
Baru tau pasti ya..? =)
..
Salam.
@iman
Iya man,
Selesaikan saja dulu Semua tulisannya.
Biar sekalian jawabnya.
Ok ditunggu deh. =)
Salam.
Coba deh, walaupun gundul, di seluruh penjuru dunia manapun, penucapan lafal Al Quran tetap sama, cara shalat satu sama lain tetap sama. Kiqblatnya tetap sama.
Sengaja memancing kami untuk diskusi ya…???
Semoga kelak kau temukan kebenaran itu dalam silam wahai teman…
Sekarang kau ragukan, kelak kau akan beiman…dialah Al Quran…!
Sadarlah…
@batu karang #1
huiihihih lucu…….
nggak faham tapi ketawa…….
itu lebih berat dari telmi dan bodoh, kalo merasa gak faham mending diem…….lah ini udah gak faham malah ketawa ngakak….aneh……
mas dijawab dong pertanyaan saya
@arul
Kata kamu:
Coba deh, walaupun gundul, di seluruh penjuru dunia manapun, penucapan lafal Al Quran tetap sama, cara shalat satu sama lain tetap sama. Kiqblatnya tetap sama.
==> masalahnya bukan pengucapan lafalnya…
tetapi sumber dari pengucapan itu…
Yang keasliannya diragukan..
(karena yang asli sudah dibakar)
Gitu..
@irlander #8.
Apanya yang lucu ya?
Kamu sudah baca belum Link-link yang ada di tulisan Iman Kristen itu?
Sudah baca link dari islamlib itu?
Sudah paham sejarah kodifikasi quran belum?
Sudah mengerti kalau quran yang ada di tangan kamu itu adalah versi 1924 cetakan mesir?
Sudah tahu belum bahwa sebelum 1924 ada lebih dari satu versi quran…?
Sudah..?
Atau kamu cuman percaya kata-kata ustad kamu di mesjid sana?
wah wah wah…
Ampun deh kamu ini..
@nitten #4
Tanda baca tidak mengubah arti…
Hmmmm
ada yang aneh…
salam..
ps. Nanti kalau ketahuan error yang lain, pasti alesannya berubah lagi…
yeahhhh… begitu lah…”penjagaan” dalam islam.
To jelasenggak.
Pergi.
Pergi !!
Pergi ?
Ketiga kata itu semuanya sama, cuma beda tanda baca dan intonasi saja kok.
Bukti ketiganya sama, sederhana saja. Kalau anda sedang marah dan mau mengusir orang, maka ketiga kata itu bisa diberlakukan, he he he….
Btw, inti dari tulisan saya ada di link islamlib itu dan digabungkan dengan tidak ada bukti validitas dari mereka, karena semua itu sudah dibakar.
Salam.
ada-ada aja
alhamdulillah kagak ngaruh tuh.. Iman yang kuat adalah iman yang gak mempengaruhi orang pada opininya. Jadi whatever happen iman saya tetep iman yang ada. amin…
Terima kasih atas kehadirannya.
Iman yang kuat ….
(Lihat lanjutannya pada komentar saya di http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/29/membaca-koran-bolong/)
Salam.
Terima kasih atas komentar dan kunjungan di blog saya. Saya mungkin termasuk kategori “close system”, maka saya memang tidak suka berdebat soal agama.
Saya terlalu egois dan sibuk mengurusi kehidupan spiritual saya sendiri. Berusaha mengendalikan diri supaya tidak sombong, tidak marah, tidak berprasangka buruk, tidak iri hati, berusaha sabar, sangat-sangat menguras tenaga dan waktu saya. Tak sempat lagi saya mengurusi keimanan orang lain, seiman maupun tidak.
Tapi sekali lagi saya berterima kasih atas sarannya untuk bersabar; dan saya temukan ayat ini (meskipun ini dari kitab yang mungkin tidak anda imani) mohon ijin untuk saya kutip disini :
“Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada yang aku diutus menyampaikannya, dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah sampai Allah Menetapkan keputusan di antara kita. Dia-lah hakim yang terbaik (Q.7:87)”
Salam.
Terimakasih Dien atas kehadirannya.
Silahkan merenungkan diri sendiri.
Kalau boleh, saya sarankan, mohon direnungkan…., setelah meninggal anda pergi kemana?
Dan mohon juga direnungkan kalimat “jadilah berkat bagi banyak orang.”
Thanks untuk Q.7:87 “… Dia-lah hakim yang terbaik”
Memang betul, “DIA” akan menghakimi kita semua (termasuk Muhammad) pada hari kiamat.
Salam.
Mas Iman, kalau kita mempelajari sejarah, ah tidak, kalaupun kita tidak mempelajari sejarah; kita akan tahu bahwa perbedaan atau pertentangan ajaran Islam-Kristen ini sudah berumur lebih dari seribu tahun. Sudah mencapai seribu empat ratus tahun. Saling serang dan saling adu argumentasi untuk memperlihatkan kelemahan-kelemahan dan cacat-cacat pihak lain; sudah berlangsung sangat lama, dan sudah menghabiskan energi beribu, ah, berjuta manusia jenius di kedua belah pihak. Dan toh, tetap saja tidak pernah tertuntaskan. Saya, orang yang bertipe pesimistik, suka berpendapat bahwa hal itu, perbedaan itu, pertentangan itu tidak akan pernah dapat diakurkan. Tidak akan pernah dapat dituntaskan.
Apalagi, kalau orang seperti saya dan mas Iman sendiri bukanlah termasuk jenis yang berkategori manusia jenius. Berapa sih IQ mas Iman? Hehehe.
[Ataukah kita mau menyombongkan diri dan mengaku jenius? Kalau saya, sih, tidak]
Maka, sungguhpun saya sedikit-sedikit membaca Bible, disamping Al Qur’an, juga beberapa manuskrip lain semacam Tao The CHing, DHammapada, The Bhagavad Gita, The Analects, dan beberapa Sutra dalam tradisi Buddha dan Zen; saya selalu tertarik untuk mengambil bagian-bagian dimana kita menemukan kesamaan. Dan ini biasanya bagian-bagian yang berkenaan dengan moral, etika dan spiritualitas. Bagian-bagian yang justru berguna, yang justru dapat digunakan untuk mendidik diri. BUkankah beragama itu sebenarnya adalah untuk mendidik diri, menempuh Jalan, hingga kita bisa memperoleh Keselamatan, Tercerahkan, Satori, Awaken, Enlighten, menjadi Insan Kamil, Maha Manusia, Uberschman?
Atau seperti ditulis Dien di atas; mengendalikan diri untuk tidak sombong, tidak marah, tidak berprasangka buruk, tidak iri hati, berusaha sabar.
Maka, saya pun menulis dalam http://www.justsomenotes.com. Harapannya jelas; mudah-mudahan kita dapat hidup bersama, sebagai sesama human being ini dalam semangat cinta kasih. Dan berharap bahwa kehidupan duniawi kita ini akan menjadi lebih baik.
Atau, mas Iman, kalaupun nafsu mas Iman sedemikian besarnya untuk tidak henti-hentinya “mengkitik-kitik” keyakinan umat Islam; lakukanlah kritik teks. Hadapkan Al Qur’an vis a vis Bible. Dan silahkan habiskan umur mas Iman di sana. Hanya, titip; tidak usahlah menghina Nabi Muhammad Saw, sebagaimana kami, kaum muslimin, juga tidak pernah menghina Yesus Kristus. Malahan, kami, umat Islam, memiliki kewajiban untuk memuliakan Beliau, YEsus Kristus, atau Isa Al Masih ibnu Maryam, sebagai Nabiullah, Utusan Allah, dengan gelar Ruh Allah.
Bahkan bukan hanya wajib memuliakan, melainkan mutlak untuk meyakini Kenabian Isa Al Masih; sebagaimana kami meyakini Kenabian Muhammad Saw sendiri.
Atau, kalau tidak; kami bukanlah Muslim.
Mas Iman, Kenabian Muhammad adalah fakta sejarah, sebagaimana kenabian Isa Al Masih. Tidak bisa diganggu gugat.
Tapi Al Qur’an, sebagai teks; silahkan mas Iman kalau mau mengubek-ubek. Al Qur’an adalah teks terbuka. Tapi, yakin mas Iman sudah mempelajari Al Qur’an dan membandingkannya dengan Bible?
Saya sih pernah mempelajari keduanya, meskipun mungkin dengan semangat yang berbeda dengan yang dimiliki mas Iman.
Terima kasih atas keterangan anda.
Kita sebenarnya tidak menghina siapa-siapa.
Anda memuji Yesus, karena Alquran memerintahkannya.
Kami mengatakan setelah Alkitab lengkap, tidak ada lagi nabi dan kitab suci. Yang tidak mengakui Yesus adalah Allah merupakan antichrist, bidat akhir jaman.
Jadi, kita sama-sama merefer ke kitab suci masing-masing.
Mana yang benar? Biarlah masing-masing bertanggung-jawab kepada Allah yang sejati atas iman masing-masing.
Jadi, jangan anda katakan: Yesus itu nabi dan bukan Allah tidak menyinggung perasaan umat Kristen? Alkitab sudah tidak benar, yang benar adalah Alquran karena sudah mengoreksinya, itu tidaklah menyinggung perasaan umat Kristiani?
Tetapi…, cara pandang seperti itu akan membuat kita “bermusuhan”.
Cara terbaik adalah: Menanggapi secara positif iman masing-masing dan iman orang lain.
Jadi anda tulis, Alkitab sudah tidak benar lagi, yang ada cuma Alquran… yang mengoreksinya. Saya memandang itu sebagai hal yang positif sebagai iman anda kepada Alquran. Jadi saya tidak akan menyalahkan anda.
Saya harap juga sama dengan anda kepada saya.
Nah…, kalau anda close system…, anggap saja tulisan ini sampah. Tapi kalau open system…, bisa kita diskusikan. Tapi sekali lagi…., dengan memandang positif pandangan orang lain.
Kritik teks? Lihat kometar saya pada tulisan Belajar Sejarah Alquran.
Salam.
Saya melihat ada deviasi antar kedua agama itu ketika keduanya mengklaim paling benar. karena pertanyaannya bukan apa kebenaran itu? tetapi siapa kebenaran itu? Namun ketika kebenaran itu merujuk pada kata apa, bagaimana maka yang ada adalah perdebatan yang tidak berujung.
Masing-masing membenarkan data yang dipandang dari sisinya masing-masing. Sehingga pencideraan dan permusuhan lebih sering timbul dari hal-hal demikian. Tentunya, Iblislah yang senang akan kejadian itu. Sementara manusia akan jatuh pada lingkaran kebencian dan perseteruan yang tidak memberikan arah kebenaran.
Saudara-saudara, apapun ceritanya, kedua kitab itu meng-agungkan satu nama. Hanya perbedaannya yang satu menyatakan Isa Almasih itu nabi, yang lainnya mengatakan Isa itu Tuhan. Lalu, apa jawaban Isa Almasih. DIA tidak pernah mempermasalahkan panggilan seperti manusia yang tersinggung karena tidak disebut gelarnya. Tetapi, dia lebih melihat hati apakah orang itu mengenal diriNya sesuai kedekatannya. Karena apapun juga ceritanya, kitab palsu atau asli, Isa Almasih itu akan jadi hakim pada akhir jaman. Lalu untuk apa dia jadi hakim yang tinggi dalam pengadilan sementara masih ada ALLAH yang dikatakan Maha Tinggi? dimana peran Allah dalam penghakiman akhir itu?
Dan rasanya Tuhan dengan wahyunya menjadi tidak universal, jika kedatangan Isa Almasih hanya untuk menyatakan kepada satu kepercayaan bahwa dirinya bukan Tuhan. Lalu bagaimana dengan agama bumi seperti Budha dan Hindu? Apakah mereka tidak merasakan akhir Zaman?
Namun demikian, banyak juga orang Kristen hanya sampai merasa diri paling benar tanpa menunjukkan kasih yang diajarkan sosok Isa Almasih. Terbuka dan menerima berbagai pandangan buruk sekalipun. “Tetapi dari buahnyalah engkau dapat menilai,” katanya.
Jadi untuk apa memperdebatkan itu semua, bukankah dalam kitab ditulis Roh Kudus yang akan memimpin engkau ke dalam setiap kebenaran. Lalu di ayat lainnya, Hanya karena Roh Kudus manusia dapat mengaku Yesus Tuhan.
Inilah kata Isa Almasih.” Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup…,” dalam Quran juga disebut bahwa Isa Almasih yang termasyur di Dunia dan Akhirat.
Jadi saudara, mari pelajari Isa Almasih, untuk apa dia datang kedua kalinya. itu jauh lebih baik untuk dipelajari, karena mempelajari sejarah sulit akibat manusia dan politiknya sudah sangat kotor mencampuri itu. Tetapi jika kebenaran itu merujuk pada Siapa? Maka, dia sendiri yang mengajari manusia. Bukan banyaknya pendapat dan konsep apalagi teori-teori yang datangnya dari manusia.
thanks
1.
Ah, mas Iman; anda sepertinya kurang memahami apa yang saya maksudkan. Dengan mengatakan kami mengakui Kenabian Yesus Kristus, sebenarnya kami bermaksud memuliakan beliau. Memuliakan manusia hingga ke level paling tinggi, karena itulah level tertinggi dalam pemahaman Islam. Dan bukankah Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya adalah manusia juga? Tentu saja, maksud saya tidak hendak menafikan keyakinan mas Iman bahwa Yesus adalah TUhan. Itu adalah keimanan anda. Tapi, itulah hal paling tinggi yang bisa saya lakukan sebagai muslim. DI atas itu sudah Allah sendiri. Ah, mas Iman jangan terlalu berharap lebih, lah.
Sementara itu, mas Iman tidak juga mau mengakui bahwa telah menghina Muhammad Saw dan Umat Islam. Lihat apa yang mas Iman tulis dalam “Kebenaran Sejati [part-1];
“Untuk menegakkan otoritasnya, Muhammad meng-“klaim” dirinya mendapat “Wahyu Allah” secara sepihak.”
“Nah, yang paling berat dilakukan Muhammad adalah tindakan “keras” untuk menyatakan dirinya sungguh-sungguh Nabi dan tidak segan-segan melakukan pembunuhan bagi mereka yang tidak menyetujuinya.”
“Disinilah kreatifitas Muhammad itu terjadi. Kalau dalam hal ini, saya menghormati beliau sebagai seorang yang jenius luar biasa, karena bisa melakukan pembodohan kepada “sebagian umat manusia” selama 15 abad lebih. Ada 2 kemungkinan, Muhammad yang terlalu pintar, atau memang idenya biasa-biasa saja, tapi generasi berikutnya yang ….. (maaf, isi sendiri menurut pikiran anda masing-masing).”
Mas Iman, nada bicara mas Iman itu adalah jelas nada satir untuk menghina, tapi toh mas Iman tidak menyadarinya juga.
Terhadap perbedaan Al Qur’an dan Bible, semisal masalah Ismail dan Ishak, mas Iman meradang hingga ke pemahaman bahwa ada pembohongan disini. Dan maksudnya, Muhammad dituduh melakukan pembohongan. Padahal, tidakkah cukup dikatakan bahwa dalam hal ini; Al Qur’an berbeda dari Bible? Bukankah tidak usah dikatakan bahwa Al Qur’an merevisi Bible; melainkan cukup dikatakan Al Qur’an beda dari Bible?
Mas Iman, ketika saya mengharapkan mas Iman mencukupkan diri dengan melakukan Kritik Teks, maksudnya adalah terimalah Al QUr’an sebagai fakta sejarah, dan pelajari, dan uji, dan ubek-ubek semau mas Iman. Perlakukan ia sebagai dokumen yang sah di dalam sejarah; tinggal anda lihat isinya masuk akal atau tidak, fiksi atau tidak, omong kosong atau sampah. Akui ke absahannya dalam sejarah sebagaimana kita semua mengakui keabsahan Bible, Dhammapada, Tao The Ching, The Analect, The Bhagavad Gita, dan sebagainya di dalam sejarah.
Lalu, kalau anda temui di dalamnya ada yang tidak cocok menurut anda, maka anda bebas untuk meninggalkannya.
Maksud saya, dalam upaya Kritik Teks; mas Iman tidak pada tempatnya melakukan kritik hingga ke proses kehadiran si Teks, yang misalnya hingga ke arah, atau ke kecenderungan untuk menafikan kehadirannya di dalam sejarah. Ah, maksudnya, hargailah kami, umat Islam, yang meyakini bahwa Muhammad adalah Nabi, dan bahwa Al QUr’an adalah Wahyu Allah.
Sekali lagi saya ulang; kami juga mengakui keabsahan Bible dan Yesus di dalam sejarah. Bahwa Bible anda yakini sebagai Kitab SUci dan bahwa Yesus Kristus anda yakini sebagai Tuhan.
2.
Ah, mas Iman; agama apapun di dunia ini, termasuk Islam dan Kristen, akan selalu memiliki bagian-bagian yang kurang-lebih “tidak pas” dalam kaca mata orang yang bukan pemeluknya. Itu Fakta sejarah. Tapi, kita masing-masing pemeluknya akan selalu dapat, entah dengan cara bagaimana, melihat bahwa hal-hal yang “tidak pas” di mata orang lain itu “pas-pas” aja, tuh. Dan oleh karena itulah kita lalu memilih satu, dan meninggalkan yang lain.
Sebenarnya, ajaran Teks itu, menurut saya, tidak lebih semacam anak kunci, yang tidak untuk dipahami sebagai Teks yang berdiri sendirian. Ia tidak stand alone. Teks, setiap Teks, selalu harus dilihat di dalam konteks. Di dalam lingkungan historisnya.
Dan, umumnya, hanya pemeluknyalah yang paling mengerti konteks, lingkungan historisnya yang sesuai; sehingga jadinya, merekalah yang paling otoritatif untuk menjelaskan maknanya.
Orang lain, sebaiknya percaya saja pada penjelasan otoritatif itu. Maksudnya, menghargai; meskipun, tentu saja tanpa keharusan untuk “mengimani” kebenarannya.
Ini seperti hubungan suami-istri. Anggaplah saya memiliki istri dan anda pun memiliki istri. Dan ini yang sering terjadi. Saya bisa saja dengan mudah melihat kekurangan-kekurangan pada istri anda, sehingga kadang saya heran mengapa anda masih juga mencintai istri anda yang seperti itu. Sebaliknya, andapun melihat kekurangan-kekurangan pada istri saya, sehingga anda pun diam-diam heran mengapa saya masih juga mencintai istri saya.
Tapi, itulah; kita memang akan selalu mencintai apa yang kita telah merasa nyaman dengannya. Disini tidak selalu rasionalitas yang menjadi prime mover.
Dan, saya sudah merasa cocok dengan Islam, seperti halnya andapun sudah merasa cocok dengan Kristen.
Tidak bisa diganggu gugat, bukan?
3.
Maka, sumbangsih kita untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di dunia ini; mungkin dapat kita lakukan dengan belajar saling memahami. Mempelajari Kitab-Kitab Suci pihak lain, tidak dalam rangka mencari kelemahan-kelemahannya, melainkan justru untuk mencari kesamaan-kesamaannya; dimana disanalah lalu kita berdiri bersama, berdampingan, mengisi hidup ini dengan cinta kasih.
Saya juga menulis blog seperti mas Iman, http://www.justsomenotes.com, saya juga menunjukkan bahwa saya juga belajar Kitab-Kitab Suci pihak lain, termasuk Bible, disamping Dhammapada, The Bhagavad Gita, The Analects, Tao The Ching, sejumlah Sutra dari tradisi Buddha dan Zen; tapi, Insya Allah, saya mempelajari itu semua untuk menciptakan saling pengertian di antara kita semua, sesama human being ini.
Jadi, ini bukan masalah saya closed system atau open system. Ah, mas Iman, please bersabar. Please, instropeksi, deh.
Mudah-mudahan Tuhan Memberkati kita semua.
To Herman Hidayat:
Quote 19# Iman Kristen:
To Musafir…
Memang banyak kalimat yang “hanya milik Allah” yang diucapkan oleh Yesus.
Salam.
@ irlander #8
huwakakakakakakakakkakakakakakakakakakak…
ada yg jauh lebih parah dari telmi dan bodoh…
(tp kyknya gak bakalan sadar2, biarin aja deh…)
@ iman kristen # 13
sudahlah mas, sebenarnya tanpa dijelaskan pun mereka sudah tau kalau ‘ada yg salah secara essensial di dlm itu semua’…
sgt bebal…tp memang begitulah ajaran yg dianut…sgt bebal…
@ cumie #14
ini malah lebih parah…
udah tau salah, udah tau gak bener…
teteeeeuuupppp aja…
orang bodoh = orang yang sudah tau itu salah tp tetap membenarkan = orang bebal
akan sampai kpn?
pasti bakalan dijawab: sampai akhir jaman.
artinya apa?
memang sudah terlalu bebal (& bodoh?)
@ herman hidayat # 21
“Mas Iman, nada bicara mas Iman itu adalah jelas nada satir untuk menghina, tapi toh mas Iman tidak menyadarinya juga. ”
NADA SATIR???
kenapa hrs mengkhawatirkan dan mementingkan ‘nada satir’ ?
bukankah berdasarkan nitten # 4 :
“Harakat” / “Tanda Baca” pada huruf Arab TIDAK Merubah Arti Kata.”
jadi, kalau tanda baca saja sudah tidak dihiraukan,
knp sekarang anda mengkhawatirkan ‘nada satir’ ?
bukankah harakat/ tanda baca jauh lebih jelas dan tertulis daripada ‘nada satir’ anda itu?
anda berdua ini (herman dan nitt) sungguh aneh…
saya pikir anda pro kepada hal yg sama, tetapi mengapa menggunakan banyak prinsip2 yg berbeda?
mgkn lbh baik kalau anda berdua (herman&nitt) diskusi dulu utk menyamakan persesi…
sekedar saran
salam,
@Batu karang : anda berdua ini (herman dan nitt) sungguh aneh…
saya pikir anda pro kepada hal yg sama, tetapi mengapa menggunakan banyak prinsip2 yg berbeda?
mgkn lbh baik kalau anda berdua (herman&nitt) diskusi dulu utk menyamakan persesi…
=================================
Saya rasa kita semua di sini mewakili diri kita masing-masing. Wajar bila saling berbeda pemikiran. Ini kan bukan sidang DPR dimana anggota parpol suaranya mesti di setel dulu.
Dalam hubungan antar agama ada perbedaan pendapat itu wajar, dalam hubungan internal seagama ada beda pendapat ya wajar juga.
Dalam kristen ada banyak sekte, dalam Islam juga ada banyak aliran. kalo ada perbedaan pendapat wajar, kalo ada yang sama wajar juga. Nggak ada yang aneh.
“dalam hubungan internal seagama ada beda pendapat ya wajar juga. ”
ya kalo beda pendapat tidak masalah, yg blg ada masalah siapa?…sampeyan?
tapi ini menyangkut beda ‘landasan’ / ‘prinsip’ utk dijadikan pegangan dalam menafsirkan.
wah, kalo yg satu iman saja sudah beda ‘landasan’, sudah beda ‘prinsip’, sudah ‘multitafsir’ ….
mau dibawa kmn
kah?
ke kebenaran sejati?
kebenaran sejati yg mana?
apakah kebenaran sejati dgn prinsip, landasan, tafsiran yg bakalan berbeda juga?
wajar jg?
salam,
yang satu memegang prinsip:
““Harakat” / “Tanda Baca” pada huruf Arab TIDAK Merubah Arti Kata”
yang satunya lagi, memegang prinsip:
jangankan ‘tanda baca’ , ‘nada satir’ aja diperhatikan dan dikhawatirkan…
hayo, pakai yg mana nih?
atau kita pake aja keduanya?
wah, makin multitafsir dong ntar baca huruf arab gundul n gondrongnya…
salam,
Ah, sebenarnya mas Iman sudah benar ketika memberikan komentar dalam #19 dan #22 bahwa “Cara terbaik adalah: Menanggapi secara positif iman masing-masing dan iman orang lain.” Dan juga benar mas Lovepassword dalam #26 bahwa “Saya rasa kita semua di sini mewakili diri kita masing-masing. Wajar bila saling berbeda pemikiran. Ini kan bukan sidang DPR dimana anggota parpol suaranya mesti di setel dulu. Dalam hubungan antar agama ada perbedaan pendapat itu wajar, dalam hubungan internal seagama ada beda pendapat ya wajar juga. Dalam kristen ada banyak sekte, dalam Islam juga ada banyak aliran. kalo ada perbedaan pendapat wajar, kalo ada yang sama wajar juga. Nggak ada yang aneh.”
Tapi, sayangnya, mas Batu Karang dalam #24 dan #25 masih juga membawa ajang ini ke tataran maen-maen dan ledek-ledekan, yang saya kira, kok, kurang konstruktif. Mas Iman sendiri juga masih secara ceroboh menggunakan bahasa kurang etis dalam sikap kritisnya kepada pihak lain.
[Saya kira mas Iman akan memperoleh lebih dengan sikap kritis yang dimiliki mas Iman itu bila diikuti dengan kerendahan hati. Mas Iman sendiri mengatakan bahwa dirinya adalah pembelajar yang rindu untuk terus bertumbuh. Mungkin, kerendahan hati, mas, yang diperlukan untuk itu. Tapi ini juga berlaku untuk mas Batu Karang, Lovepassword dan juga saya sendiri.]
Ajakan esensial saya dalam Herman Hidayat #21; “Maka, sumbangsih kita untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di dunia ini; mungkin dapat kita lakukan dengan belajar saling memahami. Mempelajari Kitab-Kitab Suci pihak lain, tidak dalam rangka mencari kelemahan-kelemahannya, melainkan justru untuk mencari kesamaan-kesamaannya; dimana disanalah lalu kita berdiri bersama, berdampingan, mengisi hidup ini dengan cinta kasih,” tidak diperhatikan dan lebih peduli dengan segala macam tetek bengek argumentasi, yang saya akui, memang belum tentu bagus.
Saya sendiri sudah mencatatkan dalam Herman Hidayat #18 bahwa perdebatan ini sudah makan waktu lebih dari seribu empat ratus tahun; dan tidak selesai juga. Saya kira tidak akan pernah selesai. Maka, buat apa?
Intensi saya hanyalah; marilah kita isi kehidupan duniawi ini dengan saling pengertian, saling memahami dan saling menghargai. Cintailah saudaramu, sesama human being ini. Hidup ini sudah berat, tanpa harus ditambahi lagi dengan ledek-ledekan ini.
Ledek-ledekan ini mungkin tidak akan menambahkan apa-apa pada kwalitas spiritualitas kita.
Semoga TUhan Allah akan membimbing kita semua.
@Batu karang : Saya rasa semua orang di sini bisa mendengar , bisa membaca bahwa anda mempermasalahkan perbedaan pendapat. Menurut logika anda bila umat seagama berbeda pendapat. Kalo anda sekedar membolak-balik kata-kata rasanya diskusi kita semua di sini jadi malu-maluin deh.
Mengaitkan tanda baca dengan “nada satir” itu korelasinya apa. yang dimaksud nada satir itu kan terkait dengan perasaan individu seseorang. ya jelas nggak ada kaitannya dong. Membantah bolehlah , tapi mbok ya yang relevan.
perbedaan pendapat atau perbedaan penafsiran nih?
ya kalau memang malu utk dikemukakan bahwa memang berbeda penafsiran, antara penafsiran sesuatu dgn tdk memperdulikan tanda baca (ini sdr. nitt sendiri lho yg bilang) dengan penafsiran seluas2nya, mulai dari menggunakan tanda baca sampai dengan penafsiran dengan perasaan individu seseorang (ini sdr. herman sendiri lho yg blg)
monggo…
blm terlambat kok utk memperbaiki
salam,
30#Herman Hidayat…
Bagi saya sederhana saja…
Semua pendapat saya hargai, semakin seseorang itu “berbau busuk”, serapat apapun ditutupi akan berbau busuk juga.
Saya ini berbau busuk atau harum?
Setiap orang akan menilainya. Demikian juga dengan anda.
Sekali lagi…, saya “open system”.
Salam.
Ah ngga seru ni….
Gini aja.
@Herman Hidayat, @lovepassword.
Seseorang berkata:
“Harakat” / “Tanda Baca” pada huruf Arab TIDAK Merubah Arti Kata.
Menurut anda-anda,
Apakah itu benar atau salah. (dalam kaitannya dengan kebenaran quran)?
Sebelum dijawab, harap perhatikan. Yang punya klaim di atas adalah S2, dan Murid orang terkenal bernama Madsen Pirie.
**cekikikan***
salam.
Saya nggak tahu. Boleh kan saya tidak tahu ?
Cuma memang dalam sejarah awalnya AlQuran itu nggak pake tanda baca.
@perbedaan pendapat atau perbedaan penafsiran nih?
ya kalau memang malu utk dikemukakan bahwa memang berbeda penafsiran
Bagi saya beda penafsiran juga no problem kan. Adanya banyak aliran dalam Islam, Kristen, dan agama lain itu ya karena adanya beda penafsiran. Mau lo pake istilah beda pendapat atau beda penafsiran ya terserah lo saja.
Sahabat Nabi Muhammad juga boleh saling berbeda pendapat.
Begitu juga kalo anda baca sejarah gereja bahkan anda mau mempelajari lagi Bible anda, anda juga pasti tahu bahwa Paulus dan Barnabas pun berbeda pendapat. Sampe keduanya memilih berpisah kan ???
Nggak usah lah masalah sekecil ini anda besar-besarkan. Sekali lagi Masing-masing pihak mewakili diri sendiri di sini.
Pendapat saya belum tentu benar, pendapatnya Nit belum tentu benar, Herman juga belum tentu benar. Pendapat Iman Kristen, Jelasnggak, dan batukarang juga belum tentu benar.
saya bisa berbeda pendapat dengan siapa saja, begitu juga saya bisa setuju dengan pendapat siapa saja. OK, bos. Ini ruang diskusi kan? Bukan ruang sidang DPR dimana parpol disetel dulu suaranya agar satu suara.
Ah, sebenarnya sudah males untuk nanggapin lagi acara guyon-guyon ini; tapi biarlah saya tambahkan sedikit tentang hal yang sangat sepele. Tentang huruf arab ber-harakat dan tidak.
Mas Batu Karang, anda dapat saja mampir ke toko buku yang khususnya menjual buku-buku ke-islam-an. Di sana anda akan menemui berjibun buku, literatur islam, yang bukan Al Qur’an, yang kesemuanya berhuruf arab tanpa harakat. Kami di kampung biasa menyebutnya Kitab Kuning, hanya karena biasanya memang dari kertas yang berwarna agak ke kuning-kuningan. Atau, orang kampung juga menyebutnya Kitab Gundul, ya itu, karena memang gundul dan tidak ada harakatnya itu.
Apakah lalu kami tidak bisa membacanya? Apakah kami lalu saling membaca buku itu dengan arti yang saling silang ga karuan?
Ah, mas Batu Karang; di dalam khasanah Islam, ah tidak, di dalam khasanah pelajaran bahasa Arab, kami mengenal ilmu Nahwu, ilmu Sharaf, ilmu Balaghah, ilmu Mantiq –untuk keperluan itu. Itu persis seperti Grammar dalam bahasa Inggris atau Tata Bahasa dalam pelajaran bahasa Indonesia.
Ah, saya menjelaskan begini, hal-hal yang sepertinya Nitten sendiri sudah malas menjelaskannya; sebenarnya malu juga.
Tapi, saya sangat bangga dengan kesabaran dan kehalusan budi Nitten dan Lovepassword. Anda berdua, insya Allah, telah mendapatkan buah yang baik dari upaya-upaya anda beragama.
[Bahkan kalaupun anda tidak beragama misalnya, saya sangat menghargai apa yang telah anda capai; kesabaran dan kehalusan budi. Karena apa sih beragama; selain untuk mendidik diri menjadi orang yang berahlak mulia? Kita akan diukur based on who we are, bukannya based on what we know, or based on what we claim we know, or based on what we are talking about]
Mudah-mudahan kita semua akan senantiasa berada dalam bimbinganNya, bimbingan Tuhan Allah.
@herman Hidayat.
Jadi begini masalahnya Mas.
Muslim kan selalu berkata bahwa bukunya orang kristen itu (alkitab), sudah dirubah. Yang ada di tangan kami sekarang ini sudah ngga sama dengan yang pertama dulu.
Nah. Selain menuduh begitu, muslim juga doyannya mengklaim, bahwa HANYA QURAN-lah yang dijaga keasliannya.
“Tak satu huruf pun telah dirubah”.
“Yang sekarang ada di tangan umat muslim adalah SAMA PERSIIIIIIIISSSSSS (saya tambahin efek dramatisasi nih biar seru dikit),
dengan yang dulu diberikan kepada Muhamad.”
“Quran adalah bukan karangan Muhamad, tapi hasil keajaiban dari Tuh@n.”
“Quran adalah Buatan Tuh@n”
“Quran itu TURUN LANGSUNG dari All@h dan TIDAK ADA yang merubah teks-teksnya”
“Quran bukannya hasil masterpiece manusia, tapi KEAJAIBAN Tuh@n, dimana SETIAP HURUF DAN TITIKNYA adalah hasil perbuatan Tuh@n”
“Masterpiece, bagaimanapun hebatnya, tetap buatan manusia. Sedangkan KEAJAIBAN adalah hasil pekerjaan TUh@n. Dan Quran adalah KEAJAIBAN”
Begitu ceritanya, klaim umat muslim yang “wedeeehhh” itu..
Pertanyaannya, kenapa quran yang sekarang ini ada di tangan kaum muslim, berbeda dengan yang dulu (meskipun cuman harakatnya ).
Itu point pentingnya.
Kalau kalian berkata, “harakat tidak merubah arti”, ya sudah , kenapa pakai ditambahkan segala? gitu lho…
salin aja sesuai dengan yang dulu-dulu itu..buat apa ditambah-tambahin…gitu lho.
salam
ps. menurut saya, responnya si nitt agak-agak ngga nyambung tuh. Makanya saya sering cekikikan bacanya.
aneh-aneh dia itu….
@lovepassword #35
Kamu katakan:
===> Pendapat jelasnggak belum tentu benar?
Yang bener aja Mas/mBak.
Belum tentu benar bagaimana?
Saya ini banyak belajar dari internet loh.
Dan situs-situs yang saya kunjungi adalah situs-situs terkenal dan berbobot.
Setidaknya kamu harus memikirkan pendapat saya itu seperti kamu memikirkan perkataan bos kamu ( yang belum tentu salah…dan kemungkinan besar benar..)
gitu..
**Cekikikan lagi…..**
Islam dan Kristen memang sering ribut.
Saya secara pribadi mencintai umat Islam…
Namun saya sendiri Nasrani.
Buat Umat Islam:
- Yesus Kristus itulah Tuhan, anda berkelit bagaimanapun juga, Yesus Kristus itu adalah TUHAN dan Mesias, Dialah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Dialah Hakim atas segala sesuatu, Dialah yang ada pada mulanya, dan tanpa DIA tidak ada sesuatupun yang diciptakan. Dia juga yang akan kembali pada akhir zaman, menghakimi orang hidup dan mati, dan yang percaya kepadaNYA, yang dibasuh oleh Darah KurbanNya, akan tertulis NamaNYA sebagai tanda milikNYA, sedangkan yang bukan milikNYA, juga akan ditandai. Saya hanya berkewajiban untuk bersaksi kepada anda, tidak memaksa anda menjadi Kristen, Syukur kalo anda bertobat, maka kami berkewajiban untuk menerima dan memuridkan anda.
Buat Umat Kristen:
-Sewaktu bersaksi, jagalah diri kita sendiri, agar sewaktu menyampaikan kebenaran, kita tetap menjaga hati kita dengan Kasih. Karena kasihlah yang akan membuat orang terbuka. Jangan sampai kita terjebak dengan roh agamawi dan membenci mereka. Karena Injil harus disampaikan dengan kasih! kalo dengan kebencian, Percuma! malah kita salah.
Gpod bless us.
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
BERITA BAIK!!!
Mari kita liat nich blog. keren abiss!
Masuk sini= http://mustahil-kristen-bisa-menjawab.blogspot.com/
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
@jelasnggak : Iya deh saya anggap pendapatmu punya kemungkinan besar benar karena kamu bisa internet dan saya nggak.
Cuma yang saya nggak tahu kamu itu berpendapat apa ?
Biarpun kamu itu bos saya, untuk membenarkan pendapat kamu tentu kamu perlu berpendapat dulu, wahai anak pandai.
Sayangnya kamu malah muter saja kesana kemari. Nggak berpendapat apa-apa.
Ah, mas Jelasnggak, saya dapat memahami keprihatian anda. Keprihatinan serupa juga melanda saya. Yaitu keprihatinan melihat kebiasaan “disamping mengklaim kebenaran yang diyakininya” juga ditambahi dengan kebiasaan untuk “menyalah-nyalahkan atau meledek klaim kebenaran yang diyakini orang lain.”
Unsur meledek, atau membodoh-bodohkan atau menyalah-nyalah orang lain itulah yang saya tolak, yang saya prihatinkan.
Walaupun demikian, saya dapat menerima dan juga mungkin mas Jelasnggak dapat menerima, bahwa agama, semua agama, khususnya Islam dan Kristen, memiliki klaim sebagai satu-satunya kebenaran.
Islam mengaku sebagai satu-satunya Jalan, yang harus ditempuh untuk sampai ke Dia.
Kristen pun mengaku sebagai satu-satunya Jalan, yang harus ditempuh untuk sampai ke Dia.
Saya kira, biarkanlah itu sebagai fakta, sebagaimana fakta semua penjual kecap akan mengklaim miliknya sebagai kecap nomor satu; dan kitalah, sesama human being yang bersaudara ini, yang memilih. Saya dapat memilih Islam, dan andapun dapat memilih Kristen.
Diatas itu semua, kita tetap bersaudara; sesama human being. Sesama keturunan Adam dan Eva.
Sedikit tentang bahasa Al Qur’an, ah, bukan, tentang tulisan arab, yaitu tentang berharakat atau tidak, dapat saya katakan begini; kami ini, mas, sebenarnya sangat banyak yang tidak menguasai bahasa arab. Seperti halnya kami tidak banyak menguasai bahasa Inggris. Atau mungkin seperti anda atau teman-teman anda yang tidak banyak menguasai bahasa Ibrani. Walaupun demikian, kami sangat ingin dapat sekedar membaca Al Qur’an, meskipun mungkin tidak akan tahu artinya. Hehehe. Anda mungkin tidak akan memahami keinginan kami ini; tapi, please, biarlah, ini khas kami, muslim.
Nah, untuk memungkinkan itu; diberilah alat bantu harakat itu pada Al Qur’an, karena ketahuilah, dengan adanya harakat itu kami dapat sekedar membaca Al Qur’an, sekalipun tetap kami tidak akan tahu artinya. Tapi, paling tidak, kami lalu merasa lebih dekat kepada Al Qur’an. Sedangkan untuk mengetahui artinya, toh, kami masih bisa juga membaca terjemahannya. Ini persis sama seperti anda membaca Bible yang, mungkin, juga melalui terjemahannya. Bukan Ibrani, misalnya.
Hanya orang yang sudah menguasai ilmu Nahwu, ilmu Sharaf, ilmu Balaghah dan Mantiqlah, mas yang dapat membaca sekaligus memahami tulisan Arab gundul, tanpa bantuan lagi.
Teman-teman muslim yang pernah sekolah di pesantren, misalnya, hampir pasti sudah dapat membaca Al Qur’an yang tanpa harakat, dan berjibun literatur arab, atau koran/newspaper berbahasa arab yang tanpa harakat.
Demikianlah, mas. Mudah-mudahan kita akan senantiasa berada dalam bimbinganNya, Tuhan Allah.
1. “kami sangat ingin dapat sekedar membaca Al Qur’an, meskipun mungkin tidak akan tahu artinya. Hehehe…”
bukan saya lho yg ngetawain kali ini.
(sambil cekikikan bersama tmn2 sekantor)
2. “Ini persis sama seperti anda membaca Bible yang, mungkin, juga melalui terjemahannya. Bukan Ibrani, misalnya.”
isi Alkitab itu mau ditulis pake bhs ibrani, bhs inggris, bhs jerman, bhs perancis, atau bahasa indonesia (terjemahannya : istilah sdr herman.- red.), ya tetep aja artinya sama, gada yg berubah kok mas.
kalau tdk percaya, silakan coba sendiri
salam,
@jelasnggak: Ih kamu terlalu banyak cekikikan deh kayaknya.
Masalah keinginan seseorang ya itu hak seseorang kan?
Kalo kamu pikir aneh, justru kamu itu yang aneh.
Nggak usah jauh-jauh ngomongnya : Temenku nggak bisa bahasa mandarin saja senang nyanyi mandarin.
Nggak ada yang aneh kan.
Bahkan dengan logika demikian sederhana saja terbukti kalo nggak aneh.
Weleh-weleh. Jangan-jangan untuk belajar cekikikan secara konsisten itulah kamu perlu mengunjungi situs-situs yang menurut kamu bermutu. Hik Hik…..Ughhhh……
Sorry salah posting hik hik gua jadi malu, maksudku komentar di atas untuk si batu karang yang teguh tahan banting dan tahan terpaan ombak. Hik hik asli nggak sengaja. Sorry bener ya jelasnggak.
Hehehe … Kayaknya sudah parah, deh … Sepertinya, Kasih, Welas Asih, Empati, Kerendahan Hati; sudah tidak nempel sedikitpun dalam diri anda, deh, mas … Anda hanya lebih suka mentertawai orang … Yah, apa boleh buat …
Mas, KeKristenan rasanya tidak cukup hanya dengan pengakuan mulut. KeKristenan, rasa-rasanya, mestinya menghasilkan buah. Bukankah Pohon dikenal karena buahnya? Bukankah saya berhak untuk berharap dari saudara saya yang Kristen ini buah keKristenan; yaitu Kasih?
Lagian, Mas Batu Karang ini sebenarnya sudah menguasai berapa bahasa, sih, mas; kok sangat yakin bahwa Bible tidak memiliki problema bahasa? Anda yakin anda telah menguasai Jerman, Perancis, Inggris dan Ibrani?
[Mas, kalo anda membaca Bible hanya lewat terjemahan bahasa Indonesia .. itu adalah sama, mas, dengan kami yang juga membaca terjemahan Al QUr'an berbahasa Indonesia. Sedangkan kelebihan waktu yang kami gunakan untuk juga membaca bahasa Arabnya, meskipun mungkin kami [belum] menguasai artinya, itu adalah proses pembelajaran. Hingga, akan ada waktunya kami dapat membaca Al Qur’an langsung dalam bahasa aslinya, Arab]
[Saya juga tahu; hanya karena diterjemahkan, bukan berarti artinya lalu berbeda. Terjemahan Al Qur'an dalam bahasa Indonesia tentu saja sudah cukup. Artinya, sih sama saja. Yang seperti itu tidak hanya terjadi pada Bible, mas, tapi juga tidak hanya pada Al Qur'an. Segala proses penerjemahan dokumen, mau dokumen ilmiah atau fiksi, novel atau cerpen; yang namanya penerjemahan tentulah akan "dimaksudkan" supaya artinya sama. Jadi, bukan hanya keluarbiasaan Bible bahwa dalam beragam bahasa artinya Bible tetap sama]
[Mas, saya bergerak di bidang konstruksi, bisnis saya di bidang konstruksi; mas tahu apa yang terjadi dalam proses penciptaan kontrak kalau kita join dengan pihak Asing, sebutlah Jepang? Selalu dibuatkan dalam dua bahasa. Dan selalu dengan penjelasan bahwa kalau ada dispute, arti dalam bahasa tertentu yang akan digunakan, entah yang English atau yang Indonesia. Apa maksudnya? Mereka menyadari bahwa penerjemahan ke dalam bahasa lain tidak pernah bisa murni 'tertejemahkan' seratur persen. Selalu ada yang tercecer. Selalu ada nuasa yang hilang. Begitu jugalah penerjemahan kitab Suci. Nah, keuntungan kami dengan selalu menyertakan aslinya, bahasa Arab, ya itu tadi, agar kami tidak semakin jauh menyimpang, kalaupun mungkin ada yang tidak berhasil 'terterjemahkan'.]
Ah, sayang sekali … Mohon maaf, mungkin ini komentar saya yang terakhir … Jadi, barangkali mas Batu Karang masih juga akan mentertawai logika saya; mungkin saya tidak akan menjawab lagi ..
Bukan karena menyerah, tentu saja; melainkan karena saya merasa, mungkin ini sudah tidak terlalu banyak manfaatnya. Menurut saya; ini sedikit kurang konstruktif lagi.
[Bukannya mencoba memahami lawan bicara anda; eh, anda lebih suka mencari dimana lawan anda terpeleset kata, dan anda menyerangnya. Ah, padahal semua argumentasi bukankah hanya digunakan sebagai alat bantu bagi pemahaman?]
Semoga Tuhan Allah senantiasa memberkati kita semua.
Salam.
“Temenku nggak bisa bahasa mandarin saja senang nyanyi mandarin. ”
walah…lagu bhs mandarin knp dikaitkan dgn membaca alquran?
emangnya di lagu mandarin itu kamu menggantungkan iman kamu? bukan kan? di alquran kan? jadi knp km samakan iman kamu (alquran) dengan nyanyi2 gak jelas dlm bhs mandarin?
atau anda memang mau saya samakan spt itu?
ya kalau itu memang maunya anda ya tdk apa2 kok..
saya samakan saja ya…
baca alquran (mgkn dgn khidmat&khusyuk)
= (sama dengan)
nyanyi2 dlm bhs mandarin yg gatau sm sekali artinya, yg gak jelas, yg gatau sm sekali makna yg terkandung di dlmnya, ya asal2an sajalah…
kamu itu kalau mau membuat sebuah perumpamaan, ya mbok bermutu dikit dong
sob, bs2 pak haji yg deket rumah gue bs blg “ngucap2″ sepuluh kali kalau ngebaca perumpamaan kamu yg sgt keterlaluan ini.
blm terlambat kok untuk memperbaiki …
(komentar spt ini sptnya sdh saya sampaikan di #32, di baris paling bawah juga)
salam,
@ hendra
“Nah, keuntungan kami dengan selalu menyertakan aslinya, bahasa Arab, ya itu tadi, agar kami tidak semakin jauh menyimpang, kalaupun mungkin ada yang tidak berhasil ‘terterjemahkan’.”
bolehkah apabila tulisan anda ini saya nilai utk memperbaiki tulisan sebelumnya,yaitu: “meskipun mungkin tidak akan tahu artinya. Hehehe…” (ini bkn saya yg ketawa tp mas sendiri di #40)
tdk apa2 mas.
blm terlambat kok utk memperbaiki…
@ jelasnggak #34
“Yang punya klaim di atas adalah S2, dan Murid orang terkenal bernama Madsen Pirie.”
anda ini juga, kalau mau membuat pernyataan jgn cenderung asal2an!
bs anda pertanggungjawabkan kalau dia memang benar S2 dan Murid org terkenal itu?
salam,
Hello,thanks telah mampir ke rumahku ya. Setiap kali aku menemui forum apapun ttg Islam dan Kristen, selalu saja perdebatan ’sengit’. Kdg sy sedih saja, Andaikan energi pertentangan itu digunakan untuk memikirkan bgm bangsa ini keluar dari krisis. Bukankah menolong orang lain, dengan ilmu dan kemajuan juga ibadah ?
Sering melihat tayangan berdarah di tv gara2 agama. Why ?Bukankah sulit mendebat sebuah keyakinan ?
Memang, lakum dinukum waliyadin..itu yang saya tahu.Semakin kita menunjukkan kebaikan, maka maka semakin banyak orang lain yg terkesan ke kita, termasuk dengan agama kita. Bagi saya, agama adalah jalan untuk dekat kepada Allah bukan cara untuk membenarkan diri sendiri. Kebenaran hanyalah milik-Nya. Sungguh menyedihkan jika non muslim menuduh Islam tak cinta damai, saya sendiri juga sedih ketika ada yang mengaku muslim tapi dia membunuh dan mengakibatkan orang lain menderita. Allah yang saya kenal adalah Allah yang Maha Penyayang.
To 50#titik…
Saya suka dengan islam anda.
Saya menghormati pendapat anda. Mohon maaf jika tulisan ini menyedihkan hati anda.
Anda bisa melihat pemikiran saya dari sudut yang lain lagi, seperti anda katakan: Bagaimana semakin dekat dengan Allah.
To all Christian:
Hati-hati…, mulai ada pemaksaan dari lovepassword nih (langkah awal kalimat pedang), perhatikan komentar kami di: Buku Pelajaran Islam dan Membaca Koran Bolong.
Mulai keluar nih aslinya.
to Lovepassword
Coba anda belajar dari saudari Titik. Itu sangat baik untuk kemajuan hidup anda.
Salam.
@lovepassword #41
Kamu berkata:
===> pendapat saya ada di posting no 12 itu : adalah aneh kalau seseorang merespon dengan “harakat tidak mengubah arti”, sedangkan tulisan ini berusaha menunjukkan kalau klaim kaum muslim yang berkata bahwa quraan tidak berubah dari dulu sampai sekarang.
Oke. nggga apa-apa mas. Silahkan mulai lagi dari awal
salam
@herman #42
Kamu berkata:
===> Mas herman, bisa ditunjukan disini bahwa saya menyalah-nyalahkan atau meledek klaim kebenaran yang diyakini orang lain , seperti yang kamu tuduhkan itu?
—
Kamu berkata:
==> Iya…
Siapa yang memberikan alat bantu harakat itu ? Siapa yang memperbolehkan kitab Tuh@n di tambah-tambahin? siapa yang authorized untuk melakukan penambahan itu?
Kenapa kitab yang katanya suci kok dirubah seenaknya, terus dengan somse-nya mengklaim “Alquran TIDAK BERUBAH dari dulu sampai sekarang”
Kemudian, yang lucunya lagi, kalian muslim mengatakan bahwa kitab agama lain telah dirubah.
Ini kan yang membuat saya cekikikan mas…
Kalian membuat klaim, tapi kemudian klaim kalian itu ngga benar, gitu lho.
———
Kamu berkata:
==> Mas,
Hati orang siapa yang tau…?
Kenapa sih si mas imankristen mau buat blog yang kelihatan menjelekan islam?
Kenapa sih si BAtukarang ngomong begitu?
Kenapa saya suka berkata seperti itu?
Apa mas sudah tau isi hati saya?, isi hati batukarang?, isi hati imankristen itu?
Bisa nebak bahwa kami melakukan hal-hal ini adalah 100% untuk menjelekkan islam?
Gitu?
Banyak cara menuju LOMA, mas.
Menunjukkan kasih terhadap sesama, tidak harus dengan kebaikan. Tapi, bisa juga dengan “sentilan” kecil ke kuping kalian itu
Itu ada kok teman-teman kami yang menunjukkan kasih dengan cara ngasih indomie ke orang-orang miskin di indonesia, eh malahan dituduh melakukan pengkristenan dlsb.
Dokter kasih sunat gratis, malahan dituduh melakukan ini itu.
gitu..
salam.
ps. lagipula, kan saya sudah pernah katakan, bahwa saya ini orangnya lugu…(meskipun tulisan saya terlihat kejam).
he he he
@batukarang.
anda ini juga, kalau mau membuat pernyataan jgn cenderung asal2an!
bs anda pertanggungjawabkan kalau dia memang benar S2 dan Murid org terkenal itu?
===> ha ha ha ha… ya itu lah…
Si nitt itu, di forum ini, sukanya bilang begitu.
Untuk mendukung argument-nya dia bilang2 begitu, terus ngaku-ngaku muridnya Madsen Pirie.
Mungkin dia berharap, pendapatnya akan menjadi pendapat yang bener dengan membawa-bawa 2 hal tsb.
Halo? nitt…. ? gimana ya kamu?
ah… sudahlah…
salam
51 : Anda membuat prasangka yang berlebihan saudara iman Kristen. Anda membuat analogi, dan saya membalas dengan analogi, yang menurut saya sama nalarnya dengan analogi anda. Lalu anda berprasangka terhadap saya. Tampaknya anda nggak bisa menerima perbedaan pendapat dengan cukup baik.
Pada koran bolong : Anda membuat analogi yang menekankan bahwa adanya batas malah cenderung meningkatkan rasa ingin tahu. Sehingga hilangkan saja batas itu. Lalu saya balas dengan anlogi yang lain. Bahwa batas itu kadang masih diperlukan meskipun saya setuju bahwa batas itu bisa meningkatkan rasa ingin tahu.
Kita hidup dalam system kemasyarakatan Mas Iman, bahkan dalam gereja atau di manapun juga pasti ada yang namanya batasan atau norma. Itu yang saya maksud.
JAdi kalo anda belum paham maksud saya :
Saya cuma minta kita semua berhati-hati dalam membuat batasan atau nggak membuat batasan sama sekali. Artinya perlu ditimbang, dipikirkan dari banyak sisi. Nggak cuma dari satu sisi saja. Gitu lho.
Susah banget ngomong menyarankan hal yang baik sama kamu. Hik hik.
Sekali lagi ini saran : Jadi nggak selalu kamu artikan saya pengin maksa kamu.
@Batu karang : Intinya saya cuma mau bilang : Hargailah kesukaan orang lain sepanjang itu tidak merugikan.
Masalah nyanyi bahasa mandarin itu kan contoh saja.
Kalo kamu bisa menghargai orang yang nyanyi Mandarin meskipun kamu tahu dia nggak bisa bahasa Mandarin, mengapa kamu nggak bisa menghargai orang yang mau belajar agama, yang lagi membaca AlQuran. Bahkan orang tadi terang-terangan mengaku nggak terlalu paham ilmunya.
Anda melecehkan terang-terangan terhadap orang yang mengaku lagi belajar. Saya mencoba menunjukkan fakta sederhana ke anda. Tetapi jawaban anda malah semakin muter-muter. Duh…..
@lovepassword.
Kan sudah pernah saya beri masukan ke kamu…(saya lupa ya dimana, mungkin di forum sebelah),
bahwa kalau mau buat analogi itu harusnya agak sedikit hati-hati…
Janganlah kamu ikut-ikut si nitt itu.
(buat analogi yang bikin orang cekikikan)
Kamu berkata:
Tapi hal ini sudah dijawab sama Batukarang :
** Dengan aksen jawa mulai***
Cobaaaaa….
Sekaraaaaaanggg….
mulai lagi dari awalllll….
yang sabaaaaarrr yaa..
***jawa selesai****
Gitu..
salam.
ps. Tapi ngga apa-apa kok mas, kita semua masih belajar di sini. Belum lulus S2 kan yaaa? kalo iya berarti ngga apa.
Kalau sudah.. ya sayang banget, cape-cape sekolah cuman buat diketawain.
Nggak papa, gua sudah biasa diketawain kok. Maklum orang yang nggak pinter.
SALAM Semuanya.
wah hebat banget kamu nulis nya.. kamu dapat sumber-sumber itu dari mana?
Tuhan Yesus lah yang paling manusia yang paling sempurna Dia udah menebus aku jd aku percaya ama Dia.. aku cinta ama Dia. terus aku sangat percaya ama Alkitab dan dengan membacanya dapat membuat Roh kita menyala-nyala.. ^_^
boleh minta link nggak? kalo boleh pasang dong link aku disini.. terus kalo udah di pasang kasi tau aku yah nanti akan aku pasang balik.. oke
To 58#password…
Kalau anda punya kerendahan hati seperti ini, dan mau belajar lebih baik lagi…, anda akan maju kedepannya.
Saya akan bimbing anda sedikit (ini kalau anda mau).
Betul kata jelasenggak…, anda harus berhati-hati dalam membuatkan analogi.
Topik membaca koran bolong, motivasinya adalah “biarlah anak itu belajar untuk menghadapi masalah yang ada” dan “jangan ada unsur paksaan”.
Nah, anda bandingkan analoginya dengan kematian dan bahaya, sehingga harus ada “pemaksaan”.
Analogi ini sudah bergeser jauh, dari “kebebasan” ke konteks yang penting sekali (pembunuhan), sehingga boleh ada “pemaksaan”.
Ini bagi saya yang sudah tidak lagi relevan. Kalau levelnya pembunuhan, yah…, saya harus stop menuliskan hal itu. Tapi jangan saya saja yang di stop…, tuh… kaum muslim banyak sekali tulis yang tidak sesuai dengan iman Kristian.
Coba lihat perbandingan ini:
1. Ada kebenaran dalam Kristen yang menyinggung Islam…, kami tidak sharingkan (kecuali mulai tulisan “Kebenaran Sejati” ini. Mulai ada tulisan menurut versi Alkitab memandang Islam.)
2. Ada kebenaran dalam Islam yang menyinggung Kristen…, Islam santai-santai saja tuh.
Jadi menurut anda seimbang adalah:
Isi Alquran yang menyinggung Kristen diperbolehkan.., tapi isi/kebenaran Alkitab yang menyinggung Islam tidak boleh….?
Pertama kali anda berkata…, Iman Kristen (saya) tidak seimbang…, sebenarnya yang tidak seimbang itu siapa?
Yang benar adalah: Terjadi ketidakseimbangan dalam islam-kristen…, sekarang saya setimbangkan.
Masak sih anda tidak bisa melihat “makna” dari tulisan saya (3 blog) ini?
Salam.
@ lovepassword, herman
saudaraku, saya tdk pernah membenci umat yg beragama islam.
bahkan di sekolah gratis yg kami dirikan utk anak2 gelandangan, terlantar, dan pengamen, hampir 80% murid kami adalah beragama islam.
dan kami tdk pernah melarang ataupun membatasi mereka utk ikut belajar di sekolah gratis yg kami dirikan.
memang di sekolah tsb tdk kami masukkan kurikulum agama secara spesifik (kami hanya mengajarkan: matematika, sains, ilmu sosial, bhs inggris, bhs indonesia, ketrampilan tangan&kesenian, dll), hal ini dikarenakan murid2 kami berasal dr agama yg berlainan, tp kami tetap mendidik mereka dgn penuh kasih & tulus, meskipun kami hanya sempat 3 jam setelah jam plg kantor.
satu hal harapan kami, semoga mereka bs tumbuh dan berkembang menjadi generasi yg lebih baik dr generasi mereka sebelumnya.
semoga…
masihkah anda menyimpulkan bahwa saya membenci umat islam?
tidak, sama sekali tidak, saudaraku…
benar yg dikatakan Jelasnggak,
tulisan saya disini hanya merupakan “sentilan” kecil di kuping anda.
salam,
@ titik #50
saya sangat menghargai cara berpikir dan pendapat yg anda berikan.
benar yg anda katakan bahwa “Andaikan energi pertentangan itu digunakan untuk memikirkan bgm bangsa ini keluar dari krisis. ”
namun ada baiknya anda juga ikut menyisakan sedikit energi anda untuk membuka mata saudara2 yg lainnya, untuk mengurangi karakter ‘wajah bom’ di bangsa indonesia ini, dengan menebarkan kebenaran mengenai Allah yg anda katakan Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
agar anda tdk sekedar menjadi ’silent minority’ di tengah2 umat islam.
sentil mereka,
katakan pd mereka tentang kebenaran,
ungkapkan pada mereka kesedihan hati anda melihat kekerasan (pengeboman, pembunuhan) yg dilakukan oleh penganut agama islam,
agar bangsa ini dapat keluar dr salah satu krisis spt yg anda impikan.
salam,
he..3x kakak lagi syiar kristen lwt blog yah …. yg lwt indomie udh gk menghasilkan yah ..
. Lagian yg pada nurut ngikut kesini cmn org2 miskin dan bodoh aja
… yg pada pinter2 tau koq mana yg harus dipilih… he3x (Belajar dari ALI MAKRUS) Pendeta katanya mantan muslim .. ternyata skg di maki sendiri sama kristen.. kik3x ..
nb : Mudahan koment ini lolos tanpa editan :d hi..3x
Terima kasih atas kehadiran Jessica…
Menurut saya anda tidak bodoh…., karena sudah datang kesini.
Saya pribadi menghargai setiap pendapat orang dan tidak pernah saya mengatakan orang lain itu bodoh.
Dalam konsep “berpikir positip” itu akan membangun kepribadian kita menjadi lebih baik lagi.
Belajar menghargai perbedaan adalah keindahan tersendiri.
Semoga anda bisa lebih dewasa dan bijaksana.
Sekali lagi…, mohon jangan anggap diri anda bodoh.
Salam.
Dengan adanya blog ini, dan anda mengeluarkan artikel ini secara tidak langsung mengundang perdebatan antara Al-quranul Karim dengan kitab anda… Wajar bagi muslim tidak menerimanya, jangan katakan “kembali kepada Iman masing2″ kalau dari awal artikel anda memancing kontroversi. Dan wajar jika yang sepaham dengan anda akan mendukung anda dan Sangat wajar pula bagi muslimin akan membela Al-quran karena dalam artikel ini sedikit banyak anda MELECEHKAN Al-Quran. Kalau mau jalan masing2 jangan lah membuat artikel yang membanding2kan. “Bagimu Agamamu Bagiku Agamaku”.
Salam saudaraku Indra1082,
Seharusnya saudara jalan-jalan dulu, lihat keseluruhan tulisan.
Tulisan ini adalah murni pandangan isi Alkitab dan konsekuensinya dengan kitab-kitab lain.
Seharusnya anda mengkomentari juga blog lain yang menuliskan sesuai isi Alquran bahwa Alkitab (kitab Kristen) sudah tidak benar lagi.
Mengapa anda tidak protes dengan mereka (blog muslim) dengan mengatakan akan terjadi perdebatan antar Alkitab dan Alquran nantinya dengan menuliskan Yesus Kristus / Isa Almasih adalah Nabi? Anda kan tahu bahwa Kristen diwahyukan Allah bahwa Yesus adalah Allah?
Maaf ya…, anda sungguh berat sebelah. Apakah pikiran anda ini mewakili kaum muslim pada umumnya?
Coba baca komentar-komentar saya diatas. Saya menghargai pendapat Alquran mengenai kitab saya, saya harap juga demikian dengan anda.
Maaf, pikiran anda demikian sempit. Wah…, kalau muslim seperti anda banyak di Indonesia…, bisa runyam nih Indonesia.
Salam.
@ Topik membaca koran bolong, motivasinya adalah “biarlah anak itu belajar untuk menghadapi masalah yang ada” dan “jangan ada unsur paksaan”.
Justru itulah anda mau ngomong gitu, lalu saya mau nunjukkan ke anda juga kalo ada kemungkinan lain.
Tapi kalian semua malah menuduh saya yang
enggak-enggak seolah-olah saya ini mau menghancurkan blog anda.
Saya ini kan cuma mau ngomong pendapat seperti anda itu memang ada benarnya. Tapi tetap harus dilihat kasus demi kasus. Karena anda membuat analogi maka saya juga buatkan anda analogi yang lain untuk menunjukkan sisi lain.
Dari kesalahan sesorang bisa belajar. Tetapi sekali lagi sebatas mana kesalahan itu bisa kita toleransi. Misalnya saja kalo anak anda mau loncat dari tebing karena nonton Superman, maka wajar juga kalo anda larang. Logikanya kan seperti itu.
Sekali lagi saya nggak menyalahkan pendapat anda, saya cuma menambahkan agar kita semua bisa melihat masalah batasan, masalah norma, masalah larangan dsb dengan lebih menyeluruh. Dan tanggapan saya ini sifatnya umum, sifatnya adalah menambahkan isi postingan anda.
Tetapi pikiran anda malah luar biasa banget, dengan menuduh saya yang tidak-tidak.
Anda malahan sampe dengan saat ini masih GR dengan menuduh saya ingin menyetop blog anda.
@@@ Ini bagi saya yang sudah tidak lagi relevan. Kalau levelnya pembunuhan, yah…, saya harus stop menuliskan hal itu. Tapi jangan saya saja yang di stop…, tuh… kaum muslim banyak sekali tulis yang tidak sesuai dengan iman Kristian.
Berapa kali saya harus ngomong kalo tanggapan saya itu melengkapi analogi anda, sekedar menunjukkan sisi yang lain.
Saya nggak urusan sama sekali anda mau stop atau nggak.
Yang kita bicarakan adalah batasan, norma, aturan, larangan, dsb secara umum – nggak ada sangkut pautnya dengan rasa GR anda tersebut.
Saran saya : Hilangkan dulu prasangka di kepala anda, bahwa tulisan saya itu bermaksud mengkritik keberadaan blog anda. Tulisan saya itu adalah tulisan yang menanggapi postingan anda. Jangan dibayangkan terlalu jauh.
Lebih parah lagi, anda berkali-kali mengatakan kata-kata yang “luar biasa menyerang” padahal anda tidak memahami maksud saya. Karena pikiran anda dipenuhi prasangka terhadap saya.
Begini saja : Agar anda lebih jelas, apakah anda berprasangka atau tulisan saya memang “berbahaya”.
Anda boleh print postingan anda tentang koran bolong. Anda print juga tanggapan saya. Berikan kepada orang yang tidak tahu siapa saya, siapa anda.
Tanya kesannya. Anda akan bisa menemukan yang penuh prasangka itu anda. Bukan saya.
Lha wong saya nanggapi postingan anda secara baik-baik, kok malah pikiran anda macam-macam.
Gini wahai temanku, sebenarnya sama seperti Herman, aku itu juga sudah mulai males meladeni kalian. Tetapi karena saya ini anak TK yang baik, biarlah aku berikan kado masukan buat kamu semua :
Pertama : Anda berhak posting, dan tentu saja akan menerima tanggapan. Saya lihat tanggapan anda sangat reaktif sekali dan sangat berbau prasangka negatif. Kalo ada seseorang yang menurut anda tidak tahu agama Kristen, tidak paham dsb, bukankah tugas anda menjelaskan itu.
Jika seseorang berkata A itu jelek, yang pertama kali ada di kepala anda adalah mengatakan B itu jelek. Itu manusiawi, tapi sebenarnya kalian tidak mendapatkan apa-apa karena tidak ada pikiran kalian yang sampe kepada pihak lain. Anda paham kan maksud saya.
lalu apa yang sebaiknya anda lakukan ? kalo anda cukup percaya diri ya jelaskan dong pikiran anda, anda jelaskan dengan kalimat /analogi sederhana apa pendapat anda.
“OK mas, anda salah paham. Menurut saya begini…bla…bla..bla. ”
Anda merasa saya menyarankan hal yang tidak adil untuk anda, karena anda masih berprasangka terhadap saya. Coba anda bayangkan bila yang menyarankan ini senior anda tentu anda akan menerima saran ini.
Silakan anda membela diri : Hai lovepassword mengapa tidak kamu sarankan dulu pada mereka yang “menghina “kami ???
Silakan anda ngomong gitu. Sekali lagi posisi saya adalah anti standard ganda, artinya tanpa anda suruh pun saya telah melakukan saran yang sama pada banyak orang.
Silakan anda pikirkan sendiri, omongan saya ini benar atau tidak.
Kedua : Anda harus mengakui bahwa anda punya prasangka, punya frame jelek terhadap Islam. Nggak usah dibantah, atau disetujui. SIlakan direnungkan sendiri saja.
Apakah itu kesan saya saja. Saya rasa tidak. Anda bisa melihat tanggapan anda untuk saya di koran bolong dan belajar ISlam. Anda rasakan sendiri betapa reaktifnya anda.
Lagi : Ketika ada serangan terhadap agama anda yang pertama kali ada dalam pikiran anda adalah “pedang Muhammad”, padahal selalu terbuka kemungkinan lain. Bisa saja yang menyerang itu atheis, atau orang kristen lain yang baru saja patah hati misalnya. Tetapi anda dengan cekatan sekali langsung melemparkan tanggapan anda ke Islam. Karena gua diserang ya tak serang balik, padahal penyerangnya belum jelas.
Tambahan lagi : Karena anda mengutip Ulil Abshar Abdalla : Iman yang kuat tidak takut dengan serangan apapun.
Maka tunjukkanlah kalo iman anda itu cukup kuat sehingga mampu melawan argumentasi siapapun dengan dingin, dengan santun, dsb.
Sorry, saya katakan : Bahkan orang2 atheis pun jauh lebih santun, jauh lebih argumentatif dari pada anda.
Ketika ada serangan terhadap klaim mereka, dengan dingin mereka memberikan argumentasi bantahan.
A itu jelek,
dibalas: A tidak jelek karena bla…bla…..
Sudahkah itu anda lakukan.
Kalo itu belum anda lakukan, anda telah membuang banyak peluang untuk menjelaskan apa yang ada di kepala anda.
Anda telah membuang banyak peluang untuk menjelaskan apa itu agama anda kepada banyak pihak lain yang menurut anda telah salah paham.
Belajarlah bijak, wahai semua temanku. jangan cuma menuruti ego anda semata-mata. Ketika ada seseorang seperti saudara Herman yang saya rasa dengan cukup sopan kepengin memahami pihak lain, tapi malah mendapat tanggapan seperti itu, saya rasa itu menyedihkan.
Menyedihkan dari sisi Herman yang tentu merasa kecewa. Menyedihkan juga sebenarnya dari sisi anda, karena tak ada satupun pikiran anda yang sampe kepada pihak lain.
Ego anda mungkin sesaat merasa menang, tetapi saya katakan: anda tidak mendapatkan apa-apa.
Jangan mudah menghakimi pihak lain temanku, apalagi hanya atas dasar prasangka.
Bahkan Tuhan memberikan matahari yang sama untuk semua orang, untuk orang baik dan orang jahat.
SALAM…..
Gini wahai temanku, sebenarnya sama seperti Herman, aku itu juga sudah mulai males meladeni kalian. Tetapi karena saya ini anak TK yang baik, biarlah aku berikan kado masukan buat kamu semua :
Pertama : Anda berhak posting, dan tentu saja akan menerima tanggapan. Saya lihat tanggapan anda sangat reaktif sekali dan sangat berbau prasangka negatif. Kalo ada seseorang yang menurut anda tidak tahu agama Kristen, tidak paham dsb, bukankah tugas anda menjelaskan itu.
Jika seseorang berkata A itu jelek, yang pertama kali ada di kepala anda adalah mengatakan B itu jelek. Itu manusiawi, tapi sebenarnya kalian tidak mendapatkan apa-apa karena tidak ada pikiran kalian yang sampe kepada pihak lain. Anda paham kan maksud saya.
lalu apa yang sebaiknya anda lakukan ? kalo anda cukup percaya diri ya jelaskan dong pikiran anda, anda jelaskan dengan kalimat /analogi sederhana apa pendapat anda.
“OK mas, anda salah paham. Menurut saya begini…bla…bla..bla. ”
Anda merasa saya menyarankan hal yang tidak adil untuk anda, karena anda masih berprasangka terhadap saya. Coba anda bayangkan bila yang menyarankan ini senior anda tentu anda akan menerima saran ini.
Silakan anda membela diri : Hai lovepassword mengapa tidak kamu sarankan dulu pada mereka yang “menghina “kami ???
Silakan anda ngomong gitu. Sekali lagi posisi saya adalah anti standard ganda, artinya tanpa anda suruh pun saya telah melakukan saran yang sama pada banyak orang.
Silakan anda pikirkan sendiri, omongan saya ini benar atau tidak.
Kedua : Anda harus mengakui bahwa anda punya prasangka, punya frame jelek terhadap Islam. Nggak usah dibantah, atau disetujui. SIlakan direnungkan sendiri saja.
Apakah itu kesan saya saja. Saya rasa tidak. Anda bisa melihat tanggapan anda untuk saya di koran bolong dan belajar ISlam. Anda rasakan sendiri betapa reaktifnya anda.
Lagi : Ketika ada serangan terhadap agama anda yang pertama kali ada dalam pikiran anda adalah “pedang Muhammad”, padahal selalu terbuka kemungkinan lain. Bisa saja yang menyerang itu atheis, atau orang kristen lain yang baru saja patah hati misalnya. Tetapi anda dengan cekatan sekali langsung melemparkan tanggapan anda ke Islam. Karena gua diserang ya tak serang balik, padahal penyerangnya belum jelas.
Tambahan lagi : Karena anda mengutip Ulil Abshar Abdalla : Iman yang kuat tidak takut dengan serangan apapun.
Maka tunjukkanlah kalo iman anda itu cukup kuat sehingga mampu melawan argumentasi siapapun dengan dingin, dengan santun, dsb.
Sorry, saya katakan : Bahkan orang2 atheis pun jauh lebih santun, jauh lebih argumentatif dari pada anda.
Ketika ada serangan terhadap klaim mereka, dengan dingin mereka memberikan argumentasi bantahan.
A itu jelek,
dibalas: A tidak jelek karena bla…bla…..
Sudahkah itu anda lakukan.
Kalo itu belum anda lakukan, anda telah membuang banyak peluang untuk menjelaskan apa yang ada di kepala anda.
Anda telah membuang banyak peluang untuk menjelaskan apa itu agama anda kepada banyak pihak lain yang menurut anda telah salah paham.
Belajarlah bijak, wahai semua temanku. jangan cuma menuruti ego anda semata-mata. Ketika ada seseorang seperti saudara Herman yang saya rasa dengan cukup sopan kepengin memahami pihak lain, tapi malah mendapat tanggapan seperti itu, saya rasa itu menyedihkan.
Menyedihkan dari sisi Herman yang tentu merasa kecewa. Menyedihkan juga sebenarnya dari sisi anda, karena tak ada satupun pikiran anda yang sampe kepada pihak lain.
Ego anda mungkin sesaat merasa menang, tetapi saya katakan: anda tidak mendapatkan apa-apa.
Jangan mudah menghakimi pihak lain temanku, apalagi hanya atas dasar prasangka.
Bahkan Tuhan memberikan matahari yang sama untuk semua orang, untuk orang baik dan orang jahat.
SALAM…..
Tuhan memberkati
To Lovepassword…,
Saya tidak tahu, apakah anda mencoba melihat pesan yang ingin saya sampaikan?
Saya akan uraikan beberapa kontradiksi:
1. Anda katakan, anda melakukan koreksi yang sama terhadap blog Iman Kristen maupun blog muslim lainnya. Bisa kasih link ke blog muslim mana? (Blog yang “serupa” dengan blog ini, yaitu muslim menuliskan isi Alquran mengenai Kristen).
Sekarang tanggal 06 septermber…, jadi pasti ada komentar anda sebelum tanggal 06 september.
Saya tunggu lho…, kalau anda tidak memberikan link…, saya anggap semua yang anda katakan tidak bisa dipercaya lagi.
2. Anda tuliskan:
Kedua : Anda harus mengakui bahwa anda punya prasangka, punya frame jelek terhadap Islam. Nggak usah dibantah, atau disetujui. SIlakan direnungkan sendiri saja.
Tanggapan Iman Kristen:
He he he…., anda tulis itu untuk saya saja supaya tidak berprasangka buruk (menurut anda), tapi anda boleh melakukan yang anda “prasangkakan” terhadap saya? Double standart….
Saya harap…, anda berlatih untuk mengatakan: hitam adalah hitam dan putih adalah putih. Saudaraku…, ini bulan puasa…, mohon jangan nodai puasa anda dengan kebohongan demi kebohongan.
Wahai saudaraku…, mohon jangan pandai bermulut indah…, tapi kurang menangkap “maksud” tulisan orang lain.
Saya punya perspektif mengenai muslim “baik” dan muslim “tidak baik”. Kedua jenis muslim ini saya tuliskan. Yang membedakan keduanya adalah: Kekerasan (paksaan) atau Kasih (kebebasan). Muslim yang menuliskan kekerasan (paksaan) itu saya tidak setuju, tapi kalau muslim yang penuh kasih ini saya dukung penuh. Contoh: si “Jessica Kristiana”, saya katakan dia muslim “jelek” karena menuduh orang dengan sembarangan (anda dibilang bodoh). Itu sudah masuk tindak kekerasan. Untuk good moslem, anda bisa lihat sourcenya dan apa yang dia lakukan.
Saya heran sekali…., kita sudah post sedemikian banyak…, anda masih belum bisa membaca “maksud” tulisan saya.
Salam.
Anda menyuruh saya mengingat-ingat komentar saya, ya terang saya nggak ingat linknya dong. Saya komentar di banyak sekali situs dan blog. kalau anda mau serius mencari ketik saja lovepassword di google maka anda akan temukan ratusan komentar saya.
Karena saya memang paling intensif masuk ke blognya Daeng Fatah. Gini saja : Anda masuk ke blognya atheis , silakan anda cari topik Kristen di situ, anda lihat bagaimana tanggapan saya. Link persisnya ? Ya cari sendirilah pokoknya di sekitar http://www.kemanusiaan.wordpress.com atau di http://www.wong2ateis.com. Emang gila apa anda suruh saya ngapalkan link.
Lihat dan saksikan sendiri tanggapan saya.
———————————————————————
Saya bisa menangkap pesan anda, dan saya rasa wajar-wajar saja.
Yang menurut saya sangat disayangkan adalah cara kalian menanggapi kesalahpahaman.
Bahkan lebih parah lagi,tanggapan kalian terhadap orang yang sebenarnya punya keinginan untuk memahami lebih baik terhadap agama lain.
Sekali lagi ini masukan.
Anda tidak bisa menerima masukan ini karena anda menganggap tidak adil untuk anda kan ?
Coba anda pahami masukan ini dari isinya saja.Bayangkan kalo yang ngomong ini teman anda atau siapa yang dekat dengan anda.
————————————————————————-
Anda menganggap saya melakukan Standard Ganda. Kapan saya pernah menyerang anda ? Sebentar saya ingat-ingat dulu :
Anda membahas klaim ekskusif dalam agama Islam, lalu saya bertanya dalam agama Kristen kan juga ada klaim ekslusif yang sama. Saya tanya serius tanggapan anda.
Anda malah menjawab nggak ada sangkut pautnya. Yesus anda adu dengan Muhammad. Apakah saya yang melakukan standard ganda ?
Anda posting soal koran bolong,saya tambahi postingan anda untuk melengkapi isinya. Apa tanggapan anda ?
Anda mengait-ngaitkan jawaban saya yang jelas-jelas sekedar memberikan sisi lain pemikiran anda,menjadi lovepassword ingin menutup blog saya, dia adalah manusia berbahaya. Anda bahkan mengatakan ini secara terbuka : “All christian, ….bla bla bla.”
Sekali lagi kalo anda mau memahami hati anda sendiri itu caranya mudah : Bacakan postingan anda, lalu bacakan jawaban saya. Suruh orang lain siapapun termasuk orang Kristen yang nggak tahu sangkut pautnya acara kita – untuk menilai. Apakah jawaban saya itu berbahaya atau tidak.
Dari sini anda bisa menilai yang salah itu anda atau saya.
——————————————————————–
Saya cuma hanya bisa menyarankan sesuatu yang menurut saya bisa membantu anda mengekspresikan pikiran anda secara lebih baik dan lebih bisa dipahami pihak lain.
Tetapi kalo dipikiran anda terus merasa diperlakukan tidak adil oleh saran saya ini, ya itu hak anda kan.
SALAM
Standart ganda: Apa yang kita minta orang lain jangan perbuat, tetapi kita boleh melakukan hal yang sama.
Contoh, tulisan anda dibawah ini.
Contoh standart ganda lainnya, ini merupakan “dugaan sementara” saya (semoga salah duga) mengenai cara diskusi anda, sebagai berikut:
Buktikan ketidak-benaran saya dengan memberikan bukti 1 buah komentar anda pada blog muslim seperti blog saya ini (yang anda duga “mendeskreditkan” agama lain), komentar yang anda lakukan sebelum tanggal 06 September 2008.
Salam.
Hik Hik, duh anda itu kok ngotot banget ya. Mengenai standard ganda, kalo saya nggak salah ingat selain di blognya daeng fatah saya juga sempat posting komentar di blognya Mas Agorsiloku, http://www.agorsiloku.wordpress.com. link pastinya ya nggak ingat gua. Masak saya harus ngapalin link htmlnya secara detail. Isinya kalo nggak salah terkait dengan tsunami. Kalo memang niat ya boleh kamu cari di sana atau pake google.
Kalo kamu kurang puas juga karena menurutmu kritik saya masih berat sebelah. Ya terserah kamu lah. Seperti kata kamu : Kasih itu tidak memaksa.
Saya cuma sedikit memberi nasehat yang menurut saya baik untuk anda, baik untuk perkembangan blog anda, agar pikiran anda bisa dipahami pihak lain secara lebih jernih. Itu saja. Anda meragukan motivasi saya ? Itu hak anda.
Bahkan andaikata anda meragukan motivasi saya, kamu kan juga bisa mikir apakah isi omongan saya ini menguntungkan atau tidak menguntungkan bagi kamu.
Coba kamu renungkan apa keuntungan bagi saya jika semua nasehat saya anda lakukan ? Apakah saya jadi lebih bebas memaki-maki kamu karena kamu nggak lagi membalas ? Hik Hik. Tidak saudaraku. Tidak ada satupun keuntungan untuk saya. Yakinlah kalo yang untung itu kamu.
Mengapa ? Karena dengan sedikit lebih sabar, banyak orang yang lebih paham pikiran kamu, kamu bisa menjelaskan lebih dalam, lebih luas soal agama kamu menurut versi kamu.
Lha bagaimana dengan lovepassword ini ? Ya saya paling ikut senang saja karena telah menularkan virus toleransi di mana-mana. Cuma itu saja.
Sekali lagi ini cuma masukan. Boleh dilaksanakan boleh tidak. sebab seperti kata anda : Kasih itu tidak memaksa bukan ?
Kasih memang tidak memaksa, bahkan kalo ditampar pipi sebelah malah diberikan pipi yang lain. Mudah-mudahan anda semua paham dengan esensi ajaran agama anda sendiri.
Hik hik. Duh Gusti paringono sabarmu kangge sederek sedoyo.
SALAM Semuanya.
=======================================
Eh ngomong-ngomong, nggak usah segitu seriusnya dong. Kalian kan biasanya cekikak-cekikik. Nyantai aja men kayak di pantai. Hik Hik, kalian begitu terpesonanya.
Belum pernah dengar orang tampan, orang pintar dan super jenius lagi berpidato ??? O la la.
Silakan saja kalo mau cekikian lagi. Saya nggak nodong anda semua pake pistol kan. Hik Hik.
Saya mau mbuat puisi ah :
Bunda, ada orang termangu
mendengar pidato anakmu
Siapa suruh mau mendengarkan orang gila
Siapa suruh Kitab Suci cuma dijadikan bantal belaka
O la la…..
Ada anak bertanya pada bapaknya
Buat apa berlapar-lapar puasa
Ya buat apa bila puasa tidak mengubah hati kita
Ada orang berkata agamanya penuh kasih
Ah kasih ? Aura kasih kali ye ?
Kasih itu tidak memaksa
Kasih itu juga tidak berprasangka
Wahai kasih bagaimana kabarmu.
Kupanggil namamu dengan mesra.
Dan kau lambaikan tanganmu
Kucium pipi kirimu
lalu kau berikan juga pipi kananmu
bagaimana bila kutinju hatimu
sanggupkah kau berikan juga jantungmu
kau cuma mendelik :
Ihhhhh….sakit tahu….
O la la
O la la
Sorry kasih,
gua tetap I lap you
SALAM Semuanya.
================================
Motto : Gunakan cekikak cekikik pada tempatnya.
O la la.
He he he….
Link yang kamu kasih itu…, themanya: Sains-Inreligion.
Juga bersifat gado-gado/campuran.
Kalau blog Agorsiloku sih, masih mirip dengan blog http://refleksiiman.wordpress.com/ punya saya.
Wah…, blog itu sih masih “partner anda” juga. Blog anda masuk ke bagi blogroll IT-nya.
Tidak seimbang dengan blog saya yang khusus Kristen dan berisikan “diskusi Kristen-Islam”.
Nih ya…, contoh blog yang “tendensi isinya” sama dengan blog religius saya (blog ini pun masih gado-gado):
http://agungsulistyo.wordpress.com/2007/08/12/dua-ayat-paling-krusial-dalam-iman-kristen-ternyata-palsu/
Itu baru seimbang dengan blog saya.
Ada tidak blog Islam model begituan anda berkoar-koar seperti di blog saya ini??
Waduh… lagi-lagi anda gagal menangkap isi tulisan orang. Btw…, anda terus-menerus “menasehati” saya, tapi anda masih saja terus “sulit” membaca “makna” tulisan saya.
Maaf.., saya masih menduga-duga (sementara…), anda ini double standart. Saya masih tunggu link yang mau anda berikan…, kalau anda tidak bisa berikan…. he he he… pembaca forum ini saksinya… apakah ucapan anda sungguh-sungguh atau hanya bersifat double standart saja.
Bagaimana anda bisa berdiskusi dengan baik, kalau anda masih bersifat double standart?
Salam.
@ Link yang kamu kasih itu…, themanya: Sains-Inreligion.
Juga bersifat gado-gado/campuran.
Kalau blog Agorsiloku sih, masih mirip dengan blog http://refleksiiman.wordpress.com/ punya saya.
Wah…, blog itu sih masih “partner anda” juga. Blog anda masuk ke bagi blogroll IT-nya.
Yah mungkin itulah bedanya kamu dengan saya, karena kamu selalu mengaitkan tulisan seseorang dengan blognya. Jadi kalo ada seseorang mengkritik isi postingan anda, fokus anda adalah membela blog anda secara keseluruhan.
Lha kalo saya komentar mah nggak urusan sama blognya. Postingannya yang tak komentari secara terpisah.
@Wah…, blog itu sih masih “partner anda” juga. Blog anda masuk ke bagi blogroll IT-nya.
.
Saya masuk ke blogrollnya Mas Agor karena saya sering komentar ke sana, dan mungkin dia sedikit terkesan dengan saya mungkin (atau bisa jadi kasihan mungkin) sehingga dia masukkan blog saya ke linknya dia.
Anda nggak paham-paham ya dari kemarin-kemarin , saya ini mengomentari komentar-komentar anda yang menurut saya nggak santun, berprasangka dll sehingga anda malah nggak bisa menerangkan dengan jelas kepada pihak lain yang anda anggap salah paham dengan anda.
Sekali lagi saya harus ngomong yang keberapa kalinya : Saya tidak mengomentari blog anda dalam arti menganggap blog anda ini berbahaya, dsb. saya sudah ngomong berkali-kali soal ini kan. Anda masih saja berpikiran terus kalo saya menganggap blog anda berbahaya.
Bahaya apanya ?
Bukankah seperti kata anda : Iman yang kuat tidak takut pada apa saja.
Saya ini cuma menyayangkan kalo anda sudah capek-capek membuat blog yang idealis tetapi ujung-ujungnya cuma antiklimaks karena komentar anda cuma muter sana muter sini. Saya juga kasihan dengan pengunjung blog anda yang sudah capek-capek ke mari dan cuma mendapat komentar yang tidak mencerahkan sama sekali. Anda masih nggak paham juga maksud saya.
Anda mengatakan pembaca forum ini saksinya : Oke silakan rekan-rekan Kristen yang lain membaca topik koran bolong dan belajar Islam? Anda baca postingan Mas Iman sekaligus komentar saya. Bagaimana pendapat anda ???
Apakah komentar saya berbahaya ??? Apakah dengan komentar demikian saya bisa kalian anggap ingin menghancurkan blog kesayangan anda ini secara keseluruhan ? Silakan anda renungkan sendiri.
Kalo saya kemudian menyarankan Mas Iman untuk mengurangi prasangka, saya rasa itu kado dari saya yang paling baik untuk masa depan blog ini. Dalam arti bukan saya ingin mengobrak-abrik blog ini atau ingin menutup blog ini, tetapi kalo anda lebih jernih dalam menjawab kan jawaban anda bisa sampe ke pengunjung anda dengan jelas dan sesuai dengan apa yang anda maksudkan.
Contohnya : Kalo saya ngomong biasa saja, lalu tanggapannya malah pedang Muhammad, bukankah itu malah nggak baik bagi anda sendiri.
Saya sama sekali nggak sakit hati dengan komentar anda, cuma kaget saja, dan menyayangkan kesalahpahaman anda dalam memahami maksud baik saya. Karena saya melihat ada kesalahpaham terhadap saya dan saya amati juga komentar anda ke pihak lain kadang ada yang benar, kadang ada kesalahpahaman juga, maka saya berikan saran-saran ke anda. Sudah cuma itu saja intinya.
Anda telusuri dulu deh asal muasal “cerita cinta” ini bagaimana.
======================================
Ngomong-ngomong saya setuju kasih itu tidak memaksa. Dan saya mulai merasa saya agak memaksa dalam menasehati anda.
Oke deh, anggap saja saya nggak jadi memberi saran pada anda. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena memang saya yang telah melakukan standard ganda.
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam pemilihan kalimat.
Tuhan memberkati anda semua.
======================================
Saatnya menyanyikan lagu dangdut :
KISAH Burung Kecil
Ada burung kecil mengarungi luas jagad raya.
Hanya bisa memberi kicau pada para insan
Ketika terdengar suara senapan
Dor……
Burung kecil pun pergi mengepakkan sayapnya
Ola la
Selamat tinggal teman.
Ada burung kecil terbang menuju matahari
Tetapi dimanakah matahari tinggal ?
Ketika sayap-sayap mulai letih
Dimanakah kaudapati telaga ?
Ada banyak telaga.
Ada banyak telaga cinta
Tapi sayang cuma fatamorgana.
Burung kecil pun kembali terbang
Mencari matahari.
Tapi Dimanakah matahari ?
Hik Hik hik
burung kecil
burung kecil….?
Sudah letihkah sayapmu ???
Aku haus
katamu
Tapi di sini
tak kautemukan telaga.
Wahai burung kecil
dimanakah harus kucari air kehidupan ?
Aku haus
katamu
Sudah selesai
katamu lagi
Dan matahari pun menangis di keremangan senja.
=========================================
SALAM Damai untuk semua pencari Tuhan.
@ Link yang kamu kasih itu…, themanya: Sains-Inreligion.
Juga bersifat gado-gado/campuran.
Kalau blog Agorsiloku sih, masih mirip dengan blog http://refleksiiman.wordpress.com/ punya saya.
Wah…, blog itu sih masih “partner anda” juga. Blog anda masuk ke bagi blogroll IT-nya.
Yah mungkin itulah bedanya kamu dengan saya, karena kamu selalu mengaitkan tulisan seseorang dengan blognya. Jadi kalo ada seseorang mengkritik isi postingan anda, fokus anda adalah membela blog anda secara keseluruhan.
Lha kalo saya komentar mah nggak urusan sama blognya.
Postingannya yang tak komentari secara terpisah.
@Wah…, blog itu sih masih “partner anda” juga. Blog anda masuk ke bagi blogroll IT-nya.
.
Saya masuk ke blogrollnya Mas Agor karena saya sering komentar ke sana, dan mungkin dia sedikit terkesan dengan saya mungkin (atau bisa jadi kasihan mungkin) sehingga dia masukkan blog saya ke linknya dia.
Anda nggak paham-paham ya dari kemarin-kemarin , saya ini mengomentari komentar-komentar anda yang menurut saya nggak santun, berprasangka dll sehingga anda malah nggak bisa menerangkan dengan jelas kepada pihak lain yang anda anggap salah paham dengan anda.
Sekali lagi saya harus ngomong yang keberapa kalinya : Saya tidak mengomentari blog anda dalam arti menganggap blog anda ini berbahaya, dsb. saya sudah ngomong berkali-kali soal ini kan. Anda masih saja berpikiran terus kalo saya menganggap blog anda berbahaya.
Bahaya apanya ?
Bukankah seperti kata anda : Iman yang kuat tidak takut pada apa saja.
Saya ini cuma menyayangkan kalo anda sudah capek-capek membuat blog yang idealis tetapi ujung-ujungnya cuma antiklimaks karena komentar anda cuma muter sana muter sini. Saya juga kasihan dengan pengunjung blog anda yang sudah capek-capek ke mari dan cuma mendapat komentar yang tidak mencerahkan sama sekali. Anda masih nggak paham juga maksud saya.
Anda mengatakan pembaca forum ini saksinya : Oke silakan rekan-rekan Kristen yang lain membaca topik koran bolong dan belajar Islam? Anda baca postingan Mas Iman sekaligus komentar saya. Bagaimana pendapat anda ???
Apakah komentar saya berbahaya ??? Apakah dengan komentar demikian saya bisa kalian anggap ingin menghancurkan blog kesayangan anda ini secara keseluruhan ? Silakan anda renungkan sendiri.
Kalo saya kemudian menyarankan Mas Iman untuk mengurangi prasangka, saya rasa itu kado dari saya yang paling baik untuk masa depan blog ini. Dalam arti bukan saya ingin mengobrak-abrik blog ini atau ingin menutup blog ini, tetapi kalo anda lebih jernih dalam menjawab kan jawaban anda bisa sampe ke pengunjung anda dengan jelas dan sesuai dengan apa yang anda maksudkan.
Contohnya : Kalo saya ngomong biasa saja, lalu tanggapannya malah pedang Muhammad, bukankah itu malah nggak baik bagi anda sendiri.
Saya sama sekali nggak sakit hati dengan komentar anda, cuma kaget saja, dan menyayangkan kesalahpahaman anda dalam memahami maksud baik saya. Karena saya melihat ada kesalahpaham terhadap saya dan saya amati juga komentar anda ke pihak lain kadang ada yang benar, kadang ada kesalahpahaman juga, maka saya berikan saran-saran ke anda. Sudah cuma itu saja intinya.
Anda telusuri dulu deh asal muasal “cerita cinta” ini bagaimana.
======================================
Ngomong-ngomong saya setuju kasih itu tidak memaksa. Dan saya mulai merasa saya agak memaksa dalam menasehati anda.
Oke deh, anggap saja saya nggak jadi memberi saran pada anda. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena memang saya yang telah melakukan standard ganda.
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam pemilihan kalimat.
Tuhan memberkati anda semua.
======================================
Saatnya menyanyikan lagu dangdut :
KISAH Burung Kecil
Ada burung kecil mengarungi luas jagad raya.
Hanya bisa memberi kicau pada para insan
Ketika terdengar suara senapan
Dor……
Burung kecil pun pergi mengepakkan sayapnya
Ola la
Selamat tinggal teman.
Ada burung kecil terbang menuju matahari
Tetapi dimanakah matahari tinggal ?
Ketika sayap-sayap mulai letih
Dimanakah kaudapati telaga ?
Ada banyak telaga.
Ada banyak telaga cinta
Tapi sayang cuma fatamorgana.
Burung kecil pun kembali terbang
Mencari matahari.
Tapi Dimanakah matahari ?
Hik Hik hik
burung kecil
burung kecil….?
Sudah letihkah sayapmu ???
Aku haus
katamu
Tapi di sini
tak kautemukan telaga.
Wahai burung kecil
dimanakah harus kucari air kehidupan ?
Aku haus
katamu
Sudah selesai
katamu lagi
Dan matahari pun menangis di keremangan senja.
=========================================
SALAM Damai untuk semua pencari Tuhan.
=========================================
Ketika Sang Mahatma terusir dari rumahNya,
masihkah ada Tuhan di sana ?
Ketika rumah Tuhan jadi tempat yang nyaman dari segala ego dan keinginan manusia. Bahkan Isa pun menangis dalam duka.
Aku haus
Sudah selesai.
Thanks atas kejujuran anda.
Prinsip saya:
Quote 19# Iman Kristen:
Saya suka dengan anda yang sekarang. Kalau anda mau merenung sedikit…, maaf ya…, cara berdiskusi anda sudah terbawa cara berdiskusi dengan orang Atheis. Artinya mencari celah saja…, tanpa mencoba melihat “makna” dari tulisan mereka.
Btw, apapun jawaban anda pada mereka…., tetap saja ada celahnya. Cobalah berdiskusi dengan thema Iman. Anda pelajari definisi…, maksud dan aplikasi dalam hidup sehari-hari mengenai konteks iman ini. Sebenarnya, konteks Rasio itu sudah jaman purba, itu puncaknya tahun 1920. Sekarang sudah masuk abad post modernisme. Pemikiran dan ide mereka itu sesungguhnya sudah kuno.
Contohnya: David Coverfield, pesulap tangguh itu lho. Artinya bahas mengenai hal-hal yang melampaui rasio tapi faktanya ada. Artinya sesuatu yang tidak masuk diakal, tapi faktanya ada dan kelihatan. Itu tugas anda mencari sebanyak-banyaknya. Misalnya: Ilmu kebal, Ilmu santet dan sebagainya. Termasuk hantu… he he he…., tuh pernah banyak film-nya di TV, mengusih roh jahat dan sebagainya. Karena roh jahat itu tidak bisa “di-ilmiahkan”.
Salam.
Hik Hik, terus terang saya agak risi disukai oleh anda. Hik Hik hik seremmmmm .
Sekarang saya lagi mikir keras bagaimana caranya supaya anda nggak suka sama saya. Sebentar saya pikirkan caranya :
Hmmmm…..entar deh, tak pikirkan lagi.
Hik hik….hik…….Ughhhhhhh……..
Astaga gua keselek biji salak.
Huk
Hik Hik, wahai anak-anak SD, dengarkanlah kata Bapak gurumu ini hik hik hik. Tadinya lo mau gue panggil anak TK, tetapi karena kalian cepat menyerap pelajaran berarti OKelah, kalian sudah naik kelas sekarang. Meskipun tetep keberatan gengsi, masih sering ngompol, dan masih suka spanneng kalo mendengarkan pelajaran dariku. hik hik hik.
Nggak usah pada melotot atuh mas, nggak usah terlalu terkesima mendengar pidato gurumu yang tampan ini.
Tapi OKelah…..Berbanggalah kalian…… karena bapak gurumu ini jarang-jarang memuji orang. Hik Hik….
O la la…..
Murid kecilku, kamu telah memuji bapak gurumu itu sebagai manusia yang jujur. Hik hik, darimana pula kamu tahu kalo bapak gurumu itu manusia yang jujur. Hik Hik…..Dasar anak TK. Eh anak SD ding. Kan sudah taknaikkan kemarin.
@@@Jadi anda tulis, Alkitab sudah tidak benar lagi, yang ada cuma Alquran… yang mengoreksinya. Saya memandang itu sebagai hal yang positif sebagai iman anda kepada Alquran. Jadi saya tidak akan menyalahkan anda.
Ngapain juga elo nyalahin gua muridku. Kapan bapak gurumu yang tampan ini pernah pidato soal yang entu. Dasar kamu murid yang nggak pernah menyimak, nggak konsentrasi mendengarkan pelajaran. Hua ha ha ha……..Dasar……Muridku…muridku. Makanya jangan tidur kalo dikelas. Kalo lo mau protes sama guru lain ya jangan protes sama bapak gurumu yang ini dong. Hik hik.
(Nggak usah pada protes ya, kali ini giliran gua yang cekikian, kalian entar saja, entar tak bilangi kapan saatnya. Gua lagi ngajarain elo cara cekikian yang baik. Hik hik, sssssttt…sekarang sudah lo pade diam aje ye )
Biarpun kalian semua itu murid-murid kurang ajar, tetapi bapak gurumu ini lumayan senang sama kekritisan kalian.
Hei engkau Iman Kristen yang duduk di bangku paling belakang, engkau ceriwis berani mengkuliahi bapak gurumu bagaimana cara menghadapi orang-orang atheis.
Wakaw….wakaw…..
Dasar bocah bau kencur, nggak tahu lika-liku kehidupan.
Tapi nggak papalah biarlah kujelaskan sedikit untuk kalian yang masih sangat-sangat muda. Hik Hik….1920 ??? Bapak gurumu itu lahir tahun 1820 malahan hik hik.
Kamu pikir orang-orang atheis itu goblok semua apa ? Hik Hik…..Elo harus tahu muridku yang masih bau kencur : Orang atheis itu kebanyakan pinter. Biarpun nggak sepinter bapak gurumu ini yang pasti mereka lebih pinter dari pada kamu-kamu ini. Hik Hik….
Melotot lagi ??? Kamu nggak percaya sama gurumu yang tampan ini? Hik HIk….Agar kamu menyadari betapa dangkalnya pengetahuanmu mengapa kamu nggak coba saja masuk ke sana. Merasakan rasanya ditaboki pantat kalian yang seksi itu. Biarpun pantat kalian pada memar minimal kesombongan kalian bisa berkurang setengahnya. Hik hik.
Rasio itu jaman purba ? dasar anak TK hik hik. Gua setuju sama kamu muridku kalau dasar agama itu iman. Tapi yang namanya iman itu subjektif muridku yang oon. Dan karenanya nggak bisa dibuktikan. Hik Hik….
Kamu menyuruh bapak gurumu ini menunjukkan fakta aneh yang belum bisa dijelaskan oleh pengetahuan. Entah kamu yang bego atau bapak gurumu yang terlalu pinter.
Berperang ide dengan atheis dan berperang dengan model gombal-gambul seperti itu yang jelas sangat berbahaya muridku. Pertama : karena kebanyakan dari mereka adalah jago-jago pengetahuan. Coba kamu pikir bagaimana kalo yang kamu anggap aneh sekarang ini ternyata sudah bisa dibuktikan dengan sains dan kamu nggak tahu. Coba kamu pikir lagi bila anggap saja sekarang belum bisa dijelaskan tetapi tiga hari lagi kemudian jadi sudah bisa dijelaskan. Bukankah kamu malah kelihatan tambah bego jadinya. belum lagi ada masalah hoax dsb. Kelihatannya ada data aneh eh ternyata hoax. jadi elo harus berhati-hati muridku, kalo memang elo niat bermain dengan teknik seperti itu.
Dalam pikiran bapak gurumu ini agama dan atheis itu sama kuat muridku, dalam arti bukan watak gurumu ini untuk meremehkan para macan. Kalo meremehkan kalian sih pasti. Karena kalian kan muridku, masih SD lagi. Hik HIk.
Kegoblokan terbesar para theis muridku karena kita merasa sok pinter dengan satu dua ilmu sains yang kita pikir sudah kita miliki. Yak persis seperti kamu itulah yang sok gagah, tetapi ujung-ujungnya nggak bisa menjawab pertanyaan bapak gurumu ini. Malah mengalihkan perhatian hik hik.
Ingatlah sekali lagi saran dari gurumu ini muridku : Teknik mengalihkan perhatian itu hanya bagus untuk musuh yang bodoh. Bukan untuk musuh yang tangguh. Kalo kamu berhadapan dengan lawan tangguh dan teknikmu diketahui itu hanya akan membuka kebodohan kamu saja. Hik Hik….
Jawab semua pertanyaan dengan gagah muridku, sehingga seluruh dunia tahu kalo kita memang punya ilmu.
kamu harus ingat juga muridku : Sedikit sekali para theis yang benar-benar menguasai pengetahuan, serta senjata para atheis : evolusi, filsafat, logika, dll.
Sementara kebanyakan para atheis menguasai agama dengan sangat baik.
Sebagian karena masa lalu mereka. sebagian karena filsafat yang mereka pelajari. Sebagian karena memang telah dipersiapkan dengan sangat baik. Hik Hik….Dan kamu bocah bau kencur yang pengetahuan agama Islam saja nggak tahu, pengetahuan soal agama Kristen juga masih setengah-setengah sok jago mau menantang mereka. Hik Hik….Boleh saja muridku….asalkan selain kamu siap menang, kamu juga selalu mempersiapkan diri untuk babak belur. hik hik.
Oke muridku, untuk sementara cukup pidato bapak gurumu pada kesempatan kali ini.
Silakan kalo ada yang ingin mengajukan pertanyaan …..
Dan karena bapak gurumu ini baik hati silakan bila ada yang mau cekikak cekikik lagi. Asalkan jangan cuma cekikak-cekikik mu saja yang kamu besar-besarkan tapi ilmu pengetahuanmu gak naik-naik. Hik hik…
OK, ada pertanyaan untuk bapak gurumu yang jenius ini ?
Silakan bertanya muridku…
Eh ngomong-ngomong muridku, aku agak bingung nih dengan omongan kamu soal hantu dan santet itu. Emangnya kalian ini anak dukun santet apa ya ? Kok kepikiran berdebat soal santet dengan orang atheis. Hik Hik. Gurumu ini yang geblek apa lo emang yang gila ya. Hi hi hi.
Coba muridku, apa penjelasanmu soal santet ini. Memangnya kamu pernah disantet atau menyantet hik hik. Kalo mereka nggak percaya santet gimana. Apa mau kamu buktikan dengan cara menunjukkan kemampuan ilmu santet kamu. Tapi jangan kejam-kejam dengan mereka muridku. Hik hik…mereka makhluk Tuhan juga. hik hik.
kalo kamu memang jago santet, boleh juga sih kalo kamu membahas ilmu santet lengkap dengan pembuktiannya.
Tapi aslinya aku sih nggak percaya kalo kamu memang tahu. Yah paling-paling kamu sekedar ngomong gombal-gambul seperti biasanya. hik Hik…..
Maaf, pikiran anda demikian sempit. Wah…, kalau muslim seperti anda banyak di Indonesia…, bisa runyam nih Indonesia.
Terima kasih! dengan anda menyebut saya demikian makin menunjukkan kalau anda tidak suka dikritik. Justru Sikap anda yang seperti ini akan membuat Indonesia Runyam dan Renggang rasa persaudaraannya. Artikel anda telah memperlebar GAP antara muslim dan non muslim.
Dari mana anda tahu kalau saya hanya mengkritik blog anda tanpa mengkritik blog lain??? Anda paranormal?
Wah…. perdebatan yang panjang…
Maaf, saya memilih untuk tidak berkomentar…
Karena saya melihat bahwa perdebatan ini tidak akan berujung.
Allah memberikan hidayah-Nya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya…..
@indra1082.
Kalau boleh saya ikutan.
(ngga boleh juga ngga apa, tetep aja saya tulis kok. he he he)
Kamu: ” Tulisan anda melecehkan alquran tuh Iman”
Iman: ” Ah ngga kok, itu murni pandangan isi Alkitab dan konsekuensinya dengan kitab-kitab lain. Itu bukan Melecehkan”
Iman lagi : “waktu teman kamu menulis hal yang sama terhadap alkitab, saya ya diam saja dan bahkan menghargainya, sebagai perbedaan, kenapa kamu tidak bisa berlaku seperti saya? Kamu berpikiran sempit ”
Kamu ” Dengan menuduh saya berpikiran sempit, berarti kamu adalah orang yang tidak suka dikritik.”
Jelasnggak ikutan nyeplos : ” Lho kok,..? Itu si imanKristen memiliki dasar kenapa dia bilang kamu itu memiliki pikiran yang sempit.
Apa itu ? Bahwa kamu tidak bisa berpikir seperti dia, yang menghargai pendapat orang lain terhadap alkitab, meskipun terdengar menyakitkan.
Sekarang kamu ya.
Apa alasannya kamu menuduh imankristen sebagai orang yang tidak suka dikritik? ”
———————-
Kamu berkata :
==> yang ini irrelevant ya..
Maksud ImanKristen adalah:
Waktu teman kamu menulis hal yang sama terhadap alkitab, dia (imanKristen) ya diam saja dan bahkan menghargainya, sebagai perbedaan.
Tapi kenapa kamu tidak bisa melakukan hal yang sama pada waktu ImanKristen mengkritik alquran.
Berlapang dada dan menganggap sebagai perbedaan yang biasa.
Salam.
@imanKristen.
Untuk menjawab Lovepassword..
Saran saya yaa sabar saja…
Ngga usah di keras in mas Iman. Soalnya yang lalu-lalu, kupingnya “disentil” sedikit , langsung nagih-nagih ajaran kasih…
salam.
To lovepassword…
Maaf…, saya tidak melanjutkan lagi. Silahkan belajar “filsafat ilmu pengetahuan”. Menurut saya anda belum pernah mempelajari bidang ini. Jadi “gap” diantara kita cukup jauh.
Maaf ya…., mohon belajar lagi.
To jelasenggak…
Point utama yang saya perlu dari lovepassword sudah jelas, dia cukup “jantan” mengakui “kelemahannya” karena “double standart”. Saya menghargai sikapnya ini.
Untuk selanjutnya memang saya bersikap “silent” saja, kecuali dia “agak” banyak “bacaannya”.
Jadi biar yang lain saja kalau ada yang mau menimpalinya. Lumayan buat latihan ngetik. He he he…
Salam.
Hik Hik para muridku…..bagus…bagus akhirnya kamu memahami juga apa maksud ucapanku.
gua nagih ajaran kasih ? Hik hik, masak gak boleh ya?
Saya nggak boleh ya meminta orang Kristen menerapkan ajaran kasih.
Lu serius nyuruh gua belajar filsafat. Filsafat apa yang kalian sarankan untuk saya ? Hik Hik.
Akhir-akhir ini gua malah lebih sering baca Alkitab. Hik Hik mengapa ? Ya untuk mencari ajaran kasih dong. Memangnya gua nyari apa di Alkitab selain ajaran kasih Yesus ?
Aduh kalian pada ngambek ya ???? Jangan ngambek dong murid-muridku. Serius gua nggak bermaksud buruk sama kalian. Suerrr…wer kewer-kewer ini benar.
kalo kalian agak pintar sedikit – kalian pasti sadar kalo kalian semua sedang belajar ilmu psikologis yang jenius dari bapak gurumu ini. Hik Hik. Tambah lagi : Hanya ngobrol denganku sebentar saja kalian juga langsung menguasai seni perang SunTzu, apa nggak baik hati banget aku. Ngajarin kalian macam-macam ilmu terapan.
Pertama : Aku ngajarin kalian esensi ajaran agama yaitu kasih seperti yang kalian gembar-gemborkan itu. Kasih itu rendah hati.
Kedua : Aku ngajarin kalian sopan santun – agar kalian tidak cuma cekikak cekikik yang nggak mutu.
Ketiga : Aku ngajarin kalian teknik psikologi terapan yang langsung aku praktekkan ke kamu.
Aku pengin kalian diam, kalian diam. Aku pengin kalian tidak tertawa kalian patuh. Aku pengin kalian menjawab kalian menjawab. Sadar nggak kalo kalian mirip sama TV Hitam putih yang bisa aku kendalikan pake remote control dari jarak jauh. Hik Hik. Dan kalian masih merasa sok pintar. Hik Hik.
Dan ujung-ujungnya kalian malah ngambek sama aku ? Hik Hik…..
Tobil-tobil, piye to iki. Hik hik. Dasar anak TK eh SD ding nggak bisa melihat kebijaksanaan. Tapi Oke lah kalian masih sangat-sangat muda. Dengan bertambahnya usia kalian saya yakin kalian akan menyadari kalo omongan saya ini ada manfaatnya buat kalian. Hik hik.
Jangan ngambek muridku. Serius gua ini baik hati lagi pengin ngajarin kamu.
Kalo kamu nggak percaya omongan saya : Gini saja coba kamu berikan tulisanku ke pendeta kamu yang lebih bijaksana dari kamu. Saya cukup yakin kalo dia akan membela aku dibanding kalian. Hik Hik. Kalian masih emosian sih. Kurang cool gitu. Katanya mau jadi tukang sentil. Giliran dibales sentil sedikit saja, ngambek. Padahal aku cuma pengin kalian menerapkan ajaran kalian sendiri. Hik Hik.
Anak muda, anak muda, kalo punya sedikit ilmu rasanya sudah menggenggam dunia. O la la.
SALAM semua Muridku.
Aku dengan setulus hati mendoakan semoga kasih TUhan memberkati kalian semua.
Aku kelupaan satu lagi muridku, pelajaran ke empat yang juga aku berikan padamu : aku juga sudah ngajarin kamu cara membuat puisi yang indah bukan ? Puisi yang punya jiwa karena aku memasukkan hatiku di situ. Asli muridku, aku nangis saat nulis puisi burung kecil itu. Hik Hik. Gua cengeng ya? Yang mungkin aku ini memang terlalu romantis. Hik Hik.
kalian terharu nggak ? kalo nggak ya kebangeten kalian. Lha wong aku saja sampe nulis sambil nangis haru.
Hik Hik kamu tahu nggak dalam imajinasiku itu :
ada seseorang yang mencari pencerahan lewat blog kalian terus merasa terusir begitu saja , itu aku umpamakan burung kecil yang tidak menemukan telaga. Astaga naga : MAsak sebuah puisi mesti dijelaskan artinya sih.
SALAM Muridku ….Semoga Tuhan melindungi kalian semua.
OKE SAYA SERIUS SEKARANG :
Mohon maaf kepada saudaraku ImanKristen bila kalimat saya di atas ada yang “sedikit” menjengkelkan hati saudara. Demikian juga saya mohon maaf kepada semua yang hadir di sini yang mungkin agak bingung bin pusing membaca tulisan saya di atas. Kalo anda stress ? Ya sama. Saya juga stress membaca tulisan saya sendiri. Sekali lagi saya minta maaf yah ? hik hik.
Sekali lagi saya tidak bermaksud debat kusir, atau asal menang-menangan saja. Bahkan kalah pun saya Ok-oke saja. Asalkan ada pikiran saya yang tersampaikan untuk anda.
Saya merasa saya harus melakukan cara “luarbiasa” di atas dalam upaya saya untuk membuat forum ini lebih manusiawi, lebih damai untuk semua orang. Kalo adu argumentasi ya yang santun gitu loh maksudku. Kalo ada yang ngambek sama saya, ya sekali lagi Saya benar-benar minta maaf bro. Asli aku nggak bermaksud membuat kamu jadi “sedikit gila”. hik hik. Sekali lagi saya minta maaf yah ??? OK, tosss deh.
Kamu mau kan memaafkan aku ? Hik Hik.
OKE SEKARANG SAYA MAU MASUK POINT demi POINT :
Pertama : SAya pernah ngomong soal Standard Ganda. Siapa sih yang nggak pernah melakukan standard ganda ? Saya rasa semua orang pernah melakukannya termasuk lovepassword yang hina dina ini kan?
Apakah yang dimaksud dengan STANDARD GANDA ? Artinya jelas kalo kita memakai standard yang berbeda antara kelompok kita atau diri kita dengan pihak lain. Berbeda di sini dalam arti negatif ya ?
Setiap agama pada dasarnya memiliki banyak sisi, banyak aliran, banyak tafsir dan sebagainya. Gampangannya kita bagi aja menjadi dua sisi saja biar gampang njelasinnya.
Agama X memiliki dua sisi anggap saja namanya sisi a dan b. Yang saya maksud a dan b itu bisa macam-macam : Misalnya teologi kemenangan vs penderitaan, takdir Tuhan vs kehendak bebas, dsb. pokoknya sisi yang berlawanan.
Agama Y juga memiliki dua sisi anggap saja namanya juga sisi a dan sisi b.
Salah satu cara untuk melakukan standard ganda adalah seperti ini :
Kita bandingkan sisi a dari agama X dengan sisi b dari agama Y. Jadi a tidak dibandingkan a , b tidak dibandingkan dengan b tetapi a diadu dengan b. tentu saja dicari ayat yang dirasa menguntungkan pihak mereka.
Contoh yang paling gampang : Kita ambil salah satu ayat agama X yang sedang membicarakan soal perang. lalu kita bandingkan dengan satu ayat dalam agama Y yang sedang memerintahkan soal hidup damai. lalu kita buat kesimpulan berdasarkan perbendingan dua ayat tersebut : Agama X adalah agama yang mengajarkan kekerasan sedangkan agama Y adalah agama yang mengajarkan kedamaian.
Semua pengunjung bertepuk tangan, kalo kasusnya itu buku mungkin pembacanya ada yang merasa mendapat hidayah. Tapi itu hanya pengunjung yang bodoh saja, Karena orang yang sedikit kritis malah akan cenderung muak dan bisa masuk ICU. Muntah-muntah. Setelah muntah-muntah, satu tahun kemudian orang itu malah memilih jadi atheis.
Saya ngomong disini untuk semua orang lintas agama. jadi tidak dimaksudkan mendiskreditkan salah satu agama manapun OKE ??? kalian semua paham maksud saya.
Setuju nggak setuju – tetap thank you.
Semoga Tuhan memberkati semua pengunjung blog ini apapun agamanya. Segala rahmat dan berkat adalah hak pencipta semata-mata.
Untuk sementara cukup di sini dulu, teman-temanku yang baik.
SALAM.
@lovepassword.
Kamu berkata :
==> begini lho mas/mBak (guru maksudnya… he he he).
Masalahnya…..
Sisi A dari agama X ngga bisa dibandingkan dengan sisi A dari agama Y.
Kenapa ? karena sisi A di agama Y ngga ada.
Perang, membunuh, kawin banyak, kawin dengan anak bawah umur,dll….,
Itu ngga ada di agama Y, jadi gimana mau dibandingkan.
Sebaliknya,
Sisi B dari agama Y mau dibandingkan dengan sisi B dari agama X.
Ngga bisa juga.
Kenapa? Karena sisi B di agama X itu ngga ada.
Damai, mencintai musuh (musuh kok dicintai ya… heran saya), dll, itu nggga ada di agama x. Yang ada adalah : ” kalau kamu bantai musuh kamu, kamu akan masuk surga dan dapet 72 bidadari cantik.
Gitu lho..
Ini agama X, dan Y bukan agama tertentu loh ya…
Jangan tersinggung.
salam
@Lovepasword.
===> Ya Buoleh buanget.
saya kan berkata:
“”Soalnya yang lalu-lalu, kupingnya “disentil” sedikit , langsung nagih-nagih ajaran kasih…”"
Maksudnya apa ya itu?
Maksudnya adalah, kalian (kaum muslim itu) ngga bisa dikerasin, walau cuman sedikit saja.
…
Kan saya pernah berkata : Banyak jalan menuju LOMA…Banyak cara untuk menunjukkan kasih.
Kalau kamu seorang bapak. Kamu teriak(agak keras) sama anak kamu yang mau memegang cangkir panas.
Apakah kamu teriak itu bisa dibilang “tidak kasih”.
Dari sudut pandang anak mungkin iya. Tapi dari sudut pandang kamu (sang bapak), itu adalah kasih.
Karena kasih kamu ke anak kamu, maka kamu teriak. Karena kalau kamu tidak teriak, tangan anak kamu pasti akan melepuh.
Teriak adalah salah satu cara untuk menunjukkan kasih itu.
Sama dengan di forum ini. Kita “sentil” kuping kalian, karena kalian itu ngga bisa dibilangin dengan cara baik-baik.
Sentilan itu juga salah satu cara untuk menunjukkan kasih itu.
Tapi anehnya kalian kok ngga bisa dibilangin cara baik-baik, dan juga cara sentilan…
Jadi yaa saya cuman bisa sabaaarrr dan menyarankan untuk sabar… gitu lho maksud saya…
salam.
sabaar.. sabaaar… kasih.. kasih.. damai.. damai..
gitu.
Hik Hik, jelas nggak : Kamu itu mirip anak TK yang begitu diberi kesempatan ngoceh sama gurunya langsung semangat 45. Hik Hik. Kemarin-kemarin saja diam dalam kebisuan malam. Hik Hik. Lo sibuk ya? Hik Hik Hik. Ya deh, gua maklum kalo lo lagi sibuk.
Yak. Jawaban kamu ini sebenarnya boleh juga meskipun
sebenarnya malah menunjukkan kalo kamu itu nggak terlalu pinter. Tapi OKelah, saya harus menghargai pendapat kamu juga sebagai guru SD yang baik kan ?
Baiklah sayang : Masalah sentil menyentil itu ya anggap saja kamu benar, lha wong siapa juga yang tahu apa pikiran kamu. Siapa tahu juga pikiran kamu memang sangat mulia. Tul nggak??? Teriak untuk menunjukkan kasih. Yak analogi kamu, bapak guru terima. hik hik. Itu mungkin saja.
OK, saya menjelaskan point yang penting saja yang menjadi protes kamu. Karena kamu ngomong argumentatif biarpun gombal-gambul, biarlah bapak gurumu ini menanggapi secara argumentatif pula. Kamu perlu belajar 100 Tahun lagi kalo mau mancing2 bapak gurumu ini hik hik. Kamu masih ngambek ya ? O la la, kan aku juga sudah minta maaf sama kamu. Hik Hik.
Kamu bilang seperti ini : —————————————–:
Sisi A dari agama X ngga bisa dibandingkan dengan sisi A dari agama Y.
Kenapa ? karena sisi A di agama Y ngga ada.
Perang, membunuh, kawin banyak, kawin dengan anak bawah umur,dll….,
Itu ngga ada di agama Y, jadi gimana mau dibandingkan.
Sebaliknya,
Sisi B dari agama Y mau dibandingkan dengan sisi B dari agama X.
Ngga bisa juga.
Kenapa? Karena sisi B di agama X itu ngga ada.
Damai, mencintai musuh (musuh kok dicintai ya… heran saya), dll, itu nggga ada di agama x. Yang ada adalah : ” kalau kamu bantai musuh kamu, kamu akan masuk surga dan dapet 72 bidadari cantik.
Ini agama X, dan Y bukan agama tertentu loh ya…
Jangan tersinggung.
=========================================
OKE, anakku “jelasnggak” muridku tersayang, inilah jawaban dari bapak gurumu :
Masalah surga, sekali lagi kita juga bisa melihat dari sisi a dan sisi b.
Dari sisi a, kita bisa melihat kalo surga itu bisa dibilang sebagai pemancing untuk manusia. Konsepnya tentu sesuai dengan budaya manusia masing-masing.
misalnya kalo dalam agama X digambarkan kalo surga itu terbuat dari emas.
Di dalam agama Y, digambarkan kalo surga itu seperti kata kamu ada bidadarinya.
Kalo kamu konsisten mengatakan agama Y gila seks, pada sisi yang lain kamu juga akan mengatakan kalo agama X itu agama matre, mata duitan, gila harta. Karena surganya digambarkan begitu gila-gilaan ada emas, batu-batu mulia, dsb yang luarbiasa mewahnya.
OK, itu sisi a dalam agama masing-masing
Sekarang kita melihat sisi b dalam agama X dan Y. Dalam agama X dan agama Y juga ada sisi yang lain yang menggambarkan surga yaitu bersatunya manusia dengan penciptanya. Dalam arti begini : Surga itu kan sekedar iming-iming, sekedar bonus, yang lebih penting dari surga itu kan ada yaitu kedekatan manusia dengan Tuhannya. Ok, itu sisi b dalam agama masing-masing.
Masalah kekerasan sudah pernah tak omongin, ya sama saja. Ada ayat yang menunjukan perintah untuk melakukan kekerasan dalam kondisi tertentu (anggap saja kita namakan sisi a), ada juga ayat yang menunjukkan perintah kepada manusia untuk hidup rukun, baik dengan sesama, dsb (anggap saja kita namakan sisi b). Dua sisi ini sama-sama ada dalam agama X dan agama Y.
Harus diakui melihat ini nggak mudah, sayangku. Dan ini bukan cuma kamu saja. Karena untuk melihat kedua sisi ini secara menyeluruh orang harus memahami secara utuh kedua agama yang dibandingkan.
Yang terjadi pada banyak orang : Orang biasanya cuma tahu satu agama yaitu agamanya dia sendiri. Itu pun belum tentu dia tahu menyeluruh karena terkait dengan aliran agama dia juga kan.
Gampangannya begini : Sama-sama satu agama, agama X atau agama Y, ada aliran yang lebih menekankan sisi a, ada juga yang menekankan sisi b. Anggap ada orang namanya “Mister jelasnggak”, dalam aliran orang tersebut ada penekanan pada sisi a. Kemudian “si jelasnggak” ini membuat perbandingan agama. Kebetulan ayat yang dibacanya adalah ayat yang menunjukkan sisi b agama lain.
Apa kesimpulan yang didapat oleh “jelasnggak” ?
Agama X berlawanan total dengan agama Y karena agama X isinya a dan agama Y sisinya B. Padahal sebenarnya nggak seperti itu.
Itulah yang terjadi dengan banyak orang.
Memang tidak setiap standard ganda itu disengaja. Bisa jadi karena kesalahpahaman atau kurang pengetahuan dalam memahami ajaran agama. baik ajaran agama sendiri maupun salah paham dalam memahami agama lain.
Orang membandingkan setengah sisi dalam agamanya sendiri dibandingkan dengan setengah sisi pula dalam agama lain. Tetapi yang dibandingkan bukan sisi yang sama. Akibatnya memang bisa berabe.
Bagaimana muridku “jelasnggak” yang manis, kamu paham maksud saya. Atau masih mau protes lagi. Silakan jika mau protes lagi. Bagi siapapun yang mau mengomentari tulisan ini , nggak perduli agamanya apa, bahkan ateis sekalipun, saya persilakan.
Semoga Tuhan memberkati kita semua.
SALAM.
@Jelasnggak
Kan saya pernah berkata : Banyak jalan menuju LOMA…Banyak cara untuk menunjukkan kasih.
“…………….
TERIAK (KERAS) adalah salah satu cara untuk menunjukkan kasih itu.”
“Sama dengan di forum ini. KITA “SENTIL” KUPING KALIAN, karena kalian itu ngga bisa dibilangin dengan cara baik-baik.
Sentilan itu juga salah satu cara untuk menunjukkan kasih itu.
—————————————————————————-
jEL…..
Udah dipikir masak-masak kata2 kamu yg sudah saya capslock…….????
konsisten loh ya……….
Pertanyaan saya gini…….
Yesus, kira2 ada juga gak mengajarkan cara2 seperti pengandaian kamu itu..??? dapet inspirasi darimana kamu??? bibel..??? bibel lama apa bibel baru…???
4×4 = 16….sempat gak sempat kudu dibalas…..
karena pertanyaan saya akan ada kelanjutannya
Salam
@irlander.
Itu kan CARA seseorang…
Ada atau tidak di bible yaa ngga penting lah.
salam.
@Lovepasword
Kan saya berkata:
Yang ada adalah : ” kalau kamu bantai musuh kamu, kamu akan masuk surga dan dapet 72 bidadari cantik.
Nah…
Penekanannya ada di “cara masuk surga”, bukan “gambaran surga”.
Sisi a = cara masuk surga.
Ada ngga sisi a di agama y? jawab Ada.
Ada ngga sisi a di agama x? jawab ngga ada.
Gitu.
salam
@jelasnggak : Jadi gitu ya. Kalo itu sih jelas kamu lebih bego lagi. Bapak gurumu ini terpaksa menurunkan kelasmu dari SD jadi TK lagi deh.
Anda perhatikan baik-baik anak TKku sayang : Sekarang topik pertanyaanmu berarti nggak urusan sama gambaran surga tetapi cara masuk surga. Jadi masalah bidadari vs agama matre bisa kita singkirkan dari pembahasan karena kamu sudah mundur mengakui kebegoan kamu dari sisi ini.
Oke, sekarang Mengapa orang bisa masuk surga ? Berdasarkan ajaran agama masing-masing X dan Y orang bisa masuk surga bila :
Menjalankan ajaran agama, mengikuti apa yang diwajibkan dan menjauhi apa yang dilarang.
Masalah bantai membantai tentu saja itu kasuistis,. Kalo konteksnya perang, tentu saja akan ada saling bunuh. Tidak ada ayat yang mengatakan kalo kamu bantai musuh kamu lalu dapet 72 bidadari itu nggak ada. Itu menunjukkan kalo kamu ini memang masih kurang ilmu saja. Ayat yang mengatur soal peperangan dan gambaran surga kamu campur adukkan begitu rupa sehingga mirip es campur.
Jadi jangan ngambek kalo kamu bapak guru turunin jadi anak TK lagi.
Dalam agama X dan Y kekerasan itu ada. kamu saya turunin lagi jadi playgroup kalo kamu ngomong dalam agama X nggak ada unsur kekerasan sama sekali. hik hik….jangan bodohi bapak gurumu ini sayangku. Bapak gurumu itu jenius lho. Kamu pengin saya terang-terangan tunjukin ayatnya. Bapak gurumu ini sebenarnya paling males perang ayat, karena maksud bapak gurumu ini kan bukan menang-menangan gitu. Tapi kalo kamu memang pengin tahu ya nanti tak tunjukkin. Tapi masak kamu nggak tahu isi Kitab Suci agama kamu sendiri sih. Astaganaga, kamu memang harus gua ajarin lebih serius kayaknya.
Oke, anakku jelasnggak. Dalam agama Y ada sejumlah aturan soal perang, termasuk diantaranya adalah yang namanya perang itu nggak boleh berlebihan. Mengapa ? Sebab segala sesuatu yang melampaui batas itu dilarang agama, anakku. OK, anak manis anda sudah paham sekarang.
Ingat anak manis yang bapak gurumu jelaskan ini soal perbandingan ajaran bukan perilaku umat beragama. kalo masalah pengeboman, dsb itu ya kasus per kasus. Ada penganut agama X yang radikal ada juga penganut agama Y yang radikal. Gitu kan.
SALAM Anak TKku semoga rahmat Tuhan selalu beserta dengan kamu. Hik Hik.
@lovepassword #95
==> Pak guru…
Yang ngomong masalah gambar surga kan pak guru sendiri…
Bukan saya.
Saya mah ngomongin masalah cara masuk surga, ee pak guru nyamber tentang gambar surga..
Pak guru yang salah nangkep esensi tulisan saya tuh pak….
Sekarang pak guru berkata saya sudah mundur dan mengakui kebegoan saya…
Ini lama-lama pak guru saya naikkan jadi S2 lho.
Pak, maap ya, itu si tesi anggota srimulat kalo ngomong bikin ketawa ya..
Lho? apa hubungannya?
Lha ya itu tadi….he he he..
—
===> Masak sih?
Yang bener nih…?
Udah beneran di cari pak.
Saya pernah baca lho pak. Ada kok.
Kalo ngga percaya cari saja di google.
Masak sih Pak?
Bapak kurang teliti bacanya kali?
———–
salam
Hik Hik @jelasnggak muridku terkasih : Harus kuakui kamu muridku yang paling kristis. Hik Hik. Bagaimanapun aku harus menghargai keingintahuanmu muridku. Sebab setiap guru yang baik haruslah seperti itu. Baguslah kamu naik jadi SD lagi. Hik hik.
Kamu berkata anakku kalo gurumu ini salah tangkep. Mungkin bener anakku kalo aku ini salah tangkep. Tetapi ketika engkau menyebut soal bidadari bukankah itu artinya kau mengatakan tentang gambaran surga muridku? Setidaknya setengah sisi pertanyaanmu memuat gambaran surga muridku dan setengah lainnya memuat cara masuk surga. Dan pada dasarnya bapak gurumu ini juga sudah menjawab kedua pertanyaanmu sekaligus. Hik Hik.
Katamu engkau pernah membaca soal yang entu. Dan kau menyuruh bapak gurumu untuk mencari di google. Hik Hik….Aku tidak jelas anakku apa yang kau temukan di googlemu itu. Apakah engkau membaca artikel tertentu yang ditulis oleh pemuka agama X atau pemuka agama Y. Kalaupun engkau baca tulisan tersebut dari seorang pemuka agama. Hendaklah kamu ingat tulisan bapak gurumu sebelumnya, bahwa agama itu luas sekali anakku. Ada banyak sisi ada banyak tafsir, dan semua itu ada pada semua agama.
Termasuk X maupun Y.
Radikalisme agama anakku bukan monopoli salah satu agama. Tidak ada agama manapun yang bisa lepas dari itu.
Ketika kita membuat studi agama anakku, kita harus bisa memisahkan antara ajaran agama dan perilaku umat beragama.
SALAM Jelasnggak anakku tersayang. Semoga Tuhan memberkatimu.
Lovepassword, sorry aku menyelip; aku ada ingin belajar ke mas Iman tentang Kristen. Dari pada belajar sendiri, dan akhirnya hanya salah pengertian, bukankah lebih baik belajar langsung?
Mas Iman, benar seperti dikatakan Lovepassword #68 n #69 , saya sebenarnya tertarik juga untuk dapat lebih memahami Kristen, tidak sekedar dari pembacaan pribadi saya yang acak dan juga sepihak, tapi juga sekaligus berdasarkan informasi atau pengajaran langsung dari orang yang menekuninya. Tentu dapat dikatakan bahwa saya bisa saja belajar dari berjibun buku atau Al Kitab yang ada langsung; tapi, harus diakui, saya bukanlah pembelajar yang tekun. Belajar hanya semata-mata sebagai kesenggangan. Akan jauh lebih efektif jika saya mendapatkan informasi langsung atas hal-hal yang menjadi pertanyaan dasar saya.
Kalau saja mas Iman mau menjadi mentor saya; inilah pertanyaan saya yang pertama, yang segera saya hadapi ketika saya bermaksud mempelajari Kristen.
Al Kitab, atau Bible, terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, bukan? Nah, ini yang ingin saya ketahui;
1. Kitab-Kitab Perjanjian Lama, yaitu Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Ulangan, Yosua dan seterusnya hingga Zakharia dan Maleakhi itu [39 Kitab]; itu adalah Kitab yang di-Firman-kan kepada Nabi siapa? Dan, kapan kira-kira Kitab-Kitab itu diterbitkan?
2. Kitab-Kitab Perjanjian Baru, yaitu Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes itu; kapan diterbitkan? Tahun berapa Matius, Markus, Lukas dan Yohaness itu hidup? Apakah keempat penulis Injil itu adalah Murid Yesus langsung?
3. Apa makna Perjanjian Lama bagi orang-orang Kristen? Apakah Hukum-Hukum Perjanjian Lama masih berlaku bagi orang-orang Kristen?
4. Apa perbedaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bagi orang-orang Kristen? Atau, apa persamaannya?
Sekianlah dulu. Mohon advise-nya.
Bagi semua teman-teman Kristen atau siapapun yang tahu, silakan membantu Mas Herman, jika anda kebetulan memang tahu dan berkenan menjawab. Kalo kalian masih agak dongkol sama saya. Asli saya minta maaf lagi sama kalian deh. Plis….-
@jelasnggak muridku tersayang : Kamu bisa nggak jawab pertanyaan Mas Herman? Kalo nggak bisa, ya nggak apa-apa. Tidak tahu itu bukan suatu dosa.
Kalo bisa ya tolong dibantulah saudara Herman ini.
Entar kalo jawabanmu yummi, Pak Gurumu berikan kredit point buat kamu. hik hik. kamu langsung tak naikkan jadi SMP deh. Hik hik.
O la la….SALAM Muridku…-
@lovepassword.
==> Kalau pak guru membaca terlebih dahulu kalimat itu, secara baik-baik, dan berusaha mengerti artinya, tentu saja pak guru akan setuju dengan saya lho pak, bahwa kalimat saya itu esensi nya ada di CARA MASUK SURGA, bukan GAMBAR surga pak.
Tapi kalau bapak terbiasa dengan pemikiran terpisah… ya pasti bapak artikan kalimat saya itu dengan terpisah-pisah.
Bapak ini seorang muslim ya pak?
Cuman muslim yang terbiasa membaca kalimat dipenggal-penggal begitu…
——–
==> Kalau saya katakan saya baca langsung dari kitab agama Y ? Kan ada tuh Kitab agama online.
he he he.
—
Nah lha ya itu pak.
Ada ajaran untuk membunuh di agama y? jawab ada.
Ada ajaran untuk membunuh di agama x? jawab ngga ada.
Itu kan juga termasuk studi agama.
Agama Y mengajarkan membunuh untuk masuk surga.
Agama x mengajarkan kasih untuk masuk surga.
salam
@Herman.
Mas, yang nomor 1 dan 2 ngga usah saya jawab ya.
Bukannya ngga bisa ya.
Saya cari di google 3 menit sudah langsung dapat.
Pertanyaan 3 :
Seperti mas Iman katakan, PL adalah sebagai dokter ahli rontgen. PB adalah Dokter penyembuhnya.
Kan dari namanya saja sudah ketahuan mas.
PERJANJIAN BARU.
Saya (orang kristen) ikut perjanjian baru mas.
Bukan perjanjian Lama.
————
Perbedaan.
sebelum adanya PB, manusia tidak punya pilihan. Harus ikut hukum di PL. Atau mati.
Setelah adanya PB, manusia memiliki option yang lain.
Persamaan.
sama-sama berasa dari Yang diatas.. he he he.
Itu saja dari saya.
Salam
@Tapi kalau bapak terbiasa dengan pemikiran terpisah… ya pasti bapak artikan kalimat saya itu dengan terpisah-pisah.
Hik Hik anakku justru karena bapak membaca kalimatmu secara keseluruhan maka bapak jawab kedua-duanya. Hik Hik,tetapi kalau memang itu maksud kamu ya no problem lah. Mungkin bapak gurumu itu terlalu pinter atau justru kau yang terlalu pinter hik hik. Tapi guru yang baik muridku – selalu ingin muridnya lebih pinter dari dirinya. Hik hik.
@Bapak ini seorang muslim ya pak?
Cuman muslim yang terbiasa membaca kalimat dipenggal-penggal begitu…
Hik hik, anakku sayang. Kalian bahkan tidak tahu apa agama bapak gurumu ini, tetapi kalian sudah melakukan serangan begitu keras terhadap agama Islam, hik hik hik. Anak ajaib-anak ajaib. Dan kalian mengaku tidak berprasangka. Hik Hik.
Kalian tidak melihat Yesus menggeleng-gelengkan kepala karena takjub melihat model hukum kasih kalian itu ???? hik hik…..- Kasih itu tidak berprasangka muridku…- tidak boleh berprasangka. Dan kasih itu juga rendah hati.
Rendah hati ??? Yah, Rendah hati seperti gurumu ini – yang tampan, bijaksana, jenius, baik hati dan tentu saja tidak sombong. Hik hik. O la la.
@Cuman muslim yang terbiasa membaca kalimat dipenggal-penggal begitu…???
Oh ya. Cara kamu menafsirkan Kitab SUci itu justru yang kamu penggal-penggal. Hik hik.
@ Kalau saya katakan saya baca langsung dari kitab agama Y ? Kan ada tuh Kitab agama online.
Hik Hik, jadi gitu ya muridku sayang. Pantas kau berani ngedumel terus didepan gurumu ini. Hik Hik.
Tetapi muridku, kalo pun yang engkau katakan itu benar, bukankah sudah aku katakan juga sebelumnya – kalo itu hanyalah satu sisi saja yang engkau lihat. Engkau harus juga melihat sisi yang lain kan.
Dan seperti kataku sebelumnya muridku semua sisi itu ada dalam agama X maupun agama Y.
Kalo engkau tidak percaya padaku muridku hik hik, silakan saja kau tulis ayat apa yang engkau baca, dan aku tunjukkan ayat yang sebanding dengan itu. Ayat-ayat yang memiliki nuansa yang sama dengan ayat yang engkau tuliskan itu. Hik Hik.
Betapa baiknya bukan gurumu ini, mengajarkan perbandingan agama sebegitu detailnya. Hik Hik.
@Herman Hidayat en jelasngga : Hik hik Mas Herman, kamu sudah mudeng apa tambah bingung setelah membaca penjelasannya muridku si jelasnggak yang jawabannya nggak jelas itu ????
Hik Hik. Muridku-muridku, kalo nggak bisa njawab itu mbok ngaku terus terang. hik hik. Nggak usah ter muter kayak gangsing. Kan aku sudah bilang, ngomong nggak tahu itu bukan dosa. hik hik.
Mas Herman, nyantai saja kayak di pantai, Kalo bingung makan Silverqueen dulu. Beli yang banyak yah, nanti sebagian buat aku. Hik hik.
Berhubung muridku itu memang gak terlalu pinter, biarlah gurunya yang juga geblek ini akhirnya ikut turun tangan membantu mereka, hik hik :
point 1 dan 2, setuju sama muridku si jelasnggak. Hik hik kayaknya gampang dicari tuh di wikipedia (ssstttt jangan bilang-bilang yah, padahal aslinya aku juga nggak tahu jawabannya. hik hik)
point 3. Apakah Hukum-Hukum Perjanjian Lama masih berlaku bagi orang-orang Kristen?
Hik hik, ya tergantung sama siapa kamu bertanya. Kan aku sudah bilang kalo tafsir itu luas. Hik hik. Kalo kamu tanya tafsirnya si jelasnggak ya jawabannya seperti itu. Tafsir model gangsingan.
Secara umum, sekali lagi ini jawaban secara umum :
Yesus datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat tetapi untuk menggenapinya.
Tetapi hik hik ada tapinya lho. Kita harus melihat juga kasus demi kasus, artinya memang ada ayat-ayat yang dibatalkan (ditafsirkan ulang artinya), dsb.
Kalo dalam Islam, kita bisa ngomong ada ayat-ayat yang dinasakh-kan. Tidak semua ulama setuju dengan ini, beberapa mungkin memilih istilah lain. Tetapi saya rasa secara prinsip : memang ada ayat baru yang sifatnya memperbarui ayat yang lebih dulu ada.
Kemudian masalah tafsir lain lagi : Timbul perdebatan yang keras diantara sesama umat Kristen, maupun antara umat Islam dengan Kristen mengenai topik ini.
Perdebatan yang terjadi secara prinsip adalah menentukan mana yang bisa kita katakan sebagai hukum agama yang tidak boleh diubah sama sekali, dan mana yang bisa kita katakan produk budaya/sosial atau hukum agama yang boleh diubah.
Secara prinsip umat Islam saya rasa juga bisa menerima kalo Yesus menghalalkan sebagian yang diharamkan oleh Nabi-nabi sebelumnya. Ini bisa dibaca ayatnya di AlQuran. Jadi dari sisi ini bahwa Yesus memang datang untuk membawa perubahan bisa disepakati semua kelompok, termasuk sesama umat Kristen dan juga Islam.
Tetapi yang jadi masalah adalah : sampai di mana batas perubahan yang diajarkan oleh Yesus itu ?
Dari sisi ini, tafsir Islam berbeda dengan tafsir Kristen. begitu juga sesama intern umat Kristen sendiri juga ada yang mengartikan secara berbeda-beda. Karena itulah ada bermacam-macam aliran, karena tafsirnya macam-macam. Masalah aliran tentu tidak selalu terkait dengan masalah ini saja, tetapi masalah batas perubahan itu adalah salah satu yang menjadi pembeda antar aliran dalam Kristen. hik hik.
Jadi intinya : Apakah Hukum-Hukum Perjanjian Lama masih berlaku bagi orang-orang Kristen?
Secara umum jawabannya masih, dua dasar utama hukum kasih yang diajarkan Yesus adalah inti dari 10 Hukum Taurat Musa. Yesus meringkas esensi 10 hukum Taurat dengan dua prinsipnya yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia.
Tetapi di sisi lain, kita harus sadar juga bahwa memang ada perubahan yang dibawa dengan kedatangan Yesus. Hanya saja sejauh mana batas perubahan itu. Itu yang debatable.
4. Apa perbedaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bagi orang-orang Kristen? Atau, apa persamaannya?
Persamaannya : esensinya sama, seluruh ajaran para Nabi dan Yesus memiliki esensi yang sama yaitu mengasihi Tuhan dan sesama manusia.
Perbedaannya : Seperti yang saya katakan sebelumnya memang ada sejumlah perubahan yang dilakukan Yesus.
Perbedaan lainnya yang lebih tegas : Dalam konsep perjanjian lama, penekanan konsepnya : keselamatan manusia diperoleh dengan hasil usaha kerasnya dalam menaati hukum-hukum agama. Dalam konsep perjanjian baru keselamatan manusia adalah anugrah Allah yang dikaruniakan melalui Yesus.
Ide dasarnya seperti ini :
Pada masa itu, aturan hukum agama Yahudi begitu ketatnya, sehingga memberatkan orang yang ingin melaksanakannya. Hukum agama yang begitu berat itu esensinya asal muasalnya memang dari hukum Taurat tetapi ada yang ditambah-tambahi sendiri oleh tokoh-tokoh agama Yahudi sehingga justru hasil akhirnya sangat memberatkan masyarakat umum. Hanya kelompok ekslusif tertentu saja dalam agama Yahudi yang benar-benar tahu keseluruhan hukum (diantaranya termasuk hukum karangan mereka sendiri) dan bisa melaksanakan itu. Pada saat inilah Yesus hadir untuk merombak hukum yang begitu memberatkan sehingga menjadi lebih manusiawi. Yesus meluruskan konsep hukum-hukum itu menjadi dua ucapannya yang menjadi inti ajaran Kristen yaitu : Mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.
Konsep dasarnya seperti itu.
SALAM Semuanya.
SALAM MAs Herman.
Hik Hik, jelasnggak muridku – lain kali belajarlah agama lebih baik lagi. hik hik.
Aku mengasihimu muridku. Hik hik.
@lovepassword
==> lho Pak…?
saya ini kan bertanya, apakah agama bapak itu islam atau bukan.,,, gitu lho..
Kenapa pak guru ini malahan menuduh saya telah berprasangka ya?
Menuduh orang yang bukan-bukan itu, juga termasuk berprasangka lho pak.
Saya sih cuman ngasih tau aja ya..
he he he…
—
==> iya pak, selama saya baca posting-posting bapak, semuanya menunjukkan bahwa bapak adalah rendah hati…
he he he..
==> nah lha iya itu maksud saya pak..
Saya ngga bilang yesus meniadakan taurat (sampai sekarang taurat masih ada khan he he he ).
Saya berkata, dengan kedatanganNya, yesus memberikan option/pilihan baru kepada manusia.
Menggenapi itu bisa juga berarti “membuat genap”, karena tadinya ganjil.
Yang namanya ganjil itu ngga lengkap, gitu lho..
Dengan datangnya yesus, hukum digenapi/dilengkapi. Yang tadinya timpang, sekarang jadi ngga timpang.
Sebelum Yesus, kita cuman punya satu pilihan : ikut taurat titik.
Nah kalau ngga ikut taurat gimana? jawab : ya dosa jadinya.
Setelah Yesus datang, yesus memberikan pilihan baru kepada manusia.
Kalau kalian percaya Yesus adalah Tuh@n dan penyelamat, Maka kalian ngga perlu melakukan hukum yang ada di taurat itu. Cukup percaya Yesus dan melaksanakan hukumNya.
Apa hukumNYa itu :
1.Kasihilah Tuh@n dengan segenap hatimu.
2.Kasihilah sesamamu manusia.
Kata yesus, kalau kita sudah melakukan 2 hukum ini, berarti sama dengan melakukan ribuan aturan yang ada di taurat itu.
Apakah perlu melaksanakan Taurat?
Ya kalau kalian bisa, silahkan saja.
gitu maksud saya pak..
Jadi pak guru ngga boleh langsung ambil kesimpulan …
Begitu..
Oke deh pak..
Salam.
@jelasnggak anakku : Hik Hik kamu itu memang pintar ngomong. hik hik. Tapi mungkin itu salah satu hasil didikanku juga. Hik hik. Gurunya pinter ngomong muridnya pinter ngomong. Gurunya rendah hati muridnya ya rendah hati. Yang beda mungkin cuma kualitas ilmunya saja. Hik hik.
Oke deh. Penjelasan kamu yang ini bisa Pak Guru terima. Biarpun jawabanmu ini jelas-jelas nyontek jawaban gurumu, tapi yang penting kan ilmumu sudah naik. Hik Hik, Oke deh. Kamu sekarang tak naikkan jadi SMP.
Mas Herman, mudah-mudahan Mas Herman sedikit paham apa penjelasan dari muridku si Jelasnggak.
SALAM
@Lovepassword.
==> kalau bapak guru sering jalan-jalan di blog sebelah (agamaku.wordpress.com) bapak pasti menemukan jawaban saya ini.
Ini jawaban saya yang ke sekian untuk pertanyaan yang sama.
jadi kalau dikatakan nyontek yaaaaaa…..
agak-agak gimana gitu……
salam.
Terima kasih atas semua penjelasannya. Kalo saya simpulkan kira-kira seperti ini. Jelasnggak mengatakan: “saya [orang Kristen] ikut Perjanjian Baru, bukan Perjanjian Lama. …Setelah Yesus datang, yesus memberikan pilihan baru kepada manusia. Kalau kalian percaya Yesus adalah Tuh@n dan penyelamat, Maka kalian ngga perlu melakukan hukum yang ada di taurat itu.” Penjelasan Lovepassword juga sangat membantu; “Yesus datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat tetapi untuk menggenapinya …memang ada perubahan yang dibawa dengan kedatangan Yesus … Yesus hadir untuk merombak hukum yang begitu memberatkan sehingga menjadi lebih manusiawi …”
Point saya adalah; Yesus dalam batas-batas tertentu telah melakukan perubahan Hukum atas Kitab-Kitab Nabi sebelumnya [mungkin seperti tidak perlunya sunnat, tidak berlakunya lagi hukum halal-haram pada makanan, Mutlak dilarangnya perceraian, dst]
Maka pertanyaan saya; Kalau Kitab Perjanjian Baru diakui telah merubah hukum-hukum [dalam arti membatalkan, tidak lagi menganggap itu berlaku] Kitab Perjanjian Lama, mengapa Mas Iman beberapa waktu yang lalu sepertinya sangat “sewot” melihat ada perbedaan penjelasan yang diberikan Al Qur’an atas fakta-fakta sejarah yang disebutkan Perjanjian Lama [sekedar penjelasan Ishak dan Ismail, misalnya]; sampai saya waktu itu menawarkan pemahaman bahwa “itu tidak usah diartikan merevisi, mas, cukuplah dikatakan itu sekedar berbeda.”
Point yang lain adalah; Orang-orang Kristen sudah tidak usah lagi [atau tidak apa-apa tidak] mengikuti Hukum-Hukum dalam Perjanjian Lama.
Pertanyaan saya, bagaimana dengan Matius 5:17~20?
Tapi, pertanyaan-pertanyaan ini tidak dijawab juga tidak apa-apa, deh, mas. Saya sudah mendapatkan point yang ingin saya pahami dengan jawaban-jawaban yang sudah ada.
Ada hal lain yang ingin saya pahami.
Mas Iman, saya ada membaca beberapa ayat dari Injil Markus dan Injil Lukas, sebagai berikut;
Markus 2:2 “Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan dimuka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan Firman kepada mereka, …”
Markus 4:33 “Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan Firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, …”
Lukas 11:28 “Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya.”
Mas Iman, pertanyaan saya adalah Firman Allah yang disampaikan oleh Yesus ini; adakah terdokumentasi? Firman-Firman yang disampaikan ini adalah seperti apa yah, adakah semacam Sabda, Kata-KataNya atau Kalimat-KalimatNya? Dan dimana kita dapat membacanya? Maksud saya; adakah kumpulan khusus Firman ini, bukan seperti ke-Empat Injil yang didalamnya kebanyakan sejarah atau biografi Yesus, dimana diceritakan Yesus berjalan dari kota ke kota, dari danau ke danau, dari bukit ke bukit untuk melakukan aksi Mukjizat seperti menyembuhkan orang lumpuh, buta, berpenyakit kusta, dan membangunkan orang mati, mengusir setan atau menghardik angin dan danau, berjalan di atas air atau juga sekedar menggandakan roti.
Dan mas Iman, ada saya baca juga dalam Injil Lukas ayat berikut;
Lukas 1:2 “Seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.”
Mas Iman, apakah ini Firman yang juga Sabda, Kata-Kata atau Kalimat-Kalimatnya yang dimaksudkan dengan Firman dalam ayat ini?
Hik hik jelasnggak muridku terkasih…- muridku kamu sudah tak naikkan jadi SMP masih juga protes, hik hik. Mau klarifikasi ya ? Hik hik. Iya deh, kamu OK kali ini. Nggak terlalu malu-maluin gurumu ini. Cuma kamu itu kebangeten pelitnya. Kalo kamu merasa cuma sedikit pinter ya tetap nggak masalah kan kalo ilmumu itu kamu bagi-bagi. Hik Hik.
Ngomong-ngomong muridku apakah kamu yang pinter ini sudah tahu kalo dua prinsip hukum kasih Yesus ini juga ada sebenarnya ada di dalam ajaran Islam ?
Di dalam Islam, mengasihi Allah, istilahnya adalah habluminallah, dan mengasihi sesama dinamakan habluminanas. Hik hik. Kalo lo sudah tahu ya baguslah, kalo belum tahu ya tak beritahu. Jadi esensi dua ajaran kasih itu juga ada dalam agama yang lain juga, bukan cuma dalam agamamu saja.
selain kamu sibuk mencari tafsir yang apologis, hik hik ada baiknya kalo kamu juga melihat sisi-sisi yang lain juga. hik hik. Biar pengetahuanmu itu isinya nggak cuma hitam putih melulu. Kayak TV jaman purba saja. hik hik.
SALAM Muridku.
@Herman Hidayat : Hik Hik masalahnya mas Iman yang anda anggap sewot itu saya rasa nggak perlu diutik-utik lagi. Tapi daripada menjadi ganjalan di pikiran anda. Saya coba analisa alasan psikologisnya. Hik hik.
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya : Yesus datang membawa perubahan. Ini diakui oleh semua aliran dalam Kristen dan Islam. Hanya saja masing-masing menafsirkan secara berbeda sebatas mana perubahan yang dibawa Yesus. Mana saja ajaran Yahudi yang diubah dan mana yang dianggap tetap itu debatable. Seringkali timbul perdebatan keras mengenai hal ini sehingga menjengkelkan masing-masing pihak. Umat Kristen secara umum wajar juga kalo agak dongkol jika ada anggapan mereka menciptakan aturan sendiri yang tidak sesuai dengan ajaran Yesus.
Ada anggapan juga di sebagian umat Islam, kalo yang ajaran Yesus itu sama persis dengan ajaran Yahudi. Nggak ada yang dirubah sama sekali. Tentu saja ini menjengkelkan dari sisi Kristen dan juga sebenarnya agak salah juga kalo dilihat dari sisi Islam. Mengapa ? ya karena jelas2 ada ayat yang menuliskan kalo yesus datang untuk menghalalkan apa yang diharamkan oleh Nabi2 sebelumnya. Intinya adalah bukan apakah ada perubahan atau tidak. Itu jelas ada. Cuma dimana letak perubahannya itu . Nalarnya kan gitu.
Mungkin Mas Herman nggak pernah nuduh macam-macam , tetapi Iman Kristen pernah mendengar ucapan-ucapan di atas dari orang lain. Tetapi berhubung anda mengungkit kembali topik yang mirip dengan itu. Ya , andalah yang ketiban sampur. hik hik.
@@@Kalau kalian percaya Yesus adalah Tuh@n dan penyelamat, Maka kalian ngga perlu melakukan hukum yang ada di taurat itu.
Hik hik, saya rasa konsepnya ya nggak gitu-gitu banget deh. Semangatnya adalah membuat agama yang lebih manusiawi, bukan berarti semuanya lalu tidak dilaksanakan.
Seperti saya katakan tadi ada sisi yang bisa diubah dan ada sisi yang tidak bisa diubah. Tetapi framenya sama yaitu mengasihi Tuhan dan sesama manusia atau bila dalam term Islam kita bisa menyebutnya habluminallah dan habluminanas.
Masalah batasan antara mana yang boleh diubah dan mana yang nggak boleh – saya rasa adalah masalah klasik di semua agama. Karena kita bicara dalam konteks Islam Kristen maka bisa kita lihat bahwa masalah beda tafsir soal batas-batas mana yang boleh diubah dan mana yang nggak ini – ada juga pada masing-masing agama tersebut.
Masalah pertanyaan-pertanyaan anda yang lain, biarlah dijawab oleh Imankristen atau jelasnggak atau lainnya. Hik hik saya jadi pengamat politik saja.
@jelasnggak muridku terkasih : Kamu bisa njawab pertanyaan saudara Herman yang ini ? Atau kamu mau nyontek jawaban gurumu lagi. hik hik. Ya deh kamu nggak nyontek.
To Lovepassword…
Terima kasih atas tulisannya….
Saya melihat itu sebagai gambaran :”bersikap sama terhadap semua agama / tidak double standart”. Saya menghargai itu. Meskipun jawaban anda belum sempurna, tetapi sudah lumayan.
Sebenarnya jawaban itu dengan mudah didapatkan di om Google.
Coba bagaimana jawaban anda terhadap pertanyaan herman hidayat yang ditujukan kepada saya, bagaimana jawaban anda?
To herman hidayat….
Apa yang anda tanyakan itu tidaklah terlalu sulit, Lovepassword saja sebagai muslim mudah melihat “alternatif” jawabannya. Om Google bisa menjawab dengan tuntas.
Herman hidayat…, apakah jawaban Lovepassword sudah menjawab pertanyaan anda itu?
Ditunggu kelanjutannya.
Salam.
@semua muridku yang manis :
Hik Hik, astaga murid-muridku ngapain juga pertanyaan Mas Herman ini malah dilemparkan ke aku??? hik hik. Mas Herman ini kan nggak paham dan ingin belajar dari kalian. Hik hik.
Sebenarnya kalian ini memang nyerah atau memang mau menguji ilmu gurumu ini. hik hik.
@jelasnggak muridku terkasih :
Karena elo barusan protes karena nggak merasa nyontek jawaban gurumu, coba kamu tunjukkan sedikit ilmumu, agar gurumu ini benar-benar yakin kalo elo memang bukan tukang nyontek. Hik hik.
Entar kalau gua yang njawab pasti kau nyontek lagi jawabanku. Hik Hik…..O La la…-
SALAM Murid-muridku…
Semoga Tuhan memberkati kalian.
Mas Iman, pertanyaan Herman Hidayat #98 sudah terjawab. Terima kasih untuk Jelasnggak, Lovepassword dan mas Iman sendiri.
Tapi, pertanyaan Herman Hidayat #108 rasa-rasanya belum, khan?
Sedangkan pertanyaan Herman Hidayat #107 memang tidak perlu dijawab. Biarlah nanti, pada saatnya, saya akan menanyakan ulang hal itu.
Terima kasih.
To Lovepassword…, bisa bantu jawab yang 107# Herman Hidayat?
Saya akan bantu sedikit untuk menjernihkan masalah PL dan PB.
Jadi sebenarnya bukan meniadakan, tapi memerlukan (menggenapkan).
Saya sudah bahas ini di forum Agamaku. Malas untuk ulangi lagi sebenarnya.
Tapi secara garis besar sebagai berikut:
PL adalah Dokter Spesialist Rontgen.
PB adalah Dokter Spesialist Penyembuh.
Ketika seseorang patah tulang, ia pergi ke dokter spesialist Rotgen. Hasil Rotgen dianalisa oleh dokter spesialist tersebut untuk menyatakan “tingkat keparahan” penyakit tersebut.
Lalu sang pasien membawa hasil rontgen ke dokter sepesialist penyembuh (injil) untuk disembuhkan.
Hasil Rontgen tidak bisa menyembuhkan, hanya dalam tahap “memberitahukan” tingkat “kerusakan”.
Jadi disatu sisi, Hasil Rotgent diperlukan, tapi disisi lain “perlu yang lain” yaitu “obat” untuk menyembuhkan.
Disatu sisi, konsep PL diperlukan supaya datang ke PB, tapi disisi lain penyembuhannya tidak bisa mempergunakan PL.
Jadi Yesus tidak “merombak” hukum dalam PL tetapi mempergunakannya untuk dapat memberikan “injil” untuk menyembuhkan.
Obat (Pil/tablet) tidak merusak/merobak/merubah Rotgent. Tapi Rotgent diperlukan untuk memberikan Obat (Pil/tablet). Tentu saja Obat (Pil/tablet)) tidak sama dengan Rotgent.
Harap anda mengerti. (Maaf…, ini lumayan advance. Semoga anda bisa mencernanya).
Salam.
Mas Iman, saya dapat memahami tentang Fakta bahwa PB bukanlah meniadakan, melainkan menggenapkan PL. Hanya, ketika mas Iman menganalogkan PL dengan Specialis Rontgent dan PB dengan Specialis Penyembuh; saya menjadi kurang jelas mencerna. Tapi, it’s oke, saya cerna pelan-pelan. Dan saya akan kembali ke sini pada saatnya, kelak.
Tapi, point saya ada pada ini; PL yang saya tahu berisi Hukum. INi tentu bukan satu-satunya; tapi, jelas ada banyak FIrman Allah tentang HUkum. Hukum Kawin-Cerai, Hukum Makanan Halal/Haram, Hukum Kenajisan dan Hukum bagaimana Mensucikan Najis, Hukum Persembahan, dan sebagainya. Tentang Hukum-Hukum yang harus dijalankan oleh Bani Israel. Jadi, sepertinya, tidak cukup setara dengan analogi Specialist Rontgent, yaitu seseorang yang melakukan pemeriksaan atas tubuh. Ketika PL atau Kitab Taurat ini diterima Musa; Hukum-Hukum itu dimaksudkan agar dijalankan dengan patuh. Dan saat ini pun, saya kira Yahudi masih juga mengacu ke Hukum-Hukum itu dalam hidup beragama mereka.
PB pun bagi saya mirip. Di dalamnya ada penjelasan atau ajaran untuk dilakukan oleh Umat Kristiani. Bagaimana berdoa, bagaimana berpuasa, bagaimana harus mencintai Saudara sesama Manusia, anjuran untuk tidak menghamiki orang, dan seterusnya. Memang bukan seperti Firman Allah dalam PL yang memerintahkan Musa dan Umatnya melakukan atau tidak melakukan sesuatu, tapi setidaknya mirip lah.
Persamaannya bagi saya antara PL dan PB adalah; keduanya memuat ajaran tentang sesuatu untuk dilakukan atau untuk tidak dilakukan. Singkatnya ajaran tentang Kebajikan untuk dilakukan dan Kejahatan untuk dihindari.
Tapi, biarlah ini kita bahas kelak. Saya masih kelas nol dalam hal ini, jadi belajarnya setahap demi setahap. Saya masih mengharapkan penjelasan untuk pertanyaan saya Herman Hidayat #108. Mungkin sangat sederhana, tapi, tetap saja saya ingin memahaminya dengan benar, tidak sekedar prasangka saya sendiri.
Maaf ada yang kurang pada sebuah kalimat dari Herman Hidayat #115 di atas; saya ulangi [tambahkan] disini, yaitu pada Paragraf 3, kalimat terakhir.
Memang bukan seperti Firman Allah dalam PL yang memerintahkan Musa dan Umatnya dengan keras dan ancaman untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, tapi setidaknya mirip lah, yaitu sama-sama berisi ajaran untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
Hik hik,jelasnggak muridku tercinta – dikau lagi mumpet di mana ?hik hik.Kemarin saja lo gagah berani ngomong sama gurumu Hik ihik : Gua kagak nyontek pak.
Sekarang ada soal ujian baru malah ngilang. Hik hik. Pasti kau nunggu ada temanmu atau aku yang jawab duluan. Hik hik.
Anak pintar emang kau ini. Anak pintar dan jenius.HikHik.
hikhik, imankristen muridku tercinta juga : Seperti omongan kalian dan omonganku juga, setiap analogi memang punya kelemahan tersendiri, dan memang bisa mengundang beda persepsi antara yang ngomong dengan yang mendengarkan.
Dalam arti perlu adanya kesesuian antara dua pihak. Dalam kasus rontgentmu ini,aku sedikit banyak mudeng maksudmu.Tapi mas herman masih sedikit bingung. Tapi okelah, lama-lama beliau juga mudeng sendiri.
Okedeh, berhubung aku ini guru yang baik. Aku coba bantu kalian. Hik hik.
@jelasnggak : Kamu nyontek lagi ya nggak papa deh.
SALAM Muridku.
@Mas Herman Hidayat , berhubung muridku Iman kristen minta bantuanku menjawab nomor 107 maka Okelah saya bantu : dari pada anda bingung dengan analogi, saya nggak usah pake analogi. Kecuali kepepet. hik hik.
Saya kemarin-kemarin kan pernah bilang latar belakang ajaran Yesus itu karena ada hukum agama Yahudi tertentu yang memberatkan masyarakat. Mengapa memberatkan ? Ya mungkin karena perubahan sosial masyarakat, serta yang jelas karena sebagian ditambah-tambahi sendiri sehingga jadi berat. Agama apapun mengajarkan sesuatu yang berlebihan itu tidak ….? Tidak baik. Oke ? Anda paham latar belakangnya ya. Kebanyakan makan bisa jadi gendut kayak gua,kebanyakan beribadah pun juga nggak baik. Pokoknya intinya Allah tidak suka apapun yang serba berlebih-lebihan. Tidak suka apapun yang melampaui batas. Sesuatu yang serba berlebihan tidak disukai Allah, bahkan dalam ibadah sekalipun.
Jadi intinya karena ada sesuatu yang melampaui batas, dan itu menyulitkan masyarakat secara umum,maka itu perlu diubah. Yesus melakukan perubahan karena alasan ini.
Intinya adalah : Kalau bisa dibuat kayak lagu dangdut itu loh : yang sedang-sedang saja. Atau jalan tengah.
Karena konsepnya adalah jalan tengah,maka apa saja yang melanggar konsep ini perlu dibetulkan.
Ketika ada upaya dari sebagian pemuka agama Yahudi untuk membuat agama jadi berat, Yesus melawan mereka.
Perlawanan itu tentu harus dilihat dari konteks untuk mewujudkan sesuatu yang sedang-sedang saja tadi.
Tetapi ketika di sisi lain, Yesus melihat mulai ada kesalahpahaman, atau ada kesan kalo dia melawan agama Yahudi atau memerintahkan sesuatu yang berlawanan dengan agama pada waktu itu. Yesus juga harus membetulkan kesalahpahaman itu. Perkataan Yesus ini juga dalam konteks untuk mewujudkan jalan tengah tadi. Agar agama tidak dilecehkan.
Jadi ketika ada sesuatu yang condong ke kanan, Yesus mendorong ke kiri. Dan ketika ada sesuatu yang condong ke kiri,Yesus juga akan mendorong ke kanan.
Mendorong ke kiri tentu berlawanan dengan mendorong ke kanan. Tetapi kalo tahu latar belakangnya, baru bisa dimengerti kalo tujuannya adalah agar bangunan itu tetap tegak di tengah,tidak condong ke kanan atau ke kiri.
@imankristen : Sudah gua jawabkan nih. Muridku – setidaknya kau harus kirimkan satu box silverqueen untuk gurumu yang jenius ini .Hik Hik.
Pertanyaan yang lain bagian lo. Permintaanmu kan sudah kukabulkan. Sekarang lo jawab yang jadi bagian lo.Hik hik.
@imankristen : lo boleh juga gethok itu temanmu si jelasnggak. Enak aja tu anak malah enak-enakan mumpet. hikhik
SALAM MAS Herman
SALAM untuk semua muridku. hik hik.
Oh ya kepada semuanya saja :
Kalo ada yang ngomong Kitab Suci harus tidak boleh memiliki ayat yang bertentangan itu memang benar. Tetapi kita harus melihat yang tidak boleh bertentangan itu prinsip-prinsipnya. Tetapi secara tekstual dalam agama Kristen dan juga Islam yang namanya ayat-ayat yang secara tekstual berlawanan pasti ada. Kalo niat memang pengin tahu – tanya saja sama para atheis, hikhik. Mereka pasti tahu.
Tetapi nggak usah atheis, orang yang sering membaca Kitab Suci juga pasti tahu. Cuma biasanya ini bisa disinkronkan bila terjadi dalam agamanya sendiri.
Mengapa ada ayat2 yang bertentangan secara tekstual ???
Alasannya atau tujuannya bisa macem-macem : Mungkin menunjukkan adanya proses, misalnya dulu boleh karena masyarakat belum siap jika dilarang total, sekarang nggak boleh sama sekali. Mungkin untuk saling menyeimbangkan seperti contoh saya di atas. Jika miring ke kiri di dorong kekanan, jika miring ke kanan di dorong ke kiri. Contohnya Takdir Tuhan yang mengajarkan kepasrahan, dan usaha manusia yang mengajarkan manusia untuk berusaha. Itu secara logis kan memang berlawanan tetapi bisa dibilang saling menyeimbangkan.
SALAM
Mencoba membela Islam lagi. ^
“Arab gundul” dan “arab gondrong”.
Gini, tahu huruf kanji? China atau Jepang terserah. Tapi yang jelas, tidak semua orang bisa membaca kanji secara sempurna. Misalnya di Jepang. Jadi, buat mereka yang tidak bisa baca kanji secara sempurna, biasanya di atas huruf kanjinya, ada cara bacanya, disebut furigana, pake huruf kana. Klo yang udah pinter, nggak perlu pake itu sudah bisa baca kanjinya secara lancar. Dan, apakah mengubah arti klo nggak pake furigana? Katanya sih nggak.
Yah… keknya seperti itu ya arab gundul ama arab gondrong.
To lovepassword…
Lumayan juga jawaban anda.
Mengenai analogi…, anda harus belajar melihat “pesan” dari analogi itu.
Sebaiknya anda renungkan dulu, pergi ketempat yang sepi…, renungkanlah analogi saya itu. Coba renungkan dulu…, kalau anda gagal memahami…, lapor lagi ke sini.
Di Iman Kristen Belajar Islam saya katakan, untuk belajar islam…, ilmu saya seperti anak TK dibandingkan dengan anda, demikian juga sebaliknya.
Jadi kalau anda mau lebih pintar belajar Kristen, posisinya jangan jadi “penentu” tapi jadilah “pembelajar”. Kalau ketemu kalimat saya mengenai tafsiran Kristen, direnungkan dulu, jangan malah kasih tahu saya yang benar atau salah. Dalam hal Islam…, saya coba mendengarkan dan belajar. Dalam hal Kristen…, sebaliknya.
To Muslim….,
Dalam sejarah Alkitab, kami mengenal masa dimana Umat pilihan Allah (Israel) berusaha untuk kembali ke Taurat, sehingga menerjemahkannya menjadi sedemikian detailnya, tanpa disadari terjadi penyimpangan. Ini menjadi budaya mereka, yang sebenarnya Allah maksudkan tidaklah demikian. Misalnya: Hukum Taurat: Tidak boleh bekerja pada hari sabat. Salah satu “terjemahannya” tidak boleh menyembuhkan pada hari sabat. Karena menyembuhkan (tugas dokter) merupakan pekerjaan juga. Bandingkan dengan orang lumpuh minta disembuhkan Yesus pada hari Sabat dan Yesus melakukannya sehingga orang itu tidak lumpuh lagi. Yesus dianggap melanggar Hukum Taurat Allah.
Dalam sebuah buku “Christ and Culture” dituliskan, mengapa Yesus disalib? Karena Ia mencoba mengubah kebudayaan Israel saat itu.
Mirip IslamLib saat ini.
Salam.
Hik Hik ImanKristen muridku, dari kemarin kamu bilang gua lumayan melulu. Bilang kek kalo gurumu ini emang jenius, top markotop, good marsogood, tampan, baik hati dan tidak sombong. Hik hik.
Lha PR mu sendiri kok malah belom kau kerjakan. Muridku kamu nyuruh saya menjawabkan nomor 107 sudah tak jawabkan. Lha jawaban kamu sendiri untuk yang laen mana coba ? hik hik.
Masalah analogi ? Analogi lo sih kecil. Yang nggak mudeng kan bukan saya tapi Mas Herman. Hik Hik. Ngapain juga belajar analogi mesti nyepi. Sambil disko juga gua pasti mudeng. Hik hik.
Cuma yang namanya analogi memang ada sisi yang bolong, makanya gua maklum kalo ada yang nggak mudeng.
@Kalau ketemu kalimat saya mengenai tafsiran Kristen, direnungkan dulu, jangan malah kasih tahu saya yang benar atau salah. Dalam hal Islam…, saya coba mendengarkan dan belajar. Dalam hal Kristen…, sebaliknya.
Hik Hik bagaimana gurumu ini bisa menilai, lha wong kamu malah belum menjawab pertanyaan Mas Herman. Masalah renung merenung, mah gampang atuh. Sambil makan martabak manis juga gua bisa termenung. Hik Hik.
Tapi sekali lagi : Saat ini belum ada lagi sesuatu yang bisa saya renungkan, karena elo belum menjawab pertanyaan nomor 108 itu. Hik Hik. Apanya yang mau gua renungkan lha kamu saja belon ngomong apa-apa.
Apa lo juga mau nyerah lagi sama kayak temenmu si jelasnggak itu. Hik hik.
Kalo lo mau denger pendapat gurumu ya okelah, nanti tak jawabkan kalo kalian nyerah. hik hik.
Gimana Muridku. Mau nyoba njawab atau give up ???
Tidak tahu itu nggak papa muridku. Bukan dosa. jadi nggak perlu malu. Asli : Kadang2 gua juga menjawab Tidak tahu kalo ada yang tanya sama aku di blog. Hik Hik.
Masalah saya jadi pembelajar itu ya tentu saja masukan kamu Pak Guru terima. Nggak saja tentang Kristen – tentang Islam, tentang agama lain, tentang password, tentang komputer, serta tentang ilmu lain2 juga Pak Gurumu ini masih terus belajar. Hik Hik. Mengapa muridku ? Ya karena yang namanya ilmu itu nggak ada batasnya anakku sayang.
Eh ngomong-ngomong :
Temenmu si jelasnggak itu sudah kamu jitak apa belon? Silakan saja kalo kamu mau jewer kupingnya. Hik Hik. Suruh bantu kaulah, temenmu itu. Hik Hik.
@jelasnggak muridku terkasih :
Kau ini kalo mumpet betah betul. Hik hik. Jangan-jangan kau lagi nyari contekan jawaban sama suhu lainnya. Hik Hik. Bagus-bagus. Kamu memang kreatif.
SALAM Muridku.
Astaga sekarang semua muridku malah mumpet ? Nggak ada satupun yang nongol.
Weleh2
Gua main sama siapa dong ??
Muridku…..? Where are you ?
Hik Hik
Cilup…..
Baaaaa !
To lovepassword…
He he he….
Wah…., saya tidak akan menjawab anda lagi.
1. Kemarin sudah pernah saya bilang…, bacaan anda kurang banyak.
2. Anda merasa lebih tahu soal kristen dari saya.
3. Anda punya kesulitan membaca tulisan orang. Entah karena memang anda kurang punya kemampuan membaca atau karena anda memang pikirannya (maaf).. agak… error.
Sudah saya kasih jawaban…
Cape dehhhh…., nih renungkan quote jawaban saya di 121#imankristen:
Kalau anda tidak mengerti dan mau belajar…, tinggal bilang…”maaf, saya kurang jelas maksudnya tulisan anda yang ini, bisa dijernihkan…..” atau seperti cara belajar mas herman “saya cerna dulu…, nanti saya kesini lagi menanyakannya…”.
Karena semakin anda banyak bicara soal Kristen tapi tidak mencoba belajar mengerti tulisan saya…., anda seperti… maaf… “tong kosong nyaring bunyinya…”
To jelasenggak…
Saya tidak akan menjawab nih orang lagi…, kalau anda mau latihan ngalor-ngidul dengan lovepassword…, saya persilahkan….
Jawabnya jangan seriouuusss, kalau mbolehh agakk ngacooo jawabannya. Makinn ngaloorrr ngidulll…., makinnn seruuu diskusiii amaa diaaa… he he he
Salam.
HikHik imankristen muridku terkasih, hikhik ,kamu ini kok kayak anak perawan saja, kolokan dan mudah ngambek (Hik hik kayaknya aku bisa diomelin para perawan nih).
Kamu bilang saya tidak belajar mengerti tulisan kamu. hik hik. Apanya yang mesti saya pelajari wong saya sudah tahu. Hik hik.
Kalo kamu ngomong hal yang baru bagi saya ya pasti tak pelajari. Cuma kamu ini ngomong masalah basi tapi kamu puter-puter biar kelihatan gaya saja. hik hik. Mirip seperti mahasiswa anyaran ngomongnya muter2 biar kelihatan intelek.
Padahal ???? Wah…wah….Kamu bisa mengundang mis-intersepsi sangat seriouuuuuuuuuuuuus usss terhadap ajaran agama kamu sendiri.
Aku sudah baik-baik bantuin njellasin eh kamu malah ngambek kayak anak TK nggak diberi permen. Hik Hik jangan makan permen banyak2 anak TK-ku nanti kamu sakit gigi.
Pantas dari kemarin levelmu tidak naik-naik. TK saja terus hik hik. Lha wong kamu ini sudah nggak terlalu pinter, galak, ngambekan lagi. Wih…wih…kombinasi yang tidak ideal sama sekali.
Kan aku sudah bilang kamu ini TK, ya waktu aku ngomong kamu ini TK itu artinya kamu memang TK. Levelkamu ini masih TK baik dalam agama Islam serta Kristen juga. Lha setiap ada pertanyaan jawabanmu muter-muter kayak layangan putus diterpa angin. hik hik.
Kan aku sudah bilang Tidak tahu itu tidak dosa. Jawab saja : Gua ini memang TK, ilmu kurang tinggi. Saya dan pengunjung blog lainnya akan ajari kamu pelan-pelan. Hik Hik….- Kalo aku nggak tahu, ya entar kan ada juga yang tahu. Daripada kamu sok gengsi kebesaran gaya, malah malu-maluin saja. Hik Hik…..
Omongan gua keras yah ??? Sorry guru yang baik ya harus tahu kapan berkata yang membangun seperti ini. Kamu tersinggung ?? Hik Hik…Mikir dululah 3 x, merenung dulu sambil makan bakso sebelum memutuskan untuk tersinggung.
SALAM Muridku
Semoga Tuhan memberkati kamu.
Hik hik, imankristen anakku terkasih ,kamu bilang omongan gurumu ini seperti tong kosong yang nyaring bunyinya. Hik hik. Anakku bisa kamu tunjukkan apa pengetahuan saya yang salah tentang agama Kristen yang sudah saya sebutkan.
Di blog ini ada banyak orang Kristen berkumpul, dan banyak orang yang setidaknya punya pengetahuan agama Kristen yang memadai dan mereka diam. Mereka tidak ada yang memprotes omongan saya. Kecuali kamu anak TK-ku. Dan omongan kamu ini sama sekali tidak signifikan karena tidak kamu jelaskan alasannnya.
Kepada semua pengunjung blog, pendeta, pastur maupun mahasiswa teologia, silakan beri saya masukan kalo ada komentar saya yang salah mengenai tafsir agama Kristen.
Silakan baca semua komentar saya di atas.
Silakan tunjukkan kebodohan saya di mana.
Mungkin cuma satu kebodohan saya : hik hik punya murid yang nggak pinter-pinter, keras kepala lagi.
Hik Hik
SALAM Muridku….
Semoga Kasih Allah selalu menyertai kamu.
@Iman Kristen.
Mas Iman..
Kamu kok sabar banget yaa..
hi hi hi…
salam
Setelah tak pikir2 omonganku yang nomor 126 itu memang terlalu kejam. Bisa2 aku malah dimusuhi sama murid2ku sendiri. Sekarang saja mereka sudah pada ngambek. Enaknya gimana ya ???
Mau tak cabut – gengsi dong aku.
Kalau ndak tak cabut – bisa-bisa aku malah dimusuhi beneran sama murid2ku yang aslinya baik hati, yah sedikit tinggi hati juga sih. Mungkin ketularan gurunya. Hik hik
Oke deh omonganku yang nomor 126 aku cabut.
Tapi masalah hari Sabat itu, ngapain juga muridku si ImanKristen ngasih kuliah hari Sabat sama aku. Bukannya yang belum jelas itu Mas Herman. Lha kok aku terus yang dikejar-kejar sama dia. Wah jangan2 dia ngefans berat sama aku. hik hik.. bagus-bagus…..Aku nggak boleh terlalu kejam nih. Harus lebih sabar menghadapi anak-anak manis di sini.
========================================
@jelasnggak 128 : Iya nih. Harus saya akui temenmu itu memang sabar juga ternyata.
Eh ngomong2 ngapain juga kamu malah ikutan tertawa. Tiwas tadi aku bilang kalo kamu ini solider. tahunya ikutan mringis juga. Hik Hik.
Tapi nggak papalah. kayaknya kali ini aku memang yang terlalu keras ngomongnya. Hik Hik. Perlu minta sorry nih.
Sorry ya imankristen, asli sorry : anggap saja omonganku yang nomor 126 itu nggak ada.
Salam Bos hik hik.
Artikel yang luar biasa (dan berani).
Saya salut untuk Sdr. Iman Kristen.
Maaf karena saya terlambat membaca tulisan ini dan terlambat berpartisipasi di sini.
Tuhan memberkati.
Dear Mas Iman Kristen,
Hahaha… seperti halnya Mas JelasNggak, saya salut dengan kesabaran kamu. Terutama dalam menghadapi Lovepassword yang selalu “menyerang” personality Mas Iman.
Diskusi seperti Lovepassword ini sebenarnya bikin malas saja ya? Tapi teruslah bersabar dan setia.
Maaf karena saya terlambat gabung. Saya akan baca semua komen dari atas. Siapa tahu saya bisa menyumbangkan pemikiran.
Tuhan memberkati.
Hallo Semua,
Salam kenal, terutama untuk Herman Hidayat & LovePassword yang telah membuka diri untuk berdiskusi tentang kepercayaan Kristiani. Saya salut kepada Herman yang telah mempelajari banyak kitab yang di antaranya adalah PL & PB.
Bagi sebagian besar orang akan bingung mendapati kenyataan bahwa PL & PB berbeda, dan bahkan beberapa di antaranya bertentangan. Sekedar melengkapi penjelasan Iman Kristen tentang dokter spesialis, saya akan memberikan sedikit pemikiran dari sudut pandang yang berbeda.
Perjanjian Lama
PL itu adalah ungkapan pernyataan kasih Tuhan kepada umatnya dalam bentuk penyertaan-Nya di setiap kehidupan manusia sepanjang masa. Tidak heran jika PL isinya adalah cerita sejarah umat manusia. Sejak awal mula sampai kehadiran Mesias.
Penyertaan Tuhan sangat gamblang tertulis di PL. Tidak jarang Tuhan berkenan hadir langsung dan bertemu dengan tokoh-tokoh Alkitab. Sebut saja Adam & Hawa, Nuh, Abraham, Musa, dst. Padahal seperti sudah tertuang di PL, umat manusia selalu saja jatuh ke dalam dosa. Tetapi mengapa Tuhan tetap setia kepada manusia?
Dalam semua kisah PL, Tuhan selalu menyertai manusia dengan catatan, yaitu bahwa manusia akan selalu baik hidupnya jika mengikuti perintah Tuhan. Tetapi jika tidak, maka Tuhan tidak segan untuk menghukum manusia.
Seperti ketika seorang ibu berteriak kepada anaknya yang berusia 5 tahun yang sedang memanjat pohon yang tinggi: “Nak, jangan naik ke atas pohon! Nanti jatuh! Ayo sini turun!!!”
Seringkali yang tertulis di PL adalah aturan-aturan belaka tanpa disertai makna di balik aturan-aturan itu dan mengapa harus ada aturan2 seperti itu. Seperti anak 5 tahun tadi, dia belum tahu resiko apa yang dihadapinya ketika ia memanjat pohon itu. Dan ibunya pun hanya berteriak melarangnya.
Perjanjian Baru
PB itu adalah pengungkapan makna sejati dari kasih Tuhan yang dulunya tertuang dalam bentuk aturan2. Mengapa Tuhan mau menyertai umat manusia dari awal sampai akhir? Ada apa di balik itu semua? Dan mengapa sampai Tuhan sendiri hadir di dunia dalam wujud manusia?
Sedikit berkilas balik, sebenarnya kedatangan Yesus/Mesias sudah didengungkan sejak Kitab Kejadian (kitab pertama dalam PL). Dan terus dinyatakan di PL sebagai janji keselamatan bagi umat manusia.
Ketika Yesus datang dan menyatakan berita gembira itu, ternyata ajaran-Nya banyak berbeda dengan PL. Tetapi sebenarnya tidak berbeda, hanya saja penyajiannya berbeda, karena ajaran Yesus mengajak kita semua merenung dan memahami hakekat dari kasih Tuhan. Kita diajak memahami kasih sejati Tuhan.
Jika PL banyak berisi aturan ketat tentang tingkah laku manusia, maka Yesus menjelaskan bahwa aturan itu memang perlu tetapi semuanya itu adalah penyataan kasih Tuhan belaka. Manusia boleh taat mengikuti aturan2 itu, tetapi Yesus akan menghakimi berdasarkan isi hati manusia, bukan perbuatannya. Perbuatan (yang diatur-atur) itu hanya salah satu upaya untuk menjaga diri manusia itu sendiri. Tetapi jika perbuatan itu sudah merupakan cerminan isi hati yang tulus dan penuh kasih, saya yakin manusia tidak perlu diberi aturan2 seperti itu lagi.
Kembali ke analogi ibu & anaknya tadi, tampaknya seruan ibu kepada anaknya untuk turun sepertinya galak sekali. Tidak jarang si ibu menjewer si anak ketika tidak mau turun. Si ibu gemas karena rasa khawatirnya yang luar biasa.
Tetapi ketika si anak kemudian turun, maka si ibu akan memeluk si anak dan menciumnya dengan penuh kasih. Kemudian di pangkuannya si ibu bicara demikian: “jangan naik pohon itu ya? Kamu masih kecil, tubuhmu belum kuat benar. Bisa saja kamu terpeleset, atau tanganmu belum terlalu kuat untuk menopang tubuhmu. Kalau kamu jatuh, tubuh kamu bisa sakit. Bisa saja tulang-tulangmu patah dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh.”
Bertentangan?
Sedikit mengenai pertentangan, kita ambil saja salah satu aturan, yaitu tentang kawin-cerai. Musa telah memberikan aturan yang jelas tentang perzinahan dan kawin cerai. Jika mau cerai, maka buatlah surat cerai. Ya, semudah itu. Semudah melegalisasikan surat cerai, maka cerailah suami-istri. Padahal sebenarnya jika sepasang manusia cerai kemudian menikah lagi dengan orang lain, maka mereka hidup dalam perzinahan.
Tetapi Yesus memberikan pengajaran tentang hakekat dari perkawinan, yaitu bahwa Tuhan menciptakan manusia sepasang, yaitu laki-laki dan perempuan. Apa yang sudah diikat oleh Tuhan di surga tidak boleh diceraikan oleh manusia.
Lalu mengapa dulu pada saat jaman Musa kawin cerai diperbolehkan? Itu semua karena ketegaran hati manusia sehingga Musa perlu membuat aturan seperti itu.
Tetapi menurut Yesus, jika kita memandang wanita dan menginginkannya, maka itu sudah termasuk zinah walau pun hanya di dalam hatinya. Ingat bahwa Yesus akan menghakimi hati & perbuatan manusia, bukan hanya dari perbuatannya saja.
Itulah inti dari keselamatan. Dan pengampunan Tuhan juga datang dari ketulusan hati manusia itu sendiri. Dalam PB banyak sekali diceritakan bahwa banyak pendosa yang kemudian diampuni karena ketulusan hatinya. Termasuk penjahat yang disalibkan di sebelah Yesus, dia beroleh pengampunan walau pun hidupnya dipenuhi dosa. Dan Tuhan akan dengan senang hati mengampuni manusia yang kembali ke jalan Tuhan dari segala dosanya.
Ingat bahwa pengampunan Tuhan datang dari ketulusan hati manusia itu sendiri. Bukan berarti jika berbuat dosa kemudian berbuat baik sebanyak-banyaknya lantas akan diampuni Tuhan. Padahal motif berbuat baiknya melulu hanya untuk menutup dosanya. Ibarat kata melunasi hutang.
Tanpa disertai pertobatan yang datang dari ketulusan hati, perbuatan baiknya (sebesar apa pun) tidak akan menghapus dosanya.
Penutup
Ah, saya kok jadi nulisnya panjang lebar begini sih? Ngelantur lagi… Semoga saja dapat sedikit menjawab pertanyaan Herman & LovePassword tentang PL & PB.
Intinya adalah bahwa PL dan PB itu kisah kasih Tuhan kepada umat-Nya. Sepanjang masa. Tuhan memberkati kita semua.
@agamaku 132 : hik hik, duh kenapa malah gua yang lu tendang sih. Aku kan jelas bermaksud baik supaya tuan rumah lebih menghargai tamu gicu lho. Yah saling menghargailah. Saya nggak tahu kamu tahu sejarahnya apa nggak, tapi saya anggap saja kamu nggak tahu.
Apakah saya menyerang personalitu Mas Iman ? Saya nggak tahu apakah Mas Iman merasa diserang atau merasa menyerang. Tetapi sebelum anda menghakimi saya. Hik Hik menghakimi itu dosa lho sayang. Apa lo kepengen saya beritahukan ayatnya ??? He he he
Yah saya harap anda baca dululah komentar teman2 yang lain, sebelum komentar2 saya.
Yang saya harapkan kan sebenarnya sederhana saja : kalo ada yang bertanya jangan selalu dipersepsikan ingin menyerang gitu lho. Nggak bagus kan kalo gitu. Kalo ada pertanyaan ya boleh dijawab boleh tidak tapi kan nggak perlu masing2 dari kita demikian emosional sehingga melupakan akal sehat. hik hik.
@Diskusi seperti Lovepassword ini sebenarnya bikin malas saja ya? Tapi teruslah bersabar dan setia.
Wah makasih ya. Anda nggak nyuruh saya untuk sabar juga. hik hik. Bagus, anda sedemikian mempercayai saya. Saya ini memang sabar ya sehingga anda memilih menasehati yang lain. hik hik.
OK BOS SALAM….-
=====
Eh ngomong2 kayaknya kalian keberatan ya kalo kupanggil anak TK hik hik ?
Padahal aku ini bermaksud baik lho mendoakan kalian masuk surga.
Kan ada tulisan seperti ini : Tidak ada seorang pun yang bisa maksud ke kerajaan Surga tanpa menjadi anak-anak.
jadi kalo ada yang memanggil kalian anak TK? Berbahagialah.
Aku saja kalo dipanggil anak Tk juga paling ha ha hihi .
O la la….Bagusnya ternyata aku ini awet muda.
Iya deh, kalo kalian nggak mau masuk surga, aku nggak manggil kalian anak TK lagi. Hi hi hi.
Kecuali kalo kepepet ya ?
SALAM
@agamaku 133 :
Lha yang saya maksud cara menjawab yang baik itu ya seperti yang kamu lakukan ini. Terlepas apakah ada yang setuju atau tidak setuju – tapi kan jawaban ini santun dan argumentatif gicu lho. Bukan malah ngajak bacok-bacokan. Atau orang nggak tahu malah digencet dan ditertawakan. hik hik.
Baguslah.
Coba ada kamu sejak awal yang mau menjawab selembut ini. Hik Hik. mana tega aku membuat huru hara di sini.
SALAM BOS…..
@ Dear LovePassword #134 & #135,
Wah, maaf kalau ternyata komentar saya di #132 menyinggung Anda. Tetapi saya tidak bermaksud menghakimi loh. Dan sebenarnya saya memang tidak sedang menghakimi.
Saya memang menuliskan komentar Anda sebagai “menyerang” personality, tapi kesannya memang begitu. Seringkali Anda menuliskan hal-hal lain di luar topik diskusi, misalnya mengganggap Iman Kristen itu anak TK, anak perawan, kolokan, dan mudah ngambek, dll. Mungkin saya salah menganggap bahwa semua kata-kata Anda itu menyerang personality, tapi saya kok menangkap kesannya begitu ya?
Coba seandainya semua kata itu diucapkan ke diri Anda sendiri, bagaimana perasaan Anda?
Oh iya, saya tidak menghakimi loh. Saya cuma menangkap kesannya begitu. Kalau saya salah, saya mohon maaf. Mungkin lebih baik jika kita mulai lagi dengan diskusi yang baik. Bagaimana? Setuju?
Salam.
@agamaku 136 : Coba baca komentar 31 sampai 60 an. Pokoknya komentar2 sebelumnya deh. Hik hik. Saya sudah mengalah terlalu banyak kan. weleh..weleh. Apakah komentar kamu no 132 menyinggung saya? Ya nggak lah. Cuma menunjukkan kalo nggak terlalu tahu sejarah itu saja.
Saya menuliskan sesuatu yang diluar topik diskusi. hik hik. Wah anda nggak lihat esensinya sih. Ketika saya dikatakan kurang bacaan atau tong kosong berbunyi nyaring. Tentu saja semua itu juga masih di dalam topik diskusi . hi hi hi.
Lha saya kan sudah bales tanya kalo kurang bacaan, buku apa yang harus saya baca. Nggak ada yang mau menjawab. Ya, lalu saya panggil saja semuanya anak TK. hik Hik. Nakal ya gua ? Hik hik. Pria nakal di persimpangan jalan.
Apakah saya tersinggung bila dipanggil anak TK ?
Hik Hik
Di dunia maya ini – ada satu orang yang sering memanggil saya anak TK – yaitu “guru TK saya” Raden Mas Haniifa PG (PG = Pancen Gantheng). Dan nyatanya saya oke2 saja tuh. Hik hik.
Ketika saya dipanggil oleh dia sebagai anak TK, ya saya panggil dia guru TK. Hik Hik.
Bahkan sampe dengan hari ini – saya masih menganggap dia guru TK saya. Dia itu guru TK saya yang senang ngajari saya bahasa assembly. Lha aku ini muridnya yang paling gantheng. Jadi saya punya gelar PG juga. Anda nggak usah iri, ya ?
@Mungkin lebih baik jika kita mulai lagi dengan diskusi yang baik. Bagaimana? Setuju?
Yak siap grak. Hormat grak. Kalo menghadapi orang sehalus anda, sesantun anda – rasanya mana tega saya memanggil anda anak TK. Anak SD saja ya ? Gimana setuju ?
Hus….lovepassword kamu kan sudah ngomong nggak akan membuat huru-hara lagi ? Iya deh, gimana kalo kalian kupanggil bapak manis saja ? Manis kayak martabak manis deh.
Oke, SALAM untuk anda.
Semoga Tuhan memberkati kita semua.
menarik jg diskusinya, saya pernah baca ceritanya dan brown dalam the da vinci code, mungkin lucu ya?he, tapi masuk akal juga kalau dikatakan bahwa teks alkitab yang ada sekarang telah berubah mengingat kekuasaan vatikan yang begitu absolut dalam iman katolik. bagaimana mungkin sebuah institusi yang duniawi bisa begitu kuat sehingga bisa memaafkan dosa seseorang?……
…..Cekixkix….kix…kix…