Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Doktrin Alkitab’ Category

Dalam Alkitab jelas sekali Allah menyatakan dirinya dalam 2 penyataan, yaitu penyataan umun (alam) dan penyataan khusus (firman).

Penyataan alam sebelum adam berdosa sesungguhnya sempurna adanya. Melalui alam, manusia dapat mengenal Allah dengan jernih, karena alam menjadi cermin yang jernih untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Maz.19:2-3 dengan jelas menyatakan hal tersebut.

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan berita itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar” (lebih…)

Read Full Post »

Otoritas Alkitab, yang karenanya Alkitab harus diyakini dan ditaati, tidak tergantung pada kesaksian manusia atau Gereja; melainkan sepenuhnya tergantung kepada Allah (yang adalah Kebenaran itu sendiri), Penulis Alkitab itu sendiri; dan karena itu, Alkitab harus diterima karena Alkitab adalah firman Allah.

(lebih…)

Read Full Post »

Sebagaimana dikatakan oleh Alkitab,

  • “Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,”
  • “pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya” (Ibr.1:1-2).

(lebih…)

Read Full Post »

Tahukah anda, penyataan Allah sebelum kejatuhan manusia kedalam dosa berbeda dengan penyataan yang diberikan oleh Allah setelah kejatuhan itu, maka ini berlaku untuk penyataan alam dan penyataan khusus (firman). Dua bentuk penyataan ini selalu setara. Penyataan alam dan penyataan khusus sebelum kejatuhan manusia dikaitkan dengan, dan dirancang untuk berfungsi melalui ketaatan Adam. Kejatuhan manusia ke dalam dosa membuat penyataan ini tidak berfungsi.

(lebih…)

Read Full Post »

Dalam akal budi manusia, penyataan Allah mengalami penafsiran ulang dalam suatu kesadaran diri. Tugas manusia adalah menyadari semua makna yang telah Allah tempatkan dalam alam semesta ini. Manusia memulai tugas ini (Kej.19-20). Manusia menggunakan kemampuan investigasi yang telah Allah berikan untuk mendapatkan makna yang sebenarnya (yaitu yang telah ditanamkan Allah) dari alam. Ketika Adam “memberikan nama” bagi sesuatu di alam ini, dia hanya membaca “nama” (makna) yang telah ditempatkan disana oleh Allah.

(lebih…)

Read Full Post »

Penyataan diri Allah kepada manusia dinyatakan dalam 2 cara berbeda:

Dalam Alam dan dalam Alkitab

Seringkali orang kristen menyatakan penyataan alam tidak mencukupi, seolah-olah terdapat cacat dalam pernyataan alam tentang Allah itu. Hal itu terlihat dari bukti-bukti yang diberikan manusia untuk menyatakan keberadaan Allah melalui alam. (lebih…)

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.