Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Doktrin Tritunggal’ Kategori

Sebagian dari Bapa-Bapa Gereja awal dan juga teolog-teolog masa kini, dengan tidak memperhatikan karakter progresif dari wahyu Allah, memberi kesan bahwa doktrin Allah Tritunggal telah secara lengkap dinyatakan dalam Perjanjian Lama. Di pihak lain, penganut Siconian dan Arminian berpendapat bahwa doktrin Trituggal ini sama sekali tidak ada dalam Perjanjian Lama. Kedua-duanya keliru.

(lebih…)

Read Full Post »

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, atribut-atribut Allah yang ditemukan juga dalam makhluk ciptaan (communicable attributes) menekankan kepribadian-Nya, sebab mereka menyatakan diri-Nya sebagai Keberadaan moral dan rasional. Kehidupan Allah menjulang di depan kita dengan jelas dalam Alkitab sebagai kehidupan personal; dan tentu saja sangatlah penting untuk tetap berpegang pada kepribadian Allah, sebab tanpanya tak akan mungkin ada agama dalam arti yang sebenar-benarnya: tidak ada doa, tidak ada persekutuan pribadi, tidak ada kepercayaan yang penuh, tidak ada pengharapan yang benar.

(lebih…)

Read Full Post »

Sesudah masa tahap awal tersebut, kita tidak lagi mendapati perkembangan yang lebih jauh dari doktrin Tritunggal, tetapi hanya berulang-ulang berhadapan dengan kekeliruan-kekeliruan masa-masa sebelumnya. Kaum Arminian, Episkopus, Curcellaeus dan Limborgh memperbaharui doktrin subordinasi kembali, seolah-olah ingin tetap mempertahankan kesatuan Allah. Mereka menganggap Allah Bapa memiliki kekuasaan tertentu atas kedua pribadi lain, dalam tingkatan, kemuliaan dan kuasa.

(lebih…)

Read Full Post »

Orang-orang Yahudi pada jaman Tuhan Yesus sangat menekankan kesatuan Allah, dan penekanan ini terus dipertahankan dalam gereja Kristen. Akibatnya adalah bahwa sebagian orang kemudian menyingkirkan perbedaan pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu satu persatu, dan yang lain gagal dalam memberikan penjelasan yang sempurna pada keilahian esensial dari pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu satu persatu, dan yang lain gagal dalam memberikan penjelasan yang sempurna pada keilahian esensial dari pribadi kedua dan ketiga Allah Tritunggal.

(lebih…)

Read Full Post »

Perjanjian Baru ditulis setelah natur Trinitas Allah telah dimanifestasikan secara utuh. Para rasul sangat menyadari fakta bahwa meskipun Allah tetap tidak kelihatan di sorga, tetapi pada saat yang sama Dia berdiri di hadapan mereka dalam bentuk inkarnasi-Nya dalam daging. Mereka melihat Allah (yang dalam wujud daging) berdoa kepada Allah di sorga. Ketika mereka melihat-Nya terangkat ke sorga, mereka juga menjadi saksi datangnya Roh Kudus.

(lebih…)

Read Full Post »

Allah Perjanjian Lama adalah Allah Trinitas yang adalah Allah Sempurna walaupun tidak dinyatakan secara penuh. Karena demikian permasalahannya, maka tidak heran bahwa banyak hal di dalam Perjanjian Lama hanya bisa dipahami dalam terang doktrin Trinitas (yang sekarang telah sepenuhnya dinyatakan).

(lebih…)

Read Full Post »

Allah Tritunggal

Di dalam Allah yang esa, terdapat tiga Pribadi, yang adalah satu dalam substansi, kuasa, dan kekekalan: Allah Bapa, Allah Anak, dan Roh Kudus. Bapa bukan berasal dari apapun, juga bukan diperanakkan oleh siapa pun, juga bukan keluar dari apa pun; Anak diperanakkan dari Bapa sejak kekekalan; Roh Kudus keluar dari Bapa dan Anak sejak kekekalan.

(lebih…)

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.