Salam untuk semua saudaraku.
Saya mohon maaf sebelumnya, dikarenakan banyaknya tanggapan ke blog ini yang saya anggap spam, baik yang menulis dari umat Kristen maupun non Kristen, karena masuk ke halaman Diskusi Terbatas.
Tetapi saya tidak bisa menutup kerinduan anda semua untuk bisa berdiskusi.
Untuk itu, halaman Diskusi Iman Kristen – I (DIK-I) ini, saya buat dengan tujuan, adanya diskusi terbuka dengan cara-cara yang sopan. Siapapun yang ingin berdiskusi dapat masuk ke halaman ini. Baik yang Kristen maupun non Kristen. Saya tidak harus menjawab pertanyaan saudaraku yang non Kristen. Rekan-rekan Kristen lain dapat menjawabnya.
Silahkan anda saling bertanya dan berdiskusi disini.
Salam.
@penghibur di penyataan alam.
Untuk mengerti Gambar Allah, maka kita harus tahu Allah itu apa.
Lihat Gambar Allah di:
http://imankristen.wordpress.com/2008/04/10/allah-adalah-roh/
Salam.
Dengan kata lain RC Sproul menuliskan bahwa
allah nya sdr. penghibur cuma bisa paling banyak melihat secara TIGA dimensi, kalau Tuh@n orang kristen bisa berjuta2 dimensi..
iya kan penghibur?
He he he….
Jangan marah yaa penghibur, habis kamu lucu sih…
Tulisan kamu kebanyakan lucu, jadi saya ikutan melucu juga…
salam
@imankristen
Kalo pernyataan Jelasenggak di posting no. 2 diatas termasuk Sopan atau tidak?
Karena menyerang Agama dan Orang yang menyampaikan pendapatnya.
Sdr. Penghibur Bertanya tentang pendapat krsitiani mengenai pemikirannya.
Sdr. Jelasenggak Menyatakan tentang kemampuan Tuhan umat agama lain dan menyatakan Pemikiran peserta diskusi lain sebagai hal yang “remeh”.
Saya pikir ini adalah 2 hal yang berbeda..
Untuk gambaran : Apakah Pernyataan seperti itu (menyatakan tentang kemampuan Tuhan umat lain dan menganggap enteng pemikiran peserta diskusi lain) dapat dipakai dalam diskusi lintas agama di kalangan Intelektual?
Salam. =)
Note. Maaf, saya menyampaikan ini karena saya tidak ingin Forum ini menjadi semacam Forum di Agamaku.
Agar sedikit Elegan dan Intelek.
Supaya Enak browisingnya. =)
Begini ya, saya jelaskan:
Diskusi model A:
Premis 1: Logis.
Premis 2: Logis.
Diskusi model B:
Premis 1: Iman.
Premis 2: Logis.
Jadi setiap orang yang beragama mempergunakan diskusi model B untuk agama-nya masing-masing. Jadi semua pemeluk agama tahu bahwa ajaran agama mereka logis sekali, bahkan sangat logis.
Tetapi seringkali ketika orang tersebut melihat agama orang lain, dia mempergunakan Diskusi model A. Ini yang keliru. Jadi yang satu dan yang lainnya saling menggangap lawan mereka itu bodoh. Ini menjadi kelucuan dalam diskusi.
Saya akan berikan sedikit lagi penekanan untuk kasus ini pada diskusi kita di diskusi tertutup, mengenai:
Premis 1: Iman
Premis 2: Iman
Setiap agama memeluk ini. Nanti kita akan bahas disana, sehingga anda menjadi lebih jelas.
@nitt.
Keras sedikit langsung dibilang menyerang…
Nitt.. niitt..
saya ngga merasa nyerang……
kamu aja kali yang merasa diserang.
@imankristen #4
Anda tidak menjawab pertanyaan saya.
Saya sedang membahas Cara Penyampaian.
Bukan Isi Argumen.
Semoga saya jelas.
Salam. =)
Ok, nitt kita akan bahas ini sedikit.
Metoda cara penyampaian:
6#penghibur:
http://imankristen.wordpress.com/2008/04/12/penyataan-alam/
“@Iman Kristian
“Manusia adalah Gambar Allah”????
Tak masuk akal, falsafah Kristian saya tak dapat terima, pada saya kefahaman saudara tentang Tuhan umpama “Khayalan”.”
…..(Ini asal mulanya nitt.)
Anda bertanya:
“Cara penyampaian”
Saya menjawab:
“Motivasi atau mengapa cara penyampaiannya seperti itu”.
Coba renungkan dulu nitt.
Salam.
“tak masuk akal, falsafah Kristian saya tak dapat terima, pada saya kefahaman saudara tentang Tuhan umpama “Khayalan”.”
–> Ok. Saya atas nama sesama Muslim memohon maaf atas pernyataan sdr. penghibur tersebut.
Mungkin dia masih terbawa gata Agamaku.
Tapi tetap saja seharusnya tidak begitu.
Salam. =)
maksudnya “gaya” bukan “gata” =)
It’s ok.
Menurut saya itu karena ketidak-tahuan saja.
Salam.
@iman Kristen
Mau tanya dong mas…
Saya mau belacar “baca” juga nih…
Begini.
Kalau seseorang menulis dia diasses dimana, terus.. dia kuliah dimana, menonton film jepang…
Kesan yang saya “baca” adalah, seseorang berusaha untuk “menampilkan” siapa dirinya…kehebatan dirinya agar dia bisa dipandang sebagai orang yang ….
bener ngga hasil “baca”an saya tsb.
thanks
He he he….., anda pasti tahu jawaban saya.
Salam.
@imankristen
Mau nanya juga dong mas,
Jika ada orang yang terganggu oleh postingan seseorang lain yang Menurutnya sedang menyombongkan diri karena meceritakan hal-hal yang Biasa Saja bagi Sebagian Orang (mis. menceritakan dia dinilai IQnya dimana, ini Biasa Saja Karena Semua Orang Bisa Dinilai Ditempat Yang Sama) namun (dia menganggap) Tidak Biasa bagi Dirinya sendiri itu termasuk Orang yang Dewasa ngga ya? =)
Dan apakah dia termasuk Orang yang Memberikan Remote Control Emosi dirinya kepada Orang Lain? =)
Salam. =)
@imankristen
O iya, apakah anda tau contoh orang seperti itu? terus, kalo tau,
Tau ngga dia Kuliah dimana? IPKnya berapa? Gelarnya apa? Dia kerja dimana? Dia mengajar dimana? Karya Ilmiahnya yang digunakan Oleh Pemerintah negaranya apa saja?
Apakah anda Mengenal Orang itu?
Atau anda Sok Kenal saja? =)
Salam. =)
He he he… nitt
Jangan marah….
Saya kan cuman nebak. Total ada 4 yang saya tebak:
1. IQ anda itu 142? (Belum ada konfirmasi).
2. Ikut Karate? (Ini sudah anda konfirmasi benar).
3. UI (Ini anda konfirmasi tidak benar).
4. Punya jiwa pembalap? (Belum ada konfirmasi).
Tambahan tebakan saya:
5. Anda lulusan Universitas.
6. IPK anda diatas 3.
7. Karya ilmuah anda dipergunakan oleh beberapa pemerintah.
8. Anda sudah bekerja.
9. Anda pernah di tes IQ di psikologi UI.
Ya udah, supaya fair, coba tebak saya:
1. IQ saya berapa?
2. Ikut beladiri atau tidak saya?
3. Saya kuliah apa tidak dan kalau kuliah dimana?
4. IPK saya berapa?
5. Karya ilmiah saya apa?
6. Jiwa saya gimana? Seperti apa?
7. Saya sudah bekerja atau belum?
8. Saya penah di tes IQ tidak?
Tinggal tulis saja.
Namanya juga nebak.
Btw, yang no.1 dan 4 itu belum anda konfirmasi tuh…, betul atau tidak. Juga tambahan yang no.5 s/d 9.
Salam.
Saya pikir ini ngga usah diperpanjang lagi ya.
Maaf bila ada kata-kata saya yang Menyinggung.
Salam. =)
PS. : bila mau kenal lebih dekat, bisa ngobrol (bukan diskusi) di Yahoo Messenger..alamatnya sudah tau kan? =)
@yang sedang belajar “baca”
ha ha ha..
ternyata ada yang marah….
sampai segitunya pula..
itu berarti, proses “baca” saya berada dalam arah yang bener.
Lihat aja dari dari respondnya..
orang tipe seperti ini, biasanya, tidak akan mampu untuk menerima ‘kilik-an’. Langsung saja dia menunjukkan jati diri yang sebenarnya.
tapi boleh juga cara orang tsb. melakukan damage control (aahh shut up kamu Jel.!!.) dengan cara meminta maaf.
Bener ngga yang ini hayo…
@jelasenggak
Apa sih adek..?
Apa thoo.. apa..?? =)
@nitt..
diskusi tertutup udah dijawab belum?
katanya kamu mau mencari kebenaran.
dan juga, kamu kan orang yang selalu bertanya dengan hati yang tulus..
Iman Kristen berusaha menjelaskan dasar-dasar pemikiran umat kristen, tapi kenapa kamu malahan minta jawaban yes/no?
salam
@jelasenggak
udah kok.. =)
@nitt.
Tolong dijawab lagi ya.
udah tuh.. =)
Tolong dijawab lagi..
@nitt.
Kalo saya baca diskusi tertutup, kok terkesan kamu yang mbulet sih….kenapa yaah?
@jelasenggak
Saya mbulet..?
Gimana kalo imankristen ngga pernah Mau menjawab Pertanyaan saya apakah dia mau Diskusi dari Logika atau Iman?
Mbulet ngga tuh ya dia?
Yang Fair laah boss.. =)
Salam. =)
@jelasenggak #23
Sudah.. =)
@nitt.
Jawaban saya sih simple.
Kalau saya lihat secara keseluruhan diskusi kamu dengan iman kristen, justru iman kristenlah yang berusaha untuk fair alias tidak berpihak ke salah satu pihak.
Kan dia udah bilang sejak awal, bahwa kita (maksudnya kamu dan dia, juga saya) sedang belajar menggunakan nalar.
kalau menurut yang saya tangkep sih,
pertanyaan kamu itu sudah dijawab di posting2nya sebelumnya
Bukankah iman dan logika yang menjadi TOPIK pembicaraan.
Iman Kristen,ini menurut saya, berusaha menjabarkan batasan2 iman dan logika dulu sebelum berdiskusi tentang konsep suatu agama (bisa kristen bisa islam bisa hindu) alias NETRAL..
Tapi kayaknya kamu kurang nangkep atau mungkin lagi berusaha berkelit atau ngga mau kelihatan kalah.
——
Kalau masalah fair-fairan bos,..
disini, saya ngga berusaha membela Iman Kristen lho, mungkin kamu yang melihatnya seperti itu. Padahal tidak.
KALAU saya seperti itu (ingin membela iman kristen) pasti saya akan bilang :
“ahh kamu juga lah nitt…. di agamaku kamu bilang2 si penghibur lebih dewasa..bla-bla-bla yada yada yada..”
he he he…
daleeemmmm dan damai..
salam =)
Wah, betul-betul diskusi tingkat tinggi. Tapi benar juga tuh kalau ImanKristiani bilang bahwa bagi sebuah agama semua doktrinnya masuk akal. Terus terang aku pun demikian dalam memandang doktrin agamaku. Tapi memang berbeda jika dilihat dari sudut pandang agama orang lain. Bisa saja semuanya yg masuk akal itu menjadi tidak masuk akal.
Sekarang tinggal kembali ke pemeluknya. Jika “kemasuk-akalan”-nya itu dipertanyakan oleh agama lain, bagaimanakah tanggapannya? Kalau langsung marah & main kasar, berarti penganutnya tidak dewasa. Contohnya sudah jelas kok. Dan kejadiannya berlangsung di sekitar kita juga.
Pertanyaan logisnya begini: Jika agama itu tidak mampu mengajarkan manusia tentang budi pekerti (dan kasih), maka apakah agama itu adalah agama yang baik?
Jadi kalau perlu kita kesampingkan doktrinnya, tetapi lihat dari masukan dan hasilnya. Anggap saja doktrin (proses) itu adalah blackbox.
Syaloom.
@jelasenggak
Setelah Semua yang kamu jabarkan..
Apakah si imankristen Menjawab pertanyaan saya?
Gitu aja deh.
Panjang x Lebar x Tinggi..
Jawab aja.
Susah amat.
Ok?
Salam. =)
Nitt.
Pertanyaannya kan sudah saya jawab juga berkali-kali. Masak sih tidak lihat?
Bahkan saya sudah buat satu buah tulisan untuk menyatakan pemikiran saya mengenai penggunaan iman dan rasio.
Lihat di:
http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/
Tinggal counter saja disana.
Mudah kok. Saya rasa semua orang bisa mengerti jawaban saya.
Salam.
@nitt #29
Ya ampun…
nitt, Iman Kristen SUDAH menjawab
cuman kamunya aja berusaha untuk ngeles.(mbulet)
salam.
Setelah saya baca di diskusi tertutup.
secara keseluruhan saya yakin, yang dimaui oleh temen kita nitt bukannya diskusi mencari kebenaran,,,
tapi diskusi untuk ngeles, mbulet dan bener2an alias debat kusir.
Ini yang saya tangkap dari nitt.
Kalau bertanya ke orang lain (pertanyaan YES or NO) maunya dijawab satu YES atau NO
tapi kalau ditanya hal yang sama…nitt menjawab dengan :
“bisa YA dan bisa TIDAK”
ini kan standar ganda.
salam
@nitt.
Mengenai duskusi tertutup.
Coba tolong jujur terhadap diri sendiri lah.
Dan juga tolong jangan berusaha untuk mengaburkan topik/thema utama.
Biar diskusinya terdisiplin, seperti kata howard stern.
salam.
Hi all, saya ‘ga ngeliat arah diskusi ini. Maklum, mungkin karena baru nimbrung. Kita arahkan yok!!!
http://darwinsimanjorang.wordpress.com
Kayanya si nitt tidak merespon di diskusi tertutup…
Kenapa yaa. Apa dia udah sadar sekarang, atau dia lagi cari bahan buat ngeles, atau udah ngga mau lagi diskusi.
nitt, respon dong. Mau tau jawabannya nih..
–
@jelasenggak dan imankristen
Terimakasih karena telah Menganggap Penting apa yang saya Pikir. =)
Sabar ya..
Salam. =)
Menjawab Dorapan di:
239#sirah-nabiwiyah (blog agamaku).
Saya mengemukakan ayat Hosea dan I Samuel adalah untuk membandingkan argument teman teman anda mengenai pedang dan perang yang terdapat dalam Al Qur’an (itu ada dan terdapat pada posting posting diatas).
Anda katakan bahwa PL adalah dokter specialis rotgent yang menyatakan penyakit manusia. Dan PB adalah dokter specialis Injil.
Yang akan saya tanyakan apakah Ayat yang saya kemukakan tersebut adalah penyakit manusia. Secara terang benderang itu dikatakan oleh Samuel bahwa itu adalah firman Tuhan/perintah Tuhan.
Apakah Lukas 19:11 s/d 17 Matius 10:35,36 adalah dokter specialisnya untuk mengobati penyakit tersebut diatas.
Terima kasih.
=====================================
Jawaban Iman Kristen,
Terimakasih atas responnya.
Itu adalah penyakit “kuasa dosa” dan “ketidak mampuan” melakukan hukum taurat / standat Keadilan Allah.
Dalam PL taurat diberikan agar seluruh manusia sadar bahwa mereka tidak bisa melakukan apa yang sesuai dengan Standart Tuhan.
Konsep keadilan Allah sangat jelas.
Mata ganti Mata, Gigi ganti Gigi.
Dengan Keadilan Allah, maka tidak ada lagi JALAN untuk datang kepada-Nya. Karena manusia jelas gagal.
Karena itulah Kasih Allah dinyatakan.
Coba baca “keseluruhan” PL dan PB, akan terlihat bedanya. Keduanya berisi “keadilan” dan “kasih” Allah, tetapi secara “keseluruhan”:
PL menyatakan ketidakmampuan manusia melakukan standart keadilan Allah dan harus dihukum. Terlihat jelas Keadilan Allah dan Murka atas Dosa. Jadi Ayat yang anda tuliskan itu sedang menyampaikan PESAN keadilan Allah. Lihat: Amalek “membasmi” Israel, sekarang Israel “membasmi” Amalek. Bedakan dengan: Amalek baik-baik sama Israel, lalu Israel membasmi Amalek. Tidak ada nabi seperti itu di Alkitab.
PB menyatakan kasih Allah yang sempurna dan memberikan jalan pembebasan dari hukum tersebut.
Salam.
@imankrsiten
1. Jadi yang anda katakan :
“Bahwa PB menggantikan PL”
Begitu?
Atau
“Bahwa PB menggantikan Sebagian PL”
Begitu?
2. Anda Hari Ini mengikuti Yang Mana?
- PB atau PL?
- PB dan PL?
- PB dan Sebagian PL?
- PB dan PL Dicampur-campur saja, dan Diambil Yang Enaknya Bagi Manusia?
..
Yang Mana? =)
..
Salam. =)
He he he… anda berarti sungguh-sungguh belum mengerti konsep PL dan PB.
Coba pelajari: Roma Pasal 2 dan 3.
Hukum Taurat mengandalkan “Perbuatan”
Injil mengandalkan “Iman”.
Jadi Injil menyempurnakan Taurat. Atau istilahnya: Taurat menjadi sarana untuk mengerti Injil.
Coba secara CERDAS melihat tulisan saya mengenai PL dan PB (di agamaku). Saya tuliskan keduanya adalah DOKTER SPESIALIS.
Salam.
Perjanjian Baru memberikan option (JALAN) bagi manusia.
Karena kalau mengikuti syarat / standarf yang ada di PL, manusia tak akan mampu.
menggenapi = memberikan option/JALAN lain yaitu dengan iman.
Disinilah Kasih Tuh@n terlihat.
Kira2 begitu ngga mas Iman?
Salam.
ps. Kalau saya salah, di benerin aja ngga apa2 kok. Soalnya saya juga lagi belajar. thanks.
Yes, tepat sekali saudaraku jelasenggak.
PL itu bertujuan untuk menyatakan ketidakmampuan manusia. Seperti Dokter Specialist Rontgent saja.
Untuk penyembuhannya, pergi ke Injil.
Seorang teman patah tulang di lengan karena tabrakan.
Sebelum pergi ke dokter specialist orthopedi (penyembuhan), dia diharuskan pergi ke dokter specialist rontgent. Disana disinar lengan yang patah dan didapatkan kondisi “SEBERAPA PARAH” patah tulangnya.
Setelah itu…, ya selesai. Dokter specialist Rontgent hanya bertugas “memberitahukan” seberapa parah, tapi tidak bisa menyembuhkan.
Untuk itu harus pergi ke dokter specialist orthopedi yang menerima hasil Rontgent itu dan memberikan obat untuk menyembuhkannya.
Ini mirip dengan PL (Taurat) dan PB (Injil).
Tuhan memberikan standart untuk “DIPATUHI” oleh manusia melalui perbuatan BAIK. Konsep “Mata ganti mata dan gigi ganti gigi” sangat jelas sekali.
Manusia dengan Taurat (berfungsi sebagai Rontgent) membuktikan seberapa parah KETIDAK-MAMPUAN-NYA. Sekarang bagaimana solusinya???
PERGI KE INJIL KRISTUS.
Jadi fungsi PL adalah untuk mengerti betapa pentingnya PB. ATAU, mengerti PB adalah dengan cara/jalan mengerti PL. Semakin manusia mengerti betapa parahnya hasil Rontgent, semakin mudah menerima INJIL.
Salam.
Ps.
Eh… sekarang ada yang bangga dengan konsep kemunduran (kembali membanggakan PL). Hmmm… jelasenggak, anda mengerti maksud saya ini khan?? Mereka bangga dengan hasil Rontgent yang hanya menyatakan betapa dalamnya “BOROK” mereka, tapi mereka TIDAK PUNYA PENYEMBUHAN-NYA.
@Imankrsiten dan Jelasenggak
Hehe..
Begini deh.. =)
Pertanyaan saya selanjutnya :
1. Apakah dalam PL ada Perintah Yang Harus Diikuti?
2. Apakah dalam PB ada Perintah Yang Harus Diikuti?
3. Kembali ke Pertanyaan #38.
Jelas ngga ya? =)
Salam. =)
Udah di jelasin capek-capek…
ternyata ngga nangkep
Malah ngasih pertanyaan begitu..
wah wah payah…
cape.
@jelasenggak #43
Hehe..
Anda sampai sekali lagi mengulangi kata-kata semacam ini, yaitu : “payah”. =)
Kenapa ya sering begini..?
Imankristen juga sampai “Teriak-teriak” (lihat Diskusi Tertutup) ketika menyampaikan Pemikirannya.
Padahal Pemikiran Kalian belum tentu yang benar lho.. =)
Namanya juga diskusi..
Atau debat ya menurut kalian..? =)
Jawab saja lah pertanyaan saya..
Mudah kan?
Atau susah..? =)
Salam. =)
PS: Seperti sebelumnya pernah saya katakan;
“Masih Berpikir Muslimlah Yang Ngotot Bila Diskusi Lintas Agama Dengan Kalian?” =)
@Nitt.
Hmm, Sudah saya duga.
‘Payah’ ngga apa2 lah…. sama dengan ‘ cemen’
lagian ‘payah’ saya dalam konteks itu bukan ditujukan ke kamu nitt, tapi ke keadaan seperti ini. mungkin kamu aja kali yang ke GR an hi hi hi…
Yang penting saya TIDAK mengusir orang keluar dari forum khan..
–>seperti yang pernah kamu lakukan ke otonesia si agamaku…
Itu baru luar biasa nitt. Apalagi dilakukan oleh orang yang mengaku intelek, sportif, ksatria, adil, dll.
Forumnya juga bukan forum kamu, kok pakai mengusir.
He he he..
Semoga nitt bertambah kedewasaan.
salam.
@nitt.
Saya sekarang mengikuti perjanjian baru.
Namanya juga KRISTIAN. Pengikut kristus.
Perjanjian lama ngga saya ikutin, kenapa, karena susah ngikutinnya,
ada ribuan aturan di taurat musa yang harus saya ikuti kalau saya masuk surga.
PL bagi saya cuman buat pengingat.
Jadi saya pilih option kedua. Yaitu perjanjian baru.
Yang memungkinkan saya masuk surga hanya dengan beriman (terhadap Yesus).
Inilah kenapa umat kristen disebut umat pemenang.
Karena sudah dimenangkan dari taurat musa yang mengikat manusia.
Semua perintah di perjanjian baru harus diikuti.
saya harap ini menjawab pertanyaan kamu.
salam.
42#nitt
Coba baca 39#, udah baca belum?
Salam.
@jelasenggak
Anda katakan Saya mengusir Otonesia di Agamaku?
Bisa jelaskan / copy paste Tindakan Saya tersebut di sini?
Salam.
@jelasenggak
Kan saya sudah katakan di Agamaku bahwa saya tidak tau bahwa “cemen”adalah kata-kata yang kasar.
Saya sering menggunakan kata itu terhadap teman-teman saya.
Dan saya juga sudah Meminta Maaf atas kata-kata saya itu dan tidak pernah mengulanginya lagi kan?
Kok kamu meskipun sudah diingatkan BERULANG KALI masih juga menggunakan kata-kata semacam itu? –> Mohon Perhatikan Kalimat Ini sebelum kamu (mungkin) Ngeles/ =)
Salam. =)
@jelasenggak
(saya sebenarnya sudah berniat untuk tidak Menanyakan Tentang Agama Kalian, hanya berniat Menjawab Pertanyaan Kalian Tentang Islam, tapi sekali ini untuk topik ini saja deh ya..hehe)
Berarti yang anda katakan :
“Saya 100% Tidak Mengikuti PL dan 100% Mengikuti PB”
Begitu ya?
Benar Tidak?
..
Pertanyaan selanjutnya, menurut kalian :
1. Apakah dalam PL itu Jesus masih Hidup?
2. Apakah PB itu ada setelah Kebangkitan Jesus?
..
Salam.
@imankristen #47
Sudah.
Dan saya pikir itu Tidak Menjawab pertanyaan saya di #42.
Jawab saja Pertanyaan saya di #42 secara Lugas.
Seperti yang dilakukan oleh Jelasenggak.
Salam. =)
51#nitt
He he he…, benar nih sudah baca 39#, itu lho Roma pasal 2 dan 3. Itu menjawab pertanyaan anda masih berlaku atau tidak saat ini mengenai hukum taurat dan sebagainya.
Benar nih sudah baca??? Kalau benar anda sudah baca…, berarti anda sulit melihat esensi-nya. Jadi kalau memang benar demikian, akan saya beri petunjuk ayat berapa saja… pada pasal tersebut.
Salam.
Iman Kristen,
Dalam posting anda di Tritunggal ………, anda mempersilahkan saya untuk mempertanyakan mengenai ayat Samuel (……bunuh juga anak anak yang masih menyusu berikut binatang peliharaannya) dan Ayat Hosea (bayi digilas dan wanita hamil dibelah perutnya). Ayat ayat tersebut adalah pembanding dari ayat ayat pedang/perang yang anda persoalkan.
Menurut pendapat saya dari ajakan anda ke Forum ini, dapat diartikan anda bersedia menjawab mengenai apa yang terdapat dalam Al Kitab/Injil. Itupun kalau saya tidak salah.
Ini tentu untuk menjaga kedisiplinan kita dalam membahas apakah kita sedang membahas Al Qur’an atau sedang membahas Al Kitab.
Dan hendaknya anda dapat menjaga apa yang telah anda gariskan.
Terima kasih.
@pandora #53
Nicely Said.
Salam. =)
@nitt #48 # 49
Jangan ngeles yaa….
salam
@Nitt. #51.
Pertanyaan kamu di #51 itu membingungkan saya.
Tapi baiklah saya akan coba jawab.(menurut iman saya yaitu iman kristiani)
1. Apakah dalam PL itu Jesus masih Hidup?
==> Yesus SUDAH HIDUP SEBELUM ADANYA PERJANJIAN LAMA, sebelum taurat musa, sebelum adam dan hawa,
Yesus=Tuh@n.
2. Apakan PB itu ada setelah kebangkitan Yesus.
==> YES.. perjanjian baru di tandai dengan kedatangan, masa hidup sampai, penyaliban dan kebangkitan…
Begitu kira-kira..
Salam.
ps. Sepertinya kamu ngga menangkap tulisan saya tentang option. Tapi mungkin juga saya salah.
@jelasenggak #55
Ini kan sudah PERNAH saya tanggapi di Agamaku??
Kok sekarang Memakai Alasan / Argumen Yang Sama (a.k.a Ngga Ada Yang Baru) ??
Udah gitu Ngga Mau dibilang Mbulet / Menggunakan Argumen Yang Sama / Ngga Ada Argumen Baru lagi.. =)
Ck..ck..
No Comment lagi deh.
Biasalah.
Salam. =)
@jelasenggak #56
“1. Apakah dalam PL itu Jesus masih Hidup?
==> Yesus SUDAH HIDUP SEBELUM ADANYA PERJANJIAN LAMA, sebelum taurat musa, sebelum adam dan hawa,
Yesus=Tuh@n.”
–> INI SUDAH JELAS KALEEEE.. =)
Saya tuh nanyanya “Masih” bukannya “Sudah”.
Kan katanya Jesus Menjelma menjadi Manusia?
Gimana sih?
Ya udah..saya rephrase pertanyaannya:
“Apakah Jesus sudah DISALIB saat PL tersebut?”
(ngga usah dijawab, sudah terjawab di jawaban no. 2 kamu..)
Susah ya jel..? =)
..
“2. Apakan PB itu ada setelah kebangkitan Yesus.
==> YES.. perjanjian baru di tandai dengan kedatangan, masa hidup sampai, penyaliban dan kebangkitan…”
–> Jadi SEMUA kristen mengikuti PB dan tidak ada yang mengkuti PL (seperti Muslim mengikuti Al Qur’an dan tidak ada yang mengikuti Injil), begitu?
(Kok Imankrsiten terkesan segan menjawab pertanyaan ini?)
Salam. =)
To Pandora…
Konsep PL adalah: Mata ganti mati, gigi ganti gigi.
Coba perhatikan ayat di agamaku itu…, saya sudah jawab. Israel membalas apa yang diperbuat oleh bangsa lain kepada mereka.
Nitt…, anda lebih ke konsep tauratnya.
Masak sih udah baca Roma 2 dan 3???
Benar nih tidak bisa melihat jawabannya???
Ok deh. Coba lihat Roma 3:28-31.
Jadi bukan membatalkan Taurat…, tapi meneguhkannya.
Meneguhkan apa?? Coba sekali lagi renungkan Roma pasal 2 dan 3.
Salam.
Weleh…weleh diskusi ya seru amat. Kalau aku boleh ikut nimbrung…sebenarnya PL dan PB itu dalam arti tertentu punya nilai masing-masing dalam dirinya. Kita tak boleh sembarang campur aduk.
Untuk orang Kristen kedua testament ini adalah sama-sama Kitab Suci. Memang dalam PL banyak kita temukan “kejanggalan”. Namun sebagai orang Kristen kita harus membacanya dalam terang PB. Dengan demikian kejanggalan tersebut bisa dimengerti dalam konteks yang lebih benar.
Demikian kataku. Kunjungi blogku yokk http://darwinsimanjorang.wordpress.com
Jesus is the way, the truth, and the life.
60#darwinsimanjorang,
Thanks atas kehadirannya.
Gbu.
Tulisan ini sengaja saya sertakan di sini dengan maksud menjelaskannya. Ini kiriman nittenichiryu.
“1. Apakah dalam PL itu Jesus masih Hidup?
==> Yesus SUDAH HIDUP SEBELUM ADANYA PERJANJIAN LAMA, sebelum taurat musa, sebelum adam dan hawa,
Yesus=Tuh@n.”
–> INI SUDAH JELAS KALEEEE.. =)
Saya tuh nanyanya “Masih” bukannya “Sudah”.
Kan katanya Jesus Menjelma menjadi Manusia?
Gimana sih?
Ya udah..saya rephrase pertanyaannya:
“Apakah Jesus sudah DISALIB saat PL tersebut?”
(ngga usah dijawab, sudah terjawab di jawaban no. 2 kamu..)
Susah ya jel..? =)
..
“2. Apakan PB itu ada setelah kebangkitan Yesus.
==> YES.. perjanjian baru di tandai dengan kedatangan, masa hidup sampai, penyaliban dan kebangkitan…”
–> Jadi SEMUA kristen mengikuti PB dan tidak ada yang mengkuti PL (seperti Muslim mengikuti Al Qur’an dan tidak ada yang mengikuti Injil), begitu?
(Kok Imankrsiten terkesan segan menjawab pertanyaan ini?)
Salam. =)
=======
Saya bersedia memberi tanggapan atas “pertanyaan” tersebut. Kalau kita mau berpikir sedikit logis, maka pertanyaan pertama tak usah dijawab karena pertanyaan tersebut sebenarnya “menjebak”. Tetapi kalau penanya menghendaki jawaban, maka saya akan menjawabnya demikian: “Yesus ialah salah satu Pribadi dari Allah Tritunggal. Allah Tritunggal ada, tanpa harus diadakan. Allah Tritunggal adalah yang pengada dari semua adaan. Maka Yesus ada sejak awal dan tetap ada tanpa akhir.” Mudah-mudahan Anda mengerti.
Lalu menyangkut pertanyaan no.2 Jawabannya jelas Ya. PB ditulis setelah Kristus bangkit, berdasar pada ajaran Kristus dan para penulisnya menulis kitab-kitab tersebut karena inspirasi dari Roh Kudus.
Kristen mengakui PL dan PB sebagai Kitab Suci. Namun PL dibaca dalam cahaya PB.
Demikian jawaban singkat dari saya. Kalau Anda menginginkan diskusi, saya bersedia melayani. Tetapi jika Anda menginginkan “debat” tanpa dasar maka saya merasa waktu saya terlalu berharga untuk itu. Yesus memberkati.
Imam Kristen,
Tolong dapat dinukilkan ayat yang menyatakan *mata ganti mata, gigi ganti gigi*
Saya setuju kalau itu yang anda maksud bahwa Israel membalas apa yang diperbuat oleh bangsa lain terhadap mereka.
Tapi apakah memang seperti itu balasan yang Tuhan firmankan kepada mereka untuk melakukan pembalasan?
Mungkin laki laki dan perempuan bersalah karena melakukan perbuatan kepada Israel, tapi apa salahnya anak anak dan anak anak yang masih menyusui dan sampai kepada binatang ternaknyapun, Tuhan tidak sedikitpun memperlihatkan kasih sayangnya.
Pada ayat Hosea : bayi bayi digilas dan wanita hamil dibelah perutnya. Mungkin suami/ayah telah melakukan kesalahan, apakah Tuhan patut juga menggilas bayinya dan membelah perut wanita hamil yang sekaligus merampas hak hidup dari janin yang ada diperut wanita itu.
Kalau benar apa yang anda katakan bahwa mata ganti mata, gigi ganti gigi, maka anda membenarkan tindakan Hitler terhadap bangsa Yahudi atau anda juga membenarkan tindakan Serbia seperti apa yang dikatakan salah satu rekan di *agamaku* mengenai pemusnaan ethnis di Bosnia.
Terima kasih.
63#pandora
Keluaran 21:12-26 (lihat ayat 24).
Pola “pembunuhan” seluruh tawanan/negeri adalah pola perang jaman dulu untuk menjamin tidak ada yang tersisa untuk membalas kembali. Jadi bukan hanya Israel yang melakukan demikian.
Taurat “mengindikasikan” standart yang manusia harus penuhi agar diperkenan Allah. Sebenarnya manusia tidak mungkin memenuhi, karena itu taurat lebih berfungsi sebagai Rontgen.
Ketika bicara “keadilan” itu tidak berada pada wilayah “kasih”. Ini adalah dua wilayah yang berbeda.
Kenapa sekarang manusia melihat bahwa konsep yang anda tuliskan itu begitu kejam??
Itu karena konsep Injil (kasih) sudah mempengaruhi seluruh dunia. Tetapi tentu saja ada ajaran yang berjalan mundur (kembali ke jaman dulu) yang bertindak seperti konsep anda diatas itu. Membawa missi agama (bukan missi politik atau ekonomi) dengan terror. Anda pasti tahu agama apa itu.
Apakah Allah kejam??
Allah menyatakan tidak ada jalan lain untuk menghindar dari “keadilan dan murka” Allah, kecuali dengan “satu-satu-nya” jalan yang lain.
Apa itu?
Akulah (the only) Jalan, dan (the only) Kebenaran, dan (the only) Hidup. Tidak seorangpun datang kepada Bapa (Allah) kecuali melalui Aku.
(Anda pernah dengar kalimat ini??)
Salam
Imam Kristen,
Saya dapat menyetujui pola pembunuhan seluruh tawanan adalah pola perang jaman dulu (apa iya, sampai binatang ternakpun turut dimusnakan). Yang tidak dapat diterima oleh akal dan keadilan adalah pola itu disandarkan dengan firman Tuhan. Perintah itu adalah perintah yang keras, terbukti dalam I Samuel dalam pasal yang sama (9,10) juga terdapat ayat mengenai Saul yang tidak membunuh hewan ternak seperti firman Tuhan, maka Tuhanpun menyesal telah menjadikan Saul Raja.
Dalam postingan di *Agamaku* anda telah mengutip kata rontgen terhadap penyakit manusia. Saya juga dapat menyetujuinya. Hanya dalam ayat yang kita bicarakan ini, manusia hanya menuruti apa yang difirmankan Tuhan. Apakah itu masih dapat dikatakan sebagai penyakit manusia atau itu adalah penyakit yang ditularkan oleh Tuhan kepada manusia.
Anda jangan membawa pembahasan ini keluar dari rana pembahasan mengenai agama Kristen seperti ajakan anda agar saya tidak takut bergabung di forum ini.
Saya minta kiranya anda jangan hanya memunculkan nama Kitab dan nomor ayat saja. Supaya lebih memudahkan saya untuk memberikan tanggapan. Anda mau kan.
Terima kasih.
@darwinsimanjorang
Selamat Bergabung pak. =)
Saya harap Dapat Berdiskusi Lebih Baik dari kita-kita disini.
Saya SANGAT BERHARAP bapak ini adalah Pendeta.
Sedikit Cape Diskusi dengan Nasrani Awam. =)
Salam. =)
@darwins
Pak, anda mengatakan ini :
“Lalu menyangkut pertanyaan no.2 Jawabannya jelas Ya. PB ditulis setelah Kristus bangkit, berdasar pada ajaran Kristus dan para penulisnya menulis kitab-kitab tersebut karena inspirasi dari Roh Kudus.
Kristen mengakui PL dan PB sebagai Kitab Suci. Namun PL dibaca dalam cahaya PB.”
Namun Jelasenggak mengatakan ini :
“2. Apakan PB itu ada setelah kebangkitan Yesus.
==> YES.. perjanjian baru di tandai dengan KEDATANGAN, MASA HIDUP sampai, PENYALIBAN dan KEBANGKITAN…”
..
Mohon Perhatikan Kata Yang Tercetak Dalam Huruf Kapital saya yang mencetak dengan huruf kapital agar memudahkan saja..).
..
Anda katakan PB ada SETELAH Jesus DISALIB.
Jelasenggak katakan PB ada SEBELUM dan SETELAH Jesus DISALIB.
..
Sekarang..
Mana Yang Benar?
(Sekalian untuk pertimbangan saya sejauhmana sebaiknya Berdiskusi / Menyediakan Waktu dengan / untuk Jelasenggak).
..
Salam. =)
@imankristen #64
Seharusnya Jelasenggak Sekarang sudah Tidak Mau membahas “Ayat Pedang” yang Dulu Senang Sekali dibahasnya itu ya.. =)
Salam. =)
PS: sdr. Dorapan, saya tidak turut campur diskusi kalian dulu ya, karena mau tau Sejauhmana Imankrsiten mempertahankan Keyakinan / Paradigmanya bahwa Islam Agama Teror dan Kristen Agama Kasih. =)
53#pandora…
Dalam posting anda di Tritunggal ………, anda mempersilahkan saya untuk mempertanyakan mengenai ayat Samuel (……bunuh juga anak anak yang masih menyusu berikut binatang peliharaannya) dan Ayat Hosea (bayi digilas dan wanita hamil dibelah perutnya). Ayat ayat tersebut adalah pembanding dari ayat ayat pedang/perang yang anda persoalkan.
65#pandora…
Saya dapat menyetujui pola pembunuhan seluruh tawanan adalah pola perang jaman dulu (apa iya, sampai binatang ternakpun turut dimusnakan). Yang tidak dapat diterima oleh akal dan keadilan adalah pola itu disandarkan dengan firman Tuhan. Perintah itu adalah perintah yang keras, terbukti dalam I Samuel dalam pasal yang sama (9,10) juga terdapat ayat mengenai Saul yang tidak membunuh hewan ternak seperti firman Tuhan, maka Tuhanpun menyesal telah menjadikan Saul Raja.
Iman Kristen.
Anda lagi bicara ayat Alkitab saya atau Alkitab versi anda sih…???
Wah…, anda ini baca Alkitabnya versi muslim ya??
Coba kasih ayat yang jelas.
Mohon:
Baca ayat yang anda tuliskan.., jangan hanya kutip-kutip dari tulisan Islam mengenai Kristen.
Wah…, saya pikir diskusi kita ini sudah benar. Ternyata…..
Anda saya pastikan tidak mengecek ayat-ayat yang anda berikan. Berarti anda cuma kutip saja.
Maaf Pandora…, sebaiknya anda belajar menulis apa yang benar. Anda sudah baca belum ayat tersebut di Alkitab??
Tidak ada tuh yang anda tuliskan itu.
Salam.
@nitt #57
Lho kok?
Kamu khan nanya di forum ini..
Bukan di forum agamaku.
Alasan saya nulis lagi disini, adalah supaya pembaca forum menilai sendiri,
Apakah itu kalimat pengusiran atau bukan.
Soalnya kamu khan nanya lagi disini…
Kamu memang sudah jawab di blog agamaku.
Dan saya juga sudah respon jawaban kamu itu.
Tapi tetap saya rasa postingan kamu di agamaku itu adalah pengusiran terhadap otonesia.
Otonesia juga merasa telah diusir sama kamu.
(walaupun kamu teriak2 kamu ngga merasa mengusir..)
Jadi saya posting lagi disini… biar pembaca forum menilai.
gimana sih..kok malah nuduh orang mbulet..
Makanya kamu cerna dulu postingan saya itu.
Jangan asal nuduh.. ngga baik lho nitt.
ps.
Udah deh ngga usah dibahas.. nanti malahan OOT lagi.
Ok.
@nitt
Postingan kamu #67 itu harap kamu baca ulang yaa.
Dari pada kamu malu sendiri.
Harap perhatikan postingan kamu ini:
===> saya ngga pernah nulis itu nitt.
Yang saya tulis di #62:
Salam
@nitt.
==>Wahh jangan begitu dong nitt.
Kita ini kan sedang diskusi sekalian mencari tahu pandangan orang yang beragama lain tentang agama kita.
saya aja tidak cape ngomong sama kamu.
(ehh maap.. kamu ini haji, ustadz, orang pinter atau muslim awam nitt?)
salam.
@nitt #58
Melihat respon kamu di #58 itu, kok kesannya kita harus kembali ke awal lagi nih nitt.
Yaitu diskusi tentang Tuh@n Yang MAHA KUASA.
(kamu udah selesai belum di diskusi tertutup Iman Kristen?)
Ehem…
Begini nitt.
Yesus “masih” (seneng kan kamu.) ada saat sebelum PL, saat PL ada, PB, sampai sekarang.
Ngerti nggak konsep ini…
Kenapa? Yesus itu kami anggap Tuh@n…
(kalo ngga ngerti tidak apa2 kok nitt. Ini memang konsep tingkat tinggi)
Pada saat PL, Yesus(manusia) belum ada.
Yesus(tuh@n) sudah ada.
Kan Mas Iman Kristen sudah bilang.
Kedatangan Yesus(manusia) ke dunia, adalah untuk MELENGKAPI perjanjian manusia dengan TUh@n
Kenapa. PL belum lengkap.
Yang ditulis di PL adalah standar/syarat dari Tuh@n agar manusia bisa kembali lagi bersatu dengan Tuh@n.
Rasanya hal itu tidak mungkin dilaksanakan oleh sebagian manusia. Untuk itulah Yesus (manusia) lahir ke dunia.
Untuk melengkapi Taurat musa yang ‘pincang’ alias ‘berat sebelah’
Pincang/berat sebelah itu artinya, “Hampir tidak mungkin untuk dilaksanakan semuanya oleh manusia”
Dengan PB kita diberikan “JALAN YANG LAIN” selain Taurat musa yang banyak aturannya itu.
Begini aja deh biar gampang dimengerti.
Kalau Kristiani mau mengikuti Taurat Musa, yaa silahkan.
Asal bisa jalanin SEMUA hukumnya.
Karena kalau SATU saja hukum tauran itu tidak dipatuhi, maka hukumnya adalah DOSA. Dan upah dari dosa adalah maut/mati alias TIDAK hidup dengan TUh@n di sorga.
Sekarang….
Kalau Yesus Tidak ada di dunia, mau ngga mau kita harus melaksanakan Hukum Taurat.
(seperti kamu itu lho nitt, sembayang harus wudhu yang bener, aturan wudhu harus hapal, caranya harus bener, kalau salah sedikit maka sembayangnya batal, habis kencing harus dibasuh dengan air, kalo ngga dibasuh, sembayangnya batal alias dosa, dll dll.
Se sempurna-sempurnanya manusia, se taat- taatnya manusia, pasti suatu saat akan lupa akan suatu aturan juga alias berbuat dosa. Bagaikan pepatah, Sepandai-pandainya tupai melompat, sekali waktu akan jatuh juga.)
Dengan kehadiran, wafat dan kebangkitan Yesus,
Manusia diberikan JALAN.
Itulah kebesaran kasih Tuh@n kami nitt..
DIA tahu bahwa manusia tidak akan mampu melaksanakan hukum taurat.
Saya Harap nitt Jelas.
@nitt. sambungan ..
Menurut konsep kekristenan.
Upah dosa adalah maut alias neraka.
Tuh@n adalah KUDUS dan TIDAK TERCELA SEDIKITPUN.
Untuk bisa bergabung dengan Tuh@n (masuk sorga) seperti dulu jaman adam dan hawa belum berbuat dosa, manusia juga harus kudus dan takbercela.
Kenapa harus? karena Tuh@n adalah KUDUS dan tak bercela.
Kalau yang najis-najis duduk dekat TUh@n, nanti Tuh@n jadi ngga KUDUS lagi deh..(begitu kalau boleh saya analogikan)
Kekristenan tidak mengenal timbangan seperti muslim nitt.
Kalau muslim percaya akan timbangan ya?
Setelah mati nanti, amal manusia ditimbang. Kalau lebih banyak amalnya, maka masuk surga, sebaliknya masuk neraka
Gitu kan?
Masalahnya.
Pertama,
Darimana kamu tau secara pasti kalau timbangan kamu itu sudah berat ke perbuatan baik?
Dari mana kamu tau kalau kamu itu sedikit sekali berbuat jahatnya.
Inget yang saya bilang di postingan sebelumnya.
Wudhu ngga bener, itu dosa.
Marah berdosa, berpikiran jelek itu dosa..
Kedua,
kalau kamu sudah berdosa, gimana cara bayarnya?
Supaya timbangan kamu itu berat ke bagian yang baik.
Apakah di agama kamu (quran) itu ditulis misalnya:
Kalau wudhu salah, bayarnya pake kambing
Kalau abis kencing ngga dibasuh, bayarnya 1 kg sapi.
Kalau marah sama orang bayarnya Rp 3900000.
Ketiga,
Nah kalau timbangannya pas gimana?, masuk kemana?
surga atau neraka?
Terlalu banyak ketidak pastian.
salam
@nitt.
Saya masih terus akan membahas ayat pedang kamu nitt.
Kenapa?
Karena muslim bilang quran adalah kitab penutup yang membenarkan/mumpuni kitab sebelumnya.
Perhatikan ini.
Taurat Musa, bercerita ttg. keadilan Tuh@n lewat perang, mata ganti mata istilahnya,
Perjanjian Baru, tentang kasih Tuh@n, pengampunan dll
Quran, balik lagi ke Perjanjian Lama…
Gimana ini? katanya melengkapi/mumpuni tapi kenapa balik lagi ke PL ?
Salam.
@nitt.
Pertanyaan kamu:
Saya jawab:
IYA.
Selengkapnya.
Bagi saya, PL adalah cara TUh@n memperlihatkan kekuasaanNYA, KeadilanNYA, Standar hukumNYA dll.
Dan PB adalah wujud cinta kasih dan pengampunanNYA.
Saya melihat PL hanya sebagai PENGINGAT.
Saya tidak lagi mengikuti hukum PL, karena saya sudah dibebaskan dari taurat musa itu.
Makanya orang kristen suka berkata bahwa kami adalah umat pemenang.
Dengan disalibnya Yesus, semua peraturan yang ada di PL tidak lagi mengikat saya.
Semua peraturan itu sudah disalibkan.
Kalo bahasa okemnya
“Kalo ada apa-apa, gue majuin Yesus dah..”
Dosa manusia sudah dibayar dimuka oleh Yesus lewat darahnya.
Tinggal kamunya mau atau tidak beriman kepadaNYA.
Ingat Yesus Berkata:
“Akulah Jalan kebenaran dan hidup….”
DI Kristen TIDAK ADA TOLERANSI.
Mau selamat, percaya Yesus.
salam
68#nitt…
Udah baca Roma 2 dan 3 belum? Juga Roma 3:28-31????
Salam.
53# dan 65# Pandora
Lihat 69#imankristen.
Anda lagi diskusi ayat apa sih?? Sepertinya anda baca Alkitab versi Alquran ya???
Mana ayat yang mengatakan tulisan anda itu?
Salam.
@jelasenggak
“Postingan kamu #67 itu harap kamu baca ulang yaa.
Dari pada kamu malu sendiri.
Harap perhatikan postingan kamu ini:
Jelasenggak katakan PB ada SEBELUM dan SETELAH Jesus DISALIB.
===> saya ngga pernah nulis itu nitt.
Yang saya tulis di #62:
YES.. perjanjian baru di tandai dengan kedatangan, masa hidup sampai, penyaliban dan kebangkitan.. ”
=============
Jel..
- “Ada” berbeda ya dengan “Ditandai Dengan” ?
- “Sebelum (Salib)” berbeda ya dengan “Kedatangan, Masa Hidup”
- “Setelah (Salib)” berbeda ya dengan “Kebangkitan”
..
Harap diperhatikan Urutan kata dalam kalimat anda : “Kedatangan, Masa Hidup, DISALIB, Kebangkitan”.
..
Salam. =)
Imam Kristen (69)
Anda katakan bahwa apa yang tulis mengenai Saul tidak membunuh hewan peliharaan adalah ayat yang saya kutip dari Al Kitab versinya Muslim, Ini saya kasih ayatnya yang saya ambil dari http://www.alkitab.otak.info.
I Samuel 15:9-11
Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing, domba dan lembu lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga, tidak mau mereka menumpas seluruhnya itu. Tetapi segala lembu yang tidak berharga dan yang buruk itulah yang ditumpas mereka.
Lalu datanglah firman Tuhan kepada Samuel, demikian :
Aku menyesal, karena Aku menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari Aku dan tidak melaksanakan firmanKu.
___________________________
Ayat tersebut memang ada di Alkitab juga dengan ayat I Samuel 15:1-3, apakah saya juga perlu untuk menukilkannya disini? Supaya anda baru yakin bahwa ayat itu memang benar benar ada. Saya jadi berpikir, jangan jangan anda sendiri yang tidak secara baik membaca Al Kitab yang ada ditangan anda.
Terima kasih.
@jelasenggak #73
“Yaitu diskusi tentang Tuh@n Yang MAHA KUASA.
(kamu udah selesai belum di diskusi tertutup Iman Kristen?)”
============
Tanya aja tuh sama imankristen.
Posting terakhir saya sudah beberapa hari ngga direspon, dia mungkin sedang sibuk di Forum ini.
Salam. =)
@imankrsiten #77
Sudah..
Sedari Awal anda menyarankan saya sudah baca kok..
Yang (kalo ngga salah) di alkitab online itu kan..?
Salam. =)
@pandora #80
Nice..
Kita lihat sejauhmana Imankristen bertahan.
Salam. =)
@nitt.
Kalau begitu, tolong di benerin pertanyaan kamu nitt
Misalnya seperti ini:
Salam.
@Pandora #80.
juga nitt.
Saya akan coba urun suara tentang pertanyaan anda tsb.
Tapi saya akan membahas secara keseluruhan 1 Samuel 15:1-35
Begini,
Secara kontekstual, yang ingin disampaikan dari ayat-ayat ini adalah bahwa, KEPATUHAN adalah LEBIH PENTING dari pada upacara penyembahan.
Penyembahan adalah penting bagi umat Tuh@n. Tapi secara kontekstual, Kepatuhan kepada perintah Tuh@n adalah hal yang utama untuk tercapainya rencana keselamatan bagi seluruh umat manusia
Silahkan lihat:
Matius 5:20
Kaum farisi, di ayat diatas, adalah orang yang paling mementingkan penyembahan dan ritual keagamaan. Kepatuhan dalam melaksanakan perintah TUh@n adalah hal yang terpenting, bukannya upacara ritual penyembahan.
Saul, dalam 1 samuel 15 juga melaksanakan hal ini.
Itu tidak dikehendaki oleh Tuh@N
Baca ayat yang ke 22:
Kenapa anak kecil bangsa amalek harus juga dibunuh?
Menurut hemat saya, karena Tuh@n tidak mau ada anak cucu tsb menuntut balas dikemudian hari. Tuh@n tidak mau israel direpotkan dengan hal begitu.
Kenapa Istri juga, ya sama dengan yang diatas itu.
(bandingkan dengan muhamad di perang khaibar dan racun di paha kambing.)
Perintah Tuh@n tsb adalah untuk keselamatan bangsa israel pada saat itu dan juga melancarkan rencana penyelamatan Tuh@n dimasa yang akan datang.
Kalo lawan amalek saja harus beribu-ribu tahun, rencana penyelamatan Tuh@n lewat Lahirnya Yesus bakalan mundur-mundur terus… ya nggak?
Harap saudara dorapan (eh salah, pandora) jelas.
Bedanya dengan ayat pedang di alquran itu apa?
Bedanya,…..
adalah…..
Eng.. ing …eeengggg…
Ayat pedang MEMERINTAHKAN untuk membunuh SEMUA NON MUSLIM….
1 Samuel 15 MEMERINTAHKAN untuk membunuh Semua
Amalek..
Makanya saya tanya sama muslim.
KENAPA muslim tidak melaksanakan PERINTAH MEMBUNUH SEMUA non muslim.
DI PL, bangsa israel SUDAH MELAKSANAKAN perintah
Tuh@n itu.
INGAT!
KEPATUHAN akan perintah TUh@N LEBIH PENTING dari segala macam aturan, penyembahan tata cara dll.
MEMATUHI apa yang dipertintahkan TUh@n adalah juga merupakan penyembahan.
itu yang coba dikupas dari cerita Samuel tsb.
Saya harap sdr. Pandora tidak akan mengganti namanya lagi menjadi misalnya Andorap.
Salam…
jelasenggak,
Sesuai dengan pendirian anda menegur saya di *Agamaku* ketika saya membandingkan ayat Samuel/Hosea dengan ayat ayat pedang, anda menegaskan “Akui dulu bahwa Al Kitab BENAR, baru mengkritisi ayat SAMUEL (Alkitab) –
Dalam komentar anda tersebut di atas (85) ketika anda membandingkan ayat Samuel/Hosea dengan ayat ayat pedang, maka Sayapun dalam tukar pandangan dengan saudara dapat menggunakan apa yang anda tegaskan tersebut : Akui dulu bahwa Al Qur’an itu adalah benar wahyu Allah, baru mengkritisi ayat ayat nya.
Selama kita berbeda pandang mengenai Kitab suci masing masing, tidak ada manfatnya saya merespons postingan anda tersebut demikian anda juga hendaknya tidak merespons apa yang saya kemukakan.
Dalil yang saya pergunakan adalah dalil yang anda kemukakan.
Terima kasih.
80#pandora…
Juga untuk nitt.
Lihat cara anda baca Alkitab berikut ini:
#Ayat Hosea (bayi digilas dan wanita hamil dibelah perutnya). Ayat ayat tersebut adalah pembanding dari ayat ayat pedang/perang yang anda persoalkan.#
Mana ayat Hosea????
Untuk ayat Samuel tersebut, coba tuliskan juga Samuel 15:2.
“Beginilah firman Tuhan semesta alam: Aku akan membalaskan apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel…”
Apa yang dilakukan orang Amalek?? Lihat Keluaran 17:8-13; Bilangan 14:43, 45; Ulangan 25:17-19.
Pada konsteks itu, Saul sedang diberi kesempatan untuk membuktikan kesetiaan kepada Allah dengan melakukan tugas yang diberikan.
Perlawanan kepada apa yang Allah inginkan yang didasari dengan keserakahan… itulah yang dihukum Allah.
Btw, ada yang “katanya” nabi…., menyerang “negara” yang lagi “tenang-tenang” saja. Kemudian tertarik dengan wanita lalu memperistrinya.
Tingkah laku “nabi” itu “serupa” dengan Saul. Ini tidak diperkenan Allah.
Jadi Israel diajarkan: Mata ganti mata…, gigi ganti gigi. Israel juga dihukum Allah ketika tidak bisa menuruti untuk taat kepada Allah, sehingga mereka di “basmi” oleh Allah dan disisakan “sedikit” yang hidup dalam pembuangan menjadi budak di Babel selama 70 tahun.
Jadi setelah jatuh dalam dosa…, maka hukum Allah adalah bersifat: “upah dosa” yaitu “maut”.
Injil diberikan sebagai jalan keluarnya.
Apa gunanya Taurat?? Sebagai Rontgent. Jadi dengan hasil tersebut manusia tidak bisa lagi berdalih dihadapan Allah.
Bisa tidak seseorang disembuhkan tanpa hasil rontgent?? Bisa saja. Tetapi seseorang “PASTI” merasa diri sehat kalau tidak ada hasil rontgent tersebut.
Taurat berfungsi supaya manusia sadar, tidak bisa diperkenan Allah berdasarkan perbuatan.
Tuntutan taurat itu dimana hukuman dosa adalah maut…, ditanggung oleh Yesus diatas kayu Salib.
Ini esensi yang nitt tidak bisa mengerti ketika membaca Roma pasal 2 dan 3. Eh… si nitt masih bertanya lagi… apakah PL masih berlaku?? Lucuuu sekali.
Nih… ya nitt.
Anda saya bimbing.
Apakah PL berlaku?? Ya. Kalau anda mau hidup berdasarkan perbuatan…, silahkan saja. Ada jalan melalui taurat yang ujung-ujungnya adalah MAUT.
Apakah PB berlaku?? Ya. Kalau anda tidak mau hidup berdasarkan kutuk Taurat…, silahkan datang ke Injil.
Jadi PL dan PB keduanya masih berlaku. Mau hidup dalam PL?? Silahkan. Mau hidup berdasarkan PB?? Silahkan.
TETAPI…, kalau anda belajar PL keseluruhan…, maka PL adalah berisikan bahwa Maut itu adalah upah anda, jikalau anda tidak datang ke PB.
Dalam PL Allah akan menjadi Allah yang kejam, kalau tidak ada jalan keluarnya. Karena itu…, PL diberikan dengan pandangan jauh kedepan untuk menerima PB.
Bagaimana dengan Quran?? Quran adalah konsep PL tanpa ada jalan keluar. Memang Allah anda adalah Allah yang kejam. berbeda dengan kami. Ini mirip dengan PL. Coba bandingkan keduanya.
Diskusi ini menjadi tidak “nyambung” ketika anda hanya ingin mempersamakan Quran dengan PL dan mengabaikan janji di PL mengenai pentingnya/kedatangan PB.
Lihat…., PL menjadi lain dengan Quran, karena PL menjanjikan kedatangan PB dan PL menuntun manusia untuk hidup berdasarkan PB.
Perhatikan kalimat dibawah ini:
PL = Yahudi (penganut agama di Israel saat ini), dengan konsep “gigi ganti gigi” siap untuk “menghancurkan” Arab. Kenapa?? Karena itu adalah pusaka Israel, yaitu tanah perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham.
Quran = Muslim, penganut yang sama dengan PL.
Yahudi dan Arab perang…, siapa yang menang?? Israel.
Pertanyaan: Kenapa Muslim tidak dimusnahkan??
Karena di Israel juga ada pengikut Kristus. Ada penganut Kristiani juga disana. Konsep KASIH diberitakan di Israel, ini yang menjadi pergumulan mereka, antara “gigi ganti gigi” dan konsep “kasih”.
Bagaiman respon Quran/Arab kepada Kristen di Israel yang “membantu” mereka??
Muslim malah “menyerang” dan “menghancurkan” Kristen di seluruh dunia.
Istilah Indonesia: Air susu dibalas dengan air tuba.
Salam.
Imam Kristen,
Ayat Hosea itu ada di http://www.alkitab.otak.info pada pasal 13 ayat (16)(14-1) === saya tidak mengerti mengapa penomoran ayat tersebut menjadi seperrti itu. Bunyinya sebagai berikut :
**Samaria harus dihukum karena mmberontak melawan Aku. Rakyatnya akan tewas dalam pertempuran, anak anak bayinya akan digilas. dan wanita wanita hamil dibela perutnya**
Anda hanya menukil I Samuel 15:2. Mengapa anda tidak beranjak satu ayat ke atas dan satu ayat ke bawah dan disana akan anda temui ayat 1 dan 3. Kalau malas untuk melakukannya, saya akan bantu untuk menuliskannya.
Bahasa Indonesia se hari hari (BIS)
I Samuel 15: 1-3
1) Pada suatu hari, Samuel berkata pada Saul :”Tuhan yang menyuruh aku melantik Baginda menjadi raja atas Israel, sebab itu Baginda mendengarkan perintah Tuhan Yang Maha Kuasa.
2) Dia menghukum orang Amalek, karena leluhur mereka melawan orang Israel ketika orang Israel datang dari Mesir.
3) Jadi pergilah dan seranglah orang Amalek dan hancurkanlah segala milik mereka, jangan tinggalkan sesuatu apapun, bunuhlah semua laki laki, wanita anak anak dan bayi, juga sapi, domba, unta dan keledai.
Terjemahan Baru :
3) Jadi pergilah sekarang, kalahkan orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan jangan ada belas kasihan lepadanya. Bunuhlah semuanya, laki laki maupun perempuan, kanak kanak mauoun anak anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.
Semoga anda dapat membacanya dengan baik.
Ayat 2 dari 1 Samuel pasal 15 yang anda nukilkan kelihatannya berbeda dengan yang ada BIS, anda kiranya dapat memberikan penjelasan.
Kalau melihat ayat 2 yang melawan orang Israel adalah leluhur mereka. Mengapa keturunannya yang mendapatkan hukuman. Dan hukumannya tidak tanggung tanggung seperti yang terdapat pada pasal 3.
Sdr. Imam Kristen, sesuai dengan undangan anda, maka saya masuk keforum ini (anda sendiri yang menunjukkannya). Maka saya masuk dengan kedua ayat itu, itulah yang sedang kita bahas. Kalau anda melebar kepada hal hal lain, itu sudah menyalahi apa yang anda tegaskan dalam blog *Agamaku*. Jadi tetaplah konsisten dengan apa yang telah anda gaungkan.
Terima kasih.
@Dorapan #86
Lho kok?
malah mbulet begini sih dorapan.
Kamu khan berkata di #53
DI kutipan tersebut kamu berkata:
Saya jawab begini nih:
Karena anda membandingkan, maka saya beri perbedaan.
———–
DI Blok agamaku, posting kamu sudah saya repon lho..
Saya harap dorapan jelas dalam hal ini.
DI Blog agamaku, posting saya no 30. Silahkan dibaca.
salam.
88#pandora
BIS itu artinya: Bahasa Indonesia Sehari-hari.
Ketika membaca ayat…, selalu lihat konteksnya.
Bacaan satu ayat dipengaruhi oleh satu paragraf, dipengaruhi oleh satu bab, dipengaruhi oleh satu buku. Jadi makna satu buku itulah yang menafsirkan satu kalimat tersebut.
Ketika baca Samuel…, lihat penyebab Allah memberikan perintah tersebut.
Ketika baca hosea.., lihat pasal 1. Itu bercerita tentang penghukuman atas Israel dan Janji akan kedatangan Mesias.
Hukum dosa adalah maut, lihat Hosea 13:14 (2 ayat sebelum Hosea 14:1 yang anda kutip itu). Itu berbicara mengenai kuasa maut pada manusia. Lihat nubuatan Hosea itu dikutip dalam 1Kor.15:55. Itu berbicara mengenai Mesias yang dijanjikan.
Jadi ketika Allah memberikan hukumannya…, selalu diarahkan ke PB (janji tentang Mesias yang artinya Pembebas).
Saya harap anda mengerti cara membaca Alkitab.
Salam.
Coba baca Ratapan pasal 2. (Murka Allah terhadap Sion/Israel).
Baca Yeremia 34:2, itu adalah nubuatan “pemusnahan” Israel oleh Babel. Lihat pelaksanaannya di Yeremia 39. Lihat Yeremia 39:6-7 “Raja Babel menyuruh menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya di Ribla; juga semua pembesar Yehuda disembelih oleh raja Babel. Kemudian mata Zedekia dibutakannya, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga untuk dibawa ke Babel”.
To Pandora…
Sekarang…, jelaskan “ayat pedang” saudara tersebut.
Salam.
@jelasenggak
Hehe.. =)
Jel..
Gini lho.. =)
Kamu katakan :
“Bedanya dengan ayat pedang di alquran itu apa?
Bedanya,…..
adalah…..
Eng.. ing …eeengggg…
Ayat pedang MEMERINTAHKAN untuk membunuh SEMUA NON MUSLIM….
1 Samuel 15 MEMERINTAHKAN untuk membunuh Semua amalek”
================
Kamu katakan :
“Ayat pedang MEMERINTAHKAN untuk membunuh SEMUA NON MUSLIM….”
Saya tanyakan :
“Membunuh Semua Non Muslim DIMANA?”
..
Kamu ini..
SELALU SAJA posting dengan PEMIKIRAN LAMA?
Masa sih kamu benar-benar BERPIKIR bahwa saya akan Posting apa yang Saya posting TANPA MENYIAPKAN RESPON atas KEBIASAAN / CARA Berpikir kamu.
..
Ck..
Padahal sudah Merasa Pinter ya pake Eng Ing Eng segala.. =)
Ya sudahlah.. =)
..
Salam. =)
@jelaenggak
Ngga minta Mas nya tuh untuk mau / berani menanggapi Posting saya di Diskusi Tertutup..?
Sudah Beberapa Hari lho..
Niat / Berani ngga tuh Mas nya..?? =)
Atau sudah siap Menutup Diskusi dan Cerita ke Dunia bahwa Muslim Ngotot Ketika Diskusi Jadi Ditinggal Aja? =)
Seperti cerita dia ke saya sewaktu awal-awal Mengajak Diskusi. =)
Padahal Yang Ngotot Siapa, Yang Biasa Aja Siapa.
..
Yah biasalah.. =)
..
Salam. =)
He he he nitt
Itu saya terlupa anda sudah jawab. Kirain belum….
Diskusi tertutup itu sih ndak sulit (pembuktian yang tidak bisa dibuktikan??). Sangat mudah malah.
Salam.
@imankristen #94
Hehe..
Kamu ngga Respon-respon karena “Lupa” ya.. =)
(Padahal saya sudah ingatkan Berulangkali di Forum Yang Sama Tempatnya Dengan Tempat Kamu Posting Pemikiran Kamu)
..
Ini Baru Harus Pecaya Dengan Iman namanya.. =)
..
Ya sudah lah.. =)
..
Salam. =)
@nitt.
Jawaban kamu itu udah ketahuan mbulet… let.. let..
Inget posting saya yang dulu.
Semua jawaban kamu sudah di jawab sama Iman, kamunya aja yang coba mengaburkan diskusi..
Makanya dia mungkin males, lupa, atau ngga ada interes lagi.
Makanya kalau diskusi itu yang bener nitt.
He he
Salam
@nitt #92.
Artiin aja ayat ini (ini ayat pedang yang kamu maksud bukan yaa?)
Al baqarah – 191
dan masih banyak lagi ayat seperti ini…
salam.
@nitt.
Ngga ahh , saya ngga pernah berpikir begitu..
Saya tahu kamu pinter dan pernah di asses di ui (pasti dengan hasil yang memuaskan)
Lagian…
Saya ini orangnya agak sedikit lugu…
salam
@dorapan. #88
kenapa yang kamu nukilkan cuman ayat 1-3
Baca seterusnya, terutama ayat 22. Disitu jelas sekali.
Baca juga jawaban saya di atas (nomor 85)
kalau mau pura-pura ngga baca, silahkan deh ganti nama lagi…
Saya ngga apa-apa koq.
Silahkan baca postingan saya di #85 itu yah.
Yang ada eng.. ing… eng nya itu lho..
—–
Teman kristian.
Kenapa ngga ada yang bilang-bilang “nicely said ” ke saya seperti si…
ahh. sudahlah..
@jelasenggak
Hahahaha..
Saya yakin kalo kita kenal dari kecil kita sudah sering main bareng.. =)
Karena sikap kamu di Forum ini mengingatkan saya pada masa-masa ABG saya sendiri.. =)
Dan kamu ngga akan “segitunya” kepada Islam karena saya bakalan ngirimin opor terus ke rumah kamu. =)
Salam. =)
@jelasenggak #97
JAWAB saja Pertanyaan saya di #92 :
“Membunuh Non.Muslim DIMANA?”
..
Respon saya di posting #97 kamu SUDAH BERULANGKALI saya jelaskan di Agamaku.
Ngga mau ah menjelaskan LAGI. =)
..
Salam. =)
@jelasenggak
“di posting #97 kamu” –> maksud saya : “untuk posting #97 kamu”. =)
@nitt 101
membunuh non muslim DIMANA SAJA mereka berada.
Salam.
@nitt dan dorapan.
Biar lebih jelas.
Pertanyaan saya di blog agamaku:
DORAPAN mencoba menjawab pertanyaan saya diatas, dengan pertanyaan balik mengenai 1 Samuel 15
Lalu saya jelaskan ttg ayat samuel tsb.. yang tak lain adalah pentingnya PATUH kepada perintah TUh@n daripada upacara penyembahan.
Nitt juga berkata, ” hal yang sama bisa menjelaskan ayat pedang di quran kami itu.”
saya jawab.
Beda dong,
Dimana bedanya.?
Di 1 samuel 15, Israel akhirnya mematuhi perintah Tuh@n untuk membunuh semua penduduk amalekies (samuel mencincang raja agag di depan saul)
Perintah Tuh@n SUDAH dilaksanakan.
Sekarang…
Muslim belum menuntaskan perintah tuhannya yang ditulis di quran tsb.
yaitu untuk membunuh semua kafir dimanapun berada. (pertanyaan saya diatas)
Buktinya sekarang masih ada non muslim yang hidup di dunia ini.
gitu lho..
Jadi saya rasa jawaban nitt kurang relevan.
—-
Jangan pernah berkata kalau ayat tsb hanya untuk keadaan perang saat itu…
Karena sama saja dengan mengatakan, bahwa quran itu sudah ngga cocok lagi untuk masa sekarang.
alias ketinggalan zaman.
Kalau kitab suci ketinggalan jaman, berarti bukan dari langit tuh…karena ngga bisa melihat masa depan.
salam
@jelasnggak
Sekarang tolong jawab pertanyaan saya lagi..
“Membunuh Non.Muslim DIMANA SAJA BERADA yang ditemui DIMANA?”
..
Di Tempat Tertentu?
Pada Waktu Tertentu?
Atau..
Di SELURUH DUNIA?
KAPAN SAJA?
Begitu?
..
Sekarang..
Pertanyaan saya selanjutnya (biar cepet..) :
“KENAPA kamu berpikir seperti itu?”
Kamu sepertinya akan mengatakan :
“YA KAN ITU yang DIMAKSUDKAN dalam AYAT TERSEBUT”
..
Jawaban saya :
Tidak.
Bukan itu yang dimaksudkan ayat tersebut.
Ayat itu TIDAK menyuruh MUSLIM membunuh SEMUA Non.Muslim di DUNIA KAPAN SAJA dan DIMANA SAJA.
..
Bagaimana?
..
Salam. =)
PS: dan lagi, kalau benar maksud ayat itu adalah seperti kamu pikir, bagaimana mungkin Orang Terdidik Banyak Masuk Islam?. Bagaimana sih kamu ini? kok bisa-bisanya TETAP berpendirian seperti itu dengan MENGABAIKAN argumen Banyak Orang Masuk Islam saya tersebut? =)
@jelasenggak
Mungkin kamu bisa baca Ayat-ayat sebelum itu dan Sejarah turunnya ayat tersebut jel.. =)
Salam. =)
Iman Kristen (90)
===Hosea ..lihal pasal 1 …itu bercerita tentang penghukuman atas Israel dan janji akan kedatangan Mesias===
Apakah hanya untuk meratakan jalan akan kedatangan Mesias, Tuhan telah memerintahkan manusia/Israel untuk melakukan pembunuhan terhadap anak anak, bayi maupun binatang peliharaan. Suatu perintah yang penuh dengan kekejaman dan tidak mengenal kasih telah diperagakan manusia berdasarkan perintah dari Tuhan. Disini Tuhan telah berfirman bahwa untuk membalas perbuatan terhadap Israel adalah wajib dengan cara cara yang digambarkan oleh kedua Kitab I Samuel dan Hosea.
(DIATAS ANDA NYATAKAN BAHWA ITU ADALAH JANJI TUHAN AKAN KEDATANGAN MESIAS) Tolong dapat diperjelas, apa yang anda maksud tersebut.
==Raja Babel menyuruh menyembelih anak anak Zedekia di depan matanya bla bla bla…..=== Itu adalah suatu perbuatan yang kejam/keji dan patut dikutuk. Hanya perbuatan Raja Babel tersebut tidak bersandarkan atas perintah Tuhan dan itu banyak terjadi pada setiap zaman. Lain halnya dengan perbuatan balas dendam dengan membunuh anak anak bahkan yang sedang menyusui dan membelah perut wanita hamil atas dasar perintah/firman Tuhan.
Anda boleh mengambil banyak ayat untuk mendukung/memberi pembenaran perbuatan membunuh semuanya termasuk hewan ternak, tapi bukan disitu persoalannya. Persoalannya adalah bahwa Tuhan telah mengajarkan kepada manusia bagaimana caranya untuk melakukan pembalasan dendam secara kejam tanpa belas kasihan.
Dan ini telah kelihatannya ayat ayat tersebut telah dipakai oleh Hitler ketika dia membantai bangsa Yahudi. Atau ketika Serbia membantai Muslim Bosnia.
Terima kasih.
@jelasenggak #104
Kamu katakan :
“Nitt juga berkata, ” hal yang sama bisa menjelaskan ayat pedang di quran kami itu.”
========
Kapan saya mengatakan hal ini?
Bisa di copy paste disini?
Atau jangan-jangan kamu asal mengartikan posting saya (seperti biasanya..) ?
Berpikir banyak tapi ngga tepat. =)
..
Salam. =)
@all
Coba situs ini deh..
Mungkin dapat membantu dalam memahami Al Qur’an..
Bisa dengerin Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an juga loh.. =)
http://www.quranexplorer.com
Salam. =)
PS.: Siap-siap ya Muslim, kemungkinan besar akan ada Pertanyaan lagi mengenai Penjagaan Al Qur’an. Tapi saya pikir ngga apa-apa cape sedikit. Semoga sabar ya Menjelaskannya. =)
@all
Bagi yang ingin Mendengarkan dan Membaca Al Qur’an..
Ini linknya di situs itu (agar mudah) :
http://www.quranexplorer.com/quran/
107#pandora
Ayat 10-12 adalah jalan keluar dari ayat 1-9.
Coba bandingkan kedua bagian itu. Baca dengan tenang.
he he he…. pandora…
Konsep Allah anda ini bagaimana sih???
Allah mengajarkan balas dendam?
Kalau manusia mengatakan apa yang Allah katakan itu…, baru disebut balas dendam.
Tapi kalau Allah…, itu bukan mengajarkan balas dendam.
Lalu apa dong…??
He he he…, selama ini saya terus yang jawab, hingga pertanyaan yang rumit sekalipun. Pertanyaan saudara ini mudah sekali jawabannya. Itu berhubungan dengan konsep “doktrin Allah” (istilah kami). Itu akan saya jawab belakangan. Nanti anda “mencontek” jawaban saya lagi untuk “kasus” anda itu.
Saya telah jawab demikian banyak pertanyaan anda…, sekarang jelaskan arti ayat pedang tersebut.
1. Apakah Allah kejam??
2. Kalau Allah tidak kejam…, berarti kita harus menurutinya.
3. Kalau Allah kejam…, berarti kita boleh mengabaikannya.
4. Bagaimana ayat pedang tersebut bagi anda sekarang?? Menuruti atau mengabaikan perintah Allah tersebut??
Salam.
Iman Kristen,
==Tapi kalau Allah ……, itu bukan mengajarkan balas dendam.
lalu apa dong??==
Pertanyaan itu lebih tepat kalau dikembalikan kepada Sdr. Iman Kristen sendiri.
Cobalah anda kembali melihat I Samuel 15 ayat 2. Apa yang tertulis disana hendaknya saudara renungkan kembali waktu komen tersebut anda nyatakan. Apakah itu bukan firman/ajaran Allah untuk membalas perbuatan orang Amalek terhadap Israel?. Kalau bukan, lalu apa dong??
Sekiranya ayat yang merupakan firman Tuhan tersebut tidak menyertakan anak anak dan bayi serta binatang peliharaan yang juga harus dibunuh, saya tidak akan mengkritisinya, karena saya anggap itu sebagai pola perang zaman dulu dan situasi perang memang menghendaki demikian. Hanya ada dua pilihan, anda terbunuh atau anda yang membunuh.
Saya tidak mempersoalkan konsep doktrin Allah dari pihak anda. Yang saya persoalkan adalah firman/ajaran Tuhan yang terdapat pada Samuel dan Hosea. Tidak lebih dan tidak kurang. Anda lihat sendiri, dalam postingan, saya selalu tidak beranjak dari ayat ayat yang dimaksud.
Terima kasih.
@ nitt
Ya udah , sekarang jawab ya:
Ayat itu adalah untuk membunuh non muslim di mana?
Di arab sana SAJA?
Pada saat perang SAJA?
dengan Quraisy SAJA? gitu?
berarti alquran itu ngga sesuai lagi untuk jaman sekarang nitt.
Kalau suatu kitab suci luntur dimakan zaman(tidak pas lagi isinya) berarti yaaa bukan kitab suci itu..
Kayaknya yang ini sudah saya tulis di PS.
Harap baca ulang. postingan saya.
—-
1.Kalau orang terdidiknya adalah kristen, yaa mungkin dia jarang ke gereja kali, jadi mudah terpengaruh.
Biasanya, orang yang mudah terpengaruh spt itu bakalan pindah agama lagi, kalau melihat kenyataan lainnya, coba aja deh.
2. Kalau orang terdidiknya, Atheis. Ya mungkin mereka senang di islam boleh beristri lebih dari satu.
Seperti kata boymuh : “daripada gonta ganti pasangan ngga jelas..”
3. Kristiani sedang mencapai titik kulminasi.
4. Secara biblikal, akhir jaman sudah dekat. Orang yang tersesat akan bertambah sesat.
5. Naik Zakir dulunya mungkin bekas salesman.
6. Nanti kalau saya dapat ide lagi… saya kasih tau selebihnya ok.
salam
@nitt 108
“saya harapa sdr. Jelasnggak tidak bertanya lagi mengenai ayat pedang..”
Inget ngga yang ini…(jangan pura2 lupa ahhh.. ngga bagus)
Kan kamu yang bilang tuh…
Kamu beranggapan bahwa langkah dorapan menunjukan 1 samuel 15 itu dapat menjawab ayat2 pedang di quran.
Ternyata saya dapat menemukan perbedaan antara ayat2 pedang dan 1 samuel 15.
salam
@ Dorapan
Tampaknya kamu tidak baca penjelasan saya.
Baca 1 Samuel 1-35.
Terutama ayat ke 22
Konteks ayat2 tsb secara keseluruhan adalah:
Tuh@n LEBIH MENGHENDAKI israel untuk PATUH pada perintahNYA.
daripada penyembahan.
1 Samuel 15 berbicara tentang :
ANTARA KEPATUHAN dan Penyembahan.
Semua Amalek harus dimusnahkan pada saat itu.
Tidak terkecuali bayi-bayi.
sekali lagi kata kuncinya KEPATUHAN bukan yang lain.
hhhhhh… cape nih
ps. anda harusnya beranjak dari ayat 2 ke ayat 22..
biar jelas.
salam
@pandora,
kalau kamu bertanya kenapa,
Tuh@n kok keji sekali s
Tega2nya bayi kok dibunuh… apa salah bayi?
menurut saya,
Itu haknya TUh@N dong..
Mungkin bangsa amelek diciptakan khusus sebagai sparing partnernya israel. Untuk ‘melatih’ israel supaya selalu patuh.
Buktinya, israel gagal.
Meskipun pada akhirnya, samuel melaksanakan perintah Tuh@n .
Ngga ada yang salah di 1 samuel 15 ini.
Sebaliknya,
Kalau Tuh@n menyuruh bunuh
tapi tak dilaksanankan kan itu dosa.
Melawan perintah Tuh@n adalah dosa.
Sama dengan adam, dulu.
Disuruh JANGAN MAKAN malahan makan.
Dosa.
dosa.
Ibrahim malahan disuruh bunuh anak sendiri.
———–
ps.
Kamu sudah melaksanakan semua perintah di quran belum?
Yang itu tuh…
salam.
111#pandora
He he he….
Anda jawab dulu kasus ayat pedang anda.
Lihat ulasan saya di 110#. Di jawab dulu yang itu.
Saya kutip lagi. AYAT PEDANG:
1. Apakah Allah kejam??
2. Kalau Allah tidak kejam…, berarti kita harus menurutinya.
3. Kalau Allah kejam…, berarti kita boleh mengabaikannya.
4. Bagaimana ayat pedang tersebut bagi anda sekarang?? Menuruti atau mengabaikan perintah Allah tersebut??
Salam.
Ps. Coba perhatikan jawaban jelasenggak diatas. Itu sudah membantu mengenai pertanyaan anda tentang 1 Samuel.
Iman Kristen,
Kalau kata kuncinya adalah kepatuhan dalam memandang ayat ayat tersebut. Saya harus bilang apa lagi. Kecuali dapat mengusap dada melihat pembantaian yang dilakukan oleh Hitler terhadap bangsa Yahudi, pembantaian muslim Bosnia oleh Serbia, pendudukan Amerika atas Iraq, Afganistan.
Kalau kata kuncinya adalah untuk meratakan jalan bagi kedatangan Mesias (penyebaran agama Kristen), tidak ada lagi yang aneh mengenai slogan 3 G (Gold, Glory, Gospel) yang dicanangkan Eropah dalam ekspedisinya untuk mencaplok dan merampas hak hak negeri negeri timur serta dunia baru (Amerika Latin).
Karena perintah itu memang ada pada ayat Samuel dan Hosea. Dan harus diimani dengan kepatuhan.
Terima kasih
Iman Kristen,
Apakah memang disini forumnya untuk membahas ayat ayat Al Qur’an? Apakah ini tidak melanggar prinsip anda menjaga kedisiplinan? Anda menunjukkan halaman ini waktu kita akan membahas Ayat Al Kitab (Samuel/Hosea). Anda harus dapat menjaga apa yang anda katakan dengan *kedisiplinan* itu.
Kalau anda tidak dapat menjaganya, ya halaman halaman yang ada pada blog ini adalah halaman gado gado. Jadi tidak perlu anda mengatakannya di blog *Agamaku*
Terima kasih.
@jelasenggak
Kamu katakan di #104 :
“@nitt 108
“saya harapa sdr. Jelasnggak tidak bertanya lagi mengenai ayat pedang..”
Inget ngga yang ini…(jangan pura2 lupa ahhh.. ngga bagus)
Kan kamu yang bilang tuh…”
..
Jel..
Yang secara JELAS saya MINTA di 108 adalah agar kamu COPY PASTE Kata-Kata Saya.
Yang saya KUTIP diatas BUKANLAH kata-kata saya.
Kamu ini sudah benar-benar MENGABAIKAN Etika berdiskusi rupanya.
Sampai Berani Fitnah secara Terang-terangan.
Segitunya.
Santai aja lagi jel.. =)
..
Salam. =)
PS: Bagaimana nih frater Matias. Umat anda yang satu ini sepertinya bisa buat malu lho.. =)
@pandora
Sebenarnya saya sudah ingin sekali ikut Nimbrung diskusi anda dengan imankrsiten (jelasenggak ngga usah terlalu dipikirkan lah..hehe, sory jel..).
Tapi saya pikir anda cukup jeli untuk Tidak Terjebak kepada Pemikiran imankristen.
Jadi sama sajalah saya ikut atau tidak.
Bahkan sepertinya lebih baik Tidak. =)
Salam. =)
@nitt
Baca di #68.
Postingan kamu berhubungan dengan postingan pandora di # 63
Hayoo.
Yang jujurlah terhadap diri sendiri.
Postingan kamu di #68 itu kalau ngga salah artinya gini:
“tuh jel, sama khan ayat samuel itu dengan ayat pedang yang sering kamu jelek2in itu…
Makanya jangan suka jelek2in ayat pedang, di alkitab sendiri ada tuh, 1 samuel 15, seperti pandora bilang..”
Ya khan..
sekali lagi , jawab yg jujur.
salam.
@nitt 121
Nitt,
Bilang aja kamu udah ketemu loophole-nya si pandora..
Ngga apa kok nitt.
Saya ngga akan anggap dia itu bego atau ngga nyambung kok.
Namanya juga diskusi, bertanya dan menjawab.
itu namanya semangat diskusi nitt.
salam.
@ Pandora. 118
Begini loh Dorapan….
Waduh.
Kok kesimpulannya melenceng begitu sihhhh..
Pertama,
1 SAMUEL 15 itu adalah perintah membunuh semua penduduk AMALEK SAJA.
BUKANNYA perintah membunuh SEMUA PENDUDUK DUNIA.
Tindakan si kumis aneh Hitler ngga ada hubungannya dengan 1 samuel 15 itu.
Kok kamu bisa2nya menghubungkan begitu sih.
Sama juga seperti bosnia-serbia dan as-iraq.
ngga ada hubungan.
Yang sedang kita bicarakan itu ajarannya yaa.
Bukan oknumnya.
“Tuh@n memerintahkan untuk membunuh semua AMALEK”
BUKAN
“Tuh@n memerintahkan untuk membunuh semua musuh israel di seluruh dunia”
Kedua,
Emang pembantaian bosnia oleh serbia adalah karena agama ya? Masa sih..
Bukan itu adalah perang Etnik.
Sama ngga dengan perang antara madura dan suku kalimantan (tragedi sampit)..
itu lho, yang sama sebagian orang ceritanya dimanipulasi sehingga terkesan itu adalah perang antara kristen dan islam.
Sampai-sampai ada di youtube loh .
ck ck ck…
Ketiga,
3 G bukanlah meratakan jalan bagi mesias.
Mesias udah dateng duluan. Gimana sih..
3 G itu adalah murni perang merebut harta negara lain.
Gospel hanya ngikut dibelakang.
Pastor ngga ikutan perang dan membunuh.
Dan 3G sama sekali berbeda dengan 1 samuel dan hosea.
Coba renungkan.
“SEMUA” beda dengan “AMALEK SAJA”
salam.
ps.
Hitler itu agamanya kristen ya..
Baru tahu… maap deh.. ketinggalan belajar sejarah.
Lagipula, hitler membantai yahudi?
1 Samuel 15 bercerita tentang YAHUDI membantai AMALEK
kok kamu bisa2nya bilang YAHUDI yang di bantai..
Gimana sih ini.
wah..wah..
@Pandora #119
Hhhhh.
Iman Kristen mengajak anda membahas ayat samuel dan hosea disini bukan berarti dia membatasi HANYA ayat samuel dan hosea saja yang boleh dibahas di sini.
Iman Kristen berharap, agar forum di agamaku berjalan sesuai topik Yaitu SIRAH NABAWIAH.
Topik di forum ini bukan dikhususkan untuk membahas hosea/samuel saja.
Posting Iman kristen belum OOT.
Karena forum ini masih bersifat general.
OOT = out of Topic (jadi jangan ada yang beranggapan OOT itu otak atau apalah gitu, ok nitt?)
salam.
ps.
Tenang aja…
Saya belum cape kok jelasinnya, dorapan.
terusin aja nanya yang seperti itu.
Iman Kristen,
Saya mau nanya ni. Sehubungan dengan *kepatuhan*. Saya percaya bahwa anda patuh dengan apa yang Allah perintahkan sesuai dengan keyakinan yang anda anut. kalau begitu tentu anda dapat menjawab pertanyaan yang mudah ini. Apakah dalam suasana perang anda akan berbuat sama seperti yang disebutkan oleh ayat Samuel dan Hosea.
Pertanyaan kepada Nitt dari anda atau rekan anda mengenai sikap Nitt mengenai perintah *bunuh umat non muslim* saya kira adalah sama. Tapi pertanyaan tersebut tidak anda kaitkan dengan suasana perang.
Terima kasih.
Sdr. Nitt,
Kalau mereka boleh mengartikan ayat pedang dengan segala suasana (bukan hanya perang), Apakah kita juga tidak boleh dalam memandang ayat ayat Samuel dan Hosea.
Salam.
To Pandora…
He he he…. anda belum menjawab pertanyaan saya.
Gimana sih…, saya sudah jawab belapis-lapis hingga post no 126 ini. Eh…, anda belum jawab juga mengenai ayat pedang tadi.
Saya ulangi ya…:
Saya kutip lagi. AYAT PEDANG:
1. Apakah Allah kejam??
2. Kalau Allah tidak kejam…, berarti kita harus menurutinya.
3. Kalau Allah kejam…, berarti kita boleh mengabaikannya.
4. Bagaimana ayat pedang tersebut bagi anda sekarang?? Menuruti atau mengabaikan perintah Allah tersebut??
Coba jawab mengenai ayat pedang itu di blog agamaku (kalau anda kurang berkenan disini).
Begitu anda jawab…, saya akan jawab pertanyaan anda.
Jadi saya dan anda sama-sama tanya dan sama-sama jawab. Ini baru adil.
Salam.
To jelasenggak…
Berdasarkan esensi Kristen yang telah diuraikan diatas…, maka sangat mudah bagi anda untuk berdiskusi dengan nitt dan Pandora. Bahkan ditambah yang jauh lebih pintar lagi…, anda pasti bisa.
Kenapa?? Karena posisi diskusi ini sudah sampai pada titik lemah di mereka.
Titik lemahnya:
Islam: (Taurat) Perbuatan.
Kristen: Iman.
Sehingga:
Islam: Tidak ada jalan keluar (Allah menjadi Allah yang kejam).
Kristen: Ada jalan keluarnya. Kasih via Yesus.
Saya akan terus berdiskusi di tempat ini…, anda tinggal olah saja bagian-bagian yang mungkin saya kurang jeli melihat.
Untuk si Pandora…, sebaiknya kita tunggu dulu jawabannya mengenai ayat pedang-nya tersebut.
He he he Pandora…, ada tidak TAKUT kan untuk menjawabnya?? Itu kan kitab suci anda sendiri.
Salam.
@jelasenggak #122
Anda Kutip :
“Seharusnya Jelasenggak Sekarang sudah Tidak Mau membahas “Ayat Pedang” yang Dulu Senang Sekali dibahasnya itu ya.. =)
Salam. =)”
–> PERSIS. Itu adalah kata-kata saya.
BANDINGKAN dengan Kutipan kamu SEBELUM saya Respon :
““saya harapa sdr. Jelasnggak tidak bertanya lagi mengenai ayat pedang..”
..
SAMA ngga?
Kata-kata saya itu adalah Kalimat Sindiran.
Kata-kata yang Kamu Tuliskan seakan-akan kata-kata saya itu adalah Kalimat Pengharapan.
..
Jangan Seperti itu lah jel..
Sudah kepepet dibilang Pemfitnah ya?
Jadi mau Mengutip yang Benar juga akhirnya? =)
Ya sudah lah..
..
Yak.
Silahkan Pura-pura Ngga Ngerti. =)
..
Salam. =)
@imankristen #128
Jangan PD begitu ah..
Eh, tapi ngga apa-apa juga sih.. =)
..
Diskusi Tertutup udah belum tuh..? =)
Kan kamu yang ngajakin untuk terus padahal saya sudah kemukakan apakah diskusi bisa dilanjutkan tanpa kita harus sepakat dalam hal itu agar bisa lebih cepat, karena saya pikir kita menemui deadlock dalam hal ini.
Kok malah sekarang Kamu yang nampak Segan??
Kamu sudah Mengajak.
Eh sekarang Segan.
Gimana sih??
..
Dan masih komentar macam-macam lagi tentang Muslim mengenai Muslim yang Tsampai pada itik Lemah.
Hehe..
Dan itu Menurut Kamu lho..
Bukan Muslim.
..
Gimana? =)
..
Salam. =)
130#nitt
Ngak PD…, kita lihat saja dulu jawabannya si Pandora. Baru bisa kita lihat “pendapat” mana yang benar.
Di diskusi tertutup, sepertinya kita deadlock.
Silahkan anda berikan kata penutup “terbaik” untuk menyatakan argumentasi anda…, saya juga akan buat demikian.
Salam.
Iman Kristen,
Coba copy paste berapa banyak pertanyaan yang saya ajukan dan berapa banyak dari pertanyaan itu yang saudara dapat jawab. Kok saudara bilang sudah menjawabnya berlapis lapis.
Pertanyaan saya mengenai alasan pembunuhan pada Samuel dan Hosea yang anda katakan untuk memberikan jalan bagi kedatangan Mesiaspun tidak anda jawab. Itu saya tulis dengan hutuf kapital (107)
Jawaban mengenai ayat pedang, saya kira sudah cukup diberikan oleh Sdr. Nitt. Hanya anda sendiri yang kurang dapat menangkapnya dengan jelas. Patut anda ketahui mengapa ayat tersebut ada di Al Qur’an? Seperti yang telah dipaparkan oleh Sdr. Nitt.
Tak usahlah kita berhijra ke *Agamaku*, dan kalau anda mengizinkan kita bahas saja disini. Coba nukilkan ayat pedang yang dimaksud dan berikan tanggapan anda. Nanti akan sampai juga jawaban saya mengenai pertanyaan anda.
Dalam diskusi nanti, sambil lalu pembahasan mengenai Samuel dan Hosea kita lanjutkan.
Oh ya….. coba berikan kesimpulan anda, bahwa kami (anda sebut mereka) sudah sampai pada titik lemah. Apakah bukan sebaliknya?
Kata Nitt, jangan PD dulu.
Terima kasih.
132#pandora
Semua pertanyaan anda saya jawab. Kalau tidak mengerti… misalnya seperti Hosea… ya tinggal tanya saja.
Bilang saja:…, saya tidak mengerti menafsirkan yang ini…, saya sudah baca. Yang saya tangkap dari tulisan tersebut adalah…
Dan seterusnya.
Mengenai ayat pedang:
1. Apakah Allah kejam??
2. Kalau Allah tidak kejam…, berarti kita harus menurutinya.
3. Kalau Allah kejam…, berarti kita boleh mengabaikannya.
4. Bagaimana ayat pedang tersebut bagi anda sekarang?? Menuruti atau mengabaikan perintah Allah tersebut??
Coba jawab dengan tulisan anda sendiri dari 4 pertanyaan diatas.
Salam.
Iman Kristen,
Saya akan menjawab pertanyaan anda, tapi coba nukilkan ayat ayat pedang yang anda maksudkan dan berikan tangapan anda mengenai ayat itu. Rupanya anda tidak dapat menangkap apa yang saya minta itu, tolong dapat dibaca kembali posting niio. 132. Dalam pembahasan itu nanti tentu akan sampai juga pada pertanyaan anda yang beberapa point tersebut. Kita bahaslah secara bertahap.
Pertanyaan yang anda ajukan tersebut, kiranya juga dapat juga diajukan kepada anda sendiri. Salah satunya dapat anda lihat pada posting No. 126.
Iman Kristen
===ya tinggal tanya saja===
Jawab pertanyaan (107) yang pakai huruf kapital itu dan
126.
Saya juga masih ada beberapa ayat yang menampilkan kekerasan dalam Al Kitab. Kiranya Iman Krisnten dapat
memberikan tanggapan mengenai ayat tersebut itu secara bertahap, sesuai perkembangan dari diskusi ini.
Terima kasih.
To Pandora, nitt dan seluruh muslim juga rekan-rekan Kristiani.
Terima kasih atas responnya selama ini.
Karena satu dan lain hal…, mohon maaf…
Saya tidak bisa aktif beberapa minggu ini hingga akhir bulan ini.
Awal July saya akan mulai diskusi lagi.
Untuk pandora… secara singkat saya utarakan (lengkapnya nanti setelah saya kembali dari luar kota).
Doktrin Kristiani:
Allah adalah pencipta segala sesuatu. Setelah manusia jatuh dalam dosa…, maka upahnya adalah maut.
Artinya upah itu diterima manusia dari Allah.
Allah bisa menghukum langsung, atau mempergunakan tangan bangsa-bangsa.
Maut tidak bisa diberikan manusia kepada manusia lain…, karena itu adalah hak Allah.
Karena itu…, orang Kristen diajarkan bahwa “penghakiman adalah milik Allah”.
Jadi dalam konsep manusia muncul istilah balas dendam…, tapi dalam konsep Allah tidak ada. Karena…, sekali lagi…
“penghakiman adalah mutlak milik Allah.”
Soli Deo Gloria.
Salam.
Ps.
Kita ketemu awal July nanti.
“Euntes ergo docete omnes gentes baptizantes eos in nomine Patris et Filii et Spiritus Sancti”
Iman Kristen,
Kalau begitu sampai jumpa awal Juli nanti. Semoga anda sukses dalam misi anda diluar kota dan dapat kembali dengan pikiran baru dan gagasan baru. Kelihatannya * enggak rame kalo enggak ade elu* (maaf kalau kali ini saya pakai kalimat prokem).
Terima kasih.
@nitt. #129
Kalau saya tulis seperti itu, bukan berarti saya tidak menangkap kalimat sindiran kamu..
saya cuman males nyari2 ke atas. Jadi biar mudah saya tulis seperti itu.
esensinya kan sama.
Bahwa dengan sindiran kamu itu, kamu ingin menyampaikan bahwa dengan adanya ayat samuel, kamu berharap saya tidak tanya2 lagi ayat pedang..
Heran saya…
Pantesan…
MAGIC diulis MAGIG aja di komplain..ya elaahhh
Begitu bilang2 orang berpikir banyak tapi salah lah..
berpikir tak perlu lah..
terdisiplin lah, tunggu dipinggir lah..
shhh … nitt nitt..
salam..
@jelasenggak #137
Sekali lagi :
“Saya tidak MENGHARAP apa-apa jel”.
..
Yang sedari awal saya Harap adalah agar Kalian (Nasrani) menanyakan apa yang ingin ditanyakan tentang Islam di sini.
..
Agar TIDAK mempunyai pemikiran yang salah TERUS.
..
Saya harap saya jelas.
..
Salam.
@jelasenggak
Kalo boleh tau..
Kamu itu umur berapa ya?
Anak-anak, Remaja, Awal Dewasa atau Dewasa?
..
Agar saya di lain kesempatan kira-kira dapat menyesuaikan dengan Sifat Pemikiran kamu.
..
Salam. =)
PS.: saya umur 25an tahun. Agar kamu juga dapat kira-kira menyesuaikan dengan Sifat Pemikiran saya.
@nitt.
Jadi,
Seperti apa pemikiran yang benar itu.
Seperti Kamu?
bagaimana kalau saya bilang pemikiran kamu yang benar itu adalah pemikiran yang salah?
gimana sih..
@jelasenggak #140.
Bisa jelaskan posting itu refer ke posting saya yang mana?
..
Salam.
@jelasenggak
Baca #139.
..
Enggan jawab ya? =)
..
Salam.
@nitt.
Pertanyaan kamu ngga relevan dengan topik.
salam.
ps. memangnya ini cupid.com
@nitt 141
Ya elah kaya gini aja musti dijelasin
katanya ngaku udah pernah di asses di ui..
Gimana sih.
kenapa kamu berpikir bahwa kami nasrani selalu berpikir salah tentang islam…
Apa karena pemikiran kami tidak sejalan dengan pemikiran kalian?
gini aja ngga ngerti..
Salam
@jelasenggak #143
Baca Agamaku #573.
..
@jelasenggak #144
Bagaimana saya bisa memberikan pemikiran saya bila saya ngga tau kamu ini sedang ngomongin apa. =)
Langsung ngambek-ngambek aja. =)
..
Oke lah.
Saya bener-bener cabs dulu ya.
Semoga ketemu lagi setelah imankrsiten balik.
..
Usahakan jangan jadi Bitter lah jel.
Ngga bagus buat umur. =)
..
Salam.
@nitt.
terobsesi banget sih sama umur saya..
wHa ha ha ha…
—
Nih yaa saya tanya lagi:
“”kenapa kamu berpikir bahwa kami nasrani selalu berpikir salah tentang islam…
Apa karena pemikiran kami tidak sejalan dengan pemikiran kalian?”"”
–
Waduh….
kalau kamu cabut…
siapa lagi yang bisa saya ledek.
Jangan cabut dong..
Mendingan kita ledek2an di sini, daripada kamu ngga ada kerjaan lain terus ikut perkumpulan ngga jelas macam FPI.
Itu lho yang merasa diri mereka above the law.
Salam.
ps. Kalau mau cabut… ya udeh deh.
Asal jangan gabung sama FPI yah..
Kalau PKB boleh lah…
@jelasenggak #146
FPI jangan tapi kalau PKB boleh lah ?
..
Bedanya FPI dengan PKB apa?
..
Kan sama-sama Islam.
..
Sama-sama ikuti Al Qur’an dan Nabi Muhammad?
..
Kan “Pohon”nya sama jel..? =)
..
Salam.
PS: Dengan Pemikiran kamu itu, maka saya dapat simpulkan bahwa : “Kamu SUDAH TIDAK Berpikir Lagi Bahwa Muslim Yang Tidak Baik Adalah Karena Mengikuti Ajaran Al Qur’an Dan Nabi Muhammad”.
Sebagian tugas saya di sini telah selesai. =)
Semoga kamu lebih Tercerahkan.
@nitt.
Ah itu kan cuman intermezo aja..
Buat ngalemin kamu nitt… (ngerti ngga ngalemin itu apa?)
Biar kamu seneng…
Soalnya tipikal muslim senengnya diperlakukan begitu..
Harap kamu mengerti dan tidak cepat GR dan tidak cepat berkesimpulan.
salam.
He he he
@jelasenggak #148.
Ngeles aja teruss.. =)
..
Hehe..
..
Salam.
@jelasenggak
Seperti anak kecil saja.
..
Umur tuh umur..
..
Inget umur tuuhhhh.. =)
..
Salam.
@nitt
Nah… gitu…
Ngga usahlah pergi kemana gitu…
Disini kan enak…
Daripada kamu gabung sama habieb.
Tenang aja nitt… Selain kamu saya ledekin,
Juga saya akan alem.
hi hi hi … alem…..
salam
@jelasenggak #151
Apa sih??
@nitt.
Nyambung di sini ya .. karena yang di diskusi terbuka udah di tutup.
——————–
@nitten #232
Kamu :
==> jhe he he he….Kok begini sih pola pikir kamu sih?
Kalo dokter itu katakan kamu sakit flu….,
ya tentu saja kamu akan percaya, ….
karena dia punya sertifikat yang dipajang di dinding…
dan kamu percaya sertifikat itu asli.
Sekarang.
Kalau dokter katakan kamu mau mati besok…
Apakah kamu langsung percaya…
Karena dia punya sertifikat yang dipanjang di dinding…
dan kamu percaya sertifikat itu asli…
ha ha ha… (Ada yang ketawa tuh di belakang kamu, cekikikan lagi, ngelihat sifat PD kamu yang ngga tahan itu…)
Ck ck ck… kayaknya ngga layak nih s2nya…
Harap di inget Nitt, yang baca forum ini banyak lho, bukan cuman pandora, izza sama irlander aja.. ha ha ha…
salam deh.
@nitt
Kamu berkata:
===> Universitas kamu irrelevant di FORUM INI.
NGerti ya nitt.
Apa masih mau ngotot? (Jangan lupa kalau ngotot tambahin bumbu dan kecap kamu itu, biar meyakinkan he he he).
———————–
Kamu berkata lagi :
====> Lho tadi berkata kamu sama dengan George Bush.
Sekarang Universitas disamakan sama george bush…
Gimana ni…
Yang bener yang mana nih? kamu = george bush
atau
Universitas kamu = george bush?
——
Kamu :
==> jadi jawabnya adalah : kamu tidur dulu …ha ha ha
Ya sudah. Tidur saja dulu sana.
(lain kali kalau mau jawab, harap dipikir dulu ya, jangan lupa juga bawa kecap pas lagi tidur, biar meyakinkan ha ha ha)
Selamat malam. Saya tahu ketiga blog anda dari Google dan referensi teman saya Acturus. Saya adalah seorang Pantekosta yang juga tahu sedikit-sedikit Islam dan berberapa faktanya, faktanya sangat menyakitkan, dan untuk itu, saya tidak akan membicarakannya di sini. Menyimpan faktanya sendiri menjadi beban, sehingga kalau saya ikut debat seperti demikian harus ada stoppernya. Dan kalau melihat orang Islam, saya menjadi sedih sendiri.
To the point aja. Meskipun jemaat GPdI, saya mengakui doktrin Oneness God, teologi terbitan UPCI (United Pentecostal Church International), bukan Trinitas. Karena Oneness God adalah (CMIIW) One of Three dan Trinitas adalah Three in One. Anda Katolik bukan? Sehingga mengakui Trinitas. GPdI juga tidak mengenal Oneness God tapi diajarkan Trinitas. Saya gak tahu mereka apa tahu tentang Oneness God sehingga yang diajarkan Trinitas. Sebagai penganut Katolik (Trinitarian), bagaimana komentar anda tentang Pentecostal Oneness God Doctrine ini?
Upss..
sori..
153, 154 harap ignore saja.
Untuk 155#r3ck0rd
Terimka kasih sudah bertanya ulang di post ini.
Coba pelajari dulu konsep Tritunggal saya di:
http://imankristen.wordpress.com/category/doktrin-tritunggal/
Tolong bandingkan dengan konsep anda.
Mohon dipahami dulu ya tulisan saya, supaya anda tidak menanyakan ulang pertanyaan yang sudah ada jawabannya disana.
Salam.
Untuk 155#r3ck0rd
Terima kasih sudah bertanya ulang di post ini.
Coba pelajari dulu konsep Tritunggal saya di:
http://imankristen.wordpress.com/category/doktrin-tritunggal/
Tolong bandingkan dengan konsep anda.
Mohon dipahami dulu ya tulisan saya, supaya anda tidak menanyakan ulang pertanyaan yang sudah ada jawabannya disana.
Salam.
Em, justru saya bertanya karena telah membaca (hampir) semua artikel tentang ini di sarapanpagi.org. ^^
Maksud saya, hanya ingin mengetahui pendapat anda saja =]
Yes, pendapat saya lihat di link yang saya berikan itu.
Ada 7 tulisan tritunggal mengenai pendapat saya.
Apa maksud anda saya tulis ulang lagi (copy paste) 7 tulisan saya itu di sini? Tentu tidak bukan?
Salam.
Saudara-saudara Kristenku, dan juga saudara-saudara muslimku; biarlah saya coba kutip Al Qur’an yang untuk sementara ini dipersepsi sebagai ayat pedang, yang mengakibatkan Islam digambarkan sebagai Agama Teror [vis a vis Kristen sebagai Agama Kasih]. Sekedar sebagai contoh disini saya kutipkan Surat Al Baqarah 190~194.
190 Perangilah di jalan Allah orang yang memerangi kamu. Tapi, janganlah melanggar batas. Sungguh Allah tiada suka orang yang melanggar batas.
191 Bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Fitnah [kekacauan, amok, anarkhi] adalah lebih jahat dari pembunuhan. Tapi janganlah perangi mereka dalam Masjidil Haram, kecuali jika kamu diperangi di sana. Jika mereka memerangi kamu, bunuhlah mereka. Itulah balasan bagi orang yang ingkar.
192 Tapi, jika mereka berhenti memerangi kamu, sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
193 Perangilah mereka sampai tiada lagi fitnah [kekacauan, amok, anarkhi]. Dan Agama adalah untuk Allah semata. Maka, jika mereka berhenti, tiada lagi permusuhan. Kecuali terhadap mereka yang melakukan kedzaliman.
Secara singkat dapat dijelaskan sebagian histori Islam sehubungan dengan perang, sebagai berikut. Pada awalnya Islam adalah pendatang baru di Mekkah. Ia minoritas. Awalnya hanya Muhammad seorang, dan beberapa orang sahabat terdekatnya. Mungkin tidak lebih dari hitungan jari. Tapi, karena Allah memerintahkan Muhammad untuk menyampaikan semua Firman Allah yang diwahyukan kepadanya; maka beliau terus berusaha menyampaikannya, meskipun penolakan dari masyarakat Mekkah tidak kurang dari penghinaan, penganiayaan dan pengusiran Muhammad dan siapapun yang beriman/mempercayainya. Hingga, singkat cerita; Muhammad dan sahabat-sahabatnya hijrah atau mengungsi atau melarikan diri dari Mekkah. Dengan ini sebenarnya benar yang dikatakan Yesus Kristus; “Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang Nabi dihormati dimana-mana, kecuali ditempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” [Matius 13:57]
Hijrah atau mengungsi ke banyak tempat, termasuk ke negeri-negeri Kristen; dan dalam hal ini Muhammad mengakui dengan rasa syukur dan terima kasih yang dalam bahwa kebanyakan negeri-negeri Kristen menerima sahabat-sahabat Muhammad dengan baik. Muhammad sendiri hijrah atau mengungsi ke Madinah, di mana disinipun Muhammad diterima dengan baik.
Di Madinah, Muhammad mulai mendapatkan pengikut atau sahabat-sahabat semakin banyak. Walaupun demikian, setelah di Madinahpun, Muhammad masih juga mendapatkan serangan-serangan dari para musuh-musuhnya; sehingga pada saat itu tidak terelakkan terjadilah beberapa peperangan. Muhammad diserang, dan Muhammad melawan atau mempertahankan diri. Fakta bahwa tempat-tempat pertempuran yang terjadi selalu berada di sekitar Madinah, tidak jauh dari Madinah; menunjukkan bahwa dalam pertempuran itu Muhammad selalu dalam posisi diserang, dan beliau terpaksa bertahan.
Dalam periode ini, cukup banyak beberapa ayat Al Qur’an yang menyemangati Muhammad untuk berperang. Didorong. Diberi semangat. Secara psikologis dapat dipahami bahwa mungkin Muhammad dan sahabat-sahabatnya belumlah berani untuk berperang. Ingat, pengikut Muhammad kebanyakan dari masyarakat kelas bawah dalam strata social saat itu. Bukanlah dari kelas “ksatria”. Makanya, Al Qur’an meyakinkan mereka bahwa dengan Keimanan, mereka yang seratus orang akan dapat mengalahkan yang dua ratus orang. Atau mereka yang seribu orang akan dapat mengalahkan dua ribu orang. Semata-mata ayat untuk membangkitkan keberanian mereka bertahan dan berperang.
Maka, dalam periode ini memang ada cukup banyak pertempuran. Tentu saja, ada kalanya Nabi mengambil strategi perang agresif; sekiranya beliau merasa, semata-mata strategi ofensif akan membayahakan beliau dan sahabat-sahabatnya, atau, mulai saat itu, dapat dikatakan; umat Islam, karena jumlah mereka yang sudah memadai untuk disebut sebagai masyarakat atau umat.
Dan ayat Al Qur’an diatas, Al Baqarah, di-Firman-kan oleh Allah, kira-kira dalam kondisi umat Islam sudah mulai percaya diri dan kuat, sehingga perintahnya adalah “[190] Perangilah di jalan Allah orang yang memerangi kamu.” Ingat, kata kuncinya ada dua; pertama adalah “di Jalan Allah”, artinya dengan rule of conduct Allah. Tidak hanya memperturutkan nafsu; amarah, dendam dan seterusnya. Dan kedua, hanya “melawan mereka yang memerangi kamu”. Dan itu artinya umat Islam hanya diminta untuk mempertahankan diri. Dan itupun dengan tegas diingatkan batas-batasnya yang lebih ketat lagi, yaitu [190] Tapi, janganlah melanggar batas. Sungguh Allah tiada suka orang yang melanggar batas.
[Itulah makanya ada riwayat; Suatu ketika Ali, sahabat Nabi, di dalam sebuah pertempuran sangat marah karena dihina dan diludahi oleh musuhnya, malah Ali pergi dan tidak jadi membunuh musuhnya. Ketika ditanya oleh sahabat yang lain, dia menjawab; Kita berperang di jalan Allah, dan saya takut terperosok ke jurang “membunuh karena kemarahan atau emosi pribadi”. Artinya, berperang di jalan Allah]
[Itulah makanya juga; ketika Umat Islam terpaksa menyerang ke kota-kota lain pun; selalu ditegaskan oleh pimpinan-pimpinan pasukan bahwa mereka tidak boleh menyerang wanita dan anak-anak. Tidak boleh menebangi pepohonan dan membunuhi hewan-hewan. Artinya, tidak melanggar batas.]
[191] Bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Ini artinya, umat Islam didorong oleh Allah untuk tidak takut kembali ke kampung halamannya sendiri, Mekkah. Didorong untuk tidak takut memperjuangkan hak mereka sebagai sesama warga Mekkah, hak untuk tinggal dan hidup di Mekkah. Ingat, mereka sebelumnya telah terusir.
Tapi, toh, tetap saja batasannya jelas; [192] Tapi, jika mereka berhenti memerangi kamu, sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Tidak ada perang bagi umat Islam, kalau mereka tidak memerangi kamu.
Saya ulangi; tidak ada perang bagi kami, umat Islam, kalau mereka tidak memerangi kami, umat Islam. Memangnya, kami disuruh diam saja, sementara mereka dengan gagah-gembira memerangi kami?
Hehehe …
Mas Iman Kristen, maka, dengan terang penjelasan saya akan ayat-ayat Al Baqarah tadi, maka kita dapat menjawab pertanyaan mas Iman dalam Iman Kristen #111 sebagi berikut;
1. Apakah Allah kejam?? Jawab; Tentu saja, Allah dalam keyakinan Islam bukanlah Allah yang kejam. Kalaupun Allah terlihat seperti menyuruh umat Islam berperang, itu justru dalam konteks untuk membela umat Islam agar tidak takut ditindas oleh pihak-pihak yang memusuhinya.
2. Kalau Allah tidak kejam…, berarti kita harus menurutinya? Jawab; Umat Islam tentu saja akan selalu mencoba mematuhi Perintah Allah. Kalau kami diperangi, tidak bisa tidak, kami akan membela diri. Tidak saja sebagai mengikuti Perintah Allah, tapi juga sebagai sikap logis semua human being. Memangnya, kita disuruh mandah saja diperangin sama orang?
3. Kalau Allah kejam…, berarti kita boleh mengabaikannya? Jawab; Kami tidak melihat sedikitpun Allah kejam. Lihat saja perintahnya; “Kalaupun kami di-ijin-kan berperang, kami diminta tidak melanggar batas. Kami juga diminta berhenti memerangi siapapun yang sudah berhenti memerangi kami.
4. Bagaimana ayat pedang tersebut bagi anda sekarang?? Menuruti atau mengabaikan perintah Allah tersebut?? Jawab; Mas, saya tinggal di Cilacap. Nah, karena tetangga Kristen saya, teman-teman Buddha saya, atasan-atasan Hindu saya, bawahan-bawahan Yahudi saya, tidak ada yang memerangi saya; yah, gitu deh, saya tidak dapat memerangi mereka. Hehehe. Perangi kami, dan dijamin; kami akan perangi anda.
Hahaha ….
Saya juga ingin menjawab Jelasnggak dalam Jelasnggak #113. Dan mohon jawaban saya ini dipahami dalam terang penjelasan saya tentang Al Baqarah di atas.
Ayat itu adalah untuk membunuh non muslim di mana? Jawab; Dimana saja, mas; dimana saja mereka diperangi. Ayat itu sendiri bicara dalam konteks Mekkah, tapi ayat itu bersifat umum; sehingga dapat dikatakan, dimana saja kami diperangi, disitulah kami di-ijin-kan untuk berperang melawan pihak-pihak yang memerangi kami. Tapi, ingat; ini bukan untuk memerangi Non Muslim, melainkan untuk memerangi siapapun yang memerangi kami.
Di arab sana SAJA? Jawab; dimana pun mereka memerangi kami, mas.
Pada saat perang SAJA? Jawab; Ya iyalah. Memang itu ayat untuk ijin berperang, kok.
Dengan Quraisy SAJA? gitu? Jawab; tidak mas, dengan siapapun yang memerangi kami.
Berarti alquran itu ngga sesuai lagi untuk jaman sekarang nitt. Kalau suatu kitab suci luntur dimakan zaman(tidak pas lagi isinya) berarti yaaa bukan kitab suci itu..” Jawab; nggak, mas; nggak luntur dimakan jaman. Silahkan perangi kami, umat Islam; dan akan kami balas memerangi anda.
Mas Jelasnggak; jangan-jangan yang terjadi di Lebanon, Irak, Afghanistan, Palestine; itu adalah karena mereka, umat Islam, diperangi maka mengapa mereka lalu balas memerangi mereka, musuh-musuhnya?
Atau, mas Jelasnggak ingin mereka, umat Islam, diam saja, mandah, diperangi? Habis, dunk, kami? Hehehe …
Saya hanya agak merasa heran dengan argumentasi Jelasnggak dalam jelasnggak #116. Lihat
Jelasnggak #116 “kalau kamu bertanya kenapa, Tuh@n kok keji sekali s. Tega2nya bayi kok dibunuh… apa salah bayi? menurut saya, Itu haknya TUh@N dong.. Mungkin bangsa amelek diciptakan khusus sebagai sparing partnernya israel.”
Pointnya adalah; Adalah Hak Tuhan, dunk, untuk menyuruh manusia berperang atau tidak.
Pertanyaan saya; kalau Jelasnggak dapat menerima Hak Tuhan untuk memerintahkan Umat Israel berperang, mengapa tidak dapat menerima fakta bahwa adalah Hak Tuhan pula untuk menyuruh Umat Islam berperang?
Tapi, toh, jangan khawatir; di dalam Islam, Tuhan Allah tidak pernah secara seenaknya sendiri memerintahkan manusia melakukan sesuatu; apalagi kalau yang akan merugikan kemanusiaan.
Tentang diskusi Pandora & Nitt versus Iman Kristen & Jelasnggak dll; jadinya saya ingin ikut nimbrung juga. Dan sekedar ingin mencoba menekan-kan hal-hal yang ingin ditekankan.
Iman Kristen & Jelasnggak ingin menekankan, dengan mengutip satu potong ayat, yaitu Al Baqarah 191, bahwa Islam, atau Tuhan Allah-nya Islam, mengajarkan atau menyuruh umat Islam untuk berperang, membunuh, memotong kepala, semua non muslim. Semua non muslim.
Sudah coba dijawab sama Nitt dan Pandora bahwa tidak demikian. Tapi, rupanya; tidak dapat diterima juga oleh Iman Kristen & Jelasnggak. Maka, sayapun sudah mencoba menjawabnya di atas.
Pandora, mungkin males menjelaskan lebih detail lagi tentang makna Al Baqarah itu sendiri, dengan logika berputar ingin menunjukkan bahwa Tuhan Allah yang menyuruh berperang itu bukan hanya TUhan Allahnya Islam, melainkan Tuhan Allahnya Israel juga. Ditunjukkanlah ayat-ayat dari Samuel dan Hosea.
Dan lebih dari itu, Pandora juga mencoba menunjukkan bahwa diantara kesamaannya, kesamaan Tuhan Allah Israel dan Tuhan Allah Islam, yaitu menyuruh berperang; toh, masih ada juga perbedaannya, yaitu, TUhan Allahnya Israel menyuruh Israel untuk berperang dengan car yang benar-benar habis-habisan, untuk tidak menyebutnya brutal. Bunuh semua. Anak-anak. Wanita. Hewan. Dan seterusnya. Sementara itu, Tuhan Allahnya Islam, memberikan batas-batas logis dalam berperang, yaitu tidak melanggar batas, tidak memerangi mereka yang telah berhenti memerangi, dst.
Tapi, saya kira Pandora sama dengan saya; dengan mengatakan bahwa Samuel dan Hosea menggambarkan Allah yang seperti itu, sebenarnya kami ingin mengatakan bahwa kami, muslim, bukannya yakin bahwa Allah Kejam seperti itu. Kami malah lebih menyukai dugaan bahwa telah ada salah tulis dalam Samuel dan Hosea itu. [Maaf, ini jangan dipahami secara negative seolah kami mau mengatakan AlKitab adalah salah].
Ketahuilah, kami meyakini bahwa Allah Israel, Tuhan Bapa atau Allah Kristen, dan Allah Islam itu sebenarnya adalah Allah yang sama. Itulah Satu-satunya Allah. Allah yang telah menciptakan Adam, Allah yang telah mengutus Abram, Allah yang ber-Firman kepada Musa, Tuhan Bapa-nya Yesus Kristus, Allah yang juga telah mengutus Muhammad.
Maka, karena kami, muslim, mengetahui dari Al Qur’an bahwa Allah itu tidaklah kejam, maka kami lebih suka mengakui kemungkinan kelalaian manusia dalam menjaga Al Kitab, ketimbang memikirkan bahwa Allah memang kejam seperti digambarkan Samuel dan Hosea itu, misalnya.
Demikianlah.
Saya juga ingin sekedar menanyakan ini ke mas Iman Kristen. Yaitu sehubungan tulisan mas Iman dalam Iman Kristen #87 “PL = Yahudi (penganut agama di Israel saat ini), dengan konsep “gigi ganti gigi” siap untuk “menghancurkan” Arab. Kenapa?? Karena itu adalah pusaka Israel, yaitu tanah perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham. Quran = Muslim, penganut yang sama dengan PL. Yahudi dan Arab perang…, siapa yang menang?? Israel. Pertanyaan: Kenapa Muslim tidak dimusnahkan?? Karena di Israel juga ada pengikut Kristus. Ada penganut Kristiani juga disana. Konsep KASIH diberitakan di Israel, ini yang menjadi pergumulan mereka, antara “gigi ganti gigi” dan konsep “kasih”. Bagaiman respon Quran/Arab kepada Kristen di Israel yang “membantu” mereka?? Muslim malah “menyerang” dan “menghancurkan” Kristen di seluruh dunia. Istilah Indonesia: Air susu dibalas dengan air tuba.”
Memang harus saya akui sumbangsih Kristen dalam menyebarkan Konsep Kasih. Mungkin pengaruhnya juga sudah menyentuh Yahudi, dan juga mungkin saja sedikit banyak menyentuh Islam. Meskipun, tidak ada yang bilang bahwa dalam Al Qur’an tidak ada ajaran Kasih.
Pertanyaan saya mas Iman; melihat Air susu dibalas air tuba itu, mas; apa yang lalu akan [telah] dilakukan oleh umat Kristen? Melihat “Muslim malah “menyerang” dan “menghancurkan” Kristen di seluruh dunia” itu apa, mas, yang akan [telah] dilakukan oleh umat Kristen?
Mau [telah] membalas melawan dengan perang? Apa, mas, dasarnya? Injil mana yang memerintahkan hal itu? [Mohon maaf, dalam hal ini; mohon tidak mengutip ayat dari Al Kitab Taurat; karena seperti mas Iman dan Jelasnggak bilang; mas pengikut Kristus, maka, ya mengikuti Perjanjian Baru, toh?]
Kalau kita mau lihat ke belakang, nih, ketika dulu terjadi perang salib itu [maaf, saya hanya tidak tahu istilahnya. Jadi ini hanya mengacu ke istilah yang kami kenal. Tapi maksudnya adalah perang yang terjadi antara dunia Kristen melawan Islam di Eropa pada saat-saat kejatuhan Cordoba yang sebelumnya berada di tangan Islam]; apa yah, dasar mereka melakukan peperangan itu? Injil mana, mas, yang memerintahkan itu?
Kalau, maaf nih, berandai-andai; kalau ntah karena Iblis dari mana, tiba-tiba ada sejumlah pasukan besar menyerbu Roma, menyerbu Vatikan [ini saya gunakan sebagai symbol pusat Umat Kristen]; apakah yang akan umat Kristen lakukan? Melawan? Kalau melawan; dari mana ajaran atau perintah melawan itu?
Hehehe … Maaf, mas … Ini hanya iseng saja.
Maka, terus terang; saya sangat setuju dengan prinsip yang disampaikan Darwinsimanjorang dalam Darwinsimanjorang #60 “Memang dalam PL banyak kita temukan “kejanggalan”. Namun sebagai orang Kristen kita harus membacanya dalam terang PB. Dengan demikian kejanggalan tersebut bisa dimengerti dalam konteks yang lebih benar.”
Dari saya pointnya adalah; teks Kitab Suci, dari agama apapun, kalau pun mungkin tampak memiliki semacam “kejanggalan” kalau dilihat dari kaca mata bukan pemeluknya, akan selalu tampak “oke-oke” aja dalam kaca mata pemeluknya. Karena pemeluknya [selalu] dapat melihatnya dalam terang Iman. Orang Kristen, seperti dibilang mas Darwing; dapat melihat PL dalam terang PB.
Meskipun jangan diabaikan; kami, muslim, juga masih bisa [kadang-kadang] [atau dalam batas-batas tertentu] melihat ayat-ayat Kitab Suci dalam terang Logika.
Tentu saja; kombinasi antara Iman dan Logika.
Point lebih pentingnya adalah; sebaiknya kita belajar rendah hati untuk dapat mendengarkan penafsiran sebuah ayat Kitab Suci, dan tidak semena-mena memaksakan penafsiran kita sendiri, terutama kalau itu tentang ayat Kitab Suci yang bukan Kitab Suci yang kita imani.
Saya belajar mempercayai bagaimana mas Iman menafsirkan sebuah ayat Kitab Suci, entah itu dari PL atau PB; dan orang lainpun, saya kira, patut juga belajar mempercayakan penafsiran Al Qur’an kepada kami sendiri, muslim.
Dengan ini; saya kira, dialog antar umat beragama akan dapat menghasilkan sesuatu.
Salam. Semoga TUhan Allah memberkati kita semua.
@168 :Ya bagus juga sih begitu. tetapi yang namanya watak anak TK yang seneng pamer mainan itu kan biasa terjadi di mana-mana. Di semua agama dan di semua ideologi itu memang ada.
Untuk bisa pamer maka perlu perbandingan kan ? bahkan meskipun perbandingan yang dipake model gombal-gambul ?? Kalo nggak pake gombal-gambul malah jadi nggak ada yang bisa dipamerin.
hik hik, kesannya kalo ada perbandingan agama model gombal-gambul itu apa jadi kelihatan pinter ya ??? Hik Hik, kayak orang sedunia bodo semua saja. O la la. Banyak yang jenuh tapi diem. Kasihan bener. hikhik.
Karena itu kalian semua yang ada di sini harus lebih sabar, jangan galak-galak. Kalo mau membandingkan agama ya yang adil gituloh. hik hik.
@Herman Hidayat : masalah perang salib itu memang bau-baunya agama, tapi tentu banyak juga latar belakang non agamanya.
Hik hik. Pada masa itu kan memang kebetulan negara islam dan kristen sama-sama dalam proses “keluar” memperluas wilayah masing-masing. Maka kemudian terjadi benturan. Kalo dilihat dari sudut sosial sebenarnya ini wajar. Tapi memang agak disayangkan karena agama di bawa-bawa dalam perang. Tapi ini normal juga dari sisi strategi militer ,karena agama bisa dipake sebagai alat pemersatu yang paling hebat.
Nggak usah jauh-jauh mikirin perang Salib,sekarang saja setiap terjadi konflik sosial – agama pasti dibawa, bila kebetulan beda agama. Bila yang beda sukunya ya yang dibawa sebagai alat pemersatu ya kesukuan itu.
Intinya ada alasan yang sebenarnya lebih praktis, dan agama dipake untuk alasan praktis itu. Mengapa ? Karena agama memiliki efek sentimentil atau keterikatan paling kuat.
To Muslim…
Bedakan antara abad pertengahan dengan abad sekarang.
Abad pertengahan, Imam agama yang memimpin (pastor), sehingga raja dalam melakukan segala sesuatu harus mendapat “restu” dari Iman agama. Jadi dengan dalih “agama” yaitu “memberitakan Injil” dipakai untuk “memperluas kerajaan”. Ini cara/strategi yang dipergunakan negara (raja) untuk memperluas wilayah kekuasaan. Jadi kalau dulu perang, harus bawa pastor untuk memimpin perang.
Abad sekarang, wilayah kerohanian tidak lagi mengatur “pemerintahan”, sehingga untuk melakukan politik “kekuasaan” saat ini, setiap negara yang dominan Kristen tidak memerlukan “legitimasi” dari agama. Murni politik kekuasaan pemerintahan. Sekarang tidak perlu pastor/pendeta untuk legitimasi perang.
Semoga anda jernih melihatnya. Coba belajar membandingkan dengan sejarah agama anda dan pemerintahan. Coba perhatikan misi pembentukan negara “khalifah” di Indonesia.
Salam.
Tentang perang salib, tentu saja benar; itu lebih banyak kandungan politisnya dibandingkan agama. Dan tentu saja hal-hal factual seperti ini tidak relevan dibahas lebih jauh, karena yang akan kita bicarakan adalah kritik teks Kitab Suci. Bagaimana memahami Kitab Suci. Saya hanya mengambilnya sedikit, sebagai contoh saja; bahwa bahkan agama Kristen, yang Agama Kasih, yang saya duga tidak memiliki ayat yang sedikit pun memperkenankan Perang, toh berperang juga. Apalagi, dalam hati saya, apalagi Islam; yang secara terus terang mengijinkan Perang. Saya semacam ingin mengatakan bahwa Perang atau tidak Berperang; itu lebih ke arah kebutuhan Praktis dalam kehidupan duniawiyah ini.
Tapi, lihat; apakah ijin Perangnya tidak logis? Apakah tidak logis kita melawan; kalau kita diperangi? Ayat-ayat dalam Al Qur’an tentang Perang adalah ayat yang mengijinkan kita melawan, apabila diperangi; dan bukan ayat yang menyuruh kami, “ga ada angin ga ada hujan”, tanpa “ba bi bu”, untuk memerangi pihak lain.
Dan saya juga mencoba mengajak berpikir logis, dengan mengambil pengandaian; bahwa kalau saja Roma, atau Vatikan tiba-tiba diserbu dengan sepasukan angkatan perang ntah iblis dari mana; saya mencoba bertanya, apa ya mungkin kemudian dunia Kristen tidak akan melawan ajakan perang itu?
Tapi, saya kira, point saya disemua tulisan saya di atas cukuplah ini; bahwa agama Islam, sesuai Teks, bukanlah Agama Teror seperti yang coba di-gambar-kan dalam tulisan saudara-saudara Kristen kami di atas.
Mudah-mudahan kami, muslim, dapat dipahami dengan lebih baik oleh saudara-saudara kami sendiri, umat Kristiani; begitu pula kami, muslim, mudah-mudahan dapat lebih memahami saudara-saudara Kristennya; sehingga kehidupan bersama di Indonesia ini menjadi lebih baik.
Amin.
Kita bicarakan hal lain saja, deh; kalau mas Iman dan Jelasnggak berkenan.
Saya tertarik dengan penjelasan Jelasnggak dalam Jelasnggak #74 “Menurut konsep kekristenan. Upah dosa adalah maut alias neraka. Tuh@n adalah KUDUS dan TIDAK TERCELA SEDIKITPUN. Untuk bisa bergabung dengan Tuh@n (masuk sorga) seperti dulu jaman adam dan hawa belum berbuat dosa, manusia juga harus kudus dan takbercela. Kenapa harus? karena Tuh@n adalah KUDUS dan tak bercela. Kalau yang najis-najis duduk dekat TUh@n, nanti Tuh@n jadi ngga KUDUS lagi deh..(begitu kalau boleh saya analogikan). Kekristenan tidak mengenal timbangan seperti muslim nitt. Kalau muslim percaya akan timbangan ya? Setelah mati nanti, amal manusia ditimbang. Kalau lebih banyak amalnya, maka masuk surga, sebaliknya masuk neraka. Gitu kan? Masalahnya. Pertama, Darimana kamu tau secara pasti kalau timbangan kamu itu sudah berat ke perbuatan baik? Dari mana kamu tau kalau kamu itu sedikit sekali berbuat jahatnya. Inget yang saya bilang di postingan sebelumnya. Wudhu ngga bener, itu dosa. Marah berdosa, berpikiran jelek itu dosa.. Kedua, kalau kamu sudah berdosa, gimana cara bayarnya? Supaya timbangan kamu itu berat ke bagian yang baik. Apakah di agama kamu (quran) itu ditulis misalnya: Kalau wudhu salah, bayarnya pake kambing. Kalau abis kencing ngga dibasuh, bayarnya 1 kg sapi. Kalau marah sama orang bayarnya Rp 3900000. Ketiga, Nah kalau timbangannya pas gimana?, masuk kemana? surga atau neraka? Terlalu banyak ketidak pastian.”; saya jadi tertarik ingin membicarakannya.
Yaitu dengan bertanya;
1. Mas, di dalam Kristen, apakah tidak ada dosa? Apakah tidak dikenal dosa? Misalnya, orang mencuri, membunuh, berzina, korupsi, bercerai, atau kawin dengan muslim, misalnya, tidak pernah melakukan ibadat do’a, mencaci maki orang, marah, membenci, iri hati,hasut, mendendam; apakah sah-sah saja, dan tidak dosa, dan bukan cela?
2. Kalau itu semua memang dosa, atau cela; bagaimana orang Kristen dapat menjadikan dirinya Kudus kembali, agar dapat masuk ke sorga, berjumpa Tuhan yang juga Kudus?
3. Kalau itu semua bukan dosa, dan memang bukan cela; ya, sudah. Kami harus belajar memahami bahwa memang demikianlah Keimanan Kristen.
Kalau dalam Islam, memang, mas; dikenal konsep Timbangan Kebaikan/Keburukan. Islam, benar seperti yang sering mas dengar, adalah agama dengan konsep Perbuatan. Islam adalah Jalan, the way of life. Islam mengajarkan cara menempuh Jalan; mana kebajikan yang hendaknya ditempuh, dan mana kejahatan yang hendaknya dihindarkan. Dan, keberhasilan seseorang di mata Tuhan Allah; adalah mereka yang paling bersungguh-sungguh melakukan kebajikan. Kami menyebutnya dengan yang paling Bertakwa.
Untuk itu ada konsep Timbangan tadi; untuk mengukur seseorang lebih banyak Kebajikannya atau lebih banyak Kejahatannya. Dan berdasarkan hasil itulah ditentukan; seseorang akan langsung ke Sorga atau mungkin harus mampir dulu di Neraka.
Dan mas mungkin tidak perlu khawatir atau ragu dengan Kemahakuasaan Tuhan Allah kalau untuk sekedar tahu bagaimana membuat Timbangan itu.
Hehehe ….
Dan mas, sekedar pengen memberi tahu; kalau wudhu itu sekedar sebuah cara untuk membersihkan diri sebelum menghadap Tuhan Allah dalam do’a; sedangkan membasuh kelamin setelah kencing, itu sekedar ajaran untuk memperhatikan kebersihan. Ntar gatel lho kalo ga dibasuh.
Ga ada tuh lalu dosa dan harus bayar pake kambing, atau 1 kg daging sapi atau uang Rp. 3900000…. Hehehehe ….
Mas, mohon saya dibantu dengan penjelasan untuk 3 pertanyaan saya di atas.
Salah satu definisi dosa adalah keterpisahan dari Allah.
Artinya dosa o.oooooo1% itu berarti dosa yang juga berakibat terpisah dari Allah.
Allah adalah kudus adanya, kekudusan Allah tidak bisa bercampur sedikitpun dengan dosa.
Untuk itu, syarat saya bisa bersama dengan Allah di sorga, saya harus kudus 100%.
Itu syarat dalam Kristen. Tidak pakai timbangan.
Apakah saya berdosa? Tentu saja.
Bagaimana bisa kudus 100%? Kristus yang menggantikan saya di kayu salib.
Apakah kalau begitu saya bisa seenaknya berbuat dosa?
Untuk hal ini anda harus pelajari dulu syarat ditebus oleh Kristus.
Saya menerima Kristus karena Anugrah-Nya. Allah yang memilih dan memproses segala sesuatu bagi orang-orang pilihan yang Allah berkenan padanya.
Jadi bukan saya memilih Dia, tapi Dia yang memilih dan menebus saya dan memproses saya (proses kekudusan).
Dalam Islam: Berbuat baik “untuk” menerima Sorga.
Dalam Kristen: Berbuat baik “karena sudah” menerima Sorga.
Tapi ingat: Dalam Gereja ada Gandum dan Ilalang. Allah berkata: “Jangan menebas Ilalang, nanti bisa merusak Gandum juga.”
Jadi ketika melihat kedalam gereja, jangan menunjuk ilalang sebagai gandum.
Salam.
@herman Hidayat.
Kamu bertanya:
===>Di Kristen tentu saja juga ada dosa Mas. Semua yang kang mas sebutkan itu adalah Dosa.
Pertanyaan kedua, dan ketiga kamu :
===>Dengan memohon ampun dalam nama Yesus.
Seberat apa pun dosa yang kamu telah lakukan, kalau kamu memohon ampun dalam nama Yesus, Semuanya dosa kamu akan dihapuskan.
Itulah sebabnya orang kristen itu harus mengakui bahwa Yesus Kristus itu mati di kayu salib. dan kemudian bangkit.
Tanpa percaya Yesus mati di salib, berarti tidak percaya akan karya penebusaNya.
Pas waktu pengadilan akhir nanti, semua manusia di adili berdasarkan perbuatannya di bumi.
Tapi orang kristen itu enak mas, begitu semua dosanya disebutkan, dan ditentukan harus masuk ke neraka, maka kita tinggal panggil “tameng” kita mas. Siapa? Yesus.
Enak kan ..
Misalnya kamu ini pembunuh berdarah dingin ya mas. Kamu membunuh 10 orang, nah begitu mau mati, kamu mendengar tentang Yesus, dan percaya akan wafat dan kebangkitanNYa sebagai karya penebusan dosa, dan mengakui Yesus adalah Tuh@n. Kemudian kamu dibabtis dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Maka kamu akan masuk surga mas. Percaya deh.
(ingat cerita di injil. Pada saat yesus di salib, ada 2 orang penjahat yang ikut disalib. Satunya percaya kepada Yesus, dan yesus menjamin dia akan masuk surga)
Sebelum Yesus hadir ke dunia ini, Tuh@n memberikan cara agar manusia bisa menjadi kudus lagi. Yaitu lewat hukum Taurat itu (PL). Kalau mau menjadi Kudus, hidup manusia harus sesuai dengan apa yang ada di taurat, mengikuti semua hukum yang ada di taurat itu. Ngga boleh ada yang lupa satupun.
Setelah Yesus hadir, “cara” untuk mengkuduskan diri ini dilengkapi (ditambahkan). Yaitu hanya dengan percaya Yesus, maka manusia sudah bisa kudus.
Apapun kesalahan yang telah manusia perbuat (ingat analogi PL = dokter rontgent itu?), kalau mau percaya Yesus maka kita akan menjadi kudus kembali.
Gimana ngga enak umat kristen itu…?
Makanya Umat kristen disebut sebagai umat pemenang. Karena kita sudah dimenangkan oleh Yesus untuk menjadi kudus(tanpa harus menggunakan hukum taurat itu)
Gimana mas herman..
(saya sampai ter-engah-engah ini menjelaskannya he he he)
Pembaca forum : ” Ah, jelasnggak ini kayak pastor aja ngomongnya ”
Jelasnggak : ” ya biasa aja kok he he he ”
—————
Mau tanya juga yak, ..:
1. Kalau timbangannya pas/ngga berat sebelah gimana, masuk kemana kira-kira mas? he he he
2. Nah kalau timbangannya dikiiiiiiittttt sekali bedanya (berat ke neraka), berarti manusia itu akan masuk neraka ya mas. Kasihan banget ya mas..
3. kamu berkata :
==> beneran tuh mas? yang saya tahu, kalau wudhunya ngga benar, doanya ngga sah, alias sama dengan ngga doa. Nah kalau ngga doa itu dosa apa ngga ya? Kan berdoa juga perintah Tuh@n.
Kalau perintah Tuh@n dilanggar kan dosa mas, sama aja waktu setan melawan perintahNYA itu.
Kalau membasuh kelamin, apa bener itu cuma sekedar ajaran kebersihan? Nanti saya cari di hadist ya tentang ini.. (sepertinya saya pernah baca dimana gitu…).
Saya pernah dengar dari temen, bahwa kalau tidak dibasuh, maka najis hukumnya (kalau ngga salah)
salam.
Saya juga tertarik untuk memperdalam yang disampaikan Jelasnggak dalam #75 ini; “Saya masih terus akan membahas ayat pedang kamu nitt. Kenapa? Karena muslim bilang quran adalah kitab penutup yang membenarkan/mumpuni kitab sebelumnya. Perhatikan ini. Taurat Musa, bercerita ttg. keadilan Tuh@n lewat perang, mata ganti mata istilahnya, Perjanjian Baru, tentang kasih Tuh@n, pengampunan dll. Quran, balik lagi ke Perjanjian Lama… Gimana ini? katanya melengkapi/mumpuni tapi kenapa balik lagi ke PL ?”
Dalam memandang PL dan PB, saya “merasa” [dengan mengatakan merasa, dalam tanda petik pula, saya bermaksud mengatakan bahwa saya pun tidak yakin dengan teori saya sendiri ini. Hehehe] kalau umat Kristen mempertahankan PL disamping PB, semata-mata sebagai sebuah process flow; khususnya untuk mengambil ajaran bahwa akan Ada Mesias di akhir jaman, untuk membangun Kerajaan Allah; dimana hal itu digunakan sebagai dasar oleh umat Kristen untuk menyatakan bahwa Yesus Kristus itu lah sang Mesias, dan bahwa itu sudah dikabarkan sejak lama, sejak jaman Nabi-Nabi Israel.
Untuk itu pula, umat Kristen [setidaknya mas Iman Kristen dan Jelasnggak] memahami Taurat [PL] semata sebagai entry point bagi masuknya Injil [PB]; bahwa telah ada Taurat [PL] dan ini Injil [PB] akan menggenapinya. Tapi, yang paling menarik adalah ketika ditambahi penjelasan bahwa Taurat [PL] bertujuan untuk membuktikan atau untuk menyatakan ketidak mampuan manusia, bahwa manusia dengan Taurat [PL] membuktikan seberapa parah ke-tidak mampuan-nya. Dan, oleh karena itulah ditawarkan solusi berupa Injil [PB]. Itulah makanya, umat Kristen tidak memandang adanya keharusan untuk mengikuti Hukum-Hukum di dalam Taurat [PL], meskipun masih juga mengakui keberadaan Taurat [PL] sebagai bagian dari Al Kitab Kristen.
Lihat penjelasan Iman Kristen dalam Iman Kristen #41 “PL itu bertujuan untuk menyatakan ketidakmampuan manusia. Seperti Dokter Specialist Rontgent saja. Untuk penyembuhannya, pergi ke Injil. …. Ini mirip dengan PL (Taurat) dan PB (Injil). Tuhan memberikan standart untuk “DIPATUHI” oleh manusia melalui perbuatan BAIK. Konsep “Mata ganti mata dan gigi ganti gigi” sangat jelas sekali. Manusia dengan Taurat (berfungsi sebagai Rontgent) membuktikan seberapa parah KETIDAK-MAMPUAN-NYA. Sekarang bagaimana solusinya??? PERGI KE INJIL KRISTUS.”
Saya akan mengabaikan perumpaan PL sebagai Rontgent, karena terus terang agak merepotkan saya. Tapi, menyatakan Taurat [PL] semata-mata sebagai alat untuk membuktikan ketidak-mampuan menjalankannya, yaitu menjalankan sang Kitab Taurat sendiri, dan semata-mata digunakan untuk menganjurkan jalan masuk ke Injil [PL]; bukankah ini semata-mata meletakkan sebuah premis untuk sebuah konklusi yang [telah] dikendaki?
Bukankah adalah pemahaman sangat umum bahwa sebuah Kitab Suci selalu dimaksudkan sebagai Petunjuk dari Tuhan? Orang-orang Yahudi pun pastilah akan memandang Kitab Taurat sebagai Kitab Petunjuk dari TUhan Allah. Dan sebuah Kitab Petunjuk untuk dilaksanakan; bukan untuk membuktikan bahwa Tidak Bisa Dilaksanakan.
Tapi, okelah, kami, muslim, haruslah belajar memahami logika beragama orang lain. Karena, rasa-rasanya, itulah logika beragama umat Kristen [paling tidak mas Iman Kristen dan Jelasnggak], biarlah kami pelan-pelan mencoba memahaminya juga.
Yang paling penting adalah saling pengertian, untuk berbeda sekalipun; demi terciptanya persaudaan antar umat beragama.
UNtuk itulah, sayapun ingin menggambarkan, apa yang saya pahami tentang process flow agama-agama, yaitu Yahudi – Kristen – Islam; setidaknya untuk menjawab Jelasnggak yang menanyakan mengapa Islam atau Al Qur’an kembali ke PL?
Mas Jelasnggak, saya memahaminya demikian; Konon, pada jaman Kakenda Ibrahim AS, agama Allah dipahami orang secara lurus. Hanif. Tengah-tengah. Dan itu benar. Entah ada keseleo apa dalam proses sejarah, selang beberapa generasi setelah jaman Kakenda Musa AS, agama Allah ini, dalam hal ini ajaran Taurat mulai dipahami agak melenceng . Dan semakin melenceng. Mungkin awalnya malas. Capek berdisiplin. Terutama untuk disiplin-disiplin batiniah yang keras dan sangat butuh ketekunan. Orang mulai hanya mengambil agama Allah pada bagian-bagian yang tampak saja. Yang dapat kelihatan tetangga. Sekedar tidak kena sasaran gunjingan para Rabi.
Misalnya. Orang masih pakai gamis atau jubah panjang atau kopiah yahudinya. Tapi badan dan pikirannya mulai berlepotan dosa.
Orang masih tekun menjalankan ritual-ritual panjang bersuci dari najis. Tapi najis-najis batiniah seperti dengki, tamak, dendam dan seterusnya mulai sudah tidak dipedulikan lagi, karena toh tidak kelihatan benar.
[Aku ingat pernah membaca sebuah berita dari Kitab Perjanjian Lama, mungkin dalam Imamat,, betapa bersuci dari najis, misalkan saja dari air mani –di Islam dinilai tidak najis—bisa sangat serius ritualnya. Dimulai dari berpuasa beberapa hari. Sampai akhirnya harus disucikan dengan darah sembelihan kurban seekor burung dara. Pengertian najisnya pun bisa sangat panjang. Kalau sarung engkau kena najis, dan sarung itu kau taruh di atas tikar, maka tikarnya pun menjadi najis. Dan kalau diujung lain tikar tadi ada sepatu di atasnya, oke, sepatu itu pun harus kau sucikan juga].
Prosedur perdagangan masih jalan. Ada pernyataan resmi pihak yang menjual. Ada pernyataan resmi pihak yang sanggup membeli. Ada bukti-bukti tertulis, dan seterusnya. Tapi di dalamnya, kecurangan dan pengelabuan sudah beredar-redar.
Alhasil, Agama Allah menjadi sangat lahiriah, prosedur-prosedur teknis. Ritual-ritual kering. Persembahan-persembahan. Dangkal dan lamis. Kedalaman batiniahnya musnah. Pihak-pihak orang pandai jaman sekarang menyebutnya dengan; tinggal aspek eksoteriknya saja.
Mas, tapi jangan lupa; saya sebenarnya tidak yakin juga dengan semua ini. Toh saya belum jadi benih ketika itu.
Maka, barangkali mas, gregetan yang menjadi warna dominan dari seruan kembali yang dilakukan Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus. Kereta yang meluncur terlalu ke kiri, beliau sentak kuat-kuat ke kanan. Sekuat mungkin. Sengotot mungkin. Maksudnya supaya kembali ke jalur semula. Di tengah. Di jalur yang benar. Tapi mudah-mudahan pendapatku keliru; rupa-rupanya kereta itu jadi kebabblasan ke kanan. Sudah barang tentu ini tidak aku maksudkan bahwa Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus, keliru. Tidak sama sekali. Hanya anak didik beliau saja [saya lebih suka menyalahkan anak didiknya ketimbang menyalahkan Yesus Kristus, yang dalam keimanan Islam saya, diyakini bebas dari kesalahan] yang keliru membaca greget hati beliau. Keliru membaca isyarat beliau. Keliru menafsirkan ucapan beliau.
Konkretnya begini. Ketika beliau gregetan dengan ritual-ritual panjang bersuci dari najis yang tidak juga menghasilkan kesucian batin, beliau lantang berucap; najis bukanlah yang di sarung kalian. Tapi ini, yang di dalam dada kalian. Maksudnya bukan mau bilang najis sarung itu menjadi tidak ada, mas, tapi mbok jangan kau lupakan najis di dalam dadamu itu. Kalau anak buah Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus, sekarang sudah tidak peduli dengan najis-najis lahiriah itu, ya itulah keseleo sejarah itu.
Ketika Kakenda Isa AS, Yesus Kristus, bilang; bila ditampar pipi kananmu, berikan pula pipi kirimu atau ketika Kakenda bersabda; bila diambil orang bajumu, berikan pula jaketmu: itu tidak dimaksudkan supaya kamu begitu lemah dan tidak usah membela diri atau bahkan membiarkan pencurian terus berlangsung. Itu hanya sebuah kalimat yang dimaksudkan untuk mendidik masyarakat yang sudah amat lahiriah, amat pendendam dan amat tamak.
Jadi ketika murid-murid Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus, salah memahami beliau, inilah keseleo sejarah yang kedua. Kereta Allah itu jadi melenceng ke kanan. Orang-orang pandai jaman ini menyebutnya dengan; terlalu dominan aspek esoteriknya. Terlalu batiniah. Seperti mistik saja. Terlalu melangit. Lupa bumi. Padahal kita hidup di bumi.
Lalu mas, di sinilah Islam menempatkan diri. Di tengah. Ditengah-tengah dua Kakenda kita terdahulu. Tidak seperti Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus, yang mengucapkan kalimat sebagian dengan harapan sebagian yang lain sudah cukup dilengkapi dari ucapan Kakenda Musa sebelumnya. Islam, dalam hal ini Kakenda Muhammad SAW, mengucapkannya lebih komplet. Beliau mengandaikan diri bicara dengan orang yang sama sekali nol. Aspek lahirahnya disebut. Aspek batiniahnya pun tidak dilupakan.
Islam menyebutkan dengan panjang lebar prosedur jual beli. Prosedur jika engkau mau berperang. Mau kawin. Mau bagi-bagi warisan. Mau bersuci. Mau menghakimi orang di pengadilan. Dan seterusnya, yang kesemuanya ini “dilupakan” oleh murid-murid Kakenda Isa AS.
Begitu juga Islam menyebutkan perihal ajakan untuk bersabar. Berendah hati. Puasa. Sholat. Zakat. Mencintai sesama. Bersyukur. Dzikir. Belajar mengenali diri, diri batiniah maupun diri lahiriah. Mengenali keselarasan alam. Juga ajaran bahwa dendam, tamak, dengki, membunuh, mencuri dan seterusnya harus dihindari. Semua aspek yang dilupakan oleh murid-murid Kakenda Musa AS itu, di sini, di Islam disebut berulang-ulang.
Maka, beginilah mas Iman Kristen & Jelasnggak; bagaimana kami mencoba menempatkan diri dalam arus jaman Agama-Agama itu.
Dalam penceritaan saya ini, mas; saya memandang Kitab Taurat Yahudi sebagai ajaran, yang berisi Firman-Firman Allah; untuk dijadikan sebagai pedoman hidup, tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindarkan. Kitabnya sendiri adalah benar [meskipun mungkin saat ini cukup umum diakui bahwa mungkin ada beberapa salah penulisan di dalamnya], hanya pemahaman pemeluknya sajalah yang mulai melenceng. Kitab Injil Kristen pun adalah ajaran yang berisi Firman-Firman Allah; untuk dijadikan sebagai pedoman hidup, tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindarkan. Kitabnya sendiri adalah benar, hanya mungkin saja pemeluknya yang melakukan penafsiran melenceng.
Maafkan saya mas; bahwa dalam hal Kitab Suci dan Nabi Pembawanya dan Pemeluknya, saya lebih menyukai menyalahkan pemeluknya kalau ada hal-hal yang saya “nilai” tidak sesuai; karena ke-Imanan Islam saya sendiri menyakini bahwa Kedua Kitab Taurat dan Kitab Injil adalah benar dari Allah, dan bahwa semua Nabi Allah, termasuk Musa As dan Isa As, atau YEsus Kristus adalah benar, dan suci dari kesalahan.
Point saya disini, mas; sekalipun saya mencari cara untuk menempatkan Islam, atau Al QUr’an ditengah-tengah Fakta Keberadaan Kitab Suci Taurat dan Injil; setidaknya kami tidak pada posisi untuk “menyalahkan” Kitab Suci yang sebelumnya itu.
Jadi, untuk menjawab Jelasnggak; mas, Al Qur’an tidak sepenuhnya kembali ke PL. Karena, menurut kami, AL Qur’an memiliki atau mengandung ajaran keduanya, Taurat dan Injil sekaligus.
[Dan mohon maaf; bahwa ketika mengatakan saya “menilai” sesuatu sebagai tidak sesuai; sebenarnya adalah tidak sesuai dengan Al Qur’an. Mohon dipahami bahwa pernyataan ini tidak untuk mengatakan salah satunya adalah salah; tapi, cukuplah dikatakan bahwa keduanya berbeda.]
[Sekali lagi, saya mohon maaf bahwa saya selalu menyebutkan Yesus Kristus sebagai Nabi; ini sama sekali bukan bermaksud mengurangi keyakinan Kristen yang mengimani Yesus Kristus sebagai Tuhan. Ini hanya karena saya adalah muslim. Tapi, yakinlah bahwa pernyataan itu adalah Penghormatan Tertinggi kami bagi semua anak manusia, bagi semua mahluk, termasuk kapada Muhammad sendiri.]
Demikianlah. Mudah-mudahan kita semua akan senantiasa berada dalam bimbinganNya, Tuhan Allah.
Saya juga tertarik untuk memperdalam yang disampaikan Jelasnggak dalam #75 ini; “Saya masih terus akan membahas ayat pedang kamu nitt. Kenapa? Karena muslim bilang quran adalah kitab penutup yang membenarkan/mumpuni kitab sebelumnya. Perhatikan ini. Taurat Musa, bercerita ttg. keadilan Tuh@n lewat perang, mata ganti mata istilahnya, Perjanjian Baru, tentang kasih Tuh@n, pengampunan dll. Quran, balik lagi ke Perjanjian Lama… Gimana ini? katanya melengkapi/mumpuni tapi kenapa balik lagi ke PL ?”
Dalam memandang PL dan PB, saya “merasa” [dengan mengatakan merasa, dalam tanda petik pula, saya bermaksud mengatakan bahwa saya pun tidak yakin dengan teori saya sendiri ini. Hehehe] kalau umat Kristen mempertahankan PL disamping PB, semata-mata sebagai sebuah process flow; khususnya untuk mengambil ajaran bahwa akan Ada Mesias di akhir jaman, untuk membangun Kerajaan Allah; dimana hal itu digunakan sebagai dasar oleh umat Kristen untuk menyatakan bahwa Yesus Kristus itu lah sang Mesias, dan bahwa itu sudah dikabarkan sejak lama, sejak jaman Nabi-Nabi Israel.
Untuk itu pula, umat Kristen [setidaknya mas Iman Kristen dan Jelasnggak] memahami Taurat [PL] semata sebagai entry point bagi masuknya Injil [PB]; bahwa telah ada Taurat [PL] dan ini Injil [PB] akan menggenapinya. Tapi, yang paling menarik adalah ketika ditambahi penjelasan bahwa Taurat [PL] bertujuan untuk membuktikan atau untuk menyatakan ketidak mampuan manusia, bahwa manusia dengan Taurat [PL] membuktikan seberapa parah ke-tidak mampuan-nya. Dan, oleh karena itulah ditawarkan solusi berupa Injil [PB]. Itulah makanya, umat Kristen tidak memandang adanya keharusan untuk mengikuti Hukum-Hukum di dalam Taurat [PL], meskipun masih juga mengakui keberadaan Taurat [PL] sebagai bagian dari Al Kitab Kristen.
Lihat penjelasan Iman Kristen dalam Iman Kristen #41 “PL itu bertujuan untuk menyatakan ketidakmampuan manusia. Seperti Dokter Specialist Rontgent saja. Untuk penyembuhannya, pergi ke Injil. …. Ini mirip dengan PL (Taurat) dan PB (Injil). Tuhan memberikan standart untuk “DIPATUHI” oleh manusia melalui perbuatan BAIK. Konsep “Mata ganti mata dan gigi ganti gigi” sangat jelas sekali. Manusia dengan Taurat (berfungsi sebagai Rontgent) membuktikan seberapa parah KETIDAK-MAMPUAN-NYA. Sekarang bagaimana solusinya??? PERGI KE INJIL KRISTUS.”
Saya akan mengabaikan perumpaan PL sebagai Rontgent, karena terus terang agak merepotkan saya. Tapi, menyatakan Taurat [PL] semata-mata sebagai alat untuk membuktikan ketidak-mampuan menjalankannya, yaitu menjalankan sang Kitab Taurat sendiri, dan semata-mata digunakan untuk menganjurkan jalan masuk ke Injil [PL]; bukankah ini semata-mata meletakkan sebuah premis untuk sebuah konklusi yang [telah] dikendaki?
Bukankah adalah pemahaman sangat umum bahwa sebuah Kitab Suci selalu dimaksudkan sebagai Petunjuk dari Tuhan? Orang-orang Yahudi pun pastilah akan memandang Kitab Taurat sebagai Kitab Petunjuk dari TUhan Allah. Dan sebuah Kitab Petunjuk untuk dilaksanakan; bukan untuk membuktikan bahwa Tidak Bisa Dilaksanakan.
Tapi, okelah, kami, muslim, haruslah belajar memahami logika beragama orang lain. Karena, rasa-rasanya, itulah logika beragama umat Kristen [paling tidak mas Iman Kristen dan Jelasnggak], biarlah kami pelan-pelan mencoba memahaminya juga.
Yang paling penting adalah saling pengertian, untuk berbeda sekalipun; demi terciptanya persaudaan antar umat beragama.
UNtuk itulah, sayapun ingin menggambarkan, apa yang saya pahami tentang process flow agama-agama, yaitu Yahudi – Kristen – Islam; setidaknya untuk menjawab Jelasnggak yang menanyakan mengapa Islam atau Al Qur’an kembali ke PL?
Mas Jelasnggak, saya memahaminya demikian; Konon, pada jaman Kakenda Ibrahim AS, agama Allah dipahami orang secara lurus. Hanif. Tengah-tengah. Dan itu benar. Entah ada keseleo apa dalam proses sejarah, selang beberapa generasi setelah jaman Kakenda Musa AS, agama Allah ini, dalam hal ini ajaran Taurat mulai dipahami agak melenceng . Dan semakin melenceng. Mungkin awalnya malas. Capek berdisiplin. Terutama untuk disiplin-disiplin batiniah yang keras dan sangat butuh ketekunan. Orang mulai hanya mengambil agama Allah pada bagian-bagian yang tampak saja. Yang dapat kelihatan tetangga. Sekedar tidak kena sasaran gunjingan para Rabi.
Misalnya. Orang masih pakai gamis atau jubah panjang atau kopiah yahudinya. Tapi badan dan pikirannya mulai berlepotan dosa.
Orang masih tekun menjalankan ritual-ritual panjang bersuci dari najis. Tapi najis-najis batiniah seperti dengki, tamak, dendam dan seterusnya mulai sudah tidak dipedulikan lagi, karena toh tidak kelihatan benar.
[Aku ingat pernah membaca sebuah berita dari Kitab Perjanjian Lama, mungkin dalam Imamat,, betapa bersuci dari najis, misalkan saja dari air mani –di Islam dinilai tidak najis—bisa sangat serius ritualnya. Dimulai dari berpuasa beberapa hari. Sampai akhirnya harus disucikan dengan darah sembelihan kurban seekor burung dara. Pengertian najisnya pun bisa sangat panjang. Kalau sarung engkau kena najis, dan sarung itu kau taruh di atas tikar, maka tikarnya pun menjadi najis. Dan kalau diujung lain tikar tadi ada sepatu di atasnya, oke, sepatu itu pun harus kau sucikan juga].
Prosedur perdagangan masih jalan. Ada pernyataan resmi pihak yang menjual. Ada pernyataan resmi pihak yang sanggup membeli. Ada bukti-bukti tertulis, dan seterusnya. Tapi di dalamnya, kecurangan dan pengelabuan sudah beredar-redar.
Alhasil, Agama Allah menjadi sangat lahiriah, prosedur-prosedur teknis. Ritual-ritual kering. Persembahan-persembahan. Dangkal dan lamis. Kedalaman batiniahnya musnah. Pihak-pihak orang pandai jaman sekarang menyebutnya dengan; tinggal aspek eksoteriknya saja.
Mas, tapi jangan lupa; saya sebenarnya tidak yakin juga dengan semua ini. Toh saya belum jadi benih ketika itu.
Maka, barangkali mas, gregetan yang menjadi warna dominan dari seruan kembali yang dilakukan Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus. Kereta yang meluncur terlalu ke kiri, beliau sentak kuat-kuat ke kanan. Sekuat mungkin. Sengotot mungkin. Maksudnya supaya kembali ke jalur semula. Di tengah. Di jalur yang benar. Tapi mudah-mudahan pendapatku keliru; rupa-rupanya kereta itu jadi kebabblasan ke kanan. Sudah barang tentu ini tidak aku maksudkan bahwa Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus, keliru. Tidak sama sekali. Hanya anak didik beliau saja [saya lebih suka menyalahkan anak didiknya ketimbang menyalahkan Yesus Kristus, yang dalam keimanan Islam saya, diyakini bebas dari kesalahan] yang keliru membaca greget hati beliau. Keliru membaca isyarat beliau. Keliru menafsirkan ucapan beliau.
Konkretnya begini. Ketika beliau gregetan dengan ritual-ritual panjang bersuci dari najis yang tidak juga menghasilkan kesucian batin, beliau lantang berucap; najis bukanlah yang di sarung kalian. Tapi ini, yang di dalam dada kalian. Maksudnya bukan mau bilang najis sarung itu menjadi tidak ada, mas, tapi mbok jangan kau lupakan najis di dalam dadamu itu. Kalau anak buah Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus, sekarang sudah tidak peduli dengan najis-najis lahiriah itu, ya itulah keseleo sejarah itu.
Ketika Kakenda Isa AS, Yesus Kristus, bilang; bila ditampar pipi kananmu, berikan pula pipi kirimu atau ketika Kakenda bersabda; bila diambil orang bajumu, berikan pula jaketmu: itu tidak dimaksudkan supaya kamu begitu lemah dan tidak usah membela diri atau bahkan membiarkan pencurian terus berlangsung. Itu hanya sebuah kalimat yang dimaksudkan untuk mendidik masyarakat yang sudah amat lahiriah, amat pendendam dan amat tamak.
Jadi ketika murid-murid Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus, salah memahami beliau, inilah keseleo sejarah yang kedua. Kereta Allah itu jadi melenceng ke kanan. Orang-orang pandai jaman ini menyebutnya dengan; terlalu dominan aspek esoteriknya. Terlalu batiniah. Seperti mistik saja. Terlalu melangit. Lupa bumi. Padahal kita hidup di bumi.
Lalu mas, di sinilah Islam menempatkan diri. Di tengah. Ditengah-tengah dua Kakenda kita terdahulu. Tidak seperti Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus, yang mengucapkan kalimat sebagian dengan harapan sebagian yang lain sudah cukup dilengkapi dari ucapan Kakenda Musa sebelumnya. Islam, dalam hal ini Kakenda Muhammad SAW, mengucapkannya lebih komplet. Beliau mengandaikan diri bicara dengan orang yang sama sekali nol. Aspek lahirahnya disebut. Aspek batiniahnya pun tidak dilupakan.
Islam menyebutkan dengan panjang lebar prosedur jual beli. Prosedur jika engkau mau berperang. Mau kawin. Mau bagi-bagi warisan. Mau bersuci. Mau menghakimi orang di pengadilan. Dan seterusnya, yang kesemuanya ini “dilupakan” oleh murid-murid Kakenda Isa AS.
Begitu juga Islam menyebutkan perihal ajakan untuk bersabar. Berendah hati. Puasa. Sholat. Zakat. Mencintai sesama. Bersyukur. Dzikir. Belajar mengenali diri, diri batiniah maupun diri lahiriah. Mengenali keselarasan alam. Juga ajaran bahwa dendam, tamak, dengki, membunuh, mencuri dan seterusnya harus dihindari. Semua aspek yang dilupakan oleh murid-murid Kakenda Musa AS itu, di sini, di Islam disebut berulang-ulang.
Maka, beginilah mas Iman Kristen & Jelasnggak; bagaimana kami mencoba menempatkan diri dalam arus jaman Agama-Agama itu.
Dalam penceritaan saya ini, mas; saya memandang Kitab Taurat Yahudi sebagai ajaran, yang berisi Firman-Firman Allah; untuk dijadikan sebagai pedoman hidup, tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindarkan. Kitabnya sendiri adalah benar [meskipun mungkin saat ini cukup umum diakui bahwa mungkin ada beberapa salah penulisan di dalamnya], hanya pemahaman pemeluknya sajalah yang mulai melenceng. Kitab Injil Kristen pun adalah ajaran yang berisi Firman-Firman Allah; untuk dijadikan sebagai pedoman hidup, tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindarkan. Kitabnya sendiri adalah benar, hanya mungkin saja pemeluknya yang melakukan penafsiran melenceng.
Maafkan saya mas; bahwa dalam hal Kitab Suci dan Nabi Pembawanya dan Pemeluknya, saya lebih menyukai menyalahkan pemeluknya kalau ada hal-hal yang saya “nilai” tidak sesuai; karena ke-Imanan Islam saya sendiri menyakini bahwa Kedua Kitab Taurat dan Kitab Injil adalah benar dari Allah, dan bahwa semua Nabi Allah, termasuk Musa As dan Isa As, atau YEsus Kristus adalah benar, dan suci dari kesalahan.
Point saya disini, mas; sekalipun saya mencari cara untuk menempatkan Islam, atau Al QUr’an ditengah-tengah Fakta Keberadaan Kitab Suci Taurat dan Injil; setidaknya kami tidak pada posisi untuk “menyalahkan” Kitab Suci yang sebelumnya itu.
[Dan mohon maaf; bahwa ketika mengatakan saya “menilai” sesuatu sebagai tidak sesuai; sebenarnya adalah tidak sesuai dengan Al Qur’an. Mohon dipahami bahwa pernyataan ini tidak untuk mengatakan salah satunya adalah salah; tapi, cukuplah dikatakan bahwa keduanya berbeda.]
[Sekali lagi, saya mohon maaf bahwa saya selalu menyebutkan Yesus Kristus sebagai Nabi; ini sama sekali bukan bermaksud mengurangi keyakinan Kristen yang mengimani Yesus Kristus sebagai Tuhan. Ini hanya karena saya adalah muslim. Tapi, yakinlah bahwa pernyataan itu adalah Penghormatan Tertinggi kami bagi semua anak manusia, bagi semua mahluk, termasuk kapada Muhammad sendiri.]
Demikianlah. Mudah-mudahan kita semua akan senantiasa berada dalam bimbinganNya, Tuhan Allah.
@herman 172.
Kamu menulis:
==> Begini mas.
AJARAN kristen (ini kristen lho ya), tidak mengajarkan untuk memerangi musuh. Melainkan untuk mengasihi musuh.
Kalau vatikan diserang, terus melawan dengan perang, Jelas itu melawan apa yang ada di ajaran Kristen. Masalah logis atau tidak logis, itu irrelevant disini.
Ajaran Islam, perangilah kalau kamu diperangi.
Kalau mekah diserang, islam akan terus melawan dengan memerangi balik, dan itu TIDAK melawan ajaran islam.
Itu bedanya mas.
Kita sedang berbicara ajaran agama, bukan pelaku agama.
Agama teror adalah agama yang senang perang. Agama yang memperbolehkan perang, agama yang membenarkan perang dalam situasi apapun.
Islam membenarkan perang.
———-
Kalau roma diserbu, ada jalan lain tanpa perang mas. Diplomasi misalnya.
Diplomasi sudah terbukti bisa menyelesaikan konflik tanpa menyerang balik mas.
Kalau di kristen, berperang itu salah, apapun alasannya.
Kalau di islam, berperang itu benar asal alasannya benar.
Itu bedanya mas.
Nah sekarang saya mau tanya pendapat pribadi kamu mas, kalau perang itu, apapun alasannya, dibenarkan atau tidak?
salam.
ps. Perang badar gimana mas? Orang yahudi ngga memerangi muslim, tapi tiba-tiba diserang tanpa alasan ba- bi- bu..
Masalah ayat hosea. sudah dijawab mas. di forum agamaku.wordpress.com.
Mas Iman dan Jelasnggak #174 & #175; Tentang timbangan mungkin cukuplah kalau dikatakan Allah adalah Maha berkuasa untuk membuatnya, dan Allah adalah Maha Teliti Perhitungannya untuk dapat keliru sehingga seseorang dapat keliru dimasukkan ke neraka, dan ingat Allah juga adalah Maha Adil. Jadi, kami, muslim, tidak pernah mengkhawatirkan itu. Hehehe.
Tentang wudhu anda; benar itu sebagai syarat untuk shalat. Tapi, ah, itu sih remeh temeh, mas; itu hanya sebuah syarat kecil. Dan itu sudah sangat jamak, dalam melakukan apapun ada beberapa syarat. Tapi, saya memang mengatakan tidak wudhu sebagai tidak dosa. Karena ingat, esensi dari shalat adalah pengabdian kepada Allah, kepatuhan pada Allah, dan tidak perlu menjadi seperti kaum Farisi yang dikecam oleh Yesus Kristus; begitu pedulu dengan tetek bengek prosedural lalu mengabaikan hal yang lebih besar. Dalam hal shalat; esensinya adalah kerendahan hati dan kemenyerahan di hadapan Dia, Allah. Dan air kencing; memang benar, mas, dalam kategori hokum islam itu disebut dengan najis. Tapi, mohon tidak salah dipahami, najis disini tidak seperti najis di dalam Kristen. Najis disini sekedar bahasa lain dari tidak bersih. Sementara setahu saya, najis dalam Kristen memang hingga ke semua hal yang didefinisikan dengan dosa dan cela. Semua dosa dan cela adalah najis. Kebencian adalah Najis. Kemarahan adalah dosa, dan karena itu najis. Tidak demikian makna najis, yang mungkin mas pernah baca dalam Hadits Nabi.
Tentang dosa, saya dapat memahami yang disampaikan mas Iman bahwa umat Kristen Berbuat baik “karena sudah” menerima Sorga. Dan tidak seperti Islam yang Berbuat baik “untuk” menerima Sorga. Saya paham, disitulah perbedaannya. Dan, it’s very okay.
Meskipun demikian, tetap saja saya tergoda untuk bertanya; Jadi, umpamakan seorang Hitler yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan itu, dan katakanlah ia juga seorang pezina, juga koruptor, juga telah menceraikan istri Katholiknya, dan malah kawin lagi dengan wanita muslim, penuh hasut dan iri dengki; akan masuk surga juga, dan tinggal bersama, berdampingan dengan Paus Yohanes Paulus II, yang keseluruhan hidupnya adalah kesalehan, dan keseluruhan karyanya dilakukan atas Nama Tuhan Yesus Kristus? Hanya karena Hitler telah dibaptis dan mengimani bahwa Yesus telah mati disalibkan, sesaat sebelum dia dieksekusi mati?
Saya tahu Jelasnggak memang pernah menyebutkan itu dalam jelasnggak #46 “Jadi saya pilih option kedua. Yaitu perjanjian baru. Yang memungkinkan saya masuk surga hanya dengan beriman (terhadap Yesus).” Atau dalam Jelasnggak #76 “Dengan disalibnya Yesus, semua peraturan yang ada di PL tidak lagi mengikat saya. Semua peraturan itu sudah disalibkan. Kalo bahasa okemnya “Kalo ada apa-apa, gue majuin Yesus dah..” Dosa manusia sudah dibayar dimuka oleh Yesus lewat darahnya. Tinggal kamunya mau atau tidak beriman kepadaNYA.”
Tapi, terus terang, saya awalnya memang ragu, khawatir salah mengerti; maka itu saya menanyakan ulang. Semacam sebuah konfirmasi. Tapi, setelah dijelaskan ulang oleh mas Iman dan Jelasnggak sekaligus; it’s okay, sekali lagi, it’s okay; dan kami, muslim, harus belajar mencoba memahami hal ini.
Walaupun demikian, Mas Iman Kristen ada menyebutkan point lain lagi; syarat untuk dapat ditebus oleh Yesus Kristus. Ada hal lain lagi? Ah, saya kira satu-satunya syarat hanyalah Iman kepada Yesus yang telah disalibkan. Saya kira itu yang beberapa kali disebutkan oleh Jelasnggak, dan mungkin mas Iman sendiri. Maaf, saya agak lupa.
Tapi, Hitler went to heaven straightly? Ah, please, deh ….
[Jangan khawatir; saya juga telah membaca Conversation with God-nya Neale Donald Walsch komplit, mulai dari Conversation with God 1, 2, 3, hingga Friendship with God, hingga Communion with God. Dan Neale meyakini juga bahwa even Hitler went to heaven].
@Jelasnggak #177
Oke, mungkin memang disitulah perbedaan Islam dan Kristen, mas.
Kristen sama sekali tidak membenarkan untuk melawan, sekalipun sedang diserbu atau sedang diperangi. Lebih memilih die. Sedang ditusuk dengan pedang, dan diam saja. Sedang diserbu dengan berjibun Rudal, yah, diam saja.
Nanti, kalau ada kesempatan mungkin ditempuh upaya-upaya diplomatis.
It’s nice, mas. Lembut sekali.
Sedangkan Islam; memang Islam mengijinkan kami untuk melawan bila diserang, diserbu dan diperangi. Kami memilih hidup. Ketika ada tusukan pedang ke dada saya, mas, kami diijinkan juga untuk mengelak dan melawan. Ketika ada serbuan rudal, mas; yah, apa boleh buat. Saya lawan juga mas.
Nanti, kalau serbuan sudah mereda, saya bisa menarik nafas; akan saya lanjutkan deh dengan upaya-upaya diplomatis.
Mungkin memang disitulah perbedaannya. So, mari kita belajar memahami adanya perbedaan ini.
Tentang perang badar; saya sudah lupa lagi tentang kasus itu. Tapi, bukankah kita sempat sepakat sebelumnya bahwa ini dicukupkan pada upaya untuk memahami Teks Kitab Suci?
Kajian historis saya carikan waktunya dulu deh. Tapi terus terang; kajian historis akan jauh lebih camplicated ketimbang kajian Kitab Suci.
Apalagi, saya hanyalah seorang kuli bangunan; yang tidak pernah belajar sejarah.
to herman hidayat
Pertama-tama, sebelum kita lanjut lagi, ada hal yang perlu saya minta penegasannya.
Tulisan saya di 171#imankristen:
Mohon tanggapan anda terhadap tulisan ini.
Salam.
Nb. Mengenai Keadilan/Taurat dan kasih/Injil saya bahas setelah melihat tanggapan anda diatas.
@ Jelasnggak #177
Yah, ntah bagaimana; saya masih mencoba berharap bahwa mas Jelasnggak dapat membedakan antara; senang berperang dengan terpaksa berperang. Sehingga dengan penjelasan bahwa Islam itu mengajarkan untuk bertahan kalau diperangi; akhirnya Islam dapat dipahami [sekedar] sebagai agama biasa.
Tidak sebagai agama Kasih, memang. Itu tidak perlu. Tapi, setidaknya, tidak selalu disebut dengan agama Teror.
Ntahlah, mungkin harapan saya berlebihan.
Padahal saya hanya ingin mencoba membangun persaudaraan yang tidak perlu terus dikeruhkan oleh salah paham-salah paham yang tidak perlu.
Wahai TUhan Allah; berkenanlah Engkau membimbing kami semua di jalanMu. Amin
To Jelasenggak…
Eh… si nitt kemana nih…?
Masa sih “keok” dari anda langsung “kabur” dan “menghilang” begitu aja.
Pamit dulu kek kalau mau “cuti”.
Saya rasa sih dia tidak se-”cemen” itu.
Atau jangan-jangan ….. he he he (maaf…, isi sendiri menurut pemikiran anda)
Salam.
Ps. Jadi ingat lagu Diana Nasution itu lho… yang suka anda kutip:
“kau datang dan pergiiii.. sesuka… hatimu………”
@ Iman Kristen #181
Ah, mas Iman berpindah ke lain hal.
Tapi, baiklah saya akui; saya itu orang kuno mas. Tidak berlangganan koran. Tidak menonton teve. Hobbi saya hanya membaca novel, khususnya Kho Ping Ho. Dan tentang agama, sebagai bagian keseharian hidup saya; sedikit-sedikit saya pelajari, maka itu saya berani berkomentar di sini.
Tapi, tentang Politik, terus terang saya nol besar. Sampe teman-teman dekat saya suka ngledek saya; “jangan-jangan siapa presidennya pun, herman ini tidak tahu.”
Saya juga selalu diledek oleh teman-teman saya sebagai pemimpi; selalu memimpikan hidup damai, persaudaraan sesama human being. Memang itulah saya, mas. Saya hanya memimpikan itu melalui saling pengertian antar umat beragama. Melalui pendalaman Teks.
Maka, saya terpaksa memohon bantuan pihak lain; mungkin terutama mas Lovepassword, mas Pandora dan Nitten untuk membantu saya disini.
Boleh, dunk, seseorang tidak harus selalu tahu banyak hal.
Hehehe …
Ok, kita tunda dulu sebentar mengenai keadilan (taurat) dan kasih (injil).
Saya mau lihat dulu pendapat anda mengenai 181#imankristen.
Maaf…, karena teman-teman anda mengatakan anda “kuper”, saya akan bantu anda sedikit.
Definisi Khalifah:
http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah
Coba pelajari tulisan ini:
http://hizbut-tahrir.or.id/2008/08/26/hanya-sistem-khilafah-wahai-kaum-muslim-yang-bisa-menyelesaikan-penodaan-terhadap-keyakinan-anda/
Dimohon tanggapannya.
Salam.
To Jelasenggak…
He he he…. mohon bantuan pendapat anda nih…
Menurut anda…, herman hidayat itu orangnya “kuper” atau tidak ya. Memang sih…, kenalannya dengan dia melalui web ini baru beberapa hari, tapi semoga anda bisa memberikan pandangan/nasihat pada saya.
Kalau menurut saya, dia tidak kuper. Di web-nya sendiri, tulisannya yang merefer buku-buku/tulisan cukup banyak.
Masa sih masalah Khalifah saja di Indonesia ini dia tidak tahu?
Bisa internet menurut saya, jauh lebih luas lagi pengalamannya.
Ini antara “kuper” dan “ketidak-jujuran” saja. Karena dia pasti tahu “arah diskusi” akan kemana.
Salam.
Nb. Antara dua saja, “kuper” atau “tidak jujur”. Please… jelasenggak…, give me your advise…
Hik Hik perasaan gua pernah mendengar istilah ad hominem di blog mana yah ???? Hik Hik…..-
AD HOMINEM : IStilah keren – tapi hampa. Hik Hik.
Gua nggelar tiker dulu ah. Nonton-nonton dulu. Ternyata murid-muridku pada ngobrol gayeng di sini. hik hik…..Bagus-bagus.
Kalian memang makin hari makin keren. Banyak kemajuan, dan makin sabar saja. hik hik.
@Mas H H : Maka, saya terpaksa memohon bantuan pihak lain; mungkin terutama mas Lovepassword, mas Pandora dan Nitten untuk membantu saya disini.
Hik hik….Bagus juga sih minta bantuan gue. Hik Hik. Aku ini kan baik hati dan ramah. Hik hik…..Kamu mau minta bantuan apa Mas Herman ????
Oke saya bantu deh. Dari pada kamu tambah bingung mendingan tak beri tambahan penjelasan.
Apakah di Kristen tidak ada timbangan ??? Hik hik….Ya mungkin nggak setegas Islam. Tapi ayat yang secara tidak langsung menyatakan itu ya ada juga sih. Mungkin istilahnya tidak sama, kalau dalam agama Kristen, istilah yang populer sering disebutkan adalah Hukum Tabur Tuai.
Ini secara tidak langsung diajarkan Yesus dalam beberapa
ceritanya. Intinya : Ya tidak mungkin kan orang menanam duren mengharapkan panen bengkoang. Hik hik. Orang menabur benih ilalang mengharapkan gandum itu kan nggak realistis. Hik Hik.
Kalo ada yang bilang nggak ada sama sekali ? Ya okelah. Seperti saya katakan berkali-kali agama punya banyak sisi. Penekanan masing-masing sekte mungkin beda. Penekanan masing2 orang juga bisa beda.
Tetapi intinya memang bukan pada timbangan itu, tetapi konsepnya : siapapun yang bertobat akan diampuni.
Konsep ini juga disampaikan Yesus dalam sebuah cerita :
Ada semacam pekerjaaan, anggap saja pekerjaan memanen. Pekerja yang pertama mendapat upah X, pekerja yang datang kemudian mendapat upah X juga . dst. Intinya ada hak prerogatif Allah juga disitu. Orang yang datang pertama nggak boleh iri sama orang yang datang terakhir.
Konsep yang lebih jelas lagi bisa dibaca pada cerita ini :
Ada dua anak yang satu baik, yang satu bandel.
Anak yang baik ini membantu orang tua-nya. Sedangkan anak yang bandel ini menghabiskan harta orang tuanya berfoya-foya, bahkan minggat dengan membawa harta ortunya.
Suatu ketika anak bandel ini bertobat dan kembali ke rumah orangtuanya. Orang tuanya menyambutnya dengan sangat senang karena si bandel ini sadar dan bertobat. Bahkan berpesta menanggap wayang orang semalam suntuk dengan dalang Ki Mantep Sudarsono.
Lha anak yang baik ini kemudian bisa merasa iri. “Gua berbuat baik, nggak dapet apa-apa”, tetapi Si Paijo Gombal gambul itu berbuat jahat menghabiskan harta, begitu pulang malah disambut dengan meriah.
Kemudian orang tuanya menegur lembUt> Memangnya apakah kau tidak senang bila saudaramu kembali ???
Cerita ini menggambarkan bahwa orang yang telah berbuat baik tidak boleh merasa iri bila Allah juga mengasihi orang yang bertobat.
Jika kita melihat di sisi lain : Dalam Islam pun biarpun ada konsep timbangan, saya rasa pertobatan seseorang pasti dipertimbangkan. Dalam arti begini : Anggap saja kamu ini pembunuh besar, pemerkosa, penjarah, pokoknya kriminal berat deh. Hik Hik. Ini anggap saja lho Mas Herman. Hik hik.
Lalu kamu bertobat. Benar-benar tobat. Tobat Nasuha. Tiba-tiba kamu meninggal karena satu dan lain hal. Tentu bobot tobat itu juga dihitung. Tidak semata-mata dihitung perbuatan jahat vs perbuatan baiknya.
Jadi konsepnya : Agama manapun ya pasti mengajarkan yang baiklah. Ada konsep kalo berbuat baik itu dapet yang baik, kalo jahat ya dapet yang jahat dong.
Tetapi karena Tuhan itu mengasihi manusia, Tuhan juga mempertimbangkan pertobatan manusia. Tidak semata-mata ditimbang perbuatan baik vs jeleknya saja, tetapi ada sisi ketulusan tobat juga yang jadi bobot penting.
Kalo gua nggak salah ingat, hik hik kayaknya aku jarang salah ingat untuk soal ginian. Dalam Islam perbuatan jahat diganjar sesuai dengan perbuatan jahatnya. tetapi perbuatan baik memperoleh ganjaran berkali lipat. Jadi timbangannya tetap lebih memihak ke yang baik.
JAdi esensinya Mas Herman : Kita sebagai orang yang “mungkin merasa” telah berbuat baik , nggak boleh merasa iri bahkan mestinya senang bila melihat tetangga kita yang kita anggap jahat bertobat. Jangan sampe kita malah merasa diperlakukan tidak adil.
Lha gua berbuat baik duluan kok, dia itukan jahat banget dulunya. Nggak bisa gitu juga karena yang namanya jahat/baik itu timbangannya bukan kita yang tahu. Ketulusan hati juga sangat mungkin berpengaruh, riya atau tidak, dsb. Jadi memang nggak sesederhana nimbang beras.
==========================
Masalah khilafah , hik hik, aslinya ya netral-netral saja. Nggak ada hubungannya sama perang. Sepanjang ide itu coba diupayakan dengan cara yang wajar ya okelah.
Intinya ada banyak pendapat dan kita harus menghargai keanekaragaman pendapat. Paham apapun Kalo maksa bahkan sampe kudeta. Hik hik. Ya urusannya dengan penegak hukum dan aparat pembela negara.
==========================
SALAM Semuanya.
@jelasnggak muridku sayang : hik hik ternyata kau ngumpet di sini muridku. Senang sekali aku berjumpa denganmu. Hik Hik.
========================
To Herman Hidayat…
Tuh…, anda sudah dibantu. Bagaimana sekarang pandangan anda sendiri?
Ditunggu lho…., saya percaya anda sedang belajar keras dan pasti tidak sedang menyanyikan “lagu Diana Nasution” itu.
Salam.
To lovepassword
Dari tulisan anda:
Bisa diperjelas dengan cara bagaimana?
Misalnya: Boleh tidak menampilkan ide tersebut di website? apakah boleh membentuk partai yang tujuan partainya jelas yaitu untuk merubah NKRI menjadi Khilafah? Apa tidak menyinggung perasaan kaum Kristen yang ikut berjuang mendirikan negara ini?
Di tunggu penjelasan lebih lanjut.
Salam.
@HERMAN H said : Konkretnya begini. Ketika beliau gregetan dengan ritual-ritual panjang bersuci dari najis yang tidak juga menghasilkan kesucian batin, beliau lantang berucap; najis bukanlah yang di sarung kalian. Tapi ini, yang di dalam dada kalian. Maksudnya bukan mau bilang najis sarung itu menjadi tidak ada, mas, tapi mbok jangan kau lupakan najis di dalam dadamu itu. Kalau anak buah Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus, sekarang sudah tidak peduli dengan najis-najis lahiriah itu, ya itulah keseleo sejarah itu.
Ketika Kakenda Isa AS, Yesus Kristus, bilang; bila ditampar pipi kananmu, berikan pula pipi kirimu atau ketika Kakenda bersabda; bila diambil orang bajumu, berikan pula jaketmu: itu tidak dimaksudkan supaya kamu begitu lemah dan tidak usah membela diri atau bahkan membiarkan pencurian terus berlangsung. Itu hanya sebuah kalimat yang dimaksudkan untuk mendidik masyarakat yang sudah amat lahiriah, amat pendendam dan amat tamak.
Jadi ketika murid-murid Kakenda Isa AS, atau Yesus Kristus, salah memahami beliau, inilah keseleo sejarah yang kedua. Kereta Allah itu jadi melenceng ke kanan. Orang-orang pandai jaman ini menyebutnya dengan; terlalu dominan aspek esoteriknya. Terlalu batiniah. Seperti mistik saja. Terlalu melangit. Lupa bumi. Padahal kita hidup di bumi.
=========================================
Masalah keliru atau nggak sekali lagi itu terkait dengan tafsir. Lo boleh saja ngomong gitu, jelasnggak dan imankristen ngomong yang lain. Tapi ide dasarnya saya rasa kamu benar. Ketika ada yang melenceng ke kiri Yesus mendorong ke kanan. ketika ada yang melenceng ke kanan Yesus mendorong ke kiri.
Kalo kemudian ada yang meneladani dorongan Yesus yang ke kiri, ada juga mengambil yang ke kanan atau ada yang coba menyelaraskan, sekali lagi itu urusannya dengan tafsir masing-masing serta penerapan tafsir dengan kondisi yang sedang dihadapi.
Yang jelas karena hukum pada waktu itu terlalu keras, Yesus menekankan aspek humanisnya – tujuannya saya rasa ya memang untuk menyeimbangkan hukum.
Serta ini juga terkait dengan situasi juga.
Gampangannya ibaratnya gini : Bagus mana membunuh penjahat yang sudah bertobat atau membiarkannya menebus dosa dengan berbuat baik ??? Tentu ada banyak sisi yang mesti ditimbang. Masing2 orang mungkin berbeda menyikapi kasus ini karena ada sisi baiknya masing-masing.
======================================
Saya contohkan kasus yang lain.
pada suatu waktu ada pemuka agama Yahudi yang membawa perempuan pezina datang kepada yesus. Mereka menanyakan hukuman kepada Yesus. tujuannya ya untuk mendiskreditkan Yesus agar Yesus sulit menjawab.
Yesus kemudian menjawab kalem : barang siapa yang tidak pernah berbuat dosa, silakan melempar batu yang pertama kali.
Pemuka2 agama yahudi itu lalu pergi. Apakah Yesus mentoleransi kesalahan di sini ??? Ya tergantung gimana ngeliatnya. Yang jelas Yesus kemudian berkata pada perempuan itu : Apakah mereka sudah pergi ? Perempuan itu menjawab : Ya. Yesus kemudian berkata pada perempuan itu : Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.
Sekarang mari kita bandingkan kisah yang sama dengan Nabi Muhammad.
Alkisah suatu waktu ada seorang perempuan pezina yang menyesal lalu melaporkan diri pada nabi. Minta dihukum maksudnya.
Muhammad dengan menghela napas kemudian menjawab : nanti sajalah, kamu kan hamil. Tunggulah sampe kamu melahirkan.
Ketika perempuan itu sudah melahirkan, perempuan itu datang lagi. Aku siap menerima hukumanku. Sucikanlah aku.
Muhammad berkata lagi : Nanti sajalah kalo anakmu selesai masa menyusui.
Demikian kisah tersebut terjadi berkali-kali sampe anak perempuan ini lumayan besar. Ketika perempuan ini yang ngebet minta dihukum datang lagi. Akhirnya nabi pun mengabulkan keinginan perempuan.
Ketika darah perempuan itu terpercik dan mengenai baju seorang panglima Islam dan dia mengomel menghina wanita pezina itu. Muhammad pun marah besar.
Terkutuklah engkau. Wanita itu telah bertobat dengan tobat yang begitu suci.
================================
Anda bisa melihat dua sisi cerita ini : Ada perbedaan penekanan, tetapi juga ada sisi yang sama. Bahkan yang namanya hukum biarpun tegas, tetap mengandung sisi2 yang manusiawi juga. Artinya nggak saklek-saklek banget gitu lho. karena lo salah langsung gua lempari batu. Ya nggak gitu-gitu amat, Mas. Karena sekali lagi kaitannya ada banyak aspek yang mesti ditimbang-timbang dengan bijak termasuk sikon masing-masing.
=================================
SALAM.
To lovepassword…
Lho pertanyaan saya yang di 189#imankristen bagaimana jawabannya?
Ditunggu lho.
Salam.
@muridku Iman Kristen 189 : Ya yang wajar ya yang sesuai dengan aturan main di Indonesia. Misalnya berwacana, ngomong di koran, demo yang nggak merusak atau bisa juga dengan mendirikan partai ikut pemilu. Lalu Di DPR, membuat peraturan. Itu yang saya maksud wajar.
@ Apa tidak menyinggung perasaan kaum Kristen yang ikut berjuang mendirikan negara ini?
Lha kamu tersinggung apa nggak ? Kalo tersinggung ya berarti tersinggung dong. Tetapi intinya kan di aturan main. Sesuai aturan atau nggak. Itu saja. kalo sesuai yang boleh. kalo melanggar ya nggak boleh. Simpel kan ???
Lo berwacana mau membuat negara Kristen Indonesia, ya gua nggak urusan. Sama seperti kamu saat ini, pasti ada orang2 yang keberatan. Bin dongkol dengan kamu. Tapi aku sih asyik-asyik saja.
Memang ada etika yang mesti dipertimbangkan termasuk perasaan pihak lain seperti kata kamu. Tetapi saya rasa : kita tidak bisa menghakimi sebuah pemikiran. Sepanjang pemikiran itu diwacanakan dengan damai.
SALAM Muridku….
hik hik. O la la.
To lovepassword….
Kalau saya terus terang tidak setuju baik yang membuat negara agama, baik itu kristen ataupun agama apapun.
Dalam PL (Mohammad mengikuti ini), prinsip Nabi yang memimpin bangsa, setelah konsep Raja yang diinginkan Israel tidak berhasil.
Kalau misalnya, 90% muslim indonesia buat peraturan, bahwa akan dibuat voting untuk membuat negara Khilafah, dan yang Kristen tidak mau, bagaimana pendapat anda?
Kemudian dalam negara Khilafah itu dibuat peraturan kembali ke jaman Mohammad dulu, sehingga semua wanita (muslim dan non muslim) berkerudung dan tidak boleh memegang Alkitab.
Kalau saya tidak mau dan menolak, kemudian pemerintah (tentara) membunuh saya karena itu berarti melawan khilafah, bagaimana menurut pendapat anda?
Apakah anda setuju hingga ke tahap itu?
Salam.
@iman kristen muridku : kalo itu sih, anda boleh beriman sama saya kalo kemungkinannya kecil terjadi. Kamu terlalu banyak nonton film kayaknya. hik Hik.
Nyantai aja men kayak di pantai. Percaya saja sama gurumu yang jenius ini.
Sorry ya gurumu ini lagi laper, mau maem dulu. Entar kapan-kapan tak sambung. Silakan kalo mau protes lagi. Tapi jawabannya entar ya…..-
To lovepassword…
Selamat berbuka puasa…
Wah… ini sudah main “percaya” sama kamu ya.
Jadi dalam diskusi kita, berakhirnya: Percayalah sama lovepassword?
Hi hi hi… ini diskusi atau lagi dagelan??
Nanti diskusi lagi…, ujung-ujungnya diakhiri: Percayalah sama lovepassword??
Gimana nih…, tinggal bilang saja begini, peraturan membunuh dalam Quran seperti masa khilafah jaman dulu itu tidak diperbolehkan pada khilafah jaman ini.
Jadi, intinya apakah penerapan khilafah jaman Muhamamad itu mau diterapkan 100% atau ada perubahan?
Ditunggu jawabnya.
Salam.
Hik Hik Iman Kristen muridku, kan gua sudah bilang kalo mau offline dulu. Hik Hik Kamu ini kalo sedikit merasa di atas angin saja jadi semangat 45. Begitu ditanya sedikit yang sulit menghilang entah kemana. hik hik. Persis sama saudara seperguruanmu si jelasnggak. Hik hik
Ok, deh. Silakan kamu curhat yang menjadi kekawatiran kamu itu soal apa ???
Kalo gurumu ini menyuruh kamu untuk gak terlalu khawatir itu kan untuk menenangkan kamu yang sedang stress berat . Lha gurumu ini baik hati kok kamu malah ngedumel. Hik Hik. Muridku-muridku, kamu memang masih terlalu muda.
Andai pengandaianmu itu benar. Ada sekelompok muslim yang melarang orang Kristen pegang Alkitab. hik hik. Yakinlah muridku, muslim yang lain – yang tahu akan agamanya di Indonesia akan membela kalian sepenuh hati. Hik hik. Kalian tidak perlu khawatir soal yang itu.
Agama tidak bisa dipaksakan karena itu terkait dengan hubungan pribadi antara Tuhan dan makhluk ciptaanNYA.
Tidak ada paksaan dalam beragama.
Apakah jawaban gurumu sudah menghilangkan rasa kekhawatiranmu anakku ?
SALAM Murid-muridku.
@ Herman Hidayat #176
Menulis:
==> Sebenarnya ngga ada yang aneh dengan ini.
Kita ini kan hidup di jaman yang sudah memiliki Perjanjian Baru. Apa salahnya menerapkan juga pemikiran anda itu ke perjanjian baru.
Perjanjian Baru adalah petunjuk dari Tuh@n.
Kita pun akan memandang
Perjanjian baru itu sebagai petunjuk dari Tuh@n. Dan sebuah kitab petunjuk untuk dilaksanakan.
Apa petunjuk dalam PB itu yang harus kita laksanakan?
1.Kasihilah TUh@n dengan segenap hatimu
2.Kasihilah sesama manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
3.Bahwa kalau kita sudah melaksanakan 2 petunjuk diatas, itu sama saja dengan melaksanakan semua hukum taurat. Karena pada dasarnya kedua petunjuk tsb adalah rangkuman dari semua hukum taurat itu (hukum lho ya bukan cerita di PL).
——————————–
@herman #179
Menulis:
==> Bukan itu maksud saya mas Herman.
Saya Tahu kalau Tuh@n itu maha teliti. dan saya tahu kalau Tuh@n ngga akan keliru memasukkan orang ke neraka.
Maksud saya adalah, kalau pas ditimbang, eh ternyata beratnya sama gitu lho…he he he..
Itu manusia harus dimasukan kemana ya?
(menurut anda gimana mas?)
Terus kalau pas ditimbang, beratnya lebih ke neraka dengan beda 0,0000000001, maka manusia itu akan masuk neraka ya mas?
Dari sini kita dapat melihat, bahwa keselamatan di muslim hanya milik orang baik-baik saja (yang timbangannya berat ke surga).
Kalau hitler beragama islam, ngga ada lagi kesempatan bagi dia untuk masuk surga.
(kalau hitler pas mau mati, memohon ampun dalam nama Yesus atas semua kesalahannya, saya pastikan hitler masuk surga mas.)
Sekarang dalam islam.
Kalau misalnya saya sudah membunuh 100 orang, dan saya muslim, gimana caranya agar saya bisa masuk surga? Apa sih yang sebanding dengan nyawa 100 orang itu? Apa yang harus saya lakukan agar timbangan saya akan lebih berat ke surga. menghidupkan kembali nyawa 100 orang jelas ngga mungkin. Apa yang harus saya kerjakan untuk mengganti nyawa 100 orang itu tadi?
Apa jaminannya saya bisa masuk surga setelah membunuh 100 orang …?
salam
@jelasnggak muridku terkasih : Sehabis mumpet kamu kelihatannya jadi tambah pinter saja. jangan2 kamu kemarin lagi semedi ya . hik hik. Semedi di bawah pohon duren. Jangan lupa bagi2 durennya muridku.
Bagus-bagus kamu kelihatannya tambah pinter dan bijaksana.
Tapi muridku – pertanyaanmu itu kan sudah tak jawab di nomor 187 dan 190. Hik Hik.
Terus kamu pasti mau ngomong gini : Pak Guru, aku ini kan mau ngomong sama Herman, hik hik.
Terus aku jawab lagi : Iya sih, lagi seneng ketemu kamu saja.
O la la…..-
@Herman Hidayat @182.
Menulis :
==> kan saya cuman melihat sejarah mas herman.
Kan mas Herman berkata islam terpaksa berperang kalau diperangi, tapi sejarah (perang badar) mengatakan sebaliknya mas. Yahudi tidak menyerang, tapi kok diserang. Yahudi diperangi di tempatnya mas. Bukan yahudi yang nyerang lho.
Gitu lho.
Coba mas Herman research dulu tentang perang badar itu.
to Lovepassword…
wah…, level berpikir anda masih kurang banget nih. Coba membaca dengan melihat maksud orang lain.
Cape deh…, saya tulis apa…, mengartikannya lain lagi…
Quote 195#imankristen
Salam.
@Muslims
QS. 2:119
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.
QS. 2:272
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).
QS. 3:20
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi*: “Apakah kamu (mau) masuk Islam.” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
*Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. Menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.
QS. 4:80
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.
QS 5:92
Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
QS 5:99
Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.
QS. 6:52
Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaanNya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim)
QS. 80:7
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).
QS.88:21
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
QS. 88:22
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,
..
Dan seharusnya masih Banyak Banget ayat yang sejenis..tapi saya pikir segini juga sudah menjelaskan maksud saya bahwa Muhammad HANYALAH Utusan dan TIDAK ADA KEWAJIBAN APAPUN ATASNYA untuk MENGISLAMKAN Manusia.
..
Memberi masukan aja buat Diskusinya.
..
Semoga Niat kita semua Lurus.
..
Salam.
@Muslim & Kristiani.
Agar sedikit mempercepat Diskusi.
..
Setelah penghijrahan Nabi ke Madinah, permusuhan kaum kafir Quraish terhadap umat Islam masih belum reda. Penyiksaan dan gangguan mereka kepada kaum muslimin yang masih berada di Mekah dan tidak dapat keluar dari kota itu semakin menjadi-jadi. Pada sudut yang lain pula harta benda yang ditinggalkan oleh mereka yang telah berhijrah ke Madinah dirampas oleh Quraish.
Hal inilah yang menjadi dasar bagi Nabi untuk menyekat kafilah dagang Quraish yang melintas dekat Madinah dalam perjalanan perniagaan menuju Syam atau dari Syam menuju Mekah. Tahun kedua hijrah, Rasulullah s.a.w bersama 313 sahabatnya bergerak menuju Badar untuk menyekat kafilah Quraish yang membawa harta berlimpah hasil dari perniagaan di Syam.
Setelah mendengar berita itu, Abu Sufyan, yang memimpin kafilah ini, mengirimkan utusannya ke Mekah untuk meminta bantuan tentara Quraish dalam menghadapi ancaman ini. Bagi Quraish, sekatan kafilahnya oleh kaum muslimin tidak berarti kerugian harta tetapi apa yang paling penting baginya ialah kehormatan suku besar di Mekah ini. Untuk itu, Abu Jahl yang merupakan salah seorang bangsawan terkemuka Quraish bersama seribu orang lengkap dengan peralatan perang meninggalkan kota Mekah dan bergerak menuju Badar.
Di Badar, pasukan muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah s.a.w telah bersiap siaga sepenuhnya. Pasukan kecil berjumlah 313 orang dan peralatan yang ala kadarnya, siap menghadapi seribu orang di barisan Quraish yang lengkap bersenjata. Namun keimanan yang dimiliki oleh umat Islam menjadi sandaran dan pendorong mereka untuk tegar dan siap menanti kematian di jalan Allah yang basalannya adalah surga.
Tepat pada tarikh 17 Ramadan tahun kedua hijrah, perang di Badar berkecamuk setelah dimulai dengan konfrantasi satu lawan satu antara tiga pihak dari dua barisan perang.
Satu demi satu wakil musuh terkorban. Darah bersimbah di sana sini. Tak lama, berita tersebar bahwa Abu Jahl yang pernah disebut Rasulullah sebagai Firaun di tengah umat ini tewas di tangan pasukan muslimin.
Dengan terbunuhnya Abu Jahl dan beberapa pemuka Quraish di medan perang Badar menjadi pukulan hebat bagi pasukan Mekah yang akhirnya memilih untuk melarikan diri.
..
Jadi mungkin Begini Alurnya :
Siksaan Quraisy terhadap Muslim di Mekah yang Tidak Dapat keluar semakin Menjadi-jadi (Tanda Permusuhan, Sikap Agresif, Jika Dibiarkan..Muslim Mekah Bisa Mati Semua) –> Muslim Mencegat Rombongan DAGANG Quraisy –> Abu Jahl dengan 1000 orang bergerak ke Badar (untuk MELAWAN MUSLIM tentunya..) –> Muslim dan Quraisy BERTARUNG 1 Lawan 1 sebanyak 3 Orang –> Muslim dan Quraisy BERPERANG –> Abu Jahl Terbunuh –> Quraisy Lari.
..
Kesimpulan :
- Perang Badar dikarenakan Perlawanan Muslim atas SIKSAAN QURAISY TERHADAP MUSLIM MEKAH yang tidak Berhenti setelah SEKIAN LAMA (2 tahun).
- Muslim TIDAK MENDATANGI KOTA tempat Quraisy Tinggal. Badar adalah wilayah antara Mekah dan Madinah.
- Quraisy MENDATANGI Muslim di Badar (wilayah antara Mekah dan Madinah).
- Mereka BERPERANG di Badar.
..
Mohon jangan ada Yang Berkata semacam “berarti perang badar karena Provokasi Nabi dong..?”.
Tidak.
Perang Badar terjadi karena “Muslim Madinah HARUS menyelamatkan Muslim Mekah dari SIKSAAN Kaum Quraisy”.
Quraisy lah yang Agresif (dengan Menyiksa Muslim..)
Muslim hanya Membela Diri agar Tidak DISIKSA TERUS oleh Quraisy di Mekah dan di Tempat Lain, agar menunjukkan bahwa Kaum Muslim juga adalah Kaum Yang Kuat (Muslim Tidak Pernah Berperang Sebelum Perang Badar ini..), sehingga Quraisy Tidak Akan Sedemikian Berani Menyiksa Muslim Lagi.
..
Salam.
@Imankristen
Kamu katakan :
Saya pikir HINGGA SAAT INI masih diperbolehkan bagi Muslim untuk MELAWAN bila DIPERANGI / DIZOLIMI.
Asal ingat saja ayat yang ini :
QS. 5:32
..barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya..
QS. 2:190
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
..
Asal Niat / Alasannya Benar / Lurus aja. =)
Dan Tidak Melampaui Batas (berbuat Zolim, menyakiti/memerangi orang yang tidak bersalah..)
..
Salam.
@imankristen
Kamu katakan :
Hehe.. =)
Untuk seseorang yang Senang Menulis tentang Agama..
Kamu masih Mampu menulis seperti ini.. =)
Gimana Kristiani yang biasa2 aja (ngga punya pengetahuan agama kristen sedikitpun..) ya..?? =)
..
Saya jadi semakin paham kenapa 2 orang Teman Main saya dan 2 orang teman kantor saya meninggalkan kristen dan masuk islam.
..
Maaf ya bila saya ada Salah.. =)
..
Salam.
@muridku iman kristen 200 : Kamu ini memang paling telmi dari semua muridku, sehingga nggak mudeng2 juga maksud gurumu ini.
Kamu tanya seperti ini : Gimana nih…, tinggal bilang saja begini, peraturan membunuh dalam Quran seperti masa khilafah jaman dulu itu tidak diperbolehkan pada khilafah jaman ini.
Jadi, intinya apakah penerapan khilafah jaman Muhamamad itu mau diterapkan 100% atau ada perubahan?
========================================
Pertanyaan kamu ini kan sudah jelas ngaco belo apalagi bila kamu kaitkan pertanyaan kamu yang lain : Kristen nggak boleh pegang Alkitab dsb. Hik Hik.
Kesalahan pertanyaan kamu : Pertama kamu tanya sama saya penerapan khilafah jaman Muhammad ini mau diterapkan 100% atau ada perubahan. Kamu tanyakan pertanyaan ini sama saya. Lha wong saya saja nggak setuju soal khilafah kamu malah maksa saya memilih penerapan khilafah mana yang saya setujui. Jelas di sini kamu bego luar biasa.
Kalo kamu pengin tahu penerapan khilafah model mana – ya silakan tanya sama pengusung konsep khilafah dong. Jangan tanya sama gua, saya kapan juga pernah menganjurkan khilafah sama elo. Tanya Maksa banget harus milih lagi.
Jangan-jangan elo ini tipe manusia yang senang dipaksa. Kalo kamu memang pengin milih salah satu ya silakan saja kamu pilih sendiri yang mana yang kamu mau. Jangan maksa2 orang lain untuk milih. Kan saya sudah bilang saya menghargai ide apa saja asalkan dilaksanakan sesuai aturan main. Menghargai itu tidak sama artinya dengan selalu setuju, anak kecilku. Astaga. Bahkan masalah segampang ini kamu tidak bisa membedakan.
Kesalahan kedua kamu : Kamu mengaitkan ajaran Islam – dengan tidak boleh membuka Alkitab, memerangi Kristen dsb. Ini jelas ngaco belo juga. Karena sudah dijawab dengan kalem oleh Nitten, ya nggak perlu saya ulangi lagi di sini.
=======================================
Masalah tukang melarikan diri :
Hik Hik,biarlah pengunjung blog ini yang jadi tim penilainya , siapa yang jadi tukang melarikan diri. Hik Hik….
SALAM Semua Muridku
Semoga Tuhan memberkati kalian semua.
@muslim apa lagi alasan kalian untuk yang ini:
(disini tidak ada yang memerangi muslim lho)
Jelasnggak : ” hal ini menunjukkan islam agama teror”
Muslim : ” ah… cuman pembakaran tempat ibadah kok..biasa itu dalam sejarah muslim..
lagipula, islam itu agama yang tidak memaksa, dan ada ajaran kasih..”
jelasnggak(terheran-herann) : ” oh gitu ya..”
Buat saya pribadi.
Terus terang dan jujur..
Islam adalah agama yang mengerikan.
Karena di dalamnya ada ajaran yang memperbolehkan perang.
Perang. Apapun alasannya. Adalah kejahatan.
Ajaran yang memperbolehkan perang (hiyyy ngeri ) adalah ajaran yang memperbolehkan kejahatan terjadi.
Ranurejo
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) induk – dibakar.
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) cabang – dibakar.
-Gereja Kristus Tuhan (GKT)- dibakar.
26 Desember 1996
15 gedung gereja di Tasikmalaya – Jawa Barat dirusak dan dibakar. 4 orang meninggal dalam peristiwa kerusuhan ini.
-Gereja Katolik “Hati Kudus Yesus” berikut pastori, Jl. Sutisna Senjaya 50 – dibakar.
-Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl. Veteran 49 – dibakar.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Panyeurutan 10 – dibakar.
-Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Selakaso 61 – dibakar.
-Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Tentara Pelajar – dibakar.
-Gereja Gerekan Pantekosta (GGP) “Ebenhaezer” – dihancurkan.
-Gereja Kristen Indonesia (GKI) “Sion” Jl. Tentara Pelajar 8 – dihancurkan.-
Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jl. Veteran 72 – dirusak.
-Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jl. Merdeka 24 – dirusak.
-Gereja Yesus Sejati , Jl. Empang Sari 32 – dirusak.
-Gereja Kristen Immanuel (GKIm) Jl. Mayor Utarya 11 – dirusak.
-Gereja Kerasulan Baru, Jl. Tentara Pelajar 50 – dirusak.
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jl. Mekarsari, Cipanas Cipatujah – dihancurkan.
-Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Cikaong Ading kalaksanaan Cipatujah – dibakar.
-Kapel Gereja Katolik Jl. Raya Ciawi Ds. Palemanggu – dibakar.
13 Januari 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) di desa Arjasa, Situbondo – Jawa Timur ditutup Camat Arjasa (Drs. Mansejar) walau seluruh masyarakat lingkungan sekitar, babinsa dan kapolsek menyetujui adanya gereja tersebut.
30 Januari 1997
5 gedung gereja di Rengasdengklok – Jawa Barat dirusak satu diantaranya dibakar habis.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Raya Bedeng – dibakar.
-Gereja Kristen Indonesia (GKI)- dihancurkan.
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) induk Jl. Raya Bedeng – dihancurkan
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) cabang – dihancurkan.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bantar Jaya – dihancurkan.
10 Februari 1997
TK-SLTP-SMU Katolik di Ambon Maluku dibakar dengan harapan gereja Katolik di dalamnyapun terbakar. 6 orang pelaku tertangkap.
11 Februari 1997
Gereja Sidang Persekutuan Injili Indonesia (GSPII) di Sumenep, Madura – Jawa Timur ditutup berdasarkan Surat Perintah Bupati Sumenep.
12 Februari 1997
Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Cipaku, Bogor – Jawa Barat diserbu dan dihancurkan massa.
22 Februari 1997
Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Cisewu, Garut – Jawa Barat dibakar.
6 Maret 1997
Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) di Rancabuaya, Garut – Jawa Barat dihancur-robohkan.
9 Maret 1997
2 gedung gereja GKJ dan sekolah Katolik di Wonosobo – Jawa Tengahdilempari batu oleh oknum-oknum yang baru pulang pengajian umum di malam hari.
13 Maret 1997
Gereja Kristen indonesia (GKI) Jl.
Ngagel Surabaya – Jawa Timurd dilempari pelajar-pelajar STM.
28-30 Maret 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Petra” Surabaya – Jawa Timur dilempari batu oleh oknum-oknum melalui gerbong Kereta Api. 8 orang pelaku tertangkap.
28 Maret 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Immanuel” pos PI cabang Kedung Gudel Widodaren, Ngawi – Jawa Timurdirusak.
12 April 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Sulung dan Gereja Katolik Jl. Kepanjen Surabaya – Jawa Timur dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal pada pukul 19.00.
13 April 1997
Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) Jl. Bubutan Surabaya – Jawa Timurdisebelah kantor polisi dilempari batu.
15 Mei 1997
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) desa Bejagung Semanding, Tuban – Jawa Timurdibakar massa.
23 Mei 1997
13 gedung gereja di Banjarmasin – Kalimantan Selatan dirusak satu diantaranya dibakar rata dengan tanah
-Katedral Kudus/Sasana Sehati, Jl. Lambung Mangkurat – dirusak.
-Gereja Santa Maria Kelayan, Jl. Rantauan Timur – dirusak.
-Gereja Hati Kudus Yesus, Jl. Veteran Merpati – dirusak.
-Gereja GKE EBEEN EZER, Jl. S. Parman No. 96 – dirusak.
-Huria Kristen Batak Protestan Resort Banjarmasin, Jl. P. Samudera No. 83 – dibakar.
-Gereja G.K.K.A, Jl. Veteran No. 85 – dirusak.
-Gereja Yesus Sejati (GYS), Jl. AES. Nasution – dirusak.
-Gereja GPDI Pantekosta, Jl. Veteran No. 35 – dirusak.
-Gereja Jemaat GBI Bethani, Jl. Veteran – dirusak.
-Gereja Terang Kristus, Jl. Lambung Mangkurat – dirusak.
-GBI Jemaat Siloan, Jl. RK. Ilir – dirusak.
-GPIB Jemaat Banjarmasin, Jl. Gatot Soebroto – dirusak.
-GPPS Jemaat Banjarmasin, Jl. Lab. SMP 6 – dirusak
23 Mei 1997
Pasuruan – Jawa Timur
-Gereja Pantekosta Sion – dirusak.
-Gereja Bethel Indonesia – dirusak.
-Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat – dirusak.
-Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Halmahera – dirusak.
-Gereja Katolik – dirusak.
-Gereja Kristen Muria di Kudus – Jawa Tengah Indonesia dirusak.
Cikarang, Lemah Abang, Bekasi, Tangerang – Jawa Barat,
Cikarang
-Gereja Kristen Pasundan Pos Cikarang – dirusak & dibakar.
-GPDI Cikarang – dilempari massa. Lemah Abang
-Gereja Pantekosta Yerusalem Lemah Abang – dirusak
Bekasi
-Gereja Kristen Pasundan – dilempari massa.
Tangerang
-GPDI Kisamun – dilempari massa.
-GBI Betlehem – dilempari massa.
-Gereja Katolik Santa Maria – dilempari massa.
23 Mei 1997
Gereja Bethel Injil Sepenuh Rawa Kemiri Kebayoran Lama – Jakarta Selatan diserbu, dirusak dan coba dibakar massa dalam beberapa gelombang.
23 Mei 1997
Gereja Katolik Jl. Jokotole Pamekasan, Madura – Jawa Timur dirusak.
26 Mei 1997
Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Brawijaya Kadipaten – Jawa Baratdirusak massa dan Gedung / Balai pertemuan GKP di Cideres juga dilempari massa.
14 Juni 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bangkalan, Madura – Jawa Timurdirusak dan dibakar. Sebelumnya, pada saat kampanye Gereja Katolik dilempari batu.
10 Juli 1997
Gereja Pantekosta Tabernakel “Yesus Penolong” Desa Betet, Kec. Pesantren, Kodya Kediri – Jawa Timur ditutup oleh kakandepag Kodya Kediri.
21 Juli 1997
Bukit Doa “Bukit Zaitun” Cisarua, Bogor – Jawa Baratyang sedang dipakai retreat mahasiswa STT-SETIA diserbu dan dibakar massa.
27 Juli 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) “Puthuk” Kandangan, Kediri – Jawa Timur dibakar sekitar 300 massa pada pukul 22.30 wib.
15 Agustus 1997
Umat Gereja Baptis Baitlahim Sukamenak Bandung – Jawa Barat dilarang beribadah lagi di tempatnya oleh masyarakat sekitar sehingga pindah ke markas Koramil.
22 Agustus 1997
35Gereja Kristen Oikumene (GKO) di dalam kompleks Barito Pasifik Kalimantan Selatan dibakar.
5 September 1997
Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow Desa Barako, Gorontalo – Sulawesi Utara dirusak massa.
15-16 September 1997
Gereja Katolik “Kristus Raja” Jl. Andalas 61 Ujung Pandang -Sulawesi Selatan dirusak, kendaraan, peralatan ibadah dan Alkitab di bakar di luar gedung. GKKA juga dirusak. 6 sekolah Katolik dan beberapa sekolah protestan dirusak. 13 gereja lainnya hanya dilempar selewat saja.
28 September 1997
Gereja Isa Almasih Arcamanik Bandung Jawa Barat diminta untuk menghentikan kegiatannya oleh ketua RT setempat karena alasan stabilitas & keamanan.
15 Oktober 1997
Gereja Kristus Tuhan Kepanjen, Malang Selatan – Jawa Timur ditakut-takuti dan ditutup oknum aparat serta melarang untuk tidak mengadakan ibadat dalam bentuk apapun.
17 Oktober 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Mumbulsari, Jember – Jawa Timur dirusak dan dirampok oleh massa sebelum akhirnya ditutup oleh aparat Pemda dan Oknum ABRI.
27 Oktober 1997
Gereja Kristen Baithani Plosorejo, Garum, Blitar – Jawa Timur dihancurkan massa.
3 dan 10 November 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bethany Tanggul, Jember – Jawa Timur ditutup oleh aparat depag.
13 November 1997
Gereja Utusan Pantekosta (GUP) dibongkar paksa dan Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI)Sanan Kulon,Blitar – Jawa Timur dibakar massa. 3 Orang polisi menjadi korban bacokan kebringasan massa.
16 November 1997
Gereja Persekutuan Injili Baptis Indonesia (GPIBI) Bantul – Yogyakarta didesak untuk menutup ibadahnya dan dirusak oleh 500 massa didukung oleh aparat (Muspika).
22 November 1997
Pepanthan (Cabang) Gereja Kristen Jawa (GKJ) “Modalan” dan “Babadan Gedongkuning” di Kota Gede – Yogyakarta dibakar massa. Setelah sebelumnya mengintimidasi gereja-gereja di Bantul.
24 November 1997
Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kota Gede-Yogyakarta,dilempari.
25 November 1997
Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Karya Tani – Lampung yang sedang dibangun diserbu dan dihancurkan / dibakar massa.
9 Desember 1997
Kanwil Depag. Jabar dengan resmi memerintahkan penghentian pembangunan Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan Bandung dan memohon walikota mencabut kembali IMBnya.
21 Desember 1997
GKII Tambun, Bekasi – Jawa Barat diteror pada saat merayakan Natal. Perayaan Natal terhenti dan gereja dilempari para pemuda . Gembala Sidang meloloskan diri dengan memanjat tembok.
23 Desember 1997
Gereja Kristen Oikumene (GKO) Bumi Serpong Damai, Tangerang – Jawa Barat diserbu dan dihancurkan massa walau berada di tengah komunitas non-muslim.
23 Desember 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Songgon, Banyuwangi – Jawa Timur dibakar massa ketika pendetanya sedang tidak berada di tempat.
25 Desember 1997
Pos Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) Bethel Citepus, Subang – Jawa Barat diblokade massa luar daerah dan kendaraan gereja dicoret-coret dengan paku serta melarang diselenggarakannya perayaan Natal.
25 Desember 1997
Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh (GMAHK) Langensari, Ciamis – Jawa Barat diperintahkan untuk dibongkar paksa oleh Muspika atas desakan MUI setempat.
3 Januari 1998
Warga RSS Sukabumi Indah Bandar Lampung sejak 27 Desember 1997 diintimidasi para pemuda dan sejak 3 Jan’98 mulai melarang ibadah rutin.(Gereja Baptis)
19 Januari 1998
Gereja Kristen Jawi Wetan Kalisat, Jember – Jawa Timur ditutup oleh Camat.
20 Januari 1998
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Puger, Jember – Jawa Timur dilempari batu oleh demonstrasi massa.
26 Januari 1998
Kapel Gereja Katolik Kragan dirusak massa. Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kragan, Rembang – Jawa Tengah dirusak dan teras dihujani batu. Toko-toko milik keturunan dan Kristen dijarah dan dirusak total.
28 Januari 1998
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Desa Bulu Banjar, Kab. Tuban – Jawa Timur, dirusak massa. Kursi, s.sytem, kipas angin, mimbar, papan nama rusak berat.
Februari 1998 – Juli 2002
Daftar belum lengkap – sekitar 600 gedung Gereja ditutup atau dihancurkan dalam 4 tahun ini = kebanyakan di Ambon, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Lombok dan Jawa Barat.
4-15 Agustus 2002
Poso, Sulawesi Tengah. Massa membakar enam gereja.
15 September 2002
Massa di Pulau Halmahera mambakar habis 3 gereja.
18 September 2002
Kekerasan komunal menghancurkan lima gereja di Pulau Haruku, Sulawesi Tengah
6 September 2002
Pemerintah daerah Bandung mengeluarkan sebuah surat yang memerintahkan penutupan sebuah Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yang telah beroperasi selama 11 tahun.
22 Maret 2004
GPII Sidang Penuaian Ds. Sekarawangi, Kab. Bandung ditutup berdasarkan surat 01/MUI-DS/2004 tentang penyampaian hasil musyawarah yang intinya bahwa kegiatan ibadah yang dilaksanakan tidak ada ijin resmi sehingga harus ditutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
3 Oktober 2004
Bangunan sekolah sementara Sang Timur yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Katolik Santa Bernadet Ciledug, Tangerang, ditutup oleh FPI dan masyarakat karang tengah. Ibadah tidak lagi berlangsung di tempat itu dan pagar sekolah Sang Timur masih dalam keadaan tertutup sehingga kendaraan pengantar sekolah hanya dapat sampai di jalan yang berjarak sekitar 350 m dari area sekolah.
21 Februari 2004
Gereja Gerakan Pantekosta (GPP) yang berlokasi di Desa Tawali, Kecamatan Cikalong Wetan Kab. Bandung secara normatif ditutup oleh Muspika Kecamatan Cikalong Wetan, Kab. Bandung
April 2005
Sebuah gereja di Ciseu Kabupaten Garut ditutup.
16 Mei 2005
Peristiwa penutupan Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) serta penangkapan dan persidangan 3 (tiga) orang pembina Minggu Ceria, yaitu dr. Rebecca, Ibu Ratna Mala Bangun, Ibu Ety Pangesti yang dituduh melakukan pemurtadan dan Kristenisasi oleh MUI di Kec. Haurgeulis, Kab. Indramayu. Ketiga Ibu tersebut ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Indramayu dan dihukum tiga tahun penjara pada tanggal 1 September
2005.
16 Juli 2005
Peristiwa penutupan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Perum Gading Tutukan Soreang, Kab Bandung yang dilakukan oleh Muspika setempat.
27 Juli 2005
Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Katapang, Kabupaten Bandung ditutup.
31 Juli 2005
Peristiwa pembongkaran Tempat Pembinaan Iman Gereja Isa Almasih (GIA) di Karangroto, Kecamatan Genuk – Semarang oleh Camat setempat.
7 Agustus 2005
Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) di Kampung Warung Mekar, Ds. Bungursari RT 6 / RW 3, Kec. Bungursari, Kab. Purwakarta oleh Front Pembela Islam (FPI) Wilayah Purwakarta
14 Agustus 2005
Pukul 09.45 Wib gereja-gereja yang berada di Komplek Permata Cimahi, Kel. Tani Mulya, Kec. Ngamprah, Kab. Bandung diserang dan ditutup, yaitu :
-Gereja Anglikan
-Gereja Sidang Pantekosta
-Gereja Pantekosta di Indonesia
-GSPdI
-GKI Anugrah
-Gereja Bethel Injil Sepenuh
22 Agustus 2005
Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung, ditutup paksa
(Sisilia Pujiastuti/berbagai sumber)
Buat saya pribadi.
Terus terang dan jujur..
Islam adalah agama yang mengerikan.
Karena di dalamnya ada ajaran yang memperbolehkan perang.
Perang. Apapun alasannya. Adalah kejahatan.
Ajaran yang memperbolehkan perang (hiyyy ngeri ) adalah ajaran yang memperbolehkan kejahatan terjadi.
@all muslim.
Di islam.
Kalau saya telah membunuh 100 orang, adakah kesempatan bagi saya untuk bertaubat dan masuk sorga?
Kalau ada, gimana caranya, dan apakah itu pasti?
Silahkan.
salam
@nitt.
==> ayat yang aneh nih..
Batasnya apa ya?
kalau saya muslim dan saya diperangi.
Gimana saya harus memerangi balik dan masih ada dalam batas?
Kalau saya cuman membalas dengan meludah orang yang memerangi saya, pasti itu masih dalam batas.
Kalau saya membunuh orang yang membunuh keluarga saya, apakah itu masih dalam batas?
Dalam kasus pada waktu muhamad cs diperangi, sehingga muhamad cs melawan.
Apa yang dimaksud dengan ” jangan melampaui batas” itu?
Apakah membunuh lawan termasuk dalam batas?
Merampas harta lawan termasuk dalam batas?
APAKAH ADA, SESEORANG MEMBUNUH MUSUHNYA, DALAM SUATU PEPERANGAN, DENGAN PERASAAN KASIH?
Pembunuh muslim : ” Ciaaaaat CROKK.. Hi musuh, saya memenggal kepalamu cuma untuk membela diri ya… saya kasihan sama kamu….”
Korban : ” Oh iya trims deh kalau gitu, saya mengerti kok..”
Jelasnggak : ” ha ha ha ha…..”
Intinya disini.
Apapun alasannya (bela diri atau nggak), perang adalah kejahatan.
Ajaran yang mendukung/memperbolehkan perang, adalah agama yang memperbolehkan kejahatan terjadi.
Dan benar, islam adalah agama yang memperbolehkan kejahatan terjadi.
Hiyyy ngeri…
Salam.
@imanKristen #200.
hi hi hi hi…..
Mas Iman, saya mah sudah tau dari dulu tentang yang itu..
(baca responnya 3 kali saja udah ketahuan …)
Jadi ya… saya ogah merespon omongannya.
Biarin deh dia mau bilang bego, telmi dan lain-lain…
(biar senang dia..)
salam.
ps. Kalau si nitt… kayaknya di baru saja kembali memperdalam ilmunya dari Madsen Pirie.
@nitt. #204
Kamu nulis :
===> hi hi hi…
Maksudnya apa ya nitt…?
2 orang Teman Main kamu dan 2 orang teman kantor kamu meninggalkan kristen dan masuk islam adalah gara-gara kamu menemukan bahwa seseorang yang senang Menulis tentang Agama, telah menulis sesuatu yang tidak menggenakan kuping kamu?
Gitu…?
Kamu ketemu seseorang, yang kamu anggap tidak baik.
Orang itu agamanya kristen.
Jadi agama kristen adalah tidak baik
Agama kristen adalah agama yang tidak baik karena kamu bertemu seorang kristen yang menulis sesuatu yang kamu anggap tidak baik.
Dan itulah penyebab kenapa 2 orang Teman Main kamu dan 2 orang teman kantor kamu itu meninggalkan kristen dan masuk islam.
Ah…ilmu dari madsen pirie lagi?
salam.
@jelasnggak muridku terkasih : Harus diakui meskipun tadinya kupikir kamu ini agak gombal-gambul tetapi makin hari ternyata kamu makin jenius saja.
Hik hik…Gurumu ini nggak ngecek kebenaran omongan kamu. Tapi anggap sajalah omongan kamu itu benar. Kamu memberikan data yang cukup panjang tentang sejumlah pembakaran, perusakan tempat ibadah dsb yang tentu saja secara umum harus kita sesalkan muridku. Tetapi gurumu ini tidak bisa mengecek kasus demi kasus sehingga pada saat ini sebaiknya kita ngomong secara general saja ya muridku.
Muridku berkali-kali aku ngomong ke kamu bukan – kalo agama punya banyak sisi, dan banyak penafsiran.
Sekarang gantian aku tanya sama kamu muridku :
Dengan jumlah pemeluk agama yang sangat2 mayoritas lebih dari 3/4 penduduk Indonesia, kalo memang umat Islam itu memang demikian doyan kekerasan, apakah agama Kristen saat ini masih bisa cukup eksis di Indonesia ???
Pertanyaan selanjutnya : Selain sejumlah perusakan dan pembakaran yang kamu lihat – apakah kamu memang tidak melihat atau tidak pernah merasakan kalo ada sejumlah umat Islam yang berbaik hati membantu kalian ???
Kalo memang ada yang membantu muridku, mengapa kamu tidak menghargai juga jerih payah mereka.
Siapa yang mengamankan gereja menjelang Natal atau peristiwa2 besar lainnya ? Siapa muridku ? Anak2 muda NU dan Muhammadiyah. Mengapa kamu tidak memandang juga sisi yang ini muridku terkasih ??? mengapa yang kamu lihat selalu satu sisi saja.
Tetapi bagaimanapun juga kamu masih muridku yang paling keren. hik hik. Caramu ini Cukup argumentatif dan nggak cuma asal ngomong saja. Bagus….Itu namanya kamu konsisten berargumentasi dan tenang.
Agar kamu bisa melihat berita secara seimbang, baiklah aku berikan sedikit saran padamu :
Pertama : Catat apa saja pengrusakan, dsb seperti yang kamu tulis itu
Kedua : Agar adil catat juga semua sisi baiknya, bantuan dsb.
Dengan cara seperti ini, kamu muridku – telah menghindar dari seleksi data yang kurang adil.
SALAM Muridku terkasih.
Semoga Tuhan memberkatimu.
@muslim
Wajib membaca ini.
http://mengenal-islam.t35.com/kisah_shafiyah_yang_memilukan.htm
@all Muslim.
Wajib membaca ini:
mengenal-islam.t35.com/kisah_shafiyah_yang_memilukan.htm
salam
@ jelasnggak muridku tercinta :
@imanKristen #200.
hi hi hi hi…..
Mas Iman, saya mah sudah tau dari dulu tentang yang itu..
(baca responnya 3 kali saja udah ketahuan …)
Jadi ya… saya ogah merespon omongannya.
Biarin deh dia mau bilang bego, telmi dan lain-lain…
(biar senang dia..)
salam.
===========================================
@jelasnggak muridku : bagus-bagus kamu memang orang yang solider. hik hik…..
Tapi kali ini asli jujur – kamu sudah nggak bego lagi kok. ….Saya katakan ini dengan tulus hati lho.
Eh, masak iya kamu juga kolokan. Kelihatannya kamu itu nggak kolokan….- Ah paling2 kamu cuma solider saja sama temen-temenmu.
Bagus-bagus – aku seneng lihat orang2 solider……
Salut melihat kekompakan kalian . hik hik
Kalo kalian ini tidak ngambekan pasti kalian bisa tambah jenius lagi. Hik hik
SALAM Jelasnggak muridku
Semoga Kasih Tuhan selalu menyertaimu.
O la la….
Dunia ini indah betul hari ini
Berbagai pribadi saling menyayangi
dengan caranya sendiri-sendiri.
Hik Hik
Tuhan memberkati.
murid2ku yang baik hati.
SALAM
to 204#nitten:
he he he…, selamat datang kembali…, kemana saja nih?
1. Ngumpet
2. Lagi belajar
Kalau saya terka yang 2. Entah kalau orang lain ya….
Anda quote tulisan saya di 183#imankristen:
jangan lupa dong lanjutan qoute 183#imankristen:
Itu penilaian saya terhadap anda, buktinya setelah saya buat tulisan itu, anda segera keluar… itu buktinya anda tidak “cemen”.
Saya memuji anda lho.
To jelasenggak…
Tulisan pembakaran gereja itu sih sudah lumrah…, itu kan biasa…, dapat pahala lagi karena itu kaum kafir (kristen).
Gereja saya juga mengalami hal yang sama, kalau latihan paduan suara, tidak bisa ambil malam hari, nanti dilempari batu. Lagi kebaiktian pagi juga kadang suka dilempari batu. Tapi kalau suara sholat pagi hari jam 4…, keras banget tuh lewat corong…, sampai kebangun.
Jadi “kasih” di muslim itu: Anda tidak boleh ganggu saya…, awas lho…., tapi he he he… anda harus terima kami dengan senang hati dan tidak boleh terganggu dengan kegiatan kami. Itu kasih dalam muslim…, he he he beda banget ama Kristen. Bagi saya sih kasih itu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
To nitt.
Saya tanya sederhana saja, apakah ada ayat yang bersifat “menyerang” dan “keras” di Islam? Coba pelajari tulisan saya di Iman Kristen Belajar Islam, itu banyak sekali referensi mengenai kekerasan di Islam. Coba juga pelajari di IslamLib. Anda katakan itu hanyalah “membela diri”.
Saya setuju dengan Irshad Manji di http://belajarmuslim.wordpress.com/2008/09/13/rahasia-belajar-islam/, saya lihat anda termasuk didalam katagori Islam Moderat. Lihat pendapatnya mengenai Islam Moderat.
Quotenya:
Salam.
Astaga gua dicuekin.
Hik hik
Oh nasib…nasib….
210#jelasenggak…
He he he…. kadang-kadang nitt memang suka begitu argumentasinya…
Jangan “dikerasin” dong…, ntar menghilang lagi lhooo…
Tuh…., mas Herman juga…., agak saya sedikitttt sekaliiii…. “kerasinnya”…, eh langsung hilang juga. Semoga kayak nitt…, setelah baca tulisan ini langsung masuk ke sini hari yang sama, tapi jangan dengan strategi via agamaku dulu satu hari baru hari kemudian ke sini.
Peace…
Salam.
Iya saya juga jangan dikerasin ya, entar saya juga takut.
Saya ini kan anak baik-baik yang masih lugu. Masih takut sama dunia.
@ all
Saya terkejut dan semakin yakin siapa Antikristus yg sesungguhnya……dengan melihat ulasan di :
http://jailangkung.wordpress.com/category/siapakah-anti-kristus-sebenarnya/
Salam
@ImanKristen.
Jadi “kasih” di muslim itu: Anda tidak boleh ganggu saya…, awas lho…., tapi he he he… anda harus terima kami dengan senang hati dan tidak boleh terganggu dengan kegiatan kami. Itu kasih dalam muslim…, he he he beda banget ama Kristen. Bagi saya sih kasih itu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
—-
===> TuL sekali.
Udah denger dari mulut muslim sendiri kan mas Iman.
“”"Saya pikir HINGGA SAAT INI masih diperbolehkan bagi Muslim untuk MELAWAN bila DIPERANGI / DIZOLIMI.”"”
Mungkin itu sebabnya VAN GOGH, pembuat film submission itu mati ditangan muslim, karena sang muslim merasa di zolimi. (jadinya sah-sah saja membunuh van Gogh).
Waktu salman Rusdie menulis buku, itu adalah kezoliman bagi muslim, jadi umat islam patut memerangi.
Waktu ada film Fitna, maka itu adalah kezoliman, sehingga umat islam sah-sah saja untuk memeranginya.
Waktu ada karikatur, muslim beranggapan mereka telah di zolimi, jadi it’s ok untuk membunuh pembuat karikatur itu.
Mungkin sebabnya gereja-gereja dibakar adalah, muslim di sekitar gereja itu merasa di “zolimi”.
Muhamad menyebarkan agama baru kepada kaum quraish, itu bukan kezoliman (bagi muslim bukan, tapi bagi kuraish iya)
Jadi kalau quraisy meledek, menghina, dan menganiaya, yang salah adalah kuraishnya. Tapi ketika muslim balas menyerang, alasan muslim adalah untuk membela diri.
Kalau ada gereja baru di tengah komunitas muslim, itu berarti kezoliman, patut untuk diperangi oleh muslim.
kesimpulan.
Muhamad memulai ajaran baru yang mungkin menghina kurais. Bagi muslim, itu ngga apa-apa.
Begitu kuraish melawan, muslim bilang mereka diperangi dan dizolimi.
Dan kalau diperangi, wajib hukumnya untuk melawan.
he he he.
Di indonesia.
Muslim teriak-teriak tentang negara sariah, yang mungkin saja menyakitkan perasaan non muslim.
Tetapi muslim berkata itu ngga apa-apa..
Begitu non muslim melawan, muslim berkata, “kami diperangi” untuk itu kami harus melawan dan membalas.
Di eropa dan amerika
Muslim teriak-teriak tentang hak mereka untuk ini dan itu.
begitu ngga dikasih, mereka teriak lagi bahwa mereka telah di zolimi. Karena telah di zolimi, maka muslim beranggapan (sesuai ajarannya) bahwa it’s OK untuk melawan balik (dengan cara bom bunuh diri dan teror yang lain).
Orang yang buang angin di sebelah seorang muslim yang sedang sholat, bisa dianggap menzolimi muslim itu, dan menurut ajaran islam, orang yang buang angin tersebut sah-sah saja untuk diperangi.
Orang yang tetap membuka warung makan saat bulan ramadhan, adalah kezoliman untuk muslim.
Muslim merasa di zolimi, sehingga, MENURUT AJARAN ISLAM, adalah sah-sah saja untuk memerangi orang yang menzolimi mereka.
Hasilnya, FPI membongkar dan menganiaya pemilik warung.
NAhhhhhh, pas mukulin pemilik warung itu, FPI teriak-teriak kalau mereka cuman membela diri…..
Ha ha ha ha ha..
Begitu seluruh dunia islam bersatu untuk memerangi salman rusdie, pembuat karikatur, fitna dan lain-lain,
si lovepassword berkata, itu cuman sebagian orang islam yang salah menafsirkan…..
ha ha ha…
——-
Perang adalah kejahatan, apapun alasannya.
Ajaran yang memperbolehkan terjadinya perang, adalah ajaran yang memperbolehkan terjadinya kejahatan.
Islam, adalah agama yang ajarannya memperbolehkan perang.
Jadi islam adalah agama yang memperbolehkan terjadinya kejahatan.
Saya harap kaum muslim sadar dengan hal ini.
@imanKristen.
Jangan-jangan dengan mas Iman membuka BLOG ini, ada muslim yang beranggapan mereka dizolimi…
Berpikir seperti itu…
ah… mengerikan buat saya..
salam
Ah, mas Iman. Mas itu memang suka kurang focus pada ide utama pembicaraan, dan justru sering suka mengambil focus pada hal-hal tidak penting, yang sebelumnya sekedar digunakan sebagai penunjang logika, yah. Ketika mas menekankan bahwa Islam agama Teror, dan menyebut-nyebut juga kasus factual, kasus histories [dan bukan lagi diskusi Teks], yaitu Israel versus Arab [Palestine] modern yang tengah dalam suasana perang, dan menyebutkan bahwa muslim “menyerang” dan “menghancurkan” Kristen di seluruh dunia, dan mas Iman begitu menekan ide Kristen agama Kasih [lihat Iman Kristen #87]; saya sekedar bercanda dengan ikut-ikutan keluar dari Teks dan memperlihat kasus factual atau kasus histories; yaitu perang salib, dimana umat Kristen pun berperang dalam perang salib, meskipun tidak sedikitpun ada pembenarannya dari sudut Ajaran Injil Kristen.
Tapi, ah, mas Iman justru lalu sibuk dengan “membesar-besarkan” contoh itu. Lihat Iman Kristen #171; sibuk dengan mengatakan beda jaman, semacam minta excuse bahwa itu adalah dulu, dan sekarang tidak. Tapi tidak selesai di sana; hal itu masih dilanjutkan dengan membalas menyuruh lawan bicaranya untuk melihat kehidupan lawannya [hubungan umat Islam dan pemerintahan Indonesianya] yang sekarang. Hehehehe. Kan ga akan ada habis-habisnya kalo begini.
Dengan cara begini; point utama diskusinya, atau ide dasarnya, sama sekali tidak ketahuan apakah sudah dipahami atau tidak, belum ketahuan sudah tuntas atau tidak; tapi pembicaraan terus saja bergulir, ke ranah-ranah pembicaraan lain. Pembicaraan panjang lebar saya untuk menyampaikan ide dasar “Islam bukan Agama Teror” sudahkah cukup jelas, mas?
Tapi, sudahlah; tidak dipahami juga tidak apa. Tidak relevan juga kalau saya memaksakan kehendak khan? Hehehehe ….
Karena saya mengira awalnya mas Iman sekedar meminta saya untuk instropeksi dengan kehidupan beragama umat Islam saat ini, sehubungan dengan interaksi umat Islam dengan pemerintahan; maka, saya tidak menjawab pernyataan mas Iman dalam Iman Kristen #171. Ingat, kalimat mas Iman disana bukan pertanyaan, tidak minta jawaban; melainkan pernyataan. Sebutlah sekedar sebuah saran. Dan salah sedang mencoba instropeksi melihat kehidupan umat islam di Indonesia ini, mengikuti saran anda.
[Mas, tentu saja saya tahu; menggunakan kasus factual atau kasus histories adalah boleh-boleh saja, jika sekedar sebagai contoh atau alat bantu bagi logika atau ide yang hendak disampaikan. Tapi, yang tidak saya kehendaki adalah memperlebar diskusi untuk juga melakukan kritik atas Fakta-fakta Faktual dan/atau Fakta Historis yang sekedar contoh dan alat bantu itu. Itu adalah aspek lain, menurut saya].
Tapi, toh, mas Iman masih tetap juga mendesak minta jawaban atau pernyataan dari saya; meskipun saya juga sudah mengatakan saya tidak tahu. Maaf, sebenarnya awalnya saya males, mengingat resiko berlarut-larutnya pembicaraan dengan arah yang tidak pasti. Ingat, ide dasar pembicaraan saya dalam “Diskusi Iman Kristen – I ini hanya ada 2, yaitu untuk menanggapi 1. Isu Islam Agama Teror, dan 2. Konsep Timbangan Amal Kebajikan/Kejahatan. Tapi, memang ada 1 lagi tambahan, sekedar untuk menjawab Jelasnggak #75 tentang Posisi Al Qur’an di dalam Jajaran Kitab-Kitab Suci Tiga Agama Langit yang ada ini, yaitu ketika Jelasnggak menanyakan mengapa kok Al Qur’an kembali ke PL. Lalu saya ceritakan process flow Kitab Suci menurut pemahaman saya; dalam Herman Hidayat #176 & #177 [Maaf, keduanya sama persis; hanya ke-entry dua kali]. Tapi, ingat, ketiga point itu semuanya adalah diskusi Konsep-Konsep.
Hehehehe … Sorry, saya belum bisa meniru Lovepassword dll yang dapat berdiskusi dengan santai dan riang. Saya memang terlalu serius, yah? Ah, itu mungkin karena saya sudah berumur, … jadi, maaf, dunk … Hik hik hik …
Tapi, baiklah; saya mengalah untuk kali ini. Maka baiklah saya belajar melihat sejarah agama saya, Islam, dengan pemerintahannya. Tapi, sorry, sedikit koreksi; lebih tepatnya bukan sejarah agama, Islam, dan pemerintahannya, melainkan sejarah umat Islam dengan pemerintahannya. Umat Islam, dan bukan Agama Islam. Karena ini sebenarnya hanyalah pergumulan umat Islam di Indonesia dengan bentuk pemerintahannya. Sedangkan Islam, yaitu agama Islam, tidak ada urusan dengan pemerintahan manapun, apalagi Indonesia. Hehehe …
[Terima kasih to Lovepassword yang telah membantu dan melengkapi saya tentang Konsep Timbangan, melalui perbandingannya yang menarik dengan Konsep Tabur Tuai, dan melalui tambahannya dengan Konsep TObat. Dan terima kasih juga telah membantu mengklarifikasi tentang issue Khilafah, bahwa itu adalah urusan kehidupan berbangsa yang memiliki aturan-aturannya tersendiri, dan juga tentang upayanya untuk menunjukkan sisi-sisi lain umat Islam Indonesia sebagai bandingan bagi sisi-sisi yang selalu hendak ditekankan oleh Jelasnggak dan Iman.]
Dan to Mas Iman, saya sudah pula membaca link ke hizbut tahrir yang mas Iman berikan.
Tapi, itu begini mas, ceritanya; saudara kami dari kelompok hizbut tahrir itu kebetulan adalah jenis saudara kami yang terlalu ketakutan melihat perbedaan. Maafkan kami; saya dan kelompok hizbut tahrir ini. Seperti dalam agama apapun, dalam Islam ada beberapa perbedaan penafsiran dalam memandang ajaran-ajaran agamanya. Dan seperti dalam umat agama apapun, dalam umat Islampun ada perbedaan-perbedaan pilihan jalan dakwah, atau jalan misi kalau dalam istilah Kristen.
Nah, saudara kami hizbut tahrir ini rupanya lagi panic dengan adanya, atau maraknya kelompok ahmadiyah, yang mengakui adanya Nabi sesudah Muhammad. Dalam pemahaman hizbut tahrir, meyakini adanya Nabi sesudah Muhammad yang diakui sebagai Nabi terakhir; adalah bid’ah. Dan harus ditolak. Itulah yang saya maksud dengan adanya perbedaan penafsiran dalam memandang ajaran-ajaran agama. Tapi, ada juga mas, kelompok lain dalam Islam yang tidak memandang sebagai masalah adanya kehadiran Ahmadiyah itu. Jadi, nyantai aja deh … hehehehe …
Dan, rupanya pula; saudara kami hizbut tahrir ini adalah kelompok yang juga menggandrungi upaya-upaya dakwahnya lewat jalur politik. Ingin menggunakan instrument Negara untuk melaksanakan ajaran agamanya. Sehingga tidak heran, saudara kami hizbut tahrir itu kelihatan dalam artikel itu lagi sewot terhadap menteri agama; yang dinilai tidak mau mengeluarkan Keppres untuk melarang Ahmadiyah itu. Tapi, ada juga mas, kelompok lain dalam Islam yang tidak tertarik dengan ide dakwah menggunakan instrument politik dan Negara. Contohnya NU dan Muhammadiyah. Jadi, nyantai aja deh … Hehehe ….
[Tapi, inipun mirip dengan yang mas Iman Kristen “ketahui”, [dan ini memang riil kalau melihat bagaimana masuknya Kristen ke Indonesia, yang sedikit banyak ada di belakang Portugis dan Belanda], bahwa dahulu, Agamawan Kristen pun “membonceng” kekuasaan [penjajah] untuk memberitakan Injil. LIhat Iman Kristen #171].
[Jadi ini, memang, adalah sesuatu atau ide yang sudah lama ditinggalkan oleh umat Kristen, dan masih mau ditiru oleh Umat Islam. Sayang sekali. Tapi biarlah, nanti akan hilang sendiri; seperti hal itupun juga sudah hilang dari kesadaran umat Kristen. Hehehe …].
Tapi, kalau mas Iman mau kembali ke diskusi Teks lagi; mas iman mungkin dapat melihat-lihat lagi Al Qur’an dari ujung ke ujung, dan tidak akan menemukan sedikitpun ide untuk men-Tubuh-kan agama Islam ini ke dalam Negara atau pemerintahan.
Jadi, pilihan saudara kami hizbut tahrir itu semata-mata exercise kesejarahan saja. Dan mereka sedikit banyak memiliki logikanya sendiri; yaitu, karena toh di Indonesia ini mayoritas adalah umat Islam. Dan toh, dalam jalan pikiran mereka; dengan memasukkan syariah ke dalam hukum Negara atau pemerintahan, toh tidak akan berarti merugikan agama-agama lain.
Maafkan mas; karena begitu yakinnya mereka bahwa Islam memandang positif kebebasan beragama, mereka sampai lupa bahwa secara psikologis pihak umat beragama yang lain tetap saja dapat khawatir. Mereka lupa bahwa belum tentu umat agama lain tahu dan percaya bahwa Islam memang mengajarkan kebebasan beragama. Meskipun, kami sendiri, muslim, yakin bahwa Islam mengajarkan kebebasan beragama itu.
Tapi, tenang deh; kelompok ini bukanlah kelompok yang kuat di Indonesia. Kemungkinan keberhasilannya sangat kecil.
Dan karena jelas ini sekedar aspek-aspek kehidupan berbangsa dan bernegara; dimana kelompok hizbut tahrir memang punya hak bicara sebagai warga negara, maka kalau mas merasa khawatir dengan gerakan ini, dapat saja mas juga menggunakan hak mas sebagai warga negara untuk bicara. Bebas, itu. Saya mau apa lagi; kelompok hizbut tahrir adalah saudara saya juga, dan anda umat Kristen adalah saudara saya juga.
Tapi, saya pun adalah pihak yang tidak sepakat dengan pilihan dakwah di jalur politik itu. Tapi, toh, saya masih menghargai hak mereka untuk bicara. Seperti halnya sayapun akan menghargai hak mas untuk bicara. Konon, inilah prinsip-prinsip demokrasi.
Itulah makanya saya katakan males baca Koran atau nonton teve, yah, karena isinya hanya debat kusir hal-hal [demokratis] kayak gitulah.
Dan, Kecuali karena saya terpancing untuk ikut berheboh-heboh diskusi di forum mas Iman ini; saya sebenarnya lebih suka menghabiskan waktu saya dengan mengasah kualitas spiritual saya sendiri; dengan meditasi, melakukan perenungan, dzikir, sehingga saya dapat mengharapkan diri bisa memiliki ahlakul karimah, ahlak yang mulia, yaitu welas asih, rendah hati, sabar, memiliki empati, dan seterusnya.
Sebenarnya itulah tujuan diajarkannya agama; setidaknya, itulah makna agama bagi saya.
Hehehe ….
Tapi memang rupanya agak susah bicara dengan Mas Iman; anda itu sepertinya memang tidak mau “belajar” menerima penjelasan orang lain; dan terus saja bersikeras dengan ide bahwa Islam adalah Agama Teror. Setelah anda gagal meyakinkan ide anda lewat Teks Kitab Suci, anda pindah menyerang lewat fakta-fakta social dan sejarah [masa lalu dan sekaligus masa kini]. Dan kalaupun sudah coba dijelaskan oleh Nitten [tentang fakta sejarah masa lalu, perang badar] dan oleh Lovepassword [tentang fakta social saat ini], anda tetap saja memaksakan ide bahwa kekerasan itu wajar saja dalam Islam. Anda selalu mendengungkan ide; islam melawan orang kafir.
Anda tidak sedang belajar, mas; anda hanya sedang ngotot memaksakan pemikiran, prasangka-prasangka anda sendiri. Ah, sayang.
Maaf, saya merasakan ada yang kurang dalam jawaban saya, Herman Hidayat #179 atas pertanyaan Jelasnggak #175; Mas, kalau timbangannya dikiiiiiiiiiittttttt sekali bedanya [berat ke neraka], berarti manusianya masuk neraka, memang … tapi, bennntttttttttaaaaaaaaarrrrrrrrr kali, mas. Makanya dalam jawaban saya di Herman Hidayat #173 itu saya menyebutkan istilah mampir sebentar ke neraka. Jadi, Neraka itu semacam tempat pencucian dari Dosa, dan jika sudah bersih, sudah menjadi kudus, tentu saja kita semua akan kembali ke Sorga, berkumpul dengan Sang Kudus.
[Mas Jelasnggak; susah menjelaskan Konsep kepada anda. Anda tidak mau memandang gambaran besarnya, tapi selalu usil dengan detil-detil tidak penting yang membuat saya males menjawabnya; termasuk pertanyaan anda kalo timbangan pas, tidak lebih berat dosa dan tidak lebih berat kebajikan. Ah, susah.]
Terus ada satu yang ketinggalan juga, untuk menjawab Jelasnggak #178, yaitu pendapat saya pribadi tentang perang, yang ditanyakan oleh Jelasnggak secara khusus. Begini mas; menurut saya pribadi, orang yang memulai perang, memulai pertempuran, memulai mengangkat senjata, memulai menyerang untuk melukai manusia dan kemanusiaan, untuk alasan apa pun, sekali lagi untuk alasan apapun; adalah tidak dapat dibenarkan. Saya jelas dan pasti untuk ini.
Tapi, bertahan atau melawan atau membela diri atas orang yang memulai peperangan, atas orang yang memulai pertempuran, terhadap orang yang memulai mengangkat senjata dan menyerang, menurut saya nih, mas; adalah sah dan dapat dibenarkan. Ingat, kata kuncinya adalah bertahan, melawan dan membela diri.
Sedangkan kalau levelnya hanya semacam saya dihina, atau dikata-katai, dicemooh, ditempeleng pipi kiri saya, atau dirampas baju saya, yang dengan berdiam diri saja saya tidak akan mati, mungkin saja saya akan memilih keutamaan moral; yaitu, berdiam dan belajar menerimanya dengan sabar dan ikhlas dan rendah hati. Biarlah hak saya untuk bertahan, melawan dan membela diri itu tidak saya gunakan. Disini saya akan lebih belajar memperkokoh Kasih, atau welas Asih saya kepada sesama umat manusia, sesama human being.
Jadi, Levelnya berbeda. Perang adalah level yang berbeda. Saya sendiri sebagai anak manusia di negeri bekas jajahan sangat mudah memahami ini.
[Terima kasih to Nitten yang telah membantu saya tentang Fakta Historis Perang Badar. Saya sungguh sudah lupa dengan Kisah Itu. Terima kasih juga telah banyak melengkapi dengan ayat –ayat Al Quran seputar cara dakwah Islam, jenis Perang yang di-ijin-kan Islam, dan dimana posisi Muslim sehubungan dengan masalah dakwah itu.]
To Saudara-saudara Kristen saya;
Ah, kalau permintaan saya agar saudara-saudara Kristen saya ini tidak lagi menuduh Islam sebagai Agama Teror masih terasa naïf juga; baiklah saya minta hal lain saja.
1. Baiklah, tolong sebutkan juga bahwa agama Yahudi adalah juga Agama Teror. BUkankah ada begitu banyak perintah Membunuh, yang bahkan dengan cara-cara Brutal, di dalam Taurat [PL]? Yah, paling tidak biar saya tidak sendirian; biar Agama Teror itu bukan hanya Islam, gitu loh. Berani nggak bilang Agama Yahudi adalah Agama Teror, mas, sama orang-orang Yahudi? Hehehe … Kalau saya sih terang ga berani; ingat, mereka itu masih gemar berperang lho …
2. Atau, Kalau saja anda lalu hendak membela mereka dan mengatakan bahwa “tidak dunk, kan agama Yahudi hanya diminta membunuh Amalekh, dan itu pun sudah selesai dilakukan; karena sekarang tidak ada lagi Amalekh di dunia ini” [lihat Jelasnggak #104], maka baiklah saya minta ini saja; “tulung, dunk, bilang bahwa Taurat Yahudi itu bukanlah Kitab Suci lagi. Khan “Kalau suatu kitab suci luntur dimakan zaman (tidak pas lagi isinya) berarti yaaa bukan kitab suci itu”. [Lihat Jelasnggak #113]. Berani nggak bilang itu ke mereka, mas? Hehehe. Atau, eh, kok anda sendiri, umat Kristen, masih juga memegang Taurat [PL] yang sudah bukan lagi Kitab Suci itu, sih? Hehehe …
Yah, begitu sajalah permohonan saya. Beres. Dan mohon maaf, untuk pembicaraan tentang 1. Islam Agama Teror dan 2. Konsep Timbangan Kebajikan/Kejahatan ini, sepertinya saya perlu pamit mengundurkan diri. Saya kira saya sudah cukup; hal-hal yang perlu saya sampaikan, rasa-rasanya sudah saya sampaikan panjang lebar. Dan hal-hal yang perlu saya pahami dari saudara-saudara Kristen saya ini, rasa-rasanya juga sudah cukup banyak saya peroleh. Waktu saya, khususnya waktu kerja saya, sudah terlalu banyak dicuri-curikan untuk ini. Memaksakan diri meneruskan diskusi ini saya khawatir hanyalah bagian dari nafsu dan egoisme saja. Dan tentu lah itu tidak akan bermanfaat.
Sedangkan kalau mas Iman masih akan menjelaskan Konsep Taurat/Keadilan dan Injil/Kasih; saya masih dengan senang hati akan mendengarkan. Itu konsep yang saya belum paham benar.
Hehehe …
@Herman Hidayat
Menulis:
Menulis:
Menulis:
==> detail.. he he he jadi ingat si pandora nih, yang sukanya bertanya tentang apakah ismail digendong oleh hagar atau tidak (cerita kitab kejadian 17 itu lho) he he he
tapi mas…
Kita kan lagi ngomong konsep timbangan.
ngga salah dong kalau saya bertanya seperti itu…
Timbangan kan memiliki kemungkinan untuk tidak berat kemanapun mas. Saya kan cuman mengikuti anjuran teman muslim yang selalu menyarankan untuk tidak “manut bongko’an” gitu lho.
Kalau mas ngga bisa jawab, ya saya ngga maksa ya. Cuman jangan berkata itu hal yang ngga penting mas. Itu penting bagi saya.
———-
Menulis:
==>Jadi kalau mas herman pada waktu membela diri terpaksa harus membunuh, maka pembunuhan itu dibenarkan ya mas?
Menulis:
==> wah ini mah gambang (he he he, gampang maksudnya) sekali mas…
Perintahnya sudah jelas ya mas :
Alkitab : Bunuh semua Amalek.
Alquran : Bunuh semua NON muslim
Apakah bangsa amalek masih ada sekarang ini? jawab ngga ada.
Apakah non muslim masih ada sekarang ini? jawab boanyak mas.
Apakah di alkitab, yahudi melaksanakan perintah TuhWnnya, dalam hal amalek? jawab Iya.
Apakah di quran, ada pernyataan bahwa semua non muslim sudah dibunuh ? jawab Nggak. Buktinya, sekarang masih banyak non muslim berkeliaran mas.
sepertinya mas herman gagal menangkap maksud dari tulisan saya itu.
Yang saya maksud dengan “luntur di makan jaman” itu adalah adanya suatu perintah yang tidak pas lagi di terapkan di jaman sekarang mas.
Perintah amalek bukan lagi merupakan perintah, karena israel sudah melaksanakannya. Kisah amalek bukan lagi perintah, tetapi sudah menjadi bagian cerita sejarah mas dalam alkitab.
Perintah membunuh non muslim, masih merupakan perintah yang harus dijalankan mas.
Amalek adalah closed case.
non muslim masih open case mas.
Kata kuncinya ada di amalek dan non muslim mas.
Amalek, non muslim, amalek, non muslim.
Amalek = bangsa tertentu
Non muslim = seluruh bangsa di dunia yang bukan muslim.
Makanya saya bertanya, kenapa muslim tidak melaksanakan perintah “bunuhlah semua non muslim” itu. Yang dijawab oleh nitt dengan berkata bahwa Ayat itu TIDAK menyuruh MUSLIM membunuh SEMUA Non.Muslim di DUNIA KAPAN SAJA dan DIMANA SAJA.
Yang kemudian saya respon lagi dengan berkata bahwa dengan begitu alquran itu ngga sesuai lagi untuk jaman sekarang; karena kalau suatu kitab suci luntur dimakan zaman(tidak pas lagi isinya) berarti yaaa bukan kitab suci.
Lunturnya di bagian mana ?
Di bagian perintah untuk membunuh non muslim.
saya harap anda jelas.
salam
To Herman:
Masalah teks itu…, ya membahas Taurat(keadilan) dan Injil (kasih).
Sebelum masuk ke topik itu…, ada hal penting…, yaitu anda yang terus masih berdiskusi di blog ini, umumnya termasuk Islam Moderat.
Apa yang menjadi “pedebatan” kita itu persis seperti kutipan saya di 215#imankristen. Irshad Manji membagi pertempuran sesungguhnya antara 2 kubu islam: Moderat dan Reform-Minded.
Saya lebih senang dengan istilah yang dia-berikan (reform-minded), ketimbang istilah Liberal.
Mohon baca ulang:
http://belajarmuslim.wordpress.com/2008/09/13/rahasia-belajar-islam/
Juga tulisan-tulisan di Iman Kristen Belajar Islam.
Salam.
Tes untuk kaum muslim…, tipe dan karakter muslim apakah anda?
Apakah anda:
1. Muslim Ekstrimis
2. Muslim Moderat
3. Muslim Reform-Minded
Caranya adalah:
Berikan kometar anda terhadap tulisan/komentar dari DombaTersesat di http://belajarmuslim.wordpress.com/2008/09/13/rahasia-belajar-islam/#comment-57
Ditunggu pandangan/jawaban anda.
Salam.
To Jelasnggak #226
Ah, Mohon maaf, saya terpaksa bicara sekali lagi tentang ini, dan ini benar-benar yang terakhir tentang issue ini; dan baiklah saya mengikuti logika anda. Dan mohon diperhatikan, penjelasan saya tentang ini hanyalah perumpamaan.
Perhatikan Al Baqarah 190~193 berikut;
190 Perangilah di jalan Allah orang yang memerangi kamu. Tapi, janganlah melanggar batas. Sungguh Allah tiada suka orang yang melanggar batas.
191 Bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Fitnah [kekacauan, amok, anarkhi] adalah lebih jahat dari pembunuhan. Tapi janganlah perangi mereka dalam Masjidil Haram, kecuali jika kamu diperangi di sana. Jika mereka memerangi kamu, bunuhlah mereka. Itulah balasan bagi orang yang ingkar.
192 Tapi, jika mereka berhenti memerangi kamu, sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
193 Perangilah mereka sampai tiada lagi fitnah [kekacauan, amok, anarkhi]. Dan Agama adalah untuk Allah semata. Maka, jika mereka berhenti, tiada lagi permusuhan. Kecuali terhadap mereka yang melakukan kedzaliman.
Saya ulangi; “[190] Perangilah di jalan Allah orang yang memerangi kamu …[191] Bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu” … Ketika kedua ayat ini turun; yang dimaksud dengan “orang yang memerangi kamu” dan “mereka yang telah mengusir kamu” itu adalah jelas, musyrik Quraisy.
Maka, menjawab pertanyaan-pertanyaan iseng anda;
Ayat itu adalah untuk membunuh non muslim di mana? Jawab; Di Mekkah, Arab sana.
Di arab sana SAJA? Jawab; Iya. Memang ketika ayat itu turun adalah untuk memerangi Musyrik Arab, suku Quraisy itu.
Pada saat perang SAJA? Jawab; Ya iyalah.
Dengan Quraisy SAJA? gitu? Jawab; Iya, untuk Quraisy itu. Dan sekarang suku Quraisy Musyrik itu telah habis.
Berarti alquran itu ngga sesuai lagi untuk jaman sekarang nitt. Kalau suatu kitab suci luntur dimakan zaman (tidak pas lagi isinya) berarti yaaa bukan kitab suci itu..”
Hehehe … Jika “logika Amalek” anda coba saya terapkan ke Al Qur’an; anda akan bilang al Qur’an sudah luntur dimakan zaman. Tapi, ketika “logika Amelek” itu berkenaan dengan Taurat [PL] anda; anda bilang itu close case.
What do u think?
…………………………….
……………………………..
Begitu seluruh dunia islam bersatu untuk memerangi salman rusdie, pembuat karikatur, fitna dan lain-lain,
si lovepassword berkata, itu cuman sebagian orang islam yang salah menafsirkan…..
ha ha ha…
…………………………….
@jelasnggak muridku terkasih : Biarpun kali ini kamu ngakak-ngakak dengan nada satire ( hi hi hi satir lagi). Tapi aku dapat merasakan kesedihan di dalam tawamu itu.
Aku sebenarnya mau balas ngakak lebih keras seperti biasanya – tetapi rasanya nggak pantes banget ya.
Kalian apa memang lagi sedih ya?
Tawamu itu entah kenapa terasa seperti keluar dari kepedihan.
@jelasnggak muridku terkasih, aku kan sudah mengatakan masalah ini berkali-kali. Ada banyak sisi dalam agama muridku sehingga kau juga sebaiknya melihat juga sisi yang lain. Tetapi terus terang aku agak sulit mereka-reka perasaan psikologismu pada saat ini. Mengapa engkau sedemikian sulit melihat sisi2 yang belum kamu lihat? Mungkin karena engkau mendengar berita yang terkait dari satu sisi itu. Mungkin bahkan engkau melihat dengan mata kepalamu atau bahkan mengalami sendiri.
kalo aku melihat kemungkinan ini rasanya aku tak tega harus menghakimi perasaanmu. Biarlah segala luka berlalu menutup bersama waktu, muridku. Biarlah segala bekas luka tidak menyisakan kemarahan bagi kita semua.
Aku cuma berharap, sambil menatap rembulan di hening malam. Semoga tidak ada lagi luka-luka baru yang menyakiti tubuh – terlebih hati kita semua.
Aku tahu maksudmu muridku, aku mengenal esensi protesmu.
Sebuah pohon memang dikenal dari buahnya muridku. Tetapi ada kalanya – kita menjumpai buah-buah yang masih terlalu muda sehingga belum layak untuk dipersembahkan kepada tamu-tamu kita.
SALAM Muridku terkasih
Semoga Tuhan memberkati kalian semua.
Quote 229#hermanhidayat:
Coba saya tafsirkan:
1. Perangi dengan tidak melanggar batas (190).
Apa batasannya?
1. Bunuh mereka dimana saja (191).
2. Usir mereka kalau mereka telah mengusir kamu (191).
3. Jangan perangi di Masjidil Haram, kecuali jika kamu diperangi di sana. Jika mereka memerangi kamu, bunuhlah mereka. Itulah balasan bagi orang yang ingkar (191).
4. Jika mereka berhenti memerangi, ampunilah…, sampai kapan? (192)
5. Sampai tidak ada fitnah lagi dari mereka (193).
6. Sampai agama adalah untuk Allah semata (islam) (193).
Menganalisis Blog Iman Kristen:
1. Blog Iman Kristen bukan berisikan Agama Allah semata (Islam) (193).
2. Berisikan fitnah tentang Muhammad dan Islam. Perhatikan tulisan “Kebenaran Sejati” (193).
3. Kalau Iman Kristen berhenti memerangi (tulisan seperti saat ini), ampunilah, tapi kalau terus, perangilah (192).
4. Kamu boleh bunuh si Iman Kristen dimanapun dia berada (191), kecuali Ia bersembunyi ke Masjidil Haram. Kalau dia disana memerangi muslim, boleh dibunuh kembali (191).
5. Lakukan tindakan pembunuhan dengan tidak boleh merubah/melanggar batasan (perintah) ini (190).
Tanggapan Iman Kristen:
Hi hi hi …. sereeeemmmmmm ….
To All Moslem…
Dengan segala kerendahan hati…, mohon anda semua mengabaikan perintah itu. Tolong…. jangan…. bunuh… sayaaa ….
Doa Iman Kristen: Oh.., Tuhan Yesus…, jikalau saya harus mati demi menyatakan kebenaran sejati…, ampunilah mereka yang membunuh saya…, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Amen.
Salam.
@herman Hidayat. #229
==> ah ngga apa-apa kok mas… ha ha ha ..
Menjawab pertanyaan anda gampang mas. he he he..
1. Di ayat-ayat itu ngga ditulis qurais mas. Ini beda dengan alkitab mas. Di alkitab disebutkan dengan jelas kata amalek.
2. Lagipula mas, suku Quraishi belum habis mas.
Sebagian suku quraish ada yang masuk islam, sebagian ada yang kawin dengan kaum muslim dan sebagian lagi lari dari mekah dan berketurunan sampai sekarang. he he he…
salam
Whaduh mulai kacau lagi nih.
lovepassword kamu kan mengaku jenius, coba kamu pikirkan bagaimana cara mengatasi segala kekacauan di sini. Peace men – peace.
ter-puter puter tok tok tok, kepala sendiri digethok. Tok Tok. Gimana caranya ya? Wah daku benar2 mesti mikir keras nih.
Entar deh tak cari caranya yang paling gurih. sekarang mendingan terputer puter lagi dulu deh. hik hik.
bagaimana kalo kita ganti topik saja yang nggak bikin perut kita cepat mules. hik hik.
Misalnya gini : kita cari persamaan dalam dua agama ini.
Ada yang tertarik dengan topik ini.
Kalo nggak ada, wah alamat gua ngomong sendiri dong. Nasib nasib….
@imanKristen #231.
TuLLL sekali mas.
Seperti yang saya tulis di 208 itu loh..
Apa sih batas yang dimaksudkan dalam ayat itu gitu lho…
Contoh.
Muslim sedang diserang nih.
Kalau diserang, muslim pasti membela diri dunk.. iya nggak?
Nah pas lagi membela diri, muslim membunuh lawannya..
Pembunuh muslim : ” Ciaaaaat CROKK.. aduh musuh… sory ya… saya ngga sengaja nusuk perut kamu….maksud saya membela diri lho
Korban (menjelang ajal) : ” Oh iya ngga apa-apa , saya mengerti kok…tapi saya mau mati nih… gimana dong”
Jelasnggak : ” ha ha ha ha…..”
Kalau tujuan muslim untuk membela diri, kenapa ngga dibuat pingsan saja musuhnya itu. Malahan kemungkinan musuh muslim itu akan menjadi teman lho.
Apapun alasannya (bela diri atau nggak), perang adalah kejahatan. Karena dalam perang, pasti terjadi pembunuhan.
Ajaran yang mendukung/memperbolehkan perang, adalah agama yang memperbolehkan kejahatan/ pembunuhan terjadi.
Dan benar, islam adalah agama yang memperbolehkan kejahatan terjadi.
Adoh eh… takut lho saya …
salam.
Whaduh jangan2 ini ada hubungannya sama eksperimen bigbang yang membuka lubang hitam. Kayaknya tambah panas lagi ya?
Hik Hik, bagusnya gua pergi dulu deh. Entar nyari wangsit dulu. Ada janji sama someone soalnya.
Hik Hik…SaLAM Muridku yang manis…See you.
O la la
PAk Herman n Nitten : Murid2ku itu lagi sedih. kalian pahamilah kesedihan mereka. SALAM YA ….
@lovepassword.
@jelasnggak muridku terkasih, aku kan sudah mengatakan masalah ini berkali-kali. Ada banyak sisi dalam agama muridku sehingga kau juga sebaiknya melihat juga sisi yang lain.
—-
===> Karena saya sedang membuktikan bahwa islam adalah agama yang penuh teror dan kekerasan.
Jadi berbicara sisi lain adalah irrelevant
Gitu aja ya.
Oke bye.
salam.
@jelasnggak 238 : Ya nggak bisa gicu dong sayang. Kan sudah gua bilang kalo ada buah yang sepet itu mungkin karena buahnya masih muda.
Yang namanya membuktikan itu nggak bisa satu sisi gitu. Itu namanya bukan bukti. Astaga, masak aku di sini juga harus ngajari kamu matematika juga sih. kalo kamu bilang irrelevant kayaknya kamu harus belajar konsep logika deh sayang.
Suatu persamaan dianggap benar atau terbukti bila bukti2 yang ada menunjukkan semuanya benar. Dalam kasus kita kali ini kan ada bukti yang menunjukkan kalo kamu salah, sayangku. jadi nggak bisa kamu ngomong gua irelevant dong.
Entar tak sambung lagi, kalo kamu sudah nggak sebel sama aku. hik hik.
Aku lagi ada acara soalnya.
SaLAM
Semoga Tuhan memberkati dirimu, muridku.
@lovepassword.
Agama teror adalah agama yang di dalamnya ADAA ajaran yang memperbolehkan kekerasan/teror.
Di islam ADAAA ajaran yang memperbolehkan kekerasan.
Jadi islam bisa disebut agama teror.
Lovepassword : ” lho kan di islam ada ajaran kasih juga?”
Jelasnggak : “kalau sudah ADA ajaran terornya, maka bisa disebut sebagai agama teror, ajaran kasihnya irrelevant”
Oke bye.
Ah, adalah salah saya sendiri memang; kalo terlalu berharap dari orang lain. Sebenarnya Al Qur’an memang mengajarkan umat Islam untuk memandang secara bersahabat saudara Kristen dan Yahudinya. Al Qur’an menyebut mereka dengan lembut sebagai ahli Kitab, untuk membedakannya dengan kaum Musyrik. Tapi, sayangnya saya suka sok melupakan bahwa, toh, Allah juga memang sudah mengingatkan bahwa kebanyakan mereka [Kristen dan Yahudi] tidak akan pernah rela hati untuk menerima ajakan persahabatan kita, kecuali hingga kita mengikuti agama mereka. Mungkin Allah menyampaikan dua informasi ini sekaligus biar saya dapat lebih bersabar menghadapi mereka. Diajarkan untuk memandang mereka sebagai sahabat sesama umat beriman, tapi juga sekaligus diingatkan kalau kemungkinan besarnya mereka tidak akan pernah rela diajak bersahabat.
Saya menyerah. Anda tidak pernah mau belajar “mendengarkan” bagaimana kami menafsirkan Ayat-ayat Kitab Suci kami, dan tidak pernah belajar “berhenti mencemooh” agama orang lain. Sementara, saya sempat mengira saya dapat belajar dari anda; sehingga saya sempat mencoba belajar bertanya pelan-pelan; point demi point, entah di sini “Diskusi Iman Kristen – 1” ataupun dalam “Kebenaran Sejati – Part 2”.
Saya tarik semua pertanyaan saya; I quit. Bukan saya tidak sabar untuk “disentil sedikit kupingnya” atau bukan saya “cemen”. Tapi, tanpa adanya dasar saling menghormati; diskusi apapun pasti tidak akan berhasil. Apalagi diskusi point-point keagamaan.
Saya memiliki sahabat Katholik yang sedemikian dekatnya kami, sehingga saya sampai semacam menjadi anak angkat bagi orang tuanya; tempat dimana saya tinggal selama masa-masa kuliah dulu. Maka, Dari pada ketidaksabaran saya kepada anda berimbas kepada cara pandang saya kepada umat Kristen lainnya; lebih baik saya berhenti disini.
Salam. Semoga Tuhan Allah senantiasa memberkati kita semua.
@Herman Hidayat : Di dunia ini ada banyak orang Islam, ada banyak orang Kristen, Katholik, dsb lengkap dengan lagak lagunya masing-masing.
Saya konsisten : Sama seperti tindakan kadal apapun yang dilakukan oleh sebagian umat Islam – tidak bisa dibilang mewakili Islam. Tindakan anak-anak kecilku di sini juga masih jauh bila dibilang merupakan representasi Kristen atau Katholik. Hik hik. Emangnya siapa mereka para anak TK ini ? hik hik.
Kalo anda mumet membaca komentar murid-murid TKku di sini, ya santai sajalah. Istirahat saja dulu, baca Kho Ping Ho atau Anthoni de Mello.
Anthoni de Mello toh Katholik juga tetapi memang levelnya tentu jauh bila dibandingkan dengan anak-anak TK di sini.
Doa Sang Katak serta buku2 kumpulan cerita Anthoni de Mello lainnya adalah buku yang sangat inspiratif untuk semua agama.
Bunda Teresa, seorang suster Katholik yang rendah hati dan sangat cinta kasih juga membawa banyak inspirasi bagi dunia.
Tapi yah memang anak-anak TK di sini memang lumayan menyebalkan.
Biarlah buah-buah muda yang masih sepet dari pohon Kristiani ini diurusi oleh gurunya. hik hik.
Asalkan mereka tidak melarikan diri, saya rasa kecil menghadapi mereka ini. Hik hik.
Masalahnya mereka ini memilih melarikan diri kalo menghadapi saya. tapi sok gaya bila menghadapi yang lain. hik hik. Kalo dia yang nggak bisa njawab eh malah kita yang disuruh baca buku. Cara melarikan diri ala Anak2 TK.
Kamu tahu Pak Herman cara melarikan diri ala anak TK ???
Saya beritahukan rahasia anak2 TK di sini ya :
Pertama kalo nggak bisa njawab, jawabnya diputer-puter supaya kelihatan intelek.
Kedua : Sengaja membuat marah pihak lain sehingga mengalihkan perhatian pihak lain. Ciri khas manusia-manusia yang nggak pinter tetapi kebesaran gengsi.
Ketiga : memakai pihak lain yang tidak ada sangkut pautnya sebagai bemper. Mereka itu apa tahu soal JIL, paling2 tahunya Jin, Iblis, Lelembut hik hik. Tapi sengaja bawa2 JIL. Buat apa ? ya agar topiknya beralih ke masalah lain. Hik hik. Dasar cara anak TK.
Mereka menyuruh gurunya yang tampan ini baca buku Filsafat pengetahuan ? Ditanya bukunya apa ? Mereka bungkam. Ah anak-anak TK ……- mana tahu segala macam filsafat.
Mereka itu paling-paling bisa Baca buku apaaan sih ?? Paling2 anak2 TK di sini tahunya juga buku mewarnai. Mewarnai Sinchan atau Donald Bebek. Hik hik.
O la la.
SALAM MAS HERMAN.
========
Eh anak2 TKku – ngapain lo liat-liat.
Gua lagi dongkol sama kamu tau.
========
Tapi nggak papa deh. Namanya juga masih anak TK, masih harus dikasihani, harus dididik dengan baik. O la la
========
Bagaikan bejana siap dikepruk
Sebab bejana mana bisa dibentuk
Terlalu keras telah membatu.
Mringkil mringkil gitu loh…..
======================================
@ Lovepassword : ” lho kan di islam ada ajaran kasih juga?”
Jelasnggak : “kalau sudah ADA ajaran terornya, maka bisa disebut sebagai agama teror, ajaran kasihnya irrelevant”
Astaga logika model gini ini yang ngajari siapa sih ? Lha kok enak saja yang diambil satu sisi seenak udelnya. Pake ngomong irrelevant barang. Dasar anak2 TK
memangnya mana ada standard ilmu pengetahuan manapun yang mengadakan riset model gini. Bisa melakukan seleksi data seenaknya. Lama-lama aku bisa ketularan bego kalo ketemu anak-anak pinter di sini. yang namanya riset, ngambil data ya nggak bisa diseleksi model gicu dong, dodol. kalo gicu caranya namanya bukan pembuktian. Tapi elo maksa. hik hik….-
Itu namanya bukan riset, bukan pembuktian, karena hasilnya kamu simpulkan dulu dimuka, kemudian bukti2nya kamu pilih yang sesuai dengan hasil yang kamu inginkan.
Astaganaga. Tak terbayangkan dibenak saya ternyata anak2 TK di sini tingkat ilmunya sedemikian parahnya.
========================================
(garuk2 kepala sambil melongo)
to 241#hermanhidayat:
Saudaraku terkasih hermanhidayat…
Kenapa iman anda takut kepada pertanyaan…, saya tidak pernah takut pertanyaan apapun mengenai kekristenan.
Kalau anda sebagai islam “reform-minded”, anda akan punya iman yang teguh dan tidak takut kepada pertanyaan. Sama seperti saya. Coba perhatikan siapa saya di “tentang saya”, saya juga “reform”.
Anda punya tafsiran, saya juga punya. Tinggal diperhatikan mana cara menafsir yang paling tepat.
Saya belum mau menjawab mengenai Taurat(keadilan) dan Injil(kasih), karena itu merupakan topik yang cukup sulit. Anda perlu “penyegaran” pikiran anda dulu sebelum masuk ke wilayah itu.
Sama seperti Iman dan Rasio, dimana banyak orang yang tidak bisa mengerti dengan jernih keduanya, mana yang superior, apakah rasio membunuh iman atau sebaliknya? Nitt saja belum bisa masuk ke wilayah itu. Saya sudah membahas hal tersebut di salah satu tulisan di blog ini.
Rasio dicipta dan berasal dari Allah, demikian juga Iman. Mereka yang tidak bisa menyeimbangkan akan menjadi Atheis yang pintar atau orang beriman yang bodoh.
Keadilan dan Kasih juga keduanya berasal dari Allah. Keduanya juga seakan-akan bertentangan. Kalau memang anda tertarik pada bidang ini, coba berikan dulu pemahaman anda.
Islam mewakili Keadilan dan Kristen mewakili kasih…, menurut saya tidak demikian. Islam mewakili keadilan dan Kristen keduanya.
Siapa yang superior…, kasih atau keadilan??
Salam.
Ps. Sekali lagi…, kalau anda Islam Moderat…, anda akan sulit “diskusi” dengan saya. Kecuali anda bergerak ke Islam “reform-minded”. Karena logika anda yang dari Allah akan mengerti Firman yang dari Allah yang pertama kali anda terima dengan iman. Anda akan memiliki pengertian yang penuh dengan kelimpahan.
To 229#hermanhidayat:
Itu salah satu interpretasi anda. Gabungkan dengan interpretasi saya di 231#imankristen.
Artinya ayat tersebut tidak lagi berlaku sekarang.
Tapi ingat: Islam bukan seperti Kristen, kami hidup dari “makna” bukan hurufiah. Islam tidaklah demikian.
Kami membebaskan diri dari “hukum-hukum/tradisi” taurat (karena Yesus yang menanggungnya), sedangkan anda tidak.
Kalau anda mempergunakan tafsiran anda, maka jangan menghilangkan tafsiran saya, karena tafsiran saya adalah yang paling akurat dalam cara tafsir Islam yang hurufiah. Belajarlah dengan iman yang tidak takut dengan pertanyaan saya.
Kalau anda “pindah” ke muslim “reform-minded”, anda akan dengan mudah mengatakan…, bahwa memang ayat itu yang banyak dipergunakan dengan kondisi islam sekarang, yang “membawa” tradisi arab jaman Muhammad dulu ke kehidupan sekarang yang sudah tidak logis lagi. Termasuk juga impian menerapkan syariah jaman muhammad ke masa kini. Itu adalah merupakan kebodohan intelektual muslim pada umumnya saat ini.
Nah…,ini dia baru jawaban islam yang penuh dengan iman yang tahan terhadap pertanyaan-pertanyaan.
Jadi…, kalau anda bergerak ke muslim “reform-minded”…, baru diskusi kita enak.., karena mempergunakan rasio dan iman yang tahan uji.
Salam.
@Lovepassword
===> wua ha ha ha.. pak guru.. pak guru..
Piye tho pak pak…
kan saya berkata begini pak:
Agama teror adalah agama yang di dalamnya ADAA ajaran yang memperbolehkan kekerasan/teror.
Di islam ADAAA ajaran yang memperbolehkan kekerasan.
Jadi islam bisa disebut/termasuk agama teror.
—
sekarang .
Agama kasih adalah agama yang di dalamnya ada ajaran kasih.
Kalau Di islam ada ajaran kasih, ya berarti islam juga termasuk agama kasih pak
—
Kalau di kristen sekarang.
Agama teror adalah agama yang di dalamnya ADAA ajaran yang memperbolehkan kekerasan/teror.
Di kristen NGGA ADAAA ajaran yang memperbolehkan kekerasan (injil loh ya maksudnya).
Jadi kristen TIDAK bisa disebut/termasuk agama teror.
—
sekarang .
Agama kasih adalah agama yang di dalamnya ada ajaran kasih.
Di Kristen ada ajaran kasih, ya berarti kristen adalah termasuk agama kasih pak
—-
Nah, saya kan lagi ngomongin masalah agama teror pak, Kenapa Pak guru maksa-maksa supaya saya juga melihat sisi lain (agama kasih itu)?
sisi lain adalah ILLELEVANT disini pak…
Gitu maksudnya..
salam
ps.
ini kok anak tk ngajarin guru sih…
sudah kebalik dunia ini…
@Saya belum mau menjawab mengenai Taurat(keadilan) dan Injil(kasih), karena itu merupakan topik yang cukup sulit. Anda perlu “penyegaran” pikiran anda dulu sebelum masuk ke wilayah itu.
Hik Hik aja dulu deh. Yak kita lihat saja nanti. Prakteknya gimana. O la la.
@ sisi lain adalah ILLELEVANT disini pak…
ILLELEVANT gundul-gundul pacul.
Anak2 TKku kalian memang nggak tahu soal batas atau sebenarnya tahu tetapi pura2 nggak tahu. Hik Hik
Bacaannya JIL, kok batasan mana kekerasan yang boleh dilakukan dalam Islam dan mana yang tidak – malah nggak tahu. JIL gombal-gambul. Kalo Ulil Abshar Abdalla tahu muridnya bego2 seperti ini – bisa disuruh push up kalian. Tu wa…tu wa…..Hik Hik. Itu mah gerak jalan ding.
Tapi nggak juga ding. Kalian kan masih kecil, belon boleh push up. Entar malah pada nangis lagi. hik hik. Nggak usah disuruh push up kalo ngompol juga nangis sendiri. Hik hik.
Berhubung gurumu ini sadar bener keterbatasan ilmu kalian, yo wis lebih baik dimaafkan saja.
Mendingan di ajari saja baik2 biar tambah pinter ilmunya :
Bagaimanalah batasan serta kriteria kekerasan diijinkan dalam Islam ???
“Telah diijinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar berkuasa menolong mereka itu. Yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata “Tuhan kami hanyalah Allah” . Dan sekiranya Allah tidak menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamaNya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. ” (QS Al Hajj(22):39-40).
Ada kriteria yang ketat, di mana orang boleh membela diri/berperang yaitu:
(1)Ada seseorang atau kelompok yang telah dianiaya ;
(2)Ada Orang atau kelompok yang diusir dari kampung halaman/tanah airnya secara tidak adil ;
(3)Ada seseorang/kelompok yang itu tidak bisa beribadah/menjalankan perintah agamanya. Ini berlaku tidak cuma untuk umat Islam saja tetapi juga untuk orang Yahudi, Nasrani (semua agama). Islam mengijinkan umat agama lain untuk membela diri bila mereka tidak memiliki kesempatan untuk beribadah. Anda baca ayat di atas :
Dan sekiranya Allah tidak menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamaNya
Dalam ketiga kasus ini perang diijinkan.
Tetapi meskipun demikian, seseorang yang berperang tidak boleh berlaku semena-mena kepada musuhnya. Ada larangan yang tegas bahwa dalam kondisi apapun terlebih lagi dalam kondisi perang yang penuh emosi – pihak yang berperang jangan sampai melampui batas/melakukan kekejaman yang berlebihan.
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”(Qs Al Baqarah(2):190).
Perang juga harus dihentikan bila pihak yang memusuhi, sudah menghentikan aksi permusuhan mereka. “Dan jika mereka berhenti memusuhi kamu, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang(Qs Al Baqarah(2):192).
Islam adalah agama yang terkait dengan hukum. Selain mengatur individu Islam juga terkait erat dengan pembentukan sistem hubungan kemasyarakatan. Dalam hubungannya dengan sistem kemasyarakatan konsep kekerasan atau penegakan hukum jelas mutlak dibutuhkan.
Anak2 TK-ku harap bisa sedikit kamu bedakan. Di sini memang ada sedikit perbedaan penekanan antara ajaran yang disampaikan oleh Yesus dan Muhammad. Yesus lebih menekankan aspek masing2 pribadi atau individu, sedangkan Muhammad bisa dibilang lebih menekankan aspek pembentukan sistem kemasyarakatan.
Jika setiap orang baik, maka masyarakat akan baik.
Jika masyarakat baik, maka setiap orang akan baik.
Tetapi tujuan akhirnya tentu saja sama yaitu supaya setiap orang di dalam masyarakat dan masyarakat secara umum menjadi baik.
Masalah ayat2 yang bisa dimaknai bermakna kekerasan dalam PB ya tentu saja ada dong. kalo nggak ada memangnya darimana para tokoh agama Katholik pada masa lalu bisa mengobarkan perang salib. Ya tentu saja karena mereka memelintir ayat2 Alkitab mereka itu. Baik ayat2 PL maupun PB. Silakan baca ulang sejarah Kristen. Kalian ini jangan malu-maluin gurumu ini.
Tapi kalo kalian ngaku bilang nggak tahu, OK entar tak beritahu. Hik Hik….
SALAM Murid2 TK -ku.
@iman kristen
Gimana kalau hukum negara tdk melakukan kekerasan terhadap para penjahat, perampok,koruptor, dan pengedar2 obat bius misalnya pak……
umpamanya hukuman penjara sampai HUKUMAN MATI…….
maksudnya para pelaku2 tsb cuma diberi nasehat penuh kasih lalu dilepas begitu saja tanpa hukuman badan yg keras dan tegas, nah kira2 apa akibatnya bila hal ini diberlakukan…..dan tolong sebutkan satu saja negara bukan islam yg tidak memberlakukan hukuman badan tsb?
GBU
@lovepassword.
Kamu berkata:
Lha ya itu yang saya tanyakan pak guru..
Aduh gimana ini ya… pak guru ini……
Itu baca dong pak tulisan saya di atas secara baik2…
batasannya apa gitu lho..
Apakah, berperang dengan cara menggunakan ludah saja…(jadi setiap kali muslim dipukul, mereka cuman balas meludah cuih cuih , kalau dipukul lagi, maka muslim membalas dengan meludah lagi…gitu)
atau
berperang dengan selalu ngeles pas dipukul (kayak pendeta budha yang berkelahi menggunakan kungfu itu, kan pendeta budha ngga boleh membunuh tuh, jadi dia cuman ngeles-ngeles saja)
atau
berperang dengan cara membunuh lawan ?
“ciaattt crokk!, maaf ya saya cuman bela diri, tapi kamu saya bunuh dulu ya, he eh deh…..”
Coba mana yang sering dilakukan oleh muslim pada waktu mereka perang, cara pertama, kedua, atau ketiga ?
kenyataannya kalau muslim berperang, pasti selalu bunuh-bunuhan…
Intinya.
Perang adalah kejahatan, apapun alasannya.
Karena dalam perang ada pembunuhan manusia. (kecuali kalau perangnya cuman pakai ludah ha ha ha…)
Agama yang AJARANNYA memperbolehkan perang, adalah agama yang membenarkan pembunuhan.
Agama islam memperbolehkan perang.
Jadi agama islam membenarkan pembunuhan.
Pembunuhan adalah dilarang…
Dimanapun di dunia ini.
Pembunuhan adalah dilarang.
salam.
@jelasnggak murid TKku (rasain lo gua turunin jadi TK lagi hik hik) :
Sampai sebatas mana kekerasan boleh dilakukan ? Batasannya ya keadilan dong, anak manis. Masak batasnya garis gawang sih.
Kalo lo punya rumah digusur paksa tanpa alasan ya negara harus mengupayakan agar kamu bisa kembali ke rumah kamu dengan cara apapun termasuk cara paksa untuk mweujudkan keadilan bagi kamu.
Kan sudah saya bilang kalo Islam itu terkait erat dengan
konsep sistem, konsep aturan main dalam kemasyarakatan.
Kurang lebih peran Muhammad itu kan mirip sama peran Musa waktu memimpin Israel. Jadi penekanan yang lebih dipentingkan adalah keteraturan/keadilan dalam sistem tersebut.
Ini bisa sedikit dibedakan dengan Yesus karena Yesus bukan seorang pemimpin masyarakat luas. Yesus lebih berperan sebagai seorang guru yang mengajarkan moralitas kepada masyarakat. Justru karena ada sistem yang sangat tidak manusiawi pada wakti itu sehingga Yesus melakukan upaya penekanan yang lain yaitu pada pemberdayaan individu. sebagai penyeimbang terhadap kondisi sistem pada waktu itu.
@“ciaattt crokk!, maaf ya saya cuman bela diri, tapi kamu saya bunuh dulu ya, he eh deh…..”
Coba mana yang sering dilakukan oleh muslim pada waktu mereka perang, cara pertama, kedua, atau ketiga ?
———————
kamu itu kalo tanya mutar muter anak TKku. Yang ingin kamu tanyakan itu ajaran agama atau perilaku penganut agama. Dari kemarin menclok sana menclok sini, kayak kutu aja.
Kalo kamu mau membahas perilaku umat beragama, ya nyatanya kan sama saja anak TK-ku :
Saya kok juga belum pernah melihat ya orang yang diminta bajunya lalu malah memberikan bajunya yang lain. Hik hik.
Masak iya sih kamu bisa mempraktekkan ajaran Yesus yang itu. Gua omelin sedikit saja kalian ngambek kayak perawan dimarahi emaknya gara2 gak pulang semalaman. Elo ngadu sama simbok kalian : Simbok, hik hik. Gua dibilang telmi sama guru TKku. Ya cup cup cup, nggak papa jangan nangis yah, kan kamu memang telmi. Hik hik.
Gayamu itu lho anak TK-ku. hik hik. Bikin gua sebel tapi menghibur juga. Geli-geli gimana gicu.
Coba kamu perhatikan juga pelaksanaan ajaran Yesus yang lain : kalo ditampar sebelah pipi diberikan pipi yang lain. hik hik. Baik hati bener kamu kalo kamu bisa mempraktekkan ajaran Yesus yang ini. hik hik.
Belum gua gampar juga paling2 sudah pada ngabur. Mana mungkin sih kalian segagah itu. hik hik.
Eh, andaikata ..ini andaikata lho. Kalo pun elo jagoan. Elo memang jagoan neon, yang sanggup menjalankan ajaran Yesus secara lengkap. Kamu kan juga bisa lihat mana temen-temenmu yang bisa menjalankan perintah :
“Bacoklah gua elo gua cium. hik hik. ”
Anakku- anakku kalo ngomong jangan kamu puter-puter ah.
Kan sudah aku bilang gurumu itu mak nyus jenius, top markotop.
hik hik.
Salam Muridku
Semoga Tuhan memberkatimu.
to 248#animemymouse, selamat datang
1. Seseorang pembunuh yang mau membunuh anda…, dapatkah anda membela diri dengan membunuh kembali?
2. Seseorang yang dengan baik menyatakan kebenaran menurut agamanya yang tidak sesuai dengan agama anda, apakah anda berhak membunuhnya karena itu adalah bagian membela diri?
3. Kalau anda diperintahkan membunuh setiap kafir yang memfitnah agama anda atau yang menuliskan tulisan religi diluar agama anda, apa tindakan anda?
Coba perhatikan tulisan saya di 231#imankristen:
Bagaimana menurut anda dengan kasus blog Iman Kristen itu?
Catatan: Hak membunuh adalah milik Allah. Apakah pemerintah memiliki hak membunuh, atau hanya penjara seumur hidup? Bagaimana menurut pandangan anda?
Salam.
@ Animemymouse :
Harap maklum yah murid TKku si Iman Kristen itu memang terlalu sering baca komik sehingga daya khayalnya tinggi.
Semua komentar dihubung-hubungkan sama keberadaan blognya dia. Seolah-olah seluruh dunia mau menutup blog punya dia. Hik Hik.
Tanggapan murid TKku itu sama kamu itu – persis tanggapannya ke aku. Coba kamu lihat di sini :
http://refleksiiman.wordpress.com/2008/08/29/membaca-koran-bolong/
Ajaibnya halusinasinya itu berhari-hari nggak ilang-ilang meskipun sudah tak beritahu kalo aku nggak bermaksud menutup blognya dia. Hik Hik. Kasihanilah dia yang dihantui phobia parah semacam itu.
Eh masalah itu sudah tak anggep kelar- sekarang dia masih juga ngomong hal yang sama sama kamu. hik hik. Sampe melongo aku jadinya.
Yang ditanya apa – jawabannya apa. hik hik. Dihubung-hubungkan lagi sama keberadaan blognya dia lagi. Hik hik.
@Seseorang pembunuh yang mau membunuh anda…, dapatkah anda membela diri dengan membunuh kembali?
Pertanyaan apa lagi ini. hik hik. Kacau bin ajaib.
Yang menegakkan keadilan ya sistem dong. Masak orang dibunuh bisa bales membunuh. Hik Hik. Aeng-aeng wae. Kebanyakan nonton film horror ni anak. Dari kemarin2 yang diomongin yang serem2 mulai dari santet, mayat hidup yang bisa bales dendam. Astaga naga. Bulu kudukku bisa merinding lama-lama.
@lovepassword.
Di islam ada ajaran yang memperbolehkan membunuh asal alasannya tepat (mempertahankan diri).
Ajaran mas.. ajaran..
di kristen ngga ada ajaran begitu.
Ajaran.. ajarann.
Orang bisa atau tidak dalam melaksanakan ajaran tertentu adalah irrelevant
Karena yang di omongin adalah ajaran mas.. (eh salah) … pak.
Membunuh, apapun alasannya, adalah salah.
Di islam ada ajaran membunuh.
Islam adalah salah.
Analogi.
Ada hukum di indonesia Yang berbunyi begini:
Memperkosa gadis boleh-boleh saja, asal alasannya tepat.
Nah lho..???
Kira-kira bapak bisa terima ngga hukum yang semacam itu?
pembaca forum : ” piye to iki…. wong bocah TK ngajari gurune… Wis kebablasan…..”
salam
@lovepassword
Jangan kapok2 mas dengan orang yg sudah bumpet hatinya, tapi kalo mau kapok ya ndak papa, manusiawi kok…….
Semoga energi yg begitu banyak terkuras sedikit banyak masih ada manfaatnya.
@Coba mana yang sering dilakukan oleh muslim pada waktu mereka perang, cara pertama, kedua, atau ketiga ?
jelasnggak anak TK-ku masak pertanyaan kayak gini bukan menanyakan soal perilaku umat beragama sih. Anak Tk…Anak TK ngomong saja mblukutuk mblukutuk kayak gelembung kentut. Tapi nggak papalah semua anak TK kalo berceloteh ya kayak kamu itu.
Sorry ya anak TK beneran, asli sorry hik hik. Bisa-bisa semua anak TK pada tersinggung nih.
Kalo lo tanya mengenai ajaran agama kan ya sudah saya jelaskan bahwa kekerasan itu diijinkan dalam perspektif sistem artinya negara wajib mewujudkan keadilan sosial bagi warganya tanpa atau termasuk dengan kekerasan sekalipun.
Lha wong sudah tak jawab kok – sudah tak kasih contoh masih muter2 lagi. Anak TK anak TK. Entah kapan juga ilmumu bertambah hik hik. Kan sudah tak kasih contoh
kalo rumahmu digusur paksa tetanggamu yang konglomerat secara tidak sah, secara teoritis (praktisnya sih memang tergantung pelaksananya masing2 ye) maka negara wajib mengembalikan rumahmu itu ke kamu termasuk dengan cara paksa atau kekerasan sekalipun.
Kalo rumahmu yang dicolong orang lalu dia bisa diomongin baek2 terus dikembalikan ya OK. Tetapi kalo nggak mau ya gimana caranya negara dengan aparatnya membuat rumah kamu dikembalikan ke kamu. Bila perlu ya pake aparat negara secara proporsional memakai kekerasan. logikanya kan gitu anak TK-ku.
Lha yang proporsional itu seperti apa ? Ya tergantung sikonlah. Kalo negara memutuskan mengembalikan rumah ke kamu, tetapi gali2 sewaan penggusur rumah kamu melawan ya aparat tentu menindak mereka sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kalo mereka pake bedil ya bila perlu dibedil kalo keadaan memaksa.
Gicu lho anak TK-ku
SALAM Anak TK-ku.
@lovepassword #255.
Kamu menulis :
==> Pak guru ini… senangya guyooonn terus yaa.. (perut sya sampai sakit ini lho pak, ketawa terus)
Kalau rumah saya digusur….
Maka saya sedang dizolimi.
Kalau di zolimi, saya boleh membela diri dengan cara berperang (sesuai ajaran islam)….
Memerangi siapa ? Ya tetangga saya itu…
Pihak yang dilibatkan cuman 2 disini pak :
1. Saya (yang diserang)
2. tetangga saya (yang menyerang)
Apa hubungannya dengan negara disini pak?
Negara adalah ILLELEVANT disini pak…
udah ngerti kan sekarang?
..
Balik ke permasalahan ya pak.
Pada saat saya melakukan pembelaan diri ituuuu, apa batasannya?
kalau jawaban bapak adalah keadilan : “kalau tetangga bawa bedil ya Kalau perlu kita bedil tetangga kita itu…..”
Ya berarti ajaran islam memperbolehkan untuk membunuh manusia…
Perhatikan pak ya..
Membunuh sesama manusia, APAPUN alasannya, adalah SALAH.
Ajaran yang memperbolehkan pembunuhan, adalah ajaran salah.
Agama yang memiliki ajaran yang memperbolehkan pembunuhan, adalah agama yang salah.
Agama islam memiliki ajaran yang memperbolehkan pembunuhan (dengan alasan membela diri).
Jadi Islam adalah ajaran yang salah.
Gitu kan logika nya pak
—————–
Pembaca forum : ” Ah Jel.. kamu sabar banget ya..”
Jelasnggak : ” Yeah.. namanya juga pengikut Kristus.. he he he”
pembaca Forum : ” TuL itu …he he he ”
Jelasnggak + Pembaca forum (ketawa bersama) : ” he he he ”
salam.
@relung hati.
Mungkin kamu mau urun suara di sini…?
salam.
@Jelasnggak murid TKku : Jan cah bodo, kan sudah bilang kekerasan itu diijinkan dalam perspektif sistem. Bukan berarti satu orang membacok lalu boleh bales dibacok. Lha yang berhak menghukum itu negara. Dodol. Kalo nggak ya yang terjadi malah carok model Madura bukannya beres. Hik Hik. Anak Tk-anak TK jan kamu itu memang membuat perutku jadi mules saja.
Kalo kamu nggak mudeng2 juga mendingan kamu baca
Kota Tuhannya Agustine. Lihat bagaimana konsep negara dalam Kristen terutama dalam Katholik serta lihat juga apakah kekerasan diijinkan dalam perang atau tidak. Kekerasan diijinkan dalam konsep negara Kristen atau tidak. Kekerasan diijinkan untuk mewujudkan keadilan masyarakat atau tidak. Coba Cari juga di google dengan kata kunci The Holy War. Baca baik2 anak kecilku : Pendapat para ahli tafsir Kristen tentang perang suci.
Kalo kekerasan tidak diijinkan dalam perang – lha mana pernah ada perang namanya perang Salib. Sudah perang pake bawa2 nama Salib segala. Lha pembenarannya apa ? Ya tentu saja isi Alkitab kamu itu dong. Masak mau cari pembenaran di resep masakan. hik hik.
Saya berikan satu contoh ayatnya ya. Sebenarnya di perjanjian lama ya pasti banyak. Tapi karena kamu maksa katamu harus di perjanjian baru. (Ih kamu licik deh anak kecil, perjanjian lama itu kan juga bagian dari Alkitab juga). Ok saya tunjukkan salah satu ayat yang pernah dipake sebagai pembenar Perang Salib, pengusiran kaum Yahudi dan Islam di Andalusia, dsb. Silakan diintip Roma 13: 4.
Entah kamu menafsirkannya mau gimana yang jelas ayat2 ini pernah dipake para senior kamu untuk mengobarkan perang maupun untuk memaksakan agama Kristen kepada pihak lain.
Ayat ini juga menjadi dasar konsep pemerintahan dalam Kristen termasuk diijinkannya tindakan kekerasan melalui negara.
Anak TK- Anak TK kamu itu kok jan bodo longa-longo koyo ? Koyo apo wae kek terserah kamu deh. hik hik. jangan-jangan ini akibat aku kurang pandai mengajar hik hik. Mesti banyak2 instropeksi nih.
Kamu mau tanya apalagi anak TKku. Mumpung gurumu yang jenius ini masih dengan senang hati mengajar dikau.
@@————————————————————————–
Pembaca forum : ” Ah Jel.. kamu sabar banget ya..”
Jelasnggak : ” Yeah.. namanya juga pengikut Kristus.. he he he”
pembaca Forum : ” TuL itu …he he he ”
Jelasnggak + Pembaca forum (ketawa bersama) : ” he he he ”
————————————————————————–
Hik Hik kamu gak usah bawa2 pembaca forum. Mereka itu nggak mungkin menertawakan aku. Hik Hik. paling2 mereka prihatin melihat kamu diajari nggak mudeng2. Lihat tuh sampe mereka pada geleng2 kepala sedih melihat kamu. makanya kalo belajar yang serius dong. Hik hik
O la la.
@lovepassword.
Pak.
Pada waktu perang badar itu..
Kan muslim di serang tuhh..
Nah muslim harus membela diri kan…?
Membela diri dari yang menyerang mereka yaitu kaum quraish. Iya kan..?
Nah ,..Pada saat membela diri itu, batasannya apa gitu lho..?
Apakah membela diri dengan membunuh lawan adalah termasuk di dalam batasan?
Gitu pak..
Negara? negara apaan sih pak?…
Bapak ini lama-lama podo-podo karo (mirip sama) tesi anggota srimulat itu lho…
Lucuuuu..
salam.
@jelasnggak : Hik Hik murid TK-ku sayang, apa ya bener sih aku mirip sama Tesi Srimulat. hik Hik. Biar aku bercermin dulu ah : Hik Hik, ternyata lumayan mirip juga hik hik. Aihhhhhh kamu nggemesin deh.
Hush…..
Enak saja kamu bilang gurumu ini mirip Tesi. Hik Hik. Kalo Tesi tersinggung elo harus tanggung jawab lho. hik hik. Tapi gak papa anak TK-ku itulah wujud kecintaanmu kepada gurumu yang handsome ini. hik hik. Handsome kok kayak Tesi yah ?
Yah nggak papalah. Anggap saja Tesi itu emang gantheng sebab kalo nggak masak kamu bisa demen sama dia. Iya kan ?
Ngomong2 gurumu ini prihatin juga anakku sayang. Sebab acara kebanci2an katanya kan mau dilarang sama KPI. Hik Hik.Pasti kamu sedih berat dong nggak bisa melihat idola kamu itu. Hik Hik
Eh ngomong-ngomong elo tanya apa ya ?
Oh iya kamu mau tanya soal perang Badar ya ? Ngapain kamu nggak tanya soal perang Baratayudha,perang Paregreg, perang puputan margarana atau perang bantal guling ?? hik hik
Mau perang badar atau perang apapun ya konsepnya samalah, nggak usah kamu muter-muter lagi. Intinya : Kekerasan diijinkan dalam perspektif untuk mewujudkan keadilan dalam masyarakat dan kekerasan itu harus dilihat dalam perspektif suatu sistem kemasyarakatan, dalam arti ada hukum, ada aparat penegak hukum,tentara, dsb.
Nggak bisa dong seenaknya seseorang yang merasa diperlakukan tidak adil langsung membacok tetangganya begitu saja. kalo gambaran dalam otak kamu seperti itu yah gua setip gambaran itu sekarang. Nehi nehik.
Kamu bilang negara itu Irelevan ya sangat relevan dong anak kecilku. Lha wong segalanya itu yang ngatur negara kok.
Justru kekerasan asal ngawur tanpa adanya landasan hukum itu yang membahayakan.Tetapi kalo kekerasan itu terpaksa dilakukan untuk mewujudkan keadilan dan dilakukan oleh orang2 yang memang punya hak untuk melakukan itu. Ya okelah.
Intinya adalah rasa keadilan itu ditanamkan kepada masyarakat. tetapi bila ada benturan mengenai apa yang dirasa adil dan tidak adil,urusan selanjutnya ya harus orang yang berhaklah yang memutuskan misalnya aparat negara,hakim,dsb. Dan mereka itu punya hak termasuk hak melakukan kekerasan secara proporsional. Lo tanya lagi : yang proporsinal itu seperti apa ? Mendingan nggak tanya deh, lha wong diatas sudah tak kasih contoh.
Masalah kekerasan dalam agama, Bahkan para Bapa Gereja juga mengijinkan itu. Jadi kamu jelas nggak bisa ngomong kalo dalam Kristen tidak ada kekerasan sama sekali. Memangnya apa perang Salib itu nggakpunya dasar ayat2 agama ? ya pasti adalah. kalo nggak mana mungkin orang2 Kristen waktu itu mau perang.
Ocreeee….anak Tk-ku ???? Atau kamu mau menantang berdebat sama gurumu ini soal data kekerasan yang disponsori oleh gereja. Hik Hik. Anakku….anakku….Yakin deh kamu bakal laper kalo memang kamu belum makan tiga hari. hik hik.
Itulah makanya gua pernah ngomong ke kamu kalo ada banyak sisi dalam agama.
Salam Muridku.
Semoga ilmumu sedikit meningkat, setidaknya naik satu strip lah. Masak Tk melulu sih. Hik Hik
Masalah Sabar banget seperti yang kamu bilang. Yah emang kamu itu sabar banget sih. Salut….saluuuuuut. hik hik. Biarpun ilmumu nggak ada kemajuan tetapi minimal keras kepalamu itu bisa jadi aset. Hik Hik. Tahan banting pokoknya.
Tapi dalam Masalah sabar – apa kau kira gurumu ini juga tidak sabar apa? Kamu tahu nggak para guru TK yang lain ngomong apa ? O Pak…pak….Kalo saya punya murid yang nggak maju-maju kayak dia….rasanya pengin tak gecek, pak…
Hik hik….Emangnya bumbu pecel apa mau digecek. Lha wong murid Tk-ku ini biar Oon tapi manis-manis je. Mana tega aku mencubit mereka. hik hik.
Salam Murid TK-ku
Semoga Tuhan memberkati kalian semua.
@lovepassword.
Cape ahh ..
ok. bye.
@jelasnggak :
Ok, see you anak manis.
Gua juga butuh kerokan kayaknya. Hik hik.
Bye..Bye -
OK, SALAM MANIS untuk semuanya saja
Tuhan memberkati.
@jelasenggak
Kamu katakan :
Tentara Salib juga Salah Dong berarti?
Kalo misalnya ada penyembah Berhala Menyerbu Vatican City..semua penduduk saya bunuh..Paus harus Menyerah kalah, Berlutut dihadapan mereka dan kalian Kristiani “Tidak Boleh MELAWAN sedikit pun”..begitu??
Kalian Kristiani hanya akan “Menyerah Kalah” terhadap Kami para Penyembah Berhala??
Begitu?
..
Jawaban kamu menandakan Sifat kamu.
..
Kamu katakan :
Mudah.
Kalau mereka ngga mau bunuh kamu..JANGAN bunuh mereka.
Kalau mereka ngga mau memerangi kamu lagi..JANGAN memerangi mereka lagi.
..
Kalau kemudian dengan sifat kamu, kamu bertanya : “lho? bagaimana saya tau bahwa mereka ngga akan membunuh saya atau memerangi saya lagi?”
Kalau mereka Ngga Mengayunkan Pedang / Mengarahkan Senjata kearah kamu..berarti dia ngga mau bunuh kamu.
Kalau mereka Ngga menyiapkan bala tentara dan peralatan perang mereka..berarti mereka ngga memerangi kamu lagi.
..
Kalau di Masa Depan? siapa tau mereka ada niatan di masa depan..
“Jauhilah Prasangka, Karena Sebagian Besar Prasangka Adalah Dosa” – Hadits.
..
Kalau pada titik ini kamu masih berkutat dengan pertanyaan “apakah boleh saya membunuh orang yang ingin membunuh saya?” jawabannya jelas “Tergantung Seberapa Jelas Orang Itu Ingin Membunuh Kamu”.
Kalo orang itu udah ada di depan kamu mengayun-ayunkankan Pedang ke arah kamu, Ya, kamu boleh mempertahankan diri dengan Membunuhnya (tapi bila pedang itu lepas dan dia terjatuh sedemikian rupa sehingga Tidak Membahayakan kamu lagi, kamu Tidak Boleh membunuhnya, karena itu telah Melampaui Batas..).
Dan bila kamu Berpikir ini saja sudah Salah..
Bagaimana kamu dapat Membela Paus yang Merestui Penyerbuan ke Jerussalem yang mengakibatkan Pembantaian Semua Penduduknya, Wanita dan Anak-anak Semuanya??
Bagaimana kamu Bisa??
..
Saya pikir saya sudah Sangat Jelas.
..
Oh iya..
Pembakaran Gereja adalah Tindakan Oknum Muslim.
Sama kaya Pengeboman Bali dan lain-lain.
Ngga ada hubungan dengan Diskusi ini.
Kalo kamu katakan “ada hubungannya..Islam mengajarkan untuk membunuh non muslim..”..
Berarti kita Kembali ke Square One.
Dan itu berarti kita Mbulet.
..
Salam.
Topik kekerasan ditutup wae rak wis. Marahi kesel. hik hik.
Aku sampe pijetan kerokan ki. Sampe ke dokter barang gara-gara radang tenggorokan. Soale kebanyakan pidato sih.
Heran gua, yang nulis kan jari – kenapa yang sakit malah jadi tenggorokan gua ya ? Pasti karena aku ngetik sambil ndremimil pidato sendiri. hik hik.
@nitten
==>he he he.. udah basi nitt..
Sekali lagi…
“Perang adalah salah apapun alasannya”
jadi siapapun yang perang pasti salah..
tentara salib perang? ya salah….
he he he…
kan Kita ini lagi ngomong ajaran nitt..
Apakah tentara salib mengikuti ajaran salib untuk berperang? ngga. karena ngga ada ajaran seperti itu di kristen.
Apakah tentara muslim mengikuti ajaran islam untuk berperang? IYa… karena ada ajaran untuk memperbolehkan perang itu.
—————————-
==> begitulah AJARAN kristen.. he he he he…
—————
Kalo orang itu udah ada di depan kamu mengayun-ayunkankan Pedang ke arah kamu, Ya, kamu boleh mempertahankan diri dengan Membunuhnya
..
..
Dan bila kamu Berpikir ini saja sudah Salah..
==> he he.. saya berpikir itu sudah salah nitt…
Kan jelas saya tulis. PEMBUNUHAN adalah salah. Apapun alasannya. he he he..
===> Siapa yang membela Paus ya?
Kalau apa yang kamu katakan itu benar, Paus merestui ( jangan bohong ya), berarti Tindakan Paus adalah SALAH…
—————–
Pertanyaan baru nih..:
==> Perang khaibar.
Yahudi tidak mengayunkan pedang, tapi dibantai pas lagi meleng..
Atas suruhan muhamad.
Berarti Muhamad melanggar perintah dalam alquran tuh..
he he he..
Wah Nabinya saja melanggar…
Apalagi pengikutnya… (fpi dan pembakar gereja)
————————————–
Pembakar gereja ada hubungannya dengan diskusi ini.
Alasan mereka membakar gereja adalah karena keyakinan mereka telah diserang.
Kalau mereka diserang, maka boleh melawan.
SESUAI AJARAN ISLAM…
(Perangi lah orang yang memerangi kamu…)
(bunuhlah orang yang …..)
Ada hubungannya kan.. he he he
Salam.
ps. Bulan puasa… sabarr… sabar… nanti batall…
(atau kalian sabar hanya saat ramadhan ? he he he)
Sekali lagi Tu Quequo terbukti disini.
Tono boleh membunuh kucing, berarti saya juga.
Tindakan tono membunuh kucing adalah salah.
Berarti saya juga salah..
……..
Paus merestui pembunuhan, jadi muslim juga ngga apa-apa kalau membunuh.
Paus merestui pembunuhan adalah salah.
Berarti Muslim juga salah kalau membunuh.
He he he..
Dan kalian muslim gembar-gembor sebagai : agama yang membenarkan agama sebelumnya…
He he he..
@jelasnggak
Maksudnya si nitt (CMIIW nitt…) itu, kekerasan tapi dibungkus syiar agama (Paus) dibandingkan dengan kekerasan pembelaan diri dan tuntutan akan rasa keadilan (Umat Muslim)………….
Tapi
kamu bisa membedakan gak ya mana sikap yg ELEGAN dan mana sikap yg MUNAFIK…???
CU
@jelasnggak : Jan…jan kamu ini memang maksa banget. Hik hik.
Kan sudah saya jelaskan kalo kekerasan itu legal dalam perspektif sistem. Dalam konteks negara melindungi rakyatnya gicu lho. Lha yang berhak melakukan kekerasan ini tentu saja orang2 yang diberi tanggung jawab untuk itu. Misalnya aparat negara.
Nggak bisa kalo kita merasa diperlakukan orang tidak adil, lalu membacok orang begitu saja. Tentu harus lewat mekanisme sistem dulu. Hakim, aparat negara, dsb.
Lha kamu bilang ini kekerasan ini nggak ada dalam Kristen ?
Saya sudah kasih contoh salah satu ayatnya ke kamu : Roma 13 : 4
Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.
Ayat ini adalah salah satu ayat yang melegalkan kekerasan dipake dalam konteks untuk membasmi kejahatan. Kalo kamu bilang agama Kristen melarang kekerasan sama sekali. Itu omong kosong sayangku. hik hik. Justru kamu itu bisa ditoel-toel sama ahli tafsir Kristen. Hik hik.
Lihat baik2 ayat di atas : “Karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang.”
Karena kamu ini maksa banget, gini saja : Coba kamu tafsirkan ayat Roma 13 : 4 di atas seperti apa ???
Kamu mau ngomong Illelevan lagi ? Hik hik. Gua suruh makan lele goreng lo .
salam
@animemymouse.
===> apa relevansinya ya? he he he..
orang lagi ngomong ajaran, kok kamu ngomong munafik sih..
Kalau dia nya munafik terus kenapa ya?
Tetep aja ajaran muslim memperbolehkan pembunuhan, sedangkan ajaran kristen tidak…. he he he.
Yang dibahas… ajaran…
Pembunuhan, apapun alasannya (termasuk bela diri) adalah salah.
Ajaran yang memperbolehkan pembunuhan, adalah ajaran yang salah.
Agama yang memiliki ajaran tersebut, adalah agama yang salah.
Islam memiliki ajaran tersebut.
Jadi islam adalah agama yang salah.
salam
@lovepassword.
roma 13:4…?
Kenapa emangnya?
Ada perintah pembunuhan disitu ?
he he he…
** saya terusik dulu…**
salam…
@jelasenggak
Kamu katakan :
Baca posting saya sebelumnya ini, persis banget kan saya bisa baca pikiran kamu? :
Memang kamu suka mbulet sih ya.
Hobi gitu.. =)
Apa memang suka dimanja ya waktu kecil? ngga dijawab-jawab nih?? =)
Jelasengak : tuh kan..tuh kan.. OOT lagi..OOT lagi..tuh kan..”
..
Ha ha ha.. =)
..
Salam.
@jelasenggak
Kamu katakan :
He he..
Pegang omongan kamu ini ya..
Karena omongan ini akan saya bawa kemana-mana setiap kali saya berdiskusi tentang “Kebenaran Ajaran Agama Kristen” dengan Kristiani.. =)
Oh iya..
Mau tau aja nih..
Kalo ada orang datang buat Bunuh Semua Keluarga kamu..
Kamu Halangi ngga orang itu?
Atau kamu Biarkan saja orang itu?
..
Jawaban kamu menandakan Manusia Semacam Apa kamu.
Dan Agama seperti apa yang kamu anut.
..
Salam.
@nitt #273.
Di Kristen ngga ada ajaran untuk berperang atau membunuh.
Jadi kalau tentara salib melakukan perang..
Itu salah.
Di islam ada ajaran untuk membunuh dan berperang.
Jadi pembakaran gereja dan lain-lain ada hubungannya dengan ajaran islam itu.
Karena di islam pembunuhan dan perang dan kekerasan ditolerir… maka muslim beringas dan membakar gereja.
setiap kali ada gereja dibangun, mereka merasa diserang, maka, sesuai ajaran di islam, mereka berhak untuk menyerang balik.
Disitu hubungannya…
Dimananya yang mbulet?
orang jelas-jelas ada hubungannya kok.
Kamu bertanya hubungan, ya itu hubungannya..
he he he..
** terusik lagi…**
salam.
@nitten #274
===>Kamu ini kenapa sih ya…? he he he..Sepertinya heran gitu ya.. Ngga masuk akal ya?
Ya memang begitulah ajaran kristen itu nitt.
Yang ngajarin siapa ? ya yesus itu.
Waktu Yesus di aniaya sampai mati? apa dia melawan? nggak. Malahan dia doakan.
Omongan saya? he he he…
Itu bukan omongan saya nitt..
Ada di injil kok….Makanya …. Baca injil he he he..
takut ya? Ada sihirnya? he he he
Hayoooh nittt…. baca lagi injilnya… he he he
Ini kamu ini gimana ya nitt…
Kalau saya melawan, ya berarti itu TIDAK SESUAI dengan ajaran Kristen.
Ajaran Kristen : “Kasihilah Musuhmu” bukan “bantailah orang yang memusuhi mu”
Jawaban pertanyaan kamu.
saya akan menghalangi orang itu.
he he he..
Tapi menghalangi ada banyak cara… bukan cuman dengan kekerasan/perlawanan.
Saya akan menghalangi dengan cara selain kekerasan.
Gampang kan…
Lagipula, kalau saya tidak buat salah, siapa yang mau membunuh saya dan keluarga saya nitt? he he he.
Semua ada sebab awalnya nitt.. he he he
salam.
270#lovepassword…
2. Hukum taurat mengatakan: Jangan membunuh.
3. Pembalasan pemerintah bisa sampai tahap “hukuman seumur hidup”, tidak sampai menghilangkan nyawa. Karena Tuhan yang memberi nyawa dan Tuhan jugalah yang berhak mengambilnya.
4. Untuk umat manusia, perintah Yesus bersifat kekal: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Keempat prinsip diatas itu benar semuanya.
Coba anda ambil essensi dari keseluruhan ayat tersebut. Tuliskan ulang lagi “prinsip” kristen mengenai kasus diatas. Selamat mencoba.
Salam.
To jelasenggak…
Tulisan saya diatas sekali sudah memisahkan antara agama dan pemerintahan.
Anda masuk dari sisi agama, mereka masuk dari sisi pemerintahan.
Jadi, untuk Kristen:
1. Pemerintah punya hak Allah atas pedang (untuk menjaga keteraturan, tinggal masalah boleh hukum mati atau hanya hukuman seumur hidup).
2. Agama Kristen tidak mengijinkan pembunuhan, membalas kejahatan dengan kebaikan.
3. Kristen memisahkan wewenang antara pemerintah dan agama.
Untuk Islam:
1. Pemerintah punya hak Allah atas pedang (untuk menjaga keteraturan, tentu disarankan hukuman mati).
2. Agama Islam mengijikan pembunuhan.
3. Islam tidak memisahkan wewenang antara pemerintah dan agama (khilafah).
Kesimpulan:
1. Kristen tidak mengajarkan pembunuhan tetapi Islam mengajarkan untuk membunuh.
2. Ustad ketemu pendeta “berperang”, maka ustad bawa pedang dan membunuh demi agama dan Allah (masuk sorga menurut keyakinannya) dan pendeta maju perang dengan berlutut berdoa dan menyerahkan nyawanya dalam tangan Tuhan.
Salam.
@imankristen 278
Sebenarnya menurut saya nggak gitu juga sih. Yang kita bahas itu kan kekerasan secara umum menurut tafsir Islam dan Kristen. Jadi semuanya dibahas baik menyangkut individu maupun sistem.
Sebenarnya kalo menurut saya begini :
Dalam perspektif moralitas individu : Agama baik Islam maupun Kristen menekankan kalo kesabaran itu lebih utama. Dalam islam pun kesabaran diutamakan bukannya bacok-bacokan. Artinya kalo kamu disakiti kamu sabar itu baik. Itu adalah pelaksanaan ajaran agama yang sangat dihargai. Misalnya anak kamu dibunuh orang kemudian kamu memaafkan orang tersebut, itu sangat baik.
Dalam perpektif moralitas individu atau ajaran untuk dilaksanakan diri sendiri : Membalas kejahatan dengan kebaikan itu mulia. Kesabaran dihargai baik dalam agama Islam maupun Kristen.
Tetapi selain melihat dari perspektif ajaran moralitas atau kebaikan untuk individu, masalah kekerasan ini juga perlu kita lihat dalam perspektif sistem yang berlaku untuk orang banyak.
Kalo kita bicara sistem maka kita bicara mengenai hukum, pemerintahan, dsb. Dari sisi ini maka baik dalam ajaran Islam maupun Kristen juga sependapat bahwa kekerasan secara proporsional diijinkan dalam rangka menegakkan keadilan untuk semua warga masyarakat, mempertahankan negara, dsb.
Artinya begini : Kalaupun kamu punya anak dibunuh orang dan kamu memaafkan orang tersebut. Ini tidak akan menghalangi negara untuk mewujudkan keadilan bagi kamu serta untuk contoh bagi masyarakat yang lain. Pembunuh anak kamu tetap akan dihukum oleh negara. Lha hukumannya apa ya tergantung kesalahannya apa, fakta dipersidangan, dsb. Dan yang berhak menghukum pembunuh itu juga tidak sembarang orang tetapi orang2 yang punya otoritas untuk itu.
Jadi berbeda dengan kalian, yang lebih senang main potong bebek angsa seenaknya, saya lebih suka melihat kekerasan ini secara lebih menyeluruh. Baik dari sisi moralitas individu maupun dari sisi kewajiban pemerintah dalam melindungi kepentingan masyarakat banyak.
SALAM
@jelasenggak
Kamu katakan :
Kita andaikan saja Tidak Ada Cara Selain Kekerasan.
..
Kalo kamu pakai Kekerasan, kamu bisa menyelamatkan nyawa keluarga kamu.
Kalo Tidak Pakai Kekerasan kamu Tidak Bisa menyelamatkan nyawa keluarga kamu.
..
Apakah kamu akan Memakai Kekerasan untuk menyelamatkan Nyawa Ayah kamu (misalnya)?
Atau kamu Biarkan saja Ayah kamu dibunuh (karena kamu Menolak Memakai Kekerasan)?
..
Jawaban kamu menandakan Manusia Semacam Apa kamu.
Dan Agama seperti apa yang kamu anut.
..
Dan Ingat Tuhan menyaksikan Jawaban kamu.
..
Salam.
@jelasenggak
Kamu katakan :
Ngomong deh itu sama Perampok.
..
Kamu ini bener-bener Nggangerti ya?
..
Salam
@kristiani & imankristen
Adakah di Kristen larangan untuk Membunuh?
Mau tau aja.
Thx.
..
Kamu katakan :
Kalo pendeta HANYA ingin menyerahkan nyawanya dalam tangan Tuhan di medan perang..
Pendeta itu ngga akan bawa Senjata (alat untuk membela diri / melukai orang lain).
Pendeta itu HANYA akan datang dan Diam Berdiri di tengah-tengah medan perang sampai Tertabrak oleh Kereta Kuda.
..
Ngerti maksud saya?
..
Salam.
@Iman kristen : masalah dalam hukum Taurat ada perintah jangan membunuh saya rasa juga nggak bisa kamu tafsirkan sesederhana itu karena faktanya di perjanjian lama, Allah bahkan menyuruh bangsa Israel untuk perang, dsb. Jadi saya rasa bagusnya kamu lihat juga konteksnya lah.
Perintah jangan membunuh ini berlaku untuk masing2 individu masyarakat sedangkan perintah untuk berperang atau bahkan mengijinkan pembunuhan itu dalam perspektif negara. Kalo nggak, kamu malah bakal bingung sendiri menjelaskan hal ini. Kalo menurut kamu perjanjian lama nggak berlaku karena adanya perintah perang, dsb. Itu oke2 saja. Tapi itu kan tafsir kamu.
Dalam arti : Adanya perang Salib, dsb itu membuktikan adanya keanekaragaman tafsir. Kamu mau bilang perang SALIB itu salah. Itu oke-oke saja. Kamu mau bilang perang SALIB melanggar ajaran Kristen, juga oke. Tapi adanya fakta ini setidaknya menunjukkan bukti adanya tafsir yang lain yang sama sekali berbeda dengan tafsir kamu. Lha yang menafsirkan Roma 13: 4 juga jelas bukan orang sembarangan, karena mereka adalah orang2 yang punya otoritas di gereja pada waktu itu.
Masalah khilafah saya rasa juga sama saja. Itu kan tafsir. Dalam Kristen sempat ada wacana seperti itu. Dalam Islam juga ada wacana seperti itu. Kalau sekarang kamu bicara dalam lingkup Indonesia saja, ya memang yang suaranya paling keras mewujudkan negara berdasarkan agama itu adalah kelompok Islam. Tetapi sejarah membuktikan kalo dalam Kristen pun juga terjadi hal yang sama. Bahkan sampe dengan saat ini saya rasa di banyak negara : Tarik menarik antara kelompok yang berusaha memasukkan ajaran agama ke dalam negara dengan kelompok sekular murni masih sangat keras.
Kesimpulannya : Bahwa bila kamu menafsirkan kalo ajaran Kristen melarang kekerasan sama sekali, tetap ini tidak berarti bahwa ajaran Kristen itu persis sama seperti ide kamu itu. Karena terbukti ada juga ide/pendapat yang lain.
Kalo kamu meyakini harus mengasihi musuh, dsb, Itu bagus. Tapi lihat juga bahwa memang ada perspektif yang lain yaitu perspektif kemasyarakatan. Bahwa orang jahat harus dihukum untuk melindungi warga masyarakat.
Kesimpulan kedua : masalah khilafah atau negara agama. Bahkan bila kamu sebagai salah satu pemeluk Kristen menolak konsep negara agama, juga bukan berarti semua kelompok Kristen menolak ide ini, karena nyatanya sejarah membuktikan adanya negara yang terkait begitu erat dengan agama Kristen. Bahkan sampe dengan saat ini, di negara2 di mana agama Kristen menjadi mayoritas, usaha memasukkan ajaran agama ke ruang publik juga selalu terus dilakukan.
Hal yang sama juga terjadi dalam Islam. Ada kelompok Islam yang berusaha mewujudkan negara berdasarkan agama secara tekstual, ada yang ingin memasukkan esensinya, dsb. Lha caranya juga macem2 tergantung persepsi mereka masing-masing. Jadi tidak bisa dengan sedemikian mudahnya kamu membuat kesimpulan Kristen memisahkan wewenang agama dan negara sedangkan Islam mencampurnya. ya nggak gitu lah. karena dalam negara Islam pun ada pembagian tugas antara orang yang mengurus negara dan orang yang bertugas melaksanakan wewenang sebagai tokoh agama.
Saya harap kita bisa melihat semua sisi secara lebih luas.
Jangan hanya melihat satu sisi saja lalu sedemikian cepat mengambil kesimpulan. Apalagi membuat generaliasi atas dasar tafsir salah satu kelompok.
@lovepassword
Kamu katakan :
Betul Sekali.
Urusan kamu boleh selesai dengan Pembunuh itu.
Tapi urusan Negara belum selesai.
Negara masih mempunyai kewajiban untuk memastikan sebisanya bahwa Pembunuh itu Tidak Menyakiti seorangpun warga negara lagi / yang lain.
..
Mereka ini sebenarnya ngerti ngga ya dengan ini?
..
Saya pikir sih Ngga. =)
..
Salam.
@jelasenggak
Kamu katakan :
Hm..
Menghalangi dengan Selain Kekerasan/Perlawanan gimana ya caranya bila ada 5 orang yang datang ke rumah kamu dengan mendobrak pintu rumah kamu sambil bawa golok ingin membunuh Ayah kamu yang sedang Tidur / Ngga bisa lagi melarikan diri?
..
Caranya “Menghalangi Tanpa Kekerasan / Perlawanan” tuh gimana ya untuk Situasi seperti itu..??
Hm..
Dibilangin aja gitu kali ya..
“mas..mas..jangan tho mas..kasian ayah saya lho mas..mas..mas..denger ngga tho ini..?”
Atau
“ingatlah bapak-bapak sekalian..kalian adalah domba-domba Bapa..membunuh itu Salah saudara-saudaraku dalam Jesus..ingat lah saat Jesus mengatakan..Kasihi Musuhmu..ingat lah itu wahai Bapak-bapak pembawa golok..”
Atau
“wah..aku harus segera nelp polisi nih..biar polisi aja ynag Ngurusin..”
Atau
“wah..aku harus teriak minta tolong..agar tetangga2ku denger dan nolongin aku..kan mereka Superman..bisa nyampe sini secepat kilat..sebelum orang2 itu nyampe ke kamar Ayahku..yang tinggal 5 meter lagi itu..”
..
Gitu kali yee.. =)
..
He he..
..
Salam.
To lovepassword… & all muslim
Semua tulisan anda itu, sudah terjawab di 277 dan 278#imankristen.
Coba baca pelan-pelan, mengerti maksudnya. Lihat kata kunci: Pemisahan. Setiap saya tulis konteks tersebut dalam “kerangka pemisahan agama dan pemerintah” kalau anda tetap dalam kerangka “agama dan pemerintah adalah satu paket kebijaksanaan”.
Ini yang sesungguhnya mengakibatkan analisa kita jadi berbeda.
Jadi dalam konteks pemerintah “menjaga ketertiban” dan jadi “wakil Allah” kita punya sudut pandang yang sama, tapi kita berbeda dalam kaitannya ke agama. Anda bisa menyamakan konteks pemerintah ke agama sedangkan kami tidak. Ini yang membuat agama kita berbeda. Agama pembunuh dan agama kasih, kecuali… prinsip “kekerasan” dalam Alquran anda abaikan dengan argumentasi bahwa itu adalah untuk konteks masa/jaman itu, tidak bisa dibawa ke jaman ini.
Anda kembali ke konsep Alkitab/Kasih (karena Muhammad memang mengambil/belajar dari Alkitab), maka kita bisa jadi sama. Karena punya konsep agama yang sama, yaitu Alquran berasal/mengambil dari Alkitab = Kasih.
Di titik ini…, kita baru punya kesamaan.
Salam.
@imankristen
Kalo kamu gimana man?
Bersedia Menghalangi dengan Kekerasan ngga terhadap Seseorang yang hendak Membunuh ayah kamu?? =)
..
Salam.
@imankristen 286 : Lha aku kan juga sudah menjawab konsep pemisahan kamu itu di nomor 283. Intinya saya cuma mau ngomong masalah pemisahan agama dan negara itu bisa sangat relatif bagi masing2 orang, baik orang itu Islam maupun Kristen. Tafsir mengenai ini batasannya bisa sangat luas sekali baik dalam intern Islam maupun Kristen.
Ada kelompok Islam yang menginginkan dakwah melalui negara, pasti ada juga kelompok Kristen yang menginginkan ide yang mirip dengan itu. Tentu kalo kita bicara dalam lingkup Indonesia, kelompok Islam yang memang lebih menonjol karena Islam mayoritas di sini. Tapi kalo kita bicara dalam lingkup global, kamu bisa melihat tarik menarik mengenai masalah ini ada juga dalam negara2 mayoritas Kristen . Banyak kelompok Kristen yang berupaya memasukkan ajaran2 mereka ke dalam ruang publik memakai alat bantu negara.
Pada sisi yang lain tentu ada juga kelompok Islam yang lebih suka esensi ajaran agama saja yang dimasukkan – dengan berbagai alasan . Demikian juga ada kelompok Kristen yang berpendapat sama. Ajaran agama itu yang penting esensinya. Kelompok ini lumayan besar di negara kita sehingga Pancasila bisa bertahan sampai detik ini. Mengapa ? Karena mereka berpendapat bahwa ideologi negara yaitu Pancasila tidak bertentangan dengan esensi ajaran agama, bahkan esensinya sama. karena itu mereka mendukung.
Selain dua pendapat tadi. Ada juga dari masing-masing kelompok yang murni sekuler, benar-benar menuntut pemisahan agama dan negara secara murni. Artinya agama sama sekali nggak boleh disangkut pautkan. Mereka bahkan mungkin ngomong kalo Pancasila itu ideologi setengah=setengah, dsb.
Jadi ada banyak sekali pendapat, ada banyak sekali tafsir baik dalam Islam maupun Kristen menyangkut hubungan agama dan negara ini.
Jadi sekali lagi kalo menurut saya : Bila kamu berpendapat dalam konsep Kristen, agama harus selalu dipisahkan dengan negara – itu kan konsep kamu.
Dalam arti : Biarpun konsep kamu ini menurut ajaran Kristen tidak bisa dibilang salah, tetapi kamu harus melihat juga bahwa secara faktual memang ada konsep2 yang lain dalam Kristen, mengenai hubungan agama dan negara ini.
Begitu juga sebaliknya, kamu tidak mengambil begitu saja Tafsir satu kelompok Islam – lalu membuat generalisasi bahwa Islam sepenuhnya adalah seperti tafsir mereka.
Bahkan lebih parah lagi : tindakan satu orang/satu kelompok anda anggap mewakili citra suatu agama seluruhnya. Ya nggak bisa gitu kan.
Mengapa ? Ya karena dalam masing-masing agama masih banyak sisi-sisi lain yang juga perlu kita lihat.
Masalah kamu bilang Alquran mengambil dari Alkitab mengenai konsep kasih ? Ya sebenarnya nggak gitu-gitu amatlah. Dalam arti begini : Esensi agama itu kan sebenarnya memang punya kemiripan mengenai ajaran-ajaran untuk berbuat baik, dsb. Tapi intinya ya saya setuju kalo kamu berpendapat ada sisi2 yang sama.
SALAM
@jelasenggak dan imankrsiten
Ngga ada yang Berani menjawab ya?
Manusiawi kok.
Maaf ya..
Saya hanya ingin kalian berpikir jernih.
..
Salam.
@Nitt 285
===> Bisa….
Apa kamu pikir 5 orang tersebut ngga akan mendengarkan suara saya, akalu saya bertindak begitu?
===> Bisa juga….Masih masuk akal kok
Apa kamu pikir 5 orang tersebut ngga akan mendengarkan suara saya, kalu saya bertindak begitu?
he he he…
===> Setelah telp. Polisi, cepet-cepet berbicara sama 5 orang tersebut..
Apa kamu pikir 5 orang tersebut ngga akan mendengarkan suara saya, kalu saya bertindak begitu?
==> kalau yang ini saya ngga akan lakukan ..
Karena kalau udah tinggal 5 meter, yang bisa saya lakukan adalah menarik perhatian para perampok itu agar mau mendengarkan saya saat itu juga.
Memang kalau orang yang ngga ada cinta kasih, pemikiran seperti saya itu dianggap susah untuk dilaksanakan dan ngga masuk akal…
Kamu jangan meragukan kekuatan kata-kata nitt…
Belum dicoba kok sudah berpikir ngga bisa…
salam
@jelasenggak
Baca posting saya itu lagi :
..
Apakah kamu akan Memakai Kekerasan untuk menyelamatkan Nyawa Ayah kamu
Atau kamu Biarkan saja Ayah kamu dibunuh (karena kamu Menolak Memakai Kekerasan)?
..
Dan dari jawaban kamu (setelah saya sedikit “paksa” agar kamu jawab / tanggapi..), kamu memilih untuk :
“Tidak Menggunakan Kekerasan dan Membiarkan Ayah Kamu Terbunuh”
–> (kalo kamu pura2 bingung dgn kesimpulan ini..BACA lagi paragraf 1 dan 2 pada kutipan saya diatas, kemudian BACA lagi jawaban kamu itu..)
..
Jel jel..
Mengakui diri Salah adalah hal yang benar untuk dilakukan daripada mengatakan sesuatu yang menandakan ketidakpedulian terhadap nyawa Ayahnya sendiri.
Saya pikir Harga Diri pun ada batasnya. –> tolong (karena mengenal sifat kamu) jangan membahas kalimat ini.
..
Ok.
Kamu baru saja memberitahu Dunia mengenai Orang (Anak) macam apa kamu dan Agama seperti apa yang kamu anut.
..
Dan jujur saja..
Saya samasekali Tidak Tertarik dengan Sikap dan Ajaran semacam itu. –> tolong (karena mengenal sifat kamu) jangan membahas kalimat ini.
..
Salam.
@ Nitten n jelasnggak : Omongan Mister jelasnggak ini sebenarnya nggak terlalu ada korelasinya dengan topik diskusi.
Biarpun ada seorang Kristen yang asli “baik bener ” seperti Mister jelasnggak kita ini, faktanya : secara praktis juga ada banyak orang Kristen yang lain yang memakai cara lain. Begitu juga dari sisi tafsir, ada banyak tafsir baik dalam Islam dan Kristen menyangkut topik ini.
Jadi silakan saja untuk muridku si Mister jelasnggak ini bila akan memakai caranya ( terlepas dari kita menganggap itu nggak masuk akal atau hipokrit mungkin). Mau ada rampok datang terus akan disuguhi bakpao atau bakpia juga boleh. Mau disuguhi wedang ronde minum bareng sambil belajar agama juga boleh. Namanya juga berandai-andai, iya kan ? hik hik.
Masalah hipokrit ? Ya ada juga kemungkinan itu sih.
Tapi lha wong dia “belum merasa hipokrit” kok, kan belum ada perampok beneran yang menyatroni rumahnya. Jadi kita nggak bisa membuktikan apapun di sini.
Yah kali-kali saja sih doanya dia memang manjur : anak kesayangan Tuhan je – terus rampoknya sebelum membacok mendadak jadi mules duluan. Hi hi hi aneh bin ajaib. Tapi itu kan bisa saja terjadi. Mungkin rampoknya mules karena kebanyakan makan rujak sebelum merampok. Hi Hi Hi. Atau dia mau ngomong kalo bapaknya Superman juga kita nggak bisa apa-apa kan? Kali-kali aja dia benar. Tetangga sebelah rumahnya memang Superhero kita juga nggak tahu. Lha wong cuma berandai-andai. hik hik.
Yah sebagai teman yang baik, kita doakan saja agar tidak ada rampok beneran yang kesasar masuk ke rumah kita semua.
O la la
SALAM Semuanya.
@nitt. # 291.
Kamu ini bener-bener straw man ya..
(maaf ini demi kebaikan kamu juga)
KAmu berkata :
Dari sini saja sudah bisa dilihat dimana letak kesalahannya.
1.Apakah benar, kalau saya pakai kekerasan, saya akan bisa menyelamatkan keluarga saya?
Yang menyerang 5 orang, bawa golok semua, saya 1 orang.
5 lawan 1, apa mungkin saya akan menang kalau melawan? belum tentu kan
2.Apa bener, kalau saya tidak pakai kekerasan, saya tidak akan bisa menyelamatkan keluarga saya…
Bagi orang yang tidak mengerti konsep kasih..
Ngga akan menjawab seperti saya itu nitt.
—-
Kamu berkata:
===> dari mana kamu tau bahwa saya tidak perduli terhadap nyawa ayah saya?
Apa bener, dengan tidak mempergunakan kekerasan melawan 5 orang penyerang keluarga saya itu, itu berarti saya tidak perduli terhadap nyawa ayah saya?
Jadi saya salah dimana ya.?
==> Apa ya? Coba beri tahu?
——————-
Bagi orang yang tidak mengerti konsep kasih..
Ngga akan nyampe pemikiran seperti itu…
Silahkan baca injil…
Salam.
@jelasenggak
Kamu katakan :
1. Belum Tentu. Banyak Faktor yang Terlibat. Tapi dalam kasus saya ini (yang TELAH saya katakan sebelumnya) :
“Kalo Ngga Pakai Kekerasan, Ayah Kamu PASTI Mati.”
2. PASTI (seperti telah saya katakan sebelumnya)
..
Ini namanya Contoh Kasus jel (kalo nanti kamu kuliah kamu kemungkinan besar akan sering menemui cara pembelajaran seperti ini..)
Jawab berdasarkan konteks kasus yang diberikan.
..
Kamu katakan :
Ya.
Karena kamu telah sepenuhnya sadar bahwa dalam kasus ini, “Tanpa Kekerasan, kamu Tidak Akan Dapat menyelamatkan Ayah kamu”.
..
Kamu katakan :
Seorang Anak yang Durhaka dan Agama yang (maaf) Biadab (karena Tidak Memperbolehkan pengikutnya untuk Membela Ayahnya Sendiri dari Maut)
Memangnya ngga jelas ya?? =)
..
Kamu katakan :
Bukannya “Bagi orang yang mengerti Akal Sehat..Ngga akan mempertimbangkan (bahkan sekedar memikirkan..) pemikiran semacam ini” ??
Pemikiran “Apapun Alasannya, Saya Tidak Boleh Menggunakan Kekerasan, bahkan bila itu artinya ayah saya sendiri Terbunuh”.
..
Kamu katakan :
Sudah.
Berulangkali.
Makanya saya Pede aja Ngomong begini.
..
Salam.
@nitten #294.
====> Ohh… contoh toh…ck ck ck.. saya kira beneran nitt..
he he he
Jadi berdasarkan contoh itu (dan semua asumsinya), kamu menyimpulkan bahwa saya ini anak durhaka dan agama saya agama yang biadab.
Hmmm…?
Pikiran kamu itu…
salam.
@jelasenggak
Jawab aja Contoh Kasus saya itu :
“Dengan Asumsi Ayah kamu akan Terbunuh bila kamu Tidak Memakai Kekerasan, Apakah kamu bersedia/diperbolehkan untuk menggunakan Kekerasan?”
Jawab aja.
..
Salam.
Hi Hi hi…Tambah meriah aje.
@lovepassword
Si jelasenggak ini beneran ngga ngerti lho pertanyaan saya sebelumnya itu..
Jadi dia mengatakan ini :
Tapi meskipun kemampuannya begitu kalo disuruh Tanya-tanya dulu ke orang lain (sebelum main hajar aja Posting disini) ngga mau..
..
Ngerti kan sekarang kenapa saya bilang waktu itu ke kamu “selamat bersenang-senang meladeni pikiran mereka..” ? =)
..
Biasa lah.
..
Salam.
Kalo mas iman kris pernah ngomong sama si jelasnggak bahwa dia cocok jadi pendeta, apa ya semua pendeta emang tipikalnya suka mbulat-mbulet nggak jelas begeto yak……
**prihatin mode on**
Salam
@nitt
Penuh Fallacy.
Itu judulnya.