<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Iman Kristen</title>
	<atom:link href="http://imankristen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imankristen.wordpress.com</link>
	<description>Dari Iman menuju kepada Iman</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 05:30:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='imankristen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Iman Kristen</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://imankristen.wordpress.com/osd.xml" title="Iman Kristen" />
	<atom:link rel='hub' href='http://imankristen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Penyataan Allah</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2009/12/28/penyataan-allah-2/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2009/12/28/penyataan-allah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 13:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Penyataan Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Penyataan Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Penyataan Firman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Alkitab jelas sekali Allah menyatakan dirinya dalam 2 penyataan, yaitu penyataan umun (alam) dan penyataan khusus (firman). Penyataan alam sebelum adam berdosa sesungguhnya sempurna adanya. Melalui alam, manusia dapat mengenal Allah dengan jernih, karena alam menjadi cermin yang jernih untuk menyatakan kemuliaan Allah. Maz.19:2-3 dengan jelas menyatakan hal tersebut. &#8220;Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=181&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Alkitab jelas sekali Allah menyatakan dirinya dalam 2 penyataan, yaitu penyataan umun (alam) dan penyataan khusus (firman).</p>
<p>Penyataan alam sebelum adam berdosa sesungguhnya sempurna adanya. Melalui alam, manusia dapat mengenal Allah dengan jernih, karena alam menjadi cermin yang jernih untuk menyatakan kemuliaan Allah.</p>
<p>Maz.19:2-3 dengan jelas menyatakan hal tersebut.</p>
<blockquote><p>&#8220;Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tanganNya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan berita itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar&#8221;<span id="more-181"></span></p></blockquote>
<p>Penyataan khusus (firman) juga diberikan kepada Adam agar mengerti apa tugas yang harus Adam lakukan.</p>
<p>Adam dicipta untuk mempermuliakan Allah melalui ketaatannya. Penyataan alam secara lengkap dan jernih menyatakan Allah, penyataan Khusus diberikan setara dengan penyataan alam untuk &#8220;menuntut&#8221; ketaatan Adam sebagai mahluk ciptaan Allah.</p>
<p>Setelah Adam jatuh kedalam dosa, maka penyataan Allah masih menyatakan keberadaan Allah, tapi bukan hanya kasih dan kebaikan Allah, namun juga <strong>murka</strong> Allah.</p>
<p>Firman Allah juga sebagai penyataan khusus, untuk mengembalikan manusia kepada ketaatan semua melalui jasa Kristus di kayu salib, menyatakan kasih dan kesabaran Allah tapi penyataan khusus (firman) juga sekarang menyatakan murka Allah atas orang berdosa. Taurat diberikan sebagai rontgent agar manusia mengerti hukuman Allah yang menimpa diri manusia yang sadar (taurat) sudah berdosa dan layak dihukum.</p>
<p>Penyataan alam cukup jelas bahkan sangat jelas menyatakan siapa Allah yang sesungguhnya, tetapi sekali lagi, dosa, mengakibatkan manusia secara aktif melawan kebenaran.</p>
<p>Roma 1:18</p>
<blockquote><p>Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia yang menindas kebenaran dengan kelaliman.</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=181&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2009/12/28/penyataan-allah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>77</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi: Dosa Manusia</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2009/08/22/diskusi-dosa-manusia/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2009/08/22/diskusi-dosa-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 12:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[Asal muasal dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Dosa Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[dosa pertama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Post ini merupakan khusus diskusi antara Iman KRisten dan Lovepassword. Pertanyaan Lovepassword&#8230; ==== Ha Ha ha , lha gicu baguslah, masak elo maksa manusia lagi nggak mau diskusi kamu paksa biar kamu keliatan gaya gicu. Maksudku ketimbang kamu sok jagoan nggak ada yang nanggepin kan kasihan. Biarlah guru SDmu ini ngobrol-ngobrol sama kamu. Saya buat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=170&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Post ini merupakan khusus diskusi antara Iman KRisten dan Lovepassword.</p>
<p>Pertanyaan Lovepassword&#8230;</p>
<p>====<span id="more-170"></span></p>
<p>Ha Ha ha , lha gicu baguslah, masak elo maksa manusia lagi nggak mau diskusi kamu paksa biar kamu keliatan gaya gicu. Maksudku ketimbang kamu sok jagoan nggak ada yang nanggepin kan kasihan. Biarlah guru SDmu ini ngobrol-ngobrol sama kamu.</p>
<p>Saya buat pertanyaan mengenai Kristen untuk kamu, lah buat apa hik hik hik. Tapi Oke deh, kacian dikau kalo nggak tak turuti.</p>
<p>OK silahkan kamu buat threat baru di blog kamu : Dosa Manusia</p>
<p>OK deh, saya tanya sederhana saja :</p>
<p>Apa tujuan Tuhan membuat pohon pengetahuan baik dan jahat di Taman Eden sehingga buah tersebut membuat Hawa khususnya dan manusia pada umumnya jatuh dalam dosa ? Apakah Tuhan yang Maha Tahu tidak tahu bahwa pohon itu akan membuat manusia jatuh dalam dosa? Atau ada rencana lain mungkin?</p>
<p>========<br />
Jawaban Iman Kristen:</p>
<p><em>Ha Ha ha , lha gicu baguslah, masak elo maksa manusia lagi nggak mau diskusi kamu paksa biar kamu keliatan gaya gicu. Maksudku ketimbang kamu sok jagoan nggak ada yang nanggepin kan kasihan. Biarlah guru SDmu ini ngobrol-ngobrol sama kamu.</em></p>
<p>He he he&#8230;.</p>
<p>Apa ndak salah tuh&#8230;, di blog fietria kan anda yang memang sungguh-sungguh mau minta diskusi&#8230;<em><br />
</em></p>
<p><em>=======</em></p>
<p><em>Saya buat pertanyaan mengenai Kristen untuk kamu, lah buat apa hik hik hik. Tapi Oke deh, kacian dikau kalo nggak tak turuti.</em></p>
<p><em>OK silahkan kamu buat threat baru di blog kamu : Dosa Manusia</em></p>
<p>He he he&#8230;, diskusi dengan ahteis&#8230;, mabok ngak bisa jawab&#8230;. eh&#8230;, minta jawaban ke saya dengan pura-pura ngajak diskusi&#8230;.<br />
Bilang saja dengan terus terang pengen tahu jawaban orang theis untuk atheis..</p>
<p>======</p>
<p><em>OK deh, saya tanya sederhana saja :</em></p>
<p><em>Apa tujuan Tuhan membuat pohon pengetahuan baik dan jahat di Taman Eden sehingga buah tersebut membuat Hawa khususnya dan manusia pada umumnya jatuh dalam dosa ? Apakah Tuhan yang Maha Tahu tidak tahu bahwa pohon itu akan membuat manusia jatuh dalam dosa? Atau ada rencana lain mungkin?</em></p>
<p>Hua ha ha&#8230;.. Bener khannn&#8230;.</p>
<p>Udah deh&#8230;, pake acara asal dosa via kristen (apel).</p>
<p>Langsung saja tanya ke: <strong>Kalau Allah mahakuasa&#8230;, kenapa ada kejahatan di dunia ini??</strong></p>
<p>Lho&#8230;, saya khan udah jawab di blog-nya atheis itu (si IQ-150?). Apa lupa jawaban saya? Jawaban saya itu kan bernuansa Kristen.</p>
<p>Saya akan ulangi lagi jawaban saya&#8230;(secara sekilas: Kristus sudah disediakan untuk menebus dosa sebelum dunia dijadikan. Dosa ada karena adanya &#8230;&#8230;&#8230;. yang diberikan Allah. &#8230;&#8230;&#8230;.. ada karena&#8230; he he he&#8230;. keenakan anda), tapi setelah melihat jawaban moslem.</p>
<p>1. Kapan pertama sekali dosa ada didunia menurut Q?</p>
<p>2. Kenapa Allah maha Kuasa tidak bisa menahan (berkuasa) atas dosa itu?</p>
<p>Bagaimana pendapat Q mengenai hal ini?</p>
<p>Tuhan Yesus memberkati anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=170&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2009/08/22/diskusi-dosa-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>90</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tritunggal: Bukti-Bukti Perjanjian Lama</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/12/tritunggal-bukti-bukti-perjanjian-lama/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/12/tritunggal-bukti-bukti-perjanjian-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 15:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>
		<category><![CDATA[Perjanjian Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Perjanjian Lama]]></category>
		<category><![CDATA[Tritunggal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian dari Bapa-Bapa Gereja awal dan juga teolog-teolog masa kini, dengan tidak memperhatikan karakter progresif dari wahyu Allah, memberi kesan bahwa doktrin Allah Tritunggal telah secara lengkap dinyatakan dalam Perjanjian Lama. Di pihak lain, penganut Siconian dan Arminian berpendapat bahwa doktrin Trituggal ini sama sekali tidak ada dalam Perjanjian Lama. Kedua-duanya keliru. Perjanjian Lama tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=53&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian dari Bapa-Bapa Gereja awal dan juga teolog-teolog masa kini, dengan tidak memperhatikan karakter progresif dari wahyu Allah, memberi kesan bahwa doktrin Allah Tritunggal telah secara lengkap dinyatakan dalam Perjanjian Lama. Di pihak lain, penganut Siconian dan Arminian berpendapat bahwa doktrin Trituggal ini sama sekali tidak ada dalam Perjanjian Lama. Kedua-duanya keliru.</p>
<p><span id="more-53"></span>Perjanjian Lama tidak sepenuhnya berisi wahyu tentang doktrin Tritunggal tetapi hanya mengandung sedikit indikasi atau petunjuk tentangnya. Dan inilah yang memang diharapkan.</p>
<blockquote><p>Alkitab tidak pernah berhubungan dengan doktrin Tritunggal sebagai suatu kebenaran yang abstrak, akan tetapi Alkitab mengungkapkan kehidupan Tritunggal dalam berbagai hubungan sebagai satu kenyataan yang hidup, sampai satu derajat tertentu dalam hubungan dengan karya penciptaan dan providensia, akan tetapi secara tertentu dalam hubungan dengan karya penebusan.</p></blockquote>
<p>Wahyunya yang paling dasar adalah wahyu yang diberikan dalam <strong>fakta-fakta</strong> dan bukannya dalam<strong> kata-kata</strong>. Dan wahyu ini terus meningkat dalam ukuran di mana karya penebusan Allah sebagaimana dalam inkarnasi Allah Putra dan pencurahan Roh Kudus. Dan makin jelas kenyataan kemuliaan Tritunggal berdiri dalam perjalanan sejarah, makin jelas pula jadinya pernyataan doktrin itu. Wahyu yang paling lengkap dari Allah Tritunggal dalam Perjanjian Baru berkaitan dengan kenyataan bahwa Firman itu telah menjadi daging dan Roh Kudus tinggal dalam gereja.</p>
<p>Bukti mengenai Tritunggal kadang-kadang telah ditemukan dalam perbedaan antara nama Yehova dan Elohim, dan juga dalam bentuk jamak Elohim itu sendiri, dan bukti kedua itu masih meragukan, walaupun Rottenberg masih berpegang atas bukti tersebut dalam bukunya. Jauh lebih masuk akal juga ayat-ayat di mana Allah membicarakan diri-Nya sendiri dalam bentuk jamak daam Kej.1:26; 11:7, mengandung petunjuk adanya perbedaan pribadi dalam diri Allah, walaupun semunya ini tidak menunjuk kepada Allah Tritunggal akan tetapi hanya menunjukkan keadaan yang jamak dari pribadi-pribadi itu. Petunjuk-petunjuk yang lebih jelas dari perbedaan-perbedaan seperti ini dapat ditemukan dalam ayat-ayat yang membicarakan Malaikat Yehova, yang disatu pihak berbeda dengan Dia, tetapi dipihak lain identik dengan Yehova.</p>
<p>Kej.16:7-13; 18:1-21; 19:1-28; Mal.3:1 dan juga ayat-ayat di mana Perkataan Hikmat Allah dipersonifikasikan, Maz.33:4,6; Ams.8:12-31. Dalam beberapa hal lebih dari satu disebutkan, Mzm.33:6; 45:6-7; (band. Ibr.1:8,9), dan di tempat lain Allah adalah pembicaranya, dan menyebutkan baik Mesias maupun Roh, Yes.48:16; 63:9,10. Jadi Perjanjian Lama berisi antisipasi yang jelas dari wahyu yang lebih lengkap dari Tritunggal dalam Perjanjian Baru.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=53&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/12/tritunggal-bukti-bukti-perjanjian-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>498</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pribadi Allah Dan Tritunggal</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/11/pribadi-allah-dan-tritunggal/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/11/pribadi-allah-dan-tritunggal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 14:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Allah Tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Tri-Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, atribut-atribut Allah yang ditemukan juga dalam makhluk ciptaan (communicable attributes) menekankan kepribadian-Nya, sebab mereka menyatakan diri-Nya sebagai Keberadaan moral dan rasional. Kehidupan Allah menjulang di depan kita dengan jelas dalam Alkitab sebagai kehidupan personal; dan tentu saja sangatlah penting untuk tetap berpegang pada kepribadian Allah, sebab tanpanya tak akan mungkin ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=52&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, atribut-atribut Allah yang ditemukan juga dalam makhluk ciptaan (<em>communicable attributes</em>) menekankan kepribadian-Nya, sebab mereka menyatakan diri-Nya sebagai Keberadaan moral dan rasional. Kehidupan Allah menjulang di depan kita dengan jelas dalam Alkitab sebagai kehidupan personal; dan tentu saja sangatlah penting untuk tetap berpegang pada kepribadian Allah, sebab tanpanya tak akan mungkin ada agama dalam arti yang sebenar-benarnya: tidak ada doa, tidak ada persekutuan pribadi, tidak ada kepercayaan yang penuh, tidak ada pengharapan yang benar.</p>
<p><span id="more-52"></span>Karena manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, kita belajar untuk memahami sesuatu tentang kehidupan pribadi dari Allah yang terpancar dari kepribadian-Nya sebagaimana dapat kita ketahui dalam manusia. Akan tetapi kita harus selalu hati-hati, untuk tidak meletakkan kepribadian manusia sebagai patokan yang dengannya kepribadian Allah harus diukur.</p>
<blockquote><p>Bentuk asli dari kepribadian tidaklah berada dalam diri manusia tetapi dalam diri Allah: Kepribadian Allah adalah bentuk cetakan awal, sedangkan kepribadian manusia adalah hasil cetakannya. Kepribadian manusia tidaklah persis sama dengan kepribadian Allah, tetapi masih membawa bekas-bekas yang samar dari kepribadian Allah itu.</p></blockquote>
<p>Kita seharusnya tidak berkata bahwa manusia itu bersifat pribadi, dan Allah itu super-pribadi (satu istilah yang sangat tidak tepat), sebab apa yang super pribadi itu bukanlah pribadi; akan tetapi kita harus mengatakan bahwa apa yang tidak sempurna dalam diri manusia ada dalam kesempurnaan yang tiada terbatas dalam diri Allah. Satu perbedaan mencolok antara keduanya adalah bahwa manusia bersifat <em>uni-personal</em>, sedangkan Allah adalah <em>tri-personal</em>. Dan eksistensi tri-personal ini adalah kepentingan dalam Pribadi Ilahi, dan bukan dalam arti apapun sebagai pilihan dari Allah.</p>
<p>Allah tidak dapat hadir selain dalam keadaan tri-personal itu, posisi ini telah lama sekali diperdebatkan dalam berbagai cara. Sangat umum untuk membantahnya dari pemahaman tentang kepribadian itu sendiri. Shedd mendasarkan argumennya atas kesadaran diri umum dari Allah Tritunggal, sebagai sesuatu yang sangat berbeda dengan kesadaran diri individual secara tertentu dari masing-masing pribadi dari pribadi-pribadi Allah Tritunggal, sebab dalam kesadaran diri, subyek harus tahu bahwa dirinya sendiri adalah obyek, dan harus mengaku bahwa ia memang sedemikian.</p>
<blockquote><p>Hal ini mungkin dalam diri Allah sebab eksistensinya yang tiga dalam satu. Ia berkata bahwa Allah tidak mungkin melihat pada diri sendiri, berpikir sendiri, dan bersatu sesama sendiri, jika seandainya Ia tidak merupakan tiga pribadi dalam satu kesatuan. Bartlett mengetengahkan dengan satu cara yang menarik, satu jenis pemikiran untuk membuktikan bahwa Allah haruslah tiga pribadi.</p></blockquote>
<p>Argumentasi kepribadian, paling tidak untuk membuktikan pluralitas dalam diri Allah, dapat ditempatkan seperti ini: Di antara manusia, ego bangkit menjadi kesadaran hanya melalui hubungan dengan apa yang bukan ego. Kepribadian tidaklah tumbuh atau hadir sendirian saja, tetapi hanya dalam hubungan dengan pribadi pribadi yang lain yang setara dalam diri-Nya. Hubungan-Nya dengan makhluk-Nya tidak menghendaki adanya kepribadian-Nya lagi lebih dengan hubungan-hubungan manusia dengan binatang akan menerangkan kepribadiannya.</p>
<p>Dari sudut pandang eksistensi tiga pribadi Allah ada satu kepenuhan tanpa batas dari kehidupan ilahi dalam diri Allah. Paulus membicarakan soal <em>pleroma</em> (kepenuhan) Allah dalam Ef.3:19; dan Kol.1:9; 2:9. Berdasarkan fakta bahwa ada tiga pribadi dalam diri Allah, lebih baik jika kita katakan bahwa Allah adalah pribadi dan sebaliknya kita tidak berkata bahwa Allah sebagai sesuatu pribadi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=52&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/11/pribadi-allah-dan-tritunggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>123</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tritunggal Tahap Kemudian</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/10/tritunggal-tahap-kemudian/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/10/tritunggal-tahap-kemudian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 02:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Barth]]></category>
		<category><![CDATA[Doktrin Subordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesatuan dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Modalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Tritunggal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Sesudah masa tahap awal tersebut, kita tidak lagi mendapati perkembangan yang lebih jauh dari doktrin Tritunggal, tetapi hanya berulang-ulang berhadapan dengan kekeliruan-kekeliruan masa-masa sebelumnya. Kaum Arminian, Episkopus, Curcellaeus dan Limborgh memperbaharui doktrin subordinasi kembali, seolah-olah ingin tetap mempertahankan kesatuan Allah. Mereka menganggap Allah Bapa memiliki kekuasaan tertentu atas kedua pribadi lain, dalam tingkatan, kemuliaan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=51&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesudah masa tahap awal tersebut, kita tidak lagi mendapati perkembangan yang lebih jauh dari doktrin Tritunggal, tetapi hanya berulang-ulang berhadapan dengan kekeliruan-kekeliruan masa-masa sebelumnya. Kaum Arminian, Episkopus, Curcellaeus dan Limborgh memperbaharui doktrin subordinasi kembali, seolah-olah ingin tetap mempertahankan kesatuan Allah. Mereka menganggap Allah Bapa memiliki kekuasaan tertentu atas kedua pribadi lain, <em>dalam tingkatan</em>, <em>kemuliaan</em> dan <em>kuasa</em>.</p>
<p><span id="more-51"></span>Satu posisi yang kurang lebih sama dipegang juga oleh Samuel Clarke di Inggris dan oleh para teolog Lutheran, Kahnis. Yang lain lagi mengikuti posisi Sabellius dengan cara mengajarkan satu spesies Modalisme, seperti misalnya, Emanuel Swedenborg, yang berpendapat bahwa Manusia-ilahi yang kekal menjadi daging dalam diri Sang Putra, dan bekerja melalui Roh Kudus; Hegel, yang mengatakan bahwa Allah Bapa sebagai Allah dalam diri-Nya sendiri, bahwa Allah Putra sebagai Allah yang mengobyektifkan diri sendiri dan tentang Roh Kudus sebagai Allah yang kembali kepada diri-Nya sendiri; dan Scheleiermacher yang menganggap ketiga pribadi semata-mata hanyalah tiga aspek dari Allah: Allah Bapa adalah Allah sebagai kesatuan dasar dari segala sesuatu, Allah Putra adalah Allah yang masuk ke dalam kesadaran kepribadian dalam diri manusia, dan Roh Kudus adalah Allah yang hidup dalam gereja.</p>
<p>Kaum Socinian pada jaman itu bergerak disepanjang jalur Arian, tetapi kemudian melangkah melampaui Arius, dengan cara menjadikan Kristus semata-mata sebagai manusia dan Roh Kudus hanyalah satu kekuasaan atau pengaruh. Mereka semua adalah pelopor dari kaum Unitarian dan juga para teolog liberal, yang mengatakan Yesus hanyalah guru ilahi, dan mengidentifikasikan Roh Kudus sebagai Allah yang imanen.</p>
<p>Akhirnya ada juga orang-orang yang oleh karena mereka menganggap pernyataan dari doktrin dari satu Tritunggal ontologis sebagai doktrin yang tidak dapat dipahami dengan mudah, ingin menghentikannya dan merasa puas dengan satu doktrin Tritunggal yang ekonomis, satu Tritunggal sebagaimana yang diungkapkan dalam karya penebusan dan dalam pengalaman manusia sebagaimana dikemukakan oleh Moses Stuart, W.L. Alexander, dan W.A. Brown. Untuk satu masa yang panjang rasa tertarik akan doktrin Tritunggal makin menjadi cerah, dan diskusi-diskusi teologis lebih memusatkan pada kepribadian Allah.</p>
<p>Brunner dan Barth kembali menarik perhatian dalam hal ini. Barth menempatkannya pada posisi terdepan, membicarakannya dalam hubungan dengan doktrin pewahyuan, dan menghabiskan 220 halaman dari buku dogmatikanya untuk membicarakan doktrin ini. Secara material Barth menurunkan doktrin ini dari Alkitab akan tetapi secara formal dan logis ia mendapati bahwa doktrin ini tercakup dalam kalimat sederhana &#8220;Allah berkata&#8221;.</p>
<p>Ia adalah Yang Menyatakan (Allah Bapa), Wahyu (Allah Putra), dan Apa yang terungkap (Roh Kudus). Allah mewahyukan diri-Nya sendiri, Ia adalah Wahyu dan Ia adalah juga isi dari wahyu itu. Allah dan wahyu-Nya sama persis. Ia tetaplah Allah dalam Wahyu-Nya, bebas dan berdaulat secara mutlak. Pandangan Barth ini bukanlah salah satu jenis dari Sabelianisme, karena Bath menyadari adanya tiga pribadi dalam Allah Tritunggal.</p>
<p>Lebih jauh lagi, Barth sama sekali tidak memperbolehkan adanya posisi tentang subordinasi. Barth berkata:</p>
<blockquote><p>&#8220;Jadi, bagi Allah yang sama, yang dalam kesatuan yang tak terpasangkan adalah Ia yang Mewahyukan, Wahyu dan isi dari wahyu itu, juga tidak mempunyai jenis pasangan dalam diri-Nya dengan tepat tiga cara keberadaan ini.&#8221;</p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=51&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/10/tritunggal-tahap-kemudian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tritunggal Tahap Awal</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/09/tritunggal-tahap-awal/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/09/tritunggal-tahap-awal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 14:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Allah Tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Keilahian Esensial]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi-Pribadi Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang Yahudi pada jaman Tuhan Yesus sangat menekankan kesatuan Allah, dan penekanan ini terus dipertahankan dalam gereja Kristen. Akibatnya adalah bahwa sebagian orang kemudian menyingkirkan perbedaan pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu satu persatu, dan yang lain gagal dalam memberikan penjelasan yang sempurna pada keilahian esensial dari pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu satu persatu, dan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=50&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang-orang Yahudi pada jaman Tuhan Yesus sangat menekankan kesatuan Allah, dan penekanan ini terus dipertahankan dalam gereja Kristen. Akibatnya adalah bahwa sebagian orang kemudian menyingkirkan perbedaan pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu satu persatu, dan yang lain gagal dalam memberikan penjelasan yang sempurna pada keilahian esensial dari pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu satu persatu, dan yang lain gagal dalam memberikan penjelasan yang sempurna pada keilahian esensial dari pribadi kedua dan ketiga Allah Tritunggal.</p>
<p><span id="more-50"></span>Tertulian adalah orang pertama yang memakai istilah Tritunggal dan memformulasikan doktrin tersebut, tetapi formulasinya masih memiliki cacat, sebab dalam formulasi itu ia meletakkan posisi Allah Anak di bawah Allah Bapa. Origen bahkan maju lebih jauh dengan mengajarkan secara eksplisit bahwa Allah Putra berada dalam posisi di bawah Allah Bapa dalam <em>esensi</em>-Nya, dan bahkan Roh Kudus berada di bawah Allah Putra. Origen mengambil keilahian esensial dari kedua pribadi dalam Allah Tritunggal ini, dan menyiapkan jalan bagi orang-orang Arian yang menyangkal keilahian dari Allah Putra dan Allah Roh Kudus dengan cara mengatakan bahwa Allah Putra adalah makhluk ciptaan pertama dari Allah Bapa, dan Roh Kudus adalah makhluk ciptaan pertama dari Allah Putra.</p>
<p>Karena itu konsubstansialitas dari Allah Putra dan Roh Kudus dari Bapa dihancurkan, dalam upaya untuk mempertahankan kesatuan dari Allah; dan ketiga pribadi dari Allah Tritunggal dijadikan berbeda tingkatan. Kelompok Arian masih tetap berpegang pada doktrin seperti ini dalam ketiga pribadi Allah Tritunggal, tetapi hal ini pun diabaikan sama sekali oleh penganut Monarchianisme, sebagian karena mereka sangat memperhatikan kesatuan Allah, dan sebagian karena mereka ingin memperhatikan keilahian Allah Putra.</p>
<p>Monarchianisme Modalistik menganggap Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus semata-mata adalah tiga cara manifestasi yang diungkapkan berturut-turut oleh Allah. Dipihak lain ada juga orang-orang yang kehilangan pandangan akan kesatuan Allah sampai sedemikian jauh, sehingga mereka sampai pada paham Triteisme. Sebagian dari kelompok Monofisit akhir, seperti John Ascunages dan John Philoponus, jatuh ke dalam kesalahan ini.</p>
<p>Selama Abad Pertengahan kaum Nominalis seperti Roscelinus, dihukum karena kesalahan yang sama. Gereja mulai memformulasikan doktrinnya tentang Allah Tritunggal dalam abad keempat. Konsili Nicea menyebutkan Allah Putra sama esensiNya dengan Allah Bapa (325 M), sedangkan konsili Konstantinopel (381 M) menekankan keilahian Roh Kudus, walaupun tidak dengan ketepatan yang sama.</p>
<blockquote><p>Berkenaan dengan inter-relasi dari ketiganya secara resmi diakui bahwa Allah Putra dihasilkan oleh Allah Bapa, dan Allah Roh Kudus keluar dari Allah Bapa dan Allah Putra.</p></blockquote>
<p>Di Timur doktrin tentang Allah Tritunggal mencapai puncak pernyataannya dalam karya John dari Damaskus, dan di Barat dalam karya besar Agustinus <em>De Trinitae</em>. Karya John dari Damaskus masih mengandung elemen subordinasi, yang kemudian sama sekali disingkirkan dalam karya Agustinus.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=50&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/09/tritunggal-tahap-awal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panggilan Efektif</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/08/panggilan-efektif-2/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/08/panggilan-efektif-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 15:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Injil]]></category>
		<category><![CDATA[Kaum Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Panggilan Efektif]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Firman]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang lain yang bukan kaum pilihan, meskipun mereka mungkin terpanggil melalui pelayanan Firman, dan mungkin memiliki karya umum Roh, akan tetapi mereka tidak akan pernah sungguh-sungguh datang kepada Kristus dan oleh karena itu tidak bisa diselamatkan. Mereka yang tidak mengakui agama Kristen tidak bisa diselamatkan dengan cara apa pun, walaupun mereka begitu bertekun untuk membentuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=49&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang-orang lain yang bukan kaum pilihan, meskipun mereka mungkin terpanggil melalui pelayanan Firman, dan mungkin memiliki karya umum Roh, akan tetapi mereka tidak akan pernah sungguh-sungguh datang kepada Kristus dan oleh karena itu tidak bisa diselamatkan.</p>
<p><span id="more-49"></span>Mereka yang tidak mengakui agama Kristen tidak bisa diselamatkan dengan cara apa pun, walaupun mereka begitu bertekun untuk membentuk kehidupan mereka seturut terang dalam penyataan alam dan hukum dari agama-agama yang mereka akui. Menyatakan dan mempertahankan pandangan bahwa orang-orang demikian mungkin selamat merupakan hal yang sangat merusak dan harus ditolak.</p>
<p>Prinsip yang dapat kita peroleh adalah:</p>
<ol>
<li>bahwa manusia yang tidak dipilih tidak akan diselamatkan</li>
<li>karena mereka tidak akan datang kepada Kristus</li>
<li>meskipun mereka mungkin telah mendengar Firman Allah dan telah dipengaruhi secara luar biasa oleh kuasa supernatural, dan</li>
<li>bahwa terang dari wahyu alam tidak dapat memberikan kepada orang yang belum mendengarkan Injil suatu dasar bagi iman yang menyelamatkan, oleh karena itulah mereka tidak memiliki Allah dan tidak memiliki pengharapan.</li>
</ol>
<p>Dari seluruh manusia yang ada, hanya sebagian yang telah mendengar Injil. Dari jumlah ini pun hanya sebagian yang dipengaruhi oleh Injil menuju keselamatan. Hanya kaum pilihan yang merespons Injil, dan hal ini terjadi hanya setelah dan karena, Allah memberikan mereka hati yang baru melalui kuasa kreatif Roh Kudus-Nya dalam kelahiran baru. Kemampuan rohani ini hanya diberikan kepada kaum pilihan, dan itulah sebabnya mereka datang kepada Kristus untuk diselamatkan. Segala pujian hanya bagi Allah saja</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=49&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/08/panggilan-efektif-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Tahu</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 12:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Aku Tahu]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[Rasio]]></category>
		<category><![CDATA[Superior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230;..Aku Tahu Siapa Yang Aku Percaya&#8230;.&#8221; (2 Tim.1:12) Perikop ini diambil dari surat Paulus untuk Timotius. Bagian awal dari perikop ini, Paulus menekankan pentingnya iman yang dimiliki oleh Timotius yang dimulai oleh neneknya Lois dan ibunya Eunice dan yang sekarang ada pada Timotius. Apakah artinya judul diatas? Apakah rasio (Aku tahu) bisa berdampingan dengan iman? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=48&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">&#8220;&#8230;..Aku Tahu Siapa Yang Aku Percaya&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">(2 Tim.1:12)</p>
<p>Perikop ini diambil dari surat Paulus untuk Timotius. Bagian awal dari perikop ini, Paulus menekankan pentingnya iman yang dimiliki oleh Timotius yang dimulai oleh neneknya Lois dan ibunya Eunice dan yang sekarang ada pada Timotius.</p>
<p><span id="more-48"></span>Apakah artinya judul diatas? Apakah rasio (Aku tahu) bisa berdampingan dengan iman? Siapakah yang lebih superior?</p>
<p>1. Iman lebih mendahului daripada rasio.</p>
<p>Manakah yang lebih superior? Iman atau rasio? Paulus sebelum menuliskan kalimat diatas, mendahului dengan tulisan mengenai iman. Itu berarti iman harus lebih dahulu daripada rasio. Di bagian lain dari Alkitab, Paulus menuliskan &#8220;Orang benar akan hidup melalui iman.&#8221; Iman menempati urutan yang teratas, bagian yang primer, lebih penting daripada segala sesuatu. Jadi mengerti ayat diatas adalah dalam konteks iman yang lebih mendahului dari pada rasio.</p>
<p>2. Iman harus dapat dipertanggungjawabkan di hadapan manusia.</p>
<p>Iman memang mendahului rasio dan menjadi pondasi bagi rasio, namun iman itu harus dapat dipertanggungjawabkan dengan rasio yang dapat dimengerti dengan sungguh-sungguh. Untuk inilah orang Kristen berapologetika, yaitu memberikan pertanggungjawaban atas <a title="Iman Kristen" href="http://imankristen.wordpress.com/">Iman Kristen</a> yang mereka miliki. Iman itu tidak terlihat oleh manusia dan dengan imanlah manusia berdiri dihadapan Tuhan. Tetapi ketika manusia berdiri dihadapan Tuhan, disaat yang sama manusia juga berdiri di hadapan manusia lainnya. Imannya kepada Allah yang tidak terlihat oleh manusia, harus dinyatakan kepada manusia sekitarnya dengan rasio. Manusia harus memberikan alasan kepada manusia lainnya mengapa ia berdiri di hadapan Tuhan. Jadi, dengan pengetahuan, kita mengerti mengapa kita berdiri dihadapan Tuhan dan <em>dengan pengetahuan sejati itu juga kita dapat membagi-bagikan iman yang murni kepada setiap orang lainnya</em>.</p>
<p>3. Rasio tidak boleh dibunuh oleh iman.</p>
<p>Rasio dicipta oleh Tuhan sebagai suatu yang penting. Manusia disebut sebagai manusia karena memiliki unsur rasio, emosi dan kemauan. Ketiga hal itulah yang menjadi pembentuk dasar manusia. Karena rasio diciptakan oleh Allah, maka rasio tidak boleh dibunuh. Menghancurkan dan membunuh ciptaan Allah artinya melawan Allah juga. Jadi proses pembunuhan rasio oleh iman merupakan proses perlawanan kepada Allah juga yang menciptakan rasio.</p>
<p>4. Rasio tidak boleh membunuh iman.</p>
<p>Ada kalanya rasio bertemu dengan kesulitan untuk mengerti kebenaran Allah, maka disinilah rasio harus tahu bagaimana menempatkan dirinya. Rasio tidak boleh membunuh iman dengan mengatakan bahwa ini tidak sesuai dengan apa yang rasio miliki. Atau ini tidak sesuai dengan rasio saya. Pembunuhan iman dengan rasio juga merupakan pembunuhan akan masa depan kita juga. Karena iman adalah bagaimana kita berdiri dihadapan Allah. Pembunuhan iman berarti merupakan peruntuhan kaki kita untuk berdiri tegak dihadapan Allah.</p>
<p>5. Penggunaan Rasio adalah bukti mengasihi Allah.</p>
<p>Orang beriman berarti orang yang mempersembahkan rasionya kepada Allah. Itu adalah salah satu syarat kasih yang sempurna. &#8220;Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap <em>akal budimu</em>.&#8221; Anda sudah mengasihi Allah? Gunakan segenap rasiomu untuk memuliakan Allah.</p>
<p>6. Rasio adalah objek dari kebenaran.</p>
<p>Ketika rasio meneliti kebenaran, siapakah yang menjadi subject? Apakah rasio? Disinilah pengertian rasio itu harus dilandaskan pada pondasi iman yang terarah pada kebenaran Allah. Jadi rasio disini yang berproses. Kebenaran itu adalah kebenaran dari dulu sebagaimana adanya. Kebenaran tidak pernah berproses, tapi rasio berproses. Jadi ketika rasio menyelidiki kebenaran, maka yang berubah adalah rasio itu. Dari kosong menjadi berisi nilai-nilai kebenaran. Mungkin juga sebelumnya rasio berisi nilai-nilai yang salah, sekarang dikoreksi oleh Kebenaran yang sejati. Ini artinya rasio tidak menjadi penentu kebenaran itu harus seperti ini atau itu sesuai dengan apa yang rasio miliki, tetapi rasiolah yang harus berubah menjadi semakin mengerti akan kebenaran.</p>
<p>7. Iman adalah mengembalikan rasio kepada kebenaran.</p>
<p>Ini merupakan kunci penjelasan mengenai apa yang Paulus katakan: &#8220;&#8230;.Aku tahu siapa yang aku percaya&#8230;.&#8221; Kenapa Paulus bisa berkata demikian? Karena Paulus sudah demikian berlimpah mengembalikan rasio-nya untuk diisi oleh kebenaran sejati. Rasio adalah terbatas (limited) dan dicipta (created). Tetapi rasio juga sudah tercemar (poluted), untuk itulah rasio harus dikembalikan kepada kebenaran. Paulus sudah sedemikian banyak mengisi rasionya dengan kebenaran, sehingga rasionya <em>sungguh-sungguh</em> terarah pada tujuan yang tepat. Dan dibagian lain dari Alkitab, Paulus berkata: &#8220;Aku berlari-lari&#8230;.&#8221;, ini yang menyebabkan Paulus bebeda jauh dengan kita dan berani dengan tegas mengatakan &#8220;&#8230;.Aku tahu siapa yang aku percaya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Bagaimanakah dengan anda dan saya? Apakah kita sudah menyerahkan rasio kita semaksimal mungkin untuk kemuliaan Allah? Adakah rasio kita sudah berproses untuk diubahkan untuk semakin mengerti kebenaran?</p>
<p>Oh Tuhan&#8230;., tolonglah saya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=48&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/07/aku-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>303</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iman Kristen Mengenai Bayi</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/06/iman-kristen-mengenai-bayi/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/06/iman-kristen-mengenai-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 15:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kaum Pilihan Bayi-Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[ketidakmampuan Total]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Disini kita seringkali mengalami hal yang tak lazim. Iman Kristen seringkali dianggap kaku dan harus dijauhi. Banyak yang takut dengan ajaran predistinasi dan ketidakmampuan total manusia. Orang lebih tertarik kepada ajaran keselamatan bagi semuanya karena setiap orang mampu melakukan sesuatu untuk mendapatkan keselamatan itu, daripada ajaran bahwa keselamatan hanya bagi sebagian orang karena tidak seorangpun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=47&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disini kita seringkali mengalami hal yang tak lazim. <a title="Iman Kristen" href="http://imankristen.wordpress.com/">Iman Kristen</a> seringkali dianggap kaku dan harus dijauhi. Banyak yang takut dengan ajaran predistinasi dan ketidakmampuan total manusia. Orang lebih tertarik kepada ajaran keselamatan bagi semuanya karena setiap orang mampu melakukan sesuatu untuk mendapatkan keselamatan itu, daripada ajaran bahwa keselamatan hanya bagi sebagian orang karena tidak seorangpun yang bisa melakukan sesuatu hal apa pun untuk mendapatkannya.</p>
<p><span id="more-47"></span>Tapi hal yang benar adalah bahwa Iman Kristen penuh dengan belas kasih sedangkan pandangan yang melawannya sebenarnya kasar, karena pandangan-pandangan yang berlawanan itu menolak keselamatan bagi kaum lemah yang tidak mampu menolong diri sendiri, dan hanya mengakui keselamatan bagi kaum yang kuat dan memiliki kemampuan (paling tidak menurut anggapan mereka sendiri). Bagaimana mungkin bayi yang meninggal dalam masa balitanya bisa &#8220;memutuskan untuk memilih&#8221; Kristus? Bagaimana mungkin orang yang cacat mental memiliki kemampuan sendiri untuk memilih-Nya, sedangkan untuk mengerti ucapan yang paling sederhana saja mereka tidak mampu? Armenianisme sangat menghibur bagi orang yang merasa memiliki kemampuan untuk melakukan perbuatan berdasarkan kekuatan mereka sendiri, hal-hal yang diperlukan untuk mendapatkan keselamatan. Tapi jelas ajaran ini tidak menghibur mereka yang tidak memiliki kekuatan dalam diri mereka sendiri, baik yang menyadarinya maupun tidak. Hanya bila Iman Kristen benar, maka terdapat alasan bagi pengharapan akan keselamatan bagi orang-orang yang lemah ini.</p>
<p>Kami bersukacita dengan ajaran ini, dan dengan sukacita pula menyatakan bahwa hanya berdasarkan Iman Kristen yang murni inilah terdapat dasar pengharapan bagi bayi yang meninggal dalam masa bayi dan orang yang tidak memiliki kemampuan. Tapi kami menganggap bahwa pernyataan yang berupaya mencakup keseluruhan orang yang tidak memiliki kemampuan sebagai suatu penyimpangan. Kami mencurigai bahwa dasar bagi pernyataan itu bukanlah konsep Iman Kristen yang murni karena terdapat suatu pemikiran bahwa Allah tidak adil jika menghakimi orang-orang lemah ini. Pengakuan <a title="Iman Kristen" href="http://imankristen.wordpress.com/">Iman Kristen</a> dan Alkitab tidak menyokong pemikiran ini.</p>
<p>Semua manusia telah berdosa dalam Adam dan jatuh bersamanya melalui dosa pertama (Rm.5:12). Karena penghukuman kekal Allah atas semua manusia secara mutlak berada dalam pemerintahan Allah yang adil. Jika bayi yang meninggal di usia balita itu adalah manusia, mereka juga sama berdosanya dengan Adam, maka mereka juga bersalah dan layak dihukum. Jika mereka diselamatkan, maka bukan karena &#8220;Allah tidak adil jika menghukum mereka,&#8221; tetapi hanya dikarenakan Allah telah memilih mereka untuk kehidupan kekal yang sebenarnya tidak layak mereka terima.</p>
<p>Kami bisa menyatakan bahwa terdapat bayi-bayi yang termasuk kaum pilihan yang mati di usia balita. Kami juga bisa menyatakan bahwa orang-orang percaya memiliki dasar pengharapan bahwa bayi-bayi mereka yang telah meninggal di usia balita juga demikian (Luk.18:15-16; 2Sam.12:23; Kis.2:38,39; Yeh.16:20,21). Kami tidak melangkah lebih jauh dari batasan ini. Kami mungkin boleh berharap ada yang lebih, tetapi tidak boleh menuntutnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=47&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/06/iman-kristen-mengenai-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>111</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengecualian Khusus</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/05/pengecualian-khusus/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/05/pengecualian-khusus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 14:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Bayi-Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Orang Cacat Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Ketidakmampuan Alamiah]]></category>
		<category><![CDATA[Ketidakmampuan Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Bayi-bayi yang merupakan kaum pilihan, yang mati pada usia balita, dilahirbarukan dan diselamatkan oleh Kristus, melalui Roh yang berkarya kapan pun, di mana pun, dan dengan cara yang dikehendaki-Nya; demikian juga bagi semua kaum pilihan lainnya yang tidak bisa dipanggil secara lahiriah melalui pelayanan Firman. Bagian ini mengajarkan kepada kita: bahwa terdapat sejumlah manusia yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=46&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bayi-bayi yang merupakan kaum pilihan, yang mati pada usia balita, dilahirbarukan dan diselamatkan oleh Kristus, melalui Roh yang berkarya kapan pun, di mana pun, dan dengan cara yang dikehendaki-Nya; demikian juga bagi semua kaum pilihan lainnya yang tidak bisa dipanggil secara lahiriah melalui pelayanan Firman.</p>
<p><span id="more-46"></span>Bagian ini mengajarkan kepada kita:</p>
<ol>
<li>bahwa terdapat sejumlah manusia yang &#8220;tidak bisa dipanggil secara lahiriah melalui pelayanan Firman,</li>
<li>bahwa dari mereka mungkin ada kaum pilihan, dan</li>
<li>dalam kasus-kasus seperti ini, Roh Kudus bekerja kapan pun, dimana pun dan dengan cara apa pun sesuai kehendak-Nya.</li>
</ol>
<p>Dengan pengecualian pada kasus-kasus ini, kelahiran baru terjadi secara terkait dengan penggunaan sarana-sarana anugerah yang telah Allah tetapkan. Tapi terdapat sejumlah orang yang tidak memiliki kemampuan untuk memahami Firman dari Roh Kudus, bukan saja karena ketidakmampuan rohani, tapi juga karena ketidakmampuan alamiah. Yaitu, dikarenakan kematian dalam usia dini (masa balita) atau cacat mental, mereka tidak mampu untuk memahami Firman Allah <em>walaupun telah dilahirbarukan</em>.</p>
<p>Tentu saja harus diakui bahwa data Alkitab mengenai keselamatan bagi kasus-kasus ini sangatlah sedikit jika dibandingkan data untuk kasus-kasus lainnya. Kristus berkata, bahwa anak-anak kecil seperti inilah yang menjadi bagian dari Kerajaan Allah (Luk.18:15-16 dan ayat-ayat pararel lainnya). Dan Daud tampaknya menyatakan pandangan bahwa bayi yang meninggal mungkin diselamatkan (2Sam.12:23).</p>
<p>Tapi melampaui beberapa pernyataan ini, dan kesimpulan-kesimpulan yang baik dan niscaya yang bisa diambil dari Alkitab, terdapat batasan yang tegas terhadap apa yang boleh kita katakan bagi kasus ini. Perlu diingat bahwa: &#8220;Bayi-bayi yang merupakan kaum pilihan, yang mati pada usia balita,&#8221; tanpa bermaksud untuk memberikan spekulasi tentang berapa banyak atau sedikit bayi-bayi ini. Dan hal yang sama juga berlaku &#8220;bagi semua kaum pilihan lainnya yang tidak bisa dipanggil secara lahiriah melalui pelayanan Firman.&#8221;</p>
<p>Bisa saja jumlahnya sangat banyak atau sangat sedikit. Hal yang terpenting adalah, karena Alkitab tidak mengatakan demikian, maka kita pun tidak boleh dan tidak berani untuk menyatakannya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=46&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/05/pengecualian-khusus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peran Pasif</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/04/peran-pasif/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/04/peran-pasif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 12:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Lahir Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Kelahiran Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Panggilan Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Panggilan Efektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Manusia tidak memiliki peran apa pun dalam kelahiran barunya. Dia hanya berada dalam posisi yang pasif. Dia tidak melakukan atau bertindak dalam lahir baru. Melainkan karya lahir baru dikerjakan atas dirinya dan sebagai hasilnya, dia memiliki hati atau akal budi yang lain. Kelahiran baru ini sering diasosiasikan dengan pengabaran Injil (dalam kasus umum), tetapi bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=45&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia tidak memiliki peran apa pun dalam kelahiran barunya. Dia hanya berada dalam posisi yang pasif. Dia tidak melakukan atau bertindak dalam lahir baru. Melainkan karya lahir baru dikerjakan atas dirinya dan sebagai hasilnya, dia memiliki hati atau akal budi yang lain. Kelahiran baru ini sering diasosiasikan dengan pengabaran Injil (dalam kasus umum), tetapi bukan injil yang mengerjakan kelahiran baru. Roh Kudus yang mengerjakannya.</p>
<p><span id="more-45"></span>Kita boleh memikirkan Firman Allah sebagai instrument yang dipakai Allah untuk mengefektifkan kelahiran baru itu, tapi kelahiran baru bukan dikerjakan oleh Injil sendiri, tetapi hanya oleh Roh Kudus yang berkehendak untuk berkarya melalui Injil itu.<br />
Kelahiran baru menyebabkan perubahan yang mendasar dalam keseluruhan jiwa &#8211; rasio, emosi dan kehendaknya. Pada orang yang telah mengalami lahir baru, segera setelah lahir baru itu dia berpikir, merasakan, dan berkehendak dengan cara yang berbeda.</p>
<p>Dan karena demikian keadaannya, maka dia dengan rasa syukur menerima tawaran Injil. Maka panggilan Allah menjadi efektif. Panggilan Allah efektif dalam setiap kasus serupa. Setiap orang pilihan bertobat dan percaya. Dan dia melakukannya karena dia mulai menggunakan natur baru yang diciptakan atau ditanamkan melalui kelahiran baru. &#8220;Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah&#8221; (Rm.9:16). &#8220;Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hari siapa yang dikehendaki-Nya&#8221; (9:18).</p>
<p>Armininisme menyimpang dari Alkitab dalam bagian ini dengan berupaya mengkondisikan karya Allah pada perbuatan manusia. Arminianisme mengajarkan bahwa Allah telah mengetahui terlebih dahulu siapa yang akan menerima injil-Nya. Kemudian, karena Allah telah mengetahui terlebih dahulu bahwa orang tertentu akan menerima Injil, maka Dia melahirbarukan orang itu pada waktunya.</p>
<p>Tetapi dengan demikian, kelahiran baru menjadi suatu upah yang semestinya diberikan dan bukan lagi suatu karunia yang memampukan. Terhadap pandangan ini, Paulus seharusnya mengatakan, &#8220;Jadi hal itu tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi tidak kepada kemurahan hati Allah.&#8221; Dan sesuai pandangan ini pula, &#8220;Allah akan menaruh belas kasihan kepada siapa yang wajib Dia berikan belas kasihan dan Ia tidak akan menegarkan hati siapa pun.&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=45&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/04/peran-pasif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemampuan Baru</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/03/kemampuan-baru/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/03/kemampuan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 11:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Ciptaan Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan Mutlak]]></category>
		<category><![CDATA[Kemampuan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketidakmampuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Manusia yang telah lahir baru memiliki kebebasan mutlak yang sama dengan yang dimiliki Adam sebelum kejatuhannya dan orang-orang berdosa setelah kejatuhan itu. Perbedaan antara manusia yang belum lahir baru dan yang telah lahir baru menyangkut kemampuan, bukan kebebasan. Keduanya bebas untuk melakukan yang baik, tapi hanya satu yang mampu melakukan yang baik. Dan dia mampu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=44&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia yang telah lahir baru memiliki kebebasan mutlak yang sama dengan yang dimiliki Adam sebelum kejatuhannya dan orang-orang berdosa setelah kejatuhan itu. Perbedaan antara manusia yang belum lahir baru dan yang telah lahir baru menyangkut kemampuan, bukan kebebasan. Keduanya bebas untuk melakukan yang baik, tapi hanya satu yang mampu melakukan yang baik.</p>
<p><span id="more-44"></span>Dan dia mampu karena Allah Roh Kudus telah memberikan kepadanya hati yang baru (Ef.2:10; 1Yoh.5:18; Yeh.36:26). Dia telah dijadikan ciptaan baru (Gal.6:15). Karena itu, dia memiliki kemampuan untuk menghendaki dan melakukan yang baik.</p>
<p>Tapi kemampuan orang yang lahir baru tidak identik dengan kemampuan yang dimiliki Adam pada awalnya. Adam pernah berkemampuan untuk melakukan kehendak Allah secara sempurna. Manusia yang telah lahir baru belum mampu untuk melakukan kehendak Allah secara sempurna. Tapi ini bukan berarti dia belum menjadi ciptaan baru. Dia adalah ciptaan baru. Dia benar-benar ingin melakukan kehendak Allah. Dia sungguh-sungguh bertahan di jalan yang benar (1Yoh.3:9). Dosa tidak akan berkuasa di dalam dirinya (Rm.7:21). Alasan bagi keadaan ini adalah bahwa ciptaan-ciptaan baru di dalam Kristus berada dalam proses pengudusan.</p>
<p>Ciptaan baru bukanlah &#8220;produk jadi&#8221; walaupun mereka telah diubah dalam keseluruhan esensinya. Mereka menjadi apa yang seharusnya, namun masih hanya secara &#8220;prinsip.&#8221; Suatu hari kelak mereka akan menjadi apa yang seharusnya dalam segenap bagiannya. Tapi sekarang karya Allah sedang bekerja di dalam mereka. Sekarang Allah berkarya di dalam mereka sehingga mereka menghendaki dan melakukan semakin banyak hal yang menyenangkan Allah.</p>
<p>Pada waktunya, karya Allah dalam diri orang yang telah lahir baru akan disempurnakan (dengan pemulihan). Namun pada saat itu pun manusia tetap akan memiliki kebebasan seperti yang dimilikinya sekarang ini. Dan sekali lagi, pebedaan yang ada hanyalah pada kemampuan, bukan kebebasannya, untuk melakukan yang baik. Saat itu manusia hanya mampu untuk melakukan hal yang benar. Ini akan terjadi dikarenakan naturnya akan diteguhkan dalam kekudusan dan seluruhnya berlawanan dengan kejahatan.</p>
<p>Dia tidak akan tergoda oleh dosa lagi. Bahkan dia tidak akan lagi memiliki keinginan apa pun untuk melakukan yang jahat. Semoga Allah memberkati kita semua untuk melihat hari pemuliaan itu dan meneguhkan <a title="Iman Kristen" href="http://imankristen.wordpress.com/">Iman Kristen</a> kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=44&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/03/kemampuan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yesus Adalah Nabi, Iman Dan Raja</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/02/yesus-adalah-nabi-iman-dan-raja/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/02/yesus-adalah-nabi-iman-dan-raja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 14:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Jabatan Yesus]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Raja]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Istilah &#8220;nabi&#8221; pertama kali dipakai Abraham (Kej.20:7). Tapi sejak awal sejarah, orang-orang tertentu berfungsi sebagai juru bicara bagi kebenaran Allah: Henokh (Yud.14; Kej.5:18), Nuh (2Pet.2:5; 1Pet.3:20-21), Ishak (Kej.27:28-29, 39-40), dan Yakub (Kej.49, khususnya ay.8-12) menjalankan tugas ini. Musa merupakan tokoh pertama yang ditetapkan sebagai nabi dengan kuasa sebagaimana pemahaman kita sekarang tentang seorang nabi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=42&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nabi</strong></p>
<p>Istilah &#8220;nabi&#8221; pertama kali dipakai Abraham (Kej.20:7). Tapi sejak awal sejarah, orang-orang tertentu berfungsi sebagai juru bicara bagi kebenaran Allah: Henokh (Yud.14; Kej.5:18), Nuh (2Pet.2:5; 1Pet.3:20-21), Ishak (Kej.27:28-29, 39-40), dan Yakub (Kej.49, khususnya ay.8-12) menjalankan tugas ini.</p>
<p><span id="more-42"></span>Musa merupakan tokoh pertama yang ditetapkan sebagai nabi dengan kuasa sebagaimana pemahaman kita sekarang tentang seorang nabi. Dan dalam Ulangan 18:15-20 Allah berjanji bahwa Musa akan dilanjutkan oleh sejumlah nabi, sampai akhirnya akan bangkit seorang Nabi utama (sepeti Musa) yang ucapan-Nya akan menjadi otoritas tertinggi. Keberlanjutan nabi-nabi memang terjadi sepanjang zaman Perjanjian Lama. Tapi perlu diperhatikan, tidak ada lagi nabi yang bangkit sejak Kristus, dan sejak Alkitab disempurnakan.</p>
<p><strong>Imam</strong></p>
<p>Istilah &#8220;imam&#8221; pertama kali disebutkan dalam hubungannya dengan tokoh Melkisedek yang misterius (Kej.14:18). Hal ini penting karena tidak terdapat catatan tentang awal maupun akhir dari tokoh ini. Dan nubuatan dalam Mazmur 110:4 ialah mengenai Yesus akan menjadi &#8220;imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.&#8221; Ini berarti Kristus memiliki kedudukan imam yang kekal dan tidak berubah (Ibr.7:24). Tapi bahkan sebelum munculnya tokoh Melkisedek, persembahan korban darah merupakan tugas &#8220;keimaman&#8221; (Kej.13:4; 22:13), demikian juga Ishak (26:25) dan Yakub (33:20; 35:7).</p>
<p>Akan tetapi, baru pada zaman Musa jabatan yang khusus (atau penugasan secara khusus) ini ditetapkan. Harun menjadi orang pertama yang memegang jabatan ini, dan tidak seperti jabatan nabi, jabatan imam bersifat warisan (Kel.29:29; Bil.25:12-13). Pengangkatan kepada jabatan ini adalah melalui &#8220;pengurapan.&#8221; Dan orang yang memegang jabatan ini harus dikuduskan (Kel.29:29-31), tidak cacat fisik (Im.21:16-23), dan mengenakan pakaian yang melambangkan kekudusan (Kel.29:29). Akhirnya, bagi jabatan ini juga dinyatakan tentang adanya kelanjutan oleh sejumlah imam sampai seorang Imam Agung bangkit, dan karyanya akan berjalan selama-lamanya (lihat 1Sam.2:35; Mzm.110:4).</p>
<p><strong>Raja</strong></p>
<p>Raja pertama dalam sejarah Israel adalah Saul. Sesungguhnya keinginan awal umat Israel untuk memiliki raja yang dapat dilihat oleh mereka merupakan tindakan yang dicela oleh Allah (1Sam.10:19). Akan tetapi, sejak permulaan sejarah, tugas khusus memerintah dalam ketaatan kepada kehendak Allah harus dilakukan dalam penundukan pada wahyu ilahi. Adam bertugas untuk memerintah (Kej.1:26), demikian juga Nuh setelah kejatuhan manusia di dalam dosa (9:2). Abraham adalah raja dalam arti dia dianggap setara dengan raja-raja lainnya (Kej.14:1-2; 13, 17-24). Istrinya disebut seorang putri (17:15) dan dari istri Abraham inilah dijanjikan suksesi raja-raja (17:16).  Yakub menubuatkan bahwa tongkat kerajaan, lambang pemerintahan, tidak akan beranjak dari suku Yehuda sampai tibanya Sang Penguasa Agung (Kej.49:10). Karena itu, walaupun terdapat ketidaksetujuan ilahi terdapat keinginan bangsa Israel untuk memiliki raja, jelas penetapan monarki sesuai dengan rencana dan kehendak kekal Allah (1Sam.8:20, bdk. 8:22) tapi kemudian Allah menjanjikan garis keturunan Daud yang akan berhenti pada kedatangan Sang Raja Agung yang akan memerintah selama-lamanya (2Sam.7:12-16; Mzm.2, 45, 72 dan 110). Jabatan ini juga memerlukan &#8220;pengurapan&#8221; (dari tindakan inilah timbul kata &#8220;Mesias&#8221;).</p>
<p><a title="Iman Kristen" href="http://imankristen.wordpress.com/">Iman Kristen</a> mengakui ketiga jabatan yang dipegang oleh Yesus Kristus tersebut.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=42&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/02/yesus-adalah-nabi-iman-dan-raja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>276</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nama-Nama Allah Dalam Perjanjian Baru</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/01/nama-nama-allah-dalam-perjanjian-baru/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/01/nama-nama-allah-dalam-perjanjian-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 22:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Kurios]]></category>
		<category><![CDATA[Nama-Nama Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Pater]]></category>
		<category><![CDATA[Perjanjian Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Theos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[1. Theos. Nama Allah dalam Perjanjian Baru mempunyai bentuk yang setara dengan nama Allah dalam Perjanjian Lama. Bagi nama El, Elohim dan Elyon, nama dalam bahasa Yunaninya adalah Theos, yang merupakan nama paling umum dari Allah. Seperti juga nama &#8216;Elohim&#8217;, nama ini juga mungkin saja merupakan penyesuaian dari nama ilah bangsa kafir, walaupun sesungguhnya secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=41&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Theos.</strong></p>
<p>Nama Allah dalam Perjanjian Baru mempunyai bentuk yang setara dengan nama Allah dalam Perjanjian Lama. Bagi nama El, Elohim dan Elyon, nama dalam bahasa Yunaninya adalah <em>Theos</em>, yang merupakan nama paling umum dari Allah. Seperti juga nama &#8216;Elohim&#8217;, nama ini juga mungkin saja merupakan penyesuaian dari nama ilah bangsa kafir, walaupun sesungguhnya secara tegas nama itu menyatakan keilahian yang esensial. &#8216;Elyon&#8217; sering disejajarkan dengan <em>Hupistos Theos</em> (Mark.5:7; Luk.1:32,35,75; Kis.7:48; 16:17; Ibr.7:1). Nama Shaddai dan El-Shaddai disejajarkan dengan <em>Pantokrator</em> dan <em>Theos Pantokrator</em> (2Kor.6:18; Why.1:8; 11:17; 15:3; 16:7,14).</p>
<p><span id="more-41"></span>Akan tetapi, pada umumnya Theos lebih sering muncul dalam genitif yang menyatakan milik, seperti <em>mou</em>, <em>sou</em>, <em>hemon</em>, <em>humon</em>, sebab di dalam Kristus, Allah dapat dianggap Allah dari segala umat-Nya atau anak-anak-Nya. Ide nasional dari Perjanjian Baru telah memberi tempat bagi orang-orang secara individual dalam agama.</p>
<p><strong>2. Kurios.</strong></p>
<p>Nama Yahweh dieksplisitkan beberapa kali oleh variasi-variasi dari bentuk deskriptif seperti &#8220;Alfa dan Omega&#8221;, &#8220;yang dulu ada, yang sekarang ada dan yang tetap akan ada&#8221;, &#8220;yang awal dan yang akhir&#8221;, &#8220;yang pertama dan yang terakhir.&#8221; (Why.1:4,8,17; 2:8; 21:6; 22:13). Akan tetapi selebihnya Perjanjian Baru mengikuti Septuaginta yang menggantikan <em>Adonay</em> dengan kata ini dan menyetarakannya dengan <em>Kurios</em>, yang diturunkan dari kata <em>kuros</em> yang berarti kuasa. Nama ini tidak mempunyai konotasi yang tepat sama dengan Yahweh, tetapi menunjuk Allah sebagai Yang Mahakuasa, Tuhan, Pemilik, Penguasa yang memiliki kekuasaan resmi dan juga otoritas. Kata ini tidak hanya dipakai untuk menunjuk Allah, tetapi juga menunjuk Kristus.</p>
<p><strong>3. Pater.</strong></p>
<p>Sering dikatakan bahwa Perjanjian Baru menyebut Allah dengan sebutan baru, yaitu <em>Pater</em> (Bapa). Hal ini hampir tidak benar. Nama &#8220;Bapa&#8221; dipakai untuk menunjukkan Keilahian, bahkan juga oleh bangsa kafir dalam agama mereka. Kata itu dipakai berulang-ulang dalam Perjanjian Lama untuk menunjuk hubungan antara Allah dan Israel. (Ul.32:6; Mzm.103:13; Yes.63:16; 64:8; Yer.3:4,19; Mal.1:6; 2:10), sedangkan Israel disebut anak Allah (Kel.4:22; Ul.14:1; 32:19; Yes.1:2; Yer.31:20; Hos.1:10; 11:1).</p>
<p>Dalam contoh-contoh itu nama tersebut mengekspresikan hubungan teokratis dimana Allah berdiri bagi Israel. Dalam pengertian yang asli tentang pemulai dan pencipta, kata itu dipakai dalam Perjanjian Baru sebagai berikut: 1Kor.8:6; Ef.3:15; Ibr.12:9; Yak.1:18. Dalam bagian-bagian lain kata itu menunjukkan hubungan yang khusus dimana pribadi pertama dari Allah Tritunggal berelasi dengan Kristus, sebagai Anak Allah, baik dalam pengertian matafisik atau dalam pengertian sebagai pengantara atau hubungan etis dimana Allah berdiri bagi orang percaya sebagai anak-anak rohani-Nya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=41&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/05/01/nama-nama-allah-dalam-perjanjian-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nama-Nama Allah Dalam Perjanjian Lama</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/30/nama-nama-allah-dalam-perjanjian-lama/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/30/nama-nama-allah-dalam-perjanjian-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 14:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Adonai]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[El-Shaddai]]></category>
		<category><![CDATA[Elohim]]></category>
		<category><![CDATA[Nama-Nama Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Perjanjian Lama]]></category>
		<category><![CDATA[Yahweh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[1. El, Elohim dan Elyon. Nama yang paling sederhana yang dengannya Allah disebut dalam Perjanjian Lama adalah nama &#8220;El&#8221;, yang sangat mungkin berasal dari kata ul, yang berarti menjadi yang pertama, menjadi tuan, dan juga berarti kuat dan berkuasa. Nama &#8216;Elohim&#8217; (bentuk tunggalnya adalah &#8216;Eloah&#8217;) mungkin berasal dari akar kata yang sama, atau berasal dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=40&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. El, Elohim dan Elyon.</strong></p>
<p>Nama yang paling sederhana yang dengannya Allah disebut dalam Perjanjian Lama adalah nama &#8220;El&#8221;, yang sangat mungkin berasal dari kata <em>ul</em>, yang berarti menjadi yang pertama, menjadi tuan, dan juga berarti kuat dan berkuasa. Nama &#8216;Elohim&#8217; (bentuk tunggalnya adalah &#8216;Eloah&#8217;) mungkin berasal dari akar kata yang sama, atau berasal dari kata <em>alah</em> yang berarti &#8216;dilingkupi ketakutan&#8217;; dan dengan demikian menunjuk kepada Allah sebagai Dia yang kuat dan berkuasa, atau merupakan objek dari rasa takut. Nama Elohim ini jarang sekali muncul dalam bentuk tunggal, kecuali dalam puisi.</p>
<p><span id="more-40"></span>Bentuk jamak seperti ini dianggap sebagai bentuk insentif dan dengan demikian dapat memberikan petunjuk akan adanya kuasa yang penuh. Nama &#8216;Elyon&#8217; diturunkan dari kata <em>alah</em> juga, dan nama Elyon ini berarti &#8216;ke atas&#8217;, &#8216;ditinggikan&#8217;, dan menunjuk Allah sebagai Dia yang tinggi dan dimuliakan (kej.14:19-20; Bil.24:16; Yes.14:14). Nama ini terutama ditemukan dalam bentuk puisi. Nama ini belum merupakan sebuah <em>nomina propria</em> dalam arti katanya yang paling sempit, sebab nama itu juga dipakai untuk menunjukkan kepada berhala (Mzm.95:3; 96:5), untuk menunjuk manusia (Kej.33:10; Kel.7:1), dan tentang penguasa (Hak.5:8; Kel.21:6; 22:8-10; Mzm.82:1).</p>
<p><strong>2. Adonai.</strong></p>
<p>Nama Adonai ini sangat erat hubungannya dengan nama El, Elohim, atau Elyon. Kata Adonai mungkin diturunkan dari <em>dun</em> (<em>din</em>), atau <em>adan</em> yang keduanya berarti menghakimi, memerintah, dan dengan demikian menunjuk kepada Allah sebagai Penguasa yang kuat, kepada siapa semuanya harus berhadapan, dan kepadanya manusia adalah hamba. Pada zaman dulu Adonai adalah nama yang biasa dipakai bangsa Israel untuk menyebut Allah. Tetapi kemudian diganti dengan nama Yehova atau Yahweh. Semua nama yang disebut itu menunjuk kepada Allah sebagai Dia yang tinggi dan dimuliakan, Allah yang transenden. Nama-nama yang disebut berikut ini menunjuk kepada kenyataan bahwa Yang Dimuliakan ini merendahkan diri untuk memasuki hubungan dengan makhluk-Nya.</p>
<p><strong>3. Shaddai dan El-Shaddai.</strong></p>
<p>Nama <em>Shaddai</em> diturunkan dari kata &#8216;shadad&#8217; yang artinya penuh kuasa, dan menunjuk kepada Allah sebagai pemilik kuasa di surga dan di bumi. Akan tetapi ada juga orang lain yang berpendapat bahwa nama ini berasal dari kata <em>shad</em> yang artinya tuan. Nama ini berbeda dengan &#8216;Elohim&#8217;, Allah dari ciptaan dan alam semesta, dalam arti bahwa Shaddai menunjuk kepada Allah sebagai subjek yang ada di dalam sebagai alat atau sarana bagi karya anugerah ilahi. Walaupun menekankan kebesaran Allah, nama ini tidak mewakili Allah sebagai objek rasa takut atau kegentaran, tetapi sebagai sumber berkat dan kedamaian. Dengan nama inilah Allah datang kepada Abraham, bapa segala orang beriman (Kel.6:2).</p>
<p><strong>4. Yahweh dan Yahweh Tsebhaoth</strong></p>
<p>Terutama dalam nama &#8220;Yahweh&#8221; yang perlahan-lahan menggantikan nama-nama yang lain inilah Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah anugerah. Nama ini sering dianggap nama yang paling sakral dan paling diagungkan di antara nama-nama yang lain, sebagai Allah yang tidak mungkin berubah. Orang Yahudi mempunyai rasa takut tersendiri untuk menyebut nama ini, karena mereka selalu ingat kepada Im.24:16 yang berbunyi: &#8220;Siapa yang menghujat nama Tuhan pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaat itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama Tuhan haruslah dihukum mati.&#8221;</p>
<p>Karena rasa takut itu maka dalam membaca Kitab Suci orang Yahudi menggantinya dengan &#8216;Adonai&#8217; atau &#8216;Elohim&#8217;, dan kelompok <em>Massoret</em> walaupun tetap membiarkan konsonan dari kata itu tetap tidak berubah, mereka memberikan kepada konsonan itu vokal-vokal dari kata Elohim atau Adonai, tetapi biasanya vokal dari kata Adonai yang lebih banyak dipakai. Asal kata yang sesungguhnya dari kata ini sebenarnya tidak lagi diketahui. Kitab <em>Pentateuch</em> menghubungkan nama ini dengan kata kerja bahasa Ibrani <em>hayah</em> yang berarti &#8216;adalah&#8217; atau &#8216;berada&#8217; (Kel.3:13-14). Dalam kekuatan ayat tersebut kita dapat berasumsi bahwa nama itu sangat mungkin berasal dari bentuk yang sudah mati dari kata kerja itu, yaitu <em>hawah</em>. Sejauh menyangkut bentuk, kata itu dapat dilihat sebagai orang ke tiga imperfekt dari <em>qal</em> atau <em>hiphil</em>. Akan tetapi yang paling mungkin adalah yang pertama.</p>
<p>Artinya dijelaskan dalam Kel.3:14, yang mengatakan: &#8220;Aku adalah Aku&#8221;, atau bisa juga berarti &#8220;Aku akan menjadi apa yang Aku akan menjadi.&#8221; Jika ditafsirkan dengan pengertian seperti itu maka nama itu menunjuk kepada keadaan Tuhan yang tidak berubah. Namun demikian, yang menjadi pokok persoalan bukanlah ketidakberubahan Allah dalam keadaan esensiNya, seperti ketidakberubahan-Nya dalam kaitan dengan hubungan-Nya dengan umat-Nya. Nama itu mengandung jaminan bahwa Allah akan menjadi milik bagi umat Israel pada jaman Musa, sama seperti Allah menjadi Allah bagi Bapa leluhur mereka Abraham, Ishak dan Yakub.</p>
<p>Nama itu menekankan kesetiaan perjanjian Allah, dan merupakan nama diri Allah secara <em>par exellen</em> (KEl.15:3; Maz.83:19; Hos.12:6; Yes.42:8), dan dengan demikian tidak dipakai untuk siapapun, kecuali untuk nama Allah orang Israel. Sifat ekslusif dari nama itu muncul dari kenyataan bahwa nama itu tidak pernah muncul dalam bentuk jamak atau dengan awalan. Bentuk singkatan dari nama itu, terutama ditemukan dalam nama-nama gabungan <em>Yah</em> dan <em>Yahu</em>.</p>
<p>Nama Yahweh sering diperkuat dengan tambahan kata <em>tsebaoth</em>. Agak sulit untuk menentukan kata <em>tsebhaoth</em> ini, tetapi umumnya sebagai: <em>Malaikat-malaikat</em>. Tafsiran ini lebih dapat diterima. Nama Yehovah Tsebhaoth sering ditemukan dalam hubungan-hubungan dimana malaikat disebut: 1Sam.4:4; 2Sam.6:2; Yes.37:16; Hos.12:4,5; Mzm.80:1,4; Mzm.89; Malaikat-malaikat berungkali dipakai untuk mewakili penghulu-penghulu yang mengelilingi tahta Allah, Kej.28:12; 32:2; Yos.5:14; 1Raj.22:19; Mzm.68:17; 103:21; 148:2; Yes.6:2. Memang benar bahwa dalam hal ini bentuk tunggalnya lebih sering dipakai, akan tetapi hal ini tidak menimbulkan keberatan yang serius, karena Alkitab juga menyebutkan sejumlah pembagian atas malaikat-malaikat (Kej.32:3; Ul.33:2; Mzm.68:17).</p>
<p>Lebih jauh lagi interpretasi ini ada dalam keselarasan dengan arti nama itu, yang tidak mempunyai pengertian peperangan, tetapi merupakan ekspresi dari kemuliaan Allah sebagai raja (Ul.33:1; 1Raj.22:19; Mzm.24:10; Yes.6:3; 24:23; Zakh.14:16). Yehovah dari para penghulu adalah juga Allah yang penuh kemuliaan yang dikelilingi oleh penghulu-penghulu malaikat, yang memerintah langit dan bumi demi umat-Nya dan yang menerima kemuliaan dari semua makhluk-Nya.</p>
<p><strong></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=40&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/30/nama-nama-allah-dalam-perjanjian-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nama-Nama Allah</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/29/nama-nama-allah/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/29/nama-nama-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 11:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Jatidiri Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Nama-Nama Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tulisan yang saya buat adalah berkesinambungan dari setiap doktrin yang ada. Namun karena ada rekan yang mau bertanya mengenai nama-nama Allah yang belum saatnya dibuat, maka tulisan ini ada. Jadi dari urutan tulisan Doktrin Allah, mohon tulisan nama-nama Allah (total ada 3 tulisan berkesinambungan) ini dilewatkan saja, untuk melihat benang merah yang ada. Sekalipun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=39&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap tulisan yang saya buat adalah berkesinambungan dari setiap doktrin yang ada. Namun karena ada rekan yang mau bertanya mengenai nama-nama Allah yang belum saatnya dibuat, maka tulisan ini ada. Jadi dari urutan tulisan Doktrin Allah, mohon tulisan nama-nama Allah (total ada 3 tulisan berkesinambungan) ini dilewatkan saja, untuk melihat <em>benang merah</em> yang ada.</p>
<p><span id="more-39"></span>Sekalipun Alkitab mencatat sejumlah nama-nama Allah, Alkitab juga membicarakan tentang nama Allah dalam bentuk tunggal, misalnya dalam pernyataan-pernyataan berikut:</p>
<ul>
<li>&#8220;Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan&#8221; (Kel.20:7);</li>
<li>&#8220;&#8230;betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi&#8230;&#8221; (Mzm.8:2);</li>
<li>&#8220;Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyuran-Mu&#8230;&#8221; (Mzm.48:11);</li>
<li>&#8220;&#8230;nama-Mu masyur di Israel&#8230;&#8221; (Mzm.8:2);</li>
<li>&#8220;Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat&#8221; (Ams.18:10).</li>
</ul>
<p>Dalam ayat-ayat itu, &#8220;nama&#8221; itu berdiri sebagai seluruh manifestasi Allah dalam hubungan-Nya dengan umat-Nya, atau hanya untuk pribadi, sehingga nama itu menjadi sinonim dengan Allah. Pemakaian bentuk seperti ini mempunyai sangkut paut dengan kenyataan bahwa di dalam pemikiran orang timur bahwa nama bukanlah sekedar sebutan saja, tetapi merupakan satu ekspresi dari natur yang kepadanya nama itu menunjuk. Mengenal nama dari seseorang berarti mempunyai kuasa atas dia, dan nama-nama dari berbagai dewa dipakai dalam mantra-mantra untuk memakai kuasa dewa itu. Dalam pengertian yang paling umum dari arti kata itu, nama Allah adalah Wahyunya sendiri. Nama itu adalah penunjukan atas diri Allah, bukan sebagaimana Ia ada dalam kedalaman Jatidiri IlahiNya, tetapi sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya terutama dalam hubungan-Nya dengan manusia.</p>
<p>Bagi kita satu nama umum dari Allah terpisah dan menjadi banyak nama, yang mengekspresikan berbagai sisi dari Jatidiri Allah. Hanya karena Allah telah mengungkapkan diri-Nya sendiri dengan nama-Nya (<em>momen editum</em>) maka kita dapat menyebut Dia dengan nama dari berbagai bentuk (<em>nomina indita</em>). Nama-nama Allah bukanlah merupakan penemuan manusia, tetapi asli dari Allah, walaupun nama-nama itu dipinjam dari bahasa manusia, dan diturunkan dari hubungan-hubungan manusiawi. Nama-nama itu <em>antropomorfis</em> dan menandai tindakan Allah yang merendahkan diri untuk menemui manusia.</p>
<p>Nama-nama Allah membawa kesulitan bagi pemikiran manusia. Allah adalah <strong>Ia yang tak dapat sepenuhnya dipahami</strong>, yang ditinggikan secara tidak terbatas, dan menjadi seolah-olah setara dengan manusia. Di satu pihak kita tidak dapat menamai Dia, dan di pihak lain Ia mempunyai banyak nama. Bagaimana hal ini dapat dijelaskan? Atas dasar apakah nama-nama ini diterapkan kepada Allah yang tak terbatas dan tak dapat dipahami? Harus selalu diingat bahwa nama-nama itu bukanlah penemuan manusia dan nama itu bukan merupakan pengakuan dari pendalaman manusia akan Jati diri Allah yang paling mendasar.</p>
<p>Nama-nama itu diberikan oleh Allah sendiri dengan satu jaminan bahwa nama-nama itu mengandung wahyu dari Jatidiri Ilahi. Hal ini dimungkinkan oleh fakta bahwa dunia dan semua hubungan-hubungan dengannya dulu dan sekarang mempunyai arti sebagai wahyu Allah. Oleh karena Dia yang tidak dapat dipahami sepenuhnya telah menyatakan diri kepada mahluk-Nya, mungkinlah bagi manusia untuk menyebut nama-Nya sesuai dengan cara dari mahluk ciptaan.</p>
<p>Dalam upaya untuk membuat diri-Nya dikenal manusia, Allah harus merendahkan diri sampai setara dengan manusia, agar Ia dapat dipahami oleh kesadaran manusia yang terbatas, dan diucapkan dalam bahasa manusia. Jika benar pemberian nama Allah dengan nama-nama <em>antropomorfis</em> mencakup suatu pembatasan Allah, sebagaimana dikatakan sebagian orang, maka hal ini tentunya akan benar bagi wahyu Allah dalam penciptaan. Dengan demikian kata itu tidak mengungkapkan, tetapi justru menyembunyikan Allah; kemudian manusia tidak berhubungan dengan Allah, tetapi justru membentuk <em>antitesis</em> terhadap Allah; dan kemudian kita dibungkamkan menjadi <em>agnostitisme</em> tanpa pengharapan.</p>
<p>Dari apa yang kita katakan tentang nama Allah secara umum kemudian berlanjut bahwa kita dapat memasukkan kepada nama Allah bukan saja sistem nama yang dengannya Allah ditunjukkan sebagai Jatidiri yang berpribadi dan yang tidak tergantung dan dengannya Ia disebut, tetapi juga atribut-atribut Allah; dan kemudian bukan semata-mata sifat-sifat dari Jatidiri Ilahi secara umum, tetapi juga semua yang mengkualifikasi Pribadi-pribadi yang terpisah dari Tritunggal.</p>
<p>Dr. Bavinck mendasarkan pembagian dari nama-nama Allah dalam konsep yang luas tentang nama-nama itu, dan membedakan antara <em>nomina propria</em> (nama diri), <em>nomina essentialia</em> (nama-nama esensial atau sifat) dan <em>nomina personalia</em> (nama-nama pribadi seperti Bapa, Anak dan Roh Kudus). Dalam 2 tulisan berikutnya, kita hanya membatasi hanya dalam pembicaraan kelompok pertama.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=39&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/29/nama-nama-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tritunggal dalam Perjanjian Baru</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/28/tritunggal-dalam-perjanjian-baru/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/28/tritunggal-dalam-perjanjian-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 04:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Hal-hal Ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[Perjanjian Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[Tritunggal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Perjanjian Baru ditulis setelah natur Trinitas Allah telah dimanifestasikan secara utuh. Para rasul sangat menyadari fakta bahwa meskipun Allah tetap tidak kelihatan di sorga, tetapi pada saat yang sama Dia berdiri di hadapan mereka dalam bentuk inkarnasi-Nya dalam daging. Mereka melihat Allah (yang dalam wujud daging) berdoa kepada Allah di sorga. Ketika mereka melihat-Nya terangkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=38&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perjanjian Baru ditulis setelah natur Trinitas Allah telah dimanifestasikan secara utuh. Para rasul sangat menyadari fakta bahwa meskipun Allah tetap tidak kelihatan di sorga, tetapi pada saat yang sama Dia berdiri di hadapan mereka dalam bentuk inkarnasi-Nya dalam daging. Mereka melihat Allah (yang dalam wujud daging) berdoa kepada Allah di sorga. Ketika mereka melihat-Nya terangkat ke sorga, mereka juga menjadi saksi datangnya Roh Kudus.</p>
<p><span id="more-38"></span>Di nas-nas Alkitab seperti Lukas 3:22 kita melihat bagaimana ketiga Pribadi Allah benar-benar termanifestasikan dalam kesadaran para rasul.</p>
<p>Siapa yang dapat memerintah angin dan ombak, mengubah air menjadi anggur, membangkitkan orang mati, kecuali Allah sendiri? Dan siapakah yang bisa hadir dalam tiupan angin kencang untuk memampukan manusia yang lemah dan berdosa berbicara tentang hal-hal ajaib dari Allah?</p>
<p>Maka Para Rasul tidak memiliki kemungkinan lain kecuali mengakui bahwa Allah sejati yang hidup itu bereksistensi di dalam tiga Pribadi. Para rasul selalu berhadapan dengan ketiga Pribadi yang adalah Allah, tetapi juga dengan iman yang luar biasa menyatakan bahwa ketiga-Nya adalah Allah yang esa. Karena itu, saat Matius berbicara tentang Allah yang esa ini, ia menyatakan bahwa kita harus dibaptis &#8220;dalam nama (<em>bukan</em> nama-nama) Bapa, Putera, dan Roh Kudus.&#8221; Matius akan membuat kesalahan dalam pengungkapannya jika salah satu dari kedua hal berikut adalah benar:</p>
<ol>
<li>jika Bapa, Putera, dan Roh Kudus tidak memiliki keberadaan yang identik (karena jika memang demikian Matius harus menggunakan ungkapan &#8220;nama-nama&#8221;); dan</li>
<li>jika keberadaan yang disebut itu tidak bereksistensi dalam tiga Pribadi (karena jika memang demikian Matius tidak akan berkata &#8220;nama&#8221; itu dimiliki bersama oleh tiap-tiap Pribadi Allah).</li>
</ol>
<p>Jika tidak terdapat tiga pribadi yang adalah Allah, dan jika terdapat lebih dari satu Allah, maka Matius telah membuat suatu kesalahan. Tetapi hal ini mustahil. Seperti yang telah Yohanes katakan kepada kita (1Yoh.5:7), &#8220;Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu).&#8221; Rumusan pengakuan <a title="Iman Kristen" href="http://imankristen.wordpress.com/">Iman Kristen</a> kita (dan pengakuan-pengakuan iman ortodoks lainnya) hanya merupakan suatu kunci yang menyelaraskan semua fakta, suatu hal yang tidak bisa dilakukan oleh doktrin lain.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=38&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/28/tritunggal-dalam-perjanjian-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>107</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tritunggal dalam Perjanjian Lama</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/27/tritunggal-dalam-perjanjian-lama/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/27/tritunggal-dalam-perjanjian-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 08:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Allah Trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[Perjanjian Lama]]></category>
		<category><![CDATA[Tritunggal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Allah Perjanjian Lama adalah Allah Trinitas yang adalah Allah Sempurna walaupun tidak dinyatakan secara penuh. Karena demikian permasalahannya, maka tidak heran bahwa banyak hal di dalam Perjanjian Lama hanya bisa dipahami dalam terang doktrin Trinitas (yang sekarang telah sepenuhnya dinyatakan). Misalnya di dalam Kejadian 1:1-3 kita melihat rujukan-rujukan yang berbeda kepada Allah, yaitu Allah, Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=37&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah Perjanjian Lama adalah Allah Trinitas yang adalah Allah Sempurna walaupun tidak dinyatakan secara penuh. Karena demikian permasalahannya, maka tidak heran bahwa banyak hal di dalam Perjanjian Lama hanya bisa dipahami dalam terang doktrin Trinitas (yang sekarang telah sepenuhnya dinyatakan).</p>
<p><span id="more-37"></span>Misalnya di dalam Kejadian 1:1-3 kita melihat rujukan-rujukan yang berbeda kepada Allah, yaitu Allah, Allah Firman dan Allah Roh. Dalam kejadian 1:26 Allah sesuai dengan keputusan kehendak-Nya sendiri, berbicara dalam diri-Nya sendiri, untuk membentuk manusia &#8220;dalam gambar Kita.&#8221; Bagaimana hal ini mungkin jika Allah bukan tiga Pribadi sekaligus esa? Dalam Kejadian 11:5,7 kita membaca bahwa Allah turun untuk melihat kota dan menara Babel, dan saat berbicara, Dia berkata, &#8220;Baiklah Kita turun.&#8221;</p>
<p>Kita juga menemukan seorang &#8220;Malaikat Tuhan&#8221; sering menampakkan diri kepada bangsa pilihan Allah dalam Perjanjian Lama (Kej.32:24). Dia memiliki penampilan seorang manusia (32:24) tetapi dikenali sebagai Allah (ay.30). Malaikat ini, yang dikenali sebagai Allah, tetapi juga dilukiskan sebagai yang diutus oleh Allah (Kel.23:20-25). Maka orang yang sungguh-sungguh percaya harus mengakui bahwa Malaikat yang diutus Allah adalah juga Allah.</p>
<p>Dia memiliki kuasa untuk &#8220;mengampuni pelanggaran-pelanggaran&#8221; karena Allah berkata &#8220;Nama-Ku ada di dalam Dia&#8221; (Kel.23:21). Tetapi walaupun:</p>
<ul>
<li>orang percaya di zaman Perjanjian Lama mengetahui bahwa Allah sejati adalah esa,</li>
<li>tetapi Malaikat Allah (yang diutus Allah) adalah Allah,</li>
<li>juga terdapat pengenalan yang jelas akan kehadiran Roh Kudus (Mzm.51:13, bdk. 1Sam.16:13-14) yang berbeda dari &#8220;Allah&#8221; maupun &#8220;Malaikat&#8221;.</li>
</ul>
<p>Maka walaupun orang-orang percaya di zaman Perjanjian Lama belum melihat manifestasi yang sempurna dari ketiga Pribadi sebagaimana kita saat ini (di dalam Kristus yang berinkarnasi, dan Roh Kudus yang dicurahkan pada hari Pentakosta), tetapi tidak dapat disangkal bahwa Allah yang dinyatakan di dalam Sejarah Perjanjian Lama secara bertahap adalah Allah Trinitas yang sama dan bukan Allah yang lain.</p>
<p>Dengan mengenal Allah Perjanjian Lama sebagai Allah Trinitas sebagaimana kita sekarang mengenal-Nya, semua catatan Perjanjian Lama menjadi masuk akal, sesuatu yang mustahil terjadi jika Allah Perjanjian Lama bukan Allah Trinitas. Juga terdapat nubuat, pernyataan yang meskipun tidak dipahami secara sempurna di zaman tersebut (1Pet.1:10-11) yang memerlukan doktrin Trinitas untuk menggenapinya. Karena itu Yesaya memberitahukan kepada bangsa Israel bahwa Tuhan Allah akan mengaruniakan seorang Putra yang lahir dari seorang anak dara yang akan disebut Imanuel (yang berarti &#8220;Allah beserta kita,&#8221; Yes.7:14). Dia juga disebut &#8220;Allah yang perkasa&#8221; (Yes.9:5). Bagaimana mungkin Allah mengaruniakan Allah jika tidak terdapat pluralitas Pribadi di dalam esensi Allah? Beberapa bagian ini hanyalah contoh dari fakta bahwa meskipun <a title="Iman Kristen" href="http://imankristen.wordpress.com/">Iman Kristen </a>mengenai doktrin Trinitas tidak dinyatakan (sepenuhnya) dalam Perjanjian Lama, tetapi Allah yang dinyatakan (secara parsial dan sebagai antisipasi) adalah Allah Trinitas.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=37&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/27/tritunggal-dalam-perjanjian-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Allah Tritunggal</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/26/allah-tritunggal/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/26/allah-tritunggal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 07:47:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Tritunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Esa]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Trinitas]]></category>
		<category><![CDATA[Tritunggal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam Allah yang esa, terdapat tiga Pribadi, yang adalah satu dalam substansi, kuasa, dan kekekalan: Allah Bapa, Allah Anak, dan Roh Kudus. Bapa bukan berasal dari apapun, juga bukan diperanakkan oleh siapa pun, juga bukan keluar dari apa pun; Anak diperanakkan dari Bapa sejak kekekalan; Roh Kudus keluar dari Bapa dan Anak sejak kekekalan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=36&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di dalam Allah yang esa, terdapat tiga Pribadi, yang adalah satu dalam substansi, kuasa, dan kekekalan: Allah Bapa, Allah Anak, dan Roh Kudus. Bapa bukan berasal dari apapun, juga bukan diperanakkan oleh siapa pun, juga bukan keluar dari apa pun; Anak diperanakkan dari Bapa sejak kekekalan; Roh Kudus keluar dari Bapa dan Anak sejak kekekalan.</p>
<p><span id="more-36"></span>Artikel-artikel <a title="Iman Kristen" href="http://imankristen.wordpress.com/">Iman Kristen</a> sebelumnya pada Doktrin Allah telah memberikan kepada kita suatu definisi tentang esensi Allah. Kita mempelajari:</p>
<ol>
<li>bahwa Allah yang esa ini (seperti terdefinisi) bereksistensi dalam tiga Pribadi yang berbeda,</li>
<li>bahwa setiap Pribadi adalah sepenuhnya Allah (bukan hanya sebagian dari Allah), dan</li>
<li>bahwa tiga Pribadi yang setara ini memiliki perbedaan antara Pribadi yang satu dan Pribadi yang lain.</li>
</ol>
<p>Doktrin Trinitas merupakan batu sandungan yang besar bagi bangsa Yahudi dan penganut agama Islam. Mereka menuduh Kristen menyembah allah-allah yang baru dan yang berbeda dari Allah yang monotheisme dalam &#8220;ajaran perjanjian lama&#8221;. Karena itu wajar timbul pertanyaan &#8220;Apakah doktrin Trinitas diwahyukan di dalam Perjanjian Lama, ataukah hanya dinyatakan di dalam Perjanjian Baru?&#8221;</p>
<p>Mungkin terdengar aneh, tetapi sebenarnya tidak sepenuhnya tepat jika dikatakan bahwa doktrin Trinitas dinyatakan di dalam keduanya. Seperti yang dikatakan Dr. B. B. Warfield: &#8220;Kita tidak bisa membicarakan doktrin Trinitas jika kita mempelajari kata per kata, seperti yang dinyatakan dalam Perjanjian Baru, apalagi di dalam Perjanjian Lama. Perjanjian Lama ditulis sebelum penyataan doktrin ini, sedangkan perjanjian baru sesudah penyataannya. Penyataan ini sendiri diberikan bukan dengan <strong>firman</strong>, melainkan <strong>tindakan</strong>. Penyataan ini ada dalam inkarnasi Sang Anak, dan pencurahan Roh Kudus. Hubungan kedua Perjanjian dengan penyataan ini adalah bahwa yang satu untuk mengantisipasi penyataan ini, dan yang lainnya untuk menyatakan hasil dari penyataan ini.&#8221;</p>
<p>Allah menyatakan diri-Nya dengan tindakan supernatural dan berbarengan dengan itu Allah secara bertahap memberikan penafsiran verbal yang bertambah. Hanya ketika rencana penebusan Allah digenapi, barulah Allah diketahui seutuhnya. Allah bisa saja menyatakan sejak awalnya bahwa di dalam keesaan keberadaan-Nya terdapat tiga pribadi yang berbeda-beda. Tetapi siapa yang dapat memahaminya? Tetapi jika di waktu yang sempurna, masing-masing dari ketiga pribadi itu mengerjakan dihadapan manusia karya besar penebusan, dimana setiap Pribadi Allah memiliki bagian dalam rencana itu, siapakah yang tidak dapat memahaminya?</p>
<p>Karena itu, didalam Alkitab kita memiliki catatan tentang karya Allah, dan apa yang difirmankan-Nya melalui penafsiran. Dan bukti bagi doktrin Trinitas didapatkan di dalam fakta yang tercatat bahwa Bapa adalah Allah, Yesus secara jelas adalah Allah, dan demikian juga Roh Kudus.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=36&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/26/allah-tritunggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Otoritas Alkitab</title>
		<link>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/25/otoritas-alkitab/</link>
		<comments>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/25/otoritas-alkitab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 06:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imankristen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doktrin Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Alkitab]]></category>
		<category><![CDATA[Diilhamkan]]></category>
		<category><![CDATA[Otoritas Alkitab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imankristen.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Otoritas Alkitab, yang karenanya Alkitab harus diyakini dan ditaati, tidak tergantung pada kesaksian manusia atau Gereja; melainkan sepenuhnya tergantung kepada Allah (yang adalah Kebenaran itu sendiri), Penulis Alkitab itu sendiri; dan karena itu, Alkitab harus diterima karena Alkitab adalah firman Allah. Kita mungkin digerakkan atau dipengaruhi oleh kesaksian Gereja sehingga memberikan penghargaan dan hormat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=34&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Otoritas Alkitab, yang karenanya Alkitab harus diyakini dan ditaati, tidak tergantung pada kesaksian manusia atau Gereja; melainkan sepenuhnya tergantung kepada Allah (yang adalah Kebenaran itu sendiri), Penulis Alkitab itu sendiri; dan karena itu, Alkitab harus diterima karena Alkitab adalah firman Allah.</p>
<p><span id="more-34"></span>Kita mungkin digerakkan atau dipengaruhi oleh kesaksian Gereja sehingga memberikan penghargaan dan hormat yang tinggi kepada Alkitab, dan perihal-perihal sorgawi, doktrin-doktrin yang sempurna, gaya-gaya penulisan yang agung, keselarasan dari setiap bagian, cakupannya serta keseluruhan (yang memberikan kemuliaan kepada Allah), penemuan sepenuhnya oleh Alkitab tentang satu-satunya jalan keselamatan bagi manusia, begitu banyak hal luar biasa lainnya yang tidak tertandingi, dan kesempurnaan yang utuh dalam segala sesuatu, merupakan argumentasi-argumentasi yang dengannya Alkitab secara melimpah memberikan bukti bagi dirinya sendiri sebagai firman Allah.</p>
<p>Akan tetapi, kepercayaan dan keyakinan kita yang sepenuhnya akan kebenaran yang tidak mengandung kekeliruan dan otoritas ilahi dari Alkitab bersumber dari karya Roh Kudus di dalam diri kita, yang memberikan kesaksian dan bersama firman di dalam hati kita.</p>
<p>Dengan ini bisa kita simpulkan:</p>
<ol>
<li>bahwa karena kondisi yang telah terhilang, Allah telah menyatakan diri-Nya dan kehendak-Nya melalui suatu proses historis.</li>
<li>bahwa Allah memiliki alasan baik untuk membuat penyataan itu ke dalam bentuk tertulis yang permanen.</li>
<li>bahwa tulisan itu sekarang telah lengkap</li>
<li>bahwa tulisan itu termuat dalam kitab kanonis</li>
<li>bahwa terdapat bukti yang menunjukkan bahwa kitab-kitab itu diilhamkan, dan bukan seperti tulisan-tulisan lain [yang tidak diilhamkan].</li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/imankristen.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/imankristen.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/imankristen.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/imankristen.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/imankristen.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/imankristen.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/imankristen.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/imankristen.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/imankristen.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/imankristen.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/imankristen.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/imankristen.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/imankristen.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/imankristen.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/imankristen.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/imankristen.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=imankristen.wordpress.com&amp;blog=3402434&amp;post=34&amp;subd=imankristen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imankristen.wordpress.com/2008/04/25/otoritas-alkitab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7bb88eac21223f40eea5bd55fe677c52?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Iman Kristen</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
