Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Doktrin Manusia’ Category

Manusia yang telah lahir baru memiliki kebebasan mutlak yang sama dengan yang dimiliki Adam sebelum kejatuhannya dan orang-orang berdosa setelah kejatuhan itu. Perbedaan antara manusia yang belum lahir baru dan yang telah lahir baru menyangkut kemampuan, bukan kebebasan. Keduanya bebas untuk melakukan yang baik, tapi hanya satu yang mampu melakukan yang baik.

(lebih…)

Read Full Post »

Pada awalnya manusia memiliki kepribadian yang tidak berdosa. Dia hanya menghendaki hal yang baik dan menyenangkan Allah. Dan dia bebas melakukan itu sesuai keinginannya. Dan karena naturnya secara keseluruhan tidak tercemar, maka keinginannya selalu tertuju pada hal yang baik. Dia memiliki kebebasan mutlak dan kemampuan untuk melakukan hal yang baik. Kemerdekaan yang dimilikinya sama dengan kemerdekaan manusia sesudah kejatuhan, tetapi dia memiliki kemampuan yang sama sekali tidak dimiliki manusia sesudah kejatuhan.

(lebih…)

Read Full Post »

Terlalu sering tuduhan diarahkan pada Iman Kristen bahwa kedaulatan Allah meniadakan semua kebebasan dan tanggung jawab manusia yang sebenarnya.

Untuk memahami ini, kita harus secara berhati-hati memperhatikan apa yang dimaksud dengan kehendak bebas, dan apa yang bukan. Yang dimaksudkan kehendak bebas adalah bahwa kehendak manusia tidak berada di bawah paksaan luar. Yang kita maksudkan adalah bahwa seorang manusia tidak berada dibawah paksaan kuasa eksternal yang melebihi dirinya untuk melakukan suatu hal yang tidak ingin dia lakukan. Yang kita maksudkan adalah bahwa manusia bebas melakukan apa yang dia lakukan dalam batasan kemampuannya. Apalagi arti kebebasan atau kemerdekaan jika bukan melakukan apa yang menyenangkan kita?

(lebih…)

Read Full Post »

Allah telah memperlengkapi manusia dengan kehendak bebas manusia yang merdeka secara alamiah. Konsekuensinya kehendak manusia tidak dapat dipaksa dan tidak dapat ditentukan oleh keharusan alamiah apapun untuk melakukan kebaikan dan kejahatan.

(lebih…)

Read Full Post »