Feeds:
Pos
Komentar

Aku Tahu

“…..Aku Tahu Siapa Yang Aku Percaya….”

(2 Tim.1:12)

Perikop ini diambil dari surat Paulus untuk Timotius. Bagian awal dari perikop ini, Paulus menekankan pentingnya iman yang dimiliki oleh Timotius yang dimulai oleh neneknya Lois dan ibunya Eunice dan yang sekarang ada pada Timotius.

Lanjut Baca »

Disini kita seringkali mengalami hal yang tak lazim. Iman Kristen seringkali dianggap kaku dan harus dijauhi. Banyak yang takut dengan ajaran predistinasi dan ketidakmampuan total manusia. Orang lebih tertarik kepada ajaran keselamatan bagi semuanya karena setiap orang mampu melakukan sesuatu untuk mendapatkan keselamatan itu, daripada ajaran bahwa keselamatan hanya bagi sebagian orang karena tidak seorangpun yang bisa melakukan sesuatu hal apa pun untuk mendapatkannya.

Lanjut Baca »

Pengecualian Khusus

Bayi-bayi yang merupakan kaum pilihan, yang mati pada usia balita, dilahirbarukan dan diselamatkan oleh Kristus, melalui Roh yang berkarya kapan pun, di mana pun, dan dengan cara yang dikehendaki-Nya; demikian juga bagi semua kaum pilihan lainnya yang tidak bisa dipanggil secara lahiriah melalui pelayanan Firman.

Lanjut Baca »

Peran Pasif

Manusia tidak memiliki peran apa pun dalam kelahiran barunya. Dia hanya berada dalam posisi yang pasif. Dia tidak melakukan atau bertindak dalam lahir baru. Melainkan karya lahir baru dikerjakan atas dirinya dan sebagai hasilnya, dia memiliki hati atau akal budi yang lain. Kelahiran baru ini sering diasosiasikan dengan pengabaran Injil (dalam kasus umum), tetapi bukan injil yang mengerjakan kelahiran baru. Roh Kudus yang mengerjakannya.

Lanjut Baca »

Kemampuan Baru

Manusia yang telah lahir baru memiliki kebebasan mutlak yang sama dengan yang dimiliki Adam sebelum kejatuhannya dan orang-orang berdosa setelah kejatuhan itu. Perbedaan antara manusia yang belum lahir baru dan yang telah lahir baru menyangkut kemampuan, bukan kebebasan. Keduanya bebas untuk melakukan yang baik, tapi hanya satu yang mampu melakukan yang baik.

Lanjut Baca »

Nabi

Istilah “nabi” pertama kali dipakai Abraham (Kej.20:7). Tapi sejak awal sejarah, orang-orang tertentu berfungsi sebagai juru bicara bagi kebenaran Allah: Henokh (Yud.14; Kej.5:18), Nuh (2Pet.2:5; 1Pet.3:20-21), Ishak (Kej.27:28-29, 39-40), dan Yakub (Kej.49, khususnya ay.8-12) menjalankan tugas ini.

Lanjut Baca »

1. Theos.

Nama Allah dalam Perjanjian Baru mempunyai bentuk yang setara dengan nama Allah dalam Perjanjian Lama. Bagi nama El, Elohim dan Elyon, nama dalam bahasa Yunaninya adalah Theos, yang merupakan nama paling umum dari Allah. Seperti juga nama ‘Elohim’, nama ini juga mungkin saja merupakan penyesuaian dari nama ilah bangsa kafir, walaupun sesungguhnya secara tegas nama itu menyatakan keilahian yang esensial. ‘Elyon’ sering disejajarkan dengan Hupistos Theos (Mark.5:7; Luk.1:32,35,75; Kis.7:48; 16:17; Ibr.7:1). Nama Shaddai dan El-Shaddai disejajarkan dengan Pantokrator dan Theos Pantokrator (2Kor.6:18; Why.1:8; 11:17; 15:3; 16:7,14).

Lanjut Baca »