Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Perjanjian Baru’

Sebagian dari Bapa-Bapa Gereja awal dan juga teolog-teolog masa kini, dengan tidak memperhatikan karakter progresif dari wahyu Allah, memberi kesan bahwa doktrin Allah Tritunggal telah secara lengkap dinyatakan dalam Perjanjian Lama. Di pihak lain, penganut Siconian dan Arminian berpendapat bahwa doktrin Trituggal ini sama sekali tidak ada dalam Perjanjian Lama. Kedua-duanya keliru.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

1. Theos.

Nama Allah dalam Perjanjian Baru mempunyai bentuk yang setara dengan nama Allah dalam Perjanjian Lama. Bagi nama El, Elohim dan Elyon, nama dalam bahasa Yunaninya adalah Theos, yang merupakan nama paling umum dari Allah. Seperti juga nama ‘Elohim’, nama ini juga mungkin saja merupakan penyesuaian dari nama ilah bangsa kafir, walaupun sesungguhnya secara tegas nama itu menyatakan keilahian yang esensial. ‘Elyon’ sering disejajarkan dengan Hupistos Theos (Mark.5:7; Luk.1:32,35,75; Kis.7:48; 16:17; Ibr.7:1). Nama Shaddai dan El-Shaddai disejajarkan dengan Pantokrator dan Theos Pantokrator (2Kor.6:18; Why.1:8; 11:17; 15:3; 16:7,14).

(lebih…)

Read Full Post »

Perjanjian Baru ditulis setelah natur Trinitas Allah telah dimanifestasikan secara utuh. Para rasul sangat menyadari fakta bahwa meskipun Allah tetap tidak kelihatan di sorga, tetapi pada saat yang sama Dia berdiri di hadapan mereka dalam bentuk inkarnasi-Nya dalam daging. Mereka melihat Allah (yang dalam wujud daging) berdoa kepada Allah di sorga. Ketika mereka melihat-Nya terangkat ke sorga, mereka juga menjadi saksi datangnya Roh Kudus.

(lebih…)

Read Full Post »