Feeds:
Tulisan
Komentar

Diskusi Q.4:34

An Nissa 34

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

(Terjemahan Kerajaan Arab Saudi, Kementrian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah dan Penyluhan).

Sebelum dilanjutkan dengan penafsiran, ada yang bisa memberikan terjemahan yang lainnya…, atau apakah kaum moslem setuju dengan
terjemahan ini?

Ditunggu komentarnya.

Btw, pada kitab yang sama, tertulis juga:

Anissa 3:

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya

Apakah Arti Nusyuz?

====

Dalam hal ini, terkadang isteri bersikap agresif sehingga meninggi suara, membantah dan melawan kehendak suaminya tanpa sebab munasabah mengikut hukum syarak.

Perkara ini disebut sebagai nusyuz yang juga boleh dikategorikan sebagai derhaka.

Apabila ia berlaku, gugurlah hak isteri untuk mendapatkan nafkah sehinggalah dia bertaubat.

Ciri-ciri Nusyuz:

Apabila disuruh menutup aurat dia enggan berbuat demikian.

Enggan tinggal serumah dengan suami.

Keluar rumah tanpa keizinan suami.

Enggan menunaikan kewajipan sebagai seorang Islam, seperti mendirikan solat dan sebagainya.

Menjauhkan diri daripada suami.

Enggan memenuhi kemahuan suami kecuali yang ditegah dan tidak mencurahkan sepenuh kasih sayang kepada suami.

Tidak memelihara kehormatan.

Tidak menjaga amanah suami.

Tidak merahsiakan perhubungan suami isteri.

Tahapan awal Nusyuz:

Tahap pertama (amara’), contohnya jika dulu isteri menjawab dengan suara yang lembut, “Yang, “Ya bang” kini jawapan itu berubah kasar. Jika dulu isteri menyambut kepulangan suami di muka pintu atau segera dibukakan pintu pagar tapi kini tidak lagi.

======

Ternyata arti Nustuz adalah durhaka.

Ada yang mau komentar hingga disini dulu?

Thanks untuk jelasenggak atas link http://www.answering-islam.org/Women/index.html

Yang lainnya…, bisa memberikan link mengenai isu “wanita moslem”  ini?

Diskusi Pembunuhan

Silahkan kaum muslim dan kristen berdiskusi. Penjelasan awal mengenai topik ini, sudah saya utarakan pada tulisan:

http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/28/pembunuhan-yesus-vs-muhammad/

Adapun komentarnya dapat anda lihat pada:

http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/pembunuhan-yesus-vs-muhammad-komentar-1/

Maupun pada tulisan:

http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/29/pembunuhan-yesus-vs-muhammad-komentar-2/

Permasalah utamanya adalah:

Muhammad dengan jelas mengajarkan Pembunuhan, sedangakan Yesus tidak. Lanjut Baca »

Diskusi Poligami

Berikut ini merupakan diskusi “sementara” yang saya “resume”-kan ulang mengenai kasus Poligami.

Dalam Kristen tidak mengenal adanya ajaran Poligama. Konsep utama terletak pada pasal pertama sekali dari kitab Kejadian: Penciptaan Manusia. Jelas sekali Allah menikahkan Adam hanya dengan Hawa. Satu pria dan satu wanita, sangat jelas sekali diutakan.

Bagaimana dengan Islam? Prinsip Allah pada penciptaan Adam dan Hawa ini diutarakan dengan jelas pada tiga agama besar dunia: Yahudi, Islam dan Kristen. Ketiga agama ini merupakan aliran hidup dari Abraham.

Bagaimanakah islam memandang Poligami? Ternyata ayat tersebut tersangkut paut dengan anak Yatim.

Marilah kita telaah lebih lanjut. Lanjut Baca »

Pengumuman

Salam Sejahtera semuanya…

Dikarenakan kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, maka saya akan memberikan respon pada hari Sabtu atau Minggu, ini berlangsung hingga akhir Maret. Jikalau Tuhan Yesus mengijinkan, awal April sudah dapat melayani diskusi seperti biasa. TETAPI, jikalau ada waktu senggang diluar Sabtu atau Minggu…, akan segera saya jawab. Jadi…, mulai sekarang Moderasi Awal ditiadakan. Untuk yang memberikan link lebih dari-2 akan dimoderasi (harap diingat).

Jikalau ada waktu senggang…, blog akan di-update dengan tulisan yang baru.

Tuhan Yesus memberkati anda…,

Salam.

Tulisan pada post ini dipindahkan ke:
http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/14/pedolifia-dosa-vs-halal/

Dikarenakan blog ini akan dikhususkan untuk pembelajaran Kristiani. Akan dilanjutkan kembali pelajaran katekisasi yang telah lama ditinggalkan. Blog ini akan di-update kembali dengan tulisan kekristenan.

Komentar Iman Kristen:

Wah…, kalau Allah memang benar-benar demikian…, hmmm… saya ragu itu benar-benar Allah. Saya yakin, Allah yang sejati, yaitu Allah Tritunggal…, tidaklah demikian.

Memandang agama tertentu yang memahami hal ini juga terbagi 2, ada yang pro dan ada yang kontra. Yang kontra, bisa dilihat pada http://belajarmuslim.wordpress.com/, kalau yang pro…, tinggal buka mata saja dan lihat sekeliling…, ngak susak kok carinya.

Ketika saya mencoba mempelajari Islam…, saya tidak melihat “Alquran” mengajarkan demikian. Saya tuliskan “Alquran” yang bertanda petik, karena “Alquran” itu bersumber dari Alkitab yang adalah kebenaran Allah yang sejati. Jadi, ada campur tangan manusia, sehingga “Alquran” yang sekarang beredar bukanlah Alquran yang sejati. Kalau sudah begini…, wajar saja Alloh jadi menyukai pedolifia…

Salam.

Isi tulisan pada post ini pindah ke:

http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/15/pindah-agama-kristen-ke-islam/

Tanggapan Iman Kristen:

Kebenaran adalah kebenaran…, seberapa jauhpun kita melarikan diri. Kita bisa katakan matahari tidak ada dan tidak pernah akan terbit lagi…, itu adalah hak anda. Tetapi…., pengingkaran anda terhadap matahari TETAP tidak membuat matahari itu menjadi tidak ada.
Terima kasih atas kesadaran anda. Petrus-pun pernah menghianati Yesus, tapi “tatapan sedih” Yesus mengingatkannya kembali.

Anda sudah melihat kebenaran sejati itu seperti apa…, tinggal anda sungguh-sungguh bertobat dan meminta pengampunan kepadanya.

Dalam Kristen, keselamatan adalah inisiatif Allah, dalam Islam keselamatan adalah usaha manusia.
Kristen punya jalan keselamatan untuk sorga, dalam Islam mudah-mudahan (tidak ada kepastian).
Yesus berkata: “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup”, dan Yesuslah penghakim dunia ini pada akhirnya, Muhammad minta didoakan keselamatannya dan memohon kiranya Yesus mau memasukkannya ke sorga.
Kristen berbuat baik karena sudah diselamatkan, Islam berbuat baik untuk diselamatkan.

Saudaraku…, terlalu banyak perbedaan yang sangat essensial antara Islam dan Kristen.

Apakah saudara bisa bertobat dengan baca tulisan ini?
Tidak saudaraku…, pertobatan itu adalah anugrah Allah semata. Itu adalah inisiatif Allah dalam hidup anda. Saya cuma bisa berdoa…., kiranya Tuhan Yesus bermurah hati dan menganugrahkan iman dan pertobatan yang sejati dalam hidup anda.

Tuhan Yesus memberkati saudara….

Kebenaran Sejati (part-3)

Tulisan pindah ke:

http://islamkristen.wordpress.com/2008/11/15/pindah-agama-islam-ke-kristen/

Tanggapan Iman Kristen: Apa yang saudaraku Mosab Hassan Yousef sharingkan mengenai pengalaman hidup saudara merupakan fakta yang memang sudah saya pikirkan kebenarannya sejak lama. Islam penuh dengan kekerasan, dimana tidak cocok dengan budaya Indonesia yang ramah tamah. Sudah saatnya kaum muslim mengambil “makna” yang baik dari Alquran dan mulai “mengabaikan” isi Alquran yang menganjurkan kekerasan. Juga mengabaikan budaya Arab yang ingin di “paksakan” dalam budaya Indonesia. Sungguh tidak pada tempatnya, budaya Indonesia yang kekeluargaan “dirusak” dengan budaya kekerasan. Kiranya kaum muslim yang tetap pada agamanya, dapat memiliki “penglihatan” sorgawi untuk setidak-tidaknya untuk “tidak” menjadi bagian dari “pengrusakan” dunia ini. Mulailah dengan “merevisi” Alquran anda dan kembalilah ke Alkitab, sumber dari kitab Anda.

Kebenaran Sejati (part-2)

Dalam perenungan terus menerus mengenai isi blog Iman Kristen ini dan pertanyaan yang muncul dari kaum muslim serta diskusi yang cukup panjang, akhirnya penulis menyimpulkan beberapa pemikiran yang perlu dituangkan dalam post ini. Maksudnya adalah untuk mempersingkat waktu dan memberikan gambaran umum mengenai perbedaan Kristen dan Non Kristen (secara umum diambil Islam). Ini dimaksudkan supaya dalam diskusi-diskusi kedepan, tidak perlu lagi mengulang konsep-konsep yang ada, tapi tinggal memberikan link saja. Tentu saja perenungan di post ini akan terus di-update supaya semakin dipertajam. Bagi kaum muslim yang memegang teguh Agamamu-Agamamu; Agamaku-Agamaku, atau yang terlalu emosional, atau yang “close system” anggap saja postingan ini sebagai sampah dan jangan memberikan komentar apapun. Tapi bagi anda yang gemar mempertanyakan segala “kebenaran” yang ada didunia ini, silahkan merenungkan kebenaran sejati dari Sudut Pandang yang lain ini, silahkan berkomentar dengan pandangan terbuka (open system) anda. Kiranya Tuhan membukakan hati dan pikiran saudara, Amen. Lanjut Baca »

Kebenaran Sejati (part-1)

Dalam perenungan terus menerus mengenai isi blog Iman Kristen ini dan pertanyaan yang muncul dari kaum muslim serta diskusi yang cukup panjang, akhirnya penulis menyimpulkan beberapa pemikiran yang perlu dituangkan dalam post ini. Maksudnya adalah untuk mempersingkat waktu dan memberikan gambaran umum mengenai perbedaan Kristen dan Non Kristen (secara umum diambil Islam). Ini dimaksudkan supaya dalam diskusi-diskusi kedepan, tidak perlu lagi mengulang konsep-konsep yang ada, tapi tinggal memberikan link saja. Tentu saja perenungan di post ini akan terus di-update supaya semakin dipertajam. Bagi kaum muslim yang memegang teguh Agamamu-Agamamu; Agamaku-Agamaku, atau yang terlalu emosional, atau yang “close system” anggap saja postingan ini sebagai sampah dan jangan memberikan komentar apapun. Tapi bagi anda yang gemar mempertanyakan segala “kebenaran” yang ada didunia ini, silahkan merenungkan kebenaran sejati dari Sudut Pandang yang lain ini, silahkan berkomentar dengan pandangan terbuka (open system) anda. Kiranya Tuhan membukakan hati dan pikiran saudara, Amen. Lanjut Baca »

Sebagian dari Bapa-Bapa Gereja awal dan juga teolog-teolog masa kini, dengan tidak memperhatikan karakter progresif dari wahyu Allah, memberi kesan bahwa doktrin Allah Tritunggal telah secara lengkap dinyatakan dalam Perjanjian Lama. Di pihak lain, penganut Siconian dan Arminian berpendapat bahwa doktrin Trituggal ini sama sekali tidak ada dalam Perjanjian Lama. Kedua-duanya keliru.

Lanjut Baca »

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, atribut-atribut Allah yang ditemukan juga dalam makhluk ciptaan (communicable attributes) menekankan kepribadian-Nya, sebab mereka menyatakan diri-Nya sebagai Keberadaan moral dan rasional. Kehidupan Allah menjulang di depan kita dengan jelas dalam Alkitab sebagai kehidupan personal; dan tentu saja sangatlah penting untuk tetap berpegang pada kepribadian Allah, sebab tanpanya tak akan mungkin ada agama dalam arti yang sebenar-benarnya: tidak ada doa, tidak ada persekutuan pribadi, tidak ada kepercayaan yang penuh, tidak ada pengharapan yang benar.

Lanjut Baca »

Sesudah masa tahap awal tersebut, kita tidak lagi mendapati perkembangan yang lebih jauh dari doktrin Tritunggal, tetapi hanya berulang-ulang berhadapan dengan kekeliruan-kekeliruan masa-masa sebelumnya. Kaum Arminian, Episkopus, Curcellaeus dan Limborgh memperbaharui doktrin subordinasi kembali, seolah-olah ingin tetap mempertahankan kesatuan Allah. Mereka menganggap Allah Bapa memiliki kekuasaan tertentu atas kedua pribadi lain, dalam tingkatan, kemuliaan dan kuasa.

Lanjut Baca »

Orang-orang Yahudi pada jaman Tuhan Yesus sangat menekankan kesatuan Allah, dan penekanan ini terus dipertahankan dalam gereja Kristen. Akibatnya adalah bahwa sebagian orang kemudian menyingkirkan perbedaan pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu satu persatu, dan yang lain gagal dalam memberikan penjelasan yang sempurna pada keilahian esensial dari pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal itu satu persatu, dan yang lain gagal dalam memberikan penjelasan yang sempurna pada keilahian esensial dari pribadi kedua dan ketiga Allah Tritunggal.

Lanjut Baca »

Panggilan Efektif

Orang-orang lain yang bukan kaum pilihan, meskipun mereka mungkin terpanggil melalui pelayanan Firman, dan mungkin memiliki karya umum Roh, akan tetapi mereka tidak akan pernah sungguh-sungguh datang kepada Kristus dan oleh karena itu tidak bisa diselamatkan.

Lanjut Baca »

Aku Tahu

“…..Aku Tahu Siapa Yang Aku Percaya….”

(2 Tim.1:12)

Perikop ini diambil dari surat Paulus untuk Timotius. Bagian awal dari perikop ini, Paulus menekankan pentingnya iman yang dimiliki oleh Timotius yang dimulai oleh neneknya Lois dan ibunya Eunice dan yang sekarang ada pada Timotius.

Lanjut Baca »

Disini kita seringkali mengalami hal yang tak lazim. Iman Kristen seringkali dianggap kaku dan harus dijauhi. Banyak yang takut dengan ajaran predistinasi dan ketidakmampuan total manusia. Orang lebih tertarik kepada ajaran keselamatan bagi semuanya karena setiap orang mampu melakukan sesuatu untuk mendapatkan keselamatan itu, daripada ajaran bahwa keselamatan hanya bagi sebagian orang karena tidak seorangpun yang bisa melakukan sesuatu hal apa pun untuk mendapatkannya.

Lanjut Baca »

Bayi-bayi yang merupakan kaum pilihan, yang mati pada usia balita, dilahirbarukan dan diselamatkan oleh Kristus, melalui Roh yang berkarya kapan pun, di mana pun, dan dengan cara yang dikehendaki-Nya; demikian juga bagi semua kaum pilihan lainnya yang tidak bisa dipanggil secara lahiriah melalui pelayanan Firman.

Lanjut Baca »

Peran Pasif

Manusia tidak memiliki peran apa pun dalam kelahiran barunya. Dia hanya berada dalam posisi yang pasif. Dia tidak melakukan atau bertindak dalam lahir baru. Melainkan karya lahir baru dikerjakan atas dirinya dan sebagai hasilnya, dia memiliki hati atau akal budi yang lain. Kelahiran baru ini sering diasosiasikan dengan pengabaran Injil (dalam kasus umum), tetapi bukan injil yang mengerjakan kelahiran baru. Roh Kudus yang mengerjakannya.

Lanjut Baca »

Kemampuan Baru

Manusia yang telah lahir baru memiliki kebebasan mutlak yang sama dengan yang dimiliki Adam sebelum kejatuhannya dan orang-orang berdosa setelah kejatuhan itu. Perbedaan antara manusia yang belum lahir baru dan yang telah lahir baru menyangkut kemampuan, bukan kebebasan. Keduanya bebas untuk melakukan yang baik, tapi hanya satu yang mampu melakukan yang baik.

Lanjut Baca »

Nabi

Istilah “nabi” pertama kali dipakai Abraham (Kej.20:7). Tapi sejak awal sejarah, orang-orang tertentu berfungsi sebagai juru bicara bagi kebenaran Allah: Henokh (Yud.14; Kej.5:18), Nuh (2Pet.2:5; 1Pet.3:20-21), Ishak (Kej.27:28-29, 39-40), dan Yakub (Kej.49, khususnya ay.8-12) menjalankan tugas ini.

Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »